Modul AjarPertemuan 11Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 2: KPK dan FPB

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: KPK dan FPB". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 2: KPK dan FPB

Matematika - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: KPK dan FPB

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: KPK dan FPB
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan penguasaan konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, dan faktorisasi prima secara menyeluruh.
  2. Melalui soal asesmen sumatif, murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan tepat dan sistematis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kapan kita perlu mencari KPK dalam kehidupan sehari-hari? Bisakah kamu menyebutkan satu contoh nyata?
  2. Apa bedanya mencari KPK dengan mencari FPB? Bagaimana cara kamu menentukan mana yang harus dipakai untuk menyelesaikan suatu masalah?
  3. Jika dua bilangan memiliki faktor prima yang sama, bagaimana cara menentukan FPB-nya menggunakan faktorisasi prima?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (1 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk asesmen (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah hari asesmen sumatif Bab 2 KPK dan FPB sebagai penanda selesainya pembelajaran bab ini (1 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik singkat secara lisan untuk mengaktifkan memori murid: 'Apa perbedaan KPK dan FPB? Kapan kita butuh KPK dan kapan kita butuh FPB?' — murid merespons secara lisan tanpa penilaian (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan afektif: 'Kalian sudah belajar keras selama bab ini. Hari ini adalah kesempatan untuk menunjukkan apa yang sudah kalian kuasai. Kerjakan dengan tenang, teliti, dan percaya diri.' (1 menit).
  • Guru menjelaskan teknis pelaksanaan asesmen: waktu pengerjaan, cara penulisan jawaban, dan tata tertib (2 menit).
  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif kepada seluruh murid (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid membaca seluruh soal asesmen dengan seksama sebelum mulai mengerjakan (2 menit). Guru mengingatkan: 'Baca setiap soal dengan pelan dan pahami dulu apa yang ditanyakan sebelum menulis jawaban.'
  • Murid mengidentifikasi kata kunci pada setiap soal untuk menentukan apakah soal memerlukan konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, atau faktorisasi prima (bagian dari proses membaca soal).
  • Guru berkeliling memastikan semua murid memahami instruksi soal. Jika ada pertanyaan terkait kata/kalimat yang kurang dipahami (bukan jawaban), guru dapat memberikan klarifikasi singkat.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan soal asesmen sumatif secara mandiri dan tertib selama ±40 menit. Soal mencakup: (a) menentukan kelipatan persekutuan dan KPK dua bilangan atau lebih; (b) menentukan faktor persekutuan dan FPB dua bilangan atau lebih; (c) menentukan faktorisasi prima suatu bilangan menggunakan pohon faktor; (d) menentukan KPK dan FPB menggunakan faktorisasi prima; (e) menyelesaikan 2–3 soal cerita kontekstual yang melibatkan KPK dan/atau FPB.
  • Murid menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis (tidak hanya hasil akhir) agar proses berpikir terlihat jelas.
  • Guru mengawasi jalannya asesmen, memastikan ketertiban, dan mencatat observasi proses (kemandirian, ketekunan, dan cara murid mengelola waktu).
  • Guru memberikan pengingat waktu pada menit ke-20 dan menit ke-35 agar murid dapat mengelola waktu pengerjaan mereka secara mandiri.
  • Murid yang telah selesai sebelum waktu habis dipersilakan memeriksa kembali jawaban mereka dari awal (tidak diperbolehkan mengganggu teman).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memberikan aba-aba waktu selesai. Murid meletakkan alat tulis dan mengumpulkan lembar jawaban kepada guru (2 menit).
  • Guru memandu sesi refleksi singkat secara lisan (5 menit): murid diminta menjawab 2–3 pertanyaan refleksi diri di lembar jurnal/buku tulis masing-masing — bukan lembar jawaban asesmen.
  • Pertanyaan refleksi yang diberikan guru secara lisan: (1) 'Bagian mana dari soal tadi yang terasa paling mudah bagimu? Mengapa?'; (2) 'Bagian mana yang paling sulit? Apa yang membuat kamu merasa sulit?'; (3) 'Apakah kamu sudah menggunakan cara yang paling tepat untuk menyelesaikan soal cerita tadi?'
  • Beberapa murid (2–3 orang sukarela) berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan. Guru merespons dengan apresiasi tanpa menghakimi jawaban asesmen.

