Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Konsep Luas dengan Persegi Satuan (Satuan Baku)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Konsep Luas dengan Persegi Satuan (Satuan Baku)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Konsep Luas dengan Persegi Satuan (Satuan Baku)

Matematika - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Konsep Luas dengan Persegi Satuan (Satuan Baku)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKonsep Luas dengan Persegi Satuan (Satuan Baku)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menggunakan persegi satuan pada kertas berpetak, murid dapat menghitung luas bangun datar menggunakan persegi satuan sebagai satuan baku.
  2. Melalui kegiatan diskusi, murid dapat membandingkan luas beberapa bangun datar menggunakan persegi satuan dan menyatakan hasilnya dalam bilangan cacah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu ingin tahu seberapa besar lantai kamarmu, kira-kira bagaimana cara mengukurnya tanpa penggaris?
  2. Mengapa kita perlu satuan yang sama (baku) ketika mengukur luas, bukan sembarang benda?
  3. Jika dua bangun datar terlihat berbeda bentuknya, mungkinkah luasnya sama? Bagaimana cara membuktikannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar bangun datar di papan tulis (persegi panjang besar dan bentuk L kecil) lalu bertanya, 'Mana yang lebih luas? Bagaimana cara kalian tahu?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangun rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menghitung dan membandingkan luas bangun datar menggunakan persegi satuan.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: mengamati, menghitung sendiri, berdiskusi kelompok, lalu mempresentasikan temuan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 1 berisi gambar dua bangun datar yang sudah digambar di atas kertas berpetak (contoh: persegi panjang 4×3 dan bentuk L tidak beraturan). Setiap petak mewakili 1 persegi satuan berukuran 1 cm × 1 cm.
  • Guru menjelaskan bahwa setiap kotak kecil pada kertas berpetak disebut 'persegi satuan' dengan sisi 1 cm, dan itulah satuan baku untuk mengukur luas.
  • Guru mendemonstrasikan cara menghitung luas dengan menghitung satu per satu persegi satuan yang menutupi bangun datar di papan tulis, termasuk cara menangani persegi satuan yang hanya sebagian masuk ke dalam bangun (dibulatkan atau diabaikan sesuai panduan buku).
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan cermat dan diberi kesempatan bertanya jika belum paham.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Berapa persegi satuan yang menutupi bangun pertama?' untuk memastikan pemahaman awal sebelum murid bekerja sendiri.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok beranggotakan 3–4 orang.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja 2 berisi 4 bangun datar berbeda yang digambar di atas kertas berpetak. Tugas: hitung luas masing-masing bangun dalam persegi satuan, tulis hasilnya dalam bilangan cacah.
  • Murid cepat (diferensiasi): diberikan tambahan tantangan berupa bangun datar tidak beraturan (berbentuk L atau tangga) sehingga harus menjumlahkan persegi satuan yang tidak membentuk baris dan kolom rapi.
  • Murid yang memerlukan dukungan (diferensiasi): diberikan bangun yang lebih sederhana (persegi dan persegi panjang) dengan panduan langkah menghitung baris per baris yang tercetak di lembar kerja.
  • Setelah menghitung, setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan pada Lembar Kerja 2: 'Urutkan keempat bangun dari yang paling kecil luasnya ke yang paling besar. Apakah ada dua bangun yang luasnya sama?'
  • Guru berkeliling memantau proses diskusi, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang kesulitan, dan mencatat perkembangan tiap kelompok sebagai data asesmen proses.
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan hasil hitungan dan urutan luas di depan kelas. Kelompok lain menanggapi atau melengkapi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan pemantik ketiga: 'Kalian sudah membandingkan luas beberapa bangun. Mengapa penting menggunakan persegi satuan yang ukurannya sama, bukan persegi yang berbeda-beda ukurannya?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di bagian bawah Lembar Kerja 2: 'Apa yang baru kamu pahami tentang luas hari ini?' (2–3 kalimat).
  • Guru membahas bersama kelas: mengapa satuan baku (persegi 1 cm × 1 cm) lebih adil dan akurat dibanding satuan tidak baku — mengaitkan kembali dengan pengalaman sebelumnya (Aktivitas 1 satuan tidak baku).
  • Guru memberi penguatan konsep: 'Luas adalah banyaknya persegi satuan yang menutupi suatu bangun datar tanpa celah dan tanpa tumpang tindih.'

Penutup:

