Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengukur Sudut dengan Satuan Baku (Busur Derajat)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Mengukur Sudut dengan Satuan Baku (Busur Derajat)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengukur Sudut dengan Satuan Baku (Busur Derajat)

Matematika - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengukur Sudut dengan Satuan Baku (Busur Derajat)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengukur Sudut dengan Satuan Baku (Busur Derajat)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengukur besar sudut menggunakan busur derajat (satuan baku: derajat) dengan prosedur yang benar.
  2. Murid dapat membandingkan hasil pengukuran sudut dalam satuan tidak baku dan satuan baku untuk memahami pentingnya satuan baku.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu membuka pintu lebar-lebar dan membukanya sedikit saja, manakah yang membentuk sudut lebih besar? Bagaimana cara kita tahu sudut mana yang lebih besar secara pasti?
  2. Jika dua orang mengukur sudut yang sama tapi masing-masing menggunakan potongan kertas yang berbeda ukurannya sebagai satuan, apakah hasilnya akan sama? Mengapa?
  3. Menurutmu, mengapa para ilmuwan dan insinyur di seluruh dunia perlu menggunakan satuan ukuran sudut yang sama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (2 menit)
  • Guru meminta murid mengamati benda-benda di sekitar kelas yang membentuk sudut: sudut buku, sudut meja, sudut pintu yang terbuka. Guru bertanya: 'Coba tunjuk sudut-sudut yang kamu lihat!' (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: guru menampilkan dua gambar sudut (sudut lancip dan sudut tumpul) dan bertanya kepada murid, 'Mana yang lebih besar? Bagaimana cara kamu mengukurnya?' Murid menjawab secara lisan; guru mencatat pemahaman awal murid. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid merespons secara bebas. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengukur sudut dengan busur derajat dan membandingkannya dengan cara tidak baku. (2 menit)
  • Guru membagikan lembar kerja dan alat-alat yang diperlukan: busur derajat, strip sudut dari karton, dan lembar gambar sudut. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan busur derajat di depan kelas dan mengajak murid mengamati bersama: angka-angka yang tertera, garis dasar, dan titik pusat busur. Guru menjelaskan: 'Busur derajat adalah alat ukur sudut dengan satuan baku bernama derajat (°).' (5 menit)
  • Guru mendemonstrasikan langkah-langkah mengukur sudut ∠AOB menggunakan busur derajat secara pelan-pelan sambil menjelaskan setiap langkah: (1) Letakkan titik pusat busur tepat di titik sudut, (2) Sejajarkan garis dasar busur dengan salah satu kaki sudut, (3) Baca angka di busur yang sejajar dengan kaki sudut yang lain. (5 menit)
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan mencatat 3 langkah mengukur sudut di buku tulis mereka dengan kata-kata sendiri. Guru meminta satu murid membacakan catatannya dan mendiskusikannya bersama kelas. (5 menit)
  • Guru menunjukkan kembali cara mengukur sudut dengan satuan tidak baku (menggunakan strip sudut dari karton) pada gambar yang sama, lalu menunjukkan hasilnya berbeda tergantung ukuran strip yang digunakan. Guru bertanya: 'Mengapa hasilnya berbeda padahal sudutnya sama?' (5 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang. Setiap kelompok mendapat lembar kerja berisi 5 gambar sudut yang berbeda (sudut lancip, siku-siku, dan tumpul) yang harus diukur. (2 menit)
  • Setiap kelompok mengukur kelima sudut tersebut menggunakan busur derajat, mencatat hasilnya dalam tabel di lembar kerja (kolom: nama sudut, hasil ukur dalam derajat). (10 menit)
  • Setelah mengukur dengan busur derajat, kelompok mengukur ulang dua sudut yang sama menggunakan strip sudut tidak baku yang disediakan guru, lalu mencatat hasilnya di kolom satuan tidak baku. (5 menit)
  • Guru berkeliling memantau, memberi umpan balik langsung, dan mencatat murid yang memerlukan bimbingan tambahan. Guru mengingatkan: 'Pastikan titik pusat busur tepat di titik sudut, ya!' (selama 15 menit kegiatan kelompok)
  • Setiap kelompok membandingkan hasil pengukuran satuan baku (derajat) dan satuan tidak baku untuk dua sudut tadi, lalu mendiskusikan: 'Mana hasil yang sama antara semua kelompok? Mengapa?' (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan satu temuan menarik dari perbandingan satuan baku dan tidak baku. Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang terjadi ketika satuan yang digunakan berbeda-beda?' (5 menit)
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Mengapa satuan baku (derajat) penting untuk digunakan semua orang?' Murid menjawab secara bergiliran dan guru menuliskan poin-poin kesimpulan di papan tulis. (5 menit)
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat di lembar kerja: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang mengukur sudut adalah…' dan 'Satu hal yang masih membingungkan bagiku adalah…' (3 menit)

Penutup:

  • Guru memandu murid mereview langkah-langkah mengukur sudut dengan busur derajat secara bersama-sama dengan bertanya: 'Siapa bisa sebutkan 3 langkah mengukur sudut?' (3 menit)
  • Guru memberikan soal asesmen akhir: murid secara mandiri mengukur 2 sudut yang dicetak di lembar soal menggunakan busur derajat dan menuliskan hasilnya. (5 menit)
  • Guru mengumpulkan lembar kerja kelompok dan lembar soal asesmen akhir.
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid hari ini dan menyampaikan pesan: 'Mengukur dengan alat yang tepat membuat hasil kita bisa dipahami dan diandalkan oleh semua orang.' (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan lembar panduan bergambar (visual guide) berisi 3 langkah mengukur sudut dengan ilustrasi step-by-step, serta bekerja dengan sudut yang lebih besar dan mudah dibaca (45°, 90°, 120°). Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan mengukur sudut pada bentuk segitiga dan segiempat nyata, lalu menjumlahkan semua sudutnya.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan bisa bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mahir (peer tutoring) dalam kelompok. Murid yang cepat dapat diminta memimpin diskusi kelompok dan menjelaskan alasan mengapa satuan baku penting.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup mengisi tabel pengukuran dan menjawab 2 soal asesmen akhir. Murid yang cepat dapat membuat mini-poster sederhana berisi 'Cara Mengukur Sudut dengan Busur Derajat' yang dapat dipajang di kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar sudut (lancip dan tumpul) dan bertanya secara lisan: 'Mana yang lebih besar? Bagaimana cara kamu tahu?' — untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang konsep sudut dan pengukuran.
  • Guru meminta murid menyebutkan alat apa saja yang mereka ketahui untuk mengukur sesuatu (penggaris, timbangan, dll.) sebagai jembatan menuju konsep alat ukur sudut.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid menggunakan busur derajat: apakah titik pusat tepat di titik sudut dan garis dasar sejajar dengan kaki sudut.
  • Cek lembar kerja kelompok selama kegiatan berlangsung: apakah hasil pengukuran sudut masuk akal (misalnya sudut siku-siku sekitar 90°).
  • Tanya jawab lisan selama diskusi kelompok: 'Mengapa hasil pengukuran dengan strip karton berbeda antar kelompok?'

Akhir:

  • Murid secara mandiri mengukur 2 gambar sudut yang tercetak di lembar soal menggunakan busur derajat dan menuliskan hasilnya dalam derajat (°).
  • Murid menjawab satu pertanyaan uraian: 'Jelaskan mengapa satuan baku penting saat mengukur sudut!' minimal 1 kalimat.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengukur sudut dalam kelompok: perhatikan apakah posisi busur derajat sudah benar (titik pusat di titik sudut, garis dasar sejajar kaki sudut).
  • Pengamatan diskusi kelompok: apakah murid dapat menjelaskan perbedaan hasil ukur satuan baku vs tidak baku.
  • Catatan singkat (sticky note / lembar refleksi): murid menuliskan satu hal yang dipahami dan satu hal yang masih bingung di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Lembar soal asesmen akhir: murid secara mandiri mengukur 2 gambar sudut menggunakan busur derajat dan menuliskan hasil pengukuran dalam satuan derajat.
  • Murid menjawab 1 soal uraian singkat: 'Mengapa kita perlu menggunakan busur derajat (satuan baku) dan bukan potongan kertas (satuan tidak baku) untuk mengukur sudut?'

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Prosedur Penggunaan Busur DerajatMurid belum dapat menempatkan busur derajat dengan benar (titik pusat tidak di titik sudut dan/atau garis dasar tidak sejajar kaki sudut).Murid dapat menempatkan busur derajat di titik sudut, tetapi garis dasar belum selalu sejajar dengan kaki sudut, sehingga hasil ukur kurang tepat.Murid dapat menempatkan busur derajat dengan benar (titik pusat di titik sudut, garis dasar sejajar kaki sudut) dan membaca hasil ukur dengan tepat pada sebagian besar soal.Murid dapat menempatkan busur derajat dengan benar dan membaca hasil ukur secara konsisten tepat pada semua soal, serta mampu menjelaskan setiap langkahnya kepada teman.
Ketepatan Hasil Pengukuran Sudut (dalam derajat)Hasil pengukuran sudut sangat jauh dari nilai yang benar (selisih lebih dari 20°) atau murid tidak dapat membaca angka pada busur derajat.Hasil pengukuran mendekati nilai yang benar dengan selisih 11°–20° pada sebagian besar sudut yang diukur.Hasil pengukuran tepat atau mendekati benar dengan selisih maksimal 10° pada sebagian besar sudut yang diukur.Hasil pengukuran tepat (selisih ≤5°) untuk semua sudut yang diukur, baik pada kegiatan kelompok maupun asesmen akhir mandiri.
Pemahaman Pentingnya Satuan BakuMurid belum dapat menjelaskan perbedaan antara satuan baku dan tidak baku, atau tidak dapat membandingkan hasil keduanya.Murid mengetahui bahwa ada perbedaan hasil antara satuan baku dan tidak baku, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat menjelaskan bahwa satuan tidak baku menghasilkan ukuran yang berbeda-beda tergantung alat yang digunakan, sedangkan satuan baku (derajat) memberikan hasil yang sama untuk semua orang.Murid dapat menjelaskan pentingnya satuan baku dengan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari dan menghubungkannya dengan kebutuhan komunikasi yang akurat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah dapat memegang dan menggunakan busur derajat dengan prosedur yang benar? Murid mana yang masih perlu bimbingan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memunculkan rasa ingin tahu murid tentang pentingnya satuan baku?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah cukup dan proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan efektif membantu murid yang memerlukan dukungan sekaligus menantang murid yang cepat?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang mengukur sudut adalah…
  • Langkah mengukur sudut yang menurutku paling sulit adalah… karena…
  • Aku sekarang paham mengapa kita perlu menggunakan busur derajat (satuan baku) karena…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab 4: Unsur-Unsur Bangun Datar, hal. 164–167
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab 4, hal. 151–154
  3. Busur derajat (1 buah per murid atau per kelompok)
  4. Strip sudut dari karton (2 lembar karton per kelompok, disiapkan atau dipotong bersama)
  5. Pengait/fastener untuk strip sudut karton
  6. Lembar kerja kelompok berisi 5 gambar sudut yang harus diukur
  7. Lembar soal asesmen akhir (individual) berisi 2 gambar sudut dan 1 soal uraian
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat poin diskusi kelas
  9. Lembar refleksi murid (dapat digabung dengan lembar kerja)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.