Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengenal Pola Gambar Membesar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Mengenal Pola Gambar Membesar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengenal Pola Gambar Membesar

Matematika - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Pola Gambar Membesar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Pola Gambar Membesar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi pola gambar membesar yang melibatkan penjumlahan pada bilangan cacah sampai 100 berdasarkan pengamatan susunan gambar atau objek sederhana.
  2. Murid dapat menentukan banyak benda pada suku berikutnya dalam pola gambar membesar dengan menggunakan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 100.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat susunan batu kerikil atau benda-benda yang disusun semakin banyak? Apa yang kalian perhatikan dari susunan itu?
  2. Jika kumpulan pertama ada 2 kelereng, kumpulan kedua ada 4 kelereng, kumpulan ketiga ada 6 kelereng — kira-kira kumpulan keempat ada berapa kelereng? Bagaimana cara kalian menemukannya?
  3. Mengapa penting bagi kita untuk bisa menebak pola suatu susunan benda tanpa harus menghitung satu per satu dari awal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (1 menit).
  • Guru melakukan presensi singkat dan menanyakan kabar murid (1 menit).
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan 3 gambar kumpulan titik di papan tulis (kumpulan 1: 3 titik, kumpulan 2: 5 titik, kumpulan 3: 7 titik) dan meminta murid menuliskan di mini-whiteboard/secarik kertas berapa titik yang ada di kumpulan ke-4 beserta alasannya. Guru mengamati jawaban untuk mengetahui pemahaman awal (5 menit).
  • Guru membahas jawaban asesmen awal secara klasikal dan mengaitkan dengan topik hari ini: 'Hari ini kita akan belajar tentang pola gambar membesar' (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini secara singkat (2 menit).
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar pola susunan jeruk dari buku siswa (kumpulan 1: 2 jeruk, kumpulan 2: 4 jeruk, kumpulan 3: 6 jeruk) menggunakan media kartu gambar atau proyektor (2 menit).
  • Murid diminta mengamati gambar secara seksama dan sungguh-sungguh, lalu mendeskripsikan apa yang mereka lihat dengan kata-kata sendiri kepada teman sebangku (2 menit). [Prinsip: Berkesadaran]
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Berapa banyak benda di tiap kumpulan? Apa yang terjadi dari kumpulan 1 ke kumpulan 2? dari kumpulan 2 ke kumpulan 3?' Murid menjawab secara bergantian (3 menit).
  • Guru menuliskan pola di papan tulis menggunakan tabel sederhana (Kumpulan | Banyak Benda | Penambahan) dan menjelaskan bahwa pola ini disebut 'pola gambar membesar' karena jumlah benda bertambah dengan bilangan yang sama setiap suku (3 menit). [Prinsip: Bermakna]
  • Guru mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari: 'Seperti ketika kalian menumpuk buku — makin banyak buku, tumpukan makin tinggi dengan penambahan yang sama.' (1 menit). [Prinsip: Bermakna]

