Modul AjarBab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 3 Bab 5: Penyajian Data dalam Tabel

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 3 untuk Bab 5 "Penyajian Data dalam Tabel", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3 Bab 5: Penyajian Data dalam Tabel

Matematika - Kelas 3

Bab 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 5 — Penyajian Data dalam Tabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 5 — Penyajian Data dalam Tabel
Alokasi Waktu23 JP (23 x 35 menit = 805 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.5.1 Mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya
  2. TP 3.5.2 Membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama
  3. TP 3.5.3 Menyajikan data pengamatan ke dalam bentuk tabel menggunakan turus dan lambang bilangan
  4. TP 3.5.4 Menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita mengetahui benda mana di dalam kelas yang jumlahnya paling sedikit sampai paling banyak?
  2. Mengapa data banyaknya benda di kelas perlu kita urutkan dari nilai yang terkecil ke nilai yang terbesar di dalam tabel?
  3. Jika guru mengumumkan hasil penilaian harian, nilai manakah yang biasanya kita sebut sebagai nilai paling tinggi?
  4. Bagaimana cara kita menyusun baris-baris pada tabel data agar nilai penilaian harian tersusun rapi dari yang paling besar ke paling kecil?
  5. Jika kita melihat tabel jumlah alat tulis, bagaimana kita mengetahui benda apa yang paling banyak?
  6. Bagaimana membandingkan jumlah dua baris data dalam tabel untuk menentukan mana yang lebih banyak atau lebih sedikit?
  7. Bagaimana cara kita mengetahui ada dua kelompok benda yang jumlahnya sama banyak saat melihat sebuah tabel data?
  8. Jika ada beberapa baris data dalam tabel yang memiliki angka yang persis sama, apa arti kesamaan angka tersebut?
  9. Bagaimana cara kita mencatat jumlah benda yang kita lihat agar tidak ada yang terlewat atau dihitung dua kali?
  10. Mengapa menuliskan garis tegak dan garis miring (turus) dapat mempermudah kita menghitung benda dalam kelompok lima?
  11. Bagaimana cara mencatat data hasil pengamatan agar rapi dan mudah dihitung banyak jumlahnya?
  12. Mengapa kita perlu menuliskan turus sekaligus lambang bilangan pada tabel penyajian data?
  13. Bagaimana cara kita mengetahui data yang paling banyak atau paling sedikit hanya dengan melihat tabel?
  14. Mengapa kita perlu mengetahui nilai terbesar dan nilai terkecil dari data yang disajikan dalam tabel?
  15. Jika kita sudah mengetahui nilai data paling banyak dan paling sedikit pada sebuah tabel, bagaimana cara kita mencari selisih di antara keduanya?
  16. Mengapa kita perlu mengetahui selisih antara nilai terbesar dan terkecil dalam membaca data tabel?
  17. Bagaimana cara kita mengetahui kategori data mana yang nilainya paling tinggi dan paling rendah dari sebuah tabel?
  18. Bagaimana langkah menentukan selisih antara nilai kategori terbesar dan kategori terkecil pada tabel data?
  19. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa penyajian data dalam bentuk turus dan bilangan sudah benar?
  20. Informasi apa saja yang dapat kita peroleh saat membaca dan membandingkan data dalam tabel?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengurutkan Data dalam Tabel dari Nilai Terkecil ke Terbesar pada Benda di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.1 Mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan benda-benda nyata di kelas (seperti penghapus papan tulis, jam dinding, sapu, dan tempat sampah) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan data banyaknya benda dalam tabel dari nilai terkecil ke terbesar (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen diagnostik awal singkat: murid diminta memperhatikan 3 bilangan acak banyaknya benda di papan tulis: Penghapus papan: 2 buah, Sapu: 4 buah, Jam dinding: 1 buah, lalu murid mengurutkan ketiga bilangan tersebut dari yang terkecil ke terbesar pada buku tulis masing-masing (acuan jawaban: 1, 2, 4) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan sebuah tabel belum urut di papan tulis berisi data banyaknya benda di kelas: Baris 1: Penggaris kayu (3 buah), Baris 2: Tempat sampah (2 buah), Baris 3: Jam dinding (1 buah), Baris 4: Buku presensi (5 buah) (5 menit).
  • Murid bersama guru mencermati nilai angka pada kolom banyaknya benda, mengidentifikasi nilai terkecil hingga nilai terbesar, lalu guru mendemonstrasikan cara menyalin dan menyusun ulang baris tabel tersebut secara berurutan mulai dari nilai terkecil (1 jam dinding), diikuti nilai berikutnya (2 tempat sampah, 3 penggaris kayu), hingga nilai terbesar (5 buku presensi) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan tantangan berpasangan 'Susun Kartu Tabel Benda Kelas' yang menggembirakan; setiap pasangan menerima 4 kartu data benda acak: Kartu A: Kotak Kapur/Spidol (6 buah), Kartu B: Gunting Kertas (2 buah), Kartu C: Kemoceng (3 buah), Kartu D: Kalender Meja (1 buah) (10 menit).
  • Setiap pasangan murid berlomba menyusun keempat kartu tersebut di atas meja dari nilai terkecil ke terbesar, lalu menuliskan hasil urutannya ke dalam format lembar kerja tabel berkolom 'Nama Benda' dan 'Banyak Benda' (acuan urutan benar: 1 Kalender Meja, 2 Gunting Kertas, 3 Kemoceng, 6 Kotak Kapur/Spidol) (10 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri yang memuat tabel data 4 benda kelas yang belum urut: Penghapus Karet (8 buah), Papan Jalan/Klip (4 buah), Rautan Meja (2 buah), Kotak Pensil Kelas (5 buah) dengan menuliskan kembali seluruh baris data ke dalam tabel baru yang terurut dari nilai terkecil ke terbesar (acuan urutan benar: baris 1 Rautan Meja [2], baris 2 Papan Jalan/Klip [4], baris 3 Kotak Pensil Kelas [5], baris 4 Penghapus Karet [8]) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling menukar lembar kerja mandiri untuk memeriksa ketepatan urutan tabel berdasarkan kunci acuan yang dibacakan guru di papan tulis (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi langkah penting yang dilakukan saat menyusun tabel: melihat seluruh angka pada kolom banyaknya benda terlebih dahulu, memilih angka terkecil sebagai baris pertama, lalu melanjutkannya ke angka yang lebih besar hingga selesai (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar berdasarkan data benda di kelas (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dengan menyebutkan data 3 benda: Botol pembersih (1), Sapu lidi (3), Ember (2), dan murid secara serentak menyebutkan urutan baris nama bendanya dari yang paling sedikit ke paling banyak (acuan urutan: Botol pembersih, Ember, Sapu lidi) (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan pengurutan data tabel dari nilai terbesar ke terkecil, kemudian menutup kegiatan belajar dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu data dengan rentang bilangan 1 sampai 5 dan bantuan garis bantu urutan, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan kartu data tabel dengan 5 hingga 6 jenis benda kelas dengan rentang bilangan hingga 20.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam menemukan nilai terkecil terlebih dahulu, sementara murid yang mahir bekerja secara mandiri penuh.
  • Produk: Semua murid menghasilkan tabel data yang terurut dari nilai terkecil ke terbesar sesuai data yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengurutkan 3 bilangan banyaknya benda kelas yang ditulis acak di papan tulis: Penghapus papan: 2 buah, Sapu: 4 buah, Jam dinding: 1 buah. Kriteria kesiapan: mampu menuliskan urutan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dengan benar (acuan urutan: 1, 2, 4).

Proses:

  • Guru memeriksa ketepatan pasangan murid saat menyusun 4 kartu data benda kelas acak: Kartu A (6 Kotak Spidol), Kartu B (2 Gunting), Kartu C (3 Kemoceng), Kartu D (1 Kalender) dari nilai terkecil ke terbesar pada meja masing-masing (acuan urutan kartu: D-B-C-A yaitu 1, 2, 3, 6).
  • Guru memeriksa pengerjaan Lembar Kerja Mandiri murid dalam menyusun kembali tabel berisi 4 data acak: Penghapus Karet (8), Papan Jalan (4), Rautan Meja (2), Kotak Pensil Kelas (5) menjadi tabel terurut dari nilai terkecil ke terbesar (acuan kunci tabel urut: Baris 1: Rautan Meja [2]; Baris 2: Papan Jalan [4]; Baris 3: Kotak Pensil Kelas [5]; Baris 4: Penghapus Karet [8]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru membacakan data banyaknya 3 benda: Botol pembersih (1), Sapu lidi (3), Ember (2), murid menyebutkan urutan baris nama benda dari nilai terkecil ke terbesar secara runtut (acuan jawaban: Botol pembersih [1], Ember [2], Sapu lidi [3]).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal berupa penulisan urutan 3 bilangan data benda dari terkecil ke terbesar di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada tantangan 'Susun Kartu Tabel Benda Kelas'
  • Penilaian tugas tertulis Lembar Kerja Mandiri pengurutan data tabel benda kelas dari nilai terkecil ke terbesar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesarBelum mampu mengurutkan baris data benda dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar walaupun dengan bimbingan penuh guru (0 atau hanya 1 baris yang urutannya tepat sesuai acuan).Mampu mengurutkan 2 dari 4 baris data benda dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar sesuai acuan dengan bantuan/arahan guru.Mampu mengurutkan 3 sampai 4 baris data benda dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar secara tepat sesuai acuan (urutan: Rautan Meja [2], Papan Jalan [4], Kotak Pensil Kelas [5], Penghapus Karet [8]) dengan sedikit bantuan guru.Mampu mengurutkan seluruh (4 dari 4) baris data benda dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar secara mandiri, runtut, dan tepat tanpa kekeliruan sesuai acuan (urutan: Rautan Meja [2], Papan Jalan [4], Kotak Pensil Kelas [5], Penghapus Karet [8]).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah memahami langkah mengurutkan data angka pada tabel mulai dari nilai yang paling kecil?
  • Apakah media kartu benda konkret efektif membantu murid dalam menyusun tabel secara berurutan?
  • Bagaimana pengelolaan waktu saat murid mengerjakan tantangan berpasangan dan lembar mandiri?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan menyusun tabel urutan data benda kelas yang paling kamu sukai?
  • Apa langkah pertama yang kamu lakukan saat melihat angka-angka di tabel belum berurutan?

