Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Estimasi Volume dengan Satuan Tidak Baku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Estimasi Volume dengan Satuan Tidak Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Estimasi Volume dengan Satuan Tidak Baku

Matematika - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Estimasi Volume dengan Satuan Tidak Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikEstimasi Volume dengan Satuan Tidak Baku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan pengamatan dan diskusi kelompok, murid dapat mengestimasi volume suatu wadah menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah.
  2. Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat menjelaskan mengapa hasil pengukuran volume dengan satuan tidak baku yang berbeda menghasilkan nilai yang berbeda untuk wadah yang sama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu mengisi ember dengan air menggunakan gelas kecil, berapa kali kamu perlu menuangkan air? Bagaimana kalau kamu pakai gelas yang lebih besar — apakah jumlah tuangannya sama?
  2. Bayangkan dua teman mengukur isi wadah yang sama, tetapi masing-masing memakai botol yang berbeda ukuran. Apakah jawaban mereka akan sama? Mengapa?
  3. Apakah 'volume' itu berubah hanya karena kita memakai alat ukur yang berbeda, atau ada penjelasan lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru menampilkan tiga botol/wadah berbeda ukuran di depan kelas dan bertanya: 'Menurutmu, berapa banyak air yang bisa masuk ke dalam kotak makan ini jika kita tuangkan pakai gelas kecil? Bagaimana kalau pakai botol minum?' (3 menit). [Asesmen Awal]
  • Guru mencatat jawaban awal murid di papan tulis tanpa memberi penilaian benar/salah, untuk memetakan pemahaman awal mereka tentang hubungan ukuran alat dan hasil estimasi (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar mengestimasi volume wadah dengan benda-benda di sekitar kita, dan mencari tahu kenapa hasilnya bisa berbeda-beda.' (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan satu wadah tetap (misalnya kotak makan transparan) dan dua alat ukur tidak baku berbeda ukuran (gelas kecil dan botol minum) kepada seluruh kelas (2 menit).
  • Guru melakukan demonstrasi: menuangkan air ke kotak makan menggunakan gelas kecil sambil menghitung nyaring bersama murid, lalu mencatat hasilnya di papan tulis. Ulangi dengan botol minum (5 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Kenapa hasilnya berbeda, padahal kita mengisi wadah yang sama?' Beri waktu murid menjawab secara spontan (2 menit). Prinsip: Berkesadaran — murid diminta fokus mengamati dan menyadari perbedaan hasil secara langsung.
  • Guru merangkum konsep: volume wadah tidak berubah, tetapi karena satuan tidak baku (gelas vs botol) berbeda ukurannya, bilangan yang diperoleh berbeda. Gunakan ilustrasi sederhana di papan tulis (3 menit). Prinsip: Bermakna — konsep dikaitkan dengan pengalaman nyata murid sehari-hari.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi dalam kelompok 4–5 orang. Tiap kelompok mendapat 1 wadah tetap (kotak makan/wadah plastik), air, dan 2 alat ukur tidak baku berbeda ukuran (misalnya cangkir dan botol minum kecil) (2 menit). Prinsip: Menggembirakan — suasana eksperimen nyata dengan air membuat kegiatan terasa seperti bermain sambil belajar.
  • Kelompok melakukan percobaan sesuai langkah LK (Lembar Kegiatan): (a) tuangkan air ke wadah menggunakan alat ukur pertama, catat berapa kali; (b) tuangkan ulang menggunakan alat ukur kedua, catat berapa kali; (c) bandingkan kedua hasil (8 menit).
  • Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan di LK: 'Apakah jumlah tuangan sama? Mengapa berbeda? Mana yang lebih banyak dituang — alat yang lebih kecil atau lebih besar?' (5 menit). Prinsip: Bermakna — murid membangun pemahaman melalui pengalaman langsung, bukan hanya mendengar.
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan lanjutan kepada kelompok yang sudah selesai: 'Kalau kamu pakai sendok makan, kira-kira berapa kali tuangan? Lebih banyak atau lebih sedikit?' (3 menit). [Asesmen Proses — observasi diskusi]
  • Setiap kelompok menuliskan kesimpulan di LK: volume wadah tetap sama, tetapi bilangan hasil estimasi bergantung pada ukuran satuan tidak baku yang digunakan (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua atau tiga kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas: menyebutkan alat ukur yang dipakai, berapa kali tuangan masing-masing, dan kesimpulan mereka (6 menit). Prinsip: Berkesadaran — murid menyusun dan menyampaikan temuan secara sadar dan terstruktur.
  • Guru memandu sesi tanya jawab kelas: 'Apakah ada kelompok yang mendapat hasil berbeda dengan kelompok lain? Mengapa bisa begitu?' (3 menit).
  • Guru bersama murid merangkum dua poin utama di papan tulis: (1) estimasi volume menggunakan satuan tidak baku dilakukan dengan menghitung berapa kali satuan itu memenuhi wadah; (2) semakin kecil satuan tidak baku, semakin besar bilangan hasil estimasinya (3 menit). Prinsip: Bermakna — generalisasi konsep dibuat bersama sehingga murid merasa ikut menemukan.
  • Murid secara mandiri menjawab 2 soal pendek di LK bagian akhir: diberikan data hasil dua pengukuran berbeda pada wadah yang sama, murid diminta menjelaskan alasan perbedaan hasilnya (4 menit). [Asesmen Akhir]

