MODUL AJAR Matematika — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 3 — Bilangan Pecahan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Bilangan Pecahan |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.3.1 Membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
- TP 5.3.2 Mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
- TP 5.3.3 Melakukan operasi penjumlahan pecahan
- TP 5.3.4 Melakukan operasi pengurangan pecahan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kamu memiliki 2 potong kue dari 4 bagian yang sama, lalu temanmu memiliki 3 potong kue dari 4 bagian yang sama, siapakah yang mendapatkan kue lebih banyak?
- Manakah yang bernilai lebih besar antara 1 1/4 bagian pizza dengan 3/4 bagian pizza jika ukuran utuh setiap pizza sama besar?
- Jika ada 1/2 bagian kue dan 2/3 bagian kue yang sama ukurannya, manakah bagian yang lebih banyak?
- Bagaimana caramu membandingkan dua pecahan jika penyebutnya tidak sama?
- Jika ada tiga potong kue dengan ukuran 3/5, 1 1/5, dan 4/5, potongan mana yang paling kecil hingga paling besar?
- Bagaimana cara termudah mengurutkan pecahan biasa dan pecahan campuran jika angka penyebutnya sudah sama?
- Jika seorang pelompat jauh mencatat lompatan 2 3/4 m, 3 1/2 m, dan 7/8 m, bagaimana cara menentukan urutan lompatan dari yang terjauh?
- Mengapa kita perlu menyamakan penyebut atau mengubah pecahan campuran menjadi bentuk yang setara sebelum mengurutkannya?
- Jika kamu memiliki 2/7 potong kue dan temanmu memberi 3/7 potong lagi, berapa bagian kue yang kamu miliki sekarang?
- Mengapa pecahan 1/3 dan 1/6 tidak bisa langsung dijumlahkan pembilangnya seperti pada pecahan berpenyebut sama?
- Jika ibu memiliki 1 1/2 kg tepung lalu membeli lagi 2 1/4 kg tepung, bagaimana cara praktis menjumlahkannya?
- Apakah kita harus selalu mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu sebelum menjumlahkannya?
- Jika kamu memiliki 5/6 bagian cokelat lalu memakan 2/6 bagiannya, berapa sisa cokelatmu?
- Bagaimana caramu mengurangkan pecahan jika bagian penyebutnya tidak sama, seperti 2/3 dikurangi 1/2?
- Bagaimana cara kita membuktikan pecahan mana yang lebih besar jika penyebutnya berbeda?
- Mengapa kita perlu menyamakan penyebut saat menjumlahkan atau mengurangkan pecahan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan nilai pecahan biasa dan pecahan campuran yang memiliki penyebut sama menggunakan tanda <, >, atau = (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengangkat papan mini atau jari untuk membandingkan 2 pasang pecahan: (1) 2/5 ... 4/5 (acuan: 2/5 < 4/5); (2) 5/7 ... 3/7 (acuan: 5/7 > 3/7) untuk mengecek intuisi awal membandingkan pecahan berpenyebut sama (5 menit).
- Guru memberikan apersepsi kontekstual dengan menunjukkan ilustrasi potongan wingko babat Semarang atau kue berbentuk lingkaran yang dipotong menjadi 4 bagian sama besar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru menggunakan kertas lipat bernilai sama yang dibagi menjadi 4 bagian: menunjukkan pecahan 1/4, 3/4, dan pecahan campuran 1 1/4 (4/4 + 1/4 = 5/4) untuk mengidentifikasi bahwa pada penyebut yang sama, pecahan dengan pembilang lebih besar bernilai lebih besar (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan langkah membandingkan pecahan campuran berpenyebut sama: membandingkan bilangan bulat utuhnya terlebih dahulu (misal 2 1/4 > 1 3/4 karena 2 > 1), atau mengubahnya menjadi pecahan biasa bila bilangan bulatnya sama (misal 1 1/4 = 5/4 dibandingkan dengan 1 3/4 = 7/4, sehingga 1 1/4 < 1 3/4) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Kartu Pecahan Cepat': setiap pasangan memegang 4 pasang kartu pecahan berpenyebut sama, lalu secara bergantian meletakkan tanda relasi perbandingan <, >, atau = (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan membandingkan 5 butir soal pecahan berpenyebut sama: (1) 3/8 ... 5/8 (acuan: <); (2) 7/6 ... 5/6 (acuan: >); (3) 1 2/5 ... 4/5 (acuan: >); (4) 2 1/3 ... 2 2/3 (acuan: <); (5) 1 3/4 ... 7/4 (acuan: =) (20 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan langsung (scaffolding) kepada murid yang memerlukan bantuan visual serta mencatat ketercapaian perbandingan murid pada lembar observasi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling mencocokkan hasil jawaban perbandingan dan mengonfirmasi alasan penentuan tanda <, >, atau = berdasarkan nilai pembilang atau bilangan bulatnya (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum kesimpulan: untuk membandingkan pecahan berpenyebut sama, cukup bandingkan pembilangnya, atau perhatikan bilangan bulat pada pecahan campuran (5 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 1 butir cepat pada buku tulis: tentukan tanda relasi untuk 1 3/5 ... 2 1/5 (acuan: 1 3/5 < 2 1/5 karena bilangan bulat 1 < 2) (3 menit).
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang membandingkan pecahan berpenyebut berbeda, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan media konkret potongan kertas arsiran pecahan berpenyebut sama; murid yang sudah mahir langsung menggunakan representasi bilangan pecahan campuran dengan bilangan bulat lebih besar.
- Proses: Scaffolding bertahap: murid yang lambat didampingi guru mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa terlebih dahulu; murid cepat bekerja secara mandiri menyelesaikan tantangan.
