Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

Matematika - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPenjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui penemuan terbimbing menggunakan kertas karton, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar.
  2. Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu memiliki sepotong pizza dan temanmu memberimu potongan lagi dari pizza yang sama, bagaimana cara kamu menghitung total pizza yang kamu punya?
  2. Bayangkan sebuah penggaris dibagi menjadi 8 bagian sama besar — jika kamu mengambil 3 bagian lalu mengambil 2 bagian lagi, berapa bagian yang kamu pegang sekarang?
  3. Menurutmu, apa yang terjadi pada penyebut pecahan ketika kita menjumlahkan dua pecahan yang penyebutnya sama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru melakukan absensi dan menanyakan kabar murid secara singkat (1 menit).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan 3 soal cepat di papan tulis — mengenali pecahan sederhana, membaca pecahan campuran, dan menentukan nilai pecahan dari gambar. Murid menjawab di kertas selembar, guru mengamati untuk memetakan kesiapan belajar (5 menit).
  • Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali konsep pecahan yang sudah dipelajari (makna pembilang dan penyebut, pecahan campuran) dengan pertanyaan lisan singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar cara menjumlahkan pecahan yang penyebutnya sama menggunakan kertas karton, lalu kita coba terapkan pada masalah sehari-hari.' (2 menit).
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik dan memberi waktu 1–2 menit untuk murid berpikir dan berbagi jawaban singkat (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan kertas karton, penggaris, dan alat tulis kepada setiap kelompok.
  • Setiap kelompok diminta melipat kertas karton menjadi 8 bagian sama besar, kemudian memberi warna/arsiran pada 2 bagian pertama (mewakili 2/8) dan 3 bagian berikutnya (mewakili 3/8).
  • Murid mengamati: berapa total bagian yang diarsir dari keseluruhan 8 bagian? Mereka menuliskan hasil pengamatan sebagai kalimat matematika: 2/8 + 3/8 =?/8.
  • Guru membimbing murid untuk menemukan pola: 'Apa yang berubah setelah penjumlahan? Apa yang tidak berubah?' — mengarahkan pada kesimpulan bahwa pembilang dijumlahkan sedangkan penyebut tetap.
  • Perwakilan satu kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi karton mereka di depan kelas; kelompok lain memberi tanggapan singkat.
  • Guru mengonfirmasi dan menuliskan rumus umum di papan tulis: a/n + b/n = (a+b)/n.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan Masalah Yohana dari buku siswa: 'Yohana mempunyai pita merah 2 1/5 m dan pita hijau 3 1/5 m. Berapa panjang total kedua pita?'
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan dua cara penyelesaian (Cara Lukas: ubah ke pecahan biasa dulu; Cara Komang: jumlahkan bilangan bulat dengan bilangan bulat, lalu pecahan dengan pecahan).
  • Setiap kelompok memilih salah satu cara, menyelesaikan secara tertulis di lembar kerja, lalu membandingkan hasil dengan kelompok yang memilih cara berbeda.
  • Guru memberikan 3 soal latihan berjenjang: (1) 1/6 + 3/6 = ?, (2) 3/8 + 4/8 = ?, (3) Pak Budi memotong kabel sepanjang 5/9 m dan 3/9 m dari gulungan yang sama — berapa total panjang kabel yang dipotong?
  • Murid mengerjakan soal secara individu, kemudian mendiskusikan jawaban dalam kelompok sebelum dikumpulkan.
  • Guru berkeliling mengamati proses kerja, memberikan pertanyaan pandu ('Langkah apa yang kamu lakukan pertama kali?') kepada murid yang tampak kesulitan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap kelompok menyampaikan satu hal yang mereka temukan selama eksplorasi: 'Apa aturan paling penting yang kalian pelajari hari ini tentang menjumlahkan pecahan berpenyebut sama?'
  • Murid secara individu mengisi kalimat rumpang di lembar refleksi: 'Jika ada dua pecahan berpenyebut sama, maka penjumlahannya dilakukan dengan menjumlahkan ________-nya, sedangkan ________-nya tetap.'
  • Guru mengajukan pertanyaan penguatan: 'Mengapa penyebut tidak ikut dijumlahkan? Apa yang akan terjadi jika penyebut ikut dijumlahkan?'
  • Murid menuliskan satu contoh soal buatan sendiri beserta penyelesaiannya di buku tulis masing-masing sebagai bukti pemahaman.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: penjumlahan pecahan berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya saja, penyebut tetap (2 menit).
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan 2 soal kuis tertulis mandiri (exit ticket) — satu soal perhitungan langsung dan satu soal cerita konteks nyata. Murid mengerjakan di selembar kertas dan mengumpulkan sebelum keluar kelas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik singkat tentang proses belajar hari ini dan mengapresiasi partisipasi aktif kelompok (2 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya: penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda (1 menit).
  • Guru menutup kelas dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep dasar diberi soal pengayaan berupa penjumlahan tiga pecahan berpenyebut sama sekaligus (contoh: 1/7 + 2/7 + 3/7) atau soal konteks yang lebih kompleks. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan disediakan kartu pecahan bergambar (model visual) sebagai alat bantu konkret.
  • Proses: Kelompok yang cepat selesai diminta membuat soal cerita sendiri dan menukarkannya dengan kelompok lain untuk diselesaikan. Guru memberikan bimbingan lebih intensif dan pertanyaan scaffolding bertahap kepada kelompok yang memerlukan pendampingan.
  • Produk: Murid boleh menunjukkan pemahaman melalui pilihan: menuliskan langkah penyelesaian secara tertulis, menggambar model arsiran di kertas karton, atau menjelaskan secara lisan kepada guru atau teman sebaya.

