Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Hubungan Antarsatuan Baku Panjang (cm dan m)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Hubungan Antarsatuan Baku Panjang (cm dan m)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Hubungan Antarsatuan Baku Panjang (cm dan m)

Matematika - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Hubungan Antarsatuan Baku Panjang (cm dan m)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikHubungan Antarsatuan Baku Panjang (cm dan m)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku panjang, yaitu 1 m = 100 cm, melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi.
  2. Murid dapat mengubah satuan panjang dari meter ke sentimeter dan sebaliknya menggunakan konsep hubungan 1 m = 100 cm.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu mengukur tinggi pintu kelas dengan penggaris (cm) dan dengan meteran (m), kira-kira hasilnya sama atau berbeda? Mengapa?
  2. Berapa kali kamu harus meletakkan penggaris 1 meter supaya bisa mengukur hal yang sama seperti meteran 1 meter?
  3. Menurut kamu, apakah ada hubungan antara angka yang tertera di penggaris (cm) dan angka di meteran (m)?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua benda di depan kelas — sebatang pensil dan tongkat kayu sepanjang 1 meter — lalu bertanya, 'Mana yang lebih panjang? Bagaimana cara kalian tahu?' untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang satuan panjang.
  • Guru menyampaikan apersepsi: 'Minggu lalu kita sudah belajar mengukur panjang dengan penggaris dalam satuan cm. Hari ini kita akan mencari tahu apa hubungan antara cm dan m.'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan menemukan sendiri hubungan 1 m = 100 cm dan berlatih mengubah satuan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 3–4 orang dan membagikan satu meteran gulung serta satu penggaris 30 cm kepada setiap kelompok.
  • Murid diminta mengamati meteran: 'Perhatikan angka-angka di meteran kalian. Angka berapa yang tertulis tepat di tanda 1 m?' Murid mencatat temuan di buku masing-masing. (Berkesadaran)
  • Murid diajak membuktikan secara langsung: letakkan penggaris 30 cm di atas meja, tandai ujungnya, geser berulang kali hingga mencapai 100 cm, lalu bandingkan hasilnya dengan tanda 1 m di meteran. (Bermakna)
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat: 'Apa yang kalian temukan? Berapa kali penggaris digeser sampai mencapai 1 m?' untuk membangun konsep 100 cm = 1 m secara bersama-sama.
  • Guru menuliskan kesimpulan di papan tulis: 100 cm = 1 m atau 1 m = 100 cm, dan meminta murid mencatatnya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan LKPD yang berisi dua jenis latihan: (a) mengubah meter ke sentimeter, dan (b) mengubah sentimeter ke meter.
  • Contoh soal dibahas bersama terlebih dahulu: '200 cm =... m?' Guru menuntun murid berpikir: '200 cm dibagi 100 = 2 m.' Kemudian '3 m =... cm?' → '3 × 100 = 300 cm.'
  • Murid mengerjakan LKPD secara berkelompok untuk soal nomor 1–4, sambil boleh menggunakan meteran sebagai alat bantu cek jawaban. (Menggembirakan — eksplorasi dengan alat nyata)
  • Soal nomor 5–8 dikerjakan secara mandiri tanpa bantuan meteran untuk melatih kemandirian murid. (Kemandirian)
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik langsung kepada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan.
  • Dua kelompok dipilih secara acak untuk mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas, dan kelompok lain menanggapi.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid menghubungkan konsep dengan konteks nyata: 'Kalau tinggi badan Budi 120 cm, berapa meter itu? Apakah lebih dari 1 meter?' (Bermakna)
  • Murid diminta menuliskan di sticky note atau di buku: satu hal yang baru mereka pahami hari ini tentang hubungan cm dan m, dan satu pertanyaan yang masih membingungkan.
  • Guru mengumpulkan sticky note sebagai data asesmen proses dan memberikan respons singkat terhadap pertanyaan yang paling banyak muncul.
  • Guru memperkuat konsep dengan contoh visual di papan: diagram panah 'm → ×100 → cm' dan 'cm → ÷100 → m', murid menyalin ke buku sebagai catatan belajar.

Penutup:

  • Asesmen akhir: Guru memberikan 3 soal lisan/tertulis singkat secara individual — misalnya '4 m =... cm', '350 cm =... m', '250 cm =... m' — murid menjawab di kertas kecil (exit ticket) dan dikumpulkan.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: '1 m = 100 cm; untuk mengubah m ke cm kalikan 100, untuk mengubah cm ke m bagi dengan 100.'
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menyampaikan pesan positif.
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu bantu bergambar meteran yang sudah ditandai setiap 10 cm sehingga mereka dapat menghitung secara konkret. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan kartu soal tantangan berupa konversi satuan dalam konteks cerita (misalnya mengukur panjang lapangan atau ketinggian pohon).
  • Proses: Murid yang belum memahami konsep dapat tetap menggunakan meteran fisik sebagai alat bantu selama mengerjakan seluruh soal LKPD. Murid yang sudah mahir diminta mengerjakan soal mandiri tanpa alat bantu dan boleh melanjutkan ke soal tantangan lebih awal.
  • Produk: Murid yang berkembang lebih cepat diminta membuat 2 soal konversi satuan sendiri berikut jawabannya, kemudian menukarkan soal tersebut dengan teman untuk dikerjakan bersama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua benda dengan panjang berbeda dan bertanya, 'Mana yang lebih panjang dan bagaimana cara kalian mengukurnya?' untuk mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang satuan panjang cm dan m.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah melihat meteran? Di mana? Angka apa saja yang ada di meteran?'

