Modul AjarBab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 4 Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 4 untuk Bab 4 "Pengukuran Luas dan Volume", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4 Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume

Matematika - Kelas 4

Bab 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 4 — Pengukuran Luas dan Volume

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 4 — Pengukuran Luas dan Volume
Alokasi Waktu33 JP (33 x 35 menit = 1155 menit)
Jumlah Pertemuan14
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.4.1 Mengukur luas menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah
  2. TP 4.4.2 Mengestimasi luas menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah
  3. TP 4.4.3 Mengukur luas menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah
  4. TP 4.4.4 Mengukur volume menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah
  5. TP 4.4.5 Mengestimasi volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah
  6. TP 4.4.6 Mengukur volume menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita mengetahui luas permukaan sebuah meja jika kita tidak memiliki penggaris atau meteran?
  2. Apakah kita bisa menggunakan kertas origami untuk menghitung luas permukaan buku atau meja tanpa ada bagian yang tersisa?
  3. Berapa banyak lembar uang mainan yang dibutuhkan untuk menutup seluruh permukaan kertas karton tanpa ada celah dan tanpa saling tumpang tindih?
  4. Jika kita mengganti alat ukurnya menggunakan buku tulis, apakah jumlah bilangan cacah yang menutupi karton yang sama akan bertambah banyak atau bertambah sedikit?
  5. Sebelum menutupi seluruh permukaan meja dengan kertas origami, bisakah kalian menduga berapa lembar kertas yang dibutuhkan?
  6. Mengapa saat menduga luas permukaan benda, tebakan kita bisa mendekati atau berbeda dengan hasil penutupan sebenarnya?
  7. Jika sebuah bangun datar digambar di atas kertas berpetak dan tidak semua petaknya tertutup penuh, bagaimana caramu memperkirakan luasnya?
  8. Mengapa kita perlu aturan pembulatan setengah petak saat mengestimasi luas bangun datar dengan persegi satuan?
  9. Mengapa kita memerlukan persegi satuan yang baku dan berukuran sama saat menghitung luas suatu daerah?
  10. Bagaimana cara menentukan luas bangun datar berpetak tanpa menghitung petak satu per satu berulang kali?
  11. Bagaimana cara kita mengetahui luas permukaan sebuah gambar pada kertas berpetak dengan pasti tanpa menebak?
  12. Jika setiap petak kecil berukuran 1 sentimeter kali 1 sentimeter, apa sebutan satuan untuk luas satu petak tersebut?
  13. Jika kita ingin mengukur luas lantai kelas yang sangat lebar, apakah praktis menggunakan kotak 1 sentimeter persegi?
  14. Alat ukur satuan baku apa yang berukuran lebih besar dan tepat untuk mengukur luas lantai atau halaman?
  15. Berapa banyak gelas plastik berisi air yang diperlukan untuk mengisi kotak makan ini sampai penuh?
  16. Bagaimana cara kita mengetahui volume wadah air jika tidak memiliki alat ukur literan?
  17. Berapa cangkir pasir yang diperlukan untuk mengisi sebuah kotak makan plastik hingga penuh?
  18. Mengapa jumlah penuangan cangkir dan botol berbeda saat mengisi kotak yang sama hingga penuh?
  19. Jika kita memiliki botol kosong dan gelas plastik kecil, kira-kira butuh berapa kali tuangan gelas air agar botol tersebut penuh?
  20. Mengapa kita perlu memperkirakan (mengestimasi) volume wadah terlebih dahulu sebelum mengisinya sampai penuh?
  21. Jika kita melihat sebuah kotak kardus kosong, bagaimana cara kita memperkirakan banyaknya kubus satuan yang dapat mengisi penuh kotak tersebut tanpa mengisinya sampai habis?
  22. Mengapa kubus satuan dapat mempermudah kita menduga isi atau volume suatu benda berongga?
  23. Jika sebuah kotak diisi penuh dengan kubus mainan berukuran 1 cm kubik tanpa celah, bagaimana cara kita mengetahui volume isi kotak tersebut?
  24. Apakah banyaknya kubus satuan yang tersusun bertingkat menentukan besarnya volume bangun ruang?
  25. Ketika kalian membeli air mineral kemasan botol sedang atau susu kotak, angka dan satuan apa yang tertera pada kemasannya?
  26. Bagaimana cara kita mengetahui secara tepat isi air dalam suatu wadah menggunakan gelas ukur berskala liter dan mililiter?
  27. Bagaimana cara kita membuktikan luas suatu permukaan karton secara tepat tanpa celah dan tanpa saling bertumpuk?
  28. Mengapa hasil pengukuran volume wadah dengan cangkir plastik harus dihitung sampai wadah terisi penuh secara akurat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Pengukuran Luas Permukaan Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku Kertas Origami — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengukur luas menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 bidang persegi panjang di papan tulis dan bertanya: 'Jika bidang ini ditutup penuh dengan 6 kertas origami tanpa bertumpuk dan tanpa celah, berapakah luas bidang tersebut dalam satuan kertas origami?' Murid menjawab langsung (acuan jawaban: 6 satuan kertas origami) untuk mengecek intuisi dasar luas sebagai penutupan bidang (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur luas permukaan benda menggunakan satuan tidak baku kertas origami dalam bentuk bilangan cacah, serta mengaitkannya dengan kegiatan sehari-hari (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meletakkan selembar kertas karton berukuran 32 cm x 32 cm di meja peraga dan menunjukkan 1 lembar kertas origami (ukuran 16 cm x 16 cm) sebagai 1 satuan luas (5 menit).
  • Guru memodelkan cara mengukur luas permukaan karton tersebut dengan menempelkan kertas origami satu per satu secara rapat, tanpa bertumpuk (tidak tumpang tindih) dan tanpa celah hingga seluruh permukaan tertutup (10 menit).
  • Guru bersama murid menghitung jumlah kertas origami yang menutupi karton tersebut (acuan: tepat 4 lembar origami) dan menyimpulkan secara terbimbing bahwa luas karton sama dengan 4 satuan kertas origami (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok yang terdiri atas 3-4 orang serta membagikan LKPD Praktik dan setumpuk kertas origami berukuran seragam (16 cm x 16 cm) (5 menit).
  • Murid melakukan tantangan permainan kelompok 'Tepat Menutup Permukaan' (Joyful Learning), yaitu berlomba secara cermat mengukur luas 2 benda di kelas: Permukaan Buku Gambar A3 (berukuran 32 cm x 48 cm) dan Permukaan Meja Siswa (berukuran 48 cm x 64 cm) dengan menyusun kertas origami hingga tertutup penuh tanpa celah dan tanpa tumpang tindih (20 menit).
  • Setiap kelompok menghitung jumlah lembar origami yang terpasang dan mencatat hasil pengukuran luasnya dalam bilangan cacah pada lembar kerja (acuan: Permukaan Buku Gambar A3 = 6 satuan kertas origami; Permukaan Meja Siswa = 12 satuan kertas origami) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mencocokkan hasil perhitungan bilangannya dengan kelompok lain dan memverifikasi mengapa tidak boleh ada celah atau bagian yang saling bertumpuk saat mengukur luas (10 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa luas permukaan benda dinyatakan oleh banyaknya lembaran satuan tidak baku (kertas origami) yang menutupi permukaan benda secara rapat tanpa celah berupa bilangan cacah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan rekapitulasi singkat mengenai prinsip pengukuran luas dengan satuan tidak baku (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (1 soal cerita bergambar) untuk dikerjakan secara mandiri (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bidang benda dengan ukuran kelipatan pas dari kertas origami untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi langsung oleh guru saat memastikan kerapatan penataan kertas origami, sedangkan kelompok yang cepat diberikan benda tambahan di kelas (seperti permukaan kursi siswa berukuran 32 cm x 32 cm) untuk diukur luasnya secara mandiri.
  • Produk: Hasil pengukuran dicatat dalam tabel bilangan cacah pada LKPD dengan panduan sketsa peletakan origami untuk kelompok pemula.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Guru menunjukkan gambar persegi panjang yang ditutup oleh susunan petak kertas origami berukuran sama dan bertanya: 'Jika sebuah bidang tertutup penuh oleh 6 lembar kertas origami tanpa celah dan tidak saling menumpuk, berapa satuan luas bidang tersebut dalam kertas origami?' (Acuan jawaban benar: 6 satuan kertas origami).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan tugas kelompok mengukur 2 bidang benda menggunakan lembar kertas origami: (1) Menutup permukaan Buku Gambar A3 (acuan: tepat tertutup oleh 6 lembar origami); (2) Menutup permukaan Meja Siswa (acuan: tepat tertutup oleh 12 lembar origami).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi (1 butir soal tertulis): 'Sebuah papan catur mini ditutupi seluruh permukaannya menggunakan kertas origami berukuran seragam tanpa celah dan tanpa tumpang tindih. Jika terdapat 3 baris kertas origami dan setiap baris terdiri atas 3 lembar, berapakah luas permukaan papan catur mini tersebut dalam satuan kertas origami?' (Acuan jawaban benar: 9 satuan kertas origami; diperoleh dari 3 x 3 = 9 lembar kertas origami yang menutupi permukaan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat menyusun kertas origami menutupi permukaan benda tanpa celah dan tanpa tumpang tindih.
  • Pemeriksaan ketepatan hasil pembilangan cacah pada LKPD pengukuran luas benda.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan mengukur luas menggunakan satuan tidak baku kertas origamiBelum mampu menyusun kertas origami secara rata (masih banyak celah kosong dan tumpang tindih lebih dari 3 lembar) sehingga hasil hitungan bilangan cacah luas permukaan salah untuk kedua benda.Mampu menyusun kertas origami dengan sedikit bimbingan guru, namun masih terdapat 1-2 bagian yang bertumpuk atau bercelah sehingga hasil hitungan bilangan cacah luas tepat pada 1 dari 2 benda (hanya tepat pada Buku Gambar = 6 origami, atau Meja = 12 origami).Mampu menyusun kertas origami menutupi seluruh permukaan benda secara rapat tanpa celah dan tanpa tumpang tindih serta menentukan hasil pengukuran luas berupa bilangan cacah secara tepat pada kedua benda (Buku Gambar A3 = 6 satuan kertas origami dan Meja Siswa = 12 satuan kertas origami) dengan sedikit arahan.Mampu secara mandiri dan konsisten menyusun kertas origami menutupi seluruh permukaan benda secara presisi tanpa celah dan tanpa tumpang tindih serta menentukan hasil pengukuran luas kedua benda berupa bilangan cacah dengan tepat (Buku Gambar A3 = 6 satuan origami dan Meja Siswa = 12 satuan origami) tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami konsep luas sebagai penutupan bidang secara penuh tanpa celah dan tanpa tumpang tindih?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membuat murid antusias dalam mengukur luas dengan kertas origami?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan saat menghitung jumlah total lembar satuan tidak baku yang terpasang?

Murid:

  • Apa yang terjadi jika kertas origami yang ditempel saling menindih atau ada celah kosong di antara kertas?
  • Berapa banyak kertas origami yang dibutuhkan kelompokmu untuk menutup meja siswa tadi?
  • Apakah kegiatan mengukur luas menggunakan kertas origami hari ini menyenangkan?

