Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Konsep Luas dengan Satuan Tidak Baku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Konsep Luas dengan Satuan Tidak Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Konsep Luas dengan Satuan Tidak Baku

Matematika - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Konsep Luas dengan Satuan Tidak Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKonsep Luas dengan Satuan Tidak Baku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan eksplorasi menggunakan benda konkret (kertas origami, uang mainan, buku tulis), murid dapat menjelaskan konsep luas sebagai banyaknya satuan yang menutupi suatu daerah tanpa celah.
  2. Melalui kegiatan eksplorasi, murid dapat mengukur luas suatu daerah menggunakan dua satuan tidak baku yang berbeda dan membandingkan hasilnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, mana yang lebih luas: meja guru atau meja belajarmu? Bagaimana cara kamu membuktikannya?
  2. Kalau tidak ada penggaris, benda apa yang bisa kamu pakai untuk mengukur luas permukaan meja?
  3. Jika temanmu menggunakan kertas origami dan kamu menggunakan buku tulis untuk mengukur meja yang sama, apakah hasilnya akan sama? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta salah satu murid memimpin doa.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengajak murid duduk membentuk kelompok 3–4 orang.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar lantai ruangan berbeda dan bertanya, 'Menurut kalian, mana yang lebih luas? Bagaimana cara kalian tahu?' Guru mencatat respons murid sebagai peta pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan konteks nyata: 'Kita sering mendengar kata luas. Saat beli rumah, sewa kios, atau pasang keramik, orang butuh tahu luasnya. Hari ini kita akan belajar cara mengukur luas dengan benda-benda di sekitar kita.'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu ke mana arah belajar hari ini.
  • Guru membagikan perlengkapan kepada tiap kelompok: kertas karton kecil, kertas karton besar, kertas origami, uang kertas mainan, dan buku tulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua, memberi waktu 2 menit untuk murid berdiskusi dalam kelompok.
  • Guru meminta 2–3 kelompok berbagi prediksi mereka secara lisan. Guru tidak menilai benar/salah, melainkan mencatat variasi jawaban di papan tulis.
  • Guru memandu murid mengamati: 'Coba letakkan beberapa kertas origami di atas kertas karton kecil. Pastikan tidak ada celah dan tidak ada yang tumpang tindih.' Murid melakukan pengamatan dalam kelompok.
  • Guru bertanya: 'Berapa banyak kertas origami yang dibutuhkan untuk menutupi seluruh permukaan karton kecil tanpa celah?' Murid menghitung dan mencatat.
  • Guru menegaskan konsep: 'Banyaknya kertas origami yang menutupi karton itulah yang kita sebut luas karton—diukur dalam satuan origami.' Guru menuliskan kalimat ini di papan tulis.
  • Guru menjelaskan bahwa kertas origami dan uang kertas mainan disebut satuan tidak baku karena belum distandarkan secara internasional, dan bisa berbeda ukurannya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Kelompok (LKK) berisi tabel pencatatan: nama benda yang diukur, satuan tidak baku yang digunakan, dan hasil pengukuran.
  • Tugas Bagian A — Kelompok mengukur luas kertas karton kecil menggunakan kertas origami: susun origami menutupi karton tanpa celah, hitung, dan catat hasilnya di tabel LKK.
  • Tugas Bagian B — Kelompok mengukur luas karton kecil yang sama menggunakan uang kertas mainan: susun uang menutupi karton tanpa celah, hitung, dan catat hasilnya di tabel LKK.
  • Tugas Bagian C — Kelompok mengulangi langkah A dan B untuk karton besar, lalu mencatat semua hasil di tabel LKK.
  • Setiap kelompok menjawab pertanyaan analisis di LKK: (1) Apakah hasil pengukuran dengan origami dan uang mainan sama untuk karton yang sama? (2) Mengapa hasilnya bisa berbeda? (3) Karton mana yang membutuhkan lebih banyak satuan?
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberi scaffolding dengan pertanyaan pancingan: 'Apakah ada celah yang tersisa? Apa yang terjadi jika ada bagian yang tidak tertutup?'
  • Guru melakukan pengamatan formatif: mencatat kelompok yang sudah memahami konsep tanpa celah dan kelompok yang masih kesulitan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran dan jawaban analisis mereka secara bergantian (masing-masing 2 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Kelompok A mendapat hasil X origami, kelompok B mendapat Y origami untuk karton yang sama. Mengapa bisa berbeda?' Arahkan diskusi pada kemungkinan celah atau cara menyusun yang berbeda.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga dan membahasnya bersama: murid menyimpulkan sendiri bahwa satuan tidak baku yang berbeda menghasilkan angka yang berbeda.
  • Guru memandu murid untuk membuat kesimpulan bersama: 'Luas adalah banyaknya satuan yang menutupi suatu daerah tanpa celah. Jika satuannya berbeda, hasilnya pun akan berbeda walaupun benda yang diukur sama.'
  • Murid menulis kesimpulan pribadi di buku tulis dengan kalimat mereka sendiri.

