MODUL AJAR Matematika — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 3 — Pengukuran Panjang dan Berat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Pengukuran Panjang dan Berat |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 35 menit = 980 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 12 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.3.1 Mengukur panjang benda menggunakan satuan baku
- TP 3.3.2 Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m)
- TP 3.3.3 Mengukur berat benda menggunakan satuan baku
- TP 3.3.4 Menentukan hubungan antar-satuan berat (g, kg)
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa hasil pengukuran panjang meja menggunakan jengkal tangan kita bisa berbeda dengan teman?
- Bagian mana pada penggaris yang harus kita letakkan tepat di ujung awal benda saat mengukur panjangnya?
- Mengapa kita kesulitan jika mengukur panjang papan tulis atau pintu kelas hanya memakai penggaris 30 cm?
- Alat ukur baku apa yang lebih tepat dan praktis digunakan untuk mengukur benda-benda berukuran panjang seperti meja guru atau lebar kelas?
- Bagaimana cara membaca angka pada meteran pita secara tepat agar hasil pengukurannya akurat dalam satuan meter (m)?
- Jika sebuah pita panjangnya 1 meter, berapa sentimeter panjang pita tersebut jika kita ukur menggunakan penggaris sentimeter?
- Bagaimana cara mudah mengubah ukuran panjang dari meter menjadi sentimeter tanpa harus mengukurnya ulang dari angka 1?
- Jika sebuah pita panjangnya 100 sentimeter, berapa meterkah panjang pita tersebut?
- Jika tinggi pintu kelas adalah 200 sentimeter, bagaimana cara kita menuliskannya dalam satuan meter?
- Jika sebuah pita memiliki panjang 1 meter lebih 25 sentimeter, berapakah total panjang pita tersebut jika dinyatakan seluruhnya dalam sentimeter?
- Jika tinggi lemari adalah 240 sentimeter, bagaimana cara kita menuliskannya dalam satuan gabungan meter dan sentimeter?
- Benda-benda kecil apa saja di dalam tasmu yang terasa ringan jika dipegang tangan?
- Bagaimana cara kita mengetahui secara pasti berat benda ringan tersebut menggunakan timbangan digital dan satuan gram?
- Bagaimana cara kita mengetahui berat sekantong buah atau beras dengan tepat menggunakan timbangan jarum?
- Ke angka berapa jarum pada timbangan duduk menunjuk jika sebuah benda memiliki berat tepat 1 kilogram?
- Bagaimana cara membaca timbangan jika jarumnya melewati angka 1 kg tetapi belum sampai di angka 2 kg?
- Mengapa kita perlu menyebutkan dua satuan (kilogram dan gram) sekaligus saat menimbang benda tertentu?
- Jika sebuah karung beras bertuliskan berat 1 kg, berapa gramkah isi beras di dalamnya jika ditimbang dengan timbangan digital?
- Bagaimana cara kita mengubah ukuran berat dari satuan kilogram menjadi satuan gram tanpa harus menimbang ulang?
- Jika sebuah kantong beras memiliki berat 2.000 gram, berapakah beratnya jika dinyatakan dalam kilogram?
- Bagaimana caramu mengubah ukuran berat benda dari satuan gram ke kilogram?
- Jika sebuah paket tertera berat 1 kg 500 gram, bagaimana cara kita menuliskannya hanya dalam satuan gram?
- Jika beras seberat 2.350 gram ditimbang, berapa kilogram dan berapa sisa gram berat beras tersebut?
- Bagaimana cara kita memastikan hasil pengukuran panjang buku dan berat buah benar-benar tepat?
- Mengapa kita perlu mengetahui kesetaraan antara meter dengan sentimeter serta kilogram dengan gram?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengukur Panjang Benda Menggunakan Satuan Baku Sentimeter (cm) dengan Penggaris — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Mengukur panjang benda menggunakan satuan baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik peragaan singkat: murid diminta meletakkan pensil di atas penggaris dan menentukan titik awal pengukuran yang tepat (acuan: ujung pangkal pensil diletakkan tepat sejajar pada garis angka 0 cm pada penggaris, bukan di ujung fisik tepi luar mistar) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur panjang benda-benda di sekitar kelas menggunakan satuan baku sentimeter (cm) dengan alat ukur penggaris (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang cara menggunakan penggaris secara benar: menempelkan benda pada mistar secara lurus, memposisikan ujung kiri benda tepat di angka 0 cm, dan membaca angka pada mistar yang lurus dengan ujung kanan benda (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati penggaris masing-masing, mengenali tanda garis bilangan dan tulisan satuan sentimeter (cm), serta berlatih membaca 3 gambar posisi pengukuran yang ditampilkan guru pada kartu peraga (kartu 1: klip kertas dari angka 0 ke 3 = 3 cm; kartu 2: penghapus dari angka 0 ke 5 = 5 cm; kartu 3: krayon dari angka 0 ke 8 = 8 cm) (acuan: tepat membaca nilai 3 cm, 5 cm, dan 8 cm) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang untuk melakukan permainan tantangan pengukuran 'Berburu Panjang Benda': setiap kelompok mengukur panjang 4 benda nyata di meja mereka (pensil standar baru berukuran 17 cm, buku tulis tema berukuran 25 cm, kotak pensil berukuran 20 cm, dan penghapus karet berukuran 4 cm) menggunakan penggaris sentimeter dan menuliskan hasilnya pada lembar kerja (acuan: ketepatan hasil ukur toleransi ±0,5 cm dari ukuran sebenarnya dengan satuan cm tertulis) (15 menit).
- Setiap perwakilan kelompok saling menukar benda dan memverifikasi hasil pengukuran kelompok lain untuk memastikan ujung benda benar-benar diletakkan tepat di angka 0 cm dan pembacaan angka akhir tepat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mendiskusikan temuan selama pengukuran: mengapa meletakkan benda pada angka 0 cm sangat penting agar hasil ukur panjang akurat dan diakui sebagai satuan baku yang seragam (10 menit).
- Murid mengerjakan latihan mandiri asesmen proses pada lembar cek pemahaman berupa 3 gambar benda di atas mistar: (1) paku dari 0 ke 6 cm (panjang = 6 cm); (2) kunci dari 0 ke 7 cm (panjang = 7 cm); (3) pita dari 0 ke 12 cm (panjang = 12 cm) (acuan kunci: nomor 1 = 6 cm, nomor 2 = 7 cm, nomor 3 = 12 cm) (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara mengukur panjang benda menggunakan penggaris dalam satuan baku sentimeter (cm) (8 menit).
- Guru memberikan apresiasi terhadap ketelitian kerja murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai pengukuran panjang menggunakan meteran (m), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan penggaris dengan kontras garis angka yang tebal dan jelas bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih keliru memulai pengukuran dari ujung tepi penggaris (bukan dari garis angka 0), guru memberikan bimbingan langsung berupa penanda visual garis merah pada angka 0 penggaris. Bagi murid yang telah mahir, diberikan tantangan mengukur benda berdimensi miring atau kombinasi dua benda yang digabung secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan laporan data pengukuran panjang 4 benda dalam satuan baku sentimeter.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes peragaan diagnostik di awal pembelajaran: Murid mempraktikkan cara meletakkan ujung pensil pada penggaris. Kriteria ketercapaian: Menempatkan ujung pangkal pensil tepat sejajar dengan garis angka 0 cm pada mistar (acuan: tepat di garis 0 cm, bukan pada ujung kayu/tepi luar mistar).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mengukur 4 benda nyata (pensil, buku tulis, kotak pensil, penghapus): dinilai dari ketepatan menyejajarkan pangkal benda pada titik 0 cm dan ketepatan membaca angka di ujung akhir benda dalam satuan cm (acuan: pensil = 17 cm, buku tulis = 25 cm, kotak pensil = 20 cm, penghapus = 4 cm; toleransi ±0,5 cm).
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 3 butir pembacaan mistar: (1) paku = 6 cm; (2) kunci = 7 cm; (3) pita = 12 cm (acuan: ketiga butir dijawab tepat beserta satuan cm).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir (exit ticket): Murid menuliskan jawaban untuk 1 soal peragaan singkat pada kartu: 'Jika ujung sebuah daun dimulai dari angka 0 cm dan berakhir tepat di garis angka 9 cm pada penggaris, berapakah panjang daun tersebut?' (acuan kunci jawaban tepat: 9 cm).
Formatif:- Unjuk kerja praktik pengukuran panjang benda dengan penggaris menggunakan lembar observasi keterukuran.