Pertemuan 2 — Pengukuran Luas Kertas Karton Menggunakan Satuan Tidak Baku Uang Mainan dan Buku Tulis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengukur luas menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan kehadiran murid di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menghitung luas permukaan buku gambar yang ditutup kartu bergambar secara rapat tanpa celah dan tanpa tumpang tindih (5 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan topik pengukuran luas permukaan kertas karton menggunakan satuan tidak baku berupa lembaran uang mainan dan buku tulis, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati demonstrasi guru saat meletakkan lembaran uang kertas mainan di atas karton kecil, dengan memperhatikan syarat pengukuran luas satuan tidak baku: seluruh permukaan harus tertutup rapat, rata, tanpa celah, dan tidak saling menumpuk (10 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan panduan guru mengenai aturan pengukuran luas menggunakan satuan tidak baku yang seragam pada suatu permukaan bidang datar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas 3-4 orang dan menerima perlengkapan berupa 1 lembar kertas karton ukuran sedang (30 cm x 40 cm), 20 lembar uang mainan berukuran sama, dan 6 buah buku tulis berukuran sama (5 menit).
  • Murid dalam kelompok melakukan aktivitas tantangan ceria: menyusun lembaran uang kertas mainan di atas karton hingga tertutup penuh tanpa celah dan tanpa tumpang tindih secepat dan setepat mungkin, lalu membilang total uang mainan yang menutupi karton sebagai bilangan cacah satuan luas (10 menit).
  • Murid mengulang pengukuran pada karton yang sama menggunakan satuan tidak baku kedua, yaitu menyusun buku tulis hingga menutupi karton secara rapat, kemudian membilang banyaknya buku tulis yang terpasang (15 menit).
  • Murid mencatat hasil pengukuran luas karton pada tabel lembar kerja: luas karton dengan satuan uang mainan = 12 lembar uang mainan; luas karton dengan satuan buku tulis = 4 buku tulis (acuan: tepat menutupi bidang karton 30 cm x 40 cm tanpa celah dan tanpa tindih) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok memeriksa keselarasan hasil pengukurannya dengan mencocokkan apakah ada celah yang tertinggal atau lembaran yang saling bertumpuk saat pengukuran dilakukan (10 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa pengukuran luas permukaan bidang datar dengan satuan tidak baku menghasilkan bilangan cacah yang berbeda jika ukuran satuan tidak bakunya berbeda (karena uang mainan lebih kecil dari buku tulis, dibutuhkan lebih banyak lembar uang mainan) (10 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan 2 butir soal asesmen akhir (cek pemahaman mandiri) secara tertulis untuk menentukan luas daerah yang tertutup satuan tidak baku berupa bilangan cacah (6 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pengerjaan murid dan merapikan alat peraga bersama-sama (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (estimasi luas permukaan benda menggunakan satuan tidak baku) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan karton dengan garis pandu kotak samar untuk murid yang kesulitan meratakan susunan tanpa celah, serta karton polos berukuran lebih luas bagi murid yang sudah mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dalam merapatkan satuan tidak baku pada kelompok yang masih menyisakan celah/tumpukan; kelompok yang cepat mengukur diberikan tantangan tambahan mengukur permukaan meja kelompok menggunakan satuan buku tulis yang sama.
  • Produk: Hasil pengukuran dicatat dalam bentuk tabel bilangan cacah luas pada lembar kerja sesuai panduan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan gambar permukaan buku gambar yang ditutup rapat oleh kartu bergambar berukuran sama: terdapat 6 kartu yang tersusun rapi (2 baris, 3 kolom) tanpa celah dan tanpa tumpang tindih. Guru bertanya: 'Berapa luas permukaan buku gambar tersebut dalam satuan kartu bergambar?' (Acuan jawaban benar: 6 kartu bergambar).

Proses:

  • Pengamatan saat murid bekerja dalam kelompok: (1) Ketepatan menata satuan uang mainan menutupi karton tanpa celah dan tanpa tumpang tindih (acuan: tepat 12 lembar uang mainan menutupi karton 30 cm x 40 cm); (2) Ketepatan menata satuan buku tulis menutupi karton tanpa celah dan tanpa tumpang tindih (acuan: tepat 4 buku tulis menutupi karton 30 cm x 40 cm); (3) Ketepatan menuliskan hasil pengukuran luas dalam bentuk bilangan cacah pada lembar kerja.

Akhir Pertemuan:

  • Soal tertulis cek pemahaman individu (2 butir): (1) Sebuah permukaan map plastik ditutupi penuh oleh uang mainan tanpa celah dan tanpa tumpang tindih sebanyak 4 baris, tiap baris berisi 2 lembar uang mainan. Berapa luas permukaan map tersebut dalam satuan uang mainan? (Acuan jawaban benar: 8 lembar uang mainan); (2) Sebuah bidang karton ditutupi penuh oleh buku tulis tanpa celah dan tanpa tumpang tindih berjumlah 3 kolom dan tiap kolom memuat 2 buku tulis. Berapa luas permukaan bidang karton tersebut dalam satuan buku tulis? (Acuan jawaban benar: 6 buku tulis).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menutupi karton dengan uang mainan dan buku tulis tanpa celah dan tanpa tumpang tindih
  • Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil ukur luas berupa bilangan cacah
  • Tes tertulis singkat (cek pemahaman) di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengukuran Luas Menggunakan Satuan Tidak Baku Uang Mainan dan Buku Tulis Berupa Bilangan CacahBelum mampu menyusun satuan tidak baku secara rapat (masih banyak celah lebar atau tumpang tindih lebih dari 3 lembar) dan hasil pembilangan bilangan cacah tidak sesuai acuan ukuran karton.Mampu menyusun satuan tidak baku namun masih terdapat 1-2 bagian yang bertumpang tindih atau bercelah, dan hasil pengukuran bilangan cacah meleset 1-2 satuan dari acuan (uang mainan: 10-11 atau 13-14 lembar; buku tulis: 3 atau 5 buku).Mampu menyusun uang mainan dan buku tulis menutupi karton secara rata tanpa celah dan tanpa tumpang tindih dengan benar sesuai arahan, serta membilang hasilnya secara tepat sesuai acuan (12 lembar uang mainan dan 4 buku tulis).Mampu menyusun uang mainan dan buku tulis menutupi seluruh karton secara mandiri, presisi tanpa celah dan tanpa tumpang tindih, serta secara tepat dan cepat membilang hasil pengukuran bilangan cacah sesuai acuan (12 lembar uang mainan dan 4 buku tulis) tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah memahami prinsip penutupan permukaan tanpa celah dan tanpa tumpang tindih saat mengukur luas?
  • Apakah pembagian alat peraga (uang mainan dan buku tulis) sudah cukup dan mendukung keaktifan setiap anggota kelompok?

Murid:

  • Bagian mana yang paling menyenangkan saat mengukur luas karton bersama teman kelompok?
  • Mengapa kita tidak boleh menumpuk uang mainan atau membiarkan ada ruang kosong saat mengukur luas permukaan?

Pertemuan 3 — Estimasi Luas Permukaan Benda Berupa Bilangan Cacah Menggunakan Satuan Tidak Baku — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Mengestimasi luas menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (5 menit).
  • Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan kembali penutupan permukaan meja menggunakan kertas tanpa celah dan menindih dari pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengamati sampul buku tulis dan menduga berapa lembar kartu nama (ukuran 9x5 cm) yang menutupi sampul tersebut (ukuran 21x15 cm) tanpa celah dan saling tumpuk, lalu menuliskan dugaannya pada lembar kecil (acuan rentang wajar: 6 sampai 8 lembar kartu nama; perhitungan teoritis 21x15=315 cm² dibagi 45 cm² = 7 lembar) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang konsep 'estimasi' (menduga bilangan cacah luas permukaan berdasarkan ukuran satu satuan penutup tanpa langsung menata semuanya) menggunakan 1 lembar kertas origami di sudut papan alas ujian (10 menit).
  • Murid bersama kelompoknya mengamati 3 benda di meja belajar (sampul buku gambar A4, permukaan kotak pensil, permukaan map plastik) dan satu jenis satuan tidak baku (lembar kertas origami ukuran 12x12 cm) untuk memahami keterkaitan ruang permukaan dengan satuan penutup (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan tebak luas 'Teka-Teki Tebak Tutup' secara menggembirakan: murid pertama menduga bilangan cacah luas permukaan kotak pensil dengan menempelkan 1 kertas sticky note di sudut, lalu murid kedua membuktikan dengan menutup seluruh permukaan secara rapi tanpa celah (15 menit).
  • Murid secara berkelompok mengisi Lembar Eksplorasi Estimasi Luas untuk 3 benda berikut menggunakan satuan tidak baku: (1) Sampul Buku Gambar A4 menggunakan kertas origami 12x12 cm; (2) Permukaan Meja Murid menggunakan buku tulis; (3) Permukaan Map Kertas menggunakan uang mainan (acuan rentang estimasi wajar: Benda 1 = 4-6 lembar origami; Benda 2 = 12-16 buku tulis; Benda 3 = 6-8 lembar uang mainan) (15 menit).
  • Murid melakukan verifikasi hasil estimasi dengan menutupi permukaan benda secara penuh menggunakan satuan tidak baku terkait dan mencatat selisih antara bilangan estimasi dengan hasil pembuktian nyata (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mendiskusikan bersama kelompok mengapa estimasi luas mereka bisa sangat dekat (selisih kecil) atau cukup jauh (selisih besar) terhadap hasil penutupan nyata menggunakan satuan tidak baku (10 menit).
  • Perwakilan kelompok mengemukakan strategi estimasi yang paling membantu, misalnya dengan membayangkan baris dan kolom satuan penutup sebelum menatanya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai cara mengestimasi luas permukaan benda menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah yang masuk akal (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 butir cek pemahaman estimasi cepat dan memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya tentang estimasi luas satuan baku (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan ukuran satuan tidak baku (kertas origami ukuran besar 16x16 cm untuk kelompok yang membutuhkan peragaan lebih konkret, dan ukuran standar 12x12 cm atau uang mainan untuk kelompok reguler).
  • Proses: Memberikan panduan bingkai baris-kolom (grid bantuan) bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam membayangkan penutupan permukaan, serta membebaskan murid mahir langsung melakukan estimasi visual.
  • Produk: Murid dapat menyajikan hasil estimasi dan verifikasi dalam bentuk tabel perbandingan sederhana atau kartu catatan selisih estimasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tebak luas sampul buku tulis (21x15 cm) menggunakan kartu nama (9x5 cm): murid menuliskan estimasi bilangan cacah penutup tanpa celah (acuan jawaban benar: estimasi berada dalam rentang bilangan cacah 6 sampai 8 lembar kartu nama).

Proses:

  • Penilaian proses pada Lembar Eksplorasi Estimasi Luas untuk 3 benda dengan rincian target: (1) Sampul Buku Gambar A4 diestimasi dengan kertas origami (acuan rentang: 4-6 lembar); (2) Permukaan Meja Murid diestimasi dengan buku tulis (acuan rentang: 12-16 buku tulis); (3) Permukaan Map Kertas diestimasi dengan uang mainan (acuan rentang: 6-8 lembar uang mainan). Kriteria: estimasi dinilai tepat jika masuk dalam rentang acuan dan pembuktian penutupan dilakukan tanpa celah dan tanpa tumpuk.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi: Murid mengamati gambar persegi panjang berukuran 30 cm x 20 cm yang telah ditempeli 1 buah persegi kertas ukuran 10 cm x 10 cm di pojok kiri atas, lalu menentukan estimasi luas total permukaan dalam bilangan cacah persegi kertas (acuan jawaban tepat: 6 persegi kertas; toleransi estimasi dapat diterima: 5 sampai 7 persegi kertas).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat tantangan tebak luas berpasangan (ketepatan membidik estimasi luas bilangan cacah)
  • Penilaian lembar kerja kelompok: keakuratan estimasi luas 3 benda menggunakan satuan tidak baku

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Estimasi luas permukaan benda menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacahBelum mampu mengestimasi luas benda; dugaan bilangan cacah berada jauh di luar rentang acuan untuk seluruh 3 benda (kurang dari separuh atau lebih dari dua kali lipat acuan).Mampu mengestimasi luas permukaan dengan bilangan cacah yang masuk rentang acuan pada 1 dari 3 benda yang ditentukan.Mampu mengestimasi luas permukaan dengan bilangan cacah yang masuk rentang acuan pada 2 dari 3 benda yang ditentukan.Mampu mengestimasi luas permukaan dengan bilangan cacah yang masuk rentang acuan secara mandiri dan konsisten pada seluruh 3 benda yang ditentukan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi visual membayangkan baris dan kolom efektif membantu murid mengestimasi luas permukaan?
  • Bagian mana dari kegiatan estimasi satuan tidak baku yang masih membuat murid kesulitan menentukan bilangan cacah yang mendekati?

Murid:

  • Bagaimana caramu memperkirakan banyaknya kertas penutup sebelum meletakkannya satu per satu?
  • Apa yang membuat tebakan luasanmu sangat dekat dengan hasil penutupan sebenarnya?

