Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengurutkan Pecahan dengan Pembilang Satu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Mengurutkan Pecahan dengan Pembilang Satu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengurutkan Pecahan dengan Pembilang Satu

Matematika - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengurutkan Pecahan dengan Pembilang Satu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengurutkan Pecahan dengan Pembilang Satu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengurutkan tiga atau lebih pecahan dengan pembilang satu dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya menggunakan gambar dan simbol.
  2. Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan perbandingan dan pengurutan pecahan dengan pembilang satu.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu membagi sebuah pizza menjadi 2 bagian dan temanmu membagi pizza yang sama menjadi 8 bagian, bagian milik siapa yang lebih besar? Mengapa?
  2. Jika penyebutnya semakin besar, apakah nilai pecahannya semakin besar atau semakin kecil? Bagaimana kamu bisa tahu?
  3. Bisakah kamu menyusun kartu pecahan 1/2, 1/5, dan 1/3 dari yang terkecil ke terbesar tanpa menggambar terlebih dahulu? Bagaimana caramu memutuskan urutannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid duduk nyaman. Guru mengajak murid menarik napas dalam 3 detik dan menghembuskan perlahan sebagai pengkondisian awal (mindful opening).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 3 gambar lingkaran yang dibagi menjadi 2, 4, dan 6 bagian sama rata, satu bagian diarsir. Murid diminta menyebutkan nama pecahan masing-masing gambar secara lisan.
  • Guru mencatat di papan tulis pecahan mana yang sudah dikenali murid dan mana yang masih membingungkan, sebagai dasar penyesuaian penjelasan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Kalau kamu membagi pizza menjadi 2 bagian dan temanmu membagi pizza yang sama menjadi 8 bagian, bagian milik siapa yang lebih besar?' Murid diminta menjawab singkat secara bebas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengurutkan pecahan dengan pembilang satu menggunakan gambar dan simbol, lalu menggunakannya untuk memecahkan masalah sehari-hari.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan selama 70 menit ke depan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan 4 lembar kertas origami berbentuk lingkaran kepada setiap kelompok (4–5 murid). Setiap anggota mengambil satu lingkaran.
  • Anggota 1 membagi lingkarannya menjadi 2 bagian sama, anggota 2 menjadi 3 bagian, anggota 3 menjadi 4 bagian, dan anggota 4 menjadi 6 bagian. Masing-masing mewarnai satu bagian.
  • Guru memandu diskusi kelompok: 'Perhatikan bagian yang diwarnai. Susunlah lingkaran-lingkaran itu dari bagian berwarna yang paling besar ke yang paling kecil di atas meja kalian.'
  • Setelah menyusun secara fisik, murid menuliskan urutan pecahan yang terbentuk menggunakan simbol di buku tulis mereka: 1/2 > 1/3 > 1/4 > 1/6.
  • Guru mengajukan pertanyaan penguat: 'Mengapa pecahan dengan penyebut kecil justru nilainya lebih besar? Apa yang kalian amati dari lingkaran tadi?' Murid mendiskusikan dalam kelompok lalu satu perwakilan berbagi ke kelas.
  • Guru memperjelas konsep di papan tulis: semakin besar penyebut, berarti keseluruhan dibagi menjadi lebih banyak bagian, sehingga setiap bagian menjadi semakin kecil.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja (LK) yang berisi dua jenis soal. Soal A: urutkan 4 set pecahan dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya menggunakan gambar dan simbol (contoh: urutkan 1/3, 1/8, 1/2, 1/5 dari terkecil ke terbesar). Soal B: 2 soal cerita kontekstual.
  • Contoh soal cerita (Soal B): 'Rara, Budi, dan Sari memotong tali yang sama panjangnya. Rara memotong menjadi 4 bagian, Budi memotong menjadi 7 bagian, dan Sari memotong menjadi 2 bagian. Masing-masing mengambil 1 potong. Siapa yang mendapat potongan tali terpanjang? Urutkan panjang potongan tali mereka dari yang terpendek!'
  • Murid mengerjakan Soal A secara berpasangan dengan teman sebangku. Guru mendorong murid untuk terlebih dahulu membuat sketsa gambar sebelum menuliskan simbol.
  • Untuk Soal B, murid mengerjakan secara mandiri. Mereka wajib menulis: (a) apa yang diketahui, (b) apa yang ditanyakan, (c) gambar/ilustrasi pecahan, (d) urutan pecahan dengan simbol, (e) kesimpulan kalimat.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan scaffolding bagi murid yang kesulitan: 'Coba gambar dulu. Kalau kamu membagi 1 tali menjadi 7 potong, setiap potong kira-kira seberapa besar?'
  • Guru memberikan tantangan tambahan bagi murid yang selesai lebih cepat: 'Buat sendiri satu soal cerita tentang pengurutan pecahan pembilang satu, lalu tukar dengan teman untuk dikerjakan.'