- Produk: Murid dapat menuliskan tanda pembanding (<, >, =) disertai gambar arsiran sederhana jika masih memerlukan bantuan representasi visual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membandingkan 2 butir pecahan biasa berpenyebut sama: (1) 2/5 ... 4/5 (acuan: <); (2) 5/7 ... 3/7 (acuan: >)
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan meletakkan tanda perbandingan pada permainan kartu berpasangan (4 pasang kartu: 2/7 vs 5/7 [acuan: <]; 4/3 vs 2/3 [acuan: >]; 1 1/4 vs 3/4 [acuan: >]; 2 1/5 vs 2 3/5 [acuan: <])
- Penilaian lembar kerja mandiri membandingkan 5 butir pecahan berpenyebut sama: (1) 3/8 < 5/8; (2) 7/6 > 5/6; (3) 1 2/5 > 4/5; (4) 2 1/3 < 2 2/3; (5) 1 3/4 = 7/4 (acuan: penskoran 1 poin per butir benar)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir 1 butir: membandingkan 1 3/5 ... 2 1/5 (acuan: 1 3/5 < 2 1/5)
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan Tantangan Kartu Pecahan Cepat
- Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri 5 butir soal perbandingan pecahan berpenyebut sama
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan membandingkan pecahan biasa dan pecahan campuran berpenyebut sama | Tepat membandingkan paling banyak 1 dari 5 butir soal perbandingan pecahan berpenyebut sama sesuai acuan. | Tepat membandingkan 2 sampai 3 dari 5 butir soal perbandingan pecahan berpenyebut sama sesuai acuan. | Tepat membandingkan 4 dari 5 butir soal perbandingan pecahan berpenyebut sama sesuai acuan secara mandiri. | Tepat membandingkan seluruh (5 dari 5) butir soal perbandingan pecahan berpenyebut sama sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media konkret kertas lipat membantu murid memahami perbandingan pecahan campuran berpenyebut sama?
- Bagian mana dari kegiatan membandingkan pecahan campuran yang masih membuat murid keliru?
Murid:- Bagian mana yang menurutmu paling mudah saat membandingkan pecahan berpenyebut sama?
- Apa yang kamu lakukan jika menemukan pecahan campuran saat membandingkan?
Pertemuan 2 — Membandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Berbeda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengerjakan 2 soal di papan tulis untuk membandingkan pecahan berpenyebut sama: (1) 3/7 ... 5/7, (2) 1 2/5 ... 1 4/5; guru mencatat kesiapan dasar murid (acuan jawaban: 3/7 < 5/7 dan 1 2/5 < 1 4/5) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan pecahan biasa dan pecahan campuran yang memiliki penyebut berbeda dengan menggunakan cara menyamakan penyebut (KPK) atau mengubahnya ke pecahan biasa (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara membandingkan 2/3 dan 3/4 dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK dari 3 dan 4 (yaitu 12: 2/3 = 8/12 dan 3/4 = 9/12, sehingga 2/3 < 3/4) (10 menit).
- Murid mengamati contoh perbandingan pecahan campuran dan pecahan biasa berpenyebut berbeda: 1 1/2 dan 5/4, dengan langkah mengubah 1 1/2 menjadi 3/2 lalu menyamakan penyebut menjadi per-4 (3/2 = 6/4, sehingga 6/4 > 5/4) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti permainan kartu tantangan pecahan 'Adu Pecahan': setiap pasangan menerima 4 set perbandingan pecahan lalu menentukan tanda perbandingan yang tepat (<, >, atau =) secara cepat dan tepat (15 menit).
- Set kartu pada permainan terdiri dari 4 butir: (1) 2/5 ... 1/2 (acuan: 4/10 < 5/10); (2) 3/4 ... 5/8 (acuan: 6/8 > 5/8); (3) 1 1/3 ... 7/6 (acuan: 4/3 = 8/6 > 7/6); (4) 1 2/4 ... 1 3/6 (acuan: 1 1/2 = 1 1/2 atau 6/4 = 9/6 = 3/2, tanda =) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan latihan membandingkan 4 pasang pecahan berpenyebut berbeda pada lembar tugas individu: (1) 3/5 ... 2/3, (2) 5/6 ... 7/12, (3) 1 1/4 ... 4/3, (4) 2 1/2 ... 9/4 (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan mandiri terhadap acuan kunci jawaban: (1) 3/5 < 2/3 (karena 9/15 < 10/15); (2) 5/6 > 7/12 (karena 10/12 > 7/12); (3) 1 1/4 < 4/3 (karena 5/4 = 15/12 < 16/12); (4) 2 1/2 > 9/4 (karena 5/2 = 10/4 > 9/4) (10 menit).
- Murid menyimpulkan langkah utama dalam membandingkan pecahan berpenyebut berbeda: menyamakan bentuk pecahan (mengubah pecahan campuran menjadi biasa jika perlu) dan menyamakan penyebut sebelum membandingkan pembilangnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid dan mengonfirmasi tingkat penguasaan kelas (5 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup tanpa rangkuman bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Pecahan disajikan dengan penyebut kelipatan langsung (misal 2 dan 4) bagi murid yang membutuhkan penguatan, serta penyebut bukan kelipatan langsung (misal 3 dan 5) bagi murid yang siap.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu perkalian bantu untuk mencari KPK penyebut; murid yang cepat bekerja mandiri.
- Produk: Murid menyelesaikan 4 butir perbandingan pecahan dengan menuliskan langkah penyamaan penyebut secara tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Mengerjakan 2 soal pembanding pecahan berpenyebut sama: (1) 3/7 ... 5/7 (acuan: <); (2) 1 2/5 ... 1 4/5 (acuan: <). Kriteria: murid dikelompokkan siap jika menjawab kedua soal dengan tepat.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan menentukan tanda perbandingan pada permainan 'Adu Pecahan' untuk 4 set kartu: (1) 2/5 < 1/2; (2) 3/4 > 5/8; (3) 1 1/3 > 7/6; (4) 1 2/4 = 1 3/6.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir perbandingan pecahan berpenyebut berbeda: (1) 3/5 < 2/3 (acuan: 9/15 < 10/15); (2) 5/6 > 7/12 (acuan: 10/12 > 7/12); (3) 1 1/4 < 4/3 (acuan: 15/12 < 16/12); (4) 2 1/2 > 9/4 (acuan: 10/4 > 9/4).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan kartu 'Adu Pecahan' dan pemeriksaan lembar latihan mandiri membandingkan pecahan berpenyebut berbeda.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran berpenyebut berbeda | Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat pada maksimal 1 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat pada 2 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat pada 3 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir soal latihan mandiri secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menentukan KPK untuk menyamakan penyebut pecahan dengan tepat?
- Bagian mana dari langkah pengubahan pecahan campuran ke pecahan biasa yang masih memerlukan bimbingan tambahan?
Murid:- Langkah apa yang menurutmu paling mudah saat membandingkan dua pecahan dengan penyebut berbeda?
- Apakah kamu menemui kesulitan saat menyamakan penyebut pecahan hari ini?