- Tes tertulis singkat membaca hasil pengukuran panjang pada gambar mistar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengukur panjang benda menggunakan satuan baku sentimeter (cm) dengan penggaris | Belum mampu menyejajarkan ujung benda pada titik 0 cm dan hasil pembacaan panjang benda belum tepat dari 4 benda yang diukur. | Mampu menyejajarkan ujung benda pada titik 0 cm namun hanya mengukur dengan tepat 1-2 dari 4 benda (pensil, buku tulis, kotak pensil, penghapus) atau masih melewatkan penulisan satuan cm. | Mampu menyejajarkan ujung benda tepat pada titik 0 cm dan mengukur dengan tepat 3-4 benda (pensil: 17 cm, buku tulis: 25 cm, kotak pensil: 20 cm, penghapus: 4 cm, toleransi ±0,5 cm) menggunakan satuan baku cm secara mandiri. | Mampu menyejajarkan ujung benda tepat pada titik 0 cm dan mengukur dengan tepat seluruh 4 benda beserta satuan cm secara konsisten tanpa koreksi dari guru serta mampu memverifikasi ketepatan ukuran benda kelompok lain. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memahami bahwa titik awal pengukuran dengan mistar dimulai tepat dari garis angka 0 cm, bukan dari ujung tepi fisik mistar?
- Bagian kegiatan pengukuran mana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apa hal terpenting yang harus diperhatikan saat kamu meletakkan penggaris pada benda yang akan diukur?
- Apakah kamu merasa percaya diri mengukur panjang alat tulismu sendiri menggunakan penggaris?
Pertemuan 2 — Mengukur Panjang Benda Menggunakan Satuan Baku Meter (m) dengan Meteran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Mengukur panjang benda menggunakan satuan baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta satu murid memimpin doa (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan alat ukur yang tepat untuk mengukur panjang pintu kelas antara penggaris kecil atau meteran pita! (acuan: meteran pita); (2) Pada angka berapakah titik awal meteran harus diletakkan di ujung benda saat mulai mengukur? (acuan: angka 0) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur panjang benda-benda di kelas yang berukuran panjang menggunakan meteran dengan satuan baku meter (m) secara teliti (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan cara menggunakan meteran pita/roll untuk mengukur panjang meja guru, mulai dari menarik pita meteran, memastikan titik awal tepat di angka 0 pada salah satu ujung meja, merentangkan pita secara lurus dan tidak kendur, hingga membaca tanda batas pada ujung lainnya yang menunjukkan panjang 1 meter (15 menit).
- Murid mengamati demonstrasi dan bersama guru mengidentifikasi satuan baku meter (disingkat 'm') pada alat ukur meteran serta syarat ketepatan pengukuran (meteran harus lurus dan titik awal pas di angka 0) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok beranggotakan 3-4 anak dan membagikan sebuah meteran pita serta Lembar Pengukuran Panjang Benda Kelas (5 menit).
- Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Meteran': tiap kelompok bekerja sama mengukur panjang 3 objek nyata di dalam kelas yang telah disiapkan tanda batasnya, yaitu: Objek 1: Panjang papan tulis hijau kelas (acuan pengukuran standar sekolah: 2 meter); Objek 2: Lebar daun pintu ruang kelas (acuan: 1 meter); Objek 3: Panjang tepi meja guru (acuan: 1 meter) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mencocokkan hasil catatannya dengan acuan ukuran yang ditentukan guru dan mendiskusikan ketelitian teknik pengukuran kelompoknya (apakah pita sudah lurus dan berawal dari angka 0) (10 menit).
- Perwakilan murid menyampaikan hasil pengukuran yang diperoleh dan menceritakan kemudahan mengukur benda panjang menggunakan meteran dibanding penggaris pendek (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara tepat mengukur panjang benda menggunakan satuan baku meter (m) dengan meteran (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri tertulis berisi 2 butir soal pengukuran (5 menit).
- Guru mengapresiasi kerja sama seluruh murid, mengingatkan materi berikutnya mengenai hubungan satuan panjang, dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan objek dengan batas ujung yang telah diberi tanda selotip merah kontras agar mudah menyejajarkan angka 0, sedangkan murid mahir mengukur objek tambahan tanpa penanda bantu seperti panjang lemari kelas.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca meteran didampingi secara terarah oleh guru dalam menahan titik nol, sedangkan murid yang sudah mandiri langsung bertindak mengukur dan memeriksa kelurusan pita bersama teman sekelompoknya.
- Produk: Semua murid mengisi tabel hasil pengukuran 3 objek wajib (papan tulis, pintu, meja guru); bagi kelompok yang selesai lebih cepat dapat menambahkan hasil pengukuran objek ke-4 (panjang rak buku kelas = 2 meter).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dengan 2 pertanyaan pengukur kesiapan: (1) 'Alat ukur mana yang tepat untuk mengukur benda yang lebih panjang dari penggaris: mistar atau meteran pita?' (acuan jawaban: meteran pita); (2) 'Saat mengukur panjang benda dengan meteran, ujung awal benda harus diletakkan tepat sejajar dengan angka berapa?' (acuan jawaban: angka 0).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat aktivitas 'Detektif Meteran' berlangsung: guru mengamati menggunakan lembar ceklis untuk menilai (1) ketepatan menempatkan titik awal meteran pada angka 0, (2) kelurusan bentangan pita meteran di sepanjang benda, dan (3) ketepatan membaca serta mencatat hasil ukur 3 objek: papan tulis = 2 m, lebar pintu = 1 m, panjang meja guru = 1 m.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis di akhir pertemuan terdiri atas 2 butir soal: (1) Tuliskan simbol huruf satuan baku untuk meter! (acuan jawaban: m); (2) Jika ujung kiri papan tulis berada di angka 0 m pada meteran dan ujung kanannya berhenti tepat di angka 2 m, berapakah panjang papan tulis tersebut? (acuan jawaban: 2 m atau 2 meter). Penskoran: Tiap butir benar bernilai 50, total skor maksimal 100.
Formatif:- Unjuk kerja praktik pengukuran panjang 3 objek kelas (papan tulis, daun pintu, meja guru) menggunakan meteran sesuai teknik yang tepat (titik awal 0 dan pita lurus).
- Lembar Pengukuran Panjang Benda Kelas yang mencatat hasil pengukuran dalam satuan baku meter (m).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Mengukur Panjang Benda Menggunakan Meteran (Satuan Baku Meter) | Belum mampu menempatkan titik awal meteran pada angka 0 secara tepat dan hasil pengukuran ketiga objek belum sesuai acuan (0 dari 3 objek tepat). | Mampu menempatkan titik awal meteran pada angka 0 dengan bantuan guru, serta mengukur 1 dari 3 objek dengan hasil tepat sesuai acuan (acuan: papan tulis 2 m, pintu 1 m, meja guru 1 m). | Mampu menempatkan titik awal meteran pada angka 0 secara mandiri, merentangkan meteran dengan lurus, serta mengukur 2 dari 3 objek dengan hasil tepat sesuai acuan. | Mampu menempatkan titik awal meteran pada angka 0 secara mandiri, merentangkan meteran secara lurus dan rapi, serta mengukur seluruh 3 objek dengan hasil tepat sesuai acuan (papan tulis 2 m, pintu 1 m, dan meja guru 1 m). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi setiap kelompok untuk mempraktikkan penggunaan meteran secara bergantian?
- Bagian teknik pengukuran mana yang paling sering membuat murid keliru (misalnya posisi angka 0 atau meteran yang kendur/miring)?
- Bagaimana efektivitas tantangan 'Detektif Meteran' dalam menjaga fokus dan kegembiraan belajar murid?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan mengukur dengan meteran tadi yang paling kamu sukai?
- Kesulitan apa yang kamu alami saat merentangkan pita meteran untuk mengukur benda yang panjang?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa menentukan panjang benda dalam satuan meter (m) secara mandiri?
Pertemuan 3 — Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Panjang dari Meter ke Sentimeter — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m)
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes lisan singkat untuk mengecek kesiapan murid mengenai konsep meter dan sentimeter: murid menjawab pertanyaan 'Berapa sentimeter dalam 1 meter?' (acuan jawaban benar: 1 m = 100 cm) dan 'Berapa sentimeter dalam 2 meter?' (acuan jawaban benar: 200 cm) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan hubungan antar-satuan baku panjang dengan mengubah nilai panjang dari meter ke sentimeter, serta mengaitkannya dengan pengalaman mengukur panjang di kelas sebelumnya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru membentangkan pita ukur/meteran sepanjang 1 meter dan melihat kesetaraannya dengan 100 sentimeter di papan tulis (acuan konsep: 1 m = 100 cm) (10 menit).
