Modul AjarPertemuan 10Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Menyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Berat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Menyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Berat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Menyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Berat

Matematika - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Berat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Berat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan satuan berat (g dan kg) dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berat beberapa benda yang dinyatakan dalam satuan g atau kg menggunakan pemahaman bilangan cacah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membantu ibu atau ayah berbelanja di pasar? Bagaimana penjual mengetahui berapa berat barang yang dibeli?
  2. Jika ibu membeli 500 g gula dan 250 g tepung, kira-kira berapa total berat belanjaan ibu? Bagaimana cara kalian menghitungnya?
  3. Bila kalian punya 1 kg beras lalu dipakai 300 g untuk memasak, beras yang tersisa kira-kira berapa gram atau kilogram?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Guru menampilkan ilustrasi sederhana (gambar atau kartu bergambar) situasi belanja di pasar: seorang anak membantu ibu menimbang gula, tepung, dan telur.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan menampung jawaban murid tanpa langsung menilai benar/salah.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menuliskan dua soal singkat di papan tulis — (1) '300 g + 200 g = … g' dan (2) '1 kg lebih berat dari 500 g: benar atau salah?' — murid menjawab di lembar mini (sticky note atau secarik kertas). Guru membaca sekilas untuk mengetahui titik awal pemahaman kelas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar menjumlahkan dan mengurangkan berat benda dalam satuan gram dan kilogram, serta membandingkan mana yang lebih berat.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Kartu Berat' berisi gambar benda sehari-hari (gula, tepung, telur, beras) beserta angka beratnya dalam g atau kg. Murid mengamati kartu selama ±2 menit.
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Benda mana yang beratnya ditulis dalam gram? Mana yang dalam kilogram? Mengapa penjual memilih satuan yang berbeda untuk barang yang berbeda?' Murid berbagi ide secara lisan.
  • Guru menjelaskan konsep inti di papan tulis: penjumlahan berat satuan sama (mis. 400 g + 300 g = 700 g; 2 kg + 3 kg = 5 kg) dan pengurangan berat satuan sama (mis. 800 g − 250 g = 550 g). Guru menggunakan model 'timbangan kertas' (gambar neraca sederhana) untuk visualisasi.
  • Guru mengerjakan dua contoh soal cerita bergantian bersama kelas menggunakan strategi 'Baca – Pahami – Rencanakan – Selesaikan – Periksa', sambil berpikir keras (think-aloud) agar murid melihat proses berpikir guru.
  • Murid mencatat langkah strategi penyelesaian di buku catatan mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat 'Lembar Kerja Pasar': 4 soal cerita kontekstual tentang kegiatan belanja (mis. 'Ibu membeli 600 g wortel dan 400 g buncis. Berapa total berat sayuran ibu?'; 'Penjual punya 2 kg mangga, lalu terjual 750 g. Sisa mangga berapa gram?').
  • Dua soal pertama adalah penjumlahan, dua soal berikutnya adalah pengurangan. Soal ke-3 dan ke-4 juga meminta murid mengurutkan tiga benda dari yang terberat ke yang teringan.
  • Setiap anggota kelompok mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu (±5 menit), lalu berdiskusi dalam kelompok untuk menyamakan jawaban dan cara penyelesaian (±5 menit).
  • Asesmen proses: Guru berkeliling, mengamati cara kerja murid, mengajukan pertanyaan pancingan ('Bagaimana kamu tahu harus menjumlah atau mengurang?'), dan memberi umpan balik lisan langsung.
  • Perwakilan satu kelompok mempresentasikan satu soal di depan kelas. Kelompok lain memberi tanggapan atau cara alternatif.
  • Guru meluruskan miskonsepsi yang muncul, terutama terkait satuan (jangan mencampur g dan kg langsung tanpa konversi jika satuan berbeda — guru menyederhanakan bahwa pada pertemuan ini semua soal sudah menggunakan satuan yang sama agar sesuai level kelas 3).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu sesi 'Pojok Pikir': murid secara berpasangan mendiskusikan pertanyaan refleksi — 'Apakah cara yang kamu pakai tadi berhasil? Kalau ada langkah yang salah, di mana letak kesalahannya dan bagaimana memperbaikinya?'
  • Beberapa pasangan berbagi temuan mereka secara singkat kepada kelas.
  • Guru mengajak murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: 'Di mana lagi kalian bisa menggunakan penjumlahan dan pengurangan berat ini selain di pasar?' (mis. mengukur bahan masakan di rumah, menimbang tas sekolah, mengirim paket).
  • Murid menuliskan satu kalimat kesimpulan pribadi di buku catatan: 'Hari ini saya belajar bahwa … dan cara saya menghitung berat adalah …'