Pertemuan 3 — Mengurutkan Berbagai Pecahan Termasuk Pecahan Campuran Berpenyebut Sama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran berpenyebut sama dari yang terkecil maupun terbesar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 pecahan berpenyebut sama di papan tulis: 5/7, 2/7, dan 1 1/7, lalu murid menuliskan urutan dari terkecil di lembar secarik kertas (acuan: urutan terkecil ke terbesar adalah 2/7, 5/7, 1 1/7 karena 1 1/7 = 8/7) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati penjelasan visual guru menggunakan garis bilangan dan kartu model pecahan mengenai pecahan biasa dan pecahan campuran berpenyebut sama, seperti membandingkan 2/4, 5/4, dan 1 3/4 dengan mengubah 1 3/4 menjadi 7/4 (acuan konsep: ketika penyebut sama, urutan nilai ditentukan langsung oleh urutan nilai pembilang setelah pecahan campuran diubah ke pecahan biasa atau membandingkan bilangan bulatnya) (15 menit).
- Murid bersama guru mencoba menganalisis urutan 4 pecahan berpenyebut 6: 7/6, 2/6, 1 5/6, dan 4/6 dengan menyamakan bentuk menjadi pecahan biasa (2/6, 4/6, 7/6, 11/6) lalu mengurutkannya dari yang terbesar (acuan: 1 5/6 [11/6], 7/6, 4/6, 2/6) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Kartu Baris Pecahan' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima 1 set berisi 4 kartu pecahan (Kartu A: 3/5, Kartu B: 1 2/5, Kartu C: 6/5, Kartu D: 1/5), lalu berlomba menyusun kartu fisik secara berderet di meja dari nilai terkecil ke terbesar (acuan urutan benar: 1/5, 3/5, 6/5, 1 2/5 [karena 1 2/5 = 7/5]) (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan mandiri berisi 2 set pengurutan pecahan berpenyebut sama: Set 1 mengurutkan dari terkecil ke terbesar untuk pecahan 9/8, 3/8, 1 5/8, 5/8 (acuan: 3/8, 5/8, 9/8, 1 5/8); Set 2 mengurutkan dari terbesar ke terkecil untuk pecahan 2 1/3, 5/3, 1/3, 1 2/3 (acuan: 2 1/3 [7/3], 1 2/3 [5/3] atau setara 5/3, 1/3) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling menukar lembar jawaban untuk memeriksa ketepatan urutan pecahan dan menyadari langkah penting dalam menyamakan bentuk pecahan campuran (10 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian mana yang paling mudah dan bagian mana yang memerlukan ketelitian saat membandingkan pembilang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan utama mengurutkan pecahan berpenyebut sama: cukup ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa lalu urutkan berdasarkan nilai pembilangnya (5 menit).
- Guru memberikan tiket keluar (exit ticket) berupa 1 soal cek pemahaman akhir: urutkan dari terkecil pecahan 7/4, 2/4, 1 1/4 (acuan: 2/4, 1 1/4 [5/4], 7/4) (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan apresiasi dan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bantuan garis bilangan berpetak, sedangkan murid yang mahir diberikan pecahan campuran dengan bilangan bulat lebih besar (misal: 3 1/4, 2 3/4, 11/4).
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara terbimbing dalam mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa sebelum mengurutkan pembilang.
- Produk: Murid dapat menunjukkan urutan pecahan baik dalam bentuk kartu baris konkret maupun penulisan simbolik berurutan pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat di papan tulis pada awal pembelajaran: Murid mengurutkan 3 pecahan berpenyebut sama dari terkecil ke terbesar: 5/7, 2/7, 1 1/7 (acuan: 2/7, 5/7, 1 1/7; karena 1 1/7 = 8/7).
Proses:- Formatif proses melalui tantangan berpasangan kartu baris: mengamati ketepatan pasangan dalam menyusun 4 kartu pecahan (3/5, 1 2/5, 6/5, 1/5) dari terkecil ke terbesar (acuan: 1/5, 3/5, 6/5, 1 2/5).
- Formatif latihan mandiri: memeriksa ketepatan pengurutan pecahan pada Set 1 (9/8, 3/8, 1 5/8, 5/8; acuan terkecil ke terbesar: 3/8, 5/8, 9/8, 1 5/8) dan Set 2 (2 1/3, 5/3, 1/3, 1 2/3; acuan terbesar ke terkecil: 2 1/3, 1 2/3 [atau 5/3 yang bernilai sama 5/3], 1/3).
Akhir Pertemuan:- Tiket keluar (exit ticket): Murid mengurutkan dari yang terkecil ke terbesar 3 pecahan berpenyebut sama: 7/4, 2/4, 1 1/4 (acuan kunci: 2/4, 1 1/4, 7/4; dengan 1 1/4 bernilai 5/4).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan menyusun kartu pecahan berpasangan
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri pengurutan pecahan berpenyebut sama
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengurutkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama | Belum tepat mengurutkan pecahan biasa dan campuran berpenyebut sama meskipun telah dibimbing guru. | Mampu mengurutkan sebagian pecahan berpenyebut sama secara tepat (misalnya 1 dari 2 set latihan benar) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengurutkan seluruh pecahan biasa dan campuran berpenyebut sama secara tepat pada latihan (kedua set latihan benar sesuai acuan) secara mandiri. | Mampu mengurutkan seluruh pecahan biasa dan campuran berpenyebut sama secara konsisten dan tepat pada seluruh instrumen (asesmen awal, latihan mandiri, dan exit ticket) serta mampu mengurutkan pecahan campuran dengan nilai bilangan bulat lebih tinggi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu pecahan dan garis bilangan efektif membantu murid memahami perbandingan pembilang pada pecahan campuran berpenyebut sama?
- Apakah alokasi waktu pada aktivitas permainan berpasangan dan latihan mandiri berjalan efektif sesuai perencanaan?
Murid:- Langkah apa yang paling membantumu menentukan pecahan mana yang nilainya paling besar?
- Apakah kamu merasa kesulitan saat harus mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa sebelum mengurutkannya?
Pertemuan 4 — Mengurutkan Berbagai Pecahan Termasuk Pecahan Campuran Berpenyebut Berbeda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran yang berpenyebut berbeda (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid mengerjakan 1 soal pengubahan pecahan campuran ke pecahan biasa: 2 1/4 (acuan: 9/4) dan menyebutkan KPK dari 4 dan 6 (acuan: 12) pada papan tulis mini atau buku catatan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati masalah kontekstual hasil lompatan atlet Yohana: 2 3/4 m, 3 1/2 m, dan 7/8 m yang disajikan guru di papan tulis (5 menit).