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi 4 kelompok (5-6 orang). Setiap kelompok mendapat kelereng/batu kerikil dan lembar kerja kelompok (LKK) (1 menit). [Prinsip: Menggembirakan]
  • Setiap kelompok menyusun kelereng/batu kerikil menjadi 3 kumpulan sesuai pola yang ditentukan di LKK (misal: kelompok 1 membuat pola +3, kelompok 2 membuat pola +4, dst.), kemudian mendokumentasikan banyak benda di tiap kumpulan pada tabel LKK (8 menit). [Prinsip: Menggembirakan]
  • Setelah menyusun 3 kumpulan, setiap kelompok menentukan banyak benda pada kumpulan ke-4, ke-5, dan ke-6 menggunakan operasi penjumlahan, lalu menuliskan hasilnya di LKK beserta cara mereka menghitung (5 menit). [Prinsip: Bermakna]
  • Guru berkeliling memantau proses kerja kelompok, memberikan pertanyaan pancing seperti 'Berapa penambahan dari kumpulan 1 ke kumpulan 2? Apakah sama dengan penambahan dari kumpulan 2 ke kumpulan 3?' untuk membantu kelompok yang mengalami kesulitan (5 menit).
  • Asesmen Proses — Guru mengamati lembar kerja dan cara berdiskusi tiap kelompok; mencatat murid yang sudah mampu mengidentifikasi pola dan yang masih kesulitan sebagai dasar diferensiasi (selama kegiatan berlangsung).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja (tabel pola dan cara menentukan suku berikutnya) di depan kelas secara bergantian; masing-masing 1-2 menit (8 menit). [Prinsip: Komunikasi]
  • Kelompok lain dipersilakan memberikan tanggapan atau bertanya; guru memfasilitasi diskusi agar jawaban yang beragam dapat dibandingkan dan dikonfirmasi kebenarannya (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran]
  • Guru mengonfirmasi jawaban dan meluruskan miskonsepsi jika ada, kemudian bersama murid menyimpulkan: (1) pola gambar membesar terjadi ketika setiap suku bertambah dengan jumlah yang sama, (2) cara menentukan suku berikutnya adalah dengan menjumlahkan suku sebelumnya dengan bilangan penambah yang sama (3 menit). [Prinsip: Bermakna]

Penutup:

  • Asesmen Akhir — Guru memberikan soal kuis mandiri 2 butir di secarik kertas: (1) Sebuah pola gambar memiliki kumpulan 1: 5 benda, kumpulan 2: 8 benda, kumpulan 3: 11 benda. Berapa benda pada kumpulan ke-4 dan ke-5? (2) Apa aturan penambahan pola tersebut? Murid mengerjakan secara individu dan mengumpulkan (5 menit).
  • Guru dan murid melakukan refleksi bersama dengan pertanyaan lisan: 'Apa yang paling kalian pahami hari ini? Apa yang masih membingungkan?' (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (pola gambar mengecil) (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diberikan kartu gambar pola sederhana dengan penambahan kecil (+1 atau +2) sebagai scaffolding visual. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan pola dengan penambahan yang lebih besar (+5 atau +10) atau diminta membuat pola gambar membesar sendiri.
  • Proses: Selama kerja kelompok, guru memberikan pertanyaan pandu bertahap (scaffolding pertanyaan) kepada murid yang lambat. Murid yang cepat diminta membantu menjelaskan strategi mereka kepada teman kelompok (peer teaching) sebelum melanjutkan ke soal pengayaan.
  • Produk: Murid yang lambat cukup melengkapi tabel pola sampai suku ke-5. Murid yang cepat diminta membuat pola gambar membesar mereka sendiri (memilih benda, menentukan aturan penjumlahan) dan mendeskripsikan pola tersebut secara tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 kumpulan titik di papan tulis (kumpulan 1: 3, kumpulan 2: 5, kumpulan 3: 7) dan meminta murid menuliskan banyak titik pada kumpulan ke-4 beserta alasannya di secarik kertas. Guru menggunakan hasil ini untuk mengelompokkan murid berdasarkan pemahaman awal mereka tentang pola.

Proses:

  • Observasi langsung selama kegiatan eksplorasi kelompok: guru mencatat murid yang mampu mengidentifikasi aturan penjumlahan pola dan yang belum.
  • Pemeriksaan cepat LKK saat guru berkeliling: fokus pada apakah tabel diisi dengan benar dan apakah operasi penjumlahan dituliskan secara eksplisit.
  • Pertanyaan pancing lisan kepada kelompok: 'Berapa penambahan dari satu kumpulan ke kumpulan berikutnya? Apakah selalu sama?'