Pertemuan 4 — Estimasi Luas Bangun Datar Menggunakan Satuan Baku Persegi Satuan Berupa Bilangan Cacah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Mengestimasi luas menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid melakukan hening sejenak untuk memusatkan perhatian belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengestimasi luas bangun datar menggunakan satuan baku persegi satuan berupa bilangan cacah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengamati 2 gambar bangun pada kisi petak di papan tulis, yaitu Bangun A (persegi panjang utuh 3x2 petak penuh = 6 persegi satuan) dan Bangun B (segitiga siku-siku dengan 2 petak penuh dan 2 petak terpotong setengah = estimasi 3 persegi satuan). Guru mencatat kesiapan awal murid dalam mengenali petak utuh dan bagian petak (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara mengestimasi luas bangun datar pada kertas berpetak (grid persegi satuan berukuran 1 cm x 1 cm) menggunakan konvensi estimasi: petak penuh dihitung 1, petak yang terisi setengah atau lebih dihitung 1, sedangkan petak yang terisi kurang dari setengah diabaikan (dihitung 0) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan diajak mencermati contoh bentuk bangun datar trapesium di layar/papan tulis yang menutupi 4 petak penuh dan 2 petak terpotong tepat setengah, lalu bersama guru menyimpulkan estimasi luasnya adalah 4 + 1 = 5 persegi satuan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan tantangan berpasangan 'Tebak & Buktikan Petak Satuan': murid secara bergantian saling memperlihatkan kartu bangun berpetak dan menebak estimasi luasnya secara cepat sebelum menghitung rinci (15 menit).
  • Murid bekerja berpasangan menyelesaikan Lembar Aktivitas Estimasi Luas Bangun Datar yang memuat 4 bangun datar pada kertas berpetak (persegi satuan): (1) Bangun 1 (jajar genjang miring: memuat 6 petak penuh dan 4 petak setengah; acuan: estimasi luas = 8 persegi satuan), (2) Bangun 2 (segitiga: memuat 3 petak penuh, 2 petak setengah, dan 2 petak kurang dari setengah; acuan: estimasi luas = 4 persegi satuan), (3) Bangun 3 (layang-layang: memuat 5 petak penuh dan 4 petak setengah; acuan: estimasi luas = 7 persegi satuan), (4) Bangun 4 (bangun gabungan L terpancung: memuat 8 petak penuh, 2 petak setengah, dan 1 petak kurang dari setengah; acuan: estimasi luas = 9 persegi satuan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya membandingkan hasil estimasi luas bangun datar yang telah dihitung dengan kunci acuan kelas dan mengidentifikasi ketepatan penghitungan petak setengah atau lebih (10 menit).
  • Perwakilan murid menyampaikan strategi yang dirasa paling membantu dalam mengestimasi bagian petak yang tidak utuh tanpa merasa bingung (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep estimasi luas menggunakan persegi satuan dan mengapresiasi kerja sama murid (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir soal cek pemahaman estimasi luas bangun datar secara mandiri pada selembar kertas berpetak (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas berpetak dengan grid lebih besar (persegi satuan berukuran 2 cm x 2 cm) dan tanda warna berbeda pada petak penuh serta setengah. Murid yang mahir diberikan bangun datar dengan bentuk poligon lebih kompleks pada grid standar.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan didampingi guru dengan bimbingan bertahap (scaffolding) menghitung petak penuh terlebih dahulu kemudian menjumlahkan pasangan petak setengah. Murid yang cepat langsung bekerja mandiri menyelesaikan tantangan estimasi bangun komposit.
  • Produk: Murid menuangkan hasil estimasi luas berupa bilangan cacah persegi satuan pada lembar kerja berpasangan maupun mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di papan tulis: murid menentukan luas 2 bangun pada petak satuan: (1) Bangun A berukuran 3x2 petak utuh (acuan tepat: 6 persegi satuan); (2) Bangun B segitiga siku-siku dengan 2 petak penuh dan 2 petak setengah (acuan tepat: 3 persegi satuan). Murid yang menjawab benar kedua butir dikelompokkan siap mandiri, sedangkan yang belum tepat dikelompokkan butuh bimbingan konkret.

Proses:

  • Penilaian formatif pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar aktivitas 4 bangun datar: (1) Bangun 1 (acuan: 8 persegi satuan), (2) Bangun 2 (acuan: 4 persegi satuan), (3) Bangun 3 (acuan: 7 persegi satuan), (4) Bangun 4 (acuan: 9 persegi satuan). Kriteria tuntas: menyelesaikan minimal 3 dari 4 butir estimasi secara tepat berupa bilangan cacah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis mandiri di penutup (2 butir): (1) Butir 1: Bangun trapesium siku-siku pada kisi petak dengan 5 petak penuh dan 2 petak setengah (acuan jawaban: 6 persegi satuan); (2) Butir 2: Bangun segitiga pada kisi petak dengan 4 petak penuh, 2 petak setengah, dan 2 petak di bawah setengah (acuan jawaban: 5 persegi satuan). Kriteria: tepat menuliskan bilangan cacah hasil estimasi sesuai acuan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat menghitung petak penuh dan petak setengah pada lembar aktivitas berpetak
  • Pemeriksaan hasil lembar kerja estimasi luas bangun datar 4 butir
  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi (2 butir estimasi luas bangun datar)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Estimasi luas bangun datar menggunakan satuan baku persegi satuanMengestimasi luas bangun datar dengan benar pada paling banyak 1 dari 4 bangun datar yang disediakan (acuan: Bangun 1 = 8, Bangun 2 = 4, Bangun 3 = 7, Bangun 4 = 9 persegi satuan) dan masih keliru memperhitungkan petak setengah.Mengestimasi luas bangun datar dengan benar pada 2 dari 4 bangun datar yang disediakan (acuan: Bangun 1 = 8, Bangun 2 = 4, Bangun 3 = 7, Bangun 4 = 9 persegi satuan) dengan bantuan guru.Mengestimasi luas bangun datar dengan benar pada 3 dari 4 bangun datar yang disediakan (acuan: Bangun 1 = 8, Bangun 2 = 4, Bangun 3 = 7, Bangun 4 = 9 persegi satuan) secara mandiri.Mengestimasi luas bangun datar dengan benar pada seluruh (4 dari 4) bangun datar yang disediakan (acuan: Bangun 1 = 8, Bangun 2 = 4, Bangun 3 = 7, Bangun 4 = 9 persegi satuan) secara mandiri dan konsisten menerapkan aturan petak setengah atau lebih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan konvensi petak setengah atau lebih memudahkan murid mengestimasi luas bangun datar berupa bilangan cacah?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami bahwa estimasi tetap menghasilkan bilangan cacah yang logis?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan tantangan berpasangan 'Tebak & Buktikan Petak Satuan'?

Murid:

  • Apa yang kamu lakukan jika menemukan petak yang hanya terpotong sedikit (kurang dari setengah)?
  • Apakah kamu merasa terbantu menghitung petak penuh terlebih dahulu sebelum menghitung petak setengah?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan dan mudah dipahami?

Pertemuan 5 — Pengukuran Luas Daerah Menggunakan Satuan Baku Persegi Satuan Berupa Bilangan Cacah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Mengukur luas menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar bangun datar berpetak 3 x 2 petak persegi dan meminta murid menghitung luasnya secara lisan berupa bilangan cacah (acuan jawaban: 6 persegi satuan) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati penjelasan guru dan gambar peraga mengenai konsep luas daerah yang dinyatakan dalam satuan baku persegi satuan berukuran sama (1 cm x 1 cm) tanpa celah dan tanpa tumpang tindih (15 menit).
  • Murid mengamati pemodelan cara menghitung jumlah persegi satuan pada 2 bangun datar persegi panjang: Bangun A (panjang 4 petak, lebar 2 petak, luas = 8 persegi satuan) dan Bangun B (panjang 3 petak, lebar 3 petak, luas = 9 persegi satuan) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Berburu Luas Petak': berlomba menyusun kepingan persegi satuan plastik pada 3 kartu cetak pola bangun berpetak untuk mengukur luasnya berupa bilangan cacah (Kartu 1 luas = 10 persegi satuan; Kartu 2 luas = 12 persegi satuan; Kartu 3 luas = 15 persegi satuan) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan pengukuran luas daerah pada 4 gambar bangun datar berpetak: Gambar P (persegi panjang 5 x 2 petak; acuan: 10 persegi satuan), Gambar Q (persegi 4 x 4 petak; acuan: 16 persegi satuan), Gambar R (bentuk L tersusun dari 7 petak; acuan: 7 persegi satuan), dan Gambar S (bentuk tangga tersusun dari 9 petak; acuan: 9 persegi satuan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil perhitungan luas pada 4 gambar latihan dengan bimbingan konfirmasi guru, lalu mengidentifikasi apakah ada petak yang terlewat atau terhitung ganda (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara mengukur luas daerah menggunakan satuan baku persegi satuan berupa bilangan cacah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai pengukuran luas daerah berpetak dengan satuan sentimeter persegi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bangun datar berpetak teratur (persegi panjang) untuk kelompok yang butuh penguatan, serta bangun datar berpetak majemuk/tidak beraturan (bentuk L dan T) untuk kelompok mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dengan menandai nomor urut pada setiap persegi satuan bagi murid yang kesulitan mencacah, sedangkan murid mahir diarahkan menggunakan perkalian baris x kolom.
  • Produk: Semua murid mengukur dan menuliskan hasil luas daerah dalam bilangan cacah persegi satuan pada lembar kerja yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan gambar bangun datar berpetak ukuran 3 x 2 petak dan menanyakan: 'Berapa luas bangun ini dalam persegi satuan?' (Acuan jawaban benar: 6 persegi satuan. Murid yang menjawab 6 siap mengikuti inti; murid yang belum tepat diberi pendampingan konkret).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas berpasangan 'Berburu Luas Petak' mengisi 3 kartu pola: Kartu 1 (acuan: 10 persegi satuan), Kartu 2 (acuan: 12 persegi satuan), dan Kartu 3 (acuan: 15 persegi satuan). Guru mencatat ketepatan murid menutupi permukaan tanpa celah dan menghitung total petaknya.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar latihan mandiri 4 butir soal bangun datar berpetak: (1) Gambar P ukuran 5 x 2 (kunci: 10 persegi satuan); (2) Gambar Q ukuran 4 x 4 (kunci: 16 persegi satuan); (3) Gambar R bentuk L (kunci: 7 persegi satuan); (4) Gambar S bentuk tangga (kunci: 9 persegi satuan).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik singkat menghitung luas petak pada pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada aktivitas 'Berburu Luas Petak'
  • Penilaian tugas tertulis mengukur luas daerah pada 4 gambar bangun berpetak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengukuran Luas Menggunakan Persegi SatuanBelum mampu mengukur luas bangun datar menggunakan persegi satuan secara tepat (0-1 dari 4 gambar benar).Mampu mengukur luas daerah menggunakan persegi satuan berupa bilangan cacah secara tepat pada 2 dari 4 gambar berpetak.Mampu mengukur luas daerah menggunakan persegi satuan berupa bilangan cacah secara tepat pada 3 dari 4 gambar berpetak.Mampu mengukur luas daerah menggunakan persegi satuan berupa bilangan cacah secara mandiri dan tepat pada seluruh 4 gambar berpetak (Gambar P: 10, Q: 16, R: 7, S: 9 persegi satuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami konsep bahwa luas daerah berpetak ditentukan oleh cacah persegi satuan penyusunnya?
  • Apakah aktivitas permainan konkret berpasangan efektif memotivasi murid dalam menghitung luas daerah?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan menghitung persegi satuan yang paling mudah atau menantang bagimu?
  • Bagaimana caramu memastikan semua petak persegi sudah terhitung tanpa ada yang terlewat?

