Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Operasi Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Operasi Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 4: Operasi Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100

Matematika - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Operasi Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikOperasi Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hasil operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol.
  2. Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perkalian bilangan cacah sampai 100.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya 5 kotak donat dan setiap kotak berisi 4 donat, bagaimana cara tercepat menghitung seluruh donat tanpa menghitung satu per satu?
  2. Apakah menambahkan angka yang sama berulang kali terasa lama? Adakah cara yang lebih mudah dan cepat?
  3. Di mana saja dalam kehidupan sehari-hari kamu pernah menghitung benda yang tersusun dalam kelompok-kelompok yang sama jumlahnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan melakukan presensi (5 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar 3 piring masing-masing berisi 4 kue, lalu bertanya 'Berapa total kue semuanya? Bagaimana cara kalian menghitungnya?' Murid menjawab secara lisan; guru mencatat apakah murid sudah mengenal konsep penjumlahan berulang atau langsung menggunakan perkalian (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menentukan hasil perkalian bilangan cacah sampai 100 dan menggunakannya dalam situasi kehidupan nyata (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu punya 5 kotak donat dan tiap kotak berisi 4 donat, bagaimana cara tercepat menghitung semuanya?' — beri waktu murid berpikir sebentar sebelum menjawab (2 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan pembelajaran sebelumnya tentang penjumlahan berulang, menegaskan bahwa perkalian adalah cara singkat dari penjumlahan berulang (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyiapkan benda konkret (kelereng/permen) di atas meja. Guru menata 3 kelompok, masing-masing berisi 4 kelereng, lalu mengajak murid menghitung total dengan cara penjumlahan berulang: 4 + 4 + 4 = 12.
  • Guru menunjukkan bahwa 4 + 4 + 4 dapat ditulis sebagai 3 × 4 = 12. Guru menjelaskan makna 3 × 4: '3 kelompok, setiap kelompok berisi 4 benda'.
  • Murid mencoba sendiri: ambil kelereng/permen, buat 4 kelompok masing-masing berisi 6, lalu tulis dalam bentuk penjumlahan berulang dan simbol perkalian di buku masing-masing.
  • Guru menampilkan gambar susunan objek (misalnya gambar telur dalam karton 3×4) dan meminta murid mengidentifikasi baris, kolom, serta menulis kalimat perkaliannya.
  • Tanya jawab singkat: guru meminta 2-3 murid menjelaskan hasil kerja mereka menggunakan kata-kata sendiri — 'Berapa kelompok? Berapa isi tiap kelompok? Berapa totalnya?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi 3 soal latihan dan 1 soal cerita kontekstual.
  • Soal latihan mencakup: (a) melengkapi kalimat perkalian dari gambar susunan benda, (b) menghitung hasil perkalian seperti 6×7, 8×9, 7×7 menggunakan cara panjang (menulis langkah per langkah), (c) menentukan apakah kalimat perkalian yang diberikan benar atau salah dan mengoreksinya.
  • Soal cerita kontekstual: 'Ibu membeli 8 bungkus permen. Setiap bungkus berisi 9 permen. Berapa total permen yang dibeli Ibu?' — Murid diminta menulis kalimat matematika, menyelesaikannya, dan menuliskan jawaban lengkap.
  • Selama kerja kelompok, guru berkeliling mengamati, memberi pertanyaan pancingan bila kelompok kesulitan ('Coba gambar dulu bendanya, berapa kelompok yang kamu buat?'), dan mencatat perkembangan murid untuk asesmen proses.
  • Perwakilan 2 kelompok mempresentasikan jawaban soal cerita di depan kelas. Kelompok lain memberi tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru meluruskan miskonsepsi jika ada, kemudian bersama murid menyepakati jawaban yang benar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi singkat: 'Tadi kita pakai benda nyata, gambar, lalu simbol. Menurutmu, mana yang paling mudah dipahami? Mengapa?'
  • Murid menuliskan di sticky note atau buku: satu hal yang sudah mereka pahami tentang perkalian hari ini dan satu hal yang masih membingungkan.
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi secara lisan. Guru merespons dengan apresiasi dan klarifikasi singkat.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lanjutan: 'Kalau kamu ingin tahu 9 × 9, bagaimana kamu akan mencari jawabannya sekarang? Apakah cara yang kamu pakai tadi bisa membantu?'
  • Murid secara mandiri mengerjakan 2 soal penutup (exit ticket) di buku: satu soal hitung perkalian (misal: 7 × 8) dan satu soal cerita singkat — sebagai data asesmen akhir guru.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: perkalian adalah penjumlahan berulang yang lebih efisien, dapat dipahami lewat benda konkret, gambar, dan simbol (3 menit).
  • Guru mengumpulkan exit ticket (2 soal mandiri) sebagai data asesmen akhir (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha dan partisipasi murid selama pembelajaran (2 menit).
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya (pembagian bilangan cacah) dan meminta murid mengamati benda-benda di rumah yang bisa dikelompokkan (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep dasar diberi kartu bergambar susunan benda konkret sebagai scaffold visual. Murid yang sudah cepat menguasai diberi tantangan soal perkalian dengan bilangan lebih besar seperti 9×9 atau soal cerita dua langkah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kelereng/benda konkret sepanjang sesi Mengaplikasi. Murid yang sudah mandiri diminta menyelesaikan soal tanpa alat bantu fisik dan menjelaskan proses berpikir mereka secara tertulis.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman sesuai kemampuan: murid dengan dukungan cukup menjawab soal hitung dan satu soal cerita sederhana; murid yang lebih cepat membuat 1 soal cerita perkalian sendiri beserta penyelesaiannya untuk dipresentasikan atau ditukar dengan teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar 3 piring masing-masing berisi 4 kue dan bertanya secara lisan: 'Berapa total kue semuanya? Bagaimana cara kalian menghitungnya?' — untuk mengidentifikasi apakah murid sudah mengenal penjumlahan berulang atau perkalian.
  • Guru mencatat respons murid secara cepat (mental note atau lembar checklist sederhana) untuk memetakan kesiapan belajar sebelum masuk ke tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat kerja kelompok: guru mengamati apakah murid dapat menuliskan kalimat perkalian dari gambar/benda konkret dengan benar.
  • Tanya jawab lisan: guru mengajukan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang kesulitan untuk menilai pemahaman konseptual secara real-time.
  • Catatan anekdot singkat: guru mendokumentasikan murid yang menunjukkan penalaran kritis (misalnya menjelaskan strategi yang digunakan) atau yang masih terbalik memahami urutan faktor perkalian.

