Modul AjarPertemuan 12Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

Matematika - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikOperasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hasil operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol.
  2. Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan pembagian bilangan cacah sampai 100.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika Pak Wicak punya 48 permen dan ingin membaginya sama rata kepada 6 anak, kira-kira masing-masing anak dapat berapa permen? Bagaimana kamu tahu?
  2. Apa bedanya membagi 12 kelereng kepada 3 teman dengan membagi 12 kelereng kepada 4 teman?
  3. Kapan dalam kehidupan sehari-hari kita perlu membagi sesuatu secara merata? Dapatkah kalian menyebutkan contohnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru melakukan presensi kehadiran dan menanyakan kabar murid secara singkat (1 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan 2 soal sederhana di papan tulis — (a) 6 ÷ 2 = ? dan (b) 10 ÷ 5 = ? — murid menjawab dengan mengacungkan tangan atau menulis di mini whiteboard/kertas (2 menit). Guru mencatat siapa yang sudah paham konsep dasar dan siapa yang masih ragu.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Jika Pak Wicak punya 48 permen dan ingin membaginya sama rata kepada 6 anak, kira-kira masing-masing anak dapat berapa? Bagaimana cara kalian mengetahuinya?' Guru tidak memberikan jawaban, biarkan murid penasaran (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara jelas dan singkat: 'Hari ini kita akan belajar cara menentukan hasil pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda nyata, gambar, dan simbol, serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.' (1 menit).
  • Guru membangun koneksi dengan materi sebelumnya: 'Minggu lalu kita sudah belajar perkalian. Nah, pembagian adalah kebalikan dari perkalian. Kalau 3 × 4 = 12, maka 12 ÷ 4 = 3.' (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran — murid mengamati dan merasakan langsung proses membagi benda nyata, membangun pemahaman intuitif tentang konsep pembagian., Bermakna — aktivitas dikaitkan dengan situasi nyata berbagi permen, sehingga konsep terasa relevan dengan kehidupan murid., Menggembirakan — manipulasi benda konkret dalam kelompok menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan.):

  • Guru meminta murid duduk dalam kelompok 4 orang. Setiap kelompok mendapat 48 buah benda konkret (kelereng/kerikil/manik-manik/permen mainan) dan 6 wadah kecil (gelas plastik/mangkuk kertas) (2 menit).
  • Instruksi Aktivitas Konkret: 'Masukkan 48 benda ke dalam 6 wadah secara bergantian satu per satu sampai habis. Pastikan setiap wadah mendapat jumlah yang sama.' Murid melakukan aktivitas ini di meja kelompok masing-masing (5 menit).
  • Setelah selesai, guru bertanya: 'Berapa benda yang ada di tiap wadah? Bagaimana kalian memastikannya sama banyak?' Murid berbagi jawaban kelompok ke seluruh kelas (2 menit).
  • Guru menghubungkan hasil aktivitas dengan representasi gambar di papan tulis: menggambar 6 lingkaran (wadah) dan mendistribusikan titik-titik (benda) ke dalam lingkaran satu per satu, menunjukkan bahwa 48 ÷ 6 = 8 (3 menit).
  • Guru mengenalkan simbol matematika: menulis 48 ÷ 6 = 8 di papan, menjelaskan makna simbol ÷ sebagai 'dibagi sama rata', lalu menunjukkan hubungannya dengan perkalian: 6 × 8 = 48 (2 menit).
  • Guru memberikan satu contoh lagi: 36 ÷ 4. Murid diajak menggambar sendiri di buku tulis (4 lingkaran, lalu distribusikan 36 titik) sebelum menulis simbolnya (3 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran — murid diminta menuliskan yang diketahui dan ditanya sebelum menyelesaikan soal kontekstual, melatih kebiasaan berpikir terstruktur., Bermakna — soal kontekstual menggunakan situasi yang dekat dengan kehidupan murid (pembagian kelompok di sekolah)., Menggembirakan — presentasi kelompok membangun rasa percaya diri dan memberi pengalaman komunikasi matematika yang positif.):

