Modul AjarPertemuan 11Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Asesmen Formatif — Pengukuran Berat dengan Satuan Baku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Asesmen Formatif — Pengukuran Berat dengan Satuan Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Asesmen Formatif — Pengukuran Berat dengan Satuan Baku

Matematika - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Formatif — Pengukuran Berat dengan Satuan Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Formatif — Pengukuran Berat dengan Satuan Baku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan mengukur berat benda menggunakan satuan baku (g dan kg) dengan memilih alat ukur yang tepat.
  2. Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku berat dan mengubah satuan berat (g ke kg atau sebaliknya) dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu ingin membeli 1 kg gula di warung, kira-kira berapa gram itu? Bagaimana kamu tahu?
  2. Mengapa timbangan di pasar berbeda bentuknya dengan timbangan badan di rumah? Apakah semua benda bisa ditimbang dengan alat yang sama?
  3. Jika berat sebuah pensil 10 gram dan berat tas sekolahmu 3 kg, mana yang lebih berat? Bagaimana cara kamu membandingkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan memastikan semua murid siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan kartu bergambar 4 benda (pensil, apel, karung beras, buku) dan meminta murid menuliskan di papan tulis kecil (atau kertas) satuan yang tepat (g atau kg) untuk masing-masing benda — dikerjakan secara individu selama 2 menit. Guru mengamati jawaban untuk memetakan pemahaman awal (3 menit).
  • Guru membahas hasil asesmen awal secara singkat: 'Ternyata ada yang memilih g, ada yang memilih kg — hari ini kita akan cari tahu mana yang tepat dan mengapa.' (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini secara singkat (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini akan ada asesmen formatif, bukan untuk nilai rapor, melainkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masing-masing murid — sehingga mereka perlu mengerjakan sendiri dengan jujur (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua gambar timbangan (timbangan digital dapur dan timbangan badan) di papan tulis atau layar proyektor dan bertanya: 'Pernahkah kalian melihat timbangan seperti ini? Di mana?' Murid menjawab secara lisan (diskusi kelas, 3 menit).
  • Guru menjelaskan kembali secara ringkas: satuan gram (g) digunakan untuk benda yang ringan, satuan kilogram (kg) untuk benda yang lebih berat; 1 kg = 1.000 g. Penjelasan disertai contoh nyata: sebungkus teh celup ≈ 40 g, sebungkus tepung = 1 kg (5 menit).
  • Murid diajak mengamati benda-benda yang ada di atas meja guru (atau gambar benda yang ditempel) seperti penghapus, botol minum, buku, dan tas. Secara berpasangan, mereka mendiskusikan: 'Menurutmu, alat ukur mana yang tepat dan kira-kira berapa beratnya?' Setiap pasangan mencatat prediksi di lembar kerja (5 menit).
  • Perwakilan 2–3 pasangan menyampaikan prediksi mereka. Guru meluruskan konsep jika ada miskonsepsi tanpa langsung memberi jawaban final, agar rasa penasaran tetap terjaga (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Formatif individual yang terdiri dari dua bagian (10 menit total pengerjaan mandiri).
  • Bagian A — Memilih alat ukur yang tepat (TP 3.3.11.1): Murid diberikan 5 soal bergambar benda (contoh: kantong gula, buku, bayi, apel, karung beras). Untuk setiap benda, murid memilih timbangan yang tepat (timbangan dapur gram / timbangan kue / timbangan badan) dan menuliskan satuan yang sesuai (g atau kg).
  • Bagian B — Mengubah satuan berat (TP 3.3.11.2): Murid mengerjakan 5 soal konversi, contoh: '2 kg = ___ g', '3.000 g = ___ kg', '½ kg = ___ g', '500 g = ___ kg', '4 kg 500 g = ___ g'.
  • Selama pengerjaan, guru berkeliling mengamati proses kerja murid, mencatat siapa yang tampak kesulitan dan siapa yang sudah selesai lebih cepat — tanpa memberikan jawaban langsung (observasi proses).