Pertemuan 6 — Pengukuran Luas Daerah Berpetak Menggunakan Satuan Baku Sentimeter Persegi Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Mengukur luas menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengukur luas daerah berpetak menggunakan satuan baku sentimeter persegi (cm²) berupa bilangan cacah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan gambar persegi berukuran panjang 1 cm dan lebar 1 cm di papan tulis, lalu meminta murid menyebutkan luas 1 petak tersebut (acuan: luas 1 petak dengan ukuran 1 cm × 1 cm adalah 1 sentimeter persegi atau 1 cm²) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati penjelasan guru mengenai konsep satuan baku luas daerah berpetak, di mana 1 petak persegi berukuran 1 cm × 1 cm memiliki luas 1 sentimeter persegi (cm²) (5 menit).
  • Murid mencermati demonstrasi guru dalam menghitung luas bangun datar berpetak utuh dengan membilang jumlah persegi satuan 1 cm² secara teratur satu per satu hingga mendapatkan bilangan cacah luas bangun tersebut (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan cepat 'Sentimeter Berburu Petak', yaitu menandai dan membilang persegi satuan 1 cm² pada 3 bentuk bangun berpetak yang dibagikan guru (Bangun 1 berbentuk persegi panjang 3×2 petak; Bangun 2 berbentuk L tersusun dari 5 petak; Bangun 3 berbentuk tangga tersusun dari 6 petak) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Pengukuran Luas Daerah Berpetak yang memuat 4 butir bangun datar berpetak (butir 1 berukuran 4 petak persegi; butir 2 berukuran 8 petak persegi; butir 3 berukuran 10 petak persegi; butir 4 berukuran 12 petak persegi, masing-masing petak berukuran 1 cm × 1 cm) dengan menghitung dan menuliskan hasil luasnya berupa bilangan cacah dalam satuan sentimeter persegi (cm²) (acuan kunci: butir 1 = 4 cm²; butir 2 = 8 cm²; butir 3 = 10 cm²; butir 4 = 12 cm²) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil perhitungan luas 4 bangun berpetak dan murid memeriksa sendiri ketepatan langkah penghitungannya dengan menandai nomor petak yang telah dihitung (5 menit).
  • Murid membagikan strategi menghitung petak yang paling teliti agar tidak ada petak yang terlewat atau terhitung ganda (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa luas daerah berpetak dengan sisi 1 cm diperoleh dengan menjumlahkan seluruh petak utuh, dan hasilnya dinyatakan dalam bilangan cacah dengan satuan sentimeter persegi (cm²) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai satuan meter persegi, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan gambar berpetak dengan nomor urut yang sudah tercetak tipis sebagai pemandu pembilangan, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan gambar bangun berpetak dengan bentuk kombinasi yang lebih banyak (hingga 16 petak persegi).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibimbing menandai petak satu per satu dengan tanda centang berwarna, sementara murid mahir menghitung secara mandiri dengan strategi pembilangan cepat.
  • Produk: Semua murid menghasilkan laporan hasil pengukuran luas 4 butir bangun datar berpetak dalam satuan cm² sesuai tingkat kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: Guru menampilkan gambar 1 buah persegi bersisi 1 cm x 1 cm pada kertas berpetak dan menanyakan, 'Berapakah luas 1 petak persegi ini dalam satuan baku sentimeter persegi?' (acuan jawaban: 1 sentimeter persegi atau 1 cm²).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menandai dan menghitung luas 3 bangun pada aktivitas berpasangan 'Sentimeter Berburu Petak' (acuan kunci: Bangun 1 = 6 cm²; Bangun 2 = 5 cm²; Bangun 3 = 6 cm²).
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 butir Lembar Kerja Pengukuran Luas Daerah Berpetak (acuan kunci: butir 1 = 4 cm²; butir 2 = 8 cm²; butir 3 = 10 cm²; butir 4 = 12 cm²).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menuliskan hasil pengukuran pada satu soal uji cepat di buku tulis, yaitu mengukur luas bangun persegi panjang berpetak 3 baris dan 5 kolom (masing-masing petak 1 cm × 1 cm) (acuan kunci: 15 sentimeter persegi atau 15 cm²).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat tantangan berpasangan menghitung petak luas 1 cm²
  • Penilaian Lembar Kerja Pengukuran Luas Daerah Berpetak 4 butir soal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengukur luas daerah berpetak menggunakan satuan baku sentimeter persegi (cm²)Mampu mengukur luas daerah berpetak dengan tepat maksimal 1 dari 4 butir soal LK (acuan kunci butir 1: 4 cm², butir 2: 8 cm², butir 3: 10 cm², butir 4: 12 cm²).Mampu mengukur luas daerah berpetak dengan tepat sebanyak 2 dari 4 butir soal LK (acuan kunci butir 1: 4 cm², butir 2: 8 cm², butir 3: 10 cm², butir 4: 12 cm²).Mampu mengukur luas daerah berpetak dengan tepat sebanyak 3 dari 4 butir soal LK (acuan kunci butir 1: 4 cm², butir 2: 8 cm², butir 3: 10 cm², butir 4: 12 cm²).Mampu mengukur luas daerah berpetak dengan tepat pada seluruh 4 butir soal LK secara mandiri (acuan kunci butir 1: 4 cm², butir 2: 8 cm², butir 3: 10 cm², butir 4: 12 cm²).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membilang dan menandai persegi satuan 1 cm² secara teratur tanpa ada petak yang terlewat?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami makna satuan sentimeter persegi (cm²) sebagai satuan baku luas?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat kamu menghitung banyaknya petak sentimeter persegi pada bangun tadi?
  • Apa cara yang kamu pakai agar tidak salah menghitung jumlah petak persegi pada gambar?

Pertemuan 7 — Pengukuran Luas Menggunakan Satuan Baku Meter Persegi Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Mengukur luas menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru memberikan apersepsi dengan membentangkan satu lembar koran berukuran 1 meter x 1 meter (1 meter persegi / 1 m²) di lantai, lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai kepraktisan mengukur luas lantai yang luas dibanding menggunakan persegi sentimeter (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar denah berpetak meter persegi di papan tulis untuk dijawab murid: (1) Persegi panjang berpetak 3 baris x 2 kolom; (2) Bangun berbentuk L berpetak 5 petak satuan meter persegi. Acuan jawaban: (1) 6 meter persegi / 6 m²; (2) 5 meter persegi / 5 m² (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati model nyata 1 meter persegi (kertas terpal/koran berukuran 1 m x 1 m) dan mencermati bahwa daerah yang ditutupi oleh 1 petak berukuran 1 m x 1 m disebut 1 meter persegi (ditulis 1 m²) (5 menit).
  • Murid bersama guru menghitung luas petak lantai panggung mini kelas yang ditutup tiruan meter persegi secara berurutan dan teratur tanpa celah maupun tumpang tindih untuk menghasilkan bilangan cacah yang tepat (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berkelompok (3-4 orang) berpartisipasi dalam tantangan menggembirakan 'Misi Detektif Meter Persegi': mengukur 3 area lantai yang sudah dibatasi garis pita pembatas di ruangan kelas menggunakan model alat ukur 1 m² dari karton (Area A: area pojok baca berukuran 2 m x 2 m; Area B: lorong meja guru berukuran 1 m x 3 m; Area C: area papan tulis berukuran 1 m x 4 m) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Pengukuran Luas Satuan Baku Meter Persegi berisi 4 gambar daerah berpetak meter persegi: Gambar 1 (persegi 3 m x 3 m), Gambar 2 (persegi panjang 2 m x 5 m), Gambar 3 (bangun datar bertangga dengan 7 petak), dan Gambar 4 (bangun datar U dengan 8 petak). Acuan jawaban: Gambar 1 = 9 m², Gambar 2 = 10 m², Gambar 3 = 7 m², Gambar 4 = 8 m² (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil perhitungan luas dari Misi Detektif (Area A = 4 m², Area B = 3 m², Area C = 4 m²) dan mengevaluasi ketepatan cara menempelkan petak meter persegi tanpa saling bertumpuk (10 menit).
  • Murid merefleksikan proses pengukuran luas yang telah dilakukan, mengidentifikasi mengapa satuan meter persegi lebih efisien daripada sentimeter persegi untuk mengukur ruangan luas (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bahwa luas daerah bidang datar yang luas dapat diukur menggunakan satuan baku meter persegi (m²) dengan menghitung banyaknya petak 1 meter persegi yang menutupi permukaan tanpa celah dan tanpa tumpang tindih berupa bilangan cacah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan belajar murid hari ini, menginformasikan materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alat peraga fisik petak 1 m² dari karton tebal untuk kelompok yang membutuhkan peragaan nyata dan denah petak visual berwarna pada lembar kerja.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung dalam mencacah petak meter persegi satu demi satu menggunakan penanda nomor; murid yang sudah mahir diberikan gambar denah lantai berpetak lebih kompleks (kombinasi bentuk L dan T berpetak 12-16 petak 1 m²).
  • Produk: Semua murid menyelesaikan laporan perhitungan luas dalam bilangan cacah meter persegi (m²).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan 2 gambar berpetak satuan meter persegi di papan tulis dan meminta murid menuliskan luasnya pada papan tulis kecil/kertas: Gambar 1 (persegi panjang 3 baris x 2 kolom) dan Gambar 2 (bangun datar L terdiri dari 5 petak). Acuan jawaban benar: Gambar 1 = 6 m²; Gambar 2 = 5 m².

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat kelompok mengukur luas 3 area berbatas pita menggunakan alat peraga 1 m² (Acuan: Area A = 4 m², Area B = 3 m², Area C = 4 m²).
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri menghitung luas 4 gambar berpetak meter persegi (Acuan jawaban: Gambar 1 = 9 m²; Gambar 2 = 10 m²; Gambar 3 = 7 m²; Gambar 4 = 8 m²).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab 2 butir soal pada lembar keluar (exit ticket): (1) Sebuah taman mini berpetak ditutupi oleh petak 1 m² sebanyak 4 baris dan masing-masing baris ada 3 petak, berapakah luas taman tersebut? (Acuan: 12 m²); (2) Bangun datar berpetak memiliki 6 petak utuh berukuran 1 m x 1 m, berapakah luasnya? (Acuan: 6 m²).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal berupa hitung petak meter persegi pada denah di papan tulis
  • Unjuk kerja praktik pengukuran luas area lantai menggunakan alat peraga 1 m² pada Misi Detektif Meter Persegi
  • Tes tertulis formatif lembar latihan 4 gambar berpetak satuan meter persegi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengukur Luas Menggunakan Satuan Baku Meter Persegi Berupa Bilangan CacahBelum mampu mengukur luas daerah berpetak meter persegi; menjawab dengan benar kurang dari 2 dari 4 gambar pada lembar latihan (kurang dari 2 jawaban benar dari acuan: Gambar 1 = 9 m², Gambar 2 = 10 m², Gambar 3 = 7 m², Gambar 4 = 8 m²).Mampu mengukur luas daerah berpetak meter persegi dengan tepat pada 2 dari 4 gambar pada lembar latihan sesuai acuan (acuan: Gambar 1 = 9 m², Gambar 2 = 10 m², Gambar 3 = 7 m², Gambar 4 = 8 m²).Mampu mengukur luas daerah berpetak meter persegi dengan tepat pada 3 dari 4 gambar pada lembar latihan sesuai acuan (acuan: Gambar 1 = 9 m², Gambar 2 = 10 m², Gambar 3 = 7 m², Gambar 4 = 8 m²).Mampu mengukur luas daerah berpetak meter persegi dengan tepat pada seluruh 4 gambar pada lembar latihan secara mandiri tanpa kekeliruan (seluruh acuan terpenuhi: Gambar 1 = 9 m², Gambar 2 = 10 m², Gambar 3 = 7 m², Gambar 4 = 8 m²).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan model konkret karton 1 m² efektif membantu murid memahami satuan baku meter persegi?
  • Apakah alokasi waktu untuk praktik mengukur lantai kelas mencukupi bagi semua kelompok?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan mengukur dengan meter persegi hari ini yang paling menyenangkan?
  • Kapan kita lebih tepat menggunakan satuan meter persegi dibandingkan sentimeter persegi?

