Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan

Matematika - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan (mis. 0,3 = 3/10) menggunakan gambar, tabel, dan simbol matematika.
  2. Murid dapat menyatakan pecahan desimal perseratusan (mis. 0,25 = 25/100) menggunakan gambar, tabel, dan simbol matematika.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu memotong sebuah pizza menjadi 10 bagian yang sama dan mengambil 3 bagian, bagaimana cara lain menuliskan bagian yang kamu ambil selain 3/10?
  2. Pernahkah kamu melihat angka seperti 0,5 atau 0,25 di sekitar kamu — misalnya pada label harga atau timbangan? Kira-kira artinya apa?
  3. Apa yang berbeda antara pecahan 3/10 dan 25/100? Apakah cara menuliskannya sebagai desimal juga berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan kartu bergambar kotak yang dibagi 10 bagian sama dengan beberapa kotak diarsir, lalu bertanya 'Berapa bagian yang diarsir? Tuliskan dalam bentuk pecahan!' — murid menjawab di papan mini atau secarik kertas (3 menit).
  • Guru mengamati respons murid untuk mengelompokkan: murid yang sudah paham bentuk pecahan biasa (siap masuk materi desimal) dan murid yang masih ragu (perlu scaffolding lebih).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kalau ada 3 dari 10 kotak diarsir, bisakah kita menulisnya dengan cara lain selain 3/10?' — biarkan murid menjawab bebas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan menggunakan gambar, tabel, dan simbol (1 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat sehingga murid tahu apa yang akan mereka lakukan (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan poster/menampilkan proyektor berupa kotak grid 10 kolom. Sebagian kolom diarsir (misal 3 kolom). Guru mengajak murid membaca pecahannya: 'Berapa kolom diarsir? Dari berapa kolom total? Jadi pecahannya 3/10.' (3 menit)
  • Guru memperkenalkan notasi desimal: '3/10 juga bisa ditulis 0,3. Angka setelah koma menunjukkan persepuluhan.' Guru menulis di papan: 3/10 = 0,3. Murid diminta menyalin di buku catatan mereka. (3 menit)
  • Guru mengulang dengan contoh lain: 7/10 = 0,7, lalu meminta murid menyebutkan bersama-sama. (2 menit)
  • Guru beralih ke kotak grid 10x10 (100 kotak). Beberapa kotak diarsir (misal 25 kotak). Guru bertanya: 'Berapa kotak diarsir? Dari berapa total? Jadi pecahannya 25/100.' (3 menit)
  • Guru memperkenalkan notasi desimal perseratusan: '25/100 = 0,25. Dua angka di belakang koma berarti perseratusan.' Murid mencatat di buku. (2 menit)
  • Guru membuat tabel di papan tulis dengan tiga kolom (Gambar | Pecahan Biasa | Desimal) dan mengisi 2 baris pertama bersama murid sebagai contoh: baris 1 → gambar 3/10 grid → 3/10 → 0,3; baris 2 → gambar 25/100 grid → 25/100 → 0,25. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi: (a) 3 soal gambar grid persepuluhan yang harus diisi pecahan biasa dan desimalnya, (b) 3 soal gambar grid perseratusan yang harus diisi pecahan biasa dan desimalnya, (c) 2 soal mengarsir grid sesuai pecahan desimal yang diberikan (misal: arsir 0,6 pada grid 10 kolom). (10 menit)
  • Selama kerja kelompok, guru berkeliling mengamati dan memberikan pertanyaan pendampingan seperti: 'Kenapa kamu pilih penyebut 10 di sini?', 'Berapa angka di belakang koma kalau penyebutnya 100?' — ini merangsang penalaran kritis.