Pertemuan 2 — Mengurutkan Data dalam Tabel dari Nilai Terbesar ke Terkecil pada Penilaian Harian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.1 Mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai kegiatan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 angka acak hasil penilaian di papan tulis (75, 90, 60) dan meminta murid menuliskan urutannya dari yang terbesar ke terkecil di papan mini masing-masing [acuan kunci: 90, 75, 60] (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan tabel data penilaian harian matematika yang belum urut di papan tulis: [Baris 1: Nilai 70, Banyak Murid 6; Baris 2: Nilai 90, Banyak Murid 4; Baris 3: Nilai 60, Banyak Murid 2; Baris 4: Nilai 100, Banyak Murid 3; Baris 5: Nilai 80, Banyak Murid 5] (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan pemodelan guru tentang cara membaca nilai data, mencari nilai terbesar terlebih dahulu (angka 100), kemudian memindahkan satu baris utuh beserta banyak muridnya ke tabel baru secara berurutan hingga nilai terkecil (angka 60) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Susun Kartu Cepat': setiap pasangan memegang 4 kartu baris data penilaian harian acak yaitu Kartu A (Nilai 65, Banyak 3), Kartu B (Nilai 95, Banyak 2), Kartu C (Nilai 75, Banyak 5), Kartu D (Nilai 85, Banyak 4) lalu berlomba menyusunnya di atas meja dari nilai terbesar ke terkecil [acuan urutan benar: Kartu B (95) -> Kartu D (85) -> Kartu C (75) -> Kartu A (65)] (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan untuk mengurutkan tabel data hasil penilaian harian berisi 5 baris nilai: [Baris 1: Nilai 50, Banyak Murid 2; Baris 2: Nilai 80, Banyak Murid 8; Baris 3: Nilai 90, Banyak Murid 5; Baris 4: Nilai 70, Banyak Murid 10; Baris 5: Nilai 60, Banyak Murid 4] menjadi tabel terurut dari nilai terbesar ke terkecil [acuan urutan baris benar: 90 (5 murid) -> 80 (8 murid) -> 70 (10 murid) -> 60 (4 murid) -> 50 (2 murid)] (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil urutan tabel yang dikerjakannya dengan membandingkannya terhadap kunci urutan di papan tulis serta menandai apakah seluruh baris nilai beserta frekuensinya berpindah dengan benar (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan aturan mengurutkan tabel dari terbesar ke terkecil, yaitu selalu mengidentifikasi angka nilai paling tinggi lebih dulu dan memindahkan seluruh isi baris datanya (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut latihan mandiri dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel bertingkat: murid yang memerlukan bimbingan mengurutkan data dengan 3-4 kategori nilai bulat puluhan (misal: 60, 70, 80), sedangkan murid yang cepat mengurutkan tabel dengan 5-6 kategori nilai bervariasi.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu menempel kartu baris nilai secara fisik satu per satu dari nilai terbesar, sedangkan murid mahir langsung menuliskan tabel baru secara mandiri.
  • Produk: Format penyusunan tabel akhir sama-sama mengurutkan data nilai dari terbesar ke terkecil, dengan fleksibilitas jumlah baris data yang diselesaikan (minimal 4 baris data untuk reguler, 5-6 baris data untuk pengayaan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman urutan bilangan: Murid menuliskan urutan dari terbesar ke terkecil untuk 3 nilai hasil penilaian: 75, 90, 60 (acuan jawaban tepat: 90, 75, 60).

Proses:

  • Formatif kinerja latihan mandiri: Memeriksa ketepatan murid mengurutkan tabel 5 baris nilai penilaian harian acak [Nilai 50 (banyak 2), Nilai 80 (banyak 8), Nilai 90 (banyak 5), Nilai 70 (banyak 10), Nilai 60 (banyak 4)] menjadi tabel terurut dari nilai terbesar ke terkecil (acuan urutan benar: baris 90 -> baris 80 -> baris 70 -> baris 60 -> baris 50, dengan frekuensi murid yang melekat tepat pada masing-masing nilainya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menentukan baris pertama dan baris terakhir jika data nilai penilaian harian [Nilai 65, Nilai 85, Nilai 70, Nilai 95] diurutkan dari nilai terbesar ke terkecil (acuan tepat: baris pertama = Nilai 95; baris terakhir = Nilai 65).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyusunan kartu tabel pada aktivitas berpasangan
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri pengurutan tabel data penilaian harian dari nilai terbesar ke terkecil

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terbesar ke terkecilBelum mampu menyusun baris data tabel dari nilai terbesar ke terkecil (salah menyusun seluruh baris nilai atau hanya menukar tanpa urutan benar).Mampu mengurutkan sebagian baris data tabel dari nilai terbesar ke terkecil (tepat mengurutkan 2 sampai 3 baris nilai, namun masih ada baris yang tertukar atau banyak murid tidak sesuai nilainya).Mampu mengurutkan seluruh 5 baris data dalam bentuk tabel dari nilai terbesar ke terkecil dengan tepat secara lengkap beserta data banyak muridnya (acuan urutan nilai: 90, 80, 70, 60, 50).Mampu mengurutkan seluruh 5 baris data dalam bentuk tabel dari nilai terbesar ke terkecil secara mandiri, tepat, cepat, serta mampu memeriksa ketepatan pasangan nilai dan frekuensinya tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu baris data membantu murid memahami bahwa nilai dan banyaknya data harus berpindah bersama saat diurutkan?
  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi untuk memberi latihan terbimbing hingga latihan mandiri kepada seluruh murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat menyusun nilai penilaian harian dari yang terbesar ke terkecil?
  • Apakah kamu masih merasa bingung saat memindahkan data jumlah murid bersama nilai nilainya ke tabel baru?