  • Setelah 10 menit, guru meminta murid berhenti menulis. Guru memandu pembahasan soal bersama-sama dengan metode 'angkat kartu': guru membacakan soal, murid mengangkat kartu g atau kg (kartu dibuat dari potongan kertas yang dibagikan sebelumnya) untuk soal pilihan. Untuk soal konversi, perwakilan murid menuliskan jawaban di papan (5 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi jawaban benar dan penjelasan singkat untuk soal yang banyak dijawab salah oleh murid.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup lembar kerja dan membagikan kartu refleksi berwarna (hijau = sudah paham, kuning = masih bingung sedikit, merah = masih bingung banyak) (2 menit).
  • Murid menuliskan di balik kartu refleksinya: satu hal yang sudah dipahami dan satu hal yang masih membingungkan tentang pengukuran berat hari ini.
  • Guru meminta 3–4 murid membacakan kartu mereka secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan mencatat pola kebingungan yang muncul untuk tindak lanjut (3 menit).
  • Guru menyampaikan rangkuman mini: 'Hari ini kita sudah tahu cara memilih alat ukur yang tepat dan cara mengubah satuan g ke kg atau sebaliknya. Ingat: 1 kg = 1.000 g — ini kunci utamanya.' (2 menit)
  • Murid mengumpulkan lembar asesmen formatif dan kartu refleksi kepada guru.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: satuan berat baku adalah gram (g) dan kilogram (kg); pemilihan alat ukur disesuaikan dengan berat benda; 1 kg = 1.000 g (2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum berdasarkan hasil observasi selama asesmen formatif: mengapresiasi usaha murid dan menyebutkan hal-hal yang perlu diperkuat tanpa menyebut nama individu (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang masih kesulitan akan mendapat pendampingan, sedangkan murid yang sudah sangat lancar diajak mencoba soal tantangan (diberikan di akhir).
  • Guru memberikan PR ringan: 'Di rumah, temukan 3 benda yang beratnya dalam gram dan 2 benda yang beratnya dalam kilogram. Catat nama benda dan beratnya jika ada label kemasan.' (1 menit)
  • Guru menutup kelas dengan salam dan pesan motivasi singkat (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu bantu berisi contoh konversi sederhana (misal: 1 kg = 1.000 g, 2 kg = 2.000 g) sebagai scaffold selama pengerjaan Bagian B. Murid yang sudah sangat cepat diberikan soal tantangan: mengubah satuan campuran (misal: 1 kg 250 g = ___ g) dan soal cerita satu langkah.
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang kesulitan diprioritaskan mendapat bimbingan langsung guru saat berkeliling. Mereka boleh menggunakan garis bilangan atau tabel konversi sederhana sebagai alat bantu berpikir. Murid yang sudah memahami konsep diminta menjadi tutor sebaya yang membantu teman sambil menunggu pembahasan kelas.
  • Produk: Sebagian besar murid mengumpulkan lembar asesmen tertulis. Murid yang mengalami kesulitan motorik menulis diperbolehkan menjawab secara lisan kepada guru atau menulis hanya jawaban tanpa penjelasan. Murid cepat dapat menambahkan penjelasan langkah-langkah konversi mereka secara tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4 gambar benda (pensil, apel, karung beras, buku). Murid menuliskan satuan yang tepat (g atau kg) untuk masing-masing benda di papan tulis kecil atau kertas dalam 2 menit.
  • Guru mengamati dan mencatat secara cepat: berapa murid yang sudah tepat memilih satuan, berapa yang masih tertukar. Hasil ini menjadi dasar penentuan kedalaman penjelasan di tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi langsung saat diskusi berpasangan: guru berkeliling dan mendengarkan percakapan murid, mencatat argumen yang digunakan untuk memilih satuan berat.
  • Pemantauan pengerjaan Lembar Asesmen Formatif: guru berkeliling, mencatat nama murid yang kesulitan di Bagian B (konversi) untuk prioritas bimbingan.
  • Teknik angkat kartu saat pembahasan: guru mencatat murid yang salah pada soal tertentu sebagai data diagnostik.
  • Kartu refleksi warna: guru menghitung distribusi warna untuk menilai tingkat pemahaman kelas secara keseluruhan dan mengidentifikasi individu yang perlu tindak lanjut.