  • Setiap kelompok memilih 1 soal terbaik dari LK mereka, lalu mempresentasikan cara menyelesaikannya di depan kelas (masing-masing kelompok 1–2 menit). Kelompok lain boleh memberi tanggapan singkat. (8 menit)
  • Guru memberikan konfirmasi dan koreksi jika ada jawaban yang perlu diluruskan, sambil menegaskan kembali pola: 1 angka di belakang koma → penyebut 10, 2 angka di belakang koma → penyebut 100. (2 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk nyaman dan menutup buku sejenak. Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa yang tadi kita pelajari? Siapa yang bisa menjelaskan perbedaan persepuluhan dan perseratusan dengan kata-katamu sendiri?' (2 menit)
  • Murid secara individual mengisi 'Tiket Keluar' (exit ticket) di selembar kertas kecil: tuliskan 1 contoh pecahan desimal persepuluhan dan 1 contoh pecahan desimal perseratusan dalam bentuk gambar, pecahan biasa, dan simbol desimal. (5 menit)
  • Guru mengumpulkan tiket keluar dan memberikan umpan balik verbal singkat: menyebutkan pola jawaban yang bagus dari beberapa murid (tanpa menyebut nama jika ada yang salah), dan mengonfirmasi pemahaman kelas secara keseluruhan. (2 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pelajaran bersama: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini? Pecahan seperti apa yang bisa kita tulis sebagai desimal?' (2 menit)
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi mereka dalam diskusi dan presentasi kelompok. (1 menit)
  • Guru menyampaikan kaitan materi hari ini dengan kehidupan nyata: 'Kalian sering lihat harga di toko seperti Rp 1.500 — itu setara dengan 15/10 atau 1,5 ribuan. Pecahan desimal ada di sekitar kita!' (1 menit)
  • Guru menyampaikan informasi pembelajaran berikutnya: hubungan pecahan desimal perseratusan dengan persen. (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diberikan grid dengan warna berbeda dan jumlah kotak yang sudah diberi angka bantu (mis. setiap kolom diberi nomor 1–10) agar lebih mudah menghitung bagian yang diarsir. Murid yang sudah cepat paham diberikan soal tantangan: mengarsir grid perseratusan untuk pecahan seperti 0,08 atau 0,75 dan menjelaskan alasannya.
  • Proses: Murid lambat didampingi guru atau teman sebaya (peer tutor) saat mengerjakan LK — mereka mengerjakan bagian persepuluhan dulu sebelum perseratusan. Murid cepat diminta untuk membuat soal sendiri (1 soal persepuluhan dan 1 soal perseratusan) untuk ditukar dengan kelompok lain.
  • Produk: Murid lambat cukup mengisi tabel (gambar → pecahan biasa → desimal). Murid cepat diminta membuat 'mini poster' atau ilustrasi sederhana di kertas A5 yang menunjukkan 3 contoh pecahan desimal persepuluhan dan 3 contoh perseratusan lengkap dengan gambar grid dan simbolnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar kotak grid 10 bagian dengan beberapa kotak diarsir dan meminta murid menuliskan pecahan yang sesuai di papan mini atau kertas.
  • Guru mengamati apakah murid sudah dapat mengenali pecahan biasa dari gambar sebelum materi desimal diperkenalkan.
  • Jika sebagian besar murid belum paham pecahan biasa, guru meluangkan 3 menit tambahan untuk mengulang konsep pembilang dan penyebut sebelum masuk ke notasi desimal.