Pertemuan 3 — Membandingkan Data dalam Bentuk Tabel untuk Menentukan Nilai yang Lebih Banyak dan Lebih Sedikit — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.2 Membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menemukan nilai data yang lebih banyak dan lebih sedikit (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan tabel peminjaman buku: Buku Cerita (12) dan Buku Ensiklopedia (7), lalu menanyakan buku mana yang lebih banyak dan mana yang lebih sedikit (acuan: buku cerita [12] lebih banyak daripada buku ensiklopedia [7], dan sebaliknya ensiklopedia [7] lebih sedikit daripada buku cerita [12]) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tabel data inventaris alat tulis kelas di papan tulis: Pensil (15 buah), Penghapus (8 buah), Penggaris (10 buah), dan Rautan (5 buah) (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membandingkan dua kategori data pada tabel menggunakan frasa 'lebih banyak daripada' dan 'lebih sedikit daripada' berdasarkan nilai bilangan pada kolom banyak benda (acuan: pensil [15] lebih banyak daripada penggaris [10]; rautan [5] lebih sedikit daripada penghapus [8]) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Perbandingan Tabel', di mana setiap pasangan menerima kartu tabel berisi data koleksi bunga di taman kelas: Mawar (14), Melati (9), Anggrek (12), Tulip (6), lalu murid secara bergantian saling melempar kartu tanya dan menjawab perbandingan nilai data (acuan: Mawar [14] lebih banyak daripada Melati [9]; Tulip [6] lebih sedikit daripada Anggrek [12]; Melati [9] lebih banyak daripada Tulip [6]; Anggrek [12] lebih sedikit daripada Mawar [14]) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan membandingkan data pada tabel koleksi buah di kantin sekolah: Apel (18), Jeruk (12), Pisang (15), Mangga (9), untuk melengkapi 4 pernyataan perbandingan: (1) Apel ... daripada Jeruk; (2) Mangga ... daripada Pisang; (3) Jeruk ... daripada Mangga; (4) Pisang ... daripada Apel (acuan: [1] lebih banyak, [2] lebih sedikit, [3] lebih banyak, [4] lebih sedikit) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil lembar latihan berdasarkan acuan jawaban di papan tulis dan menyimpulkan bahwa membandingkan data tabel dilakukan dengan melihat langsung lambang bilangan pada baris yang dibandingkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali langkah membandingkan nilai data pada tabel dengan menentukan nilai bilangan yang lebih besar (lebih banyak) atau lebih kecil (lebih sedikit) (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan pada tabel botol minum warna: Merah (7) dan Biru (11), meminta murid serempak menyebutkan botol yang lebih sedikit (acuan: botol merah [7] lebih sedikit daripada botol biru [11]), lalu menutup sesi pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel dengan rentang bilangan 1-10 untuk murid yang memerlukan pendampingan, serta rentang bilangan 10-50 untuk murid yang siap dengan tantangan lebih tinggi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membandingkan dengan bantuan kartu garis bilangan untuk melihat posisi besar/kecil bilangan, sedangkan murid yang cepat langsung membandingkan antar-baris secara mandiri.
  • Produk: Murid yang cepat membandingkan seluruh 4 pasang kategori data tabel, sedangkan murid yang sedang berkembang fokus menuntaskan 2-3 pasang kategori data secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan tabel data 2 baris: Buku Cerita (12) dan Buku Ensiklopedia (7). Pertanyaan: (1) Buku mana yang jumlahnya lebih banyak? (acuan: Buku Cerita [12]); (2) Buku mana yang jumlahnya lebih sedikit? (acuan: Buku Ensiklopedia [7]).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat permainan kartu tabel berpasangan: memastikan murid tepat menentukan kategori yang lebih banyak atau lebih sedikit.
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir pernyataan perbandingan data buah pada tabel: Apel (18), Jeruk (12), Pisang (15), Mangga (9). Kunci jawaban lengkap: (1) Apel [18] lebih banyak daripada Jeruk [12]; (2) Mangga [9] lebih sedikit daripada Pisang [15]; (3) Jeruk [12] lebih banyak daripada Mangga [9]; (4) Pisang [15] lebih sedikit daripada Apel [18].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Menampilkan tabel singkat Botol Merah (7) dan Botol Biru (11). Murid menentukan warna botol yang lebih sedikit (acuan jawaban: Botol Merah [7] lebih sedikit daripada Botol Biru [11]).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat membandingkan data pada kartu tabel
  • Penilaian lembar latihan tertulis membandingkan nilai data dalam tabel menggunakan frasa 'lebih banyak' dan 'lebih sedikit'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membandingkan data dalam tabel untuk menentukan nilai yang lebih banyak dan lebih sedikitBelum mampu menentukan perbandingan nilai data yang lebih banyak atau lebih sedikit dari tabel (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan).Mampu menentukan perbandingan nilai data yang lebih banyak atau lebih sedikit dari tabel sebanyak 2 butir tepat dari 4 butir acuan dengan bantuan guru.Mampu menentukan perbandingan nilai data yang lebih banyak dan lebih sedikit dari tabel sebanyak 3 butir tepat dari 4 butir acuan secara mandiri.Mampu menentukan seluruh perbandingan nilai data yang lebih banyak dan lebih sedikit dari tabel secara tepat dan mandiri (seluruh 4 butir tepat sesuai acuan: [1] Apel lebih banyak dari Jeruk, [2] Mangga lebih sedikit dari Pisang, [3] Jeruk lebih banyak dari Mangga, [4] Pisang lebih sedikit dari Apel).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain kartu tabel berpasangan efektif membantu murid memahami konsep lebih banyak dan lebih sedikit pada data tabel?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan latihan perbandingan data tabel secara mandiri?

Murid:

  • Apakah kamu merasa mudah menemukan benda yang lebih banyak atau lebih sedikit ketika melihat angka di dalam tabel?
  • Bagian mana dari kegiatan membandingkan data tabel hari ini yang paling kamu sukai?

Pertemuan 4 — Membandingkan Data dalam Bentuk Tabel untuk Menentukan Nilai yang Sama Banyak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.2 Membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menemukan kategori data yang memiliki nilai sama banyak (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan tabel mini di papan tulis berisi: Buku Tulis = 6, Penggaris = 4, Penghapus = 6. Guru meminta murid mengidentifikasi dua benda yang nilainya sama banyak (acuan jawaban benar: Buku Tulis dan Penghapus memiliki nilai sama banyak yaitu 6) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan 'Tabel Perlengkapan Pramuka Siaga' di layar/papan tulis: Kacu = 14, Topi = 12, Peluit = 14, Tali Pramuka = 10, Buku Saku = 12 (10 menit).
  • Murid secara terpandu mencermati kolom bilangan dan membandingkan baris demi baris untuk mengelompokkan kategori yang memiliki nilai bilangan sama (acuan: pasangan sama banyak ke-1 adalah Kacu dan Peluit dengan nilai 14; pasangan sama banyak ke-2 adalah Topi dan Buku Saku dengan nilai 12) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Angka Kembar': Setiap pasangan menerima 'Tabel Ekstrakurikuler Pilihan' berisi 5 baris data: Tari = 8 murid, Lukis = 12 murid, Robotik = 8 murid, Paduan Suara = 15 murid, Catur = 12 murid. Pasangan murid berlomba melingkari dan mencatat kategori yang nilainya sama banyak (acuan: Tari dan Robotik sama banyak yaitu 8; Lukis dan Catur sama banyak yaitu 12) (20 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Latihan Mandiri membandingkan data pada 'Tabel Koleksi Tanaman Hias': Mawar = 15 pot, Melati = 9 pot, Anggrek = 15 pot, Kamboja = 7 pot, Sansiviera = 9 pot. Murid menjawab 2 butir soal: (1) Sebutkan pasangan tanaman yang sama banyak bernilai 15 pot (acuan: Mawar dan Anggrek); (2) Sebutkan pasangan tanaman yang sama banyak bernilai 9 pot (acuan: Melati dan Sansiviera) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis dari lembar kerja dan mengonfirmasi bahwa nilai sama banyak ditandai oleh lambang bilangan yang tepat sama besar pada baris tabel yang berbeda (10 menit).

Penutup:

  • Murid dibimbing menarik simpulan bersama mengenai langkah membandingkan data dalam tabel untuk menentukan nilai yang sama banyak (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid, menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya mengenai menyajikan data dengan turus, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel bertingkat: tabel 4 baris data bilangan 1 digit untuk murid yang memerlukan penguatan, dan tabel 6 baris data bilangan 2 digit untuk murid yang memerlukan tantangan lebih.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dengan menandai garis bilangan sejajar bagi murid yang memerlukan dukungan visual; memberi kesempatan pengerjaan mandiri tanpa bantuan bagi murid yang sudah cepat memahami.
  • Produk: Format penulisan jawaban kesamaan data boleh berupa penulisan kalimat perbandingan lengkap atau pengelompokan pasangan nama kategori bergaris hubung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik di awal pelajaran: Murid diminta menentukan 2 benda yang bernilai sama banyak pada tabel di papan tulis: Buku Tulis = 6, Penggaris = 4, Penghapus = 6 (acuan jawaban: Buku Tulis dan Penghapus memiliki nilai yang sama banyak yaitu 6 buah).

Proses:

  • Formatif proses pada permainan berpasangan 'Detektif Angka Kembar': Menilai ketepatan menemukan 2 pasangan kategori bernilai sama pada tabel data 5 baris (acuan: Pasangan 1 = Tari dan Robotik nilai 8; Pasangan 2 = Lukis dan Catur nilai 12).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: Murid menentukan pasangan data sama banyak pada 'Tabel Koleksi Tanaman Hias': Butir 1 menentukan tanaman bernilai sama 15 pot (acuan: Mawar dan Anggrek); Butir 2 menentukan tanaman bernilai sama 9 pot (acuan: Melati dan Sansiviera).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal menggunakan data tabel mini sederhana.
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan 'Detektif Angka Kembar'.
  • Pemeriksaan hasil penyelesaian lembar kerja mandiri membandingkan data yang bernilai sama.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai yang sama banyakBelum mampu menentukan pasangan data yang bernilai sama banyak dalam tabel (0 butir benar dari 2 butir acuan).Mampu menentukan 1 pasang data yang bernilai sama banyak dalam tabel dengan tepat secara mandiri (1 butir benar dari 2 butir acuan).Mampu menentukan seluruh pasangan data yang bernilai sama banyak dalam tabel dengan tepat (2 butir benar dari 2 butir acuan).Mampu menentukan seluruh pasangan data yang bernilai sama banyak (2 butir benar dari 2 butir acuan) secara cepat, tepat, dan mandiri tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan tabel konkret di lingkungan sekolah membantu murid memahami konsep kesamaan nilai data secara mudah?
  • Bagian mana dari kegiatan permainan 'Detektif Angka Kembar' yang paling efektif mendorong partisipasi aktif murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan baris yang memiliki angka sama banyak pada tabel data dengan mudah?
  • Apa yang kamu lakukan jika melihat dua kategori benda memiliki bilangan yang sama pada tabel?