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Dua pasang murid (dipilih secara acak menggunakan teknik 'cabut nomor') mempresentasikan jawaban Soal A dan Soal B masing-masing di depan kelas.
  • Setelah presentasi, kelas diberi kesempatan untuk merespons: 'Apakah ada urutan yang berbeda dari kelompok lain? Mengapa?' Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk menyamakan pemahaman.
  • Guru menampilkan 1 soal cerita baru di papan tulis sebagai asesmen akhir singkat (exit ticket): 'Pak Adi, Bu Rini, dan Dani masing-masing mendapat bagian kue dari kue yang sama besar. Pak Adi mendapat 1/6 bagian, Bu Rini mendapat 1/4 bagian, dan Dani mendapat 1/3 bagian. Urutkan dari yang paling kecil bagiannya!' Murid mengerjakan secara individu di selembar kertas kecil.
  • Murid mengumpulkan exit ticket kepada guru. Guru membaca sekilas untuk memetakan pemahaman sebelum sesi penutup.

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pembelajaran: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini? Apa aturan penting yang kita temukan tentang pecahan dengan pembilang satu?' Murid menjawab secara lisan bergantian.
  • Guru menegaskan kembali konsep kunci: pada pecahan dengan pembilang satu, semakin besar penyebutnya, semakin kecil nilai pecahannya.
  • Guru membagikan kartu refleksi (atau menuliskan di buku tulis) dengan 3 pertanyaan singkat: (1) Apa yang sudah kamu pahami? (2) Apa yang masih membingungkan? (3) Bagian mana yang paling kamu sukai hari ini?
  • Murid mengisi kartu refleksi selama 3 menit, lalu mengumpulkan kepada guru.
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: 'Di pertemuan selanjutnya kita akan belajar membandingkan pecahan dengan penyebut yang sama. Coba pikirkan, apa bedanya dengan yang kita pelajari hari ini?'
  • Guru menutup kelas dengan apresiasi atas kerja keras murid dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep dasar diberikan kartu pecahan bergambar (visual konkret lingkaran/persegi yang sudah diarsir) sebagai referensi saat mengerjakan LK. Murid yang sudah lancar dapat diberikan set pecahan dengan penyebut yang lebih besar (misal 1/10, 1/12, 1/15) sebagai tantangan tambahan.
  • Proses: Murid yang kesulitan diperbolehkan menggunakan kertas origami untuk melipat dan membandingkan secara fisik sebelum menuliskan jawaban. Murid yang cepat selesai diminta membuat soal cerita sendiri dan menukarkannya dengan teman untuk dijawab bersama.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahamannya melalui gambar ilustrasi bertanda (bagi yang lebih nyaman secara visual), tulisan simbol matematika saja, atau kombinasi gambar dan simbol. Semua bentuk produk diterima selama alasan logisnya dapat dijelaskan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 gambar lingkaran yang dibagi menjadi 2, 4, dan 6 bagian sama rata (satu bagian diarsir). Murid diminta menyebutkan nama pecahan masing-masing secara lisan.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Di antara 1/2 dan 1/4, mana yang lebih besar? Mengapa?' untuk mengecek pemahaman awal perbandingan dua pecahan (materi pertemuan sebelumnya).
  • Guru mencatat murid yang sudah paham, yang ragu-ragu, dan yang belum paham untuk menyesuaikan intensitas pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi aktif saat kegiatan menyusun lingkaran origami: apakah murid dapat mengurutkan dari terbesar ke terkecil secara fisik dan menuliskan simbolnya dengan benar.
  • Pertanyaan lisan scaffolding saat murid mengerjakan LK: 'Sudah coba gambar dulu? Apa yang kamu lihat dari gambarnya?' untuk mendeteksi murid yang belum paham.
  • Monitoring presentasi: guru menilai apakah murid dapat mengkomunikasikan alasan urutan dengan bahasa yang tepat.

Akhir:

  • Exit ticket individu: murid mengerjakan 1 soal cerita secara mandiri — mengurutkan tiga pecahan dengan pembilang satu dan menyertakan gambar serta simbol.
  • Kartu refleksi: murid menuliskan apa yang sudah dipahami dan apa yang masih membingungkan, digunakan guru untuk merancang tindak lanjut.