Penutup:

  • Guru membagikan kuis penutup (asesmen akhir): 3 soal singkat tertulis — 1 soal penjumlahan, 1 soal pengurangan, dan 1 soal mengurutkan berat tiga benda. Murid mengerjakan secara mandiri selama ±7 menit.
  • Guru mengumpulkan lembar kuis untuk diperiksa setelah kelas.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi perasaan belajar dengan 'Jempol': jempol ke atas (paham), jempol ke samping (masih ada yang bingung), jempol ke bawah (perlu bantuan lebih).
  • Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi atas usaha murid hari ini.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan soal dengan angka yang lebih sederhana (mis. kelipatan 100 g) dan diperbolehkan menggunakan garis bilangan atau kartu bilangan sebagai alat bantu. Murid yang sudah cepat diberikan soal pengayaan dengan tiga atau empat benda sekaligus dan diminta menuliskan dua cara berbeda untuk menyelesaikan masalah yang sama.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding berupa template 'Baca – Pahami – Rencanakan – Selesaikan – Periksa' yang sudah dicetak untuk murid yang membutuhkan panduan langkah demi langkah. Murid yang sudah mandiri cukup menggunakan buku catatan biasa tanpa template.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat membuat soal cerita sendiri tentang kegiatan menimbang dan menukarkannya dengan teman untuk diselesaikan, sebagai bentuk produk kreatif tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, guru memberikan dua soal diagnostik singkat secara tertulis di lembar mini: (1) '300 g + 200 g = … g' untuk mengecek pemahaman operasi penjumlahan satuan berat, dan (2) '1 kg lebih berat dari 500 g: benar atau salah?' untuk mengecek pemahaman perbandingan satuan berat.
  • Guru membaca jawaban sekilas sebelum kegiatan inti dimulai untuk menyesuaikan tingkat scaffolding yang diperlukan.

Proses:

  • Observasi langsung selama kerja kelompok: guru berkeliling dan mencatat apakah murid menggunakan strategi yang tepat (menentukan operasi yang sesuai, menuliskan satuan, memeriksa kembali jawaban).
  • Pertanyaan lisan pancingan kepada individu atau kelompok: 'Mengapa kamu memilih menjumlahkan, bukan mengurangkan?', 'Bagaimana kamu mengurutkan benda-benda ini dari yang terberat?'
  • Presentasi kelompok: guru menilai kejelasan penjelasan dan ketepatan langkah yang disampaikan perwakilan kelompok.

Akhir:

  • Kuis tertulis mandiri di akhir pembelajaran (±7 menit): 3 soal yang mencakup penjumlahan berat dalam satuan g, pengurangan berat dalam satuan kg, dan pengurutan tiga benda berdasarkan beratnya.
  • Hasil kuis diperiksa guru menggunakan rubrik 4 level untuk menentukan ketercapaian masing-masing TP.
  • Guru mencatat hasil kuis di jurnal penilaian sebagai dasar tindak lanjut (remedial atau pengayaan) pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi dalam kelompok: guru mencatat ketepatan strategi yang digunakan dan kemampuan menjelaskan langkah penyelesaian.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan inti: guru mengajukan pertanyaan pancingan untuk mengecek pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan satuan berat.
  • Lembar Kerja Pasar kelompok: dinilai berdasarkan ketepatan jawaban dan kejelasan langkah penyelesaian yang dituliskan.

