Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Sampai 100.000

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Sampai 100.000". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Sampai 100.000

Matematika - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Sampai 100.000

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKomposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Sampai 100.000
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun (komposisi) bilangan cacah sampai 100.000 dari beberapa nilai tempat yang diberikan.
  2. Murid dapat menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai 100.000 menjadi bentuk penjumlahan berdasarkan nilai tempatnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu memiliki uang pecahan sepuluh ribuan, seribuan, dan seratusan, bagaimana caramu menyusun uang itu menjadi satu bilangan tertentu?
  2. Bisakah satu bilangan yang sama diuraikan dengan cara yang berbeda-beda? Mengapa?
  3. Mengapa kita perlu memahami komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid bersyukur atas kesempatan belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik): menampilkan bilangan 38.600 dan meminta 2-3 murid menyebutkan nilai tempat setiap angka secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menyusun (komposisi) dan menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai 100.000.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan mengajak murid berpikir sejenak sebelum menjawab secara berpasangan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan ilustrasi uang mainan: 4 lembar sepuluh ribuan, 5 lembar seribuan, dan 3 keping seratusan. Guru bertanya: bilangan berapa yang terbentuk?
  • Guru menjelaskan konsep komposisi: menyusun bilangan dari nilai-nilai tempat (puluh ribuan + ribuan + ratusan + puluhan + satuan).
  • Guru menuliskan contoh: 40.000 + 5.000 + 300 = 45.300, lalu memperkenalkan istilah komposisi.
  • Guru menjelaskan konsep dekomposisi: menguraikan bilangan menjadi bentuk penjumlahan berdasarkan nilai tempat. Contoh: 72.450 = 70.000 + 2.000 + 400 + 50.
  • Murid mengamati tabel nilai tempat yang ditampilkan guru dan mencatat pola hubungan komposisi-dekomposisi.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat set uang mainan (pecahan Rp10.000, Rp1.000, Rp100).
  • Kegiatan 1 – Komposisi: Guru memberikan kartu berisi nilai tempat (misal: 6 puluh ribuan, 2 ribuan, 8 ratusan). Murid menyusun uang mainan lalu menuliskan bilangan yang terbentuk.
  • Kegiatan 2 – Dekomposisi: Guru memberikan kartu bilangan (misal: 57.400). Murid menguraikan bilangan tersebut ke dalam bentuk penjumlahan nilai tempat menggunakan uang mainan sebagai alat bantu.
  • Setiap kelompok mengerjakan minimal 4 soal komposisi dan 4 soal dekomposisi dengan tingkat kesulitan bertahap.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan satu hasil kerja dan kelompok lain memberikan tanggapan.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu diskusi kelas: Apa hubungan antara komposisi dan dekomposisi? Apakah keduanya saling berkebalikan?
  • Murid menuliskan di buku catatan satu contoh komposisi dan satu contoh dekomposisi buatan sendiri beserta penjelasan singkat.
  • Guru memberikan 2 soal tantangan individu untuk mengecek pemahaman: satu soal komposisi dan satu soal dekomposisi dengan bilangan yang lebih kompleks (misal melibatkan angka 0 di salah satu nilai tempat).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan bahwa komposisi adalah menyusun bilangan dari nilai tempat, sedangkan dekomposisi adalah menguraikan bilangan menjadi penjumlahan nilai tempat.
  • Guru melakukan asesmen akhir: memberikan 3 soal tertulis singkat (1 komposisi, 1 dekomposisi, 1 soal cerita kontekstual).
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana: Apa yang sudah kupahami? Apa yang masih membingungkan?
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan mendapat bilangan dengan 3-4 digit terlebih dahulu sebelum ke 5 digit. Murid cepat mendapat bilangan 5 digit dengan angka nol di tengah (misal 80.056).
  • Proses: Murid lambat menggunakan uang mainan konkret sepanjang kegiatan. Murid cepat boleh langsung mengerjakan secara abstrak tanpa alat bantu setelah 2 soal pertama.
  • Produk: Murid lambat cukup menyelesaikan 3 soal komposisi dan 3 soal dekomposisi. Murid cepat menyelesaikan soal tambahan berupa membuat soal sendiri untuk ditukarkan dengan teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan bilangan 38.600 dan meminta murid menyebutkan nilai tempat setiap angka secara lisan.
  • Guru bertanya: Berapa nilai angka 3 pada bilangan 38.600? Berapa nilai angka 8? Untuk mengecek prasyarat pemahaman nilai tempat.