Proses:

  • Observasi saat eksplorasi kelompok: apakah murid dapat mengidentifikasi tanda 100 cm = 1 m pada meteran.
  • Pemantauan pengerjaan LKPD: guru mencatat murid yang keliru dalam arah konversi (misalnya mengalikan ketika seharusnya membagi).
  • Sticky note refleksi: digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi dan menentukan tindak lanjut segera.

Akhir:

  • Exit ticket individual: 3 soal konversi satuan (contoh: '4 m = ... cm', '350 cm = ... m', '2 m = ... cm') untuk mengukur ketercapaian TP 3.3.4.2.
  • Guru menilai exit ticket menggunakan rubrik 4 level dan mencatat hasilnya sebagai dasar tindak lanjut pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi partisipasi saat eksplorasi meteran dalam kelompok (menggunakan lembar ceklis sederhana).
  • Pengamatan jawaban LKPD kelompok dan diskusi presentasi di depan kelas.
  • Sticky note refleksi: guru membaca temuan dan pertanyaan murid untuk mendeteksi miskonsepsi.

Sumatif:

  • Exit ticket 3 soal konversi satuan (m ke cm dan cm ke m) yang dikerjakan secara individual di akhir pembelajaran.
  • Penilaian LKPD bagian mandiri (soal nomor 5–8) sebagai bukti penguasaan individual.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan hubungan 1 m = 100 cm (TP 3.3.4.1)Murid tidak dapat menyebutkan hubungan antara meter dan sentimeter meskipun dengan bantuan alat.Murid dapat menyebutkan 1 m = 100 cm hanya jika melihat meteran atau catatan, belum bisa menjelaskan dengan kata-kata sendiri.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan hubungan 1 m = 100 cm dengan kata-kata sendiri tanpa bantuan alat.Murid dapat menjelaskan hubungan 1 m = 100 cm dengan benar, memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, dan mengaitkannya dengan pengukuran benda konkret.
Mengubah satuan meter ke sentimeter (TP 3.3.4.2)Murid tidak dapat mengubah satuan m ke cm meskipun dengan panduan langkah-langkah.Murid dapat mengubah m ke cm pada bilangan bulat sederhana (1 m, 2 m) dengan bantuan diagram atau catatan.Murid dapat mengubah m ke cm secara mandiri untuk bilangan bulat 1–10 m tanpa bantuan.Murid dapat mengubah m ke cm secara mandiri dan cepat untuk berbagai bilangan, termasuk dalam konteks soal cerita.
Mengubah satuan sentimeter ke meter (TP 3.3.4.2)Murid tidak dapat mengubah satuan cm ke m meskipun dengan panduan.Murid dapat mengubah cm ke m hanya untuk bilangan yang merupakan kelipatan 100 yang sederhana (100 cm, 200 cm) dengan bantuan.Murid dapat mengubah cm ke m secara mandiri untuk bilangan kelipatan 100 yang beragam tanpa bantuan.Murid dapat mengubah cm ke m secara mandiri dan tepat, menjelaskan prosesnya kepada teman, serta menyelesaikan soal cerita yang melibatkan konversi.
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kegiatan kelompok dan tidak berkontribusi pada tugas.Murid terlibat sesekali dalam diskusi kelompok namun kontribusinya terbatas.Murid aktif berdiskusi, mendengarkan teman, dan berkontribusi dalam menyelesaikan tugas kelompok.Murid aktif berkontribusi, membantu teman yang kesulitan, dan mendorong partisipasi semua anggota kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mencapai konsep 1 m = 100 cm melalui kegiatan eksplorasi meteran hari ini? Jika belum, siapa yang memerlukan tindak lanjut?
  • Apakah alokasi waktu sudah terbagi secara proporsional antara eksplorasi, latihan, dan refleksi?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini? Apa yang perlu saya sesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bagaimana cara memperbaikinya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang hubungan antara cm dan m? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Bagian mana yang paling mudah dan bagian mana yang paling sulit dari pembelajaran hari ini?
  • Di mana kamu pernah melihat meteran digunakan di kehidupan sehari-hari? Sekarang kamu bisa menjelaskan apa yang tertera di meteran itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI (Kemdikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI (Kemdikbudristek)
  3. Meteran gulung (1 buah per kelompok)
  4. Penggaris 30 cm (1 buah per kelompok)
  5. LKPD pertemuan 3.3.4 (disiapkan oleh guru, memuat soal konversi m↔cm)
  6. Sticky note untuk kegiatan refleksi
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk presentasi konsep
  8. Kartu soal tantangan untuk murid yang berkembang lebih cepat (disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.