  • Guru membagikan Lembar Kerja (LK) yang berisi 3 soal bertingkat. Soal 1: representasi gambar (distribusikan benda ke wadah, tulis hasilnya). Soal 2: simbolik murni (hitung 56 ÷ 7, 63 ÷ 9, 72 ÷ 8). Soal 3: masalah kontekstual — 'Ada 80 murid kelas 4 mengikuti lomba menggambar. Mereka dibagi menjadi 8 kelompok sama banyak. Berapa anggota setiap kelompok?' (1 menit).
  • Murid mengerjakan Soal 1 secara berpasangan dalam kelompok, saling mendiskusikan cara mendistribusikan gambar (4 menit). Guru berkeliling, mengamati strategi yang dipakai murid.
  • Murid mengerjakan Soal 2 secara mandiri. Guru mendorong murid menggunakan strategi yang mereka temukan sendiri: bisa melalui pengurangan berulang, bisa menghubungkan dengan tabel perkalian yang sudah dipelajari (4 menit).
  • Murid mengerjakan Soal 3 secara berpasangan: membaca masalah kontekstual, mengidentifikasi yang diketahui dan yang ditanya, kemudian menentukan kalimat matematikanya dan menyelesaikannya (4 menit).
  • Guru meminta 2–3 pasang atau kelompok mempresentasikan jawaban Soal 3 di depan kelas, menjelaskan cara berpikir mereka. Kelompok lain dipersilakan menanggapi (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan koreksi seperlunya, menegaskan cara penulisan kalimat matematika yang benar untuk masalah kontekstual pembagian (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran — murid secara sadar memetakan pemahaman dan kebingungan mereka melalui kartu refleksi., Bermakna — menghubungkan kembali ke pertanyaan pemantik awal memberi murid rasa pencapaian yang bermakna., Menggembirakan — diskusi bebas tentang preferensi cara belajar menciptakan suasana yang terbuka dan nyaman.):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik awal: 'Sekarang, apakah kalian bisa menjawab pertanyaan tadi? Pak Wicak punya 48 permen, dibagi kepada 6 anak. Masing-masing dapat berapa?' Murid menjawab dan menjelaskan cara mereka mendapatkan jawaban itu (2 menit).
  • Guru memimpin diskusi refleksi singkat: 'Apa persamaan dan perbedaan antara menghitung pembagian dengan benda, dengan gambar, dan dengan simbol? Mana yang paling mudah bagimu? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan bergantian (3 menit).
  • Murid mengisi 'Kartu Refleksi Diri' (satu strip kertas kecil) dengan dua pertanyaan: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah … (2) Satu hal yang masih membingungkan bagiku adalah … Kartu dikumpulkan ke guru sebagai bahan asesmen (3 menit).
  • Guru memperlihatkan koneksi konsep: menggambar diagram sederhana di papan yang menunjukkan hubungan konkret → gambar → simbol, menegaskan bahwa ketiganya merepresentasikan hal yang sama (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: pembagian adalah proses membagi sejumlah benda menjadi kelompok-kelompok yang sama banyak, dapat dilakukan dengan benda konkret, gambar, maupun simbol (2 menit).
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 2 soal kuis singkat tertulis di selembar kertas — (a) 45 ÷ 9 = ? (b) 'Ada 60 kursi akan disusun menjadi 6 baris sama banyak. Berapa kursi per baris?' — murid mengerjakan mandiri selama 4 menit, lalu dikumpulkan.
  • Guru mengumpulkan Kartu Refleksi Diri murid untuk dibaca setelah kelas sebagai bahan rencana tindak lanjut (1 menit).
  • Guru menyampaikan pratinjau materi berikutnya: 'Pertemuan berikutnya kita akan belajar tentang kelipatan dan faktor bilangan.' (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi: 'Kalian sudah bekerja keras hari ini. Teruslah berlatih di rumah!' dan mengakhiri dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum berkembang diberikan soal dengan bilangan lebih kecil (hingga 30) dan diperbolehkan tetap menggunakan benda konkret. Murid yang sudah sangat berkembang diberikan tantangan tambahan: soal pembagian dengan sisa bilangan cacah (misalnya 47 ÷ 6) dan diminta menjelaskan artinya.
  • Proses: Murid lambat dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya selama tahap Mengaplikasi dan boleh merujuk ke gambar/diagram di lembar kerja. Murid cepat diajak menjadi 'tutor sebaya' mendampingi teman yang kesulitan dengan bimbingan guru, atau mengerjakan soal pengayaan mandiri.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan jawaban dengan gambar/diagram. Murid berkembang menuliskan kalimat matematika lengkap beserta cara penyelesaian. Murid sangat berkembang membuat satu soal cerita pembagian sendiri dan menyelesaikannya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2 soal pembagian dasar di papan tulis (6 ÷ 2 dan 10 ÷ 5) dan meminta murid menjawab secara lisan atau tulisan singkat. Tujuan: mengidentifikasi murid yang sudah memiliki pengetahuan awal tentang konsep pembagian dasar dan murid yang belum, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi pada kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi aktif saat aktivitas benda konkret: guru mencatat murid yang masih kesulitan mendistribusikan benda secara merata.
  • Cek LK secara berkeliling saat tahap Mengaplikasi: guru memperhatikan ketepatan gambar pada Soal 1, kebenaran hasil hitung pada Soal 2, dan kelengkapan langkah pada Soal 3.
  • Pertanyaan lisan spontan kepada individu atau kelompok: 'Bagaimana kamu tahu hasilnya itu? Coba jelaskan dengan cara lain.'

