Modul AjarPertemuan 11Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Bangun Datar Sederhana: Komposisi dan Dekomposisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Bangun Datar Sederhana: Komposisi dan Dekomposisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Bangun Datar Sederhana: Komposisi dan Dekomposisi

Matematika - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bangun Datar Sederhana: Komposisi dan Dekomposisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBangun Datar Sederhana: Komposisi dan Dekomposisi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun (komposisi) beberapa bangun datar sederhana menjadi satu bangun datar baru dengan lebih dari satu cara.
  2. Murid dapat mengurai (dekomposisi) suatu bangun datar menjadi beberapa bangun datar yang lebih kecil dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kita gabungkan dua segitiga, kira-kira bangun apa yang akan terbentuk?
  2. Bisakah sebuah persegi dipotong menjadi bangun-bangun yang berbeda? Berapa banyak cara yang bisa kita lakukan?
  3. Pernahkah kalian menyusun potongan puzzle atau tangram? Bangun apa yang terbentuk dari susunan potongan-potongan itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran.
  • Guru menampilkan gambar tangram sederhana (bisa digambar di papan tulis) dan bertanya: 'Bangun apa saja yang kalian lihat di dalam gambar ini?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi kesempatan 2–3 murid untuk menjawab secara spontan.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru membagikan lembar kecil bergambar 4 bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium). Murid diminta menuliskan nama bangun tersebut dan menggambar 1 cara memotong persegi menjadi dua bagian. Guru mengamati hasil untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyusun beberapa bangun menjadi bangun baru dan mengurai satu bangun menjadi beberapa bagian, dengan lebih dari satu cara.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan kit tangram kertas (7 potongan bangun datar: 5 segitiga, 1 persegi, 1 jajargenjang) yang sudah dicetak dan digunting sebelumnya, satu set per murid.
  • Guru mendemonstrasikan di depan kelas: mengambil 2 segitiga kecil, menyatukan sisi-sisi yang sama panjang, dan bertanya: 'Bangun apa yang terbentuk?' (jawaban: persegi). Kemudian mencoba cara berbeda: menyatukan sisi lain untuk membentuk segitiga yang lebih besar.
  • Murid diminta mengikuti demonstrasi dengan kit masing-masing — menyatukan 2 segitiga kecil dengan dua cara berbeda dan mencatat nama bangun yang terbentuk di buku tulis mereka. (Prinsip: Berkesadaran — murid mengamati dengan saksama hasil setiap susunan sebelum mencatat.)
  • Guru mengulang proses yang sama untuk konsep dekomposisi: menggambar persegi panjang di papan tulis, lalu menunjukkan satu cara memotongnya menjadi 2 persegi. Murid diminta berpikir: 'Adakah cara lain untuk memotong persegi panjang ini?' Murid menjawab secara lisan.
  • Guru mengonfirmasi pemahaman dengan menggambar cara kedua (misalnya dipotong diagonal menjadi 2 segitiga) dan membahas bersama kelas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat 1 lembar kerja 'Eksplorasi Komposisi & Dekomposisi' berisi 3 tugas.
  • Tugas 1 – Komposisi: Gunakan potongan tangram (minimal 3 potongan) untuk membentuk sebuah bangun baru. Gambar hasilnya di lembar kerja dan beri nama bangun yang terbentuk. Kemudian cari CARA KEDUA dengan potongan yang berbeda atau susunan berbeda dan gambar kembali.
  • Tugas 2 – Dekomposisi: Gambarlah sebuah persegi di kertas berpetak (ukuran 4x4 kotak). Potong atau gambar garis untuk membagi persegi menjadi bangun-bangun lebih kecil dengan CARA PERTAMA, lalu ulangi dengan CARA KEDUA yang berbeda. Tuliskan nama setiap bangun kecil yang dihasilkan.
  • Tugas 3 – Tantangan: Bisakah kalian membuat bentuk rumah (segitiga di atas persegi panjang) menggunakan potongan tangram? Gambarkan dan jelaskan potongan apa saja yang dipakai. (Prinsip: Menggembirakan — suasana eksplorasi bebas dan kreatif; murid boleh mencoba berkali-kali tanpa takut salah.)
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, mengajukan pertanyaan pendampingan: 'Bagaimana kalian memastikan bangun yang terbentuk memang berbeda dari cara pertama?', 'Bangun apa nama potongan kecil ini?'
  • Asesmen proses: Guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist) untuk mencatat apakah setiap kelompok berhasil menemukan lebih dari satu cara untuk komposisi dan dekomposisi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok memilih satu hasil kerja terbaik (komposisi atau dekomposisi) untuk dipresentasikan singkat (1–2 menit) di depan kelas. Mereka menjelaskan cara apa yang mereka gunakan dan bangun apa yang terbentuk atau dihasilkan.
  • Setelah setiap presentasi, kelas diberi kesempatan mengajukan satu pertanyaan atau komentar: 'Apakah ada cara lain yang berbeda dari yang sudah ditunjukkan kelompok ini?'
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Mengapa satu bangun bisa diurai dengan lebih dari satu cara? Apakah semua bangun bisa diurai dengan banyak cara?' Murid menjawab secara bergantian. (Prinsip: Berkesadaran — murid diajak menyadari pola dan hubungan antarbentuk.)
  • Guru merangkum temuan dari seluruh kelompok di papan tulis: menuliskan contoh-contoh komposisi dan dekomposisi yang muncul dari presentasi murid.

