Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Penulisan Turus (Tally) sebagai Cara Merekam Data

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Penulisan Turus (Tally) sebagai Cara Merekam Data". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Penulisan Turus (Tally) sebagai Cara Merekam Data

Matematika - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Penulisan Turus (Tally) sebagai Cara Merekam Data

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPenulisan Turus (Tally) sebagai Cara Merekam Data
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menuliskan turus (tally) dengan benar untuk merekam frekuensi kemunculan setiap kategori data.
  2. Murid dapat membaca dan menginterpretasi turus (tally) untuk menentukan banyak data pada setiap kategori dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu sedang menghitung berapa banyak teman yang suka makanan tertentu. Bagaimana cara paling cepat kamu mencatat setiap hitungan tanpa ketinggalan satu pun?
  2. Pernahkah kamu melihat simbol garis-garis seperti jeruji penjara di buku atau papan tulis? Kira-kira apa maksudnya?
  3. Kalau ada 12 data yang harus kamu catat satu per satu sambil menghitung, kira-kira cara mana yang lebih mudah: menulis angka atau membuat coretan? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru mengajak murid bermain 'tepuk cepat': guru menyebut nama buah, murid yang suka buah tersebut berdiri. Guru pura-pura mencatat di papan tulis dengan cara menulis angka satu per satu dan terlihat kelabakan. Guru bertanya: 'Bagaimana cara yang lebih mudah supaya catatanku tidak salah?' (3 menit). [Diagnostik Awal]
  • Guru menampilkan dua cara mencatat: (a) menulis angka berulang dan (b) membuat garis-garis turus. Guru bertanya kepada murid: 'Mana yang lebih mudah kalian baca? Apa yang kalian tahu tentang simbol garis-garis ini?' Jawaban murid digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal. (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar menulis dan membaca turus (tally) untuk mencatat data dengan cepat dan tepat (1 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan: eksplorasi dengan lidi → latihan berpasangan → presentasi singkat → refleksi (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan 10 batang lidi (atau sedotan pendek) kepada setiap pasang murid. Murid diminta menyusun lidi: 1 lidi untuk angka 1, 2 lidi untuk angka 2, hingga 4 lidi untuk angka 4 — semuanya disusun tegak berdampingan. Guru berkeliling dan memastikan semua murid meletakkan lidi dengan benar. (5 menit) [Berkesadaran]
  • Guru meminta murid mengambil 4 lidi tegak lalu menambah 1 lidi miring di atasnya membentuk kelompok 5. Guru menjelaskan: 'Inilah turus untuk 5 — empat garis tegak dan satu garis miring. Setelah 5, kita mulai kelompok baru.' Murid mempraktikkan membentuk turus 6, 7, 8, 9, 10 menggunakan lidi. (7 menit) [Bermakna]
  • Guru menuliskan simbol turus di papan tulis untuk angka 1–10 dan murid mencocokkan dengan susunan lidi mereka. Guru mengajukan pertanyaan: 'Mengapa turus dikelompokkan per 5? Apa keuntungannya?' Murid diberi waktu berpikir 1 menit lalu beberapa murid menjawab secara lisan. (5 menit) [Berkesadaran]

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM). LKM berisi tabel dua kolom: kolom 'Warna Favorit' (merah, biru, kuning, hijau) dan kolom 'Turus'. Guru membacakan data mentah secara lisan satu per satu (total 20 data, dibacakan pelan): 'merah, biru, merah, kuning, biru, merah, hijau, biru, kuning, merah, biru, merah, hijau, biru, merah, kuning, biru, merah, hijau, merah.' Murid mencoret turus di tabel setiap kali nama warna disebutkan. (8 menit) [Menggembirakan]
  • Setelah selesai, murid menghitung total setiap kategori dari turus yang mereka buat dan menuliskan angkanya di kolom 'Total'. Guru meminta murid membandingkan hasil dengan teman sebangku dan mendiskusikan jika ada perbedaan: 'Bagian mana yang berbeda? Mengapa bisa berbeda?' (5 menit) [Bermakna]
  • Guru menampilkan tabel turus yang sudah jadi di papan tulis (berbeda konteks: data transportasi ke sekolah — jalan kaki, naik motor, naik mobil, naik sepeda). Murid diminta membaca tabel tersebut dan menjawab 3 pertanyaan tertulis di LKM: (1) Transportasi mana yang paling banyak digunakan? (2) Berapa total murid yang datanya tercatat? (3) Berapa selisih antara yang jalan kaki dan naik motor? (7 menit) [Penalaran Kritis]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta 2–3 murid maju ke depan untuk menunjukkan turus yang mereka buat dan menjelaskan cara membacanya kepada teman sekelas. Teman lain diberi kesempatan memberi komentar atau koreksi yang membangun. (5 menit) [Komunikasi]
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Kapan turus berguna dalam kehidupan sehari-hari selain di sekolah? Contohnya di mana?' Murid menjawab secara bergantian. (3 menit) [Bermakna]
  • Murid secara mandiri mengisi bagian refleksi di LKM: (a) satu hal baru yang dipelajari hari ini, (b) satu bagian yang masih membingungkan, (c) memberikan bintang 1–5 untuk menilai seberapa yakin mereka bisa menulis dan membaca turus. Guru mengumpulkan LKM. (2 menit) [Berkesadaran]