Proses:

  • Observasi langsung saat kerja kelompok pada LK: guru berkeliling dan mencatat murid yang sudah mampu secara mandiri vs. yang masih perlu bimbingan.
  • Pertanyaan pendampingan lisan: 'Kenapa penyebutnya 10?', 'Berapa angka di belakang koma kalau penyebutnya 100?' — untuk mengecek nalar murid secara individual.
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan dan kejelasan penjelasan murid saat mempresentasikan jawaban LK.

Akhir:

  • Tiket Keluar: setiap murid secara mandiri menuliskan 1 contoh pecahan desimal persepuluhan dan 1 contoh perseratusan lengkap dengan gambar grid, pecahan biasa, dan simbol desimal.
  • Guru menggunakan hasil tiket keluar untuk mengelompokkan murid: yang sudah tuntas, yang perlu pengayaan, dan yang perlu remedial di pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid bekerja dalam kelompok: guru mencatat murid yang mampu menghubungkan gambar grid dengan notasi pecahan dan desimal secara mandiri.
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan inti (tahap Memahami dan Mengaplikasi): guru mengajukan pertanyaan pancingan untuk mengecek pemahaman individual.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan komunikasi dan ketepatan jawaban saat kelompok menjelaskan soal di depan kelas.

Sumatif:

  • Tiket Keluar (exit ticket): murid menuliskan secara mandiri 1 contoh pecahan desimal persepuluhan dan 1 contoh perseratusan dalam tiga representasi (gambar, pecahan biasa, simbol desimal) — digunakan sebagai asesmen akhir pertemuan ini.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyatakan pecahan desimal persepuluhan (TP 4.2.6.1)Murid belum dapat menghubungkan gambar grid persepuluhan dengan pecahan biasa maupun notasi desimal, atau jawaban tidak relevan.Murid dapat menuliskan pecahan biasa dari gambar grid persepuluhan (mis. 3/10) tetapi belum dapat mengubahnya ke notasi desimal dengan tepat.Murid dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan menggunakan gambar, pecahan biasa, dan simbol desimal (mis. gambar 3/10 kotak → 3/10 → 0,3) dengan benar.Murid dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dalam tiga representasi (gambar, tabel, simbol) secara akurat dan mampu menjelaskan alasannya kepada teman atau guru dengan bahasa yang jelas.
Menyatakan pecahan desimal perseratusan (TP 4.2.6.2)Murid belum dapat menghubungkan gambar grid perseratusan dengan pecahan biasa maupun notasi desimal, atau membingungkan antara penyebut 10 dan 100.Murid dapat menuliskan pecahan biasa dari gambar grid perseratusan (mis. 25/100) tetapi masih keliru dalam menuliskan notasi desimalnya (mis. menulis 0,025 atau 2,5).Murid dapat menyatakan pecahan desimal perseratusan menggunakan gambar, pecahan biasa, dan simbol desimal (mis. gambar 25/100 kotak → 25/100 → 0,25) dengan benar.Murid dapat menyatakan pecahan desimal perseratusan dalam tiga representasi secara akurat, membedakannya dari persepuluhan, dan mampu membuat soal/contoh baru secara mandiri.
Komunikasi dan Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Murid terlibat dalam kelompok tetapi hanya mengikuti arahan teman, belum berani menyampaikan pendapat sendiri.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan membantu teman memahami konsep dengan cara yang bisa dimengerti.Murid memimpin diskusi kelompok, menyampaikan penjelasan yang logis dan terstruktur saat presentasi, serta merespons pertanyaan teman atau guru dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami perbedaan antara pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan setelah kegiatan hari ini? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah penggunaan grid visual (gambar kotak) membantu murid membangun intuisi pecahan desimal? Apakah ada alat bantu lain yang lebih efektif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang perlu perhatian lebih di pertemuan berikutnya berdasarkan hasil tiket keluar?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah kamu pahami hari ini tentang pecahan desimal? Tuliskan 1 hal yang paling kamu ingat.
  • Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar bersama kelompok hari ini? Apa yang membuatmu semangat atau kurang semangat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV SD/MI (Hobri, dkk.) — Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-908-9, Bab 2 Topik D halaman 72–76.
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV SD/MI (Hobri, dkk.) — Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-909-6, Bab 2 Topik D.
  3. Poster atau tayangan proyektor: grid persepuluhan (1x10 kolom) dan grid perseratusan (10x10 kotak) yang dapat diarsir.
  4. Lembar Kerja Kelompok (LKK) berisi soal gambar grid dan tabel tiga kolom (Gambar | Pecahan Biasa | Desimal) — dibuat oleh guru.
  5. Tiket Keluar (exit ticket) — kartu kertas kecil untuk asesmen akhir pertemuan.
  6. Papan tulis, spidol, dan papan mini murid (atau selembar kertas HVS) untuk asesmen awal.
  7. Kertas A5 dan pensil warna untuk murid yang mengerjakan diferensiasi produk (mini poster).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.