Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengenal Pecahan dan Membandingkan Pecahan dengan Pembilang Satu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Mengenal Pecahan dan Membandingkan Pecahan dengan Pembilang Satu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Mengenal Pecahan dan Membandingkan Pecahan dengan Pembilang Satu

Matematika - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Pecahan dan Membandingkan Pecahan dengan Pembilang Satu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Pecahan dan Membandingkan Pecahan dengan Pembilang Satu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca dan menulis lambang pecahan dengan pembilang satu (1/2, 1/3, 1/4, dst.) menggunakan gambar dan simbol matematika.
  2. Murid dapat membandingkan dua pecahan dengan pembilang satu menggunakan representasi gambar dan simbol (<, >, =).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika sebuah pizza dibagi rata untuk 4 orang, berapa bagian yang kamu dapatkan — dan bagaimana cara menuliskannya?
  2. Mana yang lebih besar: sepotong kue dari 2 bagian sama rata, atau sepotong kue dari 4 bagian sama rata? Mengapa?
  3. Apakah kamu pernah membagi sesuatu sama rata dengan teman? Bagaimana caramu memastikan setiap orang mendapat bagian yang adil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa, dan memeriksa kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan gambar roti yang dipotong menjadi 2 bagian sama rata dan bertanya, 'Berapa bagian yang kamu terima jika roti ini dibagi dua?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar mengenal pecahan dan membandingkan pecahan dengan pembilang satu menggunakan gambar dan simbol.'
  • Guru memancing rasa ingin tahu dengan Pertanyaan Pemantik: 'Jika pizza dibagi 4 untuk 4 orang, dan roti dibagi 2 untuk 2 orang, mana yang mendapat potongan lebih besar? Ayo kita selidiki bersama!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan selembar kertas origami kepada setiap murid dan meminta mereka melipat kertas menjadi 2 bagian sama rata, lalu membuka lipatan dan mengarsir satu bagian.
  • Guru menjelaskan bahwa bagian yang diarsir mewakili 1/2: pembilang (angka di atas garis) menunjukkan bagian yang diambil, penyebut (angka di bawah garis) menunjukkan total bagian sama rata.
  • Murid mengulangi kegiatan dengan melipat kertas origami baru menjadi 3 bagian sama rata (arsir 1 bagian → 1/3) dan 4 bagian sama rata (arsir 1 bagian → 1/4).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kamu perhatikan tentang ukuran bagian ketika jumlah potongan bertambah?' Murid berbagi pengamatan secara lisan.
  • Guru menuliskan lambang 1/2, 1/3, 1/4 di papan tulis dan murid mencatatnya di buku tulis disertai gambar kertas lipat mereka sendiri.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi dalam kelompok heterogen 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat 2 lembar kertas lingkaran (bisa dipotong dari kertas origami atau HVS).
  • Kelompok melipat lingkaran pertama menjadi 2 bagian sama rata dan lingkaran kedua menjadi 4 bagian sama rata, lalu mengarsir 1 bagian masing-masing.
  • Kelompok meletakkan kedua lingkaran berdampingan dan mendiskusikan: 'Daerah arsir mana yang lebih besar? Menggunakan simbol apa untuk menyatakannya?' (jawaban: 1/2 > 1/4).
  • Guru menunjukkan cara menulis perbandingan dengan simbol: 1/2 > 1/4 di papan tulis, kemudian kelompok diminta membandingkan pasangan pecahan lain: 1/3 dan 1/6, serta 1/4 dan 1/5 menggunakan kertas lipat.
  • Setiap kelompok menuliskan hasil perbandingan di lembar kerja yang disediakan guru (gambar + simbol <, >, atau =).
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan pertanyaan terbuka seperti: 'Bagaimana kamu tahu bagian itu lebih besar? Coba jelaskan kepada temanmu.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan satu pasang perbandingan pecahan yang mereka kerjakan kepada kelas, menjelaskan gambar dan simbol yang digunakan.
  • Guru memfasilitasi diskusi: 'Apakah ada pola yang kalian temukan? Ketika penyebut semakin besar, apa yang terjadi pada ukuran bagiannya?'
  • Murid secara individu menuliskan di buku tulis: satu hal yang baru mereka pahami tentang pecahan dan satu hal yang masih membuat mereka bertanya-tanya.
  • Guru merangkum temuan bersama kelas: penyebut yang lebih besar berarti bagian yang lebih kecil (jika pembilang sama, yaitu 1), dan cara membaca simbol <, >, = dalam konteks pecahan.