- Murid menyimak demonstrasi terbimbing langkah mengurutkan pecahan berpenyebut berbeda: mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa (2 3/4 = 11/4 dan 3 1/2 = 7/2), mencari KPK dari penyebut 4, 2, dan 8 (KPK = 8), serta menyamakan penyebut menjadi 22/8, 28/8, dan 7/8 (15 menit).
- Murid membandingkan pembilang setelah penyebut disamakan untuk menyusun urutan dari yang terbesar ke terkecil: 28/8 (3 1/2), 22/8 (2 3/4), lalu 7/8 (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Garis Bilangan': Setiap pasangan menerima 3 kartu pecahan yaitu Kartu A: 1 1/2, Kartu B: 3/4, dan Kartu C: 5/6, lalu bekerja sama mengubah pecahan campuran ke biasa (1 1/2 = 3/2), menyamakan penyebut dengan KPK 12 (1 1/2 = 18/12, 3/4 = 9/12, 5/6 = 10/12), dan menempelkan kartu berurutan dari terkecil ke terbesar pada garis bilangan lantai kelas (acuan urutan: 3/4, 5/6, 1 1/2) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengurutkan pecahan berpenyebut berbeda yang memuat 2 paket soal: Soal 1 mengurutkan dari terkecil: 2/3, 1 1/6, 5/12 (acuan: 5/12, 2/3, 1 1/6); Soal 2 mengurutkan dari terbesar: 1 3/4, 5/2, 7/8 (acuan: 5/2, 1 3/4, 7/8) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar latihan secara terbuka dan mencocokkannya dengan acuan penyelesaian langkah demi langkah (10 menit).
- Murid menganalisis kesalahan umum yang terjadi, misalnya kekeliruan dalam mengalikan pembilang saat menyamakan penyebut atau kekeliruan membaca instruksi urutan (terkecil ke terbesar vs terbesar ke terkecil) (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan alur baku mengurutkan pecahan berpenyebut berbeda: ubah ke pecahan biasa -> samakan penyebut dengan KPK -> urutkan pembilangnya -> kembalikan ke bentuk asal (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pencapaian dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya yaitu operasi penjumlahan pecahan, lalu menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan garis bilangan konkret berpetak bagi murid yang memerlukan visualisasi perbandingan panjang nilai pecahan.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap pencarian KPK dengan tabel kelipatan, sedangkan murid yang cepat menyelesaikan tantangan mengurutkan 4 kombinasi pecahan (misal: 1/2, 1 1/4, 5/6, 2/3).
- Produk: Format penulisan urutan dapat berupa penulisan matematis langsung atau penempelan label pecahan pada garis bilangan bergradasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan prasyarat (5 menit di Pendahuluan): Murid menuliskan bentuk pecahan biasa dari 2 1/4 (acuan jawaban: 9/4) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari penyebut 4 dan 6 (acuan jawaban: 12).
Proses:- Observasi aktivitas berpasangan 'Estafet Garis Bilangan' dengan 3 kartu: 1 1/2, 3/4, dan 5/6 (acuan urutan terkecil ke terbesar: 3/4, 5/6, 1 1/2; dengan penyebut 12 yaitu 9/12, 10/12, 18/12).
- Penilaian lembar latihan mandiri 2 soal: Soal 1 mengurutkan dari terkecil untuk 2/3, 1 1/6, 5/12 (acuan: 5/12, 2/3, 1 1/6); Soal 2 mengurutkan dari terbesar untuk 1 3/4, 5/2, 7/8 (acuan: 5/2, 1 3/4, 7/8).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid mengurutkan 3 pecahan berpenyebut berbeda dari yang terkecil: 1/2, 1 1/4, 3/8 (acuan langkah: disamakan penyebut per-8 menjadi 4/8, 10/8, 3/8; acuan urutan akhir benar: 3/8, 1/2, 1 1/4).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat tantangan berpasangan menempelkan urutan pecahan pada garis bilangan lantai kelas
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran berpenyebut berbeda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran berpenyebut berbeda | Belum mampu menyamakan penyebut pecahan sehingga urutan pecahan masih keliru seluruhnya (0 butir benar dari soal latihan). | Mampu mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, tetapi masih keliru dalam menyamakan penyebut atau baru mengurutkan 1 set pecahan dengan tepat. | Mampu menyamakan penyebut pecahan menggunakan KPK dan mengurutkan pecahan termasuk pecahan campuran dengan tepat pada 2 set soal latihan secara mandiri. | Mampu mengurutkan pecahan biasa dan campuran berpenyebut berbeda dengan tepat pada seluruh latihan serta mampu mengurutkan rangkaian 4 pecahan tantangan pengayaan secara tepat dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan garis bilangan dan teknik KPK membantu seluruh murid memahami urutan pecahan berpenyebut berbeda?
- Bagian mana dari langkah mengurutkan pecahan (mengubah ke pecahan biasa, mencari KPK, atau mengurutkan pembilang) yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan?
Murid:- Langkah mana yang menurutmu paling mudah saat mengurutkan pecahan: mengubah ke pecahan biasa atau menyamakan penyebut?
- Apa yang akan kamu lakukan terlebih dahulu jika menemukan soal pecahan dengan angka penyebut yang berbeda-beda?
Pertemuan 5 — Melakukan Operasi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama dan Berpenyebut Berbeda — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.3 Melakukan operasi penjumlahan pecahan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, lalu memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan operasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menuliskan jawaban 2 soal diagnostik di papan tulis mini/kertas: (1) 2/5 + 1/5 dan (2) KPK dari 2 dan 4 (acuan jawaban: (1) 3/5; (2) 4) untuk memetakan kesiapan awal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan visual menggunakan potongan kertas berarsir yang disiapkan guru: pita 2/8 digabung dengan pita 3/8 untuk memahami aturan penjumlahan pecahan berpenyebut sama (pembilang dijumlahkan, penyebut tetap) (8 menit).