Penutup:

  • Guru membagikan lembar asesmen akhir berupa 2 soal singkat: (1) Gambarlah 2 cara menyusun 2 segitiga menjadi bangun baru. (2) Gambarlah 2 cara mengurai persegi panjang menjadi bangun-bangun lebih kecil. Murid mengerjakan secara mandiri selama ±7 menit.
  • Guru mengajak murid merefleksi pembelajaran dengan pertanyaan lisan: 'Hal baru apa yang kalian pelajari hari ini?' dan 'Bagian mana yang terasa paling sulit atau paling menyenangkan?'
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian sudah seperti arsitek kecil hari ini — menyusun dan mengurai bangun dengan berbagai cara kreatif!'
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar mengenal nama bangun datar mendapat kartu referensi bangun (bergambar dan berlabel: segitiga, persegi, persegi panjang, trapesium, dll.) yang bisa dilihat selama kegiatan. Murid yang sudah sangat lancar diberi tantangan tambahan: menyusun lebih dari 4 potongan tangram menjadi bangun berlubang atau simetris.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mahir (tutor sebaya) pada Tugas 1 dan 2. Murid yang cepat selesai langsung lanjut ke Tugas 3 (tantangan rumah) dan diminta mencari cara ketiga dari dekomposisi.
  • Produk: Murid yang kesulitan menggambar dapat menyusun potongan tangram di atas kertas dan menempelnya sebagai jawaban (produk kolase). Murid yang sudah mahir diminta menuliskan penjelasan tertulis singkat untuk setiap cara yang mereka temukan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid mengisi lembar diagnostik singkat: (1) Tuliskan nama keempat bangun datar yang ditampilkan (persegi, segitiga, persegi panjang, trapesium). (2) Gambarlah satu cara memotong persegi menjadi dua bagian.
  • Guru membaca hasil cepat (±3 menit) untuk mengelompokkan murid: yang sudah mengenal nama bangun vs yang masih perlu dukungan, sebagai dasar penerapan diferensiasi.

Proses:

  • Checklist observasi kelompok: kolom nama murid, centang 'berhasil komposisi ≥2 cara', centang 'berhasil dekomposisi ≥2 cara', catatan singkat guru.
  • Pertanyaan pancingan selama guru keliling: 'Apa nama bangun ini?', 'Apakah cara ini benar-benar berbeda dari cara pertama?', 'Bisakah kamu temukan cara ketiga?'
  • Pengamatan partisipasi saat presentasi kelompok: apakah murid dapat menjelaskan cara yang mereka gunakan dengan kata-kata sendiri.