Penutup:

  • Guru mengajak murid menjawab 2 pertanyaan refleksi singkat secara lisan atau tertulis di sticky note: 'Apa yang baru kamu pahami hari ini?' dan 'Apa yang masih membuatmu bingung?' (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh kelompok dan menegaskan kembali: satuan tidak baku membantu kita memahami konsep volume sebelum menggunakan satuan baku yang resmi (2 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya: pengukuran volume dengan satuan baku (cm³), dan meminta murid mengamati benda-benda berbentuk kotak di rumah sebagai persiapan (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan tinggi diberikan tantangan tambahan: membandingkan tiga alat ukur sekaligus dan mengurutkan hasil estimasi dari terkecil ke terbesar. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan tabel isian sederhana dengan kolom yang sudah diberi label jelas.
  • Proses: Kelompok dengan kemampuan beragam dibentuk secara heterogen; murid berkemampuan tinggi berperan sebagai fasilitator kelompok yang membantu teman menjelaskan langkah percobaan. Guru memberikan pendampingan lebih intensif kepada kelompok yang kesulitan memahami hubungan ukuran alat dan hasil estimasi.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat tabel perbandingan lengkap dengan penjelasan tertulis mengapa hasilnya berbeda. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi tabel isian dan menjawab satu pertanyaan refleksi dengan kalimat sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua wadah berbeda dan bertanya: 'Kira-kira, berapa gelas kecil yang dibutuhkan untuk mengisi botol besar ini?' Jawaban dicatat di papan tulis tanpa dinilai benar/salah, digunakan guru untuk memetakan intuisi awal murid tentang estimasi volume.
  • Guru bertanya singkat: 'Apakah kalian pernah mengukur sesuatu menggunakan benda yang ada di rumah, bukan penggaris atau timbangan? Apa yang kamu gunakan?' untuk melihat koneksi pengalaman awal murid dengan konsep satuan tidak baku.

Proses:

  • Observasi langsung saat kelompok melakukan percobaan menuangkan air: apakah murid menghitung dengan benar, mencatat hasil, dan mampu membandingkan dua hasil pengukuran.
  • Guru membaca jawaban diskusi di LK secara sekilas saat berkeliling dan memberikan umpan balik lisan kepada kelompok yang jawabannya kurang tepat.
  • Pertanyaan lanjutan kepada kelompok cepat: 'Kalau satuannya lebih kecil lagi, apa yang terjadi dengan bilangan hasilnya?' untuk mendorong penalaran lebih dalam.

Akhir:

  • Murid mengerjakan 2 soal pendek secara mandiri di LK: (1) Sebuah toples diisi penuh menggunakan cangkir kecil sebanyak 8 kali. Kalau diisi menggunakan gelas besar yang ukurannya 2 kali cangkir kecil, berapa kali diperkirakan toples itu terisi penuh? (2) Mengapa volume toples tidak berubah meskipun bilangan hasilnya berbeda? Jelaskan dengan kalimat sendiri.
  • Guru menilai jawaban menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: ketepatan estimasi dan kemampuan menjelaskan alasan perbedaan hasil.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok saat kegiatan percobaan: guru mencatat apakah murid mampu menghubungkan ukuran alat dengan banyaknya tuangan.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman konsep satuan tidak baku.
  • Lembar Kegiatan (LK) kelompok: digunakan guru untuk memantau proses berpikir kelompok, bukan hanya jawaban akhir.