- Murid menyimak peragaan perbandingan luas daerah arsiran kertas untuk pecahan berpenyebut beda, yaitu 1/3 dan 1/6, lalu mendiskusikan langkah menyamakan penyebut menjadi perenam menggunakan KPK dari 3 dan 6 yaitu 6, sehingga 1/3 diubah menjadi 2/6 sebelum dijumlahkan (acuan: 1/3 + 1/6 = 2/6 + 1/6 = 3/6 atau 1/2) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Estafet Kartu Penjumlahan': pasangan murid mengambil dan menyelesaikan 2 kartu soal berikut: Kartu A (penyebut sama: 2/9 + 4/9) dan Kartu B (penyebut berbeda: 1/4 + 3/8) secara bergantian (acuan jawaban: Kartu A = 6/9 atau 2/3; Kartu B = 2/8 + 3/8 = 5/8) (12 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menyelesaikan lembar latihan berisi 3 soal operasi penjumlahan pecahan: Soal 1 (3/10 + 4/10), Soal 2 (1/2 + 1/4), dan Soal 3 (2/5 + 1/3) (acuan jawaban: Soal 1 = 7/10; Soal 2 = 2/4 + 1/4 = 3/4; Soal 3 = 6/15 + 5/15 = 11/15) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar hasil kerja mandiri dengan teman sebangku dan memverifikasi langkah perhitungan berdasarkan kunci jawaban yang dibahas bersama di papan tulis (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penjumlahan pecahan: jika penyebut sama langsung jumlahkan pembilang; jika penyebut beda, samakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK pecahan senilai (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk mempelajari materi penjumlahan pecahan campuran pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan media manipulatif blok pecahan/arsiran konkret bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual dalam menyamakan penyebut.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan yang kesulitan menentukan KPK saat menyamakan penyebut.
- Produk: Murid yang telah mahir dapat menyederhanakan hasil pecahan ke bentuk paling sederhana (misal 6/9 menjadi 2/3).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis berupa 2 butir soal: (1) Hitunglah hasil dari 2/5 + 1/5; (2) Tentukan KPK dari penyebut 2 dan 4. Acuan jawaban benar: (1) 3/5; (2) 4.
Proses:- Pengamatan saat pengerjaan berpasangan pada Estafet Kartu Penjumlahan: Kartu A (2/9 + 4/9) dan Kartu B (1/4 + 3/8) (acuan: Kartu A = 6/9 atau 2/3; Kartu B = 2/8 + 3/8 = 5/8).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 3 butir soal: Soal 1: 3/10 + 4/10; Soal 2: 1/2 + 1/4; Soal 3: 2/5 + 1/3 (acuan jawaban: Soal 1 = 7/10; Soal 2 = 3/4; Soal 3 = 11/15).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi mandiri terhadap 3 butir soal latihan: Soal 1 (3/10 + 4/10 = 7/10), Soal 2 (1/2 + 1/4 = 3/4), dan Soal 3 (2/5 + 1/3 = 11/15). Kriteria: tepat menjumlahkan pembilang dan menyamakan penyebut pecahan berbeda.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat estafet kartu berpasangan
- Pemeriksaan hasil penyelesaian latihan mandiri operasi penjumlahan pecahan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama | Belum mampu menjumlahkan pecahan berpenyebut sama (keliru menjumlahkan penyebut dan pembilang sekaligus). | Mampu menjumlahkan pembilang pada pecahan berpenyebut sama dengan bantuan peragaan visual konkret. | Mampu menjumlahkan pecahan berpenyebut sama secara tepat dan mandiri (pembilang dijumlahkan, penyebut tetap). | Mampu menjumlahkan pecahan berpenyebut sama secara tepat, mandiri, dan menyederhanakan pecahan hasilnya ke bentuk paling sederhana. | | Operasi penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda | Belum mampu menyamakan penyebut pecahan berbeda sehingga langsung menjumlahkan pembilang dan penyebut. | Mampu menyamakan penyebut pecahan berbeda namun masih keliru dalam menghitung pecahan senilainya. | Mampu menyamakan penyebut pecahan berbeda menggunakan KPK secara tepat lalu menjumlahkan pembilangnya dengan benar. | Mampu menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan berbagai variasi angka secara tepat, mandiri, serta menyederhanakan hasilnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media arsiran konkret efektif membantu murid memahami alasan penyebut harus disamakan terlebih dahulu?
- Bagian mana dari langkah menyamakan penyebut pecahan berbeda yang paling banyak menimbulkan kesalahan pada murid?
Murid:- Apa langkah pertama yang harus kamu lakukan jika menemukan penjumlahan pecahan dengan penyebut yang tidak sama?
- Bagian mana dari materi penjumlahan pecahan hari ini yang menurutmu paling mudah atau paling menantang?
Pertemuan 6 — Melakukan Operasi Penjumlahan Pecahan Campuran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.3 Melakukan operasi penjumlahan pecahan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, mengajak murid berdoa, mengecek kehadiran, serta menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan operasi penjumlahan pecahan campuran (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat di papan tulis berupa 2 soal: (1) Ubah 1 1/2 menjadi pecahan biasa (acuan: 3/2); (2) Hitung 1/2 + 1/4 (acuan: 2/4 + 1/4 = 3/4) untuk mengecek kesiapan prasyarat penjumlahan pecahan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan masalah kontekstual: panjang pita merah 2 1/5 meter dan pita hijau 3 1/5 meter digabungkan, kemudian memandu murid mengamati dua strategi penjumlahan pecahan campuran: Cara 1 (menjumlahkan bilangan bulat terpisah dari pecahan: (2+3) + (1/5+1/5) = 5 2/5) dan Cara 2 (mengubah ke pecahan biasa: 11/5 + 16/5 = 27/5 = 5 2/5) (10 menit).
- Guru memperluas pemahaman murid pada pecahan campuran berpenyebut beda: 1 1/2 + 2 1/4 dengan menyamakan penyebut bagian pecahannya menjadi /4 sehingga diperoleh (1+2) + (2/4 + 1/4) = 3 3/4 atau 3/2 + 9/4 = 6/4 + 9/4 = 15/4 = 3 3/4 (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Estafet Hitung Pecahan': secara bergantian murid menyelesaikan 3 butir soal penjumlahan pecahan campuran pada lembar kerja: (1) 1 2/7 + 2 3/7 (acuan: 3 5/7 atau 26/7); (2) 2 1/3 + 1 1/6 (acuan: 2 2/6 + 1 1/6 = 3 3/6 = 3 1/2 atau 7/2); (3) 1 3/4 + 2 1/2 (acuan: 1 3/4 + 2 2/4 = 3 5/4 = 4 1/4 atau 17/4) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mencocokkan hasil perhitungan mereka dengan kunci penyelesaian di papan tulis, menelaah ketepatan langkah menyamakan penyebut atau mengelompokkan bilangan bulat, serta mencatat cara yang paling efektif bagi mereka (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa penjumlahan pecahan campuran dapat dilakukan dengan menjumlahkan bilangan bulat dan pecahannya secara terpisah setelah penyebut disamakan, atau mengubah keduanya menjadi pecahan biasa (5 menit).
