Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Aplikasi KPK dalam Masalah Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Aplikasi KPK dalam Masalah Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Aplikasi KPK dalam Masalah Sehari-hari

Matematika - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Aplikasi KPK dalam Masalah Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAplikasi KPK dalam Masalah Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK secara tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat membuat kesimpulan dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan KPK.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menemukan dua kegiatan rutin yang jatuh di hari yang sama? Bagaimana cara menentukan kapan kegiatan itu bertemu lagi?
  2. Jika Nisa latihan renang setiap 3 hari dan Yohana setiap 4 hari, bagaimana cara mengetahui kapan mereka latihan bersama lagi?
  3. Di kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan KPK tanpa kita sadari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 2-3 murid menyebutkan pengertian KPK dan memberikan contoh KPK dari dua bilangan sederhana (misal 4 dan 6).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyelesaikan masalah sehari-hari menggunakan KPK dan membuat kesimpulan dari penyelesaian tersebut.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian menemukan dua kegiatan rutin yang jatuh di hari yang sama? Bagaimana cara menentukan kapan kegiatan itu bertemu lagi?'
  • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan nyata murid (jadwal piket, jadwal les, jadwal olahraga).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan masalah kontekstual di papan tulis: 'Nisa latihan renang setiap 3 hari dan Yohana setiap 4 hari. Jika hari ini tanggal 3 Agustus mereka latihan bersama, kapan mereka latihan bersama lagi?'
  • Murid diminta membaca dan memahami masalah secara mandiri selama 2 menit (mindful reading).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi informasi penting: bilangan yang terlibat, apa yang ditanyakan, dan hubungannya dengan KPK.
  • Guru mendemonstrasikan langkah penyelesaian: menuliskan kelipatan 3 dan kelipatan 4, menemukan kelipatan persekutuan terkecil (12), lalu menghitung tanggal 3 + 12 = 15 Agustus.
  • Murid mencatat langkah-langkah penyelesaian di buku tulis masing-masing.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi 2 masalah kontekstual berbeda, misalnya: (1) 'Asep latihan renang setiap 3 hari dan Lukas setiap 5 hari. Jika tanggal 20 Agustus mereka latihan bersama, kapan mereka latihan bersama lagi?' (2) 'Dinda les piano setiap 5 hari dan Amelia setiap 2 hari. Jika tanggal 14 Juli mereka berlatih bersama, kapan waktu paling dekat mereka bersama lagi?'
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah: menentukan kelipatan masing-masing bilangan, menemukan KPK, dan menghitung tanggal jawabannya.
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberikan scaffolding pada kelompok yang kesulitan dan pertanyaan pendalaman pada kelompok yang sudah selesai.
  • Setiap kelompok menuliskan penyelesaian lengkap beserta kesimpulan di kertas plano atau LKPD.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua hingga tiga kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas; kelompok lain menanggapi atau bertanya.
  • Guru memfasilitasi murid membandingkan strategi penyelesaian antarkelompok: apakah ada cara lain yang digunakan?
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: langkah-langkah menyelesaikan masalah sehari-hari dengan KPK (identifikasi bilangan → cari kelipatan → tentukan KPK → jawab pertanyaan).
  • Murid menuliskan kesimpulan dengan kalimat sendiri di buku tulis.
  • Guru memberikan penguatan terhadap miskonsepsi yang muncul, misalnya kesalahan menghitung tanggal ketika melewati akhir bulan.

Penutup:

  • Guru memberikan 1 soal asesmen akhir secara individu: 'Bus A berangkat setiap 6 jam dan Bus B berangkat setiap 8 jam. Jika keduanya berangkat bersama pukul 06.00, pukul berapa mereka berangkat bersama lagi?'
  • Murid mengerjakan secara mandiri dalam waktu 5 menit.
  • Guru membahas jawaban bersama murid.
  • Guru memfasilitasi refleksi murid: 'Apa yang kalian pelajari hari ini? Bagian mana yang masih terasa sulit?'
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bantuan lebih, guru menyediakan tabel kelipatan yang sudah sebagian terisi sebagai scaffolding. Untuk murid cepat, diberikan soal dengan tiga bilangan (misal KPK dari 3, 4, dan 6).
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih diberi bimbingan langsung oleh guru saat diskusi kelompok. Murid cepat diminta menjadi tutor sebaya membantu teman sekelompoknya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bantuan cukup menyelesaikan 1 soal LKPD dengan langkah lengkap. Murid cepat menyelesaikan kedua soal dan membuat soal cerita KPK sendiri untuk ditukarkan dengan kelompok lain.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan pengertian KPK secara lisan.
  • Guru memberikan 1 soal cepat di papan tulis: 'Tentukan KPK dari 4 dan 6' untuk dikerjakan seluruh kelas secara lisan/tertulis singkat.
  • Guru mengidentifikasi murid yang belum menguasai konsep KPK untuk diberi perhatian lebih selama kegiatan inti.