Pertemuan 8 — Pengukuran Volume Wadah Menggunakan Satuan Tidak Baku Gelas Plastik Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Mengukur volume menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengukur volume wadah menggunakan satuan tidak baku gelas plastik dan menyatakannya dalam bilangan cacah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 1 mangkuk kosong dan menuangkan air menggunakan 1 gelas plastik sampai penuh sebanyak 2 kali penuangan, lalu meminta murid menyebutkan bilangan cacah hasil pengukuran volume mangkuk tersebut (acuan: volume mangkuk = 2 gelas plastik) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan pengisian wadah berupa toples transparan menggunakan gelas plastik kecil yang diisi air hingga batas bibir gelas secara penuh dan cermat (Berkesadaran) (7 menit).
  • Guru bersama murid membilang bersama setiap penuangan air gelas plastik ke dalam toples hingga terisi penuh, lalu menegaskan konsep bahwa volume toples dinyatakan dengan banyaknya penuangan gelas plastik utuh berupa bilangan cacah (Bermakna) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan 'Detektif Volume Air': setiap pasangan menerima 2 wadah target yang telah disiapkan (Wadah A = Kotak Makan berkapasitas tepat 3 gelas plastik; Wadah B = Botol Plastik Mulut Lebar berkapasitas tepat 4 gelas plastik), 1 gelas plastik seragam sebagai alat ukur satuan tidak baku, dan baskom air (Menggembirakan) (5 menit).
  • Secara berkolaborasi, setiap pasangan mengukur volume Wadah A dengan menuangkan air menggunakan gelas plastik penuh sampai batas bibir kotak makan, menghitung jumlah penuangan utuh, lalu mencatat bilangan cacahnya pada lembar kerja (acuan: Wadah A = 3 gelas plastik) (10 menit).
  • Murid melanjutkan pengukuran untuk Wadah B dengan langkah yang sama sampai penuh dan mencatat bilangan cacah hasil penuangan pada lembar kerja (acuan: Wadah B = 4 gelas plastik) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pencatatan bilangan cacah pengukuran Wadah A dan Wadah B bersama kelompoknya untuk memastikan volume terukur dengan cermat tanpa tumpah berlebih (Berkesadaran) (5 menit).
  • Dua perwakilan pasangan murid menyebutkan hasil bilangan cacah pengukuran masing-masing wadah dan membandingkan kesesuaiannya dengan hasil pasangan lain (acuan: Wadah A = 3 gelas plastik; Wadah B = 4 gelas plastik) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bersama murid bahwa volume suatu wadah dapat diukur menggunakan satuan tidak baku seperti gelas plastik dan hasilnya dinyatakan dalam bilangan cacah sesuai banyaknya penuangan penuh (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat: murid menjawab satu pertanyaan lisan guru tentang volume teko air yang penuh setelah dituangi 6 gelas plastik penuh (acuan: volume teko = 6 gelas plastik), lalu guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan wadah dengan kapasitas bilangan cacah sederhana (2–3 gelas) untuk murid yang membutuhkan scaffolding, dan wadah berkapasitas lebih besar (5–6 gelas) untuk murid yang telah mahir.
  • Proses: Memberikan pendampingan teknis penuangan air agar tidak tumpah bagi murid yang memerlukan bimbingan, sementara murid yang mahir melakukan pengukuran secara mandiri.
  • Produk: Format pelaporan hasil pengukuran: murid yang membutuhkan bimbingan cukup menuliskan angka bilangan cacah pada lembar isian bergambar, sedangkan murid yang mahir menuliskan kalimat lengkap hasil pengukuran wadah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan peragaan langsung: Guru menuangkan 2 gelas plastik penuh air ke dalam mangkuk hingga penuh di depan kelas, lalu bertanya kepada murid: 'Berapa volume mangkuk ini jika diukur dengan satuan gelas plastik?' (acuan jawaban: 2 gelas plastik).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan penuangan air menggunakan gelas plastik ke Wadah A (kotak makan) dan Wadah B (botol mulut lebar) untuk menilai ketelitian pengisian penuh dan ketepatan membilang penuangan berupa bilangan cacah (acuan: Wadah A tepat 3 gelas plastik; Wadah B tepat 4 gelas plastik).

Akhir Pertemuan:

  • Pertanyaan cek pemahaman lisan penutup: 'Sebuah teko terisi penuh setelah dituangi air sebanyak 6 kali gelas plastik penuh. Berapakah volume teko tersebut dalam satuan tidak baku gelas plastik?' (acuan jawaban: 6 gelas plastik).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik pengukuran volume wadah menggunakan satuan tidak baku gelas plastik
  • Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengukuran volume berupa bilangan cacah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengukur volume wadah menggunakan satuan tidak baku gelas plastik berupa bilangan cacahBelum mampu mengukur volume wadah menggunakan gelas plastik dan belum tepat menentukan bilangan cacah penuangan pada kedua wadah (0 wadah tepat).Mampu mengukur volume wadah menggunakan gelas plastik dengan bimbingan guru dan menentukan bilangan cacah dengan tepat pada 1 dari 2 wadah target (acuan: Wadah A = 3 gelas plastik ATAU Wadah B = 4 gelas plastik).Mampu mengukur volume wadah menggunakan gelas plastik secara mandiri dan menentukan bilangan cacah hasil pengukuran dengan tepat pada seluruh 2 wadah target (acuan: Wadah A = 3 gelas plastik DAN Wadah B = 4 gelas plastik).Mampu mengukur volume wadah menggunakan gelas plastik secara mandiri, cermat tanpa tumpahan, dan menentukan bilangan cacah hasil pengukuran dengan tepat pada seluruh 2 wadah target (acuan: Wadah A = 3 gelas plastik DAN Wadah B = 4 gelas plastik) serta wadah tambahan pengayaan (acuan Wadah C = 5 gelas plastik).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi pengisian gelas plastik hingga penuh dapat dipahami dan dipraktikkan murid dengan tertib?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu saat menghitung banyaknya penuangan piringan/wadah air?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan mengukur air dengan gelas plastik yang paling menyenangkan bagimu?
  • Apakah kamu dapat menghitung banyaknya penuangan gelas air ke dalam wadah dengan benar?

Pertemuan 9 — Pengukuran Volume Kotak Menggunakan Satuan Tidak Baku Cangkir dan Botol Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Mengukur volume menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan alat peraga (kotak makan plastik berukuran sama, cangkir plastik kecil 100 mL, botol plastik sedang 300 mL, dan wadah pasir kering) serta menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu mengukur volume kotak menggunakan satuan tidak baku cangkir dan botol berupa bilangan cacah (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 ember kecil dan menanyakan berapa gayung air penuh yang dibutuhkan untuk mengisinya (acuan diagnostik: volume dihitung dari banyaknya satuan tak baku yang dituang sampai penuh) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan pengisian sebuah kotak peraga menggunakan cangkir plastik berisi pasir sampai penuh dan rata, lalu membimbing murid menghitung penuangan satu per satu secara berkesadaran bahwa setiap penuangan cangkir harus terisi penuh dan rata bibir cangkir (8 menit).
  • Guru memberikan tantangan tebak cepat bergembira di papan tulis berupa simulasi bergambar: 'Jika 1 kotak terisi penuh oleh 6 cangkir pasir, berapa bilangan cacah volume kotak tersebut?' Murid secara serentak dan bersemangat menjawab '6 cangkir' (acuan: volume kotak = 6 cangkir) (7 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok beranggotakan 3-4 orang, setiap kelompok menerima 1 kotak makan plastik (kapasitas 600 mL), 1 cangkir plastik (kapasitas 100 mL), 1 botol plastik (kapasitas 300 mL), wadah pasir, dan corong kecil (5 menit).
  • Setiap kelompok melakukan praktik nyata mengukur volume kotak makan menggunakan satuan cangkir: murid menyendok pasir dengan cangkir hingga penuh, menuangkannya ke kotak makan, dan mencatat bilangan cacah hasil penuangan hingga kotak terisi penuh (acuan: 6 cangkir penuh) (10 menit).
  • Kelompok mengosongkan kembali kotak makan, lalu mengukur ulang volume kotak makan yang sama menggunakan satuan botol plastik: murid mengisi botol hingga penuh, menuangkannya ke kotak makan dengan bantuan corong, dan mencatat bilangan cacah hasil penuangan hingga kotak penuh (acuan: 2 botol penuh) (10 menit).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil pengukuran pada Lembar Kerja Kelompok dengan membandingkan hasil bilangan cacah penuangan cangkir (6 cangkir) dan botol (2 botol) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok membacakan bilangan cacah hasil pengukuran volume kotaknya dan menyimpulkan bersama bahwa ukuran alat ukur tidak baku yang lebih besar (botol) menghasilkan bilangan cacah penuangan yang lebih sedikit dibandingkan cangkir (5 menit).
  • Murid merefleksikan cara kerja mereka: ketelitian mengisi cangkir dan botol hingga benar-benar penuh agar hasil hitungan bilangan cacah penuangan tepat dan tidak tumpah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan konsep bahwa volume kotak dapat dinyatakan dalam bilangan cacah menggunakan satuan tidak baku seperti cangkir dan botol (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir mandiri berisi 2 butir soal pengukuran volume satuan tidak baku (acuan kunci disediakan lengkap) (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan motivasi belajar dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan wadah kotak dengan ukuran kapasitas sama (600 mL) dengan label panduan garis batas penuh untuk kelompok yang memerlukan bimbingan visual konkrit.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam memastikan penuangan cangkir benar-benar penuh dan tidak tumpah; murid yang mandiri mengukur secara bergiliran dalam kelompok tanpa bantuan langsung.
  • Produk: Kelompok cepat menyelesaikan pengukuran volume kotak kedua (kapasitas 900 mL: acuan 9 cangkir atau 3 botol), sementara kelompok reguler fokus menuntaskan pengukuran kotak utama (kapasitas 600 mL: acuan 6 cangkir dan 2 botol).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: 'Jika sebuah wadah diisi air menggunakan sendok makan sebanyak 12 kali hingga penuh, berapakah volume wadah tersebut dalam satuan sendok?' (Acuan jawaban: Volume wadah adalah 12 sendok makan).

Proses:

  • Pengamatan langsung keteraturan dan ketepatan murid menuangkan pasir menggunakan satuan cangkir dan botol hingga kotak makan penuh tanpa berceceran.
  • Pengecekan hasil pencatatan bilangan cacah pada lembar aktivitas: (1) Kotak makan terisi penuh dengan ... cangkir pasir (acuan: 6 cangkir); (2) Kotak makan terisi penuh dengan ... botol pasir (acuan: 2 botol).

Akhir Pertemuan:

  • Tes tertulis singkat 2 butir cek pemahaman individu: Butir 1: 'Sebuah kotak kue dapat memuat penuh beras setelah dituangi 8 cangkir beras. Berapakah volume kotak kue tersebut dalam satuan cangkir?' (Acuan jawaban benar: 8 cangkir). Butir 2: 'Kotak mainan diisi penuh bola kecil menggunakan wadah botol sebanyak 5 kali penuangan. Berapakah volume kotak mainan tersebut dalam satuan botol?' (Acuan jawaban benar: 5 botol).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat kelompok mengukur volume kotak menggunakan cangkir dan botol pasir hingga penuh.
  • Pemeriksaan lembar kerja pengukuran volume berisi bilangan cacah hasil penuangan cangkir dan botol.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengukur Volume Kotak Menggunakan Satuan Tidak Baku CangkirBelum mampu membilang penuangan cangkir secara tepat saat mengisi kotak hingga penuh (hasil penuangan meleset lebih dari 2 bilangan cacah dari acuan 6 cangkir) dan memerlukan bimbingan penuh.Mampu mengukur volume kotak dengan cangkir tetapi kurang konsisten mengisi cangkir hingga penuh rata (hasil penuangan selisih 1-2 bilangan cacah dari acuan 6 cangkir) dengan sedikit arahan.Mampu mengukur volume kotak menggunakan satuan cangkir secara tepat sesuai bilangan cacah penuangan penuh (tepat 6 cangkir) secara mandiri.Mampu mengukur volume kotak menggunakan satuan cangkir secara tepat (tepat 6 cangkir) dengan penuangan rapi tanpa tumpah serta konsisten mengisi cangkir tepat penuh rata bibir wadah secara mandiri.
Ketepatan Mengukur Volume Kotak Menggunakan Satuan Tidak Baku BotolBelum mampu membilang penuangan botol secara tepat saat mengisi kotak hingga penuh (hasil penuangan meleset lebih dari 1 bilangan cacah dari acuan 2 botol) dan memerlukan bimbingan penuh.Mampu mengukur volume kotak dengan botol namun volume botol belum diisi hingga batas penuh mulut botol (hasil penuangan selisih 1 bilangan cacah dari acuan 2 botol) dengan arahan guru.Mampu mengukur volume kotak menggunakan satuan botol secara tepat sesuai bilangan cacah penuangan penuh (tepat 2 botol) secara mandiri.Mampu mengukur volume kotak menggunakan satuan botol secara tepat (tepat 2 botol) dengan penuangan rapi menggunakan corong tanpa tumpah secara mandiri dan cermat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media pasir, cangkir, dan botol yang disiapkan memudahkan murid memahami pengukuran volume dalam bilangan cacah?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok selama aktivitas penuangan dan pencatatan hasil ukur volume?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan menakar volume kotak dengan cangkir dan botol yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu dapat menghitung berapa banyak cangkir dan botol yang diperlukan sampai kotak terisi penuh?