Pertemuan 5 — Menyajikan Data Pengamatan Benda Menggunakan Turus ke dalam Bentuk Tabel — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.3 Menyajikan data pengamatan ke dalam bentuk tabel menggunakan turus dan lambang bilangan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan data hasil pengamatan benda ke dalam bentuk tabel dengan bantuan turus dan lambang bilangan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kumpulan garis turus di papan tulis: (1) |||, (2) ||||, (3) |||| dengan garis miring (seikat lima), dan (4) seikat lima ditambah ||; murid diminta menuliskan nilai bilangannya pada secarik kertas (acuan jawaban: (1) = 3, (2) = 4, (3) = 5, (4) = 7) untuk mengecek kesiapan membaca turus (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperagakan cara mencacah benda konkret di meja guru (pensil dan penghapus) menggunakan stik lidi di papan selip, menunjukkan bahwa setiap 1 benda diwakili 1 garis tegak (|), dan setiap kelipatan 5 diberi garis miring menyilang 4 garis tegak sebelumnya untuk membentuk 1 ikatan lima (5 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang struktur tabel penyajian data yang terdiri atas 3 kolom: Nama Benda, Turus, dan Banyak Benda (Lambang Bilangan), lalu mengonfirmasi bersama bahwa jumlah garis pada turus harus sama persis dengan angka bilangan yang dituliskan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Benda Meja': setiap pasangan menerima 1 wadah berisi 4 jenis alat tulis nyata dengan rincian: 6 klip kertas, 4 rautan, 8 pensil warna, dan 5 penghapus (5 menit).
  • Setiap pasangan murid melakukan pengamatan dan mencatat langsung setiap benda yang dihitung ke dalam format tabel lembar kerja dengan menuliskan nama benda, membuat turus menggunakan pensil/lidi, dan menuliskan lambang bilangan yang sesuai (acuan tabel: Klip Kertas -> turus 1 ikat lima + 1 garis tegak -> lambang bilangan 6; Rautan -> turus 4 garis tegak -> lambang bilangan 4; Pensil Warna -> turus 1 ikat lima + 3 garis tegak -> lambang bilangan 8; Penghapus -> turus 1 ikat lima -> lambang bilangan 5) (20 menit).
  • Guru berkeliling mengamati pengerjaan, memberikan bimbingan langsung bagi pasangan yang keliru membuat ikatan lima pada turus atau tidak sinkron antara turus dan lambang bilangan (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan memeriksa kembali tabel hasil kerjanya secara mandiri dengan menghitung ulang turus apakah sudah cocok dengan jumlah benda dan lambang bilangannya (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa turus sangat membantu mengelompokkan hitungan setiap lima benda sehingga penyajian data ke dalam tabel menjadi rapi dan mudah dihitung (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan memberikan umpan balik langsung atas ketepatan penulisan turus dan lambang bilangan (3 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 1 soal cek pemahaman mandiri untuk melengkapi baris tabel rumpang berdasarkan data pengamatan 7 buah buku tulis (acuan: turus = 1 ikat lima + 2 garis tegak, banyak benda = 7) (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual turus 1-10; murid yang mahir diberikan benda pengamatan dengan jumlah hingga belasan (misal 13 atau 14).
  • Proses: Murid yang belum lancar menyusun turus didampingi guru dengan memegang langsung stik lidi konkret sebelum menggambar di kertas; murid mandiri langsung mengamati dan mengisi tabel.
  • Produk: Format tabel disediakan terstruktur dengan kolom yang jelas, murid dapat menempelkan stik lidi kecil atau menggambar garis turus secara langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid membaca dan menuliskan nilai bilangan dari 4 kumpulan simbol turus di papan tulis: (1) ||| (acuan: 3), (2) |||| (acuan: 4), (3) |||| dengan garis miring (acuan: 5), dan (4) seikat lima ditambah || (acuan: 7). Kriteria: murid yang menjawab benar minimal 3 butir siap melakukan pengamatan mandiri; murid dengan <3 butir benar mendapat pendampingan peragaan lidi.

Proses:

  • Pengamatan saat pengerjaan LKPD pengamatan 4 jenis benda: (1) Klip kertas (jumlah: 6, turus: seikat lima + |, lambang bilangan: 6), (2) Rautan (jumlah: 4, turus: ||||, lambang bilangan: 4), (3) Pensil warna (jumlah: 8, turus: seikat lima + |||, lambang bilangan: 8), (4) Penghapus (jumlah: 5, turus: seikat lima, lambang bilangan: 5). Dinilai ketepatan bentuk turus dan kesesuaian lambang bilangan dengan data benda.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: 'Data hasil pengamatan menunjukkan ada 7 buku tulis di atas meja guru. Gambarkan turus dan tuliskan lambang bilangannya ke dalam baris tabel!' (Acuan jawaban benar: Nama Benda = Buku Tulis; Turus = seikat lima ditambah 2 garis tegak [ ||||/ || ]; Lambang Bilangan = 7).

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tes diagnostik singkat membaca simbol turus 1-7
  • Observasi unjuk kerja pengisian tabel pengamatan benda menggunakan turus dan lambang bilangan pada aktivitas berpasangan
  • Asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri melengkapi baris tabel turus dan bilangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyajikan Turus Data PengamatanBelum mampu membuat garis turus dengan benar sesuai jumlah benda pengamatan (kurang dari 2 kategori tepat dari 4 benda yang diamati).Mampu membuat turus dengan benar pada 2 dari 4 kategori benda pengamatan, namun masih keliru membuat garis silang penanda kelipatan 5.Mampu membuat turus secara tepat pada 3-4 kategori benda pengamatan termasuk membuat garis silang pada kelipatan 5 dengan sedikit bantuan.Mampu menyajikan turus secara tepat dan rapi pada seluruh (4) kategori benda pengamatan secara mandiri tanpa kesalahan.
Kesesuaian Lambang Bilangan dalam TabelLambang bilangan yang ditulis pada tabel tidak sesuai dengan jumlah benda maupun turus pada lebih dari 2 kategori.Menuliskan lambang bilangan yang sesuai dengan jumlah benda dan turus pada 2 dari 4 kategori benda.Menuliskan lambang bilangan yang sesuai dengan jumlah benda dan turus pada 3-4 kategori benda dengan bimbingan minimal.Menuliskan seluruh lambang bilangan dengan tepat dan selaras sempurna dengan turus pada semua (4) kategori benda secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret dan lidi efektif membantu murid memahami cara membuat ikatan lima pada turus?
  • Bagian mana dari langkah pembuatan tabel yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?

Murid:

  • Apa yang membuatmu lebih mudah menghitung benda menggunakan turus daripada angka biasa?
  • Apakah kamu sudah bisa membuat ikatan lima garis turus dengan tepat?

Pertemuan 6 — Menyajikan Data Pengamatan Menggunakan Turus dan Lambang Bilangan ke dalam Bentuk Tabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.3 Menyajikan data pengamatan ke dalam bentuk tabel menggunakan turus dan lambang bilangan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid menyimak daftar 3 data mentah di papan tulis (Data A: 3 buah pensil; Data B: 5 buah buku; Data C: 7 buah penghapus) lalu murid menuliskan bentuk turus dan lambang bilangan masing-masing di papan tulis mini/kertas (acuan: Data A turus ||| bilangan 3; Data B turus ||||/ bilangan 5; Data C turus ||||/ || bilangan 7) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan data pengamatan benda menggunakan kolom turus dan kolom lambang bilangan ke dalam format tabel (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara menyajikan data pengamatan benda alat tulis di atas meja guru (4 penghapus, 6 spidol, 8 penggaris) ke dalam tabel 3 kolom: 'Nama Benda', 'Turus', dan 'Banyak Benda (Lambang Bilangan)' (acuan: penghapus = |||| dan 4; spidol = ||||/ | dan 6; penggaris = ||||/ ||| dan 8) (10 menit).
  • Murid mencermati aturan penulisan bahwa setiap ikatan 5 turus (4 garis tegak dan 1 garis miring) harus tepat bernilai 5 pada kolom lambang bilangan dan setiap turus satuan ditambahkan secara terpisah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan menggembirakan 'Pengamat Kantong Warna': tiap pasangan menerima 1 kantong berisi 18 kancing dengan 3 variasi warna (7 merah, 6 biru, 5 kuning), lalu secara bergantian mengambil dan menghitung kancing sesuai warnanya menggunakan lidi/garis turus (15 menit).
  • Murid menyajikan hasil pengamatan kancing warna tersebut ke dalam tabel yang memuat kolom Kategori Warna, Turus, dan Banyak Kancing/Lambang Bilangan pada lembar aktivitas (acuan: Merah = ||||/ || dan 7; Biru = ||||/ | dan 6; Kuning = ||||/ dan 5) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan latihan pengamatan individu: menyajikan data pengamatan 4 jenis buku di sudut baca kelas (5 buku cerita, 8 buku bergambar, 4 buku ensiklopedia, 3 buku komik) ke dalam tabel penyajian data dengan kolom Jenis Buku, Turus, dan Lambang Bilangan (acuan: buku cerita = ||||/ dan 5; buku bergambar = ||||/ ||| dan 8; ensiklopedia = |||| dan 4; komik = ||| dan 3) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tabel buatannya bersama bimbingan guru untuk mencocokkan kesesuaian antara jumlah coretan turus dengan angka pada kolom lambang bilangan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menyajikan data pengamatan ke dalam tabel dengan kelengkapan kolom kategori, turus, dan lambang bilangan (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan data pengamatan dengan rentang bilangan 1-5; murid yang telah mahir diberikan data pengamatan hingga rentang bilangan 15.
  • Proses: Murid yang belum lancar mencatat turus dibantu menggunakan lidi konkret sebelum menulis garis di kertas; murid yang mahir langsung mencatat pengamatan secara mandiri.
  • Produk: Format tabel disediakan garis rumpang bagi murid yang membutuhkan bantuan; murid yang mahir merancang garis tabel sendiri secara lengkap dan mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik di awal pelajaran: menuliskan turus dan lambang bilangan dari 3 data mentah (Data A: 3 pensil; Data B: 5 buku; Data C: 7 penghapus). Acuan jawaban: Data A = ||| dan 3; Data B = ||||/ dan 5; Data C = ||||/ || dan 7.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian tabel pengamatan kancing warna berpasangan (acuan: Merah turus ||||/ || bilangan 7; Biru turus ||||/ | bilangan 6; Kuning turus ||||/ bilangan 5)
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian tabel latihan mandiri jenis buku (acuan: Buku cerita turus ||||/ bilangan 5; Buku bergambar turus ||||/ ||| bilangan 8; Ensiklopedia turus |||| bilangan 4; Komik turus ||| bilangan 3)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: memeriksa ketepatan tabel penyajian data pengamatan 4 jenis buku sudut baca (acuan: 4 baris data lengkap dan tepat antara turus dan lambang bilangan: buku cerita = 5, buku bergambar = 8, ensiklopedia = 4, komik = 3).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pencatatan turus dan penulisan lambang bilangan pada tabel pengamatan kancing berpasangan
  • Penilaian lembar kerja mandiri penyajian data pengamatan 4 jenis buku sudut baca ke dalam tabel 3 kolom