- Murid mengerjakan 1 soal cek pemahaman akhir: 1 1/5 + 2 3/10 (acuan: 1 2/10 + 2 3/10 = 3 5/10 = 3 1/2 atau 7/2), lalu guru memberikan tindak lanjut dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan langkah hitung pemisahan bilangan bulat dan pecahan dengan penyebut yang sama/kelipatan langsung, sedangkan murid cepat diberikan soal pecahan campuran dengan penyebut yang memerlukan KPK dua angka non-kelipatan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara intensif oleh guru atau teman sebaya dalam menyamakan penyebut, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menyelesaikan tantangan secara mandiri.
- Produk: Hasil jawaban dapat dituliskan dalam bentuk pecahan campuran paling sederhana maupun bentuk pecahan biasa yang ekuivalen.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis di awal sesi pada 2 butir soal: (1) Mengubah 1 1/2 ke pecahan biasa (acuan: 3/2); (2) Menghitung penjumlahan pecahan biasa 1/2 + 1/4 (acuan: 2/4 + 1/4 = 3/4).
Proses:- Penilaian formatif saat latihan berpasangan 'Estafet Hitung Pecahan' pada 3 butir soal: Butir 1: 1 2/7 + 2 3/7 (acuan: 3 5/7 atau 26/7); Butir 2: 2 1/3 + 1 1/6 (acuan: 3 3/6 = 3 1/2 atau 7/2); Butir 3: 1 3/4 + 2 1/2 (acuan: 4 1/4 atau 17/4).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi berupa 1 soal tertulis: Hitunglah hasil dari 1 1/5 + 2 3/10 (acuan jawaban: 1 2/10 + 2 3/10 = 3 5/10 = 3 1/2 atau pecahan biasa 7/2).
Formatif:- Observasi unjuk kerja dan lembar aktivitas berpasangan 'Estafet Hitung Pecahan'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan Operasi Penjumlahan Pecahan Campuran | Belum tepat melakukan operasi penjumlahan pecahan campuran pada ketiga butir soal latihan (0 butir benar dari acuan: butir 1 = 3 5/7; butir 2 = 3 1/2; butir 3 = 4 1/4) dan memerlukan bimbingan penuh. | Tepat melakukan operasi penjumlahan pecahan campuran pada 1 butir soal latihan (tepat 1 dari 3 butir acuan: butir 1 = 3 5/7; butir 2 = 3 1/2; butir 3 = 4 1/4) dengan bantuan arahan guru. | Tepat melakukan operasi penjumlahan pecahan campuran pada 2 butir soal latihan (tepat 2 dari 3 butir acuan: butir 1 = 3 5/7; butir 2 = 3 1/2; butir 3 = 4 1/4) secara mandiri. | Tepat melakukan operasi penjumlahan pecahan campuran pada seluruh (3 butir) soal latihan (seluruhnya benar sesuai acuan: butir 1 = 3 5/7; butir 2 = 3 1/2; butir 3 = 4 1/4) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi memisahkan bilangan bulat mempermudah sebagian besar murid dibandingkan mengubah ke pecahan biasa terlebih dahulu?
- Bagian mana dari langkah menyamakan penyebut pecahan campuran yang paling banyak menimbulkan kekeliruan murid?
Murid:- Cara menjumlahkan pecahan campuran mana yang menurutmu paling mudah dipahami dan dihitung?
- Langkah apa yang perlu kamu perhatikan saat menjumlahkan pecahan campuran berpenyebut beda?
Pertemuan 7 — Melakukan Operasi Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama, Berpenyebut Berbeda, dan Pecahan Campuran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.4 Melakukan operasi pengurangan pecahan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran operasi pengurangan pecahan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menyelesaikan 2 soal pada papan tulis/kertas buram: (1) 4/5 - 1/5; (2) 1/2 - 1/4 (acuan kunci: (1) 3/5; (2) 2/4 - 1/4 = 1/4) (5 menit).
- Guru memberikan apersepsi yang mengaitkan materi penjumlahan pecahan pada pertemuan sebelumnya dengan pengurangan pecahan, yaitu prinsip menyamakan penyebut menggunakan KPK (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati pemodelan langkah operasi pengurangan pada tiga jenis pecahan: (a) penyebut sama: 7/8 - 3/8 = 4/8 atau 1/2; (b) penyebut berbeda: 2/3 - 1/2 = 4/6 - 3/6 = 1/6; (c) pecahan campuran: 5 2/3 - 2 1/3 = (5 - 2) + (2/3 - 1/3) = 3 1/3 atau mengubah ke pecahan biasa (17/3 - 7/3 = 10/3 = 3 1/3) (12 menit).
- Murid diberi kesempatan bertanya untuk mengonfirmasi pemahaman alur pengerjaan pengurangan pecahan biasa dan pecahan campuran (3 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Estafet Hitung Pecahan': secara bergantian murid menyelesaikan tantangan berpasangan 3 soal cepat di kartu aktivitas: Soal A (berpenyebut sama): 5/7 - 2/7; Soal B (berpenyebut berbeda): 3/4 - 1/3; Soal C (pecahan campuran): 4 1/2 - 2 1/3 (acuan kunci: Soal A = 3/7; Soal B = 9/12 - 4/12 = 5/12; Soal C = 4 3/6 - 2 2/6 = 2 1/6) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Latihan Mandiri berisi 3 butir soal pengurangan pecahan: (1) 6/9 - 2/9; (2) 4/5 - 1/2; (3) 3 3/4 - 1 1/2 (acuan kunci: (1) 4/9; (2) 8/10 - 5/10 = 3/10; (3) 3 3/4 - 1 2/4 = 2 1/4 atau 15/4 - 6/4 = 9/4 = 2 1/4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil perhitungan Lembar Kerja Latihan Mandiri dan memeriksa ketepatan langkah pengubahan penyebut maupun pengubahan pecahan campuran (5 menit).
- Murid mengidentifikasi langkah mana yang paling mudah dan bagian mana yang masih sering keliru saat mengurangkan pecahan (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan inti operasi pengurangan pecahan: pastikan penyebut sama sebelum mengurangkan pembilang, dan pecahan campuran dapat dikurangkan per bagian bilangan bulat/pecahan atau diubah menjadi pecahan biasa terlebih dahulu (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk bersiap menghadapi asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan alur visual kelipatan/KPK untuk penyamaan penyebut bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langkah demi langkah dalam menyamakan penyebut, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan bilangan pecahan dengan penyebut bernilai lebih besar (misal: 7/8 - 5/12; acuan: 21/24 - 10/24 = 11/24).