Penutup:

  • Guru mengapresiasi usaha seluruh murid dalam mengerjakan asesmen dengan kalimat yang memotivasi: 'Kalian semua sudah berusaha dengan baik hari ini. Itulah yang paling penting.' (1 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis agar murid tahu bagian mana yang perlu diperkuat (1 menit).
  • Guru menyampaikan sekilas topik bab berikutnya untuk membangun rasa ingin tahu murid terhadap materi yang akan datang (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan ucapan terima kasih atas partisipasi murid (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Soal asesmen disusun berjenjang: soal nomor 1–5 mengukur pemahaman konsep dasar (kelipatan, KPK, faktor, FPB, faktorisasi prima), soal nomor 6–8 mengukur penerapan dalam soal cerita kontekstual dengan tingkat kompleksitas meningkat. Murid dengan kebutuhan khusus dapat diberikan lembar soal dengan font lebih besar atau panduan langkah pengerjaan minimal.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding ringan berupa pengingat verbal ('Ingat, baca kata kuncinya dulu — apakah soal ini meminta KPK atau FPB?') kepada murid yang terlihat bingung tanpa memberikan jawaban. Murid yang cepat selesai diminta memeriksa ulang seluruh jawaban secara mandiri sebelum waktu habis.
  • Produk: Semua murid mengerjakan lembar jawaban yang sama. Namun, penilaian mempertimbangkan proses: murid yang menuliskan langkah-langkah pengerjaan secara sistematis mendapat nilai proses meski hasil akhirnya kurang tepat, sesuai rubrik 4 level yang digunakan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan pendek di pendahuluan: guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan pengetahuan sebelumnya ('Apa perbedaan KPK dan FPB? Kapan kita menggunakan masing-masing?'). Respons murid digunakan guru untuk memperkirakan tingkat kesiapan kelas secara umum — tidak dinilai.
  • Guru mengamati ekspresi dan respons murid saat menerima lembar soal sebagai sinyal awal tingkat kepercayaan diri mereka.

Proses:

  • Observasi guru berkeliling kelas: mencatat murid yang mengerjakan dengan sistematis vs. yang terlihat bingung atau diam terlalu lama, sebagai data untuk tindak lanjut remedial.
  • Pengamatan terhadap cara murid mengelola waktu setelah dua kali pengingat waktu dari guru.
  • Jurnal refleksi singkat (lisan/tulisan) di tahap Merefleksi: murid mengidentifikasi soal termudah dan tersulit beserta alasannya — digunakan sebagai data diagnostik untuk perencanaan pembelajaran berikutnya.

Akhir:

  • Asesmen tertulis sumatif: lembar soal Bab 2 KPK dan FPB yang terdiri dari soal pilihan (konsep dasar) dan soal uraian (pemecahan masalah kontekstual). Skor dihitung berdasarkan ketepatan dan kelengkapan langkah.
  • Hasil asesmen dianalisis untuk menentukan ketercapaian TP 5.2.11.1 (penguasaan konsep) dan TP 5.2.11.2 (penyelesaian masalah kontekstual).
  • Murid yang belum mencapai KKTP mendapat program remedial terfokus; murid yang melampaui KKTP mendapat pengayaan berupa soal tantangan bertingkat.

Formatif:

  • Observasi guru selama asesmen berlangsung: mencatat kemandirian, ketekunan, dan strategi pengelolaan waktu murid.
  • Refleksi lisan dan tertulis singkat di akhir kegiatan inti: murid mengidentifikasi bagian yang mudah dan sulit secara jujur.
  • Tanya jawab lisan pada pendahuluan sebagai aktivasi pengetahuan awal (tidak dinilai, hanya sebagai diagnostik).

Sumatif:

  • Asesmen tertulis (lembar soal asesmen sumatif Bab 2) yang mencakup soal konsep dan soal cerita kontekstual tentang KPK dan FPB.
  • Penilaian kelengkapan dan ketepatan langkah penyelesaian (bukan hanya hasil akhir) menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penguasaan Konsep (Kelipatan, KPK, Faktor, FPB, Faktorisasi Prima)Murid tidak dapat mendefinisikan atau membedakan konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, dan faktorisasi prima. Jawaban sebagian besar salah atau kosong.Murid dapat mengidentifikasi 1–2 konsep dengan benar, namun masih banyak kekeliruan dalam menerapkan prosedur (misalnya salah menentukan faktor atau kelipatan suatu bilangan).Murid memahami sebagian besar konsep dengan benar dan dapat menerapkan prosedur kelipatan, KPK, faktor, FPB, serta faktorisasi prima dengan sedikit kesalahan.Murid menguasai seluruh konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, dan faktorisasi prima dengan benar dan tepat. Mampu menjelaskan keterkaitan antar konsep melalui jawaban yang terstruktur.
Ketepatan dan Sistematika Penyelesaian SoalMurid tidak menuliskan langkah penyelesaian atau langkah yang ditulis tidak relevan dengan soal. Hasil akhir salah.Murid menuliskan sebagian langkah penyelesaian namun tidak urut atau terdapat kesalahan prosedur yang signifikan. Hasil akhir mungkin salah.Murid menuliskan langkah penyelesaian secara sistematis dengan kesalahan kecil. Hasil akhir sebagian besar benar.Murid menuliskan langkah penyelesaian secara lengkap, urut, dan tepat. Hasil akhir benar. Penulisan rapi dan mudah dipahami.
Penyelesaian Masalah Kontekstual (Soal Cerita KPK dan FPB)Murid tidak dapat mengidentifikasi apakah soal cerita memerlukan KPK atau FPB. Tidak ada strategi penyelesaian yang tampak.Murid dapat mengidentifikasi jenis operasi yang diperlukan (KPK atau FPB) namun melakukan kesalahan dalam eksekusi perhitungan atau interpretasi hasil.Murid dapat menentukan dengan benar apakah soal memerlukan KPK atau FPB, melakukan perhitungan dengan benar, namun interpretasi hasil dalam konteks soal kurang lengkap.Murid dapat menganalisis soal cerita, menentukan strategi (KPK atau FPB) dengan tepat, melakukan seluruh perhitungan dengan benar, dan menuliskan kesimpulan jawaban sesuai konteks soal.
Kemandirian dan Integritas Selama AsesmenMurid sangat bergantung pada bantuan orang lain atau tidak menunjukkan upaya mandiri dalam mengerjakan soal.Murid mengerjakan soal secara mandiri namun sering tampak ragu dan tidak percaya diri. Membutuhkan dorongan dari guru untuk melanjutkan.Murid mengerjakan soal secara mandiri dengan cukup tenang dan fokus. Menggunakan waktu dengan cukup baik.Murid mengerjakan seluruh soal secara mandiri, tenang, dan penuh percaya diri. Menggunakan waktu dengan efisien dan memeriksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu asesmen (2x35 menit) cukup bagi sebagian besar murid untuk menyelesaikan seluruh soal?
  • Soal bagian mana yang paling banyak dijawab salah? Apakah ini mengindikasikan kelemahan pada proses pembelajaran sebelumnya?
  • Apakah tingkat kesulitan soal sudah sesuai dan proporsional antara soal konsep dan soal kontekstual?
  • Murid mana yang perlu mendapat program remedial, dan murid mana yang siap mendapat pengayaan berdasarkan hasil asesmen hari ini?
  • Apakah lingkungan dan suasana kelas sudah kondusif untuk pelaksanaan asesmen yang jujur dan nyaman bagi semua murid?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari soal asesmen tadi yang paling mudah bagimu? Apa yang membuat bagian itu terasa mudah?
  • Bagian mana yang paling sulit? Apa yang ingin kamu pelajari lagi supaya lebih paham?
  • Apakah kamu sudah menggunakan cara yang tepat saat mengerjakan soal cerita — apakah kamu menggunakan KPK atau FPB? Bagaimana kamu memutuskannya?
  • Apakah kamu merasa sudah bekerja secara jujur dan mandiri selama asesmen? Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan asesmen ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Meita Fitrianawati, Ika Surtiani, Ait Istiandaru) — Bab 2: KPK dan FPB, ISBN 978-602-427-916-5
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Meita Fitrianawati, Ika Surtiani, Ait Istiandaru), ISBN 978-602-427-899-1
  3. Lembar soal asesmen sumatif Bab 2 (disiapkan guru, mencakup soal konsep dan soal cerita kontekstual KPK dan FPB)
  4. Lembar jawaban murid
  5. Alat tulis (pensil/pulpen, penggaris)
  6. Jurnal belajar/buku tulis murid (untuk refleksi akhir)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.