- Murid berdiskusi terbimbing bersama guru mengamati pola hubungan satuan meter ke sentimeter pada 3 contoh: 1 m = 100 cm, 2 m = 200 cm, dan 3 m = 300 cm, menyimpulkan bahwa mengubah meter ke sentimeter dilakukan dengan mengalikan nilai meter dengan 100 atau menambahkan dua angka nol di belakang nilai meter (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan kartu cepat 'Pasangan Meter ke Sentimeter'. Setiap pasangan menerima 4 set kartu bertuliskan: (1) Kartu '4 m' dipasangkan dengan kartu '400 cm', (2) Kartu '6 m' dipasangkan dengan kartu '600 cm', (3) Kartu '7 m' dipasangkan dengan kartu '700 cm', dan (4) Kartu '9 m' dipasangkan dengan kartu '900 cm' (acuan pasangan benar: 4 m = 400 cm; 6 m = 600 cm; 7 m = 700 cm; 9 m = 900 cm) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan LKPD Menentukan Hubungan Satuan Panjang dari Meter ke Sentimeter yang terdiri dari 5 soal isian: (1) 2 m = ... cm, (2) 5 m = ... cm, (3) 8 m = ... cm, (4) 10 m = ... cm, (5) 12 m = ... cm (acuan kunci jawaban: 1. 200 cm; 2. 500 cm; 3. 800 cm; 4. 1.000 cm; 5. 1.200 cm) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan LKPD, saling memeriksa jawaban, serta mendiskusikan kesulitan yang dihadapi saat mengubah bilangan meter puluhan ke sentimeter (15 menit).
- Murid menyimpulkan aturan konversi hubungan satuan baku panjang dari meter ke sentimeter dengan kalimat sendiri: bahwa setiap 1 meter bernilai 100 sentimeter (acuan simpulan: mengalikan bilangan meter dengan 100 menghasilkan nilai dalam sentimeter) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran hari ini tentang cara mengubah satuan panjang meter ke sentimeter (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir soal kuis cepat dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya yaitu mengubah sentimeter ke meter (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bantuan tabel konversi meter-ke-sentimeter bergambar (kelipatan 100), sedangkan murid yang cepat diberikan bilangan di atas 10 meter (misalnya 15 m dan 20 m).
- Proses: Murid dengan pemahaman dasar didampingi secara intensif oleh guru saat mengerjakan konversi, sedangkan murid mahir bekerja mandiri dan dapat menjelaskan caranya kepada pasangan belajarnya.
- Produk: Semua murid menyelesaikan soal konversi pada LKPD, murid yang cepat menyelesaikan 2 soal tantangan tambahan pada LKPD.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai hubungan dasar m dan cm: (1) Berapa sentimeter dalam 1 meter? (acuan: 100 cm), (2) Berapa sentimeter dalam 2 meter? (acuan: 200 cm)
Proses:- Pengamatan saat permainan memasangkan 4 kartu: (1) 4 m -> 400 cm, (2) 6 m -> 600 cm, (3) 7 m -> 700 cm, (4) 9 m -> 900 cm (acuan: ketepatan pasangan kartu)
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan LKPD mandiri 5 butir soal: (1) 2 m = 200 cm, (2) 5 m = 500 cm, (3) 8 m = 800 cm, (4) 10 m = 1.000 cm, (5) 12 m = 1.200 cm (acuan: 5 butir kunci jawaban benar)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (exit ticket) 2 butir soal: (1) 3 m = ... cm (acuan: 300 cm), (2) 6 m = ... cm (acuan: 600 cm)
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan memasangkan kartu meter ke sentimeter
- Penilaian lembar kerja mandiri konversi satuan meter ke sentimeter (LKPD)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menentukan hubungan satuan panjang dari meter ke sentimeter pada LKPD | Mampu menentukan hubungan meter ke sentimeter dengan benar pada 0-1 dari 5 butir soal acuan LKPD. | Mampu menentukan hubungan meter ke sentimeter dengan benar pada 2-3 dari 5 butir soal acuan LKPD. | Mampu menentukan hubungan meter ke sentimeter dengan benar pada 4 dari 5 butir soal acuan LKPD secara mandiri. | Mampu menentukan hubungan meter ke sentimeter dengan benar pada seluruh 5 butir soal acuan LKPD secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media meteran gulung dan permainan kartu pasangan membantu murid memahami hubungan 1 m = 100 cm?
- Bagian mana dari langkah konversi meter ke sentimeter yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa yang kamu lakukan jika ingin mengubah ukuran dari meter ke sentimeter?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat memasangkan kartu ukuran meter dan sentimeter hari ini?
Pertemuan 4 — Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Panjang dari Sentimeter ke Meter — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m)
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan perlengkapan belajar berupa penggaris 100 cm dan meteran lipat/gulung (2 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik awal secara lisan kepada seluruh murid dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) '1 meter sama dengan berapa sentimeter?' (acuan: 100 sentimeter), (2) 'Jika ada tongkat panjangnya 100 cm, tongkat itu sama dengan berapa meter?' (acuan: 1 meter) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan hubungan konversi satuan baku panjang dari sentimeter (cm) ke meter (m) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru membentangkan pita sepanjang 300 cm di papan tulis yang ditandai setiap kelipatan 100 cm (100 cm, 200 cm, 300 cm) (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru bahwa setiap 100 cm bernilai sama dengan 1 m, sehingga menentukan ukuran cm ke m dilakukan dengan membagi bilangan dengan 100 atau menghitung berapa kali kelipatan 100 cm yang terbentuk (contoh acuan: 100 cm = 1 m; 200 cm = 2 m; 300 cm = 3 m) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Tukar Kartu Ukuran', di mana setiap pasangan menerima 4 kartu nilai sentimeter untuk dipasangkan ke kartu nilai meter yang tepat: Kartu A: 100 cm -> 1 m; Kartu B: 400 cm -> 4 m; Kartu C: 600 cm -> 6 m; Kartu D: 800 cm -> 8 m (acuan ketepatan: A-1 m, B-4 m, C-6 m, D-8 m) (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Konversi cm ke m yang memuat 4 soal konversi ratusan cm ke m: (1) 200 cm = ... m (acuan: 2 m); (2) 500 cm = ... m (acuan: 5 m); (3) 700 cm = ... m (acuan: 7 m); (4) 900 cm = ... m (acuan: 9 m) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan jawaban di papan tulis dan mengidentifikasi letak kekeliruan jika ada (15 menit).
- Murid menyimpulkan aturan penentuan konversi dari sentimeter ke meter bersama bimbingan guru (acuan simpulan: setiap 100 cm sama dengan 1 m, sehingga bilangan ratusan pada cm menunjukkan nilai meter) (5 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan asesmen akhir singkat secara mandiri pada secarik kertas berisi 3 butir soal konversi: (1) 300 cm = ... m, (2) 600 cm = ... m, (3) 800 cm = ... m (acuan jawaban: 1 = 3 m, 2 = 6 m, 3 = 8 m) (10 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid, menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya (gabungan meter dan sentimeter), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan alat bantu garis bilangan lompatan kelipatan 100 cm ke 1 m; murid yang mahir diberikan kartu bilangan kelipatan 100 yang lebih besar hingga 2.000 cm.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mengerjakan latihan berpasangan didampingi tutor sebaya atau guru secara langsung; murid cepat menyelesaikan latihan mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan konversi yang tepat; murid cepat menuliskan langkah pengelompokan kelipatan 100 (misalnya 400 cm = 100 cm x 4 = 4 m).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) '1 meter sama dengan berapa sentimeter?' (acuan: 100 sentimeter), (2) 'Jika ada tongkat panjang 100 cm, berapa meterkah itu?' (acuan: 1 meter).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan saat tantangan berpasangan 'Tukar Kartu Ukuran' mencocokkan 4 kartu: 100 cm -> 1 m; 400 cm -> 4 m; 600 cm -> 6 m; 800 cm -> 8 m (acuan: seluruh pasangan tepat).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Konversi cm ke m berisi 4 butir: (1) 200 cm = 2 m; (2) 500 cm = 5 m; (3) 700 cm = 7 m; (4) 900 cm = 9 m (acuan: minimal 3 dari 4 butir benar untuk kategori berkembang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis 3 butir soal konversi pada lembar penutup: (1) 300 cm = ... m (acuan: 3 m); (2) 600 cm = ... m (acuan: 6 m); (3) 800 cm = ... m (acuan: 8 m). Kriteria ketercapaian: benar minimal 2 dari 3 butir soal.