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menyajikan turus data pengamatanBelum tepat menuliskan bentuk turus untuk semua (0-1) kategori data pengamatan sesuai acuan.Tepat menuliskan bentuk turus untuk 2 kategori data pengamatan sesuai acuan.Tepat menuliskan bentuk turus untuk 3 kategori data pengamatan sesuai acuan.Tepat menuliskan bentuk turus untuk seluruh (4) kategori data pengamatan sesuai acuan secara mandiri.
Ketepatan menyajikan lambang bilangan data pengamatanBelum tepat menuliskan lambang bilangan untuk semua (0-1) kategori data pengamatan sesuai acuan.Tepat menuliskan lambang bilangan untuk 2 kategori data pengamatan sesuai acuan.Tepat menuliskan lambang bilangan untuk 3 kategori data pengamatan sesuai acuan.Tepat menuliskan lambang bilangan untuk seluruh (4) kategori data pengamatan sesuai acuan secara mandiri.
Kesesuaian turus dan lambang bilangan dalam tabelBelum ada kesesuaian antara coretan turus dan lambang bilangan pada tabel data pengamatan.Turus dan lambang bilangan sesuai pada 2 kategori dalam tabel data pengamatan.Turus dan lambang bilangan sesuai pada 3 kategori dalam tabel data pengamatan.Turus dan lambang bilangan sesuai secara utuh pada seluruh (4) kategori dalam tabel data pengamatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami hubungan antara hitungan turus kelipatan 5 dengan lambang bilangan pada tabel?
  • Bagian mana dari langkah penyajian tabel yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menuliskan turus dan angka bilangan dengan tepat di dalam tabel?
  • Apa hal yang paling mudah dan paling sulit saat membuat tabel data pengamatan tadi?

Pertemuan 7 — Menganalisis dan Menginterpretasi Data dalam Tabel untuk Menentukan Nilai Terbesar dan Terkecil — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.4 Menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana kelas yang tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data terbesar dan terkecil (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan tabel 'Peminjaman Buku Cerita di Pojok Baca': Hari Senin (8 buku), Selasa (4 buku), Rabu (9 buku), Kamis (5 buku), Jumat (7 buku), lalu mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Berapa nilai peminjaman buku terbesar dan terjadi pada hari apa?' (acuan: 9 buku pada hari Rabu); (2) 'Berapa nilai peminjaman buku terkecil dan terjadi pada hari apa?' (acuan: 4 buku pada hari Selasa) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara sadar menyimak penjelasan guru melalui contoh tabel data 'Koleksi Tanaman Hias di Sekolah': Kaktus (12 pot), Mawar (8 pot), Melati (15 pot), Anggrek (6 pot), Lidah Mertua (10 pot) di papan tulis untuk memahami konsep nilai data terbesar sebagai bilangan dengan kuantitas paling banyak dan nilai data terkecil sebagai bilangan dengan kuantitas paling sedikit (7 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menelusuri kolom bilangan pada tabel untuk mengidentifikasi nilai terbesar (acuan: 15 pot pada bunga Melati) dan nilai terkecil (acuan: 6 pot pada bunga Anggrek) melalui kegiatan tanya jawab terbimbing (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Nilai Tabel' secara berpasangan: guru memperlihatkan kartu tabel 'Penjualan Buah di Kantin': Apel (14 buah), Jeruk (20 buah), Mangga (9 buah), Pisang (17 buah). Setiap pasangan berlomba menuliskan dengan cepat di papan tulis mini masing-masing: nilai data terbesar (acuan: 20 buah/Jeruk) dan nilai data terkecil (acuan: 9 buah/Mangga) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) yang memuat Tabel A 'Banyak Siswa Mengikuti Ekstrakurikuler': Pramuka (24 siswa), Tari (16 siswa), Musik (12 siswa), Menggambar (18 siswa), Silat (9 siswa). Murid menganalisis tabel untuk menentukan: (1) Ekstrakurikuler dengan jumlah peserta terbesar dan nilainya (acuan: Pramuka, 24 siswa); (2) Ekstrakurikuler dengan jumlah peserta terkecil dan nilainya (acuan: Silat, 9 siswa) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya pada Tabel A dengan membandingkan tiap baris bilangan dalam kolom banyak siswa untuk memastikan ketepatan penentuan nilai terbesar dan terkecil (5 menit).
  • Murid menyimpulkan strategi menganalisis tabel, yaitu mencermati kolom kuantitas bilangan dari atas sampai bawah, menemukan angka tertinggi sebagai nilai terbesar dan angka terendah sebagai nilai terkecil (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid pada Lembar Kerja Murid (LKM) serta mengapresiasi ketelitian murid dalam membaca data (5 menit).
  • Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran pertemuan ke-7 dengan bersyukur dan berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, tabel data memuat 3-4 baris data dengan bilangan cacah sampai 20; untuk murid yang lebih cepat, tabel memuat 5-6 baris data dengan bilangan cacah sampai 50.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu menandai angka tertinggi dan terendah menggunakan pensil warna pada kolom bilangan; murid mahir menganalisis langsung secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan laporan analisis tertulis mengenai nilai terbesar dan nilai terkecil dari tabel data yang diberikan sesuai tingkat kompleksitasnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman awal melalui 2 pertanyaan lisan berdasarkan tabel 'Peminjaman Buku Cerita di Pojok Baca': Hari Senin (8 buku), Selasa (4 buku), Rabu (9 buku), Kamis (5 buku), Jumat (7 buku). Butir 1: 'Berapa nilai peminjaman buku terbesar dan pada hari apa?' (acuan: 9 buku pada hari Rabu). Butir 2: 'Berapa nilai peminjaman buku terkecil dan pada hari apa?' (acuan: 4 buku pada hari Selasa).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat permainan berpasangan 'Detektif Nilai Tabel' menggunakan kartu tabel data penjualan buah (acuan: nilai terbesar 20 buah/Jeruk; nilai terkecil 9 buah/Mangga).
  • Penilaian lembar kerja mandiri menganalisis Tabel A 'Banyak Siswa Mengikuti Ekstrakurikuler' (Pramuka 24, Tari 16, Musik 12, Menggambar 18, Silat 9). Kriteria: tepat menentukan nilai terbesar (24 siswa pada Pramuka) dan nilai terkecil (9 siswa pada Silat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir pertemuan 7 berupa kuis 2 butir soal pada tabel 'Kunjungan Perpustakaan Kelas 3': Senin (15 anak), Selasa (22 anak), Rabu (11 anak), Kamis (19 anak). Butir 1: 'Tentukan nilai kunjungan terbesar dan harinya!' (acuan: 22 anak pada hari Selasa). Butir 2: 'Tentukan nilai kunjungan terkecil dan harinya!' (acuan: 11 anak pada hari Rabu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan cepat 'Detektif Nilai Tabel'
  • Pemeriksaan hasil analisis penentuan nilai data terbesar dan terkecil pada LKM

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis dan menginterpretasi nilai terbesar dalam tabelBelum mampu menentukan nilai terbesar dalam tabel data meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu menentukan nilai terbesar dalam tabel data tetapi masih memerlukan bimbingan guru dalam mencermati baris bilangan.Mampu menentukan nilai terbesar dalam tabel data secara tepat dan mandiri sesuai acuan.Mampu menentukan nilai terbesar dalam tabel data secara tepat, cepat, dan mandiri pada tabel dengan rentang data yang lebih banyak.
Menganalisis dan menginterpretasi nilai terkecil dalam tabelBelum mampu menentukan nilai terkecil dalam tabel data meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu menentukan nilai terkecil dalam tabel data tetapi masih memerlukan bimbingan guru dalam mencermati baris bilangan.Mampu menentukan nilai terkecil dalam tabel data secara tepat dan mandiri sesuai acuan.Mampu menentukan nilai terkecil dalam tabel data secara tepat, cepat, dan mandiri pada tabel dengan rentang data yang lebih banyak.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks tabel data yang digunakan dalam pembelajaran mudah dipahami oleh murid kelas 3?
  • Apakah instruksi dalam kegiatan 'Detektif Nilai Tabel' cukup jelas dan membuat murid antusias belajar?
  • Apakah murid mengalami kendala saat menelusuri baris angka untuk mencari nilai terbesar dan terkecil?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan menganalisis tabel hari ini yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu sudah dapat menemukan angka paling besar dan paling kecil pada tabel secara mandiri?

