MODUL AJAR Matematika — Kelas 5 (Fase C) Topik: Membandingkan Bilangan Pecahan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Membandingkan Bilangan Pecahan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui eksplorasi kartu bilangan dan kertas origami, murid dapat membandingkan dua bilangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran) menggunakan tanda <, >, atau = dengan benar.
- Melalui kegiatan problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan perbandingan bilangan pecahan dengan tepat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kamu mendapat 3/4 potong kue dan temanmu mendapat 2/3 potong kue, siapa yang mendapat bagian lebih besar? Bagaimana cara membuktikannya?
- Pernahkah kalian membandingkan dua pecahan yang penyebutnya berbeda? Apa yang harus dilakukan agar bisa dibandingkan?
- Mengapa 1/2 bisa sama dengan 2/4? Bagaimana cara menunjukkannya dengan benda nyata?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: meminta 3-4 murid menyebutkan contoh pecahan dan menuliskan pecahan senilai dari 1/2 di papan tulis.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menampilkan pertanyaan pemantik tentang membandingkan potongan kue.
- Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari: membagi makanan, mengukur bahan masakan, atau membandingkan jarak lompatan atlet.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan kertas origami kepada setiap kelompok (4-5 anak). Murid melipat kertas menjadi bagian-bagian pecahan (1/2, 1/3, 1/4, 2/3, 3/4) dan mengarsir bagian yang dimaksud.
- Murid mengamati dan membandingkan ukuran arsiran kertas origami untuk pecahan berpenyebut sama (misal 1/4 dan 3/4) lalu menyimpulkan mana yang lebih besar.
- Guru membimbing murid menemukan konsep: untuk pecahan berpenyebut sama, pembilang yang lebih besar menunjukkan nilai lebih besar.
- Murid mengeksplorasi perbandingan pecahan berpenyebut berbeda (misal 2/3 dan 3/4) dengan melipat dua lembar kertas origami berukuran sama, lalu membandingkan luasan arsiran.
- Guru memperkenalkan strategi menyamakan penyebut (KPK) untuk membandingkan pecahan berpenyebut berbeda, murid mencatat langkah-langkahnya.
- Guru menunjukkan cara membandingkan pecahan campuran: mengubah ke pecahan biasa terlebih dahulu atau membandingkan bagian bulat lalu bagian pecahannya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan kartu bilangan pecahan (berisi berbagai pecahan biasa dan campuran) kepada setiap kelompok.
- Setiap kelompok bermain 'Duel Pecahan': dua murid mengambil masing-masing satu kartu, lalu seluruh kelompok menentukan kartu mana yang bernilai lebih besar dengan memberikan tanda <, >, atau =.
- Murid menuliskan kalimat matematika perbandingan di lembar kerja kelompok lengkap dengan langkah menyamakan penyebut.
- Guru menyajikan masalah kontekstual (Problem Based Learning): 'Yohana melompat sejauh 2 3/4 m pada lompatan pertama dan 3 1/2 m pada lompatan kedua. Lompatan mana yang lebih jauh? Jelaskan caramu membandingkan.'
- Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan masalah tersebut, menuliskan langkah penyelesaian, dan mempresentasikan hasilnya.
- Guru memberikan 2 soal tambahan bertingkat: (a) Bandingkan 5/6 dan 7/8; (b) Ibu membeli 1 1/3 kg gula dan 1 2/5 kg tepung, mana yang lebih berat?
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja dan menjelaskan strategi perbandingan yang digunakan.
- Murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan terhadap presentasi temannya.
- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: cara membandingkan pecahan berpenyebut sama, berpenyebut berbeda, dan pecahan campuran.
- Murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang masih membingungkan di sticky note.
Penutup:- Guru memberikan 3 soal asesmen akhir secara individu untuk mengecek pemahaman murid.
- Murid mengerjakan soal secara mandiri selama 5 menit.
- Guru membahas jawaban bersama dan memberikan penguatan terhadap konsep kunci.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang mengurutkan pecahan.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bantuan diberikan pecahan berpenyebut sama terlebih dahulu sebelum naik ke penyebut berbeda. Murid cepat diberikan tantangan membandingkan tiga pecahan sekaligus dan mengurutkannya.
- Proses: Murid yang kesulitan menggunakan kertas origami sebagai alat bantu konkret. Murid mahir langsung menggunakan strategi KPK tanpa alat bantu.