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal di bagian pendahuluan
- Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Tukar Kartu Ukuran'
- Penilaian Lembar Kerja Konversi cm ke m (4 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan hubungan satuan baku panjang dari sentimeter (cm) ke meter (m) | Belum mampu menentukan konversi sentimeter ke meter (0 butir benar dari 4 butir latihan LKPD). | Mampu menentukan konversi sentimeter ke meter untuk 1-2 butir benar dari 4 butir latihan LKPD dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu menentukan konversi sentimeter ke meter dengan tepat untuk minimal 3 dari 4 butir latihan LKPD secara mandiri (acuan: 200 cm = 2 m, 500 cm = 5 m, 700 cm = 7 m, 900 cm = 9 m). | Mampu menentukan konversi sentimeter ke meter dengan tepat pada seluruh (4 butir) latihan LKPD dan mampu menjelaskan bahwa setiap kelipatan 100 cm bernilai 1 m secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media garis bilangan dan kartu ukuran membantu murid memahami perubahan nilai dari sentimeter ke meter?
- Bagian mana dari kegiatan konversi cm ke m yang paling sering memicu kekeliruan perhitungan murid?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah mengubah ukuran ratusan sentimeter menjadi meter?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar mengubah sentimeter ke meter hari ini?
Pertemuan 5 — Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Panjang Gabungan Meter dan Sentimeter — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m)
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan konsep konversi dasar dengan meminta murid menjawab 2 soal di papan tulis: (1) 1 m = ... cm (acuan: 100 cm), (2) 200 cm = ... m (acuan: 2 m) (4 menit).
- Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan topik hari ini yaitu mengubah ukuran panjang gabungan meter dan sentimeter ke sentimeter penuh atau sebaliknya, serta menyampaikan tujuan kegiatan hari ini (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan dekomposisi panjang gabungan di papan tulis: 1 m 45 cm diuraikan menjadi 1 m + 45 cm = 100 cm + 45 cm = 145 cm, serta sebaliknya 235 cm diuraikan menjadi 200 cm + 35 cm = 2 m + 35 cm = 2 m 35 cm dengan bimbingan guru (10 menit).
- Murid bersama guru membahas contoh kedua: 3 m 10 cm = 300 cm + 10 cm = 310 cm, dan 108 cm = 100 cm + 8 cm = 1 m 8 cm untuk memastikan pemahaman nilai ratusan sebagai meter (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Estafet Kartu Panjang': setiap pasangan menerima 4 kartu soal konversi gabungan untuk diselesaikan bersama (1) 1 m 60 cm = ... cm (acuan: 160 cm); (2) 2 m 5 cm = ... cm (acuan: 205 cm); (3) 175 cm = ... m ... cm (acuan: 1 m 75 cm); (4) 320 cm = ... m ... cm (acuan: 3 m 20 cm) (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Mandiri yang memuat 4 butir soal: (1) 2 m 30 cm = ... cm; (2) 4 m 15 cm = ... cm; (3) 150 cm = ... m ... cm; (4) 285 cm = ... m ... cm (acuan: (1) 230 cm; (2) 415 cm; (3) 1 m 50 cm; (4) 2 m 85 cm) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar latihan mandiri dan membahas langkah dekomposisi ratusan sentimeter menjadi meter untuk mengevaluasi pemahaman konsep konversi gabungan (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa 1 m bernilai 100 cm sehingga setiap ratusan pada satuan sentimeter dapat diubah menjadi meter utuh dan sisanya tetap sentimeter (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tabel panduan nilai tempat (100 cm = 1 m, 200 cm = 2 m, dst.) bagi murid yang memerlukan scaffolding visual.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada dekomposisi ratusan bagi murid yang membutuhkan, sementara murid mahir menyelesaikan soal mandiri secara langsung.
- Produk: Murid menyelesaikan 4 butir soal konversi gabungan secara mandiri sesuai tingkat kemandirian masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab tertulis di awal: (1) 1 m = ... cm (acuan: 100 cm); (2) 200 cm = ... m (acuan: 2 m) untuk memetakan kesiapan murid dalam melakukan konversi dasar meter dan sentimeter.
Proses:- Observasi ketepatan dan kemandirian murid saat menyelesaikan 4 kartu konversi gabungan berpasangan: (1) 1 m 60 cm = 160 cm, (2) 2 m 5 cm = 205 cm, (3) 175 cm = 1 m 75 cm, (4) 320 cm = 3 m 20 cm.
- Pemeriksaan hasil Lembar Latihan Mandiri 4 butir: (1) 2 m 30 cm = 230 cm; (2) 4 m 15 cm = 415 cm; (3) 150 cm = 1 m 50 cm; (4) 285 cm = 2 m 85 cm.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi dengan 2 soal cepat: (1) Ubahlah 3 m 40 cm ke cm! (acuan: 340 cm); (2) Ubahlah 125 cm ke gabungan m dan cm! (acuan: 1 m 25 cm).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan kartu tantangan berpasangan
- Tes tertulis singkat pada Lembar Latihan Mandiri konversi satuan panjang gabungan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menentukan hubungan satuan panjang gabungan (m dan cm ke cm, atau cm ke m dan cm) | Menentukan hubungan satuan panjang gabungan dengan tepat pada paling banyak 1 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Menentukan hubungan satuan panjang gabungan dengan tepat pada 2 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Menentukan hubungan satuan panjang gabungan dengan tepat pada 3 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Menentukan hubungan satuan panjang gabungan dengan tepat pada seluruh 4 butir soal latihan mandiri (acuan: 2 m 30 cm = 230 cm; 4 m 15 cm = 415 cm; 150 cm = 1 m 50 cm; 285 cm = 2 m 85 cm) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami pemisahan ratusan sentimeter menjadi meter dengan tepat?
- Bagian mana dari langkah konversi satuan gabungan yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Apa yang kamu lakukan pertama kali ketika mengubah ukuran seperti 1 m 50 cm menjadi sentimeter?
- Bagian mana yang paling mudah atau paling menantang bagimu saat mengubah sentimeter ke meter dan sentimeter?
Pertemuan 6 — Mengukur Berat Benda Menggunakan Satuan Baku Gram (g) dengan Timbangan Datar/Digital — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Mengukur berat benda menggunakan satuan baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengamati 3 gambar kartu benda ringan: (1) penghapus pensil, (2) sekotak klip kertas, (3) rautan pensil. Guru mengajukan pertanyaan: 'Alat ukur baku dan satuan apa yang paling tepat untuk mengukur berat benda-benda ringan ini?' (acuan: timbangan datar/digital dan satuan gram / g) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur berat benda menggunakan alat ukur timbangan datar/digital dalam satuan baku gram (g) secara tepat (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru tentang cara menyiapkan timbangan digital: menyalakan tombol daya, memastikan angka di layar menunjukkan '0 g' (fitur tara/zero), meletakkan 1 buah apel di atas wadah datar timbangan, dan membaca angka berat yang muncul di layar dengan satuan gram (8 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai satuan baku gram (g) yang digunakan untuk benda-benda berbobot ringan, serta mengidentifikasi bagian layar dan permukaan datar timbangan digital agar hasil pengukuran akurat (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (beranggotakan 3-4 anak) dan menerima 1 unit timbangan digital serta Lembar Pengukuran yang memuat daftar 4 benda nyata yang telah disiapkan di meja: Benda A (kotak pensil isi), Benda B (buku tulis), Benda C (tempat minum plastik kosong), dan Benda D (penghapus papan tulis) (4 menit).
- Murid memainkan tantangan 'Tebak Tepat Gram': sebelum menimbang, setiap murid memegang benda untuk memperkirakan beratnya secara gembira, lalu secara bergiliran menimbang keempat benda tersebut pada timbangan digital dan mencatat hasil pembacaan angka pada layar beserta satuan gramnya di lembar kerja (16 menit).