Sumatif:

  • Kuis penutup tertulis: 3 soal (1 penjumlahan, 1 pengurangan, 1 mengurutkan berat) dikerjakan secara mandiri — menilai ketercapaian TP 3.3.10.1 dan TP 3.3.10.2.
  • Penilaian presentasi kelompok: kemampuan murid menjelaskan cara penyelesaian soal di depan kelas.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyelesaikan masalah penjumlahan satuan berat (g/kg) dalam konteks kehidupan sehari-hariMurid belum dapat menentukan operasi yang tepat dan hasil hitungannya tidak sesuai, meskipun dengan bantuan.Murid dapat menentukan bahwa operasinya adalah penjumlahan, tetapi hasil hitungan masih salah atau satuan tidak dituliskan.Murid dapat menyelesaikan soal penjumlahan satuan berat dengan hasil benar dan menuliskan satuan, tetapi langkah penyelesaian belum lengkap dituliskan.Murid dapat menyelesaikan soal penjumlahan satuan berat dengan hasil benar, satuan tepat, langkah penyelesaian lengkap, dan dapat menjelaskan alasan pemilihan operasi.
Menyelesaikan masalah pengurangan satuan berat (g/kg) dalam konteks kehidupan sehari-hariMurid belum dapat menentukan operasi yang tepat dan hasil hitungannya tidak sesuai, meskipun dengan bantuan.Murid dapat menentukan bahwa operasinya adalah pengurangan, tetapi hasil hitungan masih salah atau satuan tidak dituliskan.Murid dapat menyelesaikan soal pengurangan satuan berat dengan hasil benar dan satuan tepat, tetapi langkah penyelesaian belum lengkap dituliskan.Murid dapat menyelesaikan soal pengurangan satuan berat dengan hasil benar, satuan tepat, langkah penyelesaian lengkap, dan dapat menjelaskan alasan pemilihan operasi.
Membandingkan dan mengurutkan berat beberapa benda dalam satuan g atau kgMurid belum dapat membandingkan atau mengurutkan berat benda meskipun dengan bantuan.Murid dapat membandingkan dua benda (lebih berat/lebih ringan) tetapi belum dapat mengurutkan tiga benda atau lebih secara benar.Murid dapat mengurutkan tiga benda dari terberat ke teringan (atau sebaliknya) dengan benar, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat mengurutkan tiga benda atau lebih dengan benar dan dapat menjelaskan dasar perbandingan yang digunakan dengan kalimat yang jelas.
Komunikasi matematis (menjelaskan langkah penyelesaian)Murid tidak dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menjelaskan sebagian langkah tetapi masih terputus-putus dan belum menggunakan istilah matematika yang tepat.Murid dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara runtut dengan istilah matematika yang cukup tepat.Murid dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara runtut, menggunakan istilah matematika yang tepat, dan mampu menjawab pertanyaan lanjutan dari guru atau teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami perbedaan kapan menggunakan penjumlahan dan kapan menggunakan pengurangan dalam konteks berat?
  • Apakah contoh konteks kehidupan sehari-hari yang saya gunakan cukup relevan dan mudah dipahami oleh murid kelas 3?
  • Murid mana yang memerlukan tindak lanjut berupa remedial, dan murid mana yang sudah siap untuk pengayaan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini efektif untuk menjangkau semua murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu pahami hari ini tentang penjumlahan dan pengurangan berat?
  • Apakah ada langkah yang masih terasa sulit atau membingungkan? Langkah yang mana?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar bersama kelompok hari ini — apakah kamu merasa terbantu?
  • Di kehidupan sehari-hari, kapan kamu kira-kira bisa menggunakan kemampuan menjumlah dan mengurangi berat ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 3 SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 3: Pengukuran Panjang dan Berat
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 3 SD/MI (Kemdikbudristek)
  3. Kartu Berat: kartu bergambar benda sehari-hari (gula, tepung, telur, beras, wortel, mangga) beserta keterangan beratnya dalam g atau kg — dibuat/dicetak guru
  4. Lembar Kerja Pasar: lembar soal cerita kontekstual (4 soal penjumlahan dan pengurangan berat) — dibuat guru
  5. Template strategi 'Baca – Pahami – Rencanakan – Selesaikan – Periksa' — dicetak guru untuk murid yang membutuhkan scaffolding
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru
  7. Lembar kuis penutup (3 soal tertulis) — dibuat guru
  8. Sticky note atau secarik kertas kecil untuk asesmen awal diagnostik

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.