Sumatif:

  • Dua soal pendek di akhir LK (dikerjakan mandiri): murid diberikan data dua hasil estimasi berbeda untuk wadah yang sama, lalu diminta menjelaskan penyebab perbedaannya menggunakan kalimat sendiri.
  • Presentasi kelompok dinilai dari kejelasan penyampaian temuan dan ketepatan kesimpulan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengestimasi volume menggunakan satuan tidak baku (TP 4.4.8.1)Murid belum dapat melakukan estimasi volume; tidak menghitung atau mencatat hasil pengukuran dengan satuan tidak baku.Murid dapat menghitung berapa kali satuan tidak baku memenuhi wadah, tetapi hasil estimasi tidak konsisten atau terdapat kesalahan hitung yang signifikan.Murid dapat mengestimasi volume wadah dengan menghitung jumlah satuan tidak baku secara konsisten dan mencatat hasilnya dengan benar untuk satu jenis alat ukur.Murid dapat mengestimasi volume wadah menggunakan dua atau lebih satuan tidak baku berbeda, menghitung dengan akurat, dan membandingkan hasil estimasinya secara sistematis.
Menjelaskan perbedaan hasil pengukuran dengan satuan tidak baku berbeda (TP 4.4.8.2)Murid belum dapat memberikan penjelasan mengapa hasil pengukuran berbeda meskipun wadah yang diukur sama.Murid dapat menyebutkan bahwa hasilnya berbeda karena 'alatnya berbeda', tetapi belum dapat menjelaskan hubungan antara ukuran alat dan besar kecilnya bilangan hasil estimasi.Murid dapat menjelaskan bahwa perbedaan hasil disebabkan oleh perbedaan ukuran satuan tidak baku yang digunakan, dan volume wadah sebenarnya tidak berubah.Murid dapat menjelaskan dengan runtut dan logis bahwa semakin kecil satuan tidak baku, semakin besar bilangan hasil estimasi, dan sebaliknya; serta menyatakan bahwa volume wadah bersifat tetap.
Kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak berkontribusi pada percobaan atau pengisian LK.Murid sesekali terlibat dalam kegiatan kelompok tetapi lebih banyak pasif; kontribusi terbatas pada tugas fisik (menuangkan air) tanpa berpartisipasi dalam diskusi.Murid aktif terlibat dalam percobaan dan diskusi kelompok; menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat teman.Murid aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok; mendorong teman yang pasif untuk ikut berkontribusi dan membantu menyusun kesimpulan bersama.
Komunikasi hasil (presentasi atau jawaban tertulis)Murid tidak dapat menyampaikan hasil pengamatan atau menjawab pertanyaan refleksi.Murid menyampaikan hasil dengan kalimat yang tidak lengkap atau hanya menyebut angka tanpa penjelasan konteks.Murid menyampaikan hasil dengan kalimat lengkap yang mencakup jenis alat ukur yang digunakan dan jumlah estimasi, disertai kesimpulan sederhana.Murid menyampaikan hasil secara jelas dan terstruktur, menyebutkan alat ukur, hasil estimasi, perbandingan antar alat, dan memberikan penjelasan logis atas perbedaan yang ditemukan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti langkah-langkah percobaan dengan baik? Kelompok mana yang perlu pendampingan lebih intensif di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi aktif? Pertanyaan mana yang perlu diubah?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk percobaan kelompok cukup, atau perlu penyesuaian di pertemuan serupa?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau murid dengan kemampuan beragam secara efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang volume? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Menurutmu, kenapa penting untuk tahu bahwa satuan ukur yang berbeda bisa menghasilkan bilangan yang berbeda meskipun wadahnya sama?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menarik bagimu? Mengapa?
  • Apa yang masih membuatmu bingung dan ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV SD/MI (Kemdikbud) — Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume, halaman 123–125 (Kegiatan B.1 dan B.2)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV SD/MI (Kemdikbud) — halaman 147 dan 156
  3. Lembar Kegiatan (LK) murid — disiapkan guru, berisi tabel pencatatan hasil percobaan dan pertanyaan diskusi
  4. Alat dan bahan konkret: wadah plastik transparan (kotak makan atau toples), air secukupnya, gelas kecil, botol minum berukuran berbeda, cangkir plastik, ember kecil
  5. Papan tulis dan spidol untuk mencatat hasil demonstrasi dan kesimpulan bersama
  6. Sticky note (opsional) untuk refleksi akhir murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.