- Setiap kelompok memeriksa ulang hasil pengukuran keempat benda dengan membandingkan angka yang terbaca pada layar timbangan digital untuk memastikan kestabilan dan ketepatan hasil pengukuran (acuan toleransi pembacaan: Benda A kotak pensil: 120 g [rentang 115-125 g]; Benda B buku tulis: 150 g [rentang 145-155 g]; Benda C tempat minum plastik kosong: 80 g [rentang 75-85 g]; Benda D penghapus papan tulis: 50 g [rentang 45-55 g]) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses pengukuran: apa yang terjadi jika timbangan belum menunjukkan angka '0 g' sebelum benda diletakkan, dan mengapa satuan gram tepat digunakan untuk benda-benda tersebut (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara mengukur berat benda menggunakan timbangan digital dalam satuan gram (g) (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya (menimbang dengan satuan kilogram), merapikan peralatan timbangan bersama murid, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca tampilan angka layar timbangan digital pada benda dengan bobot bulat sederhana (misal 50 g dan 100 g).
- Proses: Murid yang telah mahir mengukur diberikan tantangan tambahan menimbang 2 benda lain di kelas (misal gunting dan lem kertas) secara mandiri.
- Produk: Semua murid mendokumentasikan hasil pengukuran berat dalam satuan baku gram (g) pada tabel lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai alat dan satuan baku untuk benda ringan berdasarkan 3 gambar kartu (penghapus, klip, rautan). Acuan jawaban benar: alat timbangan datar/digital dan satuan gram (g).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mengoperasikan timbangan digital (memastikan angka nol, meletakkan benda di bidang datar, membaca angka berat pada layar) dan mencatat 4 hasil pengukuran benda A, B, C, dan D dalam satuan gram (acuan: Benda A 120 g, Benda B 150 g, Benda C 80 g, Benda D 50 g dengan batas toleransi timbangan ±5 g).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi: Murid membaca gambar layar timbangan digital yang memuat sebuah benda (sebuah apel) yang menunjukkan angka '135' dan menuliskan hasil pengukurannya lengkap dengan satuan baku. Acuan jawaban benar: 135 gram (atau 135 g).
Formatif:- Unjuk kerja dan observasi pengukuran berat benda menggunakan timbangan datar/digital dalam satuan gram (g)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan mengukur berat benda menggunakan timbangan digital dalam satuan gram | Belum mampu meletakkan benda pada timbangan digital dengan benar dan belum dapat membaca angka hasil pengukuran pada layar. | Mampu meletakkan benda pada timbangan digital tetapi masih membutuhkan bimbingan penuh untuk memastikan angka nol dan membaca angka berat dalam satuan gram. | Mampu mengukur berat benda menggunakan timbangan datar/digital dan membaca serta mencatat hasil pengukuran 4 benda dalam satuan gram secara tepat dengan sedikit arahan guru. | Mampu mengukur berat benda menggunakan timbangan datar/digital secara mandiri, konsisten memastikan timbangan pada posisi nol, serta membaca dan mencatat seluruh hasil pengukuran dalam satuan gram dengan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengoperasikan timbangan digital dan membaca angka satuan gram dengan tepat?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas kolaboratif menimbang benda-benda nyata?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat menimbang benda menggunakan timbangan digital?
- Apakah kamu sudah bisa membaca angka dan satuan gram yang muncul di layar timbangan?
Pertemuan 7 — Mengukur Berat Benda Menggunakan Satuan Baku Kilogram (kg) dengan Timbangan Jarum/Duduk — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Mengukur berat benda menggunakan satuan baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memperlihatkan gambar jarum timbangan duduk yang menunjuk ke angka 0 kg dan bertanya: 'Jika belum ada benda di atas timbangan, jarum harus menunjuk ke angka berapa?' (acuan: angka 0 kg) serta memperlihatkan gambar jarum menunjuk angka 2 kg (acuan: 2 kg) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur berat benda menggunakan satuan baku kilogram (kg) dengan timbangan jarum/duduk (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan timbangan jarum/duduk di depan kelas, menjelaskan bagian wadah timbangan, piringan angka satuan kilogram (1 kg, 2 kg, 3 kg, 4 kg, 5 kg), dan jarum penunjuk berat (5 menit).
- Guru meletakkan 1 kantong pasir seberat 1 kg di atas timbangan jarum, lalu meminta murid mengamati posisi awal jarum (angka 0) yang berputar dan berhenti tepat di garis angka 1 kg, membimbing murid membaca hasil ukuran secara cermat dan berkesadaran (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (berpasangan/3 orang) dan membagikan Lembar Kerja Pengukuran serta menyediakan 4 paket benda nyata berlabel: Paket A (kantong beras), Paket B (kantong labu/buah), Paket C (kantong buku paket), dan Paket D (kantong botol air terisi penuh) beserta timbangan jarum/duduk (5 menit).
- Permainan Menggembirakan 'Tantangan Timbang Kilogram': Setiap kelompok secara bergiliran menimbang 4 paket benda tersebut di meja stasiun timbangan jarum masing-masing, membaca jarum penunjuk, dan mencatat hasil pengukuran berat dalam satuan kg pada tabel lembar kerja (acuan berat: Paket A = 2 kg, Paket B = 1 kg, Paket C = 3 kg, Paket D = 4 kg) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri mengerjakan kuis cek pemahaman membaca 3 gambar skala timbangan jarum yang dibagikan guru: Gambar 1 menunjukkan jarum di angka 2 kg, Gambar 2 di angka 5 kg, Gambar 3 di angka 3 kg (acuan jawaban: Gambar 1 = 2 kg, Gambar 2 = 5 kg, Gambar 3 = 3 kg) (10 menit).
- Guru bersama murid mencocokkan hasil pengukuran dan membaca skala jarum timbangan, mengonfirmasi cara membaca posisi jarum secara tegak lurus agar ukuran akurat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara mengukur berat benda menggunakan timbangan jarum/duduk dalam satuan baku kilogram (kg) dengan memastikan jarum mulai dari angka 0 dan membaca angka yang ditunjuk jarum (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (mengukur berat gabungan kilogram dan gram), lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan timbangan jarum dengan angka visual besar dan garis skala kilogram yang kontras, sedangkan murid yang mahir diberikan benda dengan variasi berat bilangan cacah kg yang lebih beragam (misalnya 1 kg hingga 5 kg).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru secara intensif dalam memastikan posisi awal jarum di angka 0 sebelum menaruh benda, sedangkan murid mandiri langsung mengukur dan mencatat 4 benda bersama teman kelompoknya.
- Produk: Semua murid mengisi tabel hasil pengukuran berat benda dalam satuan kilogram (kg); murid mahir melengkapi penjelasan verifikasi posisi jarum penunjuk secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual membaca jarum timbangan: Guru menunjukkan gambar timbangan kosong dan bertanya: 'Ke angka berapa jarum menunjuk sebelum benda diletakkan?' (acuan jawaban: angka 0).
- Guru menunjukkan gambar timbangan jarum dengan penunjuk tepat di angka 2 kg dan bertanya: 'Berapa kilogram berat benda ini?' (acuan jawaban: 2 kg).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid meletakkan benda pada timbangan duduk dan membaca angka yang ditunjuk jarum dalam satuan kilogram pada 4 paket benda (acuan kunci: Paket A = 2 kg, Paket B = 1 kg, Paket C = 3 kg, Paket D = 4 kg).
- Umpan balik langsung saat murid keliru melihat sudut jarum atau salah membaca angka skala kilogram.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu membaca 3 gambar jarum timbangan duduk: Butir 1 (skala jarum menunjuk angka 2 kg; acuan: 2 kg), Butir 2 (skala jarum menunjuk angka 5 kg; acuan: 5 kg), Butir 3 (skala jarum menunjuk angka 3 kg; acuan: 3 kg).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menimbang benda dan membaca skala timbangan jarum/duduk dalam satuan kilogram
- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengukuran berat 4 benda nyata
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengukur berat benda menggunakan satuan baku kilogram (kg) dengan timbangan jarum/duduk | Belum mampu mengukur atau membaca hasil timbangan jarum (hanya tepat 0 dari 4 benda: Paket A = 2 kg, Paket B = 1 kg, Paket C = 3 kg, Paket D = 4 kg) meski dengan bantuan penuh guru. | Mampu mengukur dan membaca hasil timbangan jarum secara tepat pada 1-2 dari 4 benda dengan bantuan dan arahan guru (acuan: Paket A = 2 kg, Paket B = 1 kg, Paket C = 3 kg, Paket D = 4 kg). | Mampu mengukur dan membaca hasil timbangan jarum secara tepat pada 3 dari 4 benda secara mandiri (acuan: Paket A = 2 kg, Paket B = 1 kg, Paket C = 3 kg, Paket D = 4 kg). | Mampu mengukur dan membaca hasil timbangan jarum secara tepat pada seluruh 4 benda (Paket A = 2 kg, Paket B = 1 kg, Paket C = 3 kg, Paket D = 4 kg) secara tepat dan mandiri tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengoperasikan timbangan jarum/duduk dan membaca skala kilogram dengan tepat?
