Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Sisi pada Bangun Datar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Sisi pada Bangun Datar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Sisi pada Bangun Datar

Matematika - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Sisi pada Bangun Datar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSisi pada Bangun Datar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan sisi-sisi pada berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) sebagai ruas garis pembentuk bangun.
  2. Murid dapat menghitung dan membandingkan banyaknya sisi pada berbagai bangun datar sederhana dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba perhatikan pintu kelas kita — bentuknya seperti bangun apa? Kira-kira ada berapa tepi atau garis yang membentuknya?
  2. Kalau kamu menggambar segitiga, garis-garis apa saja yang kamu buat? Apakah semuanya sama panjang?
  3. Menurutmu, apakah ada bangun datar yang tidak punya sisi sama sekali? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama (2 menit).
  • Guru mengajak murid melihat sekeliling ruang kelas dan menyebutkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bangun datar (papan tulis, ubin, bingkai jendela, dll.) — asesmen awal dimulai di sini (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Berapa tepi yang membentuk pintu kelas kita?' dan meminta 2–3 murid menjawab secara spontan untuk mengecek pengetahuan awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal sisi bangun datar dan menghitung serta membandingkan banyaknya sisi (2 menit).
  • Guru mengingatkan kembali konsep 'ruas garis' secara singkat dengan menggambar satu ruas garis di papan tulis dan menjelaskan bahwa ruas garis punya dua titik ujung (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu bangun datar besar (segitiga, persegi, persegi panjang, segi lima, segi enam) yang ditempelkan di papan tulis. Setiap bangun dilabeli nama dan titik-titik sudutnya dengan huruf kapital (misalnya A, B, C untuk segitiga).
  • Guru menunjuk satu sisi pada segitiga ABC, lalu menjelaskan: 'Sisi AB adalah ruas garis yang menghubungkan titik A dan titik B — inilah yang disebut sisi bangun datar.' Guru menekankan bahwa sisi adalah ruas garis, bukan garis tak terbatas.
  • Guru mengajak seluruh kelas membaca nama setiap sisi bersama-sama dengan lantang (sisi AB, sisi BC, sisi AC) sambil menunjuk langsung ke kartu bangun — kegiatan ini membangun kesadaran penuh murid terhadap konsep (Berkesadaran).
  • Guru membagikan lembar 'Kartu Bangun Datar Mini' kepada setiap murid (kartu berisi gambar segitiga, persegi, persegi panjang, segi lima). Murid diminta mewarnai setiap sisi dengan warna berbeda dan menuliskan nama sisinya berdasarkan huruf titik sudut yang sudah tersedia.
  • Guru memandu diskusi kelas ringan: 'Apa yang membuat sisi-sisi ini berbeda dari bagian tengah bangun?' untuk memastikan pemahaman bahwa sisi adalah batas/tepi, bukan isi bangun.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat amplop berisi 5–6 potongan gambar bangun datar berbeda (segitiga, persegi, persegi panjang, segi lima, segi enam, dan trapesium).
  • Tugas kelompok: (a) Hitung jumlah sisi setiap bangun dan catat pada tabel sederhana di lembar kerja. (b) Urutkan bangun dari yang paling sedikit sisi ke paling banyak sisi. (c) Bandingkan dua bangun dan tuliskan kalimat perbandingan, contoh: 'Segitiga punya 3 sisi, sedangkan segi lima punya 5 sisi. Segi lima punya lebih banyak sisi daripada segitiga.'
  • Selama diskusi kelompok, guru berkeliling untuk mengamati proses, memberi pertanyaan pancingan seperti 'Bagaimana kamu tahu ini sebuah sisi dan bukan sudut?', dan mencatat observasi sebagai asesmen proses.