Akhir:

  • Lembar soal mandiri 2 soal (dikerjakan ±7 menit di akhir pelajaran): Soal 1 — Gambarkan 2 cara menyusun 2 segitiga siku-siku menjadi bangun baru, beri nama setiap bangun yang terbentuk. Soal 2 — Gambarkan 2 cara mengurai sebuah persegi panjang menjadi bangun-bangun lebih kecil, beri nama setiap potongan bangun.
  • Guru menilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk tiap TP.

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok menggunakan checklist: apakah murid berhasil menemukan lebih dari satu cara komposisi dan dekomposisi.
  • Pertanyaan lisan pendampingan selama guru berkeliling (misal: 'Nama bangun apa yang terbentuk dari susunanmu?').
  • Presentasi kelompok singkat sebagai bukti pemahaman proses.

Sumatif:

  • Lembar soal asesmen akhir mandiri: menggambar 2 cara komposisi 2 segitiga dan 2 cara dekomposisi persegi panjang.
  • Rubrik penilaian 4 level untuk mengukur ketercapaian TP 3.4.11.1 dan 3.4.11.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komposisi Bangun Datar (TP 3.4.11.1): Menyusun beberapa bangun datar menjadi bangun baru dengan lebih dari satu caraMurid belum dapat menyusun bangun datar atau hanya menghasilkan susunan yang tidak membentuk bangun baru yang jelas.Murid dapat menyusun bangun datar menjadi bangun baru dengan tepat, tetapi hanya menemukan satu cara.Murid dapat menyusun bangun datar menjadi bangun baru dengan dua cara yang berbeda dan dapat menamai bangun yang terbentuk.Murid dapat menyusun bangun datar menjadi bangun baru dengan dua cara atau lebih, menamai setiap hasil bangun dengan tepat, dan mampu menjelaskan perbedaan antara cara-cara tersebut.
Dekomposisi Bangun Datar (TP 3.4.11.2): Mengurai bangun datar menjadi bangun-bangun lebih kecil dengan lebih dari satu caraMurid belum dapat mengurai bangun datar atau hasil uraian tidak menunjukkan bangun-bangun yang valid.Murid dapat mengurai bangun datar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dengan tepat, tetapi hanya menemukan satu cara.Murid dapat mengurai bangun datar dengan dua cara yang berbeda dan dapat menamai bangun-bangun kecil yang dihasilkan.Murid dapat mengurai bangun datar dengan dua cara atau lebih, menamai setiap bagian dengan tepat, dan mampu menjelaskan mengapa kedua cara tersebut menghasilkan bagian yang berbeda.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menemukan lebih dari satu cara dalam komposisi dan dekomposisi? Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan demonstrasi di tahap Memahami cukup efektif membuka pemahaman murid sebelum eksplorasi mandiri?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar bahwa bangun datar bisa disusun dan diurai dengan cara yang berbeda-beda. Hal baru apa yang paling membuatku penasaran?
  • Apakah ada cara menyusun atau mengurai bangun yang belum aku coba hari ini dan ingin aku coba lagi di rumah?
  • Bagian mana yang terasa mudah dan bagian mana yang terasa sulit buatku hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI (Kemdikbud, ISBN 978-602-427-935-6), Bab 4: Unsur-Unsur Bangun Datar
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI (Kemdikbud)
  3. Kit tangram kertas (7 potongan: 5 segitiga, 1 persegi, 1 jajargenjang) — dicetak dan digunting sebelum kelas, satu set per murid
  4. Kartu referensi bangun datar (bergambar dan berlabel) untuk murid yang membutuhkan dukungan
  5. Lembar kerja 'Eksplorasi Komposisi & Dekomposisi' (dibuat guru, satu lembar per kelompok)
  6. Lembar asesmen akhir mandiri (dibuat guru, satu lembar per murid)
  7. Kertas berpetak, pensil, penggaris, gunting (untuk kegiatan dekomposisi)
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.