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: turus adalah simbol garis tegak yang dikelompokkan per 5 (4 tegak + 1 miring) untuk memudahkan pencatatan dan penghitungan data. (2 menit)
  • Guru memberikan kuis lisan cepat (asesmen akhir): guru menampilkan 3 gambar turus berbeda di papan tulis, murid menuliskan angkanya di kertas masing-masing dan mengangkatnya secara serentak. Guru mengamati jawaban seluruh kelas. (3 menit)
  • Guru memberikan tugas mandiri ringan: murid diminta mencatat data di rumah (misalnya jenis kendaraan yang lewat di depan rumah selama 5 menit, atau jenis makanan yang dimakan anggota keluarga malam ini) menggunakan turus, kemudian dibawa ke sekolah pertemuan berikutnya. (1 menit)
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: menyajikan data turus ke dalam tabel yang lebih rapi. (1 menit)
  • Guru menutup dengan salam dan mengajak murid merapikan alat belajar. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih diberikan data dengan 5–6 kategori dan jumlah data lebih banyak (30 data) di LKM versi lanjutan. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan LKM dengan kolom turus yang sudah dimulai (turus 1–3 sudah terisi sebagai contoh) dan jumlah data lebih sedikit (12 data).
  • Proses: Murid yang belum memahami konsep pengelompokan per 5 diberikan pendampingan guru atau teman sebaya (peer tutor) menggunakan lidi konkret lebih lama. Murid yang sudah cepat memahami dapat langsung mengerjakan LKM tanpa bantuan lidi dan diminta membantu teman yang kesulitan setelah selesai.
  • Produk: Murid yang cepat selesai dapat membuat tabel turusnya sendiri dari data bebas (misalnya warna tas teman sekelas) dan mempresentasikannya secara lisan. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat mengumpulkan LKM dengan bagian membaca turus saja, sedangkan bagian membuat turus diselesaikan di rumah.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengamati respons murid saat ditanya 'Bagaimana cara mencatat data yang cepat dan tidak mudah salah?' pada saat simulasi mencatat tepuk cepat.
  • Guru menanyakan langsung: 'Siapa yang pernah melihat atau memakai simbol garis-garis seperti ini sebelumnya?' dan mencatat murid mana yang sudah familiar dengan konsep turus.
  • Guru meminta murid menuliskan angka 1–10 dengan cara apapun yang mereka mau (angka atau simbol) sebagai jembatan menuju konsep turus — dilakukan dalam 1 menit sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Saat tahap Memahami: guru berkeliling mengamati apakah murid menyusun lidi dengan benar (4 tegak + 1 miring untuk kelompok 5) dan memberikan umpan balik langsung.
  • Saat tahap Mengaplikasi: guru memeriksa LKM murid saat data dibacakan — apakah murid mencoret turus untuk kategori yang tepat dan mengelompokkan per 5 dengan benar.
  • Pertanyaan lisan kepada beberapa murid secara acak: 'Berapa ini?' (guru menunjuk turus tertentu) untuk mengecek pemahaman membaca turus.
  • Observasi diskusi pasangan: guru mencatat murid yang mengalami kesulitan untuk ditindaklanjuti dengan pendampingan.

