Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan

Matematika - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKelipatan Persekutuan Dua Bilangan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui eksplorasi kelipatan dua bilangan, murid dapat menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan cacah dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan kelipatan dua bilangan untuk menemukan kelipatan yang sama (persekutuan).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memperhatikan lampu lalu lintas di perempatan? Jika lampu merah menyala setiap 4 detik dan lampu kuning setiap 6 detik, kapan keduanya menyala bersamaan?
  2. Jika Nisa berlatih renang setiap 3 hari dan Yohana setiap 4 hari, pada hari ke berapa mereka akan berlatih bersama?
  3. Bagaimana cara menemukan bilangan yang menjadi kelipatan dari dua bilangan sekaligus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 3-4 murid menyebutkan kelipatan dari bilangan 2 dan bilangan 3 secara lisan untuk mengecek pemahaman prasyarat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang jadwal latihan renang Nisa dan Yohana untuk memicu rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan bahwa hari ini akan bermain 'Tepuk Bilangan Kelipatan' versi dua bilangan sekaligus.

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok besar (8-10 orang) dan menjelaskan aturan permainan 'Tepuk Bilangan 2 dan 3': murid menyebutkan bilangan berurutan mulai dari 1; jika bilangan kelipatan 2 harus tepuk tangan; jika kelipatan 3 harus bilang 'Hore!'; jika kelipatan keduanya harus tepuk tangan sambil bilang 'Hore!'.
  • Murid memainkan permainan dalam kelompok masing-masing. Guru berkeliling mengamati.
  • Setelah permainan, guru memandu murid menuliskan kelipatan 2 (2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18,...) dan kelipatan 3 (3, 6, 9, 12, 15, 18,...) di papan tulis dalam dua baris terpisah.
  • Guru bertanya: 'Bilangan mana saja yang muncul di kedua baris?' Murid mengidentifikasi bilangan 6, 12, 18,... sebagai kelipatan yang sama dari 2 dan 3.
  • Guru memperkenalkan istilah 'kelipatan persekutuan' sebagai bilangan yang merupakan kelipatan dari dua bilangan sekaligus.

Mengaplikasi (Bermakna, Kolaborasi):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk diskusi kelompok.
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi 3 pasang bilangan berbeda (misal: 4 dan 6; 3 dan 5; 2 dan 5). Tugas: tuliskan masing-masing 10 kelipatan pertama dari kedua bilangan, lalu lingkari bilangan yang sama (kelipatan persekutuan).
  • Murid berdiskusi dan saling membandingkan daftar kelipatan untuk menemukan kelipatan persekutuan dari setiap pasang bilangan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, menjelaskan cara mereka menemukan kelipatan persekutuan.
  • Guru memberikan umpan balik dan mengonfirmasi jawaban yang benar. Guru juga meminta kelompok lain menanggapi atau bertanya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid menyimpulkan: apa itu kelipatan persekutuan dan bagaimana cara menemukannya.
  • Murid menuliskan di buku catatan: definisi kelipatan persekutuan dengan kata-kata sendiri beserta satu contoh.
  • Guru memberikan 2 soal tantangan individu: tentukan kelipatan persekutuan dari 4 dan 5 (minimal 3 bilangan pertama), dan dari 6 dan 8 (minimal 3 bilangan pertama).
  • Murid mengerjakan secara mandiri, lalu bertukar jawaban dengan teman sebangku untuk saling memeriksa.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kelipatan persekutuan adalah bilangan yang menjadi kelipatan dari dua bilangan sekaligus, dan cara menemukannya dengan mendaftar kelipatan lalu mencari yang sama.
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang bekerja sama dengan baik.
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan belajar tentang Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan pasangan bilangan kecil (2 dan 3, 2 dan 4) dengan bantuan garis bilangan bergambar. Murid yang sudah mahir diberikan pasangan bilangan lebih besar (6 dan 9, 8 dan 12).
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih mendapat pendampingan guru atau tutor sebaya saat mengerjakan lembar kerja. Murid cepat diminta membantu temannya atau mencoba menemukan pola pada kelipatan persekutuan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan daftar kelipatan dan melingkari yang sama. Murid mahir diminta menjelaskan secara tertulis mengapa bilangan tertentu menjadi kelipatan persekutuan dan memprediksi kelipatan persekutuan berikutnya tanpa mendaftar semua.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan 5 bilangan kelipatan 2 dan 5 bilangan kelipatan 3 secara lisan untuk memastikan pemahaman konsep kelipatan sebagai prasyarat.
  • Guru bertanya: 'Apa yang dimaksud dengan kelipatan suatu bilangan?' untuk mengecek pemahaman konseptual dasar.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam permainan Tepuk Bilangan: apakah murid tepuk/bilang 'Hore!' pada bilangan yang benar.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja kelompok: apakah daftar kelipatan benar dan kelipatan persekutuan teridentifikasi dengan tepat.
  • Tanya jawab selama presentasi: apakah murid dapat menjelaskan alasan suatu bilangan menjadi kelipatan persekutuan.