- Produk: Murid bebas memilih metode penyelesaian pecahan campuran: memisahkan bilangan bulat dan pecahan atau mengubah semuanya menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis (2 butir pada papan/kertas): (1) 4/5 - 1/5; (2) 1/2 - 1/4. Acuan kunci jawaban: (1) 3/5; (2) 2/4 - 1/4 = 1/4. Kriteria: jika murid menjawab keduanya benar maka siap materi lanjutan; jika butir 2 salah maka perlu penguatan penyamaan penyebut.
Proses:- Observasi pengerjaan kuis berpasangan 'Estafet Hitung Pecahan' pada 3 kartu soal: Soal A: 5/7 - 2/7 (kunci: 3/7); Soal B: 3/4 - 1/3 (kunci: 5/12); Soal C: 4 1/2 - 2 1/3 (kunci: 2 1/6). Indikator: ketepatan hasil pengurangan dan kecermatan penyamaan penyebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui Lembar Kerja Latihan Mandiri (3 butir): (1) 6/9 - 2/9; (2) 4/5 - 1/2; (3) 3 3/4 - 1 1/2. Acuan kunci jawaban: (1) 4/9; (2) 8/10 - 5/10 = 3/10; (3) 2 1/4 atau 9/4. Aturan penskoran: tepat 3 butir = Sangat Baik; tepat 2 butir = Baik; tepat 1 butir = Cukup; 0 butir = Perlu Bimbingan.
Formatif:- Tes tertulis diagnostik singkat di awal pembelajaran (2 butir)
- Observasi unjuk kerja saat kuis tantangan berpasangan 'Estafet Hitung Pecahan'
- Penilaian Lembar Kerja Latihan Mandiri (3 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama, Berpenyebut Berbeda, dan Pecahan Campuran | Belum mampu menyelesaikan operasi pengurangan pecahan secara tepat pada ketiga bentuk (0 dari 3 butir Latihan Mandiri tepat sesuai acuan kunci). | Mampu menyelesaikan operasi pengurangan pecahan hanya pada pecahan berpenyebut sama secara tepat (hanya 1 dari 3 butir Latihan Mandiri tepat, yaitu butir 1: 6/9 - 2/9 = 4/9). | Mampu menyelesaikan operasi pengurangan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda secara tepat (2 dari 3 butir Latihan Mandiri tepat, mencakup butir 1: 4/9 dan butir 2: 3/10). | Mampu menyelesaikan seluruh operasi pengurangan pecahan berpenyebut sama, berpenyebut berbeda, dan pecahan campuran secara tepat dan mandiri (seluruh 3 butir Latihan Mandiri tepat sesuai acuan kunci: (1) 4/9; (2) 3/10; (3) 2 1/4). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit cukup bagi seluruh murid untuk memahami konsep pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dan pecahan campuran?
- Bagian manakah dari materi pengurangan pecahan yang masih menjadi kendala terbesar bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari operasi pengurangan pecahan hari ini yang menurutmu paling mudah dikerjakan?
- Apa yang akan kamu lakukan agar tidak keliru saat mengurangkan pecahan campuran dan pecahan berpenyebut berbeda?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
- TP 5.3.2 Mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran
- TP 5.3.3 Melakukan operasi penjumlahan pecahan
- TP 5.3.4 Melakukan operasi pengurangan pecahan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan memimpin doa bersama secara hening (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3 untuk mengukur ketercapaian perbandingan, pengurutan, penjumlahan, dan pengurangan pecahan, serta membagikan lembar tes sumatif Bagian 1 dan Bagian 2 (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk pengerjaan Bagian 1 (Pembandingan dan Pengurutan Pecahan) serta Bagian 2 (Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan) yang dijelaskan oleh guru, meliputi keharusan menuliskan langkah penyetaraan penyebut menggunakan KPK secara jelas dan mandiri (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas Bagian 1 (durasi 28 menit): Soal 1a membandingkan 3/4 dan 5/6 (acuan langkah: KPK dari 4 dan 6 adalah 12; 3/4 = 9/12 dan 5/6 = 10/12; perbandingan: 3/4 < 5/6); Soal 1b membandingkan 1 2/5 dan 7/5 (acuan langkah: 1 2/5 = 7/5; perbandingan: 1 2/5 = 7/5); Soal 2 mengurutkan 1/2, 3/4, 2/3, dan 1 1/4 dari yang terkecil (acuan langkah: ubah ke penyebut KPK 12 -> 1/2 = 6/12; 2/3 = 8/12; 3/4 = 9/12; 1 1/4 = 5/4 = 15/12; urutan dari terkecil: 1/2, 2/3, 3/4, 1 1/4) (28 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas Bagian 2 (durasi 28 menit): Soal 3a penjumlahan penyebut sama 2/7 + 3/7 (acuan: 5/7); Soal 3b penjumlahan penyebut beda 1/3 + 2/5 (acuan langkah: KPK 15 -> 5/15 + 6/15 = 11/15); Soal 3c penjumlahan pecahan campuran 1 1/2 + 2 1/4 (acuan langkah: 3/2 + 9/4 = 6/4 + 9/4 = 15/4 = 3 3/4); Soal 4a pengurangan penyebut beda 5/6 - 1/4 (acuan langkah: KPK 12 -> 10/12 - 3/12 = 7/12); Soal 4b pengurangan pecahan campuran 3 1/2 - 1 2/3 (acuan langkah: 7/2 - 5/3 = 21/6 - 10/6 = 11/6 = 1 5/6) (28 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali seluruh lembar jawaban mereka untuk memastikan nomor soal, langkah penyetaraan penyebut, dan penyederhanaan hasil akhir telah lengkap (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban asesmen sumatif murid secara tertib (1 menit).
- Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai proses pengerjaan asesmen sumatif Bab 3 dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran font lebih besar atau tata letak berjarak longgar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah nilai bilangan atau tingkat kesulitan soal.
- Proses: Pemberian penegasan pembacaan instruksi soal secara lisan bagi murid yang mengalami kesulitan membaca teks instruksi tanpa memberikan petunjuk pengerjaan matematis.
- Produk: Format penulisan jawaban tetap seragam berupa pengerjaan lembar tes tertulis individu sesuai indikator ketercapaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis murid dan konfirmasi pemahaman terhadap tata tertib pengerjaan asesmen sumatif tertulis.
Proses:- Pemantauan kemandirian, ketertiban, dan kepatuhan murid selama mengerjakan tes tertulis sumatif secara individual.