Penutup:

  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi mandiri (3 pertanyaan singkat: apa yang dipelajari, apa yang masih membingungkan, dan apa yang paling menarik).
  • Guru memberikan soal asesmen akhir individu: murid mengerjakan 2 soal sederhana di buku tulis—(1) menentukan luas gambar bangun yang sudah ditempeli satuan tidak baku, dan (2) membandingkan dua hasil pengukuran dengan satuan berbeda.
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kalian sudah belajar bahwa luas bisa diukur dengan benda-benda di sekitar kita, dan hasilnya bergantung pada satuan yang dipakai.'
  • Guru menyampaikan kaitan dengan pertemuan berikutnya: 'Di pertemuan berikutnya, kita akan belajar satuan luas yang sudah disepakati semua orang di dunia, yaitu satuan baku.'
  • Guru menutup kelas dengan salam dan apresiasi atas kerja keras kelompok hari ini.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan karton yang sudah diberi garis bantu (grid) sehingga lebih mudah menata satuan tanpa celah. Untuk murid yang sudah cepat paham: diberikan tantangan mengukur benda lain di kelas (misalnya permukaan buku teks atau tempat pensil) menggunakan satuan tidak baku pilihannya sendiri.
  • Proses: Murid yang kesulitan bekerja berpasangan dengan teman yang lebih paham dalam kelompok (tutor sebaya). Guru memberikan pertanyaan scaffolding bertahap: mulai dari 'Benda mana yang lebih besar?' lalu 'Berapa origami yang muat?' sebelum menuju pertanyaan perbandingan.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menambahkan kolom estimasi di LKK mereka (memperkirakan hasil sebelum mengukur, lalu membandingkan dengan hasil nyata). Murid yang masih berkembang cukup melengkapi tabel hasil pengukuran tanpa kolom estimasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar lantai ruangan berbeda dan bertanya secara lisan: 'Menurut kalian, mana yang lebih luas? Bagaimana cara kalian tahu tanpa menggunakan penggaris?' Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal: apakah murid sudah punya intuisi tentang luas, atau masih mengandalkan persepsi visual semata.
  • Guru dapat menunjukkan dua benda (kertas origami dan uang mainan) lalu bertanya: 'Bisa tidak benda ini dipakai untuk mengukur luas meja? Apa yang perlu kalian lakukan?'

Proses:

  • Observasi kerja kelompok menggunakan checklist: (a) menyusun satuan tanpa celah, (b) menghitung dengan benar, (c) mencatat hasil di LKK, (d) mampu menjelaskan mengapa hasil berbeda antar satuan.
  • Penilaian LKK kelompok: kelengkapan tabel, ketepatan angka hasil pengukuran, dan kualitas jawaban pertanyaan analisis.
  • Pertanyaan lisan saat guru berkeliling: 'Bagaimana kamu tahu tidak ada celah yang tersisa?' untuk mengecek pemahaman konseptual individu dalam kelompok.

Akhir:

  • Soal individu No. 1: Disajikan gambar kertas karton yang sudah ditempel penuh dengan kertas origami (tanpa celah). Murid diminta menuliskan luas karton tersebut dalam satuan origami.
  • Soal individu No. 2: Disajikan dua hasil pengukuran—Beni mengukur meja dengan origami dan mendapat 12 satuan, Citra mengukur meja yang sama dengan uang mainan dan mendapat 8 satuan. Murid diminta menjelaskan mengapa hasilnya berbeda meskipun mejanya sama.

