Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

Matematika - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui eksplorasi benda konkret dan gambar, murid dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa dan pecahan campuran serta menyajikannya dalam bentuk simbol dengan benar.
  2. Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat mengidentifikasi perbedaan pecahan biasa dan pecahan campuran dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memotong pizza atau kue menjadi beberapa bagian? Bagaimana cara kalian menjelaskan berapa bagian yang kalian ambil?
  2. Jika ada 1 loyang penuh kue dan setengah loyang lagi, bagaimana cara kita menuliskannya dalam bentuk angka?
  3. Apa perbedaan antara mengatakan 'tiga perempat bagian' dan 'satu dan tiga perempat bagian' dari sebuah roti?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar dua situasi (sepotong kue dari 4 potong, dan 1 buah kue utuh lebih 2 potong dari 4 potong) dan meminta murid menuliskan di mini-whiteboard atau selembar kertas kecil bagaimana cara menuliskan bagian tersebut dalam angka. Guru mengamati respons untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan apersepsi: mengingatkan bahwa di kelas IV murid sudah mengenal pecahan sederhana, dan hari ini kita akan mengenal lebih dalam dua jenis pecahan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan belajar menjelaskan dan membedakan pecahan biasa dan pecahan campuran melalui benda konkret, gambar, dan diskusi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan memberikan waktu 1–2 menit bagi murid untuk berpikir sebelum menjawab secara lisan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyiapkan benda konkret di meja masing-masing kelompok: kertas origami, plastisin, atau potongan karton berbentuk lingkaran dan persegi yang sudah disiapkan.
  • Murid diminta melipat atau memotong kertas origami menjadi beberapa bagian yang sama, lalu mengarsir atau menandai sebagian. Contoh: lipat menjadi 4 bagian, arsir 3 bagian → wakili sebagai 3/4.
  • Guru membimbing murid membaca simbol pecahan biasa: 'Angka atas disebut pembilang (bagian yang diambil), angka bawah disebut penyebut (jumlah bagian keseluruhan).'
  • Guru menampilkan konteks cerita: 'Budi memiliki 2 loyang wingko babat. Setelah dimakan keluarganya, tersisa 1 loyang penuh dan 3/4 loyang lagi.' Murid diminta menggambar situasi tersebut di buku masing-masing.
  • Dari gambar tersebut, guru menunjukkan bahwa situasi '1 loyang + 3/4 loyang' bisa ditulis sebagai pecahan campuran: 1 3/4. Guru menjelaskan struktur pecahan campuran: bilangan bulat + pecahan murni.
  • Guru menuliskan beberapa contoh pecahan biasa (1/2, 3/4, 5/8) dan pecahan campuran (2 1/2, 5 3/4) di papan tulis sambil menjelaskan masing-masing komponennya.
  • Murid mencatat definisi dan contoh dalam buku catatan dengan kata-kata mereka sendiri.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi 3 kegiatan.
  • Kegiatan 1 — Kartu Sortir: Setiap kelompok mendapat amplop berisi 12 kartu bergambar dan bersimbol pecahan (campuran antara pecahan biasa dan campuran). Murid mengelompokkan kartu ke dalam dua kolom: 'Pecahan Biasa' dan 'Pecahan Campuran', lalu menempel hasil sortir di lembar kerja.
  • Kegiatan 2 — Representasi Ganda: Murid memilih 2 pecahan biasa dan 2 pecahan campuran dari kartu, lalu menggambarkan masing-masing menggunakan model area (lingkaran atau persegi) di LKPD.
  • Kegiatan 3 — Konteks Kehidupan Sehari-hari: Murid membaca 4 situasi singkat (misalnya: 'Ibu memotong semangka menjadi 8 bagian dan memberikan 3 bagian kepada Ani'; 'Paman menempuh jarak 2 km lebih 1/4 km') dan menentukan apakah situasi itu mewakili pecahan biasa atau campuran, lalu menuliskan simbolnya.
  • Selama kegiatan, guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan: 'Bagian mana yang jadi pembilang? Kenapa?', dan mencatat temuan untuk umpan balik.
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan hasil sortir dan salah satu representasi gambar mereka kepada kelas. Kelas menanggapi dan guru memberikan konfirmasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Apa yang membuat pecahan biasa dan pecahan campuran berbeda? Berikan satu contoh dari kehidupan sehari-hari kalian masing-masing.'
  • Murid menuliskan secara individu di 'Kartu Refleksi' (selembar kertas kecil): (1) satu hal yang baru mereka pahami hari ini, dan (2) satu pertanyaan yang masih membuat mereka bingung.
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi dan membacakan beberapa pertanyaan yang muncul secara anonim, lalu merespons bersama kelas.
  • Guru menegaskan kembali perbedaan kunci: pecahan biasa hanya terdiri atas pembilang dan penyebut; pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat dan pecahan murni.
  • Murid secara bergantian menyebutkan satu contoh pecahan biasa dan satu contoh pecahan campuran dari situasi kehidupan sehari-hari secara lisan (teknik bola salju/bergilir).

