Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Konsep Volume dengan Satuan Tidak Baku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Konsep Volume dengan Satuan Tidak Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Konsep Volume dengan Satuan Tidak Baku

Matematika - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Konsep Volume dengan Satuan Tidak Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKonsep Volume dengan Satuan Tidak Baku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan eksplorasi menggunakan botol minum, gelas, dan kotak makan berisi air, murid dapat menjelaskan konsep volume sebagai banyaknya satuan yang mengisi suatu ruang.
  2. Melalui kegiatan diskusi, murid dapat mengukur volume suatu wadah menggunakan dua satuan tidak baku yang berbeda dan membandingkan hasilnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya dua ember berbeda ukuran, mana yang bisa menampung lebih banyak air? Bagaimana cara kamu membuktikannya?
  2. Jika kamu mengisi botol minum menggunakan gelas kecil, lalu menggunakan gelas besar, apakah jumlah tuangannya akan sama? Mengapa?
  3. Menurut kamu, apa artinya sebuah benda memiliki volume yang lebih besar dari benda lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan memastikan semua bahan sudah tersedia di meja kelompok: botol minum, gelas, kotak makan, dan air (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar wadah berbeda (ember besar dan cangkir kecil) dan bertanya, 'Mana yang lebih banyak bisa diisi air? Bagaimana kalian tahu?' — jawaban murid dicatat guru sebagai pemetaan pemahaman awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk memicu rasa ingin tahu, memberi waktu murid berpendapat bebas tanpa dinilai benar-salah (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: murid akan belajar apa itu volume dan cara mengukurnya menggunakan benda-benda di sekitar mereka (2 menit).
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan memastikan setiap kelompok mendapat satu set alat (botol minum, gelas, kotak makan, air) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menggambar di papan tulis ilustrasi botol sabun A yang diisi dari botol B (membutuhkan 4 kali isi) dan dari botol C (membutuhkan 10 kali isi), lalu bertanya: 'Mengapa hasilnya berbeda padahal botolnya sama?' Murid menjawab secara lisan (5 menit).
  • Guru menjelaskan konsep volume secara konkret: 'Volume adalah banyaknya ruang yang terisi. Ketika kita menuang air ke kotak makan sampai penuh, banyaknya tuangan itulah yang kita sebut ukuran volume kotak makan dengan satuan gelas (atau botol).' (3 menit).
  • Guru memperkenalkan istilah 'satuan tidak baku': satuan yang belum disepakati secara universal, sehingga hasilnya bisa berbeda tergantung alat ukur yang dipakai. Guru memberi contoh nyata: satu gelas di rumah A bisa berbeda isinya dengan satu gelas di rumah B (2 menit).
  • Murid diminta mengamati ketiga benda di meja mereka (botol minum, gelas, kotak makan) dan menebak: 'Kira-kira berapa gelas air yang dibutuhkan untuk memenuhi kotak makan?' Tebakan ditulis di buku masing-masing sebagai prediksi awal (2 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok mengisi kotak makan dengan air menggunakan gelas, menuang satu per satu dan menghitung berapa kali tuangan sampai kotak makan penuh. Hasil dicatat di lembar kerja kelompok: 'Volume kotak makan = ___ gelas' (7 menit).
  • Setiap kelompok kemudian mengosongkan kotak makan, lalu mengisi kembali menggunakan botol minum, menghitung berapa kali tuangan sampai penuh. Hasil dicatat: 'Volume kotak makan = ___ botol minum' (7 menit).
  • Kelompok mendiskusikan pertanyaan panduan di lembar kerja: (a) Apakah angka hasil pengukuran dengan gelas dan dengan botol minum sama? (b) Jika berbeda, mengapa bisa berbeda? (c) Mana yang lebih besar: satu gelas atau satu botol minum? Bagaimana kamu tahu? (5 menit).
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, mengajukan pertanyaan penggali seperti 'Apa yang terjadi kalau kalian pakai gelas yang lebih kecil lagi?' untuk mendorong berpikir kritis, dan mencatat hasil observasi sebagai data asesmen proses (sepanjang kegiatan).
  • Setiap kelompok menuliskan kesimpulan sementara di lembar kerja: 'Volume kotak makan kami adalah ___ gelas ATAU ___ botol minum. Hasil ini berbeda karena ___.' (3 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua atau tiga kelompok mempresentasikan hasil pengukuran mereka di depan kelas: menyebutkan berapa gelas dan berapa botol yang dibutuhkan, lalu menjelaskan mengapa hasilnya berbeda (6 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Jika kelompok 1 dan kelompok 2 menggunakan gelas yang berbeda ukuran, apakah hasil pengukuran mereka bisa dibandingkan langsung? Mengapa ini jadi masalah?' Murid menjawab dan guru meluruskan konsep (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan dua poin utama di papan tulis: (1) Volume adalah banyaknya satuan yang mengisi suatu ruang. (2) Jika satuan tidak baku yang digunakan berbeda, hasil pengukuran tidak bisa langsung dibandingkan — inilah alasan mengapa kita perlu satuan baku (sebagai jembatan ke pembelajaran berikutnya). (3 menit).
  • Murid secara individu menuliskan di buku masing-masing: satu hal yang baru mereka pahami hari ini tentang volume (Exit Ticket tertulis, digunakan sebagai asesmen akhir) (2 menit).

