Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Aplikasinya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Aplikasinya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Aplikasinya

Matematika - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Aplikasinya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikFaktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Aplikasinya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui permainan congklak yang dimodifikasi, murid dapat menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan atau lebih dengan benar.
  2. Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu punya 12 permen coklat dan 18 permen karet. Kamu ingin membagikannya ke beberapa teman dengan jumlah yang sama dan tidak ada sisa — paling banyak berapa teman yang bisa mendapat bagian?
  2. Apa yang dimaksud dengan 'faktor' suatu bilangan? Bisakah kamu menyebutkan faktor dari bilangan 12?
  3. Menurutmu, apa bedanya mencari 'faktor persekutuan' dengan mencari 'faktor persekutuan TERBESAR'?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) secara lisan: bertanya kepada beberapa murid tentang pengertian faktor dan cara mencari faktor suatu bilangan (contoh: 'Sebutkan faktor dari 8!').
  • Guru mencatat respons murid untuk mengetahui titik awal pemahaman kelas.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama tentang pembagian permen, memberi waktu 1–2 menit bagi murid untuk berpikir dan berbagi jawaban awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menentukan FPB menggunakan permainan congklak dan menerapkannya dalam masalah sehari-hari.
  • Guru memperkenalkan alat: papan congklak modifikasi (atau lembar kerja bergambar lubang congklak) dan biji congklak/pengganti (kancing/batu kecil).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menggambar di papan tulis: faktor dari 6 (1, 2, 3, 6) dan faktor dari 12 (1, 2, 3, 4, 6, 12). Guru menunjukkan bahwa angka-angka yang sama di kedua daftar disebut faktor persekutuan.
  • Guru menjelaskan konsep FPB secara singkat: 'FPB adalah faktor persekutuan yang paling besar.' Guru menulis contoh: FPB dari 6 dan 12 adalah 6.
  • Guru mendemonstrasikan cara kerja permainan congklak modifikasi: lubang-lubang papan congklak dinomori 1–24 (atau sesuai bilangan terbesar yang dipakai). Murid meletakkan biji congklak pada lubang bernomor yang merupakan faktor dari bilangan pertama, lalu melakukan hal yang sama untuk bilangan kedua dengan warna biji berbeda. Lubang yang memiliki kedua warna biji adalah faktor persekutuan; nomor terbesar di antara lubang tersebut adalah FPB.
  • Guru meminta murid mengamati demonstrasi dengan seksama dan mengajukan pertanyaan jika ada yang belum dipahami (prinsip Berkesadaran: murid hadir penuh dan sadar terhadap proses berpikir mereka).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok berpasangan (2 orang per pasang). Setiap pasang mendapat 1 papan congklak modifikasi (atau lembar kerja bergambar congklak) dan biji dua warna.
  • Pasang-pasang tersebut menyelesaikan 3 soal eksplorasi congklak secara berurutan: (a) FPB dari 6 dan 12, (b) FPB dari 8 dan 20, (c) FPB dari 12 dan 28. Setiap pasang mewarnai lubang congklak sesuai hasil permainan dan menuliskan faktor persekutuan serta FPB-nya pada lembar kerja (prinsip Menggembirakan: belajar melalui permainan tradisional yang menyenangkan).
  • Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pancingan: 'Mengapa kamu menempatkan biji di lubang itu?' dan 'Mana yang paling besar di antara lubang yang punya dua warna biji?'
  • Setelah menyelesaikan permainan congklak, setiap pasang membaca cerita kontekstual: 'Ibu membeli 24 tangkai mawar merah dan 18 tangkai mawar putih. Bunga-bunga itu akan dimasukkan ke dalam vas dengan jumlah tiap jenis bunga yang sama di setiap vas. Paling banyak berapa vas yang diperlukan?' Murid berdiskusi dalam pasangan untuk menjawab menggunakan konsep FPB yang baru dipelajari (prinsip Bermakna: masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari).
  • Beberapa pasang berbagi jawaban mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi kelas: apakah jawaban mereka sama? Bagaimana cara mereka berpikir?