Akhir:

  • Kuis baca turus: guru menampilkan 3 gambar turus (misalnya: ||||, ||| ||| |, |||| ||) di papan tulis, murid menuliskan angka yang sesuai pada selembar kertas dan mengangkatnya serentak. Guru menilai ketepatan jawaban.
  • Murid mengisi bagian penilaian diri di LKM (bintang 1–5) sebagai data refleksi pemahaman subjektif murid.
  • Tugas rumah membuat tabel turus dari data nyata di lingkungan rumah — dikumpulkan pertemuan berikutnya sebagai bukti penerapan mandiri.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menyusun lidi dan mencocokkan dengan simbol turus (tahap Memahami).
  • Pengecekan LKM tabel turus warna favorit: guru berkeliling mengamati cara murid mencoret turus saat data dibacakan.
  • Diskusi pasangan: guru mendengarkan percakapan murid saat membandingkan hasil turus dan mengidentifikasi miskonsepsi.
  • Jawaban lisan murid saat diminta menjelaskan kegunaan turus dalam kehidupan sehari-hari.

Sumatif:

  • Kuis lisan cepat di penutup: murid membaca nilai turus dari 3 gambar yang ditampilkan guru dan menuliskan jawabannya.
  • Tugas mandiri membawa hasil catatan turus dari rumah untuk dinilai pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Turus dengan Benar (TP 3.5.4.1)Murid belum dapat menuliskan simbol turus; garis tegak dan miring ditulis sembarangan tanpa pola pengelompokan.Murid dapat menulis turus untuk angka 1–4 (garis tegak saja), tetapi belum mampu membentuk kelompok 5 dengan benar (lidi miring tidak tepat posisi atau tidak digunakan).Murid dapat menulis turus dalam kelompok 5 (4 tegak + 1 miring) dengan benar untuk sebagian besar data, meskipun sesekali masih ada kelompok yang salah jumlah.Murid menulis turus dengan benar dan konsisten untuk semua kategori data, mengelompokkan per 5 tanpa kesalahan, dan hasilnya rapi serta mudah dibaca.
Membaca dan Menginterpretasi Turus (TP 3.5.4.2)Murid tidak dapat menentukan jumlah data dari simbol turus yang diberikan; jawaban tidak relevan atau dikosongkan.Murid dapat membaca turus untuk angka sederhana (1–4) tetapi belum dapat menghitung turus yang sudah dikelompokkan per 5 dengan benar.Murid dapat membaca dan menghitung nilai turus dengan benar untuk sebagian besar soal, termasuk yang melibatkan lebih dari satu kelompok 5, meskipun masih perlu waktu lebih lama.Murid dapat membaca dan menghitung nilai turus dengan cepat dan tepat untuk semua soal, termasuk membandingkan dan menjelaskan nilai antar-kategori secara lisan maupun tertulis.
Ketepatan Merekam Data ke dalam TurusMurid tidak mencoret turus pada kategori yang sesuai saat data dibacakan; turus tidak mencerminkan data yang diberikan.Murid mencoret turus pada kategori yang tepat untuk sebagian data, tetapi sering terlewat atau salah kategori saat data dibacakan dengan kecepatan normal.Murid merekam hampir semua data ke dalam turus dengan kategori yang tepat; hanya ada 1–2 kesalahan minor pada total 20 data.Murid merekam seluruh data ke dalam turus dengan kategori yang tepat dan pengelompokan per 5 yang benar; total setiap kategori sesuai dengan data asli.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan lidi/benda konkret efektif membantu murid memahami konsep pengelompokan turus per 5? Adakah yang perlu diubah?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan memerlukan pendekatan berbeda pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang terlalu cepat atau terlalu lambat?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memunculkan rasa ingin tahu dan diskusi yang produktif dari murid?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang turus?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu?
  • Di mana kamu bisa menggunakan turus di kehidupan sehari-harimu selain di sekolah?
  • Seberapa yakin kamu bisa menulis dan membaca turus sendiri tanpa bantuan? (Lingkari: 1 = belum yakin, 2 = agak yakin, 3 = cukup yakin, 4 = yakin, 5 = sangat yakin)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III — Bab 5: Penyajian Data dalam Tabel (halaman 201–204)
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III — Aktivitas 2: Penulisan Turus/Tally
  3. Lidi atau sedotan dipotong ±5 cm (10 batang per pasang murid) sebagai alat manipulatif konkret
  4. Lembar Kerja Murid (LKM) berisi tabel turus dua konteks: warna favorit (kegiatan mencatat) dan transportasi ke sekolah (kegiatan membaca)
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru
  6. Kertas kecil untuk kuis baca turus di penutup pembelajaran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.