  • Setiap kelompok menulis hasil tabel dan kalimat perbandingan pada kertas plano kecil/sticky note besar, lalu ditempel di papan kelas (Gallery Walk singkat).
  • Wakil tiap kelompok (dipilih bergiliran) mempresentasikan satu kalimat perbandingan yang mereka buat kepada kelas. Kelompok lain boleh menanggapi jika ada perbedaan hasil — melatih komunikasi matematis (Menggembirakan, Bermakna).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi bersama: 'Apakah ada pola yang kalian temukan? Misalnya, bangun dengan nama segi-berapa selalu punya berapa sisi?' Dorong murid menyimpulkan sendiri bahwa nama 'segi-n' menunjukkan jumlah sisinya.
  • Murid secara mandiri mengerjakan 3 soal pendek di lembar refleksi: (1) Gambarlah segi empat dan beri nama sisi-sisinya. (2) Bangun datar X punya 6 sisi. Apa nama bangun itu? (3) Mana yang lebih banyak sisinya: segi tiga atau segi lima? Berikan alasanmu. Lembar ini menjadi asesmen akhir.
  • Guru mengajak murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: 'Di mana kalian melihat bangun dengan banyak sisi di lingkungan sekitar?' — murid berbagi secara lisan 1–2 contoh (Berkesadaran, Bermakna).
  • Murid mengisi tiket keluar (exit ticket) berupa satu pertanyaan: 'Tuliskan satu hal yang baru kamu pahami tentang sisi bangun datar hari ini.' Dikumpulkan sebelum penutup.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: sisi bangun datar adalah ruas garis yang membentuk tepi bangun, dan setiap bangun memiliki jumlah sisi yang berbeda (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh kelompok dalam Gallery Walk (1 menit).
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: 'Pertemuan selanjutnya kita akan belajar tentang sudut pada bangun datar.' (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan meminta ketua kelas memimpin doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan kartu bangun dengan sisi yang sudah dinomori dan contoh cara menghitung sisi. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: menggambar bangun datar baru dengan jumlah sisi yang mereka tentukan sendiri (segi tujuh atau segi delapan) dan memberi nama seluruh sisinya.
  • Proses: Selama kerja kelompok, guru mendampingi lebih intensif kelompok yang kesulitan dengan pertanyaan scaffolding: 'Coba tunjuk satu garis lurus di tepi bangun ini — itulah satu sisi. Sekarang hitung sambil menunjuk satu per satu.' Murid yang cepat selesai dapat membantu teman satu kelompok sebagai tutor sebaya.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup mengisi tabel jumlah sisi dan satu kalimat perbandingan sederhana. Murid yang mahir diminta menulis minimal tiga kalimat perbandingan sekaligus mengurutkan semua bangun dari sedikit ke banyak sisi disertai penjelasan pola yang ditemukan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan saat pendahuluan: 'Coba tunjukkan tepi-tepi dari benda ini (menunjuk buku/ubin). Berapa garis yang membentuk tepinya?' untuk mengecek apakah murid sudah mengenal konsep tepi/batas bangun dan ruas garis sebelum masuk ke materi sisi.
  • Guru meminta 2–3 murid secara spontan menyebutkan nama bangun datar yang mereka ketahui — untuk memetakan kosakata geometri yang sudah dimiliki murid.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mewarnai kartu bangun datar mini dan menuliskan nama sisi: apakah murid menandai sisi dengan benar sebagai ruas garis di tepi bangun.
  • Pemantauan diskusi kelompok: guru mencatat apakah setiap anggota kelompok terlibat aktif, apakah tabel jumlah sisi diisi dengan tepat, dan apakah kalimat perbandingan menggunakan istilah yang benar.
  • Pertanyaan lisan individual saat guru berkeliling: 'Bangun ini punya berapa sisi? Sebutkan satu per satu!' untuk memastikan murid dapat menghitung dengan cara menelusuri sisi, bukan menebak.