- Apakah pengelolaan waktu pada saat aktivitas menimbang 4 paket benda berjalan efektif dan kondusif?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah saat kamu membaca jarum timbangan kilogram hari ini?
- Apakah kamu menemui kesulitan saat menentukan angka yang ditunjuk oleh jarum timbangan?
Pertemuan 8 — Mengukur Berat Benda Menggunakan Satuan Baku Gabungan Kilogram dan Gram — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Mengukur berat benda menggunakan satuan baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan gambar timbangan jarum yang menunjuk tepat pada angka 1 kg dan timbangan digital bertuliskan 500 g, lalu menanyakan nama satuan baku dan nilai ukuran pada masing-masing alat ukur (acuan: gambar 1 bernilai 1 kg, gambar 2 bernilai 500 gram) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur berat benda menggunakan satuan baku gabungan kilogram dan gram (misalnya 1 kg lebih 200 g) menggunakan timbangan jarum/dapur (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan sekantong buah jeruk di atas timbangan jarum dapur kapasitas 5 kg yang menunjukkan jarum melewati angka 1 kg dan berhenti pada garis strip ke-3 (tiap strip mewakili 100 gram), lalu memandu murid mengamati bahwa posisinya berada di 1 kg lebih 300 gram (7 menit).
- Guru memodelkan cara membaca skala timbangan jarum: angka besar menunjukkan kilogram (kg) dan garis-garis pembagi di antaranya menunjukkan gram (g), lalu mencatat hasilnya dalam bentuk gabungan: '1 kg 300 g' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Timbang Paket Belanja' (prinsip Menggembirakan): setiap pasangan menimbang 3 paket benda yang disediakan guru di meja praktik dan membaca hasil ukurannya dalam gabungan kg dan g (15 menit).
- Tiap pasangan menimbang dan mencatat hasil 3 paket benda pada lembar kerja: Paket A (kantong beras: 1 kg 200 g), Paket B (kantong gula pasir: 1 kg 500 g), dan Paket C (kantong buku tulis: 2 kg 100 g), kemudian saling mencocokkan hasil bacaan timbangan (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengukuran ketiga paket secara klasikal (acuan: Paket A = 1 kg 200 g, Paket B = 1 kg 500 g, Paket C = 2 kg 100 g) dan membahas kendala saat melihat jarum timbangan (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara membaca hasil pengukuran berat benda yang menggunakan satuan baku gabungan kilogram dan gram (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan/tulisan singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan timbangan jarum dengan penanda garis strip gram yang diberi label angka bantuan (100 g, 200 g, dst.), sedangkan murid yang telah mahir mengukur benda dengan strip skala lebih rapat (tiap 50 gram).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru membaca jarum dari angka kg terdekat lalu menghitung strip gram satu per satu; murid mahir menimbang secara mandiri 3 paket benda.
- Produk: Semua murid mencatat hasil pengukuran 3 benda dalam format satuan gabungan kilogram dan gram pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca alat ukur berat tunggal: Murid diminta membaca 2 gambar timbangan. Butir 1: Timbangan jarum menunjuk angka 1 kg. Butir 2: Timbangan digital menampilkan angka 500 g. (Acuan jawaban: Butir 1 = 1 kg; Butir 2 = 500 gram).
Proses:- Observasi unjuk kerja menimbang 3 paket belanja menggunakan timbangan jarum. Kriteria: Ketepatan meletakkan benda di atas wadah timbangan, ketepatan membaca jarum kilogram utama, dan ketepatan membaca jarum/strip gram (Acuan: Paket A = 1 kg 200 g; Paket B = 1 kg 500 g; Paket C = 2 kg 100 g).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca hasil timbangan gabungan pada 2 soal gambar timbangan jarum: Gambar 1 menunjukkan jarum di angka 1 kg lebih 4 strip (100 g per strip); Gambar 2 menunjukkan jarum di angka 2 kg lebih 3 strip. (Acuan jawaban: Gambar 1 = 1 kg 400 g; Gambar 2 = 2 kg 300 g).
Formatif:- Unjuk kerja praktik pengukuran berat benda menggunakan timbangan jarum dalam satuan gabungan kg dan g
- Pemeriksaan lembar kerja pengukuran 3 paket belanja (Paket A, Paket B, Paket C)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengukur Berat Benda Menggunakan Satuan Baku Gabungan Kilogram dan Gram | Belum mampu membaca hasil pengukuran timbangan dalam satuan baku gabungan kilogram dan gram secara tepat untuk ketiga paket benda (0 dari 3 tepat; acuan: Paket A = 1 kg 200 g, Paket B = 1 kg 500 g, Paket C = 2 kg 100 g). | Mampu membaca hasil pengukuran berat benda menggunakan satuan baku gabungan kilogram dan gram secara tepat untuk 1 dari 3 paket benda sesuai acuan. | Mampu membaca hasil pengukuran berat benda menggunakan satuan baku gabungan kilogram dan gram secara tepat untuk 2 dari 3 paket benda sesuai acuan. | Mampu membaca hasil pengukuran berat benda menggunakan satuan baku gabungan kilogram dan gram secara tepat dan mandiri untuk seluruh (3 dari 3) paket benda sesuai acuan (Paket A = 1 kg 200 g, Paket B = 1 kg 500 g, Paket C = 2 kg 100 g). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alat timbangan jarum yang disediakan memiliki skala gram yang cukup jelas terbaca oleh murid kelas 3?
- Bagian mana dari pembacaan garis strip gram pada timbangan yang masih membuat murid keliru dalam menentukan satuan gabungan?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: membaca angka kilogramnya atau menghitung garis strip gramnya?
- Apakah kamu sudah bisa membaca berat benda yang memiliki ukuran lebih dari 1 kilogram menggunakan timbangan jarum?
Pertemuan 9 — Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Berat dari Kilogram ke Gram — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Menentukan hubungan antar-satuan berat (g, kg)
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak murid memfokuskan perhatian pada pembelajaran hubungan satuan berat (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan kesiapan murid terkait hubungan dasar satuan berat: 'Jika ada 1 kantong tepung seberat 1 kg, berapakah beratnya dalam gram?' (acuan jawaban: 1 kg = 1.000 gram) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan hubungan antar-satuan baku berat dan mengubah nilai satuan berat dari kilogram (kg) ke gram (g) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru berupa 1 kantong gula pasir bertuliskan 1 kg di samping timbangan digital yang menunjukkan angka 1.000 g untuk membangun kesadaran bahwa 1 kg setara dengan 1.000 g (acuan konsep: 1 kg = 1.000 g; 2 kg = 2.000 g) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan permainan hitung cepat 'Tukar Kilogram ke Gram' dengan menyelesaikan 4 kartu konversi: Kartu 1: 3 kg = ... g (acuan: 3.000 g); Kartu 2: 5 kg = ... g (acuan: 5.000 g); Kartu 3: 7 kg = ... g (acuan: 7.000 g); Kartu 4: 9 kg = ... g (acuan: 9.000 g) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Konversi Berat berisi 4 soal: (1) 2 kg beras = ... g (acuan: 2.000 g); (2) 4 kg gula = ... g (acuan: 4.000 g); (3) 6 kg semangka = ... g (acuan: 6.000 g); (4) 8 kg labu = ... g (acuan: 8.000 g) (15 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar latihan dengan kunci acuan dan mendiskusikan pola bahwa setiap pertambahan 1 kg bernilai 1.000 g (dikalikan 1.000) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama aturan menentukan hubungan satuan berat dari kilogram ke gram (1 kg = 1.000 g, nilai kg dikalikan 1.000) (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat (cek pemahaman) berupa 1 soal cepat: 'Jika Ibu membeli 10 kg beras, berapakah berat beras tersebut dalam gram?' (acuan: 10.000 gram), lalu menutup pertemuan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual tabel kesetaraan (1 kg = 1.000 g, 2 kg = 2.000 g), sedangkan murid yang cepat diberikan bilangan kilogram puluhan (misal 12 kg, 15 kg).