Akhir:

  • Exit ticket individu — 2 soal: (1) Hitung 7 × 8, tunjukkan caramu; (2) 'Pak Budi membeli 6 dus air mineral. Setiap dus berisi 8 botol. Berapa total botol air mineral?' — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Hasil exit ticket digunakan guru untuk menentukan tindak lanjut: murid yang belum mencapai target mendapat penguatan di pertemuan berikutnya, murid yang sudah melampaui target diberi pengayaan.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid memanipulasi benda konkret dan mengisi Lembar Kerja kelompok — guru mencatat murid yang sudah paham, mulai paham, atau masih kesulitan.
  • Pertanyaan lisan selama diskusi kelas pada tahap Memahami dan Merefleksi untuk mengecek pemahaman konseptual.
  • Sticky note / catatan refleksi murid di akhir tahap Merefleksi sebagai data formatif proses.

Sumatif:

  • Exit ticket 2 soal mandiri (1 soal hitung perkalian, 1 soal cerita) yang dikerjakan murid secara individu di tahap Penutup.
  • Hasil Lembar Kerja kelompok — khususnya soal cerita kontekstual — sebagai data pencapaian TP 4.1.11.1 dan 4.1.11.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan hasil perkalian menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol (TP 4.1.11.1)Murid belum dapat menuliskan kalimat perkalian dari benda konkret atau gambar meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menuliskan kalimat perkalian dari benda konkret atau gambar dengan bimbingan guru, namun belum konsisten dalam menggunakan simbol.Murid dapat menentukan hasil perkalian menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol secara mandiri pada soal-soal yang familiar.Murid dapat menentukan hasil perkalian menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol secara mandiri pada berbagai soal, serta dapat menjelaskan proses berpikirnya kepada teman.
Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perkalian (TP 4.1.11.2)Murid belum dapat mengidentifikasi operasi yang tepat untuk menyelesaikan soal cerita, meskipun sudah dibimbing.Murid dapat mengidentifikasi bahwa soal cerita memerlukan perkalian dengan bimbingan, namun melakukan kesalahan dalam menyusun atau menghitung kalimat matematika.Murid dapat menyusun kalimat matematika yang benar dan menghitung hasil perkalian pada soal cerita kontekstual secara mandiri.Murid dapat menyelesaikan soal cerita kontekstual secara mandiri dan lengkap (kalimat matematika, proses hitung, jawaban), serta dapat membuat soal cerita perkalian sendiri.
Kemampuan mengomunikasikan proses penyelesaian (Komunikasi)Murid tidak dapat menjelaskan cara yang digunakan untuk menghitung perkalian.Murid dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara lisan atau tertulis dengan bantuan pertanyaan pancingan guru.Murid dapat menjelaskan proses penyelesaian perkalian secara lisan atau tertulis dengan cukup jelas dan runtut.Murid menjelaskan proses penyelesaian dengan sangat jelas, runtut, dan menggunakan istilah matematika yang tepat, serta dapat menjawab pertanyaan dari teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang setelah menggunakan benda konkret dan gambar?
  • Apakah penggunaan benda konkret efektif membantu murid yang kesulitan memahami simbol perkalian?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan efektif?
  • Murid mana yang perlu mendapat penguatan atau pengayaan pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil exit ticket?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjawab kebutuhan belajar murid dengan berbagai kecepatan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perkalian? Coba ceritakan dengan kata-katamu sendiri.
  • Dari cara menghitung perkalian yang kita pelajari (pakai benda, gambar, dan simbol), mana yang paling mudah kamu pahami? Mengapa?
  • Adakah bagian dari perkalian yang masih membingungkanmu? Apa yang ingin kamu tanyakan?
  • Di mana kamu bisa menggunakan perkalian dalam kehidupan sehari-hari di rumah atau di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 1, Sub Bab G: Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100
  2. Buku Guru Matematika Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) — Panduan Sub Bab G
  3. Benda konkret: kelereng, permen, atau manik-manik sebagai media manipulatif
  4. Wadah/kotak kecil (kardus, gelas plastik) untuk mengelompokkan benda konkret
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) buatan guru — soal latihan dan soal cerita perkalian
  6. Gambar susunan benda (karton telur, rak botol, susunan donat) dicetak atau ditampilkan di papan tulis
  7. Sticky note untuk kegiatan refleksi murid
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi langkah perkalian cara panjang

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.