Akhir:

  • Lembar refleksi mandiri (3 soal): (1) Gambarlah segi empat dan beri nama sisi-sisinya menggunakan huruf titik sudut. (2) Sebuah bangun datar memiliki 6 sisi — apa nama bangun itu? (3) Mana yang lebih banyak sisinya, segitiga atau segi lima? Tulis alasanmu dalam satu kalimat.
  • Exit ticket: murid menuliskan satu hal baru yang mereka pahami tentang sisi bangun datar hari ini — dikumpulkan sebelum pelajaran ditutup.

Formatif:

  • Observasi lisan saat pertanyaan pemantik di pendahuluan untuk mengecek pengetahuan awal tentang ruas garis dan tepi bangun.
  • Pengamatan guru saat kerja kelompok: ketepatan menghitung sisi, kemampuan menamai sisi dengan benar, dan kualitas kalimat perbandingan yang ditulis.
  • Gallery Walk: guru membaca hasil tempel kelompok dan mencatat kelompok mana yang masih keliru dalam menghitung atau menamakan sisi.
  • Pertanyaan pancingan lisan selama kerja kelompok: 'Bagaimana kamu tahu ini sebuah sisi?' untuk mengecek pemahaman konseptual.

Sumatif:

  • Lembar refleksi mandiri berisi 3 soal (menggambar dan menamakan sisi, mengidentifikasi nama bangun dari jumlah sisi, membandingkan jumlah sisi dua bangun beserta alasan).
  • Tiket keluar (exit ticket): murid menuliskan satu hal baru yang dipahami tentang sisi bangun datar — digunakan guru untuk menilai kedalaman pemahaman konsep.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan sisi bangun datar sebagai ruas garis (TP 3.4.3.1)Murid tidak dapat menunjukkan atau menyebutkan sisi pada bangun datar, atau mencampurkan konsep sisi dengan sudut/bagian dalam bangun.Murid dapat menunjukkan sisi pada satu jenis bangun datar (misalnya segitiga saja) dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru, namun belum dapat menjelaskan bahwa sisi adalah ruas garis.Murid dapat menunjukkan dan menyebutkan sisi pada dua jenis bangun datar (misalnya segitiga dan segiempat) serta dapat menjelaskan bahwa sisi adalah ruas garis yang membentuk tepi bangun dengan kalimat sederhana.Murid dapat mendeskripsikan sisi pada berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) sebagai ruas garis pembentuk bangun secara mandiri, menamakan setiap sisi dengan benar menggunakan label titik sudut, dan mampu menjelaskan perbedaan sisi dengan sudut kepada teman.
Menghitung dan membandingkan banyaknya sisi bangun datar (TP 3.4.3.2)Murid tidak dapat menghitung jumlah sisi dengan benar pada bangun datar sederhana meskipun dengan bantuan, atau tidak dapat membuat perbandingan jumlah sisi antar bangun.Murid dapat menghitung jumlah sisi pada satu atau dua bangun datar sederhana (segitiga dan persegi) dengan bantuan bimbingan guru, namun belum dapat membandingkan secara mandiri.Murid dapat menghitung jumlah sisi pada tiga jenis bangun datar atau lebih dengan tepat dan dapat membuat satu kalimat perbandingan sederhana (misalnya 'segi lima punya lebih banyak sisi dari segitiga') secara mandiri.Murid dapat menghitung jumlah sisi pada berbagai bangun datar dengan tepat, mengurutkan bangun berdasarkan jumlah sisi dari sedikit ke banyak, membuat beberapa kalimat perbandingan yang logis, dan menemukan pola bahwa nama 'segi-n' menunjukkan jumlah sisinya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah memahami bahwa sisi bangun datar adalah ruas garis — bukan garis tak terbatas dan bukan bagian dalam bangun? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah strategi Gallery Walk efektif mendorong murid untuk saling belajar? Kelompok mana yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang memerlukan dukungan tambahan maupun yang sudah mahir?

Refleksi Murid:

  • Apa yang dimaksud dengan sisi bangun datar? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Bangun datar apa yang paling banyak sisinya dari yang kita pelajari hari ini? Bagaimana kamu menghitungnya?
  • Apakah ada bagian yang masih membuatmu bingung tentang sisi bangun datar? Apa yang ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab 4: Unsur-Unsur Bangun Datar, halaman 144–153.
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab 4, halaman 184–185.
  3. Kartu bangun datar besar (laminating/kertas karton) berisi gambar segitiga, persegi, persegi panjang, segi lima, segi enam, dan trapesium yang dilabeli titik sudut.
  4. Lembar Kerja Murid: Kartu Bangun Datar Mini (untuk kegiatan mewarnai sisi dan pemberian nama sisi).
  5. Lembar kerja kelompok berisi tabel jumlah sisi dan kolom kalimat perbandingan.
  6. Kertas plano kecil atau sticky note besar untuk hasil kelompok di Gallery Walk.
  7. Lembar refleksi mandiri (3 soal) dan lembar exit ticket.
  8. Amplop berisi potongan gambar bangun datar (1 set per kelompok).
  9. Alat tulis: pensil warna, spidol, penggaris.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.