- Proses: Murid yang kesulitan dibimbing secara terarah dengan bantuan benda konkret/tabel hitung berulang, sedangkan murid yang mahir bekerja secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja penentuan konversi berat kg ke g dengan tingkat tantangan angka yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Berapa gram nilai dari 1 kilogram?' (acuan: 1.000 gram)
Proses:- Pemeriksaan ketepatan 4 butir kartu tantangan berpasangan: Kartu 1: 3 kg = ... g (acuan: 3.000 g); Kartu 2: 5 kg = ... g (acuan: 5.000 g); Kartu 3: 7 kg = ... g (acuan: 7.000 g); Kartu 4: 9 kg = ... g (acuan: 9.000 g)
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir: (1) 2 kg = 2.000 g; (2) 4 kg = 4.000 g; (3) 6 kg = 6.000 g; (4) 8 kg = 8.000 g (acuan: seluruh konversi dikalikan 1.000)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir di penutup: Menentukan nilai 10 kg dalam satuan gram (acuan: 10.000 g)
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan hitung cepat konversi kg ke g
- Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada 4 butir lembar latihan konversi satuan berat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menentukan hubungan satuan berat dari kilogram ke gram | Belum mampu menentukan konversi berat dari kg ke g secara tepat (0 butir benar dari 4 butir latihan mandiri). | Mampu menentukan konversi berat dari kg ke g secara tepat untuk 1-2 butir dari 4 butir latihan mandiri dengan bantuan guru (acuan butir: 2 kg = 2.000 g; 4 kg = 4.000 g; 6 kg = 6.000 g; 8 kg = 8.000 g). | Mampu menentukan konversi berat dari kg ke g secara tepat untuk minimal 3 dari 4 butir latihan mandiri secara mandiri (acuan butir: 2 kg = 2.000 g; 4 kg = 4.000 g; 6 kg = 6.000 g; 8 kg = 8.000 g). | Mampu menentukan seluruh konversi berat dari kg ke g secara tepat untuk 4 butir latihan mandiri secara konsisten dan mandiri (acuan butir: 2 kg = 2.000 g; 4 kg = 4.000 g; 6 kg = 6.000 g; 8 kg = 8.000 g). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan peragaan konkret dan permainan kartu efektif membantu murid memahami bahwa 1 kg setara dengan 1.000 gram?
- Bagian mana dari langkah konversi kilogram ke gram yang masih dirasa sulit oleh murid?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa mengubah ukuran kilogram menjadi gram dengan mudah?
- Langkah mana yang paling kamu sukai saat belajar mengubah satuan berat hari ini?
Pertemuan 10 — Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Berat dari Gram ke Kilogram — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Menentukan hubungan antar-satuan berat (g, kg)
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan hubungan antar-satuan baku berat dari gram ke kilogram (konversi gram ke kilogram kelipatan ribuan) (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan menuliskan 2 soal di papan tulis: (1) 1 kg = ... gram (acuan: 1.000 gram); (2) Jika ada 1.000 gram gula pasir, berapa kg gula pasir tersebut? (acuan: 1 kg) untuk memetakan pemahaman dasar murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan masalah kontekstual: Meutia menimbang tepung seberat 3.000 gram untuk persediaan toko kue, lalu guru mendemonstrasikan bahwa setiap 1.000 gram setara dengan 1 kilogram, sehingga 3.000 gram = 1.000 g + 1.000 g + 1.000 g = 3 kg (atau 3.000 : 1.000 = 3 kg) (8 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati hubungan kebalikan: jika 1 kg = 1.000 gram, maka 1.000 gram = 1 kg, 2.000 gram = 2 kg, 4.000 gram = 4 kg, dan 5.000 gram = 5 kg dengan bimbingan guru (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan berpasangan 'Tukar Kartu Berat': Setiap pasangan menerima 4 kartu soal gram untuk diubah menjadi kilogram secara bergiliran: Kartu A (2.000 gram), Kartu B (4.000 gram), Kartu C (6.000 gram), Kartu D (8.000 gram) (acuan jawaban: Kartu A = 2 kg, Kartu B = 4 kg, Kartu C = 6 kg, Kartu D = 8 kg) (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Konversi Gram ke Kilogram yang terdiri atas 4 butir: (1) 3.000 g = ... kg; (2) 5.000 g = ... kg; (3) 7.000 g = ... kg; (4) 9.000 g = ... kg (acuan kunci jawaban: (1) 3 kg; (2) 5 kg; (3) 7 kg; (4) 9 kg) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa bersama hasil lembar latihan dan meminta 2 orang perwakilan murid menyebutkan pola yang ditemukan saat mengubah satuan gram ribuan menjadi kilogram (misalnya membagi dengan 1.000 atau menghilangkan tiga angka nol di belakang) (5 menit).
- Murid menyimpulkan aturan konversi berat dari gram ke kilogram berdasarkan hasil pengerjaannya (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali materi bahwa 1.000 gram = 1 kilogram, 2.000 gram = 2 kilogram, dan seterusnya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja mandiri murid dan menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bantuan visual berupa garis bilangan ribuan (1.000 g = 1 kg, 2.000 g = 2 kg).
- Proses: Murid yang sudah mahir mengerjakan soal tantangan mandiri dengan nilai ribuan hingga 10.000 gram, sementara murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terbimbing.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar konversi yang terisi tepat dari gram ke kilogram.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat lisan/tulis di papan tulis (2 butir): (1) 1 kg = ... gram (acuan: 1.000 gram); (2) 1.000 gram = ... kg (acuan: 1 kg). Kriteria kesiapan: murid siap jika menjawab benar kedua butir tersebut.
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam menjawab 4 kartu pada permainan 'Tukar Kartu Berat': Kartu A (2.000 gram -> 2 kg), Kartu B (4.000 gram -> 4 kg), Kartu C (6.000 gram -> 6 kg), Kartu D (8.000 gram -> 8 kg).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil Lembar Latihan Konversi (4 butir): (1) 3.000 g = ... kg (kunci: 3 kg); (2) 5.000 g = ... kg (kunci: 5 kg); (3) 7.000 g = ... kg (kunci: 7 kg); (4) 9.000 g = ... kg (kunci: 9 kg). Kriteria: Tuntas jika minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai kunci.
Formatif:- Tes tertulis singkat pengerjaan 4 butir konversi gram ke kilogram pada Lembar Latihan
- Observasi unjuk kerja ketepatan jawaban pada permainan 'Tukar Kartu Berat'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menentukan hubungan satuan berat dari gram ke kilogram (kelipatan ribuan) | Belum mampu mengubah satuan gram ke kilogram dengan benar (0 butir tepat dari 4 butir acuan latihan). | Mampu mengubah satuan gram ke kilogram dengan benar pada 1-2 butir dari 4 butir acuan latihan (acuan: 3.000 g = 3 kg; 5.000 g = 5 kg; 7.000 g = 7 kg; 9.000 g = 9 kg). | Mampu mengubah satuan gram ke kilogram dengan benar pada 3 butir dari 4 butir acuan latihan secara tepat. | Mampu mengubah seluruh 4 butir satuan gram ke kilogram (3.000 g = 3 kg; 5.000 g = 5 kg; 7.000 g = 7 kg; 9.000 g = 9 kg) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami hubungan kebalikan dari gram ke kilogram melalui konsep pembagian/pengelompokan 1.000 gram?
- Bagian mana dari langkah konversi yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa yang kamu lakukan jika ingin mengubah ukuran berat 4.000 gram menjadi kilogram?
- Apakah kegiatan permainan 'Tukar Kartu Berat' membantumu memahami materi hari ini?
Pertemuan 11 — Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Berat Gabungan Kilogram dan Gram — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Menentukan hubungan antar-satuan berat (g, kg)
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama secara hening untuk memusatkan perhatian murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan konversi dasar: 1 kg = berapa gram? (acuan: 1.000 gram) dan 2.000 gram = berapa kg? (acuan: 2 kg) untuk memastikan kesiapan konsep hubungan satuan berat (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan hubungan antar-satuan baku berat gabungan kilogram dan gram dua arah (kg dan g ke g, serta g ke kg dan g) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati pemodelan guru di papan tulis tentang dekomposisi berat gabungan: 2 kg 400 g diubah ke gram -> 2 kg diubah menjadi 2.000 g, lalu dijumlahkan dengan 400 g menjadi 2.400 g (acuan: 2 kg 400 g = 2.000 g + 400 g = 2.400 g) (7 menit).
