Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Menulis Bilangan Cacah Sampai 10.000

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Menulis Bilangan Cacah Sampai 10.000". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Menulis Bilangan Cacah Sampai 10.000

Matematika - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menulis Bilangan Cacah Sampai 10.000

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenulis Bilangan Cacah Sampai 10.000
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis bilangan cacah sampai 10.000 dalam bentuk angka dengan benar.
  2. Murid dapat menulis bilangan cacah sampai 10.000 dalam bentuk kata-kata dengan benar.
  3. Murid dapat mengonversi penulisan bilangan cacah sampai 10.000 antara bentuk angka dan kata-kata secara tepat dalam konteks kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kalian pergi ke minimarket dan melihat label harga bertuliskan Rp6.750,00 — bagaimana cara kalian membaca angka itu dengan keras?
  2. Jika seseorang menuliskan 'tiga ribu dua ratus delapan puluh enam' di selembar kertas, angka berapa yang akan kalian tulis?
  3. Mengapa penting bagi kita untuk bisa menulis bilangan dalam bentuk kata-kata, bukan hanya angka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan kartu bergambar label harga minimarket dengan angka seperti Rp3.500,00 dan Rp8.250,00, lalu meminta beberapa murid menuliskan angka tersebut dalam kata-kata di mini whiteboard/kertas. Guru mengamati hasil untuk memetakan pemahaman awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan apersepsi melalui cerita singkat: 'Helen dan Ibu pergi ke minimarket. Helen melihat harga minuman Rp6.750,00. Jarak dari minimarket ke rumah adalah 3.286 meter.' Guru bertanya kepada murid: 'Bilangan mana saja yang kalian temukan dalam cerita ini?' (4 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menulis bilangan cacah sampai 10.000 dalam bentuk angka dan kata-kata. (2 menit)
  • Guru membagikan kartu karton kosong dan spidol warna kepada setiap murid untuk digunakan dalam kegiatan inti. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan bilangan 3.286 di papan tulis dan menjelaskan struktur nilai tempat: ribuan (3), ratusan (2), puluhan (8), satuan (6). Guru menekankan hubungan antara posisi angka dan cara membacanya. (Berkesadaran)
  • Guru menuliskan cara penulisan kata-kata: 'tiga ribu dua ratus delapan puluh enam' sambil menunjuk setiap bagian bilangan yang sesuai, sehingga murid melihat koneksi langsung antara angka dan kata. (Bermakna)
  • Guru memperkenalkan 'Kartu Nilai Tempat' yang sudah disiapkan (kartu karton bertuliskan ribuan, ratusan, puluhan, satuan). Murid diminta menyusun kartu untuk membentuk bilangan yang disebutkan guru, misalnya 5.043 dan 7.900. Kegiatan ini membantu murid membangun konsep secara konkret. (Berkesadaran, Menggembirakan)
  • Guru menjelaskan kaidah penulisan kata-kata: penggunaan kata 'ribu', 'ratus', 'puluh', dan cara menulis bilangan dengan angka nol di tengah (contoh: 5.043 = 'lima ribu empat puluh tiga'). Guru memberi 2–3 contoh bertahap dari bilangan sederhana ke yang lebih kompleks. (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan 'Latihan Kartu Harga': guru membagikan 5 kartu bergambar label harga minimarket (contoh: Rp1.250,00; Rp4.600,00; Rp7.085,00; Rp9.300,00; Rp6.750,00). Murid menuliskan setiap harga tersebut dalam bentuk kata-kata di kartu karton mereka. (Bermakna, Menggembirakan)
  • Setelah selesai, murid menukar kartu dengan teman sebangku untuk saling mengoreksi. Guru memandu diskusi singkat untuk meluruskan kesalahan umum yang muncul, misalnya penulisan angka nol atau kaidah ejaan. (Bermakna)
  • Guru menambahkan variasi: murid menerima 3 kartu bergisi kata-kata (contoh: 'delapan ribu lima ratus dua puluh') dan diminta mengubahnya menjadi bentuk angka. Ini memastikan murid bisa mengonversi dua arah. (Penalaran Kritis)
  • Guru berkeliling mengamati pekerjaan murid dan memberikan umpan balik langsung (asesmen proses). Murid yang mengalami kesulitan mendapat bantuan dengan kembali ke kartu nilai tempat. (Berkesadaran)