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi kelas: 'Apa pola yang kalian temukan dalam permainan congklak tadi? Mengapa lubang yang punya dua warna biji disebut faktor persekutuan?'
  • Murid secara mandiri menuliskan di lembar kerja: (1) definisi FPB dengan kata-kata mereka sendiri, dan (2) satu contoh situasi nyata di mana FPB berguna dalam kehidupan sehari-hari (prinsip Berkesadaran: murid merefleksikan proses berpikir mereka sendiri).
  • Guru meminta 2–3 murid membacakan tulisan mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan miskonsepsi jika ada.
  • Guru mengajak murid membuat kesimpulan bersama di papan tulis: langkah-langkah mencari FPB dengan cara mendaftar faktor, dan cara mengenali kapan FPB dibutuhkan dalam soal cerita.

Penutup:

  • Guru memberikan soal asesmen akhir singkat (2 soal): satu soal menentukan FPB dua bilangan, satu soal cerita kontekstual. Murid mengerjakan secara mandiri (5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar jawaban untuk ditindaklanjuti.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi diri dengan mengisi 'tiket keluar' (exit ticket): murid menuliskan satu hal yang sudah dipahami, satu hal yang masih membingungkan, dan satu contoh nyata penggunaan FPB.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (faktorisasi prima untuk mencari KPK dan FPB) sebagai jembatan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan tambahan menggunakan papan congklak fisik dengan bilangan yang lebih kecil (misal: FPB dari 4 dan 8, atau 6 dan 9) sebelum mengerjakan soal utama. Murid yang telah mahir dapat langsung mengerjakan soal dengan tiga bilangan sekaligus (misal: FPB dari 12, 18, dan 24).
  • Proses: Murid yang lebih lambat dipasangkan dengan teman yang lebih cepat (peer tutoring) selama permainan congklak. Guru memberikan kartu petunjuk langkah-langkah mencari FPB bagi murid yang masih kesulitan. Murid yang cepat selesai dapat membuat soal cerita FPB sendiri dan menukarkannya dengan pasangan lain untuk diselesaikan.
  • Produk: Sebagian besar murid mengisi lembar kerja terstruktur bergambar congklak. Murid yang sudah sangat mahir dapat membuat 'mini-poster' yang menjelaskan konsep FPB beserta contoh soal cerita buatan mereka sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa yang kamu ingat tentang faktor bilangan? Sebutkan faktor dari 12!'
  • Guru meminta 3–4 murid menjawab secara bergantian untuk mengetahui sejauh mana kelas sudah memahami konsep faktor sebagai prasyarat FPB.
  • Guru mencatat murid yang belum lancar menentukan faktor sebagai informasi untuk diferensiasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi saat permainan congklak: apakah murid meletakkan biji pada lubang yang benar (nomor yang merupakan faktor dari bilangan yang diberikan)?
  • Pengecekan hasil lembar kerja eksplorasi congklak tiga pasang bilangan (6 dan 12; 8 dan 20; 12 dan 28): apakah faktor persekutuan dan FPB yang dituliskan sudah tepat?
  • Pertanyaan pancingan saat guru berkeliling: 'Mengapa kamu menempatkan biji di lubang itu?' untuk menilai pemahaman konseptual.
  • Diskusi tahap Merefleksi: kualitas definisi FPB yang dituliskan murid dengan kata-kata sendiri dan relevansi contoh nyata yang diberikan.

Akhir:

  • Soal 1 (prosedural): Tentukan FPB dari 16 dan 24! Tunjukkan caramu menentukan faktor masing-masing bilangan.
  • Soal 2 (kontekstual): Pak Budi memiliki 30 buku tulis dan 45 pensil. Ia ingin membagikannya kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama untuk setiap jenis barang. Paling banyak berapa anak yang dapat menerima pembagian tersebut? Berapa buku tulis dan pensil yang diterima setiap anak?
  • Exit ticket: (1) Satu hal yang sudah aku pahami hari ini adalah ..., (2) Satu hal yang masih membingungkan aku adalah ..., (3) Satu contoh situasi nyata di mana FPB berguna adalah ...

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat pendahuluan untuk mengecek pengetahuan awal tentang faktor bilangan.
  • Observasi proses permainan congklak: guru mengamati cara murid menentukan faktor dan mengidentifikasi faktor persekutuan.
  • Diskusi kelas saat tahap Merefleksi: guru mendengarkan penjelasan murid tentang definisi FPB dan contoh penggunaannya.
  • Pengecekan lembar kerja eksplorasi congklak (3 soal pasangan bilangan) selama kegiatan berlangsung.