Proses:

  • Guru mengamati apakah murid dapat menyusun uang mainan sesuai nilai tempat yang diberikan dengan benar.
  • Guru memeriksa hasil kerja kelompok: apakah bentuk penjumlahan dekomposisi sesuai dengan bilangan asal.
  • Guru mencatat murid yang masih kesulitan membedakan nilai angka dan angka itu sendiri (misal angka 4 di puluh ribuan bernilai 40.000, bukan 4).

Akhir:

  • Soal 1 (Komposisi): Susunlah bilangan dari nilai berikut: 50.000 + 7.000 + 200 + 60 + 3. Bilangan apakah yang terbentuk?
  • Soal 2 (Dekomposisi): Uraikan bilangan 86.140 menjadi bentuk penjumlahan berdasarkan nilai tempatnya.
  • Soal 3 (Soal cerita): Ibu memiliki 6 lembar uang sepuluh ribuan, 9 lembar uang seribuan, dan 5 keping uang seratusan. Berapa jumlah uang Ibu seluruhnya? Tuliskan dalam bentuk komposisi.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok dan presentasi.
  • Pemeriksaan hasil kerja kelompok (kartu komposisi dan dekomposisi).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep.

Sumatif:

  • Lembar kerja individu berisi 3 soal tertulis di akhir pembelajaran (1 komposisi, 1 dekomposisi, 1 soal cerita).
  • Penilaian berdasarkan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komposisi bilangan cacah sampai 100.000Murid belum mampu menyusun bilangan dari nilai tempat yang diberikan meskipun dengan bantuan alat konkret.Murid mampu menyusun bilangan dari nilai tempat yang diberikan dengan bantuan uang mainan atau tabel nilai tempat, namun masih ada kesalahan.Murid mampu menyusun bilangan dari nilai tempat yang diberikan dengan benar tanpa bantuan alat, namun sesekali kurang teliti pada bilangan dengan angka nol.Murid mampu menyusun bilangan dari nilai tempat yang diberikan dengan benar, cepat, dan konsisten, termasuk bilangan yang memiliki angka nol di tengah.
Dekomposisi bilangan cacah sampai 100.000Murid belum mampu menguraikan bilangan menjadi bentuk penjumlahan nilai tempat meskipun dengan bantuan.Murid mampu menguraikan bilangan menjadi bentuk penjumlahan nilai tempat dengan bantuan alat konkret, namun masih terdapat kesalahan pada satu atau dua nilai tempat.Murid mampu menguraikan bilangan menjadi bentuk penjumlahan nilai tempat dengan benar secara mandiri untuk bilangan tanpa angka nol.Murid mampu menguraikan bilangan menjadi bentuk penjumlahan nilai tempat dengan benar dan lengkap untuk semua jenis bilangan, termasuk bilangan dengan angka nol di berbagai posisi.
Pemahaman hubungan komposisi dan dekomposisiMurid belum memahami bahwa komposisi dan dekomposisi adalah proses yang saling berkebalikan.Murid memahami bahwa komposisi dan dekomposisi berhubungan, tetapi belum dapat menjelaskan atau menunjukkan hubungannya dengan contoh.Murid dapat menjelaskan bahwa komposisi dan dekomposisi saling berkebalikan dan menunjukkan dengan satu contoh.Murid dapat menjelaskan hubungan komposisi dan dekomposisi dengan jelas, memberikan beragam contoh, dan menerapkannya dalam konteks soal cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah sebagian besar murid mencapai kedua tujuan pembelajaran hari ini? Berapa persen yang masih di level Belum Berkembang atau Mulai?
  • Apakah penggunaan uang mainan efektif membantu murid memahami konsep? Perlu media tambahan lain?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan tambahan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah aku pahami tentang komposisi dan dekomposisi bilangan?
  • Bagian mana yang masih membingungkan atau terasa sulit?
  • Bagaimana aku bisa menggunakan komposisi dan dekomposisi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat menghitung uang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2022), Bab 1 Bagian C: Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Sampai 100.000.
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2022).
  3. Uang mainan (pecahan Rp10.000, Rp1.000, Rp100) atau kartu nilai tempat buatan guru.
  4. Tabel nilai tempat (puluh ribuan, ribuan, ratusan, puluhan, satuan) yang ditempel di papan tulis.
  5. Kartu soal komposisi dan dekomposisi yang disiapkan guru untuk kerja kelompok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.