Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengenal dan Menyajikan Diagram Batang Tegak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Mengenal dan Menyajikan Diagram Batang Tegak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengenal dan Menyajikan Diagram Batang Tegak

Matematika - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal dan Menyajikan Diagram Batang Tegak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal dan Menyajikan Diagram Batang Tegak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bagian-bagian diagram batang (judul, sumbu tegak, sumbu datar, skala) dan perbedaannya dengan piktogram.
  2. Murid dapat menyajikan data dalam bentuk diagram batang tegak dengan skala satu satuan secara benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat grafik batang di koran, majalah, atau berita televisi? Apa yang ingin disampaikan grafik itu?
  2. Kalau kita punya data jumlah siswa yang suka olahraga berbeda-beda, cara mana yang paling mudah untuk membandingkannya — tabel, piktogram, atau diagram batang? Mengapa?
  3. Apa bedanya piktogram yang sudah kita pelajari dengan diagram batang yang akan kita pelajari hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kesiapan belajar.
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan dua gambar di papan tulis: satu piktogram sederhana (misalnya piktogram buah favorit kelas) dan satu diagram batang sederhana. Guru bertanya: 'Kalian sudah pernah lihat gambar seperti ini? Apa nama keduanya? Apa bedanya?' Murid menjawab secara lisan; guru mencatat siapa yang sudah mengenal diagram batang dan siapa yang belum.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengenal bagian-bagian diagram batang tegak dan cara membuatnya dari data nyata.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan poster atau gambar diagram batang tegak besar di papan tulis (contoh: diagram batang jumlah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sesuai Buku Siswa hal. 188).
  • Guru menunjuk satu per satu bagian diagram sambil bertanya: 'Bagian ini namanya apa? Kira-kira fungsinya untuk apa?' — murid diajak menebak terlebih dahulu sebelum dijelaskan.
  • Guru menjelaskan secara eksplisit empat bagian utama: (1) Judul diagram — menerangkan isi diagram; (2) Sumbu tegak — garis vertikal yang menunjukkan banyak data/skala; (3) Sumbu datar — garis horizontal yang menunjukkan kategori/nama; (4) Skala — angka-angka pada sumbu tegak, pada pertemuan ini skala satu satuan (setiap kotak = 1).
  • Guru membandingkan diagram batang dengan piktogram: piktogram menggunakan gambar/simbol untuk mewakili data, diagram batang menggunakan batang persegi panjang; keduanya bisa membandingkan kategori, tetapi diagram batang lebih tepat saat datanya berupa angka.
  • Murid mencatat istilah-istilah kunci (judul, sumbu tegak, sumbu datar, skala) di buku tulis masing-masing dengan menggambar sketsa sederhana dan memberi label.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok 3–4 orang.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi: (a) data sederhana yang sudah tersedia — misalnya 'Banyak alat tulis dalam tas anggota kelompok: pensil 5, penghapus 3, penggaris 4, buku 6, pulpen 2' — dan (b) kertas berpetak/grid untuk menggambar diagram.
  • Langkah kerja kelompok: (1) Baca data yang diberikan. (2) Tentukan judul diagram. (3) Buat sumbu tegak dan sumbu datar menggunakan penggaris. (4) Tuliskan skala angka 0–10 di sumbu tegak (satu satuan per kotak). (5) Tuliskan nama kategori di sumbu datar. (6) Gambar batang persegi panjang sesuai nilai data masing-masing kategori.
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, memberi bantuan scaffolding dengan pertanyaan: 'Kalau datanya 5, batangnya sampai angka berapa di sumbu tegak?', bukan langsung memberi jawaban.
  • Setelah selesai, satu perwakilan kelompok menunjukkan hasil kerja ke depan kelas dan menjelaskan: nama setiap bagian diagram yang dibuat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memajang 2–3 diagram batang hasil kerja kelompok di papan tulis.
  • Guru mengajak seluruh kelas membandingkan: 'Apakah judul, sumbu, dan skala sudah benar? Adakah yang berbeda antara diagram kelompok satu dengan yang lain? Mengapa bisa berbeda?'
  • Murid diminta menjawab secara tertulis di buku tulis: (1) Sebutkan 4 bagian diagram batang yang sudah kamu gambar. (2) Apa perbedaan diagram batang dengan piktogram menurut pemahamanmu sendiri?
  • Guru memimpin diskusi singkat: murid berbagi jawaban, guru meluruskan miskonsepsi jika ada.
  • Guru mengaitkan kembali pembelajaran dengan kehidupan nyata: 'Diagram batang seperti ini sering dipakai di koran, aplikasi cuaca, atau laporan sekolah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman: diagram batang tegak memiliki judul, sumbu tegak (nilai/skala), sumbu datar (kategori), dan batang persegi panjang; skala satu satuan berarti setiap satu kotak = satu data.
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan soal exit ticket secara individu (2–3 soal singkat): murid mengidentifikasi bagian-bagian diagram batang dari gambar yang disediakan dan melengkapi satu batang yang hilang pada diagram yang sudah setengah jadi.
  • Guru memberikan umpan balik lisan secara umum berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan kelompok.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya dan memberi semangat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum siap diberikan data yang lebih sedikit kategorinya (3 kategori) dan kertas berpetak yang sudah ada sumbu tegak dan sumbu datarnya sehingga tinggal mengisi skala dan menggambar batang. Murid yang sudah mahir diberikan data dengan 5–6 kategori dan diminta membuat diagram dari awal tanpa panduan sumbu.
  • Proses: Saat kerja kelompok, guru memberikan kartu panduan langkah bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual. Murid yang cepat selesai diminta membuat pertanyaan sendiri dari diagram yang telah dibuat (misalnya: 'Kategori mana yang paling banyak? Berapa selisihnya dengan yang paling sedikit?').
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan boleh melengkapi diagram yang sudah sebagian disiapkan guru. Murid yang sudah mahir boleh membuat diagram batang dari data yang mereka kumpulkan sendiri (misalnya menghitung benda di sekitar kelas) dan menghias diagram agar lebih menarik.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan satu piktogram dan satu diagram batang sederhana, lalu bertanya secara lisan: 'Gambar mana yang pernah kalian lihat? Apa namanya? Apa bedanya?' — jawaban murid digunakan guru untuk mengetahui pengetahuan awal dan menentukan kedalaman penjelasan yang diperlukan.
  • Guru dapat mencatat murid dalam tiga kelompok: (a) sudah mengenal dan bisa membedakan, (b) pernah melihat tetapi belum tahu nama/fungsinya, (c) belum pernah melihat sama sekali.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat kerja kelompok: guru memperhatikan apakah murid membuat sumbu dengan benar, menuliskan skala satu satuan secara berurutan, dan menggambar batang sesuai nilai data.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: 'Mengapa kalian membuat skala sampai angka 10?', 'Apa nama garis vertikal ini?'
  • Memeriksa tulisan refleksi di buku tulis: apakah murid bisa menyebutkan 4 bagian diagram dan menjelaskan perbedaan dengan piktogram menggunakan kata-kata sendiri.