Akhir:

  • Kuis tertulis mandiri 2 soal (simbolik dan kontekstual) yang dikerjakan di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Kartu Refleksi Diri murid: guru membaca dan mengidentifikasi murid yang masih bingung sebagai tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid melakukan aktivitas benda konkret di kelompok: guru mengamati apakah murid mendistribusikan benda secara merata dan dapat menjelaskan prosesnya.
  • Tanya jawab lisan selama diskusi kelas: guru mengajukan pertanyaan probing untuk mengecek pemahaman konseptual murid.
  • Periksa LK saat murid mengerjakan: guru berkeliling mengecek ketepatan gambar dan penulisan simbol matematika.
  • Observasi presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan cara penyelesaian masalah kontekstual.

Sumatif:

  • Kuis tertulis 2 soal di penutup: satu soal simbolik (45 ÷ 9) dan satu soal kontekstual (pembagian kursi), dikerjakan mandiri sebagai bukti capaian TP 4.1.12.1 dan 4.1.12.2.
  • Kartu Refleksi Diri sebagai bukti kemampuan murid memonitor pemahamannya sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan hasil operasi pembagian dengan benda konkret dan gambar (TP 4.1.12.1)Murid belum dapat mendistribusikan benda secara merata ke dalam kelompok yang diminta, atau hasil pembagian tidak tepat meskipun dengan bantuan.Murid dapat mendistribusikan benda secara merata dengan bantuan teman atau guru, tetapi belum dapat menggambarkan atau menuliskan hasilnya secara mandiri.Murid dapat mendistribusikan benda dan menggambarkan proses pembagian secara mandiri dengan hasil yang tepat, serta dapat menuliskan kalimat matematika simbolnya.Murid dapat menentukan hasil pembagian dengan benda, gambar, dan simbol secara lancar dan tepat, serta dapat menjelaskan hubungan antara ketiga representasi tersebut kepada orang lain.
Menyelesaikan masalah kontekstual pembagian (TP 4.1.12.2)Murid belum dapat mengidentifikasi operasi yang tepat untuk masalah kontekstual, atau tidak menyelesaikan soal meskipun dengan bantuan.Murid dapat mengidentifikasi bahwa soal melibatkan pembagian dengan bantuan pertanyaan arahan guru, tetapi penyelesaian masih kurang lengkap atau hasilnya belum tepat.Murid dapat membaca masalah, menentukan kalimat matematika pembagian yang tepat, dan menyelesaikannya dengan hasil yang benar secara mandiri.Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual dengan benar, menjelaskan strategi penyelesaian secara runtut, dan mampu membuat masalah kontekstual serupa secara mandiri.
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelesaian tugas bersama.Murid sesekali terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya terbatas; lebih banyak bergantung pada anggota lain.Murid aktif berdiskusi, mau berbagi pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dalam menyelesaikan tugas kelompok.Murid secara konsisten aktif berkontribusi, mampu menjelaskan ide kepada teman, dan mendorong teman yang kesulitan untuk memahami konsep.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah aktivitas benda konkret yang saya rancang berhasil membantu murid membangun pemahaman konseptual tentang pembagian? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Murid mana yang masih kesulitan setelah pembelajaran hari ini, dan apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang butuh penyesuaian?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan hari ini? Apakah murid dengan kebutuhan berbeda terlayani dengan baik?

Refleksi Murid:

  • Dengan cara apa yang paling mudah bagimu untuk menghitung pembagian: menggunakan benda nyata, gambar, atau simbol? Mengapa?
  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang pembagian adalah …
  • Satu hal yang masih membuatku bingung atau ingin aku pelajari lebih lanjut adalah …

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV SD/MI (Kemdikbud, Kurikulum Merdeka) — Bab 1 bagian H: Pembagian Bilangan Cacah sampai 100, halaman 44–45.
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas IV SD/MI (Kemdikbud, Kurikulum Merdeka) — Bab 1 panduan pembelajaran pembagian bilangan cacah.
  3. Benda konkret manipulatif: kelereng / kerikil / manik-manik / permen mainan sebanyak ± 50 buah per kelompok.
  4. Wadah kecil (gelas plastik atau mangkuk kertas): 8–10 buah per kelompok.
  5. Lembar Kerja (LK) pertemuan 4.1.12 yang disiapkan guru (berisi soal gambar, simbolik, dan kontekstual bertingkat).
  6. Kartu Refleksi Diri (strip kertas kecil untuk murid mengisi refleksi akhir).
  7. Papan tulis dan spidol / kapur untuk demonstrasi guru.
  8. Mini whiteboard atau kertas HVS untuk jawaban cepat asesmen awal.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.