Penutup:

  • Guru meminta beberapa murid membacakan Exit Ticket mereka dan memberikan apresiasi atas keberanian berbagi (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi singkat kepada murid: 'Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling berkesan? Ada yang masih bingung?' (2 menit).
  • Guru menyampaikan keterkaitan dengan pertemuan berikutnya: 'Karena satuan tidak baku membuat hasil beda-beda, pertemuan berikutnya kita akan belajar satuan baku yang disepakati semua orang di dunia.' (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengingatkan murid untuk merapikan meja dan membuang sisa air dengan tertib (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep volume diberi ilustrasi gambar visual tambahan (botol yang dituang satu per satu dengan gambar tanda centang) untuk membantu memaknai proses penghitungan. Murid yang sudah cepat memahami dapat diminta mengukur volume benda keempat (misalnya ember kecil) menggunakan kedua satuan yang sama.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra ditempatkan berdampingan dengan teman sebaya yang lebih paham dalam kelompok, dan guru memprioritaskan kunjungan kelompok ke mereka selama kegiatan mengaplikasi. Murid yang cepat selesai diminta membuat pertanyaan sendiri: 'Apa yang terjadi jika kita menggunakan tiga satuan tidak baku berbeda?'
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menuliskan tabel hasil pengukuran (berapa gelas, berapa botol) dan satu kalimat kesimpulan. Murid yang sudah berkembang diminta menuliskan penjelasan mengapa dua satuan berbeda menghasilkan angka berbeda dalam 2–3 kalimat lengkap dengan alasan logis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar dua wadah (ember besar dan cangkir kecil) dan bertanya: 'Mana yang lebih banyak bisa diisi air? Bagaimana kamu tahu?' — jawaban lisan murid dipetakan guru untuk melihat apakah mereka sudah memiliki intuisi awal tentang volume sebelum instruksi formal diberikan.

Proses:

  • Observasi langsung selama kegiatan eksplorasi: guru mencatat kelompok yang melakukan pengukuran dengan prosedur tepat vs. yang masih keliru (misal menuang tidak sampai penuh, atau tidak menghitung ulang saat tumpah).
  • Pertanyaan penggali saat berkeliling: 'Kalau gelas kalian lebih besar dari gelas kelompok lain, apa yang akan berbeda dari hasil kalian?' — respons murid digunakan untuk menilai pemahaman relasional.
  • Cek lembar kerja kelompok di tengah kegiatan: apakah tabel data terisi lengkap dan jawaban diskusi sudah mengarah pada konsep yang benar.