Penutup:

  • Guru memberikan soal asesmen akhir singkat (3 soal tertulis): murid menuliskan lambang pecahan dari gambar yang diberikan dan membandingkan dua pasang pecahan dengan simbol yang tepat (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi menggunakan teknik 'Jempol': jempol ke atas (sudah paham), jempol ke samping (masih bingung sebagian), jempol ke bawah (belum paham) — sebagai sinyal cepat bagi guru.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas kerja keras murid hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (mengurutkan pecahan dengan pembilang satu).
  • Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham konsep dasar dapat diberikan kartu pecahan tambahan (1/6, 1/8, 1/10) untuk dieksplorasi secara mandiri. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kertas lipat siap pakai (sudah dipotong berbentuk lingkaran) agar fokus pada pengamatan, bukan proses memotong.
  • Proses: Murid cepat didorong menemukan pola sendiri: 'Apa yang terjadi jika penyebut semakin besar?' tanpa panduan langkah per langkah. Murid yang memerlukan bimbingan dapat bekerja bersama guru dalam kelompok kecil dengan pertanyaan scaffolding seperti: 'Lihat bagian yang diarsir — mana yang tampak lebih besar?'
  • Produk: Murid cepat dapat membuat 'kartu perbandingan' berisi gambar 3–4 pasang pecahan beserta simbol perbandingannya. Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi lembar kerja dengan 2 pasang perbandingan pecahan disertai gambar pendukung.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar roti yang dipotong 2 bagian sama rata dan bertanya secara lisan: 'Berapa bagian yang kamu dapatkan jika roti ini dibagi untuk 2 orang?' — untuk memetakan apakah murid sudah memiliki intuisi awal tentang pecahan.
  • Guru memperhatikan jawaban murid: apakah mereka sudah mengenal istilah 'setengah' atau sudah bisa menuliskan 1/2, atau belum sama sekali. Hasilnya digunakan untuk menentukan intensitas scaffolding selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi kerja kelompok: guru memantau apakah setiap murid aktif terlibat dalam melipat kertas dan berdiskusi.
  • Pertanyaan terbuka selama tahap Mengaplikasi: 'Bagaimana kamu bisa memastikan lipatan kertasmu benar-benar sama rata?' dan 'Mengapa 1/2 lebih besar dari 1/4 padahal 2 lebih kecil dari 4?'
  • Pemeriksaan lembar kerja kelompok sebelum sesi presentasi: guru memberikan umpan balik langsung jika ada kesalahan simbol atau gambar yang tidak proporsional.

Akhir:

  • Soal tertulis individual 3 nomor: (1) gambar lingkaran dibagi 3, diarsir 1 bagian — murid menulis lambang pecahannya; (2) bandingkan 1/3 dan 1/5 dengan simbol yang tepat; (3) bandingkan 1/6 dan 1/4 dengan simbol yang tepat.
  • Teknik 'Jempol' sebagai asesmen diri: guru mencatat distribusi respons kelas untuk merencanakan tindak lanjut di pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid melipat kertas dan berdiskusi kelompok: apakah murid dapat membagi kertas menjadi bagian sama rata dan mengarsir bagian yang dimaksud.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan kelompok: guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk memeriksa pemahaman proses.
  • Lembar kerja kelompok: hasil perbandingan pasangan pecahan (gambar + simbol) diperiksa guru saat berkeliling.