Formatif:

  • Observasi saat murid menyusun lingkaran kertas origami secara fisik: guru mencatat apakah murid dapat menentukan urutan dengan benar berdasarkan pengamatan.
  • Pemantauan saat mengerjakan Lembar Kerja berpasangan: guru mengajukan pertanyaan lisan scaffolding dan mencatat respons murid.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan alasan urutan pecahan yang dipilih.

Sumatif:

  • Exit ticket individu di akhir kegiatan inti: soal cerita pengurutan tiga pecahan dengan pembilang satu (contoh: 1/6, 1/4, 1/3). Dinilai berdasarkan kebenaran urutan dan kelengkapan langkah penyelesaian.
  • Lembar Kerja Soal B (soal cerita): dinilai berdasarkan ketepatan identifikasi masalah, kebenaran gambar/simbol, dan kesimpulan kalimat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan pecahan dengan pembilang satu menggunakan gambarMurid belum dapat menggambar representasi pecahan dengan benar dan tidak dapat menentukan urutan meskipun dengan bantuan.Murid dapat menggambar representasi pecahan namun urutan yang ditulis masih salah atau hanya benar untuk sebagian pecahan.Murid dapat menggambar representasi pecahan dengan benar dan mengurutkan tiga atau lebih pecahan dengan pembilang satu secara tepat.Murid dapat menggambar representasi pecahan dengan benar, mengurutkan dengan tepat, dan mampu menjelaskan alasan urutannya menggunakan konsep 'semakin besar penyebut, semakin kecil nilainya'.
Mengurutkan pecahan dengan pembilang satu menggunakan simbolMurid tidak dapat menuliskan simbol pecahan dengan benar atau tidak dapat menggunakan tanda > dan < sama sekali.Murid dapat menuliskan simbol pecahan namun penggunaan tanda > dan < masih sering terbalik atau tidak konsisten.Murid dapat menuliskan urutan pecahan menggunakan simbol > dan < dengan benar untuk tiga atau lebih pecahan.Murid dapat menuliskan urutan pecahan menggunakan simbol > dan < dengan benar, baik dari terkecil ke terbesar maupun sebaliknya, tanpa kesalahan.
Menyelesaikan masalah kontekstual pengurutan pecahan dengan pembilang satuMurid tidak dapat mengidentifikasi informasi dari soal cerita dan tidak dapat mengaitkannya dengan konsep pecahan.Murid dapat mengidentifikasi informasi dari soal cerita namun penyelesaiannya tidak lengkap atau kesimpulan masih salah.Murid dapat menyelesaikan soal cerita dengan lengkap: menuliskan yang diketahui, yang ditanyakan, proses pengurutan, dan kesimpulan dengan benar.Murid dapat menyelesaikan soal cerita secara lengkap dan tepat, serta mampu memverifikasi jawabannya atau membuat variasi soal serupa secara mandiri.
Komunikasi matematis (presentasi dan penjelasan)Murid tidak dapat menjelaskan proses atau hasil pekerjaannya meskipun dengan bantuan pertanyaan pancingan.Murid dapat menjelaskan hasil pekerjaannya namun penjelasannya kurang runtut dan sulit dipahami.Murid dapat menjelaskan proses dan hasil pekerjaannya dengan runtut menggunakan istilah matematika yang tepat (pembilang, penyebut, urutan).Murid dapat menjelaskan proses dan hasil pekerjaannya dengan sangat runtut, menggunakan istilah matematika yang tepat, dan dapat merespons pertanyaan dari teman atau guru dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan menyusun lingkaran origami? Apa yang perlu diperbaiki dari instruksinya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang membutuhkan lebih banyak waktu?
  • Berdasarkan exit ticket, berapa persen murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran 4.2.2.1 dan 4.2.2.2? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan scaffolding yang saya berikan efektif membantu murid yang kesulitan? Pertanyaan apa yang perlu ditambahkan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa aturan penting yang kamu temukan hari ini tentang pecahan dengan pembilang satu? Tuliskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Bagian mana yang paling mudah untukmu hari ini? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Di mana kamu bisa menggunakan pengetahuan tentang mengurutkan pecahan ini dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV (Hobri, dkk) — Bab 2 Pecahan, halaman 60–64
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV (Hobri, dkk) — Bab 2 Pecahan, halaman 90–97
  3. Kertas origami berbentuk lingkaran (4 lembar per kelompok, berbeda warna)
  4. Gunting dan lem (untuk aktivitas melipat dan menempel lingkaran)
  5. Lembar Kerja (LK) berisi soal latihan dan soal cerita kontekstual (disiapkan guru)
  6. Kartu refleksi murid (disiapkan guru, dapat berupa selembar kertas kecil)
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk visualisasi konsep
  8. https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id (referensi tambahan untuk guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.