Penutup:

  • Guru memberikan soal asesmen akhir tertulis: 3 soal identifikasi (tentukan apakah pecahan berikut biasa atau campuran dan tuliskan simbolnya) dan 1 soal uraian singkat (jelaskan perbedaan pecahan biasa dan campuran menggunakan contoh kue atau makanan).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pecahan biasa terdiri atas pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat dan pecahan murni.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif murid selama pembelajaran.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan pecahan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami: guru menyediakan kartu visual dengan gambar benda konkret (potongan pizza, roti, buah) yang sudah diarsir untuk mempermudah pemahaman konsep pecahan sebelum masuk ke simbol. Untuk murid yang sudah cepat memahami: diberikan soal pengayaan berupa mengubah pecahan biasa dengan pembilang lebih besar dari penyebut (seperti 9/4) ke bentuk pecahan campuran dan sebaliknya.
  • Proses: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru atau teman sebaya (tutor sebaya) mendampingi saat kegiatan sortir kartu dan membantu menghubungkan gambar dengan simbol secara bertahap. Untuk murid mandiri: diberikan waktu eksplorasi lebih bebas dan didorong membuat contoh sendiri dari konteks yang mereka pilih.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui pilihan produk: (1) menggambar representasi visual di LKPD, (2) menuliskan penjelasan tertulis singkat, atau (3) menyampaikan penjelasan lisan kepada guru atau teman. Semua produk dinilai menggunakan rubrik yang sama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar situasi (sepotong kue dari 4 potongan, dan 1 kue utuh lebih 2 potongan dari 4 potongan) dan meminta murid menuliskan cara menggambarkan bagian tersebut dalam angka di selembar kertas kecil.
  • Guru mengamati respons: apakah murid sudah mengenal simbol pecahan, apakah mereka membedakan dua situasi tersebut dengan simbol berbeda. Hasil dipakai untuk menentukan titik awal dan kebutuhan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi guru selama eksplorasi lipat/arsir kertas origami: apakah murid mampu menghubungkan tindakan fisik dengan simbol pecahan biasa.
  • Pemantauan kegiatan sortir kartu di kelompok: guru menggunakan lembar ceklis singkat untuk mencatat ketepatan pengelompokan tiap kelompok.
  • Pertanyaan pancingan lisan saat berkeliling: 'Mengapa kartu ini termasuk pecahan campuran?', 'Apa nama komponen angka di atas garis itu?'
  • Kartu Refleksi individu di akhir tahap Merefleksi: dikumpulkan dan dibaca guru sebagai bahan umpan balik segera.

Akhir:

  • Soal asesmen tertulis individu: 3 soal identifikasi — murid menentukan apakah bilangan yang diberikan merupakan pecahan biasa atau campuran dan menuliskan simbolnya dengan benar.
  • 1 soal uraian singkat: murid menjelaskan perbedaan pecahan biasa dan pecahan campuran menggunakan contoh konteks makanan atau benda sehari-hari dengan kalimat mereka sendiri.
  • Hasil asesmen akhir dicocokkan dengan rubrik 4 level untuk menentukan capaian masing-masing murid.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama eksplorasi benda konkret (tahap Memahami): guru mencatat siapa yang mampu menghubungkan gambar dengan simbol pecahan.
  • Pengamatan selama kegiatan sortir kartu kelompok: guru memantau ketepatan pengelompokan dan kemampuan murid memberikan alasan.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru menilai pemahaman konseptual melalui jawaban murid.
  • Kartu Refleksi individu: guru membaca dan memetakan pemahaman serta kebingungan murid untuk tindak lanjut.