Merefleksi (Menggembirakan, Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membuat 'Kartu Bilangan Pribadi': setiap murid memilih sendiri satu bilangan antara 1.000 dan 9.999 yang bermakna bagi mereka (misalnya nomor rumah, tahun lahir, atau jarak tempat favorit), lalu menuliskannya dalam bentuk angka DAN kata-kata di kartu karton mereka dengan hiasan sederhana menggunakan spidol warna. (Menggembirakan, Kreativitas)
  • Beberapa murid (3–4 orang secara sukarela) memperlihatkan kartu mereka ke kelas dan menjelaskan mengapa mereka memilih bilangan tersebut. Kelas memberi tepuk tangan. (Komunikasi)
  • Guru memandu refleksi lisan singkat dengan pertanyaan: 'Apa yang paling mudah saat menulis bilangan dalam kata-kata? Apa yang masih terasa sulit? Apa trik yang kalian temukan?' (Berkesadaran)
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di balik kartu mereka: 'Hari ini saya belajar bahwa...' (Kemandirian)

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengerjakan 4 soal tertulis secara mandiri di buku tulis — 2 soal mengubah angka ke kata-kata dan 2 soal mengubah kata-kata ke angka (bilangan berbeda dari yang digunakan saat latihan). (7 menit)
  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: 'Bilangan cacah sampai 10.000 dapat ditulis dalam bentuk angka menggunakan digit 0–9, dan dalam bentuk kata-kata menggunakan nama nilai tempat ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan.' (3 menit)
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Sekarang kalian sudah bisa menulis bilangan seperti yang tertulis di label harga minimarket. Coba perhatikan bilangan di sekitar kalian hari ini!' (2 menit)
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami nilai tempat diberikan kartu nilai tempat fisik (ribuan/ratusan/puluhan/satuan) sebagai alat bantu konkret sepanjang pembelajaran. Murid yang sudah memahami konsep dasar dapat diberikan tantangan tambahan berupa bilangan dengan angka nol di tengah atau di awal (seperti 1.007 atau 3.040).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan latihan berpasangan bersama teman yang lebih cepat (peer tutoring) atau mendapat pendampingan langsung dari guru. Murid yang cepat menyelesaikan latihan dapat membuat soal sendiri untuk ditukar dengan teman sebangku.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman melalui Kartu Bilangan Pribadi — murid yang membutuhkan dukungan cukup menulis angka dan kata-katanya saja, sedangkan murid yang sudah mahir dapat menambahkan kalimat kontekstual (misalnya: 'Jarak rumahku ke sekolah adalah 2.450 meter = dua ribu empat ratus lima puluh meter').

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2 label harga (Rp3.500,00 dan Rp8.250,00) dan meminta murid menulis angka tersebut dalam kata-kata di mini whiteboard atau kertas sebelum pembelajaran dimulai. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan murid ke dalam tiga kelompok: sudah bisa, sebagian bisa, belum bisa — dan menyesuaikan intensitas pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid menyusun Kartu Nilai Tempat — apakah murid dapat menempatkan digit pada posisi yang tepat.
  • Hasil Latihan Kartu Harga (5 label harga): guru memeriksa kelengkapan dan kebenaran penulisan kata-kata dari setiap murid saat berkeliling.
  • Pengecekan hasil konversi dua arah (kata-kata ke angka): guru mencatat murid yang masih membutuhkan bimbingan dan memberikan umpan balik segera.

Akhir:

  • Tes tertulis mandiri: 4 soal — (1) Tuliskan 6.mascara.815 dalam kata-kata, (2) Tuliskan 4.030 dalam kata-kata, (3) Tuliskan 'sembilan ribu dua ratus lima' dalam angka, (4) Tuliskan 'tujuh ribu enam belas' dalam angka. Penilaian: setiap soal benar bernilai 25 poin, total 100 poin. Murid dinyatakan mencapai TP jika memperoleh minimal 75 poin (3 dari 4 soal benar).
  • Kartu Bilangan Pribadi: dinilai berdasarkan rubrik kebenaran penulisan angka dan kata-kata.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menyusun Kartu Nilai Tempat pada tahap Memahami — guru mencatat murid yang masih keliru dalam penempatan nilai.
  • Pengecekan silang antar teman sebangku pada Latihan Kartu Harga — guru memantau dan mencatat kesalahan umum untuk dibahas bersama.
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan: guru memanggil murid secara acak untuk menjawab soal konversi angka-kata secara spontan.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis akhir: 4 soal singkat (2 soal angka ke kata-kata, 2 soal kata-kata ke angka) yang dikerjakan mandiri di buku tulis sebagai bukti pencapaian TP 4.1.2.1.
  • Kartu Bilangan Pribadi sebagai produk yang menunjukkan kemampuan murid menulis bilangan pilihan sendiri dalam dua bentuk dengan benar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis bilangan cacah dalam bentuk angkaMurid belum dapat menuliskan bilangan cacah 4 digit dalam bentuk angka dengan benar, atau sering salah menempatkan digit (misalnya menulis 'tujuh ribu dua ratus' sebagai 720 atau 70.200).Murid dapat menuliskan bilangan cacah 4 digit dalam bentuk angka dengan benar untuk bilangan tanpa angka nol di tengah (misalnya 5.321), namun masih keliru untuk bilangan dengan angka nol (misalnya 4.030 ditulis sebagai 430).Murid dapat menuliskan bilangan cacah 4 digit dalam bentuk angka dengan benar, termasuk bilangan dengan satu angka nol di posisi tertentu, dengan kesalahan kecil yang jarang terjadi.Murid dapat menuliskan semua bilangan cacah sampai 10.000 dalam bentuk angka dengan tepat dan konsisten, termasuk bilangan dengan angka nol di berbagai posisi, tanpa kesalahan.
Menulis bilangan cacah dalam bentuk kata-kataMurid belum dapat menuliskan bilangan cacah 4 digit dalam bentuk kata-kata, atau menggunakan nama nilai tempat yang salah secara konsisten (misalnya menulis 3.286 sebagai 'tiga dua delapan enam').Murid dapat menuliskan bilangan cacah 4 digit sederhana dalam kata-kata dengan benar (misalnya 5.000 atau 3.200), namun masih keliru pada bilangan yang memiliki angka puluhan dan satuan sekaligus.Murid dapat menuliskan sebagian besar bilangan cacah 4 digit dalam kata-kata dengan benar menggunakan kaidah nilai tempat yang tepat, dengan kesalahan minor pada bilangan kompleks.Murid dapat menuliskan semua bilangan cacah sampai 10.000 dalam kata-kata dengan benar dan lancar, menggunakan kaidah nilai tempat yang tepat termasuk untuk bilangan dengan angka nol di tengah.
Mengonversi antara bentuk angka dan kata-kataMurid belum dapat mengonversi bilangan dari bentuk angka ke kata-kata maupun sebaliknya secara mandiri.Murid dapat melakukan konversi satu arah (angka ke kata-kata atau kata-kata ke angka) dengan bantuan alat kartu nilai tempat.Murid dapat melakukan konversi dua arah (angka ke kata-kata dan kata-kata ke angka) secara mandiri untuk sebagian besar bilangan cacah sampai 10.000.Murid dapat melakukan konversi dua arah secara mandiri, cepat, dan akurat untuk semua bilangan cacah sampai 10.000, termasuk dalam konteks soal cerita kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan tambahan?
  • Apakah penggunaan Kartu Nilai Tempat dan konteks label harga minimarket efektif membantu murid memahami konsep penulisan bilangan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah kamu pahami tentang cara menulis bilangan dalam kata-kata hari ini?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit? Apa yang ingin kamu tanyakan?
  • Di mana kamu bisa menggunakan kemampuan menulis bilangan ini dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika SD/MI Kelas IV (Hobri, dkk.) — Kemendikbudristek 2022, Bab 1: Bilangan Cacah sampai 10.000, halaman 1–10
  2. Buku Panduan Guru Matematika SD/MI Kelas IV (Hobri, dkk.) — Kemendikbudristek 2022
  3. Kartu Nilai Tempat buatan guru (karton bertuliskan: Ribuan | Ratusan | Puluhan | Satuan)
  4. Kartu bergambar label harga minimarket (disiapkan guru, dicetak atau digambar tangan)
  5. Kartu karton kosong ukuran A5 (satu per murid untuk Kartu Bilangan Pribadi)
  6. Spidol warna (dibagikan per kelompok meja)
  7. Papan tulis dan spidol papan tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.