- Produk: Murid lambat cukup menyelesaikan 2 soal perbandingan sederhana. Murid cepat menyelesaikan soal kontekstual tambahan dan menjelaskan penalarannya secara tertulis.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menuliskan pecahan senilai dari 1/2 dan 2/3 di papan tulis untuk mengecek pemahaman prasyarat tentang pecahan senilai.
- Guru bertanya: 'Mana yang lebih besar, 1/4 atau 3/4? Bagaimana kalian tahu?' untuk mendiagnosis pemahaman awal tentang perbandingan pecahan sederhana.
Proses:- Guru mengamati proses murid melipat dan mengarsir kertas origami, memastikan representasi pecahan sudah tepat.
- Guru memeriksa kalimat matematika yang ditulis kelompok saat Duel Pecahan, memberikan umpan balik langsung jika ada kesalahan.
- Guru mendengarkan diskusi kelompok saat menyelesaikan masalah Yohana, mencatat murid yang masih kesulitan menyamakan penyebut.
Akhir:- Soal 1: Bandingkan 4/7 dan 3/7, berikan tanda <, >, atau = dan jelaskan alasanmu.
- Soal 2: Bandingkan 2/5 dan 3/8 menggunakan strategi menyamakan penyebut.
- Soal 3: Pak Budi berjalan sejauh 2 1/4 km pada hari Senin dan 2 3/8 km pada hari Selasa. Hari mana Pak Budi berjalan lebih jauh? Tunjukkan langkah penyelesaianmu.
Formatif:- Observasi keaktifan dan ketepatan murid saat bermain Duel Pecahan.
- Pemeriksaan lembar kerja kelompok: kebenaran langkah menyamakan penyebut dan penentuan tanda perbandingan.
- Tanya jawab lisan selama kegiatan eksplorasi kertas origami.
Sumatif:- Soal individu tertulis (3 soal): membandingkan pecahan berpenyebut sama, berpenyebut berbeda, dan menyelesaikan masalah kontekstual perbandingan pecahan campuran.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan pecahan berpenyebut sama | Belum mampu menentukan tanda perbandingan pada pecahan berpenyebut sama meskipun dengan bimbingan. | Mampu menentukan tanda perbandingan pada pecahan berpenyebut sama dengan bantuan alat konkret atau bimbingan guru. | Mampu menentukan tanda perbandingan pada pecahan berpenyebut sama secara mandiri dan benar. | Mampu menentukan tanda perbandingan pada pecahan berpenyebut sama secara mandiri, benar, dan dapat menjelaskan alasannya kepada teman. | | Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda | Belum mampu menyamakan penyebut dan menentukan tanda perbandingan meskipun dengan bimbingan. | Mampu menyamakan penyebut dengan bantuan guru, namun kadang keliru menentukan tanda perbandingan. | Mampu menyamakan penyebut dan menentukan tanda perbandingan secara mandiri dengan benar. | Mampu menyamakan penyebut menggunakan KPK secara efisien, menentukan tanda perbandingan dengan benar, dan menjelaskan strateginya. | | Menyelesaikan masalah kontekstual perbandingan pecahan | Belum mampu mengidentifikasi pecahan dalam soal cerita dan belum dapat menyelesaikan masalah perbandingan. | Mampu mengidentifikasi pecahan dalam soal cerita, tetapi belum tepat dalam menyelesaikan perbandingannya. | Mampu menyelesaikan masalah kontekstual perbandingan pecahan dengan langkah yang benar dan jawaban tepat. | Mampu menyelesaikan masalah kontekstual perbandingan pecahan dengan langkah sistematis, jawaban tepat, dan memberikan penjelasan logis. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi kertas origami dan permainan Duel Pecahan?
- Apakah strategi menyamakan penyebut sudah dipahami sebagian besar murid? Berapa banyak yang masih memerlukan scaffolding?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah proporsional? Bagian mana yang perlu penyesuaian?
- Strategi diferensiasi mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang membandingkan pecahan?
- Langkah mana yang masih terasa sulit saat membandingkan pecahan berpenyebut berbeda?
- Bagaimana perasaanmu saat bermain Duel Pecahan bersama teman sekelompok?
- Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan soal perbandingan pecahan yang sulit?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 3: Bilangan Pecahan (Kemendikbudristek).
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 3 (Kemendikbudristek).
- Kartu bilangan pecahan (dibuat guru atau dicetak).
- Kertas origami warna-warni (minimal 5 lembar per kelompok).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) tentang perbandingan pecahan.
- Papan tulis dan spidol.
|