Sumatif:

  • Soal tertulis individual (3 soal) di akhir pembelajaran: (1) tulis lambang pecahan dari gambar, (2) lengkapi perbandingan 1/3 __ 1/5 dengan <, >, atau =, (3) lengkapi perbandingan 1/6 __ 1/4 dengan <, >, atau =.
  • Teknik jempol sebagai asesmen diri murid untuk merefleksikan pemahaman mereka sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca dan Menulis Lambang Pecahan (TP 4.2.1.1)Murid belum dapat mengenali atau menuliskan lambang pecahan dari gambar yang diberikan, meskipun dengan bimbingan.Murid dapat menuliskan lambang pecahan dari gambar sederhana (1/2, 1/4) dengan bimbingan guru, namun masih keliru untuk pecahan lain seperti 1/3 atau 1/5.Murid dapat membaca dan menuliskan lambang pecahan dengan pembilang satu (1/2 hingga 1/6) secara mandiri dari gambar yang diberikan dengan benar.Murid dapat membaca, menulis, dan menjelaskan makna pembilang dan penyebut dari berbagai lambang pecahan dengan pembilang satu secara mandiri dan akurat, serta mampu membuat gambar representasinya sendiri.
Membandingkan Pecahan dengan Pembilang Satu (TP 4.2.1.2)Murid belum dapat membandingkan dua pecahan dengan pembilang satu, bahkan dengan bantuan gambar konkret.Murid dapat membandingkan dua pecahan dengan pembilang satu menggunakan gambar yang sudah tersedia, namun belum konsisten dalam menuliskan simbol <, >, atau = yang tepat.Murid dapat membandingkan dua pecahan dengan pembilang satu menggunakan gambar maupun simbol (<, >, =) secara mandiri dan konsisten untuk pasangan pecahan yang umum (1/2, 1/3, 1/4).Murid dapat membandingkan dua pecahan dengan pembilang satu menggunakan gambar dan simbol secara mandiri, menjelaskan alasan perbandingan tersebut dengan logika yang benar (semakin besar penyebut, semakin kecil nilai pecahannya), dan dapat membuat contoh perbandingan sendiri.
Kolaborasi dalam Kerja KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi atau kegiatan kelompok.Murid terlibat dalam kegiatan kelompok jika diminta, namun belum memberikan kontribusi ide secara aktif.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, mendengarkan pendapat teman, dan menyampaikan pendapat sendiri.Murid aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan seluruh anggota kelompok memahami konsep yang didiskusikan.
Komunikasi Hasil (Presentasi)Murid tidak dapat menjelaskan hasil kerja kelompok secara lisan meskipun dengan bimbingan.Murid dapat menyebutkan hasil perbandingan pecahan secara lisan namun belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat menjelaskan hasil perbandingan pecahan disertai referensi gambar atau kertas lipat yang digunakan, dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat mempresentasikan hasil perbandingan pecahan secara runtut, menggunakan gambar dan simbol sebagai alat bantu, serta menjawab pertanyaan dari teman atau guru dengan penjelasan yang logis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan melipat kertas dan diskusi kelompok? Jika tidak, apa yang menghambat keterlibatan mereka?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Seberapa besar proporsi murid yang mencapai indikator TP 4.2.1.1 dan 4.2.1.2 berdasarkan soal asesmen akhir? Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan tiga tahap kegiatan inti? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pecahan?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagimu? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa membandingkan pecahan seperti 1/2 dan 1/4 dengan yakin? Jika belum, apa yang masih membingungkan?
  • Di mana kamu pernah melihat atau menggunakan pecahan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV (Hobri, dkk. — Kemdikbud 2022, ISBN: 978-602-244-908-9), Bab 2 halaman 56–62
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV (Hobri, dkk. — Kemdikbud 2022, ISBN: 978-602-244-909-6), Bab 2 halaman 90–96
  3. https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id — sebagai referensi media interaktif tambahan
  4. Kertas origami (minimal 3 lembar per murid) untuk kegiatan melipat dan mengarsir
  5. Kertas HVS atau karton berbentuk lingkaran yang sudah dipotong (untuk murid yang membutuhkan dukungan diferensiasi)
  6. Gunting, pensil warna, penggaris
  7. Lembar kerja kelompok (berisi tabel perbandingan pecahan dengan kolom gambar dan simbol)
  8. Soal asesmen akhir tertulis (disiapkan guru, 3 nomor)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.