Akhir:

  • Soal individu tertulis: Tentukan 3 kelipatan persekutuan pertama dari bilangan 4 dan 5, serta dari bilangan 6 dan 8.
  • Murid menuliskan definisi kelipatan persekutuan dengan kata-kata sendiri beserta contoh.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama permainan Tepuk Bilangan Kelipatan.
  • Pemantauan diskusi kelompok: kemampuan membandingkan daftar kelipatan dan mengidentifikasi kelipatan persekutuan.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok.

Sumatif:

  • Lembar Kerja kelompok: ketepatan menentukan kelipatan persekutuan dari pasangan bilangan yang diberikan.
  • Soal individu refleksi: menentukan kelipatan persekutuan dari dua pasang bilangan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan (TP 5.2.2.1)Murid belum dapat menuliskan kelipatan dari satu bilangan pun dengan benar dan belum menemukan kelipatan persekutuan.Murid dapat menuliskan kelipatan dari masing-masing bilangan tetapi belum tepat mengidentifikasi kelipatan persekutuan (masih ada kesalahan).Murid dapat menuliskan kelipatan dari dua bilangan dan mengidentifikasi kelipatan persekutuan dengan benar, namun membutuhkan sedikit bimbingan.Murid dapat menuliskan kelipatan dari dua bilangan dan mengidentifikasi semua kelipatan persekutuan dengan tepat dan mandiri, serta dapat memprediksi kelipatan persekutuan berikutnya.
Membandingkan kelipatan dua bilangan melalui diskusi (TP 5.2.2.2)Murid belum berpartisipasi dalam diskusi dan belum dapat membandingkan kelipatan dua bilangan.Murid berpartisipasi dalam diskusi namun belum dapat menjelaskan cara membandingkan kelipatan untuk menemukan persekutuan.Murid aktif berdiskusi, dapat membandingkan kelipatan dua bilangan dan menemukan persekutuannya dengan bantuan minimal dari teman atau guru.Murid aktif memimpin diskusi, dapat membandingkan kelipatan dua bilangan, menemukan persekutuannya dengan tepat, dan menjelaskan strateginya kepada teman lain.
Komunikasi dan kolaborasi dalam kelompokMurid tidak terlibat dalam kerja kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Murid terlibat dalam kelompok namun jarang menyampaikan pendapat atau hanya mengikuti teman.Murid aktif menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, dan berkontribusi dalam penyelesaian tugas kelompok.Murid memimpin diskusi dengan baik, menghargai pendapat teman, membantu teman yang kesulitan, dan menyampaikan hasil kerja dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah permainan Tepuk Bilangan Kelipatan efektif membantu murid memahami konsep kelipatan persekutuan?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Bagaimana saya dapat meningkatkan partisipasi murid yang pasif?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup membantu murid dengan kemampuan berbeda?
  • Berapa persen murid yang mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Apa tindak lanjut yang diperlukan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah aku pahami tentang kelipatan persekutuan hari ini?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit? Apa yang bisa aku lakukan untuk lebih memahaminya?
  • Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman dalam kelompok? Apakah aku sudah berkontribusi dengan baik?
  • Dapatkah aku menjelaskan kepada orang lain apa itu kelipatan persekutuan dan cara menemukannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 2: KPK dan FPB (halaman terkait Kelipatan Persekutuan).
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 2: panduan Eksplorasi 2.2A.
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel kelipatan dua bilangan dan kolom kelipatan persekutuan.
  4. Papan tulis dan spidol warna untuk menuliskan daftar kelipatan.
  5. Kartu bilangan atau garis bilangan bergambar untuk murid yang membutuhkan alat bantu visual.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.