ASESMEN

Awal:

  • Kuis diagnostik tertulis 3 soal di awal pendahuluan: (1) Tuliskan pecahan yang ditunjukkan gambar; (2) Bacalah pecahan campuran 2 3/5; (3) Manakah yang lebih besar: 3/7 atau 5/7? — Digunakan guru untuk memetakan kesiapan belajar dan merencanakan pengelompokan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi terstruktur selama eksplorasi kertas karton: guru mencatat nama murid yang mampu menemukan pola penjumlahan secara mandiri vs. yang membutuhkan bimbingan.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami dan Mengaplikasi: guru mengajukan pertanyaan pandu kepada individu atau kelompok untuk memantau perkembangan pemahaman.
  • Lembar kerja kelompok (soal latihan berjenjang): dikumpulkan di akhir sesi inti sebagai bukti proses belajar.

Akhir:

  • Exit ticket: 2 soal tertulis individual — Soal 1: Hitunglah 4/9 + 3/9. Soal 2: Ibu membeli 3/8 kg gula di warung pertama dan 2/8 kg gula di warung kedua. Berapa kg gula yang dibeli ibu seluruhnya? — Dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan konsep, prosedur, dan hasil.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid melakukan eksplorasi kertas karton: apakah murid dapat mengarsir bagian yang benar dan membaca hasil penjumlahan secara visual.
  • Diskusi kelompok: guru mendengarkan percakapan antar murid untuk menilai pemahaman konsep dan kemampuan menjelaskan proses penjumlahan.
  • Lembar kerja kelompok pada soal latihan berjenjang: dinilai dari ketepatan prosedur dan hasil.
  • Pengisian kalimat rumpang pada lembar refleksi: sebagai indikator apakah murid dapat mengungkapkan konsep inti dengan kata-kata sendiri.

Sumatif:

  • Exit ticket (kuis tertulis 2 soal) di akhir pembelajaran: satu soal operasi langsung dan satu soal cerita konteks sehari-hari, dinilai berdasarkan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Penjumlahan Pecahan Berpenyebut SamaMurid belum dapat menjelaskan konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama; tidak memahami bahwa penyebut tetap dan pembilang dijumlahkan.Murid dapat menyebutkan bahwa pembilang dijumlahkan dan penyebut tetap, tetapi penjelasannya masih memerlukan banyak bantuan guru.Murid dapat menjelaskan konsep dengan benar secara lisan maupun tertulis dengan sedikit panduan.Murid dapat menjelaskan konsep dengan benar, rinci, dan menggunakan contoh konkret sendiri tanpa bantuan guru.
Keterampilan Melakukan Operasi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut SamaMurid tidak dapat melakukan operasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama atau melakukan kesalahan mendasar (misalnya menjumlahkan penyebut juga).Murid dapat melakukan operasi dengan benar pada contoh yang sangat sederhana (pecahan biasa sederhana) tetapi masih salah pada pecahan campuran.Murid dapat melakukan operasi penjumlahan pecahan biasa dan pecahan campuran berpenyebut sama dengan benar pada sebagian besar soal.Murid dapat melakukan operasi penjumlahan berbagai bentuk pecahan berpenyebut sama secara konsisten benar, termasuk menyederhanakan hasil bila perlu.
Penyelesaian Masalah Sehari-hari yang Melibatkan Penjumlahan Pecahan Berpenyebut SamaMurid tidak dapat mengidentifikasi operasi penjumlahan dalam soal cerita dan tidak menghasilkan penyelesaian yang relevan.Murid dapat mengidentifikasi bahwa soal melibatkan penjumlahan pecahan, tetapi proses penyelesaian tidak lengkap atau terdapat kesalahan prosedur.Murid dapat menyelesaikan soal cerita dengan prosedur yang benar dan hasil yang tepat, meskipun penulisan langkah belum sepenuhnya sistematis.Murid dapat menyelesaikan soal cerita secara sistematis (diketahui, ditanya, dijawab, kesimpulan), dengan prosedur dan hasil yang benar serta mampu memverifikasi jawabannya.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak dapat menyampaikan ide atau hasil temuan.Murid berpartisipasi jika diminta, tetapi komunikasi masih sangat terbatas dan kurang jelas.Murid aktif berdiskusi, dapat menyampaikan pendapat dengan cukup jelas, dan mendengarkan pendapat teman.Murid sangat aktif, mampu memimpin diskusi, menyampaikan ide dengan jelas dan logis, serta merespons pendapat teman secara konstruktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Kelompok mana yang membutuhkan tindak lanjut?
  • Apakah media kertas karton efektif membantu murid menemukan konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama secara mandiri?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling membuat murid antusias, dan bagian mana yang tampak membingungkan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pecahan?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar menggunakan kertas karton — apakah itu membantumu memahami penjumlahan pecahan?
  • Coba tuliskan satu contoh soal penjumlahan pecahan berpenyebut sama dari kehidupan sehari-harimu sendiri!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 3: Bilangan Pecahan, halaman 80–84.
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas V SD/MI (Kemdikbudristek) — halaman 106.
  3. Kertas karton (satu lembar per kelompok, disiapkan guru sebelum pembelajaran).
  4. Penggaris dan alat tulis (pensil warna/spidol untuk mengarsir).
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi soal latihan berjenjang dan kalimat rumpang refleksi — dibuat guru.
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan rumus dan langkah penyelesaian.
  7. Kartu pecahan bergambar (sebagai alat bantu diferensiasi untuk murid yang membutuhkan dukungan visual tambahan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.