Akhir:

  • Exit Ticket individu tertulis (2–3 kalimat): 'Apa itu volume? Mengapa hasil pengukuran kotak makan dengan gelas dan dengan botol minum bisa berbeda?' — digunakan guru untuk menilai ketercapaian TP 4.4.7.1 dan 4.4.7.2 secara individual.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan eksplorasi kelompok: apakah murid melakukan prosedur pengukuran dengan benar (menuang satu per satu, menghitung dengan teliti).
  • Pertanyaan lisan guru kepada kelompok selama berkeliling: 'Mengapa angka dengan gelas dan botol berbeda?' untuk memantau pemahaman konsep.
  • Lembar kerja kelompok: kelengkapan data pengukuran dan kualitas jawaban diskusi.

Sumatif:

  • Exit Ticket individu tertulis: murid menuliskan definisi volume dengan kata-kata mereka sendiri dan menjelaskan mengapa hasil pengukuran dengan satuan tidak baku yang berbeda tidak sama.
  • Presentasi kelompok: kemampuan menyampaikan hasil pengukuran dan memberikan alasan logis atas perbedaan hasil.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep volume (TP 4.4.7.1)Murid belum dapat menjelaskan apa itu volume, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan konsep ruang/isi.Murid dapat menyebutkan bahwa volume berkaitan dengan air atau benda cair, tetapi belum dapat menghubungkannya dengan konsep 'banyaknya satuan yang mengisi ruang'.Murid dapat menjelaskan bahwa volume adalah banyaknya ruang yang terisi, dengan merujuk pada kegiatan menuang air yang sudah dilakukan.Murid dapat menjelaskan konsep volume secara jelas dan lengkap, menggunakan contoh konkret dari kegiatan, serta mampu membedakan volume benda yang lebih besar dan lebih kecil dengan alasan yang logis.
Mengukur dan membandingkan volume dengan dua satuan tidak baku (TP 4.4.7.2)Murid tidak dapat melakukan prosedur pengukuran dengan benar, atau tidak dapat membaca/mencatat hasil pengukuran.Murid dapat melakukan pengukuran dengan salah satu satuan tidak baku dan mencatat hasilnya, tetapi kesulitan saat menggunakan satuan kedua atau membandingkan keduanya.Murid dapat mengukur volume kotak makan menggunakan dua satuan tidak baku yang berbeda, mencatat hasilnya dengan benar, dan mengetahui bahwa hasilnya berbeda.Murid dapat mengukur dengan dua satuan tidak baku, mencatat hasil dengan akurat, dan memberikan penjelasan logis mengapa hasilnya berbeda — yaitu karena ukuran satuan yang digunakan tidak sama.
Kemampuan komunikasi dalam presentasi/diskusi kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi atau presentasi kelompok.Murid berpartisipasi dalam diskusi, tetapi hanya menyebutkan data angka tanpa penjelasan.Murid dapat menyampaikan hasil pengukuran kelompok dengan jelas dan memberikan satu alasan mengapa hasil berbeda.Murid menyampaikan hasil dengan jelas, memberikan alasan yang logis dan terstruktur, serta mampu merespons pertanyaan dari teman atau guru dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami bahwa perbedaan ukuran satuan tidak baku menyebabkan hasil pengukuran yang berbeda? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup menjangkau murid yang lambat memahami? Apa yang perlu saya ubah?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pahami hari ini tentang volume yang sebelumnya belum kamu tahu?
  • Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini? Mengapa?
  • Apakah ada bagian yang masih membuatmu bingung? Tuliskan pertanyaanmu.
  • Menurutmu, mengapa penting untuk mengukur volume dengan satuan yang sama jika ingin membandingkan dua benda?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek) — Bab 4 Subbab B: Pengukuran Volume, Kegiatan B.1 dan B.2
  2. Buku Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek) — Bab 4 Panduan Pengukuran Volume dengan Satuan Tidak Baku
  3. Botol minum (1 per kelompok)
  4. Gelas plastik (1 per kelompok)
  5. Kotak makan (1 per kelompok)
  6. Air secukupnya dalam wadah besar (ember atau baskom per kelompok)
  7. Lembar kerja kelompok (disiapkan guru, berisi tabel data pengukuran dan pertanyaan diskusi)
  8. Gambar ilustrasi pengukuran volume (botol sabun A, B, C) untuk tahap Memahami — dapat ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.