Akhir:

  • Exit ticket individu diberikan di akhir pembelajaran (5 menit): murid menerima lembar soal berisi gambar diagram batang dengan 4 bagian yang harus dilabeli (judul, sumbu tegak, sumbu datar, skala) dan satu diagram batang tidak lengkap yang harus diselesaikan murid berdasarkan data yang disediakan.
  • Guru mengumpulkan exit ticket untuk diperiksa dan digunakan sebagai dasar tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid bekerja kelompok: apakah murid mampu menentukan skala dan menggambar batang dengan tepat.
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan Memahami: guru mengecek pemahaman bagian-bagian diagram secara acak.
  • Tulisan refleksi singkat di buku tulis pada tahap Merefleksi: identifikasi 4 bagian diagram dan perbedaan dengan piktogram.

Sumatif:

  • Exit ticket individu: (1) Tunjukkan bagian-bagian diagram batang dari gambar yang diberikan dengan memberi label. (2) Lengkapi diagram batang yang setengah jadi dengan menggambar batang yang belum ada sesuai data yang tersedia.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bagian-bagian diagram batangMurid tidak dapat menyebutkan bagian-bagian diagram batang meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1–2 bagian diagram batang (misalnya hanya sumbu tegak dan sumbu datar) dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan 3–4 bagian diagram batang (judul, sumbu tegak, sumbu datar, skala) secara mandiri dan menjelaskan fungsi sebagian bagian tersebut.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan fungsi semua 4 bagian diagram batang secara mandiri, serta mampu menjelaskan perbedaannya dengan piktogram menggunakan kata-kata sendiri dengan tepat.
Menyajikan data dalam diagram batang tegak skala satu satuanMurid tidak dapat membuat diagram batang meskipun dengan panduan langkah dari guru.Murid dapat membuat diagram batang dengan panduan penuh (kartu langkah bergambar dan bantuan guru), tetapi terdapat kesalahan pada skala atau tinggi batang.Murid dapat membuat diagram batang tegak dengan skala satu satuan secara mandiri; sumbu, skala, dan batang sebagian besar sudah benar meskipun ada satu kesalahan kecil (misalnya judul belum ditulis).Murid dapat membuat diagram batang tegak dengan skala satu satuan secara mandiri dan lengkap: judul, sumbu tegak berlabel, sumbu datar berlabel, skala urut dan benar, serta tinggi setiap batang tepat sesuai data.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid sudah memahami perbedaan diagram batang dan piktogram setelah pembelajaran hari ini? Indikator apa yang menunjukkan hal itu?
  • Apakah alokasi waktu untuk kerja kelompok cukup, atau perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang masih kesulitan menentukan skala dan menggambar batang? Tindak lanjut apa yang perlu diberikan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari diagram batang yang sudah kamu pahami dengan baik hari ini?
  • Apakah ada bagian yang masih membingungkan? Bagian mana itu?
  • Apa yang paling menarik dari kegiatan belajar hari ini?
  • Di mana kamu pernah melihat diagram batang di luar sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV SD/MI — Hobri dkk., Kemdikbud (ISBN 978-602-244-908-9), Bab 6 hal. 178–193
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV SD/MI — Hobri dkk., Kemdikbud (ISBN 978-602-244-909-6), Bab 6 hal. 216–226
  3. Poster/gambar diagram batang tegak ukuran A3 (disiapkan guru) sebagai media pengamatan kelas
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi data dan kertas berpetak untuk menggambar diagram batang
  5. Penggaris dan pensil warna untuk setiap kelompok
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan dan mendiskusikan hasil kerja kelompok
  7. Kartu panduan langkah bergambar (untuk murid yang membutuhkan dukungan visual tambahan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.