Pertemuan 10 — Estimasi Volume Wadah Menggunakan Satuan Tidak Baku Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.5 Mengestimasi volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan fisik dan psikis murid untuk belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan estimasi volume wadah menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes tebak cepat: Guru menunjukkan toples bening kosong dan 1 cangkir plastik kecil berisi beras/air, lalu meminta murid menuliskan estimasi bilangan cacah berapa cangkir yang muat ke toples (acuan rentang estimasi wajar: 3 sampai 5 cangkir, volume riil = 4 cangkir) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan penuangan 1 gelas plastik air ke dalam wadah toples sedang, lalu mengajak murid mengamati ketinggian air yang terisi (prinsip berkesadaran terhadap hubungan tinggi air dan kapasitas wadah) (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan bahwa estimasi volume adalah memperkirakan banyaknya satuan tidak baku (misal: gelas plastik) yang dapat mengisi wadah sampai penuh dengan bilangan cacah terdekat tanpa harus mengisi penuh terlebih dahulu (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil dan membagikan Lembar Kerja Tantangan Estimasi Volume beserta wadah uji (Wadah A: kotak makan plastik, Wadah B: mangkuk plastik besar, Wadah C: botol minum besar) serta satuan ukur tidak baku berupa gelas plastik kecil (prinsip menggembirakan melalui permainan tantangan tebak volume berpasangan/berkelompok) (5 menit).
  • Setiap kelompok mengamati bentuk wadah dan menuangkan tepat 1 gelas plastik air/pasir sebagai acuan patokan awal, kemudian mencatat angka estimasi bilangan cacah untuk memenuhi masing-masing wadah pada lembar kerja (acuan estimasi: Wadah A = 3 gelas, Wadah B = 5 gelas, Wadah C = 4 gelas; toleransi estimasi wajar ±1 dari volume riil) (10 menit).
  • Murid melakukan pembuktian dengan menuangkan gelas demi gelas hingga wadah penuh, menghitung jumlah riil bilangan cacah tuangan, lalu membandingkan hasil estimasi dengan hasil pengukuran riil (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memeriksa selisih antara angka estimasi dan hasil pengukuran riil pada ketiga wadah untuk melihat seberapa dekat estimasi yang dibuat (5 menit).
  • Murid mendiskusikan strategi estimasi yang berhasil, misalnya melihat proporsi wadah dan membayangkan tumpukan gelas dalam wadah (prinsip berkesadaran dalam mengevaluasi proses berpikir sendiri) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa mengestimasi volume wadah dengan satuan tidak baku dapat dilakukan dengan mengamati ukuran wadah dan membayangkan banyaknya tuangan satuan acuan dalam bilangan cacah (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 soal cek pemahaman cepat terkait estimasi volume wadah dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan wadah transparan dengan bentuk silinder sederhana; murid yang mahir diberikan wadah dengan bentuk tidak beraturan (misal teko melengkung atau vas bunga kecil).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan menuangkan 1 gelas terlebih dahulu lalu menandai ketinggiannya dengan spidol pada wadah transparan sebagai garis bantu estimasi.
  • Produk: Murid mahir diminta mencantumkan alasan numerik/perbandingan visual atas estimasi yang dibuat (misal: 'karena wadah C tingginya 2 kali wadah A, maka estimasi volume C adalah 2 kali lipat').

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual singkat: Guru memperlihatkan toples bening dan 1 cangkir plastik kecil berisi beras. Murid diminta menuliskan perkiraan berapa cangkir beras yang dibutuhkan untuk mengisi toples sampai penuh berupa bilangan cacah. (Kunci/acuan: volume riil toples = 4 cangkir; rentang estimasi wajar yang diterima adalah 3 sampai 5 cangkir).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja estimasi volume wadah menggunakan satuan tidak baku gelas plastik: (1) Wadah A (kotak makan plastik) - volume riil: 3 gelas, estimasi wajar: 2-4 gelas; (2) Wadah B (mangkuk besar) - volume riil: 5 gelas, estimasi wajar: 4-6 gelas; (3) Wadah C (botol minum besar) - volume riil: 4 gelas, estimasi wajar: 3-5 gelas. Kriteria: estimasi bernilai bilangan cacah dan berada dalam rentang toleransi ±1 dari volume riil.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu (1 butir soal): Disediakan gambar wadah ember mini dan cangkir takar. Diketahui bahwa setengah ember mini tersebut terisi oleh 3 cangkir air. Berapakah estimasi volume total ember mini tersebut jika diisi cangkir air sampai penuh? (Kunci jawaban: 6 cangkir air).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat kelompok melakukan estimasi dan pencatatan volume wadah
  • Penilaian Lembar Kerja Tantangan Estimasi Volume

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Mengestimasi Volume Wadah Menggunakan Satuan Tidak Baku Berupa Bilangan CacahBelum mampu mengestimasi volume wadah; estimasi tidak berupa bilangan cacah atau selisih estimasi dengan volume riil lebih dari 2 satuan pada ketiga wadah (Wadah A, B, dan C).Mampu mengestimasi volume wadah berupa bilangan cacah dengan estimasi yang wajar (selisih maksimal ±1 dari volume riil) pada 1 dari 3 wadah uji (Wadah A: 2-4 gelas, Wadah B: 4-6 gelas, Wadah C: 3-5 gelas).Mampu mengestimasi volume wadah berupa bilangan cacah dengan estimasi yang wajar (selisih maksimal ±1 dari volume riil) pada 2 dari 3 wadah uji secara mandiri.Mampu mengestimasi volume wadah berupa bilangan cacah dengan estimasi yang sangat akurat/wajar (selisih maksimal ±1 dari volume riil) pada seluruh 3 wadah uji (Wadah A, B, dan C) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan satuan tidak baku konkret (gelas plastik dan media air/pasir) membantu murid memahami konsep estimasi volume secara realistis?
  • Apakah pembagian waktu 70 menit sudah efektif memfasilitasi murid bereksplorasi memperkirakan dan membuktikan volume?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan menebak dan membuktikan volume wadah hari ini yang paling menyenangkan?
  • Cara apa yang paling membantumu memperkirakan banyaknya gelas air yang muat ke dalam suatu wadah?

Pertemuan 11 — Estimasi Volume Benda Berongga Menggunakan Satuan Baku Kubus Satuan Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.5 Mengestimasi volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan fisik kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memperkirakan (mengestimasi) volume benda berongga berupa kotak kardus menggunakan satuan baku kubus satuan (ukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm) berupa bilangan cacah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 kubus satuan dan sebuah kotak kecil transparan (kapasitas 8 kubus satuan) yang baru terisi 1 lapis dasar berisi 4 kubus satuan, lalu meminta murid menebak berapa total kubus satuan yang dibutuhkan hingga penuh (acuan jawaban: 8 kubus satuan; alasan: 2 lapis x 4 kubus satuan) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati demonstrasi guru meletakkan beberapa kubus satuan pada bagian dasar dan satu tiang vertikal di sudut sebuah kotak kardus peraga A (ukuran panjang 3 kubus, lebar 2 kubus, tinggi 2 kubus; kapasitas 12 kubus satuan) untuk memahami strategi estimasi volume melalui perkalian baris, kolom, dan tinggi tumpukan (8 menit).
  • Murid bersama kelompoknya mengeksplorasi konsep estimasi volume bahwa untuk memperkirakan isi penuh kotak berongga tidak perlu mengisi seluruh ruang, melainkan cukup mengamati pola panjang, lebar, dan tinggi menggunakan kubus satuan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok beranggotakan 3-4 murid menerima Lembar Kerja Estimasi dan 3 buah kotak berongga berbeda ukuran: Kotak B (kapasitas sebenarnya: 18 kubus satuan), Kotak C (kapasitas sebenarnya: 24 kubus satuan), dan Kotak D (kapasitas sebenarnya: 30 kubus satuan), serta 10 buah kubus satuan sebagai alat bantu peraga acuan (5 menit).
  • Permainan Tantangan Estimasi Tepat: Murid secara berkolaborasi dalam kelompok menata sejumlah kecil kubus satuan di dasar dan tepi kotak untuk memperkirakan (mengestimasi) volume bilangan cacah kubus satuan yang dibutuhkan untuk mengisi penuh Kotak B, Kotak C, dan Kotak D, kemudian mencatat angka estimasi kelompok pada lembar kerja (10 menit).
  • Setiap kelompok membuktikan hasil estimasi mereka dengan mengisi penuh kotak menggunakan kubus satuan yang disediakan di meja verifikasi, membandingkan selisih angka estimasi dengan volume riil (toleransi estimasi akurat: selisih 0 hingga 2 kubus satuan) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama kelompok mengevaluasi strategi perkiraan yang digunakan: membandingkan kelompok yang mengestimasi berdasarkan lapisan bawah dengan yang mengira-ngira tanpa acuan lapisan (5 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa mengestimasi volume benda berongga menggunakan kubus satuan dapat dilakukan secara tepat dan logis dengan melihat susunan kubus pada alas dan tinggi kotak (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan latihan cek pemahaman mandiri tertulis berisi 2 butir soal bergambar estimasi volume kubus satuan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid, mengapresiasi proses kerja sama kelompok, serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan pengukuran volume bangun ruang dengan kubus satuan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kotak berongga berukuran lebih kecil (kapasitas 8-12 kubus satuan) dengan bantuan garis kisi pemandu pada dasar kotak, sedangkan murid yang mahir diberikan kotak berongga berukuran lebih besar (kapasitas 36-48 kubus satuan) tanpa garis kisi.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru menyusun lapisan alas terlebih dahulu sebelum memperkirakan tinggi, sedangkan murid yang cepat langsung memperkirakan volume berdasarkan acuan panjang, lebar, dan tinggi secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mencatat angka estimasi volume berupa bilangan cacah pada Lembar Kerja; murid mahir menambahkan catatan alasan pola baris dan lapisan yang digunakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Guru memperlihatkan sebuah wadah transparan yang diisi satu lapisan dasar 4 kubus satuan (2x2) dengan tinggi wadah dapat memuat 2 lapis. Pertanyaan: 'Perkirakan berapa kubus satuan yang dibutuhkan agar wadah ini penuh?' (Acuan jawaban benar: 8 kubus satuan, diterima jika murid menjawab 7 sampai 9 kubus satuan dengan alasan 2 lapis).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja kelompok dalam mengestimasi volume 3 kotak berongga (Kotak B, Kotak C, Kotak D) menggunakan kubus satuan acuan pada Lembar Kerja (Acuan volume sebenarnya: Kotak B = 18 kubus satuan; Kotak C = 24 kubus satuan; Kotak D = 30 kubus satuan. Kriteria estimasi akurat: nilai estimasi murid berada dalam rentang selisih maksimal 2 kubus satuan dari volume sebenarnya: Kotak B rentang 16-20 kubus satuan; Kotak C rentang 22-26 kubus satuan; Kotak D rentang 28-32 kubus satuan).

Akhir Pertemuan:

  • Tes tertulis cek pemahaman mandiri (2 butir): (1) Sebuah kotak kardus mainan memiliki alas yang memuat 6 kubus satuan. Jika diperkirakan kotak itu setinggi 3 tumpukan kubus satuan, berapa estimasi volume kubus satuan kotak tersebut? (Kunci jawaban: 18 kubus satuan; cara: 6 x 3); (2) Perhatikan gambar kotak berongga yang terisi 3 kubus satuan di sepanjang alas depan dan 2 kubus satuan ke belakang, dengan tinggi 2 kubus. Berapakah perkiraan volume kubus satuan yang dapat mengisi penuh kotak tersebut? (Kunci jawaban: 12 kubus satuan; cara: 3 x 2 x 2).

