Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Menghubungkan Pecahan Desimal Perseratusan dengan Konsep Persen

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Menghubungkan Pecahan Desimal Perseratusan dengan Konsep Persen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Menghubungkan Pecahan Desimal Perseratusan dengan Konsep Persen

Matematika - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menghubungkan Pecahan Desimal Perseratusan dengan Konsep Persen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenghubungkan Pecahan Desimal Perseratusan dengan Konsep Persen
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep persen (mis. 25/100 = 0,25 = 25%) menggunakan gambar dan simbol.
  2. Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan konversi antara pecahan, desimal, dan persen.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat label diskon di toko, misalnya 'Diskon 50%'? Kira-kira artinya apa ya?
  2. Jika ada 100 kotak dan 25 kotak diarsir, bagaimana cara kita menuliskan bagian yang diarsir itu dalam bentuk pecahan, desimal, dan persen?
  3. Menurutmu, apakah 0,75 dan 75% menunjukkan nilai yang sama? Bagaimana cara membuktikannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi murid hari ini.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan kartu bilangan bertuliskan '75/100', '0,75', dan '75%', lalu bertanya kepada murid mana yang mereka sudah kenal dan mana yang belum.
  • Guru mencatat respons murid (bisa dengan show of hands atau mini whiteboard) untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru memunculkan pertanyaan pemantik tentang label diskon di toko swalayan dan mengaitkan dengan pengalaman murid sehari-hari.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menghubungkan pecahan perseratusan, desimal, dan persen, serta menggunakannya dalam situasi nyata.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar grid 10×10 (100 kotak) di papan tulis atau layar proyektor. Murid diminta mengamati grid tersebut.
  • Guru mengarsir 25 kotak pada grid, lalu mengajak murid menyebutkan berapa bagian yang diarsir dari keseluruhan — mengarahkan ke jawaban '25 dari 100' atau '25/100'.
  • Guru menuliskan secara berurutan di papan: 25/100 → 0,25 → 25%, sambil menjelaskan bahwa ketiganya menyatakan nilai yang sama dengan cara berbeda.
  • Guru mengulang langkah yang sama dengan contoh 50/100 = 0,50 = 50% dan 75/100 = 0,75 = 75%, setiap kali memperlihatkan grid yang diarsir sebagai jangkar visual.
  • Murid diajak membaca bersama pola konversi: 'Pecahan perseratusan → tulis pembilang di belakang koma dua tempat → tambahkan simbol %'.
  • Guru memberikan waktu 2 menit bagi murid untuk menuliskan di buku tulis masing-masing satu contoh konversi pilihan mereka sendiri, lalu membacakannya ke teman sebangku.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi dua bagian: (A) tabel konversi dan (B) soal cerita kontekstual.
  • Bagian A — Tabel Konversi: Murid melengkapi tabel yang berisi kolom Pecahan Biasa, Desimal, dan Persen. Contoh baris yang diberikan: ___/100 = 0,35 = ___%; 60/100 = ___ = ___%; ___/100 = ___ = 80%.
  • Bagian B — Soal Cerita: Murid menyelesaikan 2 masalah kontekstual. Contoh soal 1: 'Di toko Pak Budi, ada diskon 30% untuk baju. Tuliskan diskon itu dalam bentuk pecahan dan desimal!' Contoh soal 2: 'Ani menjawab benar 45 soal dari 100 soal. Berapa persen soal yang dijawab benar oleh Ani?'
  • Selama diskusi kelompok, guru berkeliling untuk memantau proses, memberikan pertanyaan scaffolding ('Coba lihat grid-nya, berapa kotak yang diarsir?'), dan mencatat murid yang membutuhkan bantuan tambahan.
  • Setiap kelompok menuliskan jawaban tabel dan soal cerita pada kertas plano atau lembar presentasi sederhana.
  • Dua kelompok dipilih secara acak untuk mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas. Kelompok lain diberi kesempatan memberi tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Dari tabel dan soal cerita tadi, pola apa yang kalian temukan saat mengubah pecahan perseratusan menjadi persen?'
  • Murid diberi waktu 3 menit untuk menuliskan secara mandiri di buku tulis: (1) satu hal yang baru mereka pahami hari ini, dan (2) satu pertanyaan yang masih membuat mereka penasaran.
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela berbagi tulisan mereka. Guru merespons dengan afirmatif dan meluruskan miskonsepsi jika ada.
  • Guru menegaskan kembali pola utama: pecahan a/100 = desimal 0,a_ = a% dan menuliskan rangkuman singkat di papan tulis bersama murid.