Proses:

  • Guru mengamati keterlibatan setiap anggota kelompok dalam diskusi (apakah semua berkontribusi).
  • Guru memeriksa langkah kerja pada LKPD: apakah murid menuliskan kelipatan, menentukan KPK, dan menjawab pertanyaan dengan tepat.
  • Guru memberikan umpan balik langsung saat menemukan kesalahan prosedur atau miskonsepsi (misalnya lupa memperhitungkan pergantian bulan).

Akhir:

  • Murid mengerjakan 1 soal cerita individu: 'Bus A berangkat setiap 6 jam dan Bus B berangkat setiap 8 jam. Jika keduanya berangkat bersama pukul 06.00, pukul berapa mereka berangkat bersama lagi?' Jawaban dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan kualitas diskusi kelompok menggunakan lembar observasi.
  • Pemantauan langkah penyelesaian pada LKPD saat guru berkeliling.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman.

Sumatif:

  • Soal individu di akhir pembelajaran (1 soal cerita kontekstual KPK) dinilai berdasarkan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyelesaian Masalah KPK (TP 5.2.4.1)Tidak dapat mengidentifikasi bilangan yang terlibat dan tidak menemukan KPK; jawaban salah atau tidak ada.Dapat mengidentifikasi bilangan yang terlibat tetapi melakukan kesalahan dalam menentukan kelipatan atau KPK; jawaban akhir belum tepat.Dapat menentukan kelipatan dan KPK dengan benar, serta memberikan jawaban akhir yang tepat, namun penulisan langkah belum lengkap atau runtut.Menentukan kelipatan dan KPK dengan benar, menuliskan langkah penyelesaian secara runtut dan lengkap, serta memberikan jawaban akhir yang tepat dengan kalimat kesimpulan.
Kesimpulan Hasil Diskusi (TP 5.2.4.2)Tidak membuat kesimpulan atau kesimpulan tidak berkaitan dengan masalah yang diselesaikan.Membuat kesimpulan tetapi tidak lengkap atau kurang jelas hubungannya dengan langkah penyelesaian.Membuat kesimpulan yang tepat dan berkaitan dengan masalah, namun belum menggunakan kalimat sendiri atau kurang komunikatif.Membuat kesimpulan yang tepat, jelas, menggunakan kalimat sendiri, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang kapan dan mengapa KPK digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi dalam Diskusi KelompokTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok; mengandalkan anggota lain sepenuhnya.Berpartisipasi minimal dalam diskusi; sesekali memberikan ide tetapi belum konsisten.Berpartisipasi aktif, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi pada penyelesaian masalah kelompok.Berpartisipasi aktif, menghargai pendapat teman, membantu anggota lain yang kesulitan, dan mampu menjelaskan hasil kerja kelompok dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti langkah penyelesaian masalah KPK dengan baik?
  • Apakah masalah kontekstual yang diberikan relevan dan mudah dipahami oleh murid?
  • Strategi diferensiasi mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang penggunaan KPK dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah dan paling sulit? Mengapa?
  • Bagaimana kerja sama dalam kelompokmu tadi? Apa yang bisa diperbaiki?
  • Dapatkah kamu menemukan contoh lain dalam kehidupanmu yang membutuhkan KPK?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2022, Bab 2: KPK dan FPB.
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2022, Bab 2.
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi soal cerita kontekstual tentang aplikasi KPK.
  4. Kertas plano dan spidol warna untuk presentasi kelompok.
  5. Papan tulis dan alat tulis guru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.