Formatif:

  • Observasi langsung saat kelompok menyusun satuan tidak baku di atas karton: guru mencatat apakah murid memahami syarat 'tanpa celah dan tidak tumpang tindih'.
  • Pengamatan kualitas diskusi kelompok saat mengerjakan pertanyaan analisis di LKK.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mengecek kedalaman pemahaman.
  • Lembar refleksi mandiri murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Soal asesmen akhir individu (2 soal): (1) membaca hasil pengukuran dari gambar yang sudah ditempeli satuan tidak baku dan menuliskan luas dalam satuan tersebut; (2) membandingkan dua hasil pengukuran benda yang sama dengan satuan berbeda dan menjelaskan alasan perbedaannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep luas sebagai banyaknya satuan yang menutupi daerah tanpa celahMurid belum dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan luas, atau menyebutkan pengertian yang tidak relevan.Murid dapat menyebutkan bahwa luas berkaitan dengan banyaknya satuan, tetapi belum menyertakan syarat 'tanpa celah' dalam penjelasannya.Murid dapat menjelaskan bahwa luas adalah banyaknya satuan yang menutupi daerah tanpa celah dengan kalimat sendiri, meskipun penjelasan belum lengkap.Murid dapat menjelaskan konsep luas secara lengkap dan tepat (banyaknya satuan yang menutupi daerah tanpa celah), disertai contoh konkret dari kegiatan yang dilakukan.
Mengukur luas menggunakan dua satuan tidak baku yang berbedaMurid tidak dapat menyusun satuan tidak baku untuk menutupi karton, atau hasil pengukurannya tidak dapat dicatat dengan benar.Murid dapat menyusun satuan dan menghitung, tetapi masih ada celah yang tidak diperhatikan, sehingga hasil pengukuran kurang akurat.Murid dapat mengukur luas karton menggunakan dua satuan tidak baku yang berbeda dengan cara yang benar (tanpa celah) dan mencatat hasilnya dengan tepat.Murid dapat mengukur luas karton menggunakan dua satuan tidak baku, mencatat hasilnya dengan tepat, dan secara mandiri mengulangi pengukuran jika ditemukan celah untuk memastikan akurasi.
Membandingkan hasil pengukuran dengan dua satuan tidak baku yang berbedaMurid tidak dapat membandingkan hasil pengukuran atau tidak memahami mengapa hasilnya bisa berbeda.Murid mengetahui bahwa hasilnya berbeda, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya (hanya menyatakan 'beda' tanpa penjelasan).Murid dapat membandingkan hasil pengukuran dan menjelaskan bahwa perbedaan hasil disebabkan oleh perbedaan ukuran satuan yang digunakan.Murid dapat membandingkan hasil, menjelaskan alasan perbedaannya dengan tepat, dan menyimpulkan bahwa satuan yang lebih besar akan menghasilkan angka yang lebih kecil untuk benda yang sama (hubungan berbanding terbalik).
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok dan tidak menyampaikan pendapat selama diskusi.Murid terlibat dalam kerja kelompok jika diminta, tetapi kontribusi masih minimal dan belum berani menyampaikan pendapat secara lisan.Murid aktif berkontribusi dalam kegiatan kelompok dan mampu menyampaikan hasil pengamatan secara lisan dengan cukup jelas.Murid aktif berkontribusi, mampu menyampaikan hasil dan pendapat dengan jelas, serta membantu teman yang kesulitan dalam kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami syarat 'tanpa celah' dalam konsep luas? Bagian mana yang paling banyak menimbulkan kebingungan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek di pertemuan serupa?
  • Apakah semua kelompok mendapatkan giliran dan perhatian yang cukup selama kegiatan eksplorasi? Adakah kelompok yang perlu pendampingan lebih intensif?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Jika tidak, bagaimana memperbaikinya?
  • Bagaimana efektivitas diferensiasi yang diterapkan? Apakah murid yang cepat mendapat tantangan yang cukup, dan murid yang lambat mendapat dukungan yang memadai?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang luas? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menarik atau paling membuatmu bersemangat? Mengapa?
  • Apakah masih ada hal yang membuatmu bingung tentang luas dan satuan tidak baku? Apa pertanyaan yang ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemdikbudristek) — Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume, halaman 148–149
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemdikbudristek) — Bab 4, Aktivitas 1: Konsep Luas, halaman 105–106
  3. Kertas origami (1 set per kelompok)
  4. Uang kertas mainan (1 set per kelompok)
  5. Buku tulis (1 buah per kelompok, sebagai alat ukur)
  6. Kertas karton kecil dan besar (masing-masing 1 lembar per kelompok)
  7. Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang disiapkan guru berisi tabel pencatatan dan pertanyaan analisis
  8. Lembar refleksi mandiri murid
  9. Lembar soal asesmen akhir individu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.