Pertemuan 8 — Menganalisis dan Menginterpretasi Data dalam Tabel untuk Menentukan Selisih Nilai Terbesar dan Terkecil — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.4 Menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan tabel 'Hasil Panen Buah': Jeruk (12 kg), Apel (8 kg), Mangga (15 kg), Pisang (5 kg), lalu meminta murid menuliskan nilai terbesar dan terkecil pada papan tulis mini (acuan: terbesar = Mangga/15 kg, terkecil = Pisang/5 kg) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis dan menginterpretasi data dalam tabel untuk menentukan selisih nilai terbesar dan terkecil (jangkauan data) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan contoh tabel 'Banyak Buku Bacaan yang Dipinjam Siswa per Hari': Senin (18 buku), Selasa (12 buku), Rabu (25 buku), Kamis (14 buku), Jumat (9 buku) (4 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi nilai terbesar (Rabu = 25 buku) dan nilai terkecil (Jumat = 9 buku), kemudian menjelaskan konsep selisih/jangkauan data melalui pengurangan: Nilai Terbesar dikurangi Nilai Terkecil, yaitu 25 - 9 = 16 buku (6 menit).
  • Murid secara berpasangan diajak mencoba satu simulasi cepat pada tabel 'Banyak Pensil Warna': Kotak Merah (24), Kotak Biru (10), Kotak Hijau (15); menentukan selisihnya (acuan: terbesar = 24, terkecil = 10, selisih = 24 - 10 = 14 pensil) dengan saling memeriksa hitungan pasangannya (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Selisih Data' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima lembar tantangan berisi 2 tabel data (Tabel A: Penjualan Roti Selama 4 Hari [Senin: 32, Selasa: 15, Rabu: 40, Kamis: 21] dan Tabel B: Jumlah Pengunjung Perpustakaan [Kelas 3A: 28, Kelas 3B: 19, Kelas 3C: 35, Kelas 3D: 12]) (4 menit).
  • Setiap murid dalam pasangan secara mandiri menganalisis tabel untuk menentukan nilai terbesar, nilai terkecil, dan menghitung selisihnya, kemudian mencocokkan hasil analisis dengan pasangannya (acuan Tabel A: terbesar = 40, terkecil = 15, selisih = 40 - 15 = 25; acuan Tabel B: terbesar = 35, terkecil = 12, selisih = 35 - 12 = 23) (14 menit).
  • Guru berkeliling mengamati proses kerja murid, memberikan bimbingan bagi yang keliru mengurangkan atau keliru memilih data, serta memvalidasi hasil kerja (6 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali langkah-langkah yang dilakukan: memastikan data terbesar dan terkecil sudah tepat sebelum melakukan operasi pengurangan (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa selisih data terbesar dan terkecil diperoleh dengan mengidentifikasi nilai paling tinggi dan paling rendah pada tabel terlebih dahulu, lalu mengurangkan nilai terbesar dengan nilai terkecil (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 soal cek pemahaman mandiri: Diberikan tabel 'Banyak Bibit Bunga': Mawar (26), Melati (11), Anggrek (34), Kenanga (15). Tentukan nilai terbesar, nilai terkecil, dan selisihnya! (acuan: terbesar = Anggrek/34, terkecil = Melati/11, selisih = 34 - 11 = 23) (6 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan menutup kegiatan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan tabel dengan rentang bilangan cacah di bawah 20 tanpa teknik meminjam, sedangkan murid yang mahir diberikan tabel dengan 5-6 kategori data dengan rentang bilangan hingga 50.
  • Proses: Murid yang kesulitan dibimbing menemukan nilai ekstrem menggunakan bantuan penandaan warna pada tabel sebelum mengurangkan, sementara murid yang telah lancar mengerjakan secara mandiri.
  • Produk: Format penyelesaian dapat berupa bagan hitung terstruktur (kolom nilai terbesar, kolom nilai terkecil, kolom pengurangan selisih) atau kalimat matematika langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan menggunakan tabel 'Hasil Panen Buah' (Jeruk: 12 kg, Apel: 8 kg, Mangga: 15 kg, Pisang: 5 kg). Murid diminta menuliskan: (1) Buah dengan hasil panen terbesar beserta nilainya; (2) Buah dengan hasil panen terkecil beserta nilainya. Acuan jawaban: (1) Terbesar = Mangga, 15 kg; (2) Terkecil = Pisang, 5 kg.

Proses:

  • Penilaian formatif saat kegiatan aplikasi 'Detektif Selisih Data' menggunakan lembar observasi ketepatan murid menganalisis nilai terbesar, nilai terkecil, dan menghitung selisihnya pada dua tabel yang disediakan: Tabel A Roti (acuan: terbesar 40, terkecil 15, selisih 40 - 15 = 25) dan Tabel B Pengunjung (acuan: terbesar 35, terkecil 12, selisih 35 - 12 = 23).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di penutup: Murid menganalisis tabel 'Banyak Bibit Bunga' [Mawar: 26, Melati: 11, Anggrek: 34, Kenanga: 15]. Butir soal: (1) Tentukan nilai data terbesar, (2) Tentukan nilai data terkecil, (3) Hitung selisih nilai terbesar dan terkecil. Acuan jawaban: (1) Terbesar = 34 (Anggrek), (2) Terkecil = 11 (Melati), (3) Selisih = 34 - 11 = 23.

Formatif:

  • Tes diagnostik awal: mengidentifikasi nilai terbesar dan terkecil pada tabel 'Hasil Panen Buah' (acuan: terbesar = Mangga/15 kg, terkecil = Pisang/5 kg).
  • Observasi unjuk kerja analisis tabel dan penghitungan selisih nilai terbesar dan terkecil pada lembar 'Detektif Selisih Data' (Tabel A acuan: 40 - 15 = 25; Tabel B acuan: 35 - 12 = 23).
  • Tes tertulis singkat akhir sesi: menentukan nilai terbesar, terkecil, dan selisih pada tabel bibit bunga (acuan: terbesar = 34, terkecil = 11, selisih = 34 - 11 = 23).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis nilai data terbesar dan terkecil dalam tabelBelum mampu menentukan nilai data terbesar maupun nilai data terkecil dari tabel yang disajikan secara tepat meski telah dibimbing.Mampu menentukan salah satu dari nilai data terbesar atau terkecil dari tabel secara tepat dengan bantuan guru.Mampu menentukan nilai data terbesar dan nilai data terkecil dari tabel secara tepat dengan mandiri.Mampu menentukan nilai data terbesar dan nilai data terkecil dari berbagai kategori tabel data secara cepat, konsisten, dan tepat tanpa kekeliruan.
Menginterpretasi dan menghitung selisih nilai terbesar dan terkecilBelum mampu menghitung selisih nilai terbesar dan terkecil dari data tabel dengan tepat.Mampu menyusun kalimat matematika pengurangan tetapi masih melakukan kekeliruan dalam menghitung selisih nilai terbesar dan terkecil.Mampu menyusun kalimat matematika dan menghitung selisih nilai terbesar dan terkecil dari data tabel secara tepat.Mampu menyusun kalimat matematika dan menghitung selisih nilai terbesar dan terkecil dari data tabel secara tepat, mandiri, serta memeriksa kembali kebenaran hasil hitungannya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat dengan mudah mengidentifikasi nilai terbesar dan terkecil sebelum menghitung selisihnya?
  • Apakah ada murid yang masih terbalik dalam mengurangkan nilai data (misal nilai kecil dikurangi nilai besar)?
  • Bagaimana efektivitas permainan berpasangan 'Detektif Selisih Data' dalam meningkatkan pemahaman murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat menghitung selisih data dari tabel?
  • Apakah aku sudah teliti mencari angka paling besar dan angka paling kecil sebelum mengurangkannya?
  • Apa yang akan aku lakukan jika menemukan angka yang hampir sama besarnya pada tabel?