Formatif:

  • Pengamatan kinerja kelompok saat melakukan estimasi volume benda berongga menggunakan kubus satuan.
  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi pembelajaran mengenai estimasi volume kubus satuan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Estimasi volume benda berongga menggunakan satuan baku kubus satuanBelum mampu mengestimasi volume benda berongga; nilai estimasi melenceng jauh dari volume riil pada ketiga kotak (selisih lebih dari 5 kubus satuan pada Kotak B, C, dan D).Mampu mengestimasi volume dengan akurat (selisih 0-2 kubus satuan) pada 1 dari 3 kotak berongga yang diuji.Mampu mengestimasi volume dengan akurat (selisih 0-2 kubus satuan) pada 2 dari 3 kotak berongga yang diuji secara konsisten.Mampu mengestimasi volume dengan akurat (selisih 0-2 kubus satuan) pada seluruh 3 kotak berongga (Kotak B, Kotak C, dan Kotak D) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan alat peraga kubus satuan konkret membantu murid memahami logika perkiraan volume pada benda berongga?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam kelompok saat menentukan estimasi volume sebelum melakukan pembuktian riil?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan memperkirakan isi kotak dengan kubus satuan yang paling menyenangkan?
  • Cara apa yang paling membantumu menebak isi kubus satuan tanpa harus mengisinya satu per satu sampai penuh?

Pertemuan 12 — Pengukuran Volume Bangun Ruang Menggunakan Satuan Baku Kubus Satuan Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.6 Mengukur volume menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 1 model bangun balok kecil yang terbuat dari susunan kubus satuan (panjang 2 kubus, lebar 1 kubus, tinggi 2 kubus) dan bertanya: 'Berapa banyak kubus satuan yang membentuk bangun ini?' (acuan jawaban benar: 4 kubus satuan) untuk memetakan kesiapan menghitung volume bangun ruang (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur volume bangun ruang menggunakan satuan baku kubus satuan berupa bilangan cacah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperagakan sebuah kubus satuan baku berukuran panjang, lebar, dan tinggi 1 cm (1 cm kubik), lalu menyusun 6 buah kubus satuan membentuk balok (panjang 3, lebar 1, tinggi 2) di depan kelas (5 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati dan menghitung lapisan kubus satuan: lapisan bawah berisi 3 kubus dan lapisan atas berisi 3 kubus, sehingga volume total adalah 3 + 3 = 6 kubus satuan (acuan: 6 kubus satuan) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang dan membagikan 24 buah kubus satuan serta Lembar Aktivitas berisi 3 susunan bangun ruang (Bangun A, Bangun B, Bangun C) untuk diukur volumenya secara konkret melalui permainan tantangan susun balok berpasangan (4 menit).
  • Dalam kelompok, murid bekerja sama merekonstruksi dan mengukur volume 3 bangun ruang berikut: Bangun A (panjang 2, lebar 2, tinggi 2; acuan: 8 kubus satuan), Bangun B (panjang 3, lebar 2, tinggi 2; acuan: 12 kubus satuan), dan Bangun C (panjang 4, lebar 2, tinggi 2; acuan: 16 kubus satuan) dengan menghitung langsung banyaknya kubus penyusunnya (16 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan latihan pengukuran volume bangun ruang pada Lembar Kerja Individu yang memuat 4 gambar susunan kubus satuan: Soal 1 (panjang 3, lebar 1, tinggi 3; acuan: 9 kubus satuan), Soal 2 (panjang 4, lebar 2, tinggi 1; acuan: 8 kubus satuan), Soal 3 (panjang 3, lebar 2, tinggi 3; acuan: 18 kubus satuan), dan Soal 4 (panjang 5, lebar 2, tinggi 2; acuan: 20 kubus satuan) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa dan mencocokkan hasil pengukuran Lembar Kerja Individu terhadap kunci jawaban, serta mengidentifikasi bagian lapisan kubus yang sering terlewat saat dihitung (6 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa volume bangun ruang dapat diukur dengan menghitung seluruh kubus satuan yang menyusun bangun tersebut tanpa ada yang terlewat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan materi berikutnya mengenai volume cairan, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bangun ruang konkret dengan kubus satuan nyata bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual-taktil, serta gambar isometrik berlapis bagi murid yang siap visual abstrak.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menghitung lapis demi lapis dengan membongkar kubus satuan, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan bangun ruang bertingkat tidak beraturan dengan jumlah kubus satuan lebih banyak.
  • Produk: Semua murid menghasilkan catatan hasil pengukuran volume berupa bilangan cacah yang tepat pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menghitung jumlah kubus satuan pada 1 model bangun balok konkret berukuran panjang 2 kubus, lebar 1 kubus, tinggi 2 kubus (acuan jawaban: 4 kubus satuan).

Proses:

  • Pengamatan langsung keterlibatan dan ketepatan kelompok dalam menyusun serta menghitung volume 3 bangun ruang konkret: Bangun A (acuan: 8 kubus satuan), Bangun B (acuan: 12 kubus satuan), dan Bangun C (acuan: 16 kubus satuan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri mengukur volume 4 gambar susunan bangun ruang pada Lembar Kerja Individu. Acuan jawaban lengkap: Soal 1 = 9 kubus satuan; Soal 2 = 8 kubus satuan; Soal 3 = 18 kubus satuan; Soal 4 = 20 kubus satuan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menyusun dan menghitung kubus satuan pada kelompok
  • Pemeriksaan ketepatan hasil pengukuran volume pada Lembar Kerja Individu (4 butir soal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengukur Volume Menggunakan Satuan Baku Kubus Satuan Berupa Bilangan CacahTepat mengukur volume paling banyak 1 dari 4 bangun ruang pada Lembar Kerja Individu sesuai acuan (acuan: Soal 1 = 9, Soal 2 = 8, Soal 3 = 18, Soal 4 = 20 kubus satuan).Tepat mengukur volume 2 dari 4 bangun ruang pada Lembar Kerja Individu sesuai acuan (acuan: Soal 1 = 9, Soal 2 = 8, Soal 3 = 18, Soal 4 = 20 kubus satuan).Tepat mengukur volume 3 dari 4 bangun ruang pada Lembar Kerja Individu sesuai acuan (acuan: Soal 1 = 9, Soal 2 = 8, Soal 3 = 18, Soal 4 = 20 kubus satuan).Tepat mengukur volume seluruh 4 dari 4 bangun ruang pada Lembar Kerja Individu secara mandiri sesuai acuan (acuan: Soal 1 = 9, Soal 2 = 8, Soal 3 = 18, Soal 4 = 20 kubus satuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kubus satuan konkret membantu murid memahami konsep pengukuran volume lapis demi lapis?
  • Bagian mana dari susunan bangun ruang yang masih membuat murid keliru dalam menghitung jumlah kubus satuan?

Murid:

  • Bagaimana caramu menghitung seluruh kubus satuan pada bangun ruang yang bertingkat?
  • Tantangan apa yang kamu hadapi saat menghitung kubus satuan yang berada di bagian dalam atau belakang?

Pertemuan 13 — Pengukuran Volume Cairan Menggunakan Satuan Baku Liter dan Mililiter Berupa Bilangan Cacah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.6 Mengukur volume menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur volume cairan menggunakan satuan baku liter (l) dan mililiter (ml) berupa bilangan cacah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 kemasan minuman: botol air mineral bertuliskan '1 liter' dan kotak susu bertuliskan '250 ml'. Guru mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Berapa volume air dalam botol tersebut?' (acuan: 1 liter) dan (2) 'Berapa volume susu dalam kotak kecil tersebut?' (acuan: 250 ml). Murid menuliskan jawaban singkat pada lembar memo (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru menuangkan air berwarna ke dalam gelas ukur berskala 1.000 ml hingga tanda batas 1 liter (1.000 ml), serta mengamati posisi permukaan zat cair (meniskus) sejajar dengan mata untuk membaca skala secara tepat (7 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep hubungan satuan baku volume bahwa 1 liter sama dengan 1.000 mililiter, dan menunjukkan pembagian garis skala pada gelas ukur (tiap strip mewakili kelipatan 50 ml atau 100 ml) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi beberapa kelompok beranggotakan 3-4 orang untuk melakukan tantangan 'Detektif Takaran Air' (permainan menyenangkan mengukur volume cairan secara nyata) (5 menit).
  • Setiap kelompok mengukur volume cairan dari 3 wadah nyata yang telah disediakan di meja kelompok menggunakan gelas ukur berskala: Wadah A (mangkuk kecil berisi air), Wadah B (botol minum kecil), dan Wadah C (teko air) (15 menit).
  • Kelompok mencatat hasil pengukuran volume cairan berupa bilangan cacah ke dalam Lembar Aktivitas. Acuan volume cairan yang disiapkan guru: Wadah A = 300 ml; Wadah B = 500 ml; Wadah C = 1 liter (atau 1.000 ml) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mencocokkan hasil pembacaan takaran volume cairan mereka dengan volume standar yang diumumkan guru, lalu mengidentifikasi apakah posisi mata saat membaca skala sudah tepat sejajar dengan permukaan air (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara mengukur volume cairan menggunakan satuan baku liter dan mililiter serta membacanya dalam bilangan cacah secara tepat (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir soal membaca gambar skala volume cairan (acuan: Gambar 1 = 400 ml, Gambar 2 = 2 liter) dan mengumpulkan lembar jawaban murid (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam praktikum dan mengucap salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan disiapkan wadah dengan volume kelipatan ratusan bulat (misalnya tepat 200 ml, 500 ml). Untuk kelompok yang mahir disiapkan wadah cairan dengan volume variasi yang memerlukan ketelitian garis skala lebih rapat (misalnya 350 ml dan 750 ml).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca skala dibimbing guru secara langsung dalam menyejajarkan posisi mata dengan garis ukur, sedangkan kelompok mandiri mengukur secara bergiliran dalam kelompoknya.
  • Produk: Semua kelompok melaporkan hasil pengukuran volume cairan berupa bilangan cacah disertai satuan baku yang tepat (ml atau liter) pada tabel lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat membaca label satuan baku volume pada kemasan riil: (1) Botol air mineral berlabel '1 liter' (acuan jawaban: 1 liter); (2) Kotak susu berlabel '250 ml' (acuan jawaban: 250 ml). Kriteria: murid yang tepat menjawab kedua butir dikelompokkan siap mandiri, sedangkan yang belum tepat diberi pendampingan konsep dasar satuan baku.

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan kelompok saat mengukur volume cairan pada 3 wadah: Wadah A (acuan: 300 ml), Wadah B (acuan: 500 ml), dan Wadah C (acuan: 1 liter atau 1.000 ml). Guru memberikan umpan balik langsung bila posisi mata belum sejajar dengan skala gelas ukur.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca gambar alat ukur berskala: (1) Gambar gelas ukur berisi air menunjukkan garis 400 ml (acuan jawaban: 400 ml); (2) Gambar jeriken mini berisi cairan menunjukkan garis 2 liter (acuan jawaban: 2 liter). Skor: tepat jika menjawab kedua butir bilangan cacah dan satuan baku dengan benar.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menuang dan membaca skala volume cairan pada gelas ukur berskala
  • Pemeriksaan Lembar Aktivitas pengukuran volume 3 wadah (Wadah A, Wadah B, Wadah C)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengukur Volume Cairan Menggunakan Satuan Baku Liter dan MililiterBelum mampu membaca skala volume cairan pada gelas ukur secara tepat (0 wadah tepat dari 3 wadah acuan: Wadah A 300 ml, Wadah B 500 ml, Wadah C 1 liter/1.000 ml) meski telah dibimbing.Mampu mengukur volume cairan secara tepat pada 1 dari 3 wadah acuan (Wadah A: 300 ml, Wadah B: 500 ml, Wadah C: 1 liter/1.000 ml) dengan bantuan dan arahan guru.Mampu mengukur volume cairan secara tepat berupa bilangan cacah dan satuannya pada 2 dari 3 wadah acuan (Wadah A: 300 ml, Wadah B: 500 ml, Wadah C: 1 liter/1.000 ml) secara mandiri.Mampu mengukur volume cairan secara tepat berupa bilangan cacah dan satuannya pada seluruh (3 dari 3) wadah acuan (Wadah A: 300 ml, Wadah B: 500 ml, Wadah C: 1 liter/1.000 ml) secara mandiri dan akurat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok berhasil menuang cairan dan membaca skala gelas ukur secara mandiri tanpa menumpahkan air?
  • Bagian mana dari kegiatan pengukuran volume satuan baku yang paling menarik minat murid dan bagian mana yang memerlukan bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara membaca ukuran isi air pada gelas ukur?
  • Bagian mana dari kegiatan mengukur cairan tadi yang paling menyenangkan bagimu?

Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengukur luas menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah
  • TP 4.4.2 Mengestimasi luas menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah
  • TP 4.4.3 Mengukur luas menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah
  • TP 4.4.4 Mengukur volume menggunakan satuan tidak baku berupa bilangan cacah
  • TP 4.4.5 Mengestimasi volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah
  • TP 4.4.6 Mengukur volume menggunakan satuan baku berupa bilangan cacah

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengondisikan kesiapan meja murid, dan membimbing doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 4 yang terdiri dari 2 bagian: unjuk kerja stasiun pengukuran satuan tidak baku dan tes tertulis serentak (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar catatan kerja unjuk kerja stasiun dan lembar soal tes tertulis, lalu menjelaskan tata tertib asesmen serta alokasi pengerjaan masing-masing bagian (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara berkelompok bergantian di stasiun unjuk kerja (selama 30 menit) menyelesaikan 2 tugas praktik satuan tidak baku pada lembar catatan kerja: (1) Menutup permukaan karton kecil (ukuran 20 cm x 14 cm) secara rapat tanpa celah dan tanpa tumpang tindih menggunakan satuan tidak baku uang kertas mainan berukuran 10 cm x 7 cm [kunci: luas karton = persis 4 lembar uang kertas mainan]; (2) Mengukur volume wadah mangkuk plastik dengan menakarnya menggunakan cangkir plastik kecil satuan tidak baku berkapasitas 100 mL yang diisi air/butiran sampai penuh rata bibir mangkuk plastik berkapasitas 500 mL [kunci: volume mangkuk = persis 5 cangkir plastik] (30 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan tes tertulis serentak (selama 25 menit) berisi 4 butir soal berikut: (1) Estimasi luas tidak baku: Jika sebuah buku tulis menutupi meja belajar berukuran 60 cm x 40 cm membutuhkan 6 buku tulis, berapa estimasi luas meja belajar lain yang panjangnya sama namun lebarnya dua kali lipat jika ditutup buku tulis yang sama? [kunci: 12 buku tulis; rentang estimasi diterima: 11 - 13 buku tulis]; (2) Mengukur luas baku: Hitunglah luas daerah persegi panjang pada kertas berpetak yang memiliki panjang 6 petak satuan dan lebar 4 petak satuan [kunci: 24 persegi satuan]; (3) Estimasi volume baku: Sebuah wadah balok transparan memiliki panjang 4 kubus satuan, lebar 3 kubus satuan, dan tinggi 2 kubus satuan. Jika baru terisi 10 kubus satuan, berapa estimasi kubus satuan yang masih dibutuhkan untuk mengisi wadah hingga penuh? [kunci: 14 kubus satuan (karena total volume 24 kubus satuan, sisa 24 - 10 = 14 kubus satuan)]; (4) Mengukur volume baku: Hitunglah total volume kubus satuan dari bangun ruang balok berpetak padat dengan panjang 5 kubus satuan, lebar 2 kubus satuan, dan tinggi 3 kubus satuan [kunci: 30 kubus satuan] (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan identitas dan isian pada lembar jawaban tertulis maupun lembar catatan unjuk kerja secara saksama sebelum dikumpulkan ke meja guru (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar catatan kerja dan lembar tes tertulis sumatif dari setiap murid (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran murid selama pelaksanaan asesmen bab 4, kemudian menutup sesi dengan doa (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau pendampingan pembacaan teks soal secara netral bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual/membaca tanpa mengubah isi dan kunci perhitungan.
  • Proses: Menyediakan waktu rotasi stasiun yang teratur dan memastikan akses alat ukur konkret (uang mainan, karton, cangkir, mangkuk) tertata jelas bagi semua murid.
  • Produk: Format isian pada lembar kerja dan tes tertulis seragam sesuai format acuan asesmen sumatif bab.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi unjuk kerja stasiun kelompok dan tes tertulis serentak: lembar catatan kerja praktik pengukuran luas dan volume dengan satuan tidak baku serta lembar jawaban tes estimasi dan penghitungan satuan baku
  • unjuk kerja stasiun: lembar pencatatan hasil praktik kelompok dalam menutup permukaan karton dengan satuan uang kertas mainan/kartu dan menakar volume wadah menggunakan cangkir plastik satuan tidak baku (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pengukuran satuan tidak baku)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban asesmen tertulis berupa estimasi luas dan volume (satuan tidak baku dan baku) serta penghitungan luas petak persegi satuan dan volume kubus satuan baku berupa bilangan cacah (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)

Sumatif:

  • kombinasi unjuk kerja stasiun kelompok dan tes tertulis serentak: lembar catatan kerja praktik pengukuran luas dan volume dengan satuan tidak baku serta lembar jawaban tes estimasi dan penghitungan satuan baku
  • unjuk kerja stasiun: lembar pencatatan hasil praktik kelompok dalam menutup permukaan karton dengan satuan uang kertas mainan/kartu dan menakar volume wadah menggunakan cangkir plastik satuan tidak baku (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pengukuran satuan tidak baku)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban asesmen tertulis berupa estimasi luas dan volume (satuan tidak baku dan baku) serta penghitungan luas petak persegi satuan dan volume kubus satuan baku berupa bilangan cacah (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengukuran Luas Menggunakan Satuan Tidak Baku (TP 4.4.1)Belum mampu menyusun satuan uang mainan pada permukaan karton dengan benar (celah besar atau saling tumpuk parah) sehingga hasil pengukuran salah total (<2 lembar atau >6 lembar; acuan: tepat 4 lembar).Menyusun uang mainan menutupi karton tetapi masih ada celah atau tumpang tindih ringan, menghasilkan pengukuran mendekati (3 atau 5 lembar; acuan: tepat 4 lembar).Mengukur luas karton dengan menyusun uang mainan menutupi permukaan secara rapat tanpa celah dan tumpang tindih dengan hasil tepat (kunci: tepat 4 lembar uang mainan) namun membutuhkan arahan guru.Mengukur luas karton dengan menyusun uang mainan menutupi permukaan secara mandiri, presisi, rapat tanpa celah maupun tumpang tindih dengan hasil tepat (kunci: tepat 4 lembar uang mainan).
Pengukuran Volume Menggunakan Satuan Tidak Baku (TP 4.4.4)Belum mampu menakar volume mangkuk plastik dengan cangkir plastik (tumpah berlebih atau takaran tidak penuh) sehingga hasil takaran salah (<3 cangkir atau >7 cangkir; acuan: tepat 5 cangkir).Menakar volume mangkuk plastik dengan cangkir plastik namun pengisian cangkir belum konsisten rata bibir wadah (hasil tercatat 4 atau 6 cangkir; acuan: tepat 5 cangkir).Mengukur volume mangkuk plastik menggunakan cangkir plastik secara teliti terisi penuh rata bibir wadah dengan hasil tepat (kunci: tepat 5 cangkir plastik) dengan sedikit supervisi.Mengukur volume mangkuk plastik menggunakan cangkir plastik secara mandiri, rapi tanpa tumpah, dan tepat konsisten sesuai kapasitas penuh (kunci: tepat 5 cangkir plastik).
Estimasi Luas dan Volume (TP 4.4.2 dan TP 4.4.5)Jawaban kedua butir estimasi luas (soal 1) dan estimasi volume (soal 3) salah atau tidak dijawab sama sekali di luar rentang yang dapat diterima.Hanya menjawab 1 butir estimasi secara tepat (soal 1 tepat pada rentang 11-13 buku tulis ATAU soal 3 tepat 14 kubus satuan).Menjawab kedua butir estimasi dengan tepat (soal 1: rentang 11-13 buku tulis; soal 3: tepat 14 kubus satuan) dengan langkah penyelesaian sederhana.Menjawab kedua butir estimasi dengan tepat (soal 1: tepat 12 buku tulis; soal 3: tepat 14 kubus satuan) secara mandiri disertai perhitungan sisa dan perbandingan yang runtut.
Pengukuran Luas dan Volume Menggunakan Satuan Baku (TP 4.4.3 dan TP 4.4.6)Jawaban kedua butir penghitungan luas persegi satuan (soal 2) dan volume kubus satuan (soal 4) salah (soal 2 bukan 24, soal 4 bukan 30).Hanya 1 butir yang tepat perhitungannya (hanya soal 2 berjawaban 24 persegi satuan ATAU hanya soal 4 berjawaban 30 kubus satuan).Menjawab kedua butir dengan tepat berupa bilangan cacah (soal 2: 24 persegi satuan; soal 4: 30 kubus satuan) namun penulisan satuan baku belum lengkap.Menjawab kedua butir dengan perhitungan yang seluruhnya tepat beserta satuannya secara lengkap dan mandiri (soal 2: 24 persegi satuan; soal 4: 30 kubus satuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit stasiun unjuk kerja dan 25 menit tes tertulis berjalan efektif dan tertib untuk seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 4 pada kompetensi estimasi dibandingkan pengukuran langsung pada satuan tidak baku dan baku?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling mudah kamu selesaikan: praktik langsung di stasiun atau tes tertulis berhitung?
  • Apakah kamu sudah memeriksa kembali seluruh jawaban pengukuran dan estimasimu dengan teliti sebelum dikumpulkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022, Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume).
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022, Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume).
  3. Kertas origami warna-warni seragam ukuran 16 cm x 16 cm.
  4. Benda konkret di kelas: Kertas karton peraga (32 cm x 32 cm), Buku Gambar A3 (32 cm x 48 cm), dan Meja Siswa (48 cm x 64 cm).
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pengukuran Luas Permukaan Benda.
  6. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022, Bab 4 Pengukuran Luas dan Volume)
  7. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022)
  8. Kertas karton ukuran 30 cm x 40 cm
  9. Uang kertas mainan
  10. Buku tulis murid seragam
  11. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022) Bab 4
  12. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022) Bab 4 Hal. 105-109
  13. Kertas origami ukuran 12x12 cm, uang mainan kertas, buku tulis, sampul buku gambar, dan map kertas
  14. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume)
  15. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek, 2022
  16. Kertas berpetak / grid persegi satuan (1 cm x 1 cm)
  17. Kartu tantangan bangun datar berpetak untuk aktivitas berpasangan
  18. Penggaris dan pensil warna/spidol
  19. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022)
  20. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022)
  21. Papan berpetak, keping persegi satuan plastik ukuran 1 cm x 1 cm, dan lembar kerja gambar berpetak
  22. Kertas berpetak ukuran 1 cm × 1 cm, penggaris, pensil warna/spidol penanda
  23. Model petak karton berukuran 1 meter x 1 meter (1 m²)
  24. Pita pembatas/selotip lantai untuk menandai area pengukuran
  25. Lembar Latihan Pengukuran Luas Satuan Baku Meter Persegi
  26. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022)
  27. Media konkret: Gelas plastik transparan seragam, kotak makan (Wadah A), botol plastik mulut lebar (Wadah B), toples transparan, baskom/ember air, lap kain pembersih, dan lembar kerja pengukuran.
  28. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022, Bab 4 Pengukuran Luas dan Volume)
  29. Media konkret: Kotak makan plastik bening 600 mL, cangkir plastik kecil 100 mL, botol plastik 300 mL, wadah pasir kering, corong plastik kecil, nampan, dan lembar kerja kelompok
  30. Alat peraga konkret: kotak makan plastik, mangkuk plastik, botol air, toples bening, gelas plastik kecil sebagai satuan tidak baku, air/pasir halus, corong, dan baskom penampung
  31. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022), Bab 4
  32. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022), Bab 4 Halaman 133-134
  33. Kotak kardus berongga aneka ukuran (Kotak A, B, C, dan D)
  34. Kubus satuan plastik/kayu ukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm
  35. Lembar Kerja Murid (LKPD) Estimasi Volume
  36. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume)
  37. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Bab 4: Pengukuran Luas dan Volume)
  38. Kubus satuan plastik/kayu (ukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm)
  39. Lembar Kerja Aktivitas Kelompok dan Lembar Kerja Individu
  40. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV, Penerbit Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek
  41. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV, Penerbit Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek
  42. Gelas ukur berskala 500 ml dan 1.000 ml (1 liter)
  43. Air berwarna, baskom, corong, teko, dan botol-botol kemasan minuman
  44. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022).
  45. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022).
  46. Kertas karton ukuran 20 cm x 14 cm dan uang kertas mainan ukuran 10 cm x 7 cm.
  47. Mangkuk plastik kapasitas 500 mL, cangkir plastik takar kapasitas 100 mL, dan air/media butiran takar.
  48. Lembar catatan kerja unjuk kerja stasiun dan lembar soal tes tertulis Bab 4.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.