Sumatif Bab:- tes tertulis: lembar asesmen sumatif individual yang memuat penyelesaian soal perbandingan pecahan menggunakan simbol pertidaksamaan dan penyetaraan penyebut, penataan urutan pecahan termasuk pecahan campuran secara runtut, serta langkah komputasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda hingga bentuk paling sederhana
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid yang memuat penyetaraan penyebut untuk membandingkan dua pecahan (termasuk pecahan campuran) dengan simbol pertidaksamaan dan menyusun urutan 3-4 pecahan dari nilai terkecil/terbesar secara tepat (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analitik pembandingan dan pengurutan pecahan)
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid yang memuat langkah-langkah penyetaraan penyebut menggunakan KPK serta penentuan hasil akhir operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci penyelesaian operasi pecahan)
Sumatif:- tes tertulis: lembar asesmen sumatif individual yang memuat penyelesaian soal perbandingan pecahan menggunakan simbol pertidaksamaan dan penyetaraan penyebut, penataan urutan pecahan termasuk pecahan campuran secara runtut, serta langkah komputasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda hingga bentuk paling sederhana
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid yang memuat penyetaraan penyebut untuk membandingkan dua pecahan (termasuk pecahan campuran) dengan simbol pertidaksamaan dan menyusun urutan 3-4 pecahan dari nilai terkecil/terbesar secara tepat (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analitik pembandingan dan pengurutan pecahan)
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid yang memuat langkah-langkah penyetaraan penyebut menggunakan KPK serta penentuan hasil akhir operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci penyelesaian operasi pecahan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran (TP 5.3.1) | Belum mampu menyetarakan penyebut dan keliru menentukan tanda perbandingan pada kedua butir soal (Soal 1a: 3/4 < 5/6; Soal 1b: 1 2/5 = 7/5). | Menyetarakan penyebut dengan bantuan atau hanya menentukan 1 perbandingan dengan tanda yang tepat (antara Soal 1a atau Soal 1b). | Mampu menyetarakan penyebut dan menentukan tanda perbandingan dengan tepat pada kedua butir soal (Soal 1a: 3/4 < 5/6; Soal 1b: 1 2/5 = 7/5) dengan langkah yang benar. | Mampu menyetarakan penyebut, menentukan tanda perbandingan dengan tepat pada kedua butir soal (Soal 1a: 3/4 < 5/6; Soal 1b: 1 2/5 = 7/5) secara mandiri, runtut, dan tepat waktu. | | Mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran (TP 5.3.2) | Belum mampu menyetarakan penyebut dari 4 pecahan dan urutan yang dihasilkan keliru seluruhnya. | Mampu menyetarakan sebagian penyebut tetapi urutan susunan pecahan dari terkecil masih terdapat kesalahan posisi. | Mampu menyetarakan keempat penyebut menjadi per-12 dan menuliskan urutan pecahan dari terkecil secara tepat: 1/2, 2/3, 3/4, 1 1/4. | Mampu menyetarakan keempat penyebut menjadi per-12, menuliskan urutan pecahan dari terkecil secara tepat (1/2, 2/3, 3/4, 1 1/4) disertai penulisan nilai pecahan ekuivalen secara sistematis. | | Melakukan operasi penjumlahan pecahan (TP 5.3.3) | Belum mampu melakukan operasi penjumlahan berpenyebut sama maupun berbeda, atau hanya menjumlahkan pembilang dan penyebut langsung. | Hanya tepat menyelesaikan penjumlahan berpenyebut sama (Soal 3a: 5/7), sedangkan penjumlahan penyebut beda dan pecahan campuran keliru. | Tepat menyelesaikan minimal 2 dari 3 soal penjumlahan pecahan (Acuan: Soal 3a = 5/7; Soal 3b = 11/15; Soal 3c = 3 3/4 atau 15/4) dengan langkah penyetaraan penyebut yang benar. | Tepat menyelesaikan seluruh 3 butir soal penjumlahan pecahan (Soal 3a = 5/7; Soal 3b = 11/15; Soal 3c = 3 3/4 atau 15/4) lengkap dengan langkah KPK dan bentuk paling sederhana. | | Melakukan operasi pengurangan pecahan (TP 5.3.4) | Belum mampu melakukan langkah penyetaraan penyebut pada pengurangan pecahan, hasil hitungan keliru pada kedua butir soal. | Hanya tepat menyelesaikan 1 butir soal pengurangan pecahan biasa (Soal 4a = 7/12) dan belum tepat pada pengurangan pecahan campuran. | Mampu menyetarakan penyebut dan menyelesaikan kedua butir soal pengurangan pecahan dengan tepat (Acuan: Soal 4a = 7/12; Soal 4b = 1 5/6 atau 11/6). | Mampu menyetarakan penyebut dan menyelesaikan kedua butir soal pengurangan pecahan (Soal 4a = 7/12; Soal 4b = 1 5/6 atau 11/6) secara mandiri dengan langkah dekomposisi/konversi yang runtut dan benar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan kedua bagian asesmen sumatif?
- Bagian materi pecahan mana (perbandingan, pengurutan, penjumlahan, atau pengurangan) yang paling banyak mengalami miskonsepsi pada lembar jawaban murid?
Murid:- Bagian mana dari soal asesmen sumatif pecahan tadi yang paling mudah kamu selesaikan?
- Apakah kamu menemui kesulitan saat menyamakan penyebut pada operasi pecahan atau mengurutkan pecahan tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek
- Kertas lipat origami/karton berarsir
- Kartu pecahan biasa dan pecahan campuran berpenyebut sama
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V Bab 3 (Kemendikbudristek 2022)
- Set kartu pecahan 'Adu Pecahan'
- Papan tulis dan spidol
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V Bab 3 Bilangan Pecahan
- Set kartu bilangan pecahan biasa dan pecahan campuran
- Garis bilangan berpetak di papan tulis
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2022) Bab 3 Halaman 70-74
- Kartu pecahan karton, tali/selotip lantai untuk garis bilangan, spidol papan tulis
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V
- Kertas lipat/karton berpetak dan spidol warna untuk peragaan pecahan berarsir
- Kartu soal tantangan 'Estafet Kartu Penjumlahan'
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
- Papan tulis, spidol, dan lembar kerja aktivitas murid
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 3 Bilangan Pecahan.
- Kartu soal tantangan 'Estafet Hitung Pecahan' dan Lembar Kerja Latihan Mandiri.
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 3: Bilangan Pecahan
|