Pertemuan 9 — Menganalisis dan Menginterpretasi Berbagai Kategori Data dalam Bentuk Tabel — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.4 Menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi doa bersama serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel yang memuat berbagai kategori untuk menentukan nilai terbesar, nilai terkecil, dan selisihnya (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan sebuah tabel sederhana di papan tulis: Tabel Hasil Panen Buah (Apel: 12 kg, Jeruk: 8 kg, Mangga: 15 kg). Murid diminta menjawab cepat secara lisan: (1) Buah apa yang paling banyak dan berapa nilainya? (Acuan jawaban: Mangga, nilai 15 kg); (2) Buah apa yang paling sedikit dan berapa nilainya? (Acuan jawaban: Jeruk, nilai 8 kg); (3) Berapa selisih antara buah terbanyak dan paling sedikit? (Acuan jawaban: 15 - 8 = 7 kg) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan Tabel Peminjaman Buku Perpustakaan SD Cendekia: Kategori Buku Cerita Anak (24 buku), Kategori Ensiklopedia (11 buku), Kategori Komik Sains (18 buku), Kategori Majalah Anak (9 buku). Murid mencermati baris kategori dan kolom banyak buku secara seksama (5 menit).
  • Guru membimbing murid menelaah tabel tersebut untuk mengidentifikasi nilai terbesar (Kategori Buku Cerita Anak = 24), nilai terkecil (Kategori Majalah Anak = 9), dan menghitung selisih keduanya melalui operasi pengurangan: 24 - 9 = 15 buku (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kuis berpasangan 'Tantangan Detektif Tabel': Tiap pasangan menerima 1 kartu data tabel bertema 'Penjualan Bibit Tanaman di Koperasi Sekolah' (Bibit Melati: 14 pot, Bibit Mawar: 27 pot, Bibit Anggrek: 9 pot, Bibit Kenanga: 16 pot) dan lembar tantangan berisi 3 pertanyaan analisis (10 menit).
  • Murid dalam pasangan bekerja sama menjawab lembar tantangan: (1) Kategori bibit dengan penjualan terbesar beserta nilainya (Acuan: Bibit Mawar = 27 pot); (2) Kategori bibit dengan penjualan terkecil beserta nilainya (Acuan: Bibit Anggrek = 9 pot); (3) Selisih nilai penjualan terbesar dan terkecil (Acuan: 27 - 9 = 18 pot). Guru berkeliling mengamati dan memberikan bimbingan formatif (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja analisis data bertema 'Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan Murid Kelas 3': Pramuka (22 anak), Tari (13 anak), Futsal (25 anak), Lukis (10 anak). Soal mandiri terdiri atas: (1) Ekstrakurikuler dengan peminat terbesar dan nilainya (Acuan: Futsal = 25 anak); (2) Ekstrakurikuler dengan peminat terkecil dan nilainya (Acuan: Lukis = 10 anak); (3) Selisih peminat terbesar dan terkecil (Acuan: 25 - 10 = 15 anak) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid membahas kunci jawaban dari lembar kerja mandiri, kemudian murid memeriksa hasil pekerjaannya sendiri secara cermat untuk menyadari ketepatan analisis dan perhitungannya (5 menit).
  • Murid mengungkapkan hal yang telah dipahami mengenai langkah menentukan nilai terbesar, nilai terkecil, dan cara menghitung selisih nilai antarkategori pada tabel (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep menganalisis tabel data berbagai kategori serta memberikan umpan balik atas performa murid dalam menganalisis data (4 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran kegiatan pertemuan berikutnya yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan tabel dengan 3 kategori berbilangan di bawah 20, sedangkan murid yang mahir diberikan tabel dengan 5 kategori berbilangan hingga puluhan lebih besar.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menentukan selisih dibimbing secara langsung dengan bantuan garis bilangan atau blok puluhan-satuan konkret; murid yang cepat bekerja mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis tertulis yang memuat nilai terbesar, terkecil, dan selisihnya sesuai tingkatan kompleksitas bilangan pada tabel masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran berdasarkan Tabel Hasil Panen Buah (Apel: 12 kg, Jeruk: 8 kg, Mangga: 15 kg). Pertanyaan dan acuan jawaban: (1) Kategori buah terbanyak dan nilainya (Acuan: Mangga, 15 kg); (2) Kategori buah paling sedikit dan nilainya (Acuan: Jeruk, 8 kg); (3) Selisih nilai buah terbanyak dan paling sedikit (Acuan: 15 - 8 = 7 kg).

Proses:

  • Observasi formatif selama pengerjaan Tantangan Detektif Tabel pada tabel Penjualan Bibit Tanaman (Melati: 14 pot, Mawar: 27 pot, Anggrek: 9 pot, Kenanga: 16 pot) dengan acuan kunci: (1) Terbesar = Mawar (27 pot); (2) Terkecil = Anggrek (9 pot); (3) Selisih = 27 - 9 = 18 pot.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis data Ekstrakurikuler Pilihan (Pramuka: 22 anak, Tari: 13 anak, Futsal: 25 anak, Lukis: 10 anak) dengan 3 butir analisis: (1) Kategori terbesar dan nilai (Acuan: Futsal, 25 anak); (2) Kategori terkecil dan nilai (Acuan: Lukis, 10 anak); (3) Selisih nilai terbesar dan terkecil (Acuan: 25 - 10 = 15 anak). Kriteria ketercapaian: murid menjawab tepat minimal 2 dari 3 butir secara benar.

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada 'Tantangan Detektif Tabel' menggunakan lembar ceklis ketepatan analisis.
  • Latihan mandiri analisis tabel data ekstrakurikuler untuk memeriksa ketepatan menentukan nilai terbesar, terkecil, dan selisih.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis nilai terbesar dan terkecil dari berbagai kategori pada tabel dataBelum mampu menentukan kategori dan nilai terbesar maupun terkecil dari tabel data secara tepat meskipun telah diberikan bimbingan.Mampu menentukan salah satu kategori dan nilainya (hanya nilai terbesar saja atau hanya terkecil saja) dari tabel data secara tepat dengan bimbingan.Mampu menentukan kategori nilai data terbesar (Futsal = 25) dan kategori nilai data terkecil (Lukis = 10) dari tabel data secara tepat dengan sedikit arahan.Mampu menentukan kategori nilai data terbesar (Futsal = 25) dan kategori nilai data terkecil (Lukis = 10) dari tabel data secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bantuan.
Menginterpretasi selisih nilai terbesar dan terkecil pada tabel dataBelum mampu menghitung selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil pada tabel data secara tepat.Mampu menuliskan kalimat matematika pengurangan untuk selisih nilai data, namun hasil perhitungannya belum tepat.Mampu menghitung selisih antara nilai data terbesar dan terkecil (25 - 10 = 15) dari tabel data secara tepat dengan bimbingan guru.Mampu menghitung selisih antara nilai data terbesar dan terkecil (25 - 10 = 15) dari tabel data secara tepat, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penyajian tabel dengan berbagai kategori kontekstual memudahkan murid menemukan nilai terbesar, terkecil, dan menghitung selisihnya?
  • Langkah pembelajaran mana yang paling efektif membantu murid memahami konsep selisih nilai antarkategori data?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan kategori data yang memiliki nilai paling besar dan paling kecil pada tabel?
  • Bagian mana dari cara mencari selisih nilai data yang menurutmu paling mudah atau paling menantang?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.5.1 Mengurutkan data dalam bentuk tabel dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya
  • TP 3.5.2 Membandingkan data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama
  • TP 3.5.3 Menyajikan data pengamatan ke dalam bentuk tabel menggunakan turus dan lambang bilangan
  • TP 3.5.4 Menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel untuk menentukan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kesiapan fisik dan alat tulis murid, serta mengondisikan murid ke dalam kelompok kerja asesmen sesuai jadwal penugasan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 5, menjelaskan alur pelaksanaan dua tugas terstruktur (Tugas 1 Penyajian Tabel dan Tugas 2 Tes Tertulis Pengolahan Data), serta menegaskan prinsip kejujuran dan ketelitian dalam bekerja (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Tugas 1 (Penyajian Data) dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan data acak hasil pengamatan jenis alat tulis: Buku Tulis, Pensil, Penghapus, Penggaris (kumpulan 20 data acak: Pensil, Buku Tulis, Buku Tulis, Penggaris, Pensil, Penghapus, Buku Tulis, Pensil, Pensil, Penggaris, Buku Tulis, Pensil, Penghapus, Buku Tulis, Pensil, Pensil, Penghapus, Penggaris, Buku Tulis, Pensil) untuk dicatat ke dalam kolom turus dan frekuensi lambang bilangan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara berkelompok mengerjakan Tugas 1 pada lembar kerja penyajian data dengan menghitung data acak dan mengisinya ke tabel turus serta lambang bilangan frekuensi secara tepat (acuan kunci Tugas 1: Buku Tulis = turus IIII I, frekuensi 6; Pensil = turus IIII III, frekuensi 7; Penghapus = turus III, frekuensi 3; Penggaris = turus III, frekuensi 3; total frekuensi = 20) (27 menit).
  • Guru membagikan Lembar Tugas 2 (Tes Tertulis Pengolahan Data) dan murid secara berkelompok mengerjakannya berdasarkan tabel data nilai penilaian harian matematika: Nilai 60 (4 siswa), Nilai 70 (8 siswa), Nilai 80 (10 siswa), Nilai 90 (6 siswa), Nilai 100 (2 siswa), dengan menjawab butir pengurutan, perbandingan kuantitas, serta penentuan nilai terbesar, terkecil, dan selisihnya (acuan kunci Tugas 2: [1] Urutan nilai dari siswa terbanyak ke tersedikit = Nilai 80 (10), Nilai 70 (8), Nilai 90 (6), Nilai 60 (4), Nilai 100 (2); [2] Urutan nilai dari siswa tersedikit ke terbanyak = Nilai 100 (2), Nilai 60 (4), Nilai 90 (6), Nilai 70 (8), Nilai 80 (10); [3] Perbandingan nilai 70 dan nilai 90 = Siswa peroleh nilai 70 lebih banyak daripada nilai 90 (8 > 6); [4] Nilai data siswa terbanyak = Nilai 80 (10 siswa); [5] Nilai data siswa tersedikit = Nilai 100 (2 siswa); [6] Selisih banyak siswa peroleh nilai 80 dan nilai 100 = 10 - 2 = 8 siswa) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid memeriksa kembali kelengkapan lembar jawaban sebelum dikumpulkan, serta mengonfirmasi bahwa setiap kelompok telah menyelesaikan kedua tugas tepat waktu (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen sumatif dari setiap kelompok dan memastikan seluruh artefak asesmen telah lengkap (1 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman mengerjakan pengolahan data tabel secara menyeluruh sepanjang Bab 5 serta menutup sesi dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar instrumen dengan ukuran font dan spasi tabel yang lebih longgar bagi kelompok yang membutuhkan kejelasan visual tanpa mengubah butir data yang diujikan.
  • Proses: Memberikan penegasan instruksi lisan ulang mengenai pembacaan kolom turus tanpa memberikan petunjuk isi jawaban.
  • Produk: Format lembar jawaban sumatif seragam sesuai format penugasan dan tes tertulis yang telah ditetapkan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis dan penugasan lembar kerja pengolahan data: lembar kerja asesmen sumatif yang memuat tabel data terisi turus dan frekuensi secara akurat, hasil pengurutan data, perbandingan kuantitas, serta penentuan nilai terbesar, terkecil, dan selisihnya
  • penugasan tertulis serentak: lembar kerja penyajian data yang memuat pencatatan data acak hasil pengamatan ke dalam kolom turus dan lambang bilangan frekuensi yang tepat (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian penyajian tabel)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban soal tertulis yang memuat urutan data dari nilai terkecil ke terbesar, perbandingan nilai data menggunakan relasi lebih banyak/lebih sedikit/sama banyak, serta penentuan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)