  • Asesmen Akhir: Guru memberikan 2 soal kuis mandiri (individual) di kertas kecil — (1) hitung luas satu bangun di kertas berpetak, (2) pilih bangun mana yang lebih luas dari dua pilihan. Dikerjakan dalam 5 menit.
  • Guru dan murid menyimpulkan bersama: luas diukur dengan menghitung persegi satuan; satuan baku yang umum digunakan adalah cm².
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi murid singkat (ceklist/emotikon: Sudah paham / Masih bingung / Perlu bantuan).
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: mengonversi satuan luas dari persegi satuan ke cm².
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan diberikan bangun sederhana (persegi dan persegi panjang) dengan panduan menghitung baris per baris. Murid cepat diberikan bangun tidak beraturan (bentuk L atau tangga) sebagai tantangan tambahan.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding verbal kepada kelompok yang kesulitan (pertanyaan pancingan seperti 'Coba hitung dulu baris pertama, ada berapa kotak?'). Kelompok mandiri dibiarkan mengeksplorasi sendiri sebelum mendapat umpan balik.
  • Produk: Semua murid mengumpulkan Lembar Kerja 2 dengan hasil hitungan dan urutan luas. Murid cepat menambahkan penjelasan tertulis tentang strategi menghitung persegi satuan pada bangun tidak beraturan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar bangun datar dan menanyakan 'Mana yang lebih luas? Bagaimana cara kamu tahu?' secara lisan. Guru mencatat apakah murid sudah mengenal konsep luas secara intuitif atau belum, untuk menentukan penekanan penjelasan di tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid mengerjakan Lembar Kerja 2 secara kelompok: apakah murid menghitung persegi satuan dengan benar, apakah murid dapat mengurutkan luas, dan apakah murid aktif berdiskusi.
  • Tanya jawab lisan: guru mengajukan pertanyaan kepada kelompok atau individu tertentu untuk mengecek pemahaman ('Bagaimana cara kamu menghitung bagian persegi yang tidak penuh?').
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan hasil dan kemampuan menjelaskan cara kerja.

Akhir:

  • Kuis mandiri 2 soal tertulis (individual) dikerjakan dalam 5 menit: (1) hitung luas bangun datar yang digambar di kertas berpetak dan nyatakan hasilnya dalam bilangan cacah, (2) bandingkan luas dua bangun datar dari kertas berpetak dan tentukan mana yang lebih luas.
  • Lembar refleksi murid (ceklist: Sudah paham / Masih bingung / Perlu bantuan) sebagai data tindak lanjut.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menghitung persegi satuan secara individual dan saat diskusi kelompok (Lembar Kerja 2).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami dan Merefleksi untuk memantau pemahaman konsep persegi satuan.
  • Hasil Lembar Kerja 2: ketepatan menghitung luas dan ketepatan mengurutkan bangun berdasarkan luas.

Sumatif:

  • Kuis mandiri 2 soal di akhir pertemuan: menghitung luas satu bangun datar pada kertas berpetak dan membandingkan luas dua bangun datar, dinyatakan dalam bilangan cacah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghitung luas bangun datar menggunakan persegi satuan (TP 4.4.3.1)Murid belum dapat menghitung jumlah persegi satuan yang menutupi bangun datar, atau jawaban tidak berkaitan dengan konsep persegi satuan.Murid dapat menghitung persegi satuan pada bangun sederhana (persegi/persegi panjang) tetapi masih melakukan kesalahan hitung lebih dari 2 kotak.Murid dapat menghitung luas bangun datar sederhana dengan benar menggunakan persegi satuan dan menyatakan hasilnya dalam bilangan cacah, dengan paling banyak 1 kesalahan hitung.Murid dapat menghitung luas berbagai bangun datar termasuk bangun tidak beraturan dengan benar, menyatakan hasilnya dalam bilangan cacah, dan dapat menjelaskan cara kerjanya kepada teman.
Membandingkan luas beberapa bangun datar menggunakan persegi satuan (TP 4.4.3.2)Murid belum dapat membandingkan luas dua bangun datar, atau membandingkan tanpa menggunakan persegi satuan sebagai dasar.Murid dapat membandingkan luas dua bangun datar dengan persegi satuan tetapi belum dapat mengurutkan lebih dari dua bangun secara benar.Murid dapat membandingkan dan mengurutkan luas beberapa bangun datar berdasarkan hasil hitungan persegi satuan dengan benar.Murid dapat membandingkan, mengurutkan, dan menjelaskan alasan perbandingan luas beberapa bangun datar secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan persegi satuan secara tepat.
Kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau tidak menyampaikan ide apapun.Murid terlibat dalam diskusi tetapi hanya mengikuti pendapat teman tanpa menyampaikan ide sendiri.Murid aktif menyampaikan ide dalam diskusi dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, menyampaikan ide dengan jelas, merespons pendapat teman secara konstruktif, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami konsep persegi satuan sebagai satuan baku setelah demonstrasi di tahap Memahami?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan (bangun sederhana vs. bangun tidak beraturan) sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah alokasi waktu untuk diskusi kelompok dan presentasi sudah proporsional?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan tambahan berdasarkan hasil kuis mandiri dan observasi?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pahami hari ini tentang cara mengukur luas suatu bangun?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit bagimu — menghitung persegi satuan atau membandingkan luas antar bangun?
  • Bagaimana kamu membantu atau dibantu teman saat berdiskusi dalam kelompok?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Hobri, dkk.), Kemdikbudristek 2022 — Bab 4 Topik A, hal. 105–116
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Hobri, dkk.), Kemdikbudristek 2022 — Bab 4, hal. 146–148
  3. Lembar Kerja 1: gambar dua bangun datar di atas kertas berpetak (disiapkan guru)
  4. Lembar Kerja 2: empat bangun datar di atas kertas berpetak untuk dihitung dan dibandingkan luasnya (disiapkan guru)
  5. Kertas berpetak (grid paper) untuk setiap murid
  6. Papan tulis dan spidol untuk demonstrasi guru
  7. Lembar kuis mandiri 2 soal (disiapkan guru)
  8. Lembar refleksi murid dengan ceklist emotikon (disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.