Sumatif:

  • Soal tertulis individu di akhir pertemuan: 3 soal identifikasi pecahan biasa/campuran dan penulisan simbolnya, serta 1 soal uraian menjelaskan perbedaan dengan contoh kontekstual.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian pecahan biasa dan menyajikan simbolnyaMurid belum dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa dan tidak dapat menuliskan simbolnya meskipun dengan bantuan.Murid dapat menuliskan simbol pecahan biasa dengan bantuan guru atau teman, tetapi belum dapat menjelaskan pengertiannya secara mandiri.Murid dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa dan menuliskan simbolnya dengan benar secara mandiri.Murid dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa, menuliskan simbolnya dengan benar, dan memberikan lebih dari satu contoh dari konteks kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Menjelaskan pengertian pecahan campuran dan menyajikan simbolnyaMurid belum dapat menjelaskan pengertian pecahan campuran dan tidak dapat menuliskan simbolnya meskipun dengan bantuan.Murid dapat menuliskan simbol pecahan campuran dengan bantuan, tetapi belum dapat mengidentifikasi komponen bilangan bulat dan pecahan murni di dalamnya.Murid dapat menjelaskan pengertian pecahan campuran, mengidentifikasi komponen bilangan bulat dan pecahan murni, serta menuliskan simbolnya dengan benar secara mandiri.Murid dapat menjelaskan pengertian pecahan campuran secara runtut, menuliskan simbolnya dengan benar, dan menghubungkannya dengan situasi nyata menggunakan bahasa yang jelas.
Mengidentifikasi perbedaan pecahan biasa dan campuran dalam konteks sehari-hariMurid tidak dapat membedakan pecahan biasa dan campuran meskipun diberikan gambar atau konteks cerita.Murid dapat membedakan pecahan biasa dan campuran dari gambar, tetapi belum dapat mengidentifikasinya dari konteks cerita sehari-hari.Murid dapat mengidentifikasi dan membedakan pecahan biasa dan campuran dari konteks cerita sehari-hari dengan tepat.Murid dapat mengidentifikasi dan membedakan pecahan biasa dan campuran dari berbagai konteks sehari-hari, serta mampu membuat situasi cerita sendiri yang mewakili masing-masing jenis pecahan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret (kertas origami, kartu sortir) efektif membantu murid memahami konsep pecahan biasa dan campuran?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut berdasarkan hasil asesmen awal, proses, dan akhir?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?
  • Apa penyesuaian yang perlu dilakukan untuk pertemuan berikutnya berdasarkan temuan hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pahami hari ini tentang pecahan biasa dan pecahan campuran?
  • Bisakah kamu menyebutkan satu contoh pecahan biasa dan satu contoh pecahan campuran dari kehidupan sehari-harimu?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang masih membuatmu bingung? Apa pertanyaan yang ingin kamu tanyakan?
  • Bagaimana perasaanmu selama belajar hari ini — apakah kamu merasa tertantang, senang, atau kesulitan? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI (Kurikulum Merdeka)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas V SD/MI (Kurikulum Merdeka)
  3. Kertas origami untuk eksplorasi lipatan dan arsiran
  4. Kartu sortir pecahan (12 kartu per kelompok, berisi gambar dan simbol pecahan biasa dan campuran)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pertemuan 5.3.1
  6. Kartu Refleksi individu (selembar kertas kecil per murid)
  7. Papan tulis dan spidol/kapur
  8. Gambar konteks makanan lokal (wingko babat, kue, pizza) sebagai media apersepsi
  9. Mini-whiteboard atau kertas HVS kecil untuk asesmen awal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.