Penutup:

  • Guru membagikan soal asesmen akhir individual: 3 soal konversi singkat (mis. 45/100 = ? = ?%; 0,62 = ?/100 = ?%) dan 1 soal cerita sederhana.
  • Murid mengerjakan secara mandiri selama ±7 menit.
  • Guru mengumpulkan lembar asesmen untuk diperiksa.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid menyebutkan bersama-sama: '25/100 sama dengan 0,25 sama dengan 25%!' sebagai penutup yang menggembirakan.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar: guru menyediakan grid 10×10 yang sudah tercetak dan kartu konversi bergambar sebagai alat bantu visual. Murid yang sudah cepat: diberikan tantangan tambahan berupa soal konversi dengan konteks lebih kompleks, misalnya menghitung persen kehadiran kelas atau persen nilai ulangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan Bagian A tabel konversi dengan bantuan teman sebangku terlebih dahulu sebelum mencoba mandiri. Murid yang cepat dapat langsung mengerjakan soal cerita Bagian B dan membuat soal cerita sendiri untuk ditukar dengan kelompok lain.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman mereka melalui tulisan di buku tulis, presentasi lisan di depan kelas, atau menggambar grid sendiri dan memberi label konversi — pilihan disesuaikan dengan gaya belajar murid.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan tiga kartu: '75/100', '0,75', '75%' dan bertanya kepada murid mana yang sudah mereka kenal. Murid merespons dengan mengangkat tangan atau menulis di mini whiteboard.
  • Guru mencatat pemetaan pemahaman awal murid untuk menentukan kelompok dan intensitas pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Guru berkeliling dan mengamati proses pengerjaan lembar kerja kelompok, mencatat murid yang mampu mengisi tabel secara mandiri dan murid yang masih memerlukan scaffolding.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada kelompok selama diskusi: 'Bagaimana cara kalian menemukan nilai persennya?' untuk mengecek kedalaman pemahaman.
  • Guru memantau presentasi dua kelompok dan mencatat ketepatan jawaban serta kemampuan murid menjelaskan pola konversi kepada kelas.

Akhir:

  • Murid mengerjakan secara mandiri: 3 soal konversi (melengkapi pecahan, desimal, atau persen yang hilang dari tripel a/100 – 0,a – a%) dan 1 soal cerita kontekstual sederhana.
  • Guru memeriksa lembar asesmen menggunakan rubrik 4 level untuk menentukan capaian masing-masing murid terhadap TP 4.2.7.1 dan 4.2.7.2.

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan respons murid saat diskusi kelompok dan tanya jawab kelas.
  • Pengecekan lembar kerja kelompok (tabel konversi dan soal cerita) selama kegiatan inti.
  • Jurnal refleksi singkat murid di akhir tahap Merefleksi (satu hal baru yang dipahami dan satu pertanyaan).

Sumatif:

  • Lembar asesmen akhir individual berisi 3 soal konversi pecahan–desimal–persen dan 1 soal cerita kontekstual yang dikerjakan di akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghubungkan pecahan perseratusan, desimal, dan persen (TP 4.2.7.1)Murid belum dapat mengubah pecahan perseratusan ke bentuk desimal atau persen, meskipun dengan bantuan gambar.Murid dapat mengubah pecahan perseratusan ke bentuk desimal atau persen dengan bantuan grid/gambar dan bimbingan guru.Murid dapat mengubah pecahan perseratusan ke bentuk desimal dan persen secara mandiri menggunakan gambar maupun simbol untuk sebagian besar kasus.Murid dapat mengubah pecahan perseratusan ke bentuk desimal dan persen secara mandiri menggunakan gambar dan simbol, serta dapat menjelaskan pola konversi kepada teman dengan bahasa sendiri.
Menyelesaikan masalah kontekstual konversi pecahan–desimal–persen (TP 4.2.7.2)Murid belum dapat menyelesaikan soal cerita yang melibatkan konversi, meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyelesaikan soal cerita sederhana tentang konversi dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menyelesaikan soal cerita sederhana tentang konversi secara mandiri dengan langkah yang cukup tepat.Murid dapat menyelesaikan soal cerita tentang konversi secara mandiri dengan langkah penyelesaian yang tepat dan lengkap, serta mampu menjelaskan alasan setiap langkah.
Komunikasi matematis (menyampaikan ide dan hasil konversi)Murid belum dapat mengomunikasikan hasil konversi secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menuliskan hasil konversi dengan simbol yang benar meskipun belum disertai penjelasan.Murid dapat menuliskan hasil konversi dan memberikan penjelasan singkat menggunakan kalimat sendiri.Murid dapat menuliskan dan mempresentasikan hasil konversi secara runtut, menggunakan gambar dan simbol, disertai penjelasan yang mudah dipahami orang lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami pola konversi pecahan perseratusan → desimal → persen setelah kegiatan ini? Bukti apa yang saya miliki?
  • Apakah media grid 10×10 dan contoh konteks diskon efektif membantu murid membangun pemahaman konseptual, bukan hanya prosedural?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut, dan apa langkah tindak lanjut yang akan saya ambil pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang persen dan pecahan desimal?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu?
  • Dapatkah kamu menyebutkan satu contoh penggunaan persen dalam kehidupan sehari-hari yang mirip dengan yang kita pelajari hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV SD/MI (Hobri, dkk., Kemendikbudristek 2022), Bab 2 Subbab E halaman 76–78.
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2022), Bab 2 Subbab E.
  3. Lembar kerja kelompok berisi tabel konversi dan soal cerita kontekstual (dibuat guru).
  4. Kartu konversi bergambar: tripel pecahan–desimal–persen (media cetak sederhana).
  5. Grid 10×10 (dapat digambar di papan tulis atau dicetak sebagai lembar kerja).
  6. Papan tulis dan spidol warna.
  7. Alat tulis murid (pensil, penggaris, buku tulis).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.