Sumatif:

  • tes tertulis dan penugasan lembar kerja pengolahan data: lembar kerja asesmen sumatif yang memuat tabel data terisi turus dan frekuensi secara akurat, hasil pengurutan data, perbandingan kuantitas, serta penentuan nilai terbesar, terkecil, dan selisihnya
  • penugasan tertulis serentak: lembar kerja penyajian data yang memuat pencatatan data acak hasil pengamatan ke dalam kolom turus dan lambang bilangan frekuensi yang tepat (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian penyajian tabel)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban soal tertulis yang memuat urutan data dari nilai terkecil ke terbesar, perbandingan nilai data menggunakan relasi lebih banyak/lebih sedikit/sama banyak, serta penentuan nilai data terbesar, terkecil, dan selisihnya (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyajikan data pengamatan ke dalam bentuk tabel (TP 3.5.3)Belum mampu menyajikan turus dan lambang bilangan frekuensi dengan tepat (0-1 kategori tepat dari 4 kategori acuan: Buku Tulis [turus IIII I, frekuensi 6], Pensil [turus IIII III, frekuensi 7], Penghapus [turus III, frekuensi 3], Penggaris [turus III, frekuensi 3]).Menyajikan turus dan lambang bilangan frekuensi dengan tepat pada 2 kategori dari 4 kategori acuan yang ditentukan.Menyajikan turus dan lambang bilangan frekuensi dengan tepat pada 3 kategori dari 4 kategori acuan yang ditentukan.Menyajikan turus dan lambang bilangan frekuensi secara tepat dan lengkap pada seluruh (4 kategori) acuan: Buku Tulis (IIII I, 6), Pensil (IIII III, 7), Penghapus (III, 3), dan Penggaris (III, 3).
Mengurutkan data dalam bentuk tabel (TP 3.5.1)Belum mampu mengurutkan data tabel, baik dari nilai terkecil ke terbesar maupun sebaliknya sesuai kunci acuan.Mampu mengurutkan data tabel dengan tepat hanya pada satu arah urutan (hanya urutan terbesar ke terkecil: 80, 70, 90, 60, 100 ATAU hanya terkecil ke terbesar: 100, 60, 90, 70, 80).Mampu mengurutkan data tabel pada kedua arah urutan namun masih terdapat 1 kesalahan penempatan posisi data.Mampu mengurutkan seluruh data tabel secara tepat tanpa kesalahan pada kedua arah acuan: dari terbesar ke terkecil (80, 70, 90, 60, 100) dan dari terkecil ke terbesar (100, 60, 90, 70, 80).
Membandingkan data dalam bentuk tabel (TP 3.5.2)Belum mampu menentukan relasi perbandingan (lebih banyak/lebih sedikit/sama banyak) pada data tabel secara tepat.Mampu membandingkan data tabel namun relasi yang digunakan terbalik atau belum menyertakan kuantitas data pembanding.Mampu membandingkan data tabel dengan menentukan relasi lebih banyak secara tepat antara nilai 70 dan nilai 90 (8 > 6) namun belum menyertakan alasan selisih perbandingannya.Mampu membandingkan data tabel secara tepat menggunakan relasi lebih banyak (nilai 70 [8 siswa] lebih banyak daripada nilai 90 [6 siswa]) disertai bukti angka frekuensi yang tepat.
Menganalisis dan menginterpretasi data tabel (TP 3.5.4)Belum mampu menentukan nilai data terbesar, terkecil, maupun selisihnya sesuai data tabel acuan.Hanya mampu menentukan 1 dari 3 komponen analisis (hanya nilai data terbesar [Nilai 80] ATAU terkecil [Nilai 100] ATAU selisihnya [8]).Mampu menentukan 2 dari 3 komponen analisis data tabel secara tepat sesuai acuan (misal: data terbesar dan terkecil tepat, namun perhitungan selisih keliru).Mampu menganalisis dan menginterpretasi seluruh komponen data tabel secara tepat: nilai data terbesar (Nilai 80 sebanyak 10 siswa), nilai data terkecil (Nilai 100 sebanyak 2 siswa), dan selisihnya (10 - 2 = 8 siswa).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit untuk Tugas 1 dan 40 menit untuk Tugas 2 mencukupi bagi kelompok dalam menyelesaikan seluruh instrumen sumatif?
  • Bagian pengolahan data manakah (mengurutkan, membandingkan, menyajikan turus, atau menghitung selisih) yang masih menjadi kendala bagi sebagian besar murid?

Murid:

  • Bagian mana dari pengerjaan tabel data tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk diselesaikan bersama kelompok?
  • Apakah kelompok kami sudah teliti dalam menghitung turus dan memeriksa angka selisih sebelum mengumpulkan lembar jawaban?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III Bab 5 (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Benda-benda nyata di dalam ruang kelas (jam dinding, penghapus, kemoceng, tempat sampah, kalender)
  4. Set kartu data benda kelas dan Lembar Kerja Mandiri pengurutan tabel
  5. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  6. Set kartu baris data penilaian harian dan lembar kerja tabel matematika
  7. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022) Bab 5
  8. Kartu tabel data bergambar (bunga di taman dan buah kantin)
  9. Papan tulis dan spidol
  10. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
  11. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
  12. Lembar Kerja Murid (LKPD) Detektif Angka Kembar dan Tanaman Hias
  13. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
  14. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
  15. Benda konkret di kelas: klip kertas, rautan, pensil warna, penghapus, dan stik lidi
  16. Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Pengamatan Turus
  17. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III, Bab 5: Penyajian Data dalam Tabel
  18. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III
  19. Kancing warna/manik-manik dan kantong data untuk aktivitas pengamatan
  20. Benda konkret di kelas (buku bacaan sudut baca, pensil, penghapus, penggaris)
  21. Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Data Pengamatan
  22. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, Balai Pustaka/Kemendikbudristek)
  23. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2022)
  24. Papan tulis mini/kertas kuarto dan spidol untuk permainan Detektif Nilai Tabel
  25. Lembar Kerja Murid (LKM) analisis tabel data
  26. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
  27. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
  28. Lembar Aktivitas Siswa 'Detektif Selisih Data'.
  29. Papan tulis mini atau kertas buram dan spidol.
  30. Kartu tabel data kategori 'Penjualan Bibit Tanaman di Koperasi Sekolah' dan Lembar Kerja Siswa 'Ekstrakurikuler Pilihan Murid Kelas 3'
  31. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, 2022)
  32. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III Bab 5 Penyajian Data dalam Tabel (Susanto, dkk., 2022)
  33. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 5: Tugas 1 (Penyajian Tabel Turus) dan Tugas 2 (Tes Tertulis Analisis Data Tabel)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.