Akhir:

  • Lembar Asesmen Formatif individual dikumpulkan dan diperiksa guru. Skor Bagian A (5 soal pilihan alat ukur/satuan) mencerminkan ketercapaian TP 3.3.11.1. Skor Bagian B (5 soal konversi) mencerminkan ketercapaian TP 3.3.11.2.
  • Guru mengisi lembar rekap kelas: mencatat level ketercapaian tiap murid per TP (Belum Berkembang / Mulai / Berkembang / Sangat Berkembang) berdasarkan rubrik penilaian.
  • Data ini digunakan untuk merencanakan tindak lanjut: remedial bagi murid yang belum mencapai level Berkembang, pengayaan bagi yang sudah Sangat Berkembang.

Formatif:

  • Asesmen awal: Kartu jawaban cepat (sortir satuan g/kg untuk 4 gambar benda) di awal pembelajaran untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Observasi guru saat diskusi berpasangan pada tahap Memahami: apakah murid dapat menjelaskan alasan pemilihan satuan.
  • Lembar Asesmen Formatif tertulis individual (Bagian A: memilih alat ukur dan satuan; Bagian B: konversi satuan) dikerjakan saat tahap Mengaplikasi.
  • Teknik 'angkat kartu g/kg' selama pembahasan soal untuk memantau respons seluruh kelas secara serentak.
  • Kartu refleksi warna (hijau/kuning/merah) disertai tulisan 'sudah paham' dan 'masih bingung' di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Lembar Asesmen Formatif yang dikumpulkan di akhir pertemuan berfungsi sebagai data sumatif pertemuan ini: guru menilai ketercapaian TP 3.3.11.1 dan TP 3.3.11.2 berdasarkan skor lembar kerja individual.
  • Rekap kartu refleksi digunakan guru untuk menentukan tindak lanjut (remedial atau pengayaan) pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memilih alat ukur dan satuan yang tepat (TP 3.3.11.1)Murid tidak dapat memilih alat ukur atau satuan yang tepat (benar 0–1 dari 5 soal). Menunjukkan kebingungan mendasar antara g dan kg.Murid dapat memilih alat ukur atau satuan yang tepat pada benda-benda yang sangat familiar saja (benar 2–3 dari 5 soal), namun masih keliru untuk benda yang kurang familiar.Murid dapat memilih alat ukur dan satuan yang tepat untuk sebagian besar benda (benar 4 dari 5 soal) dengan sedikit kekeliruan.Murid dapat memilih alat ukur dan satuan yang tepat untuk semua benda (benar 5 dari 5 soal) dan dapat menjelaskan alasan pilihannya secara lisan maupun tertulis.
Mengubah satuan berat antara g dan kg (TP 3.3.11.2)Murid tidak dapat melakukan konversi satuan berat sama sekali atau jawabannya tidak menunjukkan pemahaman hubungan g dan kg (benar 0–1 dari 5 soal).Murid dapat melakukan konversi pada soal yang melibatkan bilangan bulat sederhana (misal 1 kg = 1.000 g, 2 kg = 2.000 g) namun kesulitan pada soal yang lebih kompleks (benar 2–3 dari 5 soal).Murid dapat melakukan konversi g ke kg dan kg ke g dengan benar pada sebagian besar soal (benar 4 dari 5 soal), termasuk soal dengan nilai lebih besar.Murid dapat melakukan konversi g ke kg dan kg ke g dengan benar dan sistematis untuk semua soal (benar 5 dari 5 soal), termasuk soal satuan campuran, dan dapat menjelaskan langkah kerjanya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah lembar asesmen formatif yang dirancang sudah mampu membedakan level pemahaman murid dengan jelas — dari yang belum paham hingga yang sudah sangat paham?
  • Berapa persen murid yang sudah mencapai level Berkembang atau Sangat Berkembang pada masing-masing TP? Apa yang perlu diulang atau diperkuat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah durasi waktu pengerjaan asesmen sudah cukup — tidak terlalu tergesa atau terlalu longgar? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah scaffolding yang diberikan kepada murid yang kesulitan sudah tepat tanpa memberikan jawaban langsung?
  • Apakah teknik angkat kartu dan kartu refleksi berjalan efektif untuk mendapatkan gambaran pemahaman seluruh kelas?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang pengukuran berat?
  • Bagian mana yang paling mudah bagimu: memilih alat ukur yang tepat, atau mengubah satuan dari g ke kg? Mengapa?
  • Bagian mana yang masih terasa membingungkan? Apa yang ingin kamu tanyakan atau pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kurikulum Merdeka), Bab 3: Pengukuran Panjang dan Berat, halaman 126–135.
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kurikulum Merdeka), Bab 3: Pengukuran Panjang dan Berat.
  3. Timbangan dapur/kue (gram) — 1–2 unit untuk demonstrasi guru.
  4. Timbangan badan (kilogram) — 1 unit untuk demonstrasi guru.
  5. Kartu bergambar benda-benda sehari-hari (pensil, apel, buku, karung beras, botol minum, gula, tepung) untuk kegiatan sortir satuan.
  6. Lembar Asesmen Formatif individual (disiapkan guru, berisi Bagian A: 5 soal pilihan alat ukur/satuan, dan Bagian B: 5 soal konversi satuan).
  7. Kartu refleksi berwarna (hijau, kuning, merah) — 1 set per murid.
  8. Kartu kecil bertuliskan 'g' dan 'kg' untuk teknik angkat kartu selama pembahasan (1 set per murid).
  9. Kartu bantu scaffold konversi (disiapkan untuk murid yang membutuhkan dukungan): tabel kecil berisi 1 kg = 1.000 g, 2 kg = 2.000 g, dst.
  10. Soal tantangan untuk pengayaan: soal satuan campuran dan soal cerita satu langkah (disiapkan guru untuk murid yang sudah Sangat Berkembang).
  11. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan gambar timbangan dan soal pembahasan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.