Sumatif:

  • Soal asesmen akhir mandiri: 1 soal menentukan FPB dari dua bilangan (tanpa konteks) dan 1 soal cerita kontekstual yang mengharuskan murid mengenali situasi FPB dan menyelesaikannya dengan tepat.
  • Exit ticket: tulisan murid tentang satu hal yang dipahami, satu hal yang masih membingungkan, dan satu contoh nyata FPB.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan FPB dari dua bilangan menggunakan metode mendaftar faktorMurid belum mampu mendaftar faktor suatu bilangan dengan benar atau belum memahami konsep faktor persekutuan.Murid dapat mendaftar faktor masing-masing bilangan tetapi belum dapat mengidentifikasi faktor persekutuan atau salah menentukan FPB.Murid dapat mendaftar faktor kedua bilangan, mengidentifikasi faktor persekutuan, dan menentukan FPB dengan benar meskipun ada sedikit kesalahan hitung.Murid dapat mendaftar faktor kedua bilangan secara lengkap dan akurat, mengidentifikasi semua faktor persekutuan, dan menentukan FPB dengan benar serta dapat menjelaskan alasannya.
Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan FPBMurid tidak dapat mengidentifikasi bahwa masalah berkaitan dengan FPB dan tidak dapat memulai penyelesaian.Murid menyadari masalah berkaitan dengan FPB tetapi salah dalam proses penghitungan atau tidak dapat menafsirkan hasil FPB ke dalam konteks soal.Murid dapat mengidentifikasi situasi FPB, menghitung FPB dengan benar, dan menjawab pertanyaan pokok soal meskipun penjelasan kurang lengkap.Murid dapat mengidentifikasi situasi FPB, menghitung FPB dengan benar, menjawab semua bagian pertanyaan, dan menjelaskan mengapa FPB digunakan dalam konteks tersebut.
Partisipasi aktif dalam permainan congklak (kolaborasi dan komunikasi)Murid pasif, tidak terlibat dalam permainan, dan tidak berdiskusi dengan pasangannya.Murid terlibat dalam permainan tetapi dominasi salah satu pihak tinggi; komunikasi dengan pasangan terbatas.Murid aktif berpartisipasi, berdiskusi dengan pasangan, dan dapat menjelaskan hasil permainan kepada guru atau teman.Murid sangat aktif, memimpin diskusi dalam pasangan, menjelaskan strategi dengan jelas, dan membantu pasangan yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami konsep faktor persekutuan sebelum masuk ke FPB? Bagaimana saya menyesuaikan penjelasan bagi yang belum paham?
  • Apakah permainan congklak modifikasi efektif membantu murid memvisualisasikan faktor persekutuan? Adakah bagian yang perlu saya sederhanakan atau perjelas?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit waktu?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut berdasarkan hasil asesmen akhir dan exit ticket? Tindak lanjut apa yang akan saya lakukan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru aku pelajari hari ini tentang FPB? Dapatkah aku menjelaskannya dengan kata-kataku sendiri?
  • Bagian mana dari permainan congklak yang paling membantuku memahami FPB? Mengapa?
  • Apakah aku sudah bisa mengenali kapan harus menggunakan FPB dalam soal cerita? Apa tanda-tandanya?
  • Apa yang masih ingin aku tanyakan atau pahami lebih lanjut tentang FPB?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Meita Fitrianawati, Ika Surtiani, Ait Istiandaru) — Bab 2, Subbab D: ISBN 978-602-427-899-1
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V — Bab 2, Eksplorasi 2.4A dan 2.4B
  3. Papan congklak modifikasi (lubang dinomori 1–30) atau lembar kerja bergambar papan congklak bernomor yang dapat dicetak
  4. Biji congklak atau pengganti: kancing baju, batu kerikil kecil, atau potongan kertas warna (dua warna berbeda per pasang)
  5. Lembar kerja murid: berisi gambar papan congklak, kolom faktor, dan soal cerita kontekstual
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru
  7. Kartu petunjuk langkah mencari FPB (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan bantuan tambahan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.