Akhir:

  • Kuis individu tertulis 2 butir soal (dikerjakan mandiri, dikumpulkan di akhir pembelajaran): (1) Diberikan pola 3 suku, murid menentukan suku ke-4 dan ke-5 serta menuliskan aturan penambahan; (2) Diberikan pola tidak lengkap, murid mengisi suku yang hilang. Dinilai berdasarkan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi aturan penambahan pada pola gambar.
  • Pemantauan lembar kerja kelompok (LKK): ketepatan mengisi tabel banyak benda dan penulisan operasi penjumlahan.
  • Tanya jawab lisan selama presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman konsep pola gambar membesar.

Sumatif:

  • Kuis mandiri individu 2 butir soal di akhir pembelajaran: mengidentifikasi aturan penambahan dan menentukan banyak benda pada suku berikutnya dalam pola gambar membesar.
  • Penilaian LKK kelompok berdasarkan kelengkapan tabel dan ketepatan penentuan suku berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pola gambar membesar (TP 4.3.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan aturan penambahan dari susunan gambar yang diberikan, meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan aturan penambahan hanya dengan bantuan pertanyaan pandu dari guru atau teman.Murid dapat mengidentifikasi aturan penambahan pada pola gambar membesar secara mandiri dan menjelaskannya dengan kata-kata sendiri.Murid dapat mengidentifikasi aturan penambahan pada berbagai pola gambar membesar yang berbeda secara mandiri dan mampu menjelaskan alasannya dengan tepat dan rinci.
Menentukan banyak benda pada suku berikutnya (TP 4.3.1.2)Murid tidak dapat menentukan banyak benda pada suku berikutnya, meskipun tabel dan aturan pola sudah disediakan.Murid dapat menentukan banyak benda pada suku berikutnya hanya untuk 1 suku ke depan dengan bantuan, namun melakukan kesalahan untuk suku yang lebih jauh.Murid dapat menentukan banyak benda pada suku ke-4 dan ke-5 secara mandiri menggunakan operasi penjumlahan dengan hasil yang benar.Murid dapat menentukan banyak benda pada beberapa suku berikutnya (ke-4 hingga ke-7 atau lebih) secara mandiri, akurat, dan mampu menjelaskan strategi penghitungannya kepada teman.
Komunikasi dan presentasi hasilMurid tidak dapat menyampaikan hasil pengamatan pola gambar, baik secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menyampaikan hasil, namun penjelasan kurang jelas atau tidak disertai alasan yang logis.Murid dapat menyampaikan hasil pengamatan dan penentuan suku berikutnya dengan jelas dan disertai alasan yang logis.Murid dapat menyampaikan hasil dengan jelas, logis, dan sistematis; mampu merespons pertanyaan dari teman dengan jawaban yang tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu lebih banyak waktu?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya lakukan dalam membantu murid yang kesulitan dan menantang murid yang sudah cepat paham?
  • Apakah seluruh murid sudah mencapai TP 4.3.1.1 dan 4.3.1.2? Siapa yang perlu pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pahami tentang pola gambar membesar hari ini? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling mudah dan paling sulit bagimu? Mengapa?
  • Bagaimana kamu menentukan banyak benda pada kumpulan berikutnya? Strategi apa yang kamu gunakan?
  • Apakah kamu sudah bisa mengerjakan soal kuis tadi dengan yakin? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Hobri, dkk., Kemendikbudristek 2022) — Bab 3: Pola Gambar dan Pola Bilangan, halaman 86–91.
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2022) — Bab 3, Aktivitas 1: Pola Gambar Membesar.
  3. Kelereng atau batu kerikil (30–40 butir per kelompok) sebagai media manipulatif konkret.
  4. Lembar Kerja Kelompok (LKK) berisi tabel pola gambar membesar — disiapkan guru.
  5. Kartu gambar pola (untuk scaffolding dan pengayaan) — disiapkan guru.
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan tabel pola secara klasikal.
  7. Secarik kertas/mini-whiteboard untuk asesmen awal dan kuis akhir individu.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.