- Murid menyimak pemodelan sebaliknya: mengurai 3.250 g menjadi gabungan kg dan g -> 3.250 g dipecah menjadi ribuan dan sisa (3.000 g + 250 g), di mana 3.000 g = 3 kg, sehingga menjadi 3 kg 250 g (acuan: 3.250 g = 3.000 g + 250 g = 3 kg 250 g) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan kuis tantangan kartu konversi berat gabungan berisi 4 kartu soal: Kartu 1: 1 kg 750 g = ... g (acuan: 1.750 g); Kartu 2: 4 kg 50 g = ... g (acuan: 4.050 g); Kartu 3: 2.800 g = ... kg ... g (acuan: 2 kg 800 g); Kartu 4: 5.060 g = ... kg ... g (acuan: 5 kg 60 g) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan penentuan hubungan berat gabungan berisi 4 butir: (1) 3 kg 600 g = ... g (acuan: 3.600 g); (2) 5 kg 25 g = ... g (acuan: 5.025 g); (3) 4.350 g = ... kg ... g (acuan: 4 kg 350 g); (4) 1.090 g = ... kg ... g (acuan: 1 kg 90 g) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar latihan mandiri dengan acuan kunci, lalu murid menandai langkah pengubahan mana yang paling mudah dan mana yang membutuhkan ketelitian ekstra (misal angka puluhan pada gram) (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan konsep penentuan berat gabungan: ubah nilai kilogram menjadi ribuan gram lalu jumlahkan sisanya, atau pisahkan nilai ribuan gram untuk dijadikan kilogram (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid, mengingatkan persiapan pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tabel bagan nilai tempat ribuan (kg) dan ratusan/puluhan/satuan (g) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual pemisahan.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru membimbing langkah dekomposisi per 1.000 gram secara bertahap; bagi murid cepat, diberikan soal konversi gabungan dengan bilangan lebih besar (misal 7 kg 8 g = 7.008 g).
- Produk: Format penulisan jawaban latihan boleh menggunakan langkah penjumlahan tertulis panjang (misal 2.000 g + 400 g) atau langsung hasil akhir konversi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan prasyarat: (1) Ubahlah 1 kg ke dalam satuan gram! (acuan: 1.000 g); (2) Ubahlah 2.000 gram ke dalam satuan kilogram! (acuan: 2 kg).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat mengerjakan 4 kartu tantangan berpasangan: Kartu 1: 1 kg 750 g = 1.750 g; Kartu 2: 4 kg 50 g = 4.050 g; Kartu 3: 2.800 g = 2 kg 800 g; Kartu 4: 5.060 g = 5 kg 60 g.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui 4 butir soal: (1) 3 kg 600 g = ... g (acuan: 3.600 g); (2) 5 kg 25 g = ... g (acuan: 5.025 g); (3) 4.350 g = ... kg ... g (acuan: 4 kg 350 g); (4) 1.090 g = ... kg ... g (acuan: 1 kg 90 g). Kriteria ketuntasan: minimal 3 dari 4 butir terjawab tepat sesuai acuan.
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan penyelesaian 4 butir lembar latihan mandiri hubungan satuan berat gabungan kg dan g.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Berat Gabungan (kg dan g) | Tepat menentukan hubungan berat gabungan pada maksimal 1 dari 4 butir soal latihan. | Tepat menentukan hubungan berat gabungan pada 2 dari 4 butir soal latihan. | Tepat menentukan hubungan berat gabungan pada 3 dari 4 butir soal latihan sesuai acuan kunci. | Tepat menentukan hubungan berat gabungan pada seluruh (4 dari 4) butir soal latihan sesuai acuan kunci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk latihan mandiri mencukupi seluruh murid untuk menyelesaikan 4 soal hubungan berat gabungan?
- Bagian mana dari pengubahan gabungan (kg ke g atau g ke kg dan g) yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada murid?
Murid:- Langkah mana yang paling kamu pahami: mengubah kg dan g menjadi gram seluruhnya, atau mengurai gram menjadi kg dan g?
- Hal apa yang perlu kamu perhatikan saat mengubah satuan berat yang memiliki angka puluhan seperti 50 gram?
Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Mengukur panjang benda menggunakan satuan baku
- TP 3.3.2 Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m)
- TP 3.3.3 Mengukur berat benda menggunakan satuan baku
- TP 3.3.4 Menentukan hubungan antar-satuan berat (g, kg)
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pertemuan ke-12 yaitu pelaksanaan asesmen sumatif Bab 3 untuk mengukur panjang dan berat benda konkret serta menentukan kesetaraan antar-satuan baku panjang (cm-m) dan berat (g-kg) secara mandiri (3 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib dan dua bagian asesmen: Bagian 1 tes tertulis konversi satuan baku (25 menit serentak), dan Bagian 2 unjuk kerja pengukuran langsung secara bergiliran di meja asesmen guru (1,5 menit per anak x 28 murid = 42 menit), serta membagikan lembar asesmen tertulis dan lembar pencatatan unjuk kerja (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid membaca dan memahami petunjuk pengerjaan 6 butir soal konversi pada Bagian 1: Soal 1 (3 m = ... cm), Soal 2 (500 cm = ... m), Soal 3 (2 m 45 cm = ... cm), Soal 4 (4 kg = ... g), Soal 5 (7.000 g = ... kg), dan Soal 6 (3 kg 250 g = ... g); serta memahami petunjuk Bagian 2 yaitu mengukur panjang 1 kotak pensil dengan mistar 30 cm dan menimbang berat 1 buah apel dengan timbangan digital/jarum di meja guru (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengerjakan 6 butir tes tertulis konversi satuan baku pada lembar jawaban masing-masing dengan kunci jawaban: Soal 1 = 300 cm, Soal 2 = 5 m, Soal 3 = 245 cm, Soal 4 = 4.000 g, Soal 5 = 7 kg, Soal 6 = 3.250 g (22 menit).
- Secara bergiliran (alokasi 1,5 menit per anak x 28 murid = 42 menit), murid maju ke meja asesmen guru untuk melakukan unjuk kerja individual: (a) mengukur panjang kotak pensil menggunakan mistar dari titik nol dan mencatat hasilnya pada lembar asesmen (acuan kunci alat: tepat 20 cm); (b) menimbang berat buah apel pada timbangan dan mencatat hasilnya pada lembar asesmen (acuan kunci timbangan: tepat 150 g); sementara murid yang duduk di bangku melanjutkan pengerjaan lembar tertulis atau lembar pengayaan konversi mandiri (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan penulisan angka dan lambang satuan baku (cm, m, g, kg) pada lembar jawaban tertulis serta lembar pencatatan pengukuran mandiri sebelum batas waktu berakhir (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh berkas lembar jawaban tes tertulis dan lembar unjuk kerja murid secara tertib (2 menit).
- Guru dan murid melakukan refleksi singkat mengenai ketelitian dalam pengukuran dan konversi satuan baku, merangkum pencapaian pembelajaran Bab 3, dan guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid selama asesmen (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran font lebih besar atau pembacaan instruksi secara verbal bagi murid dengan hambatan penglihatan/membaca tanpa mengubah isi dan jumlah butir soal.
- Proses: Menyediakan posisi meja asesmen guru yang mudah dijangkau bagi murid dengan hambatan gerak fisik saat giliran unjuk kerja.
- Produk: Format lembar jawaban dan kriteria ketercapaian tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan alat ukur dan lembar kerja asesmen: guru memastikan setiap murid memiliki alat tulis pensil dan lembar asesmen sumatif sebelum pengerjaan dimulai (acuan kesiapan: tersedianya pensil dan lembar asesmen di meja masing-masing murid).
Proses:- Pengamatan langsung oleh guru terhadap teknik pengukuran individual murid di meja asesmen mencakup peletakan alat ukur dari angka 0, ketepatan membaca skala panjang dan berat, serta ketepatan penulisan lambang satuan baku.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja pengukuran individual terstruktur: lembar jawaban tes tertulis konversi satuan baku (cm-m dan g-kg) serta lembar pencatatan hasil pengukuran mandiri panjang dan berat benda konkret yang dinilai guru dengan rubrik analitik
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid berisi soal penentuan kesetaraan hubungan antar-satuan baku panjang (cm ke m dan sebaliknya) serta berat (g ke kg dan sebaliknya) yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara bersamaan (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja individual bergiliran: setiap murid secara bergiliran ke meja asesmen guru (alokasi 1,5 menit per anak x 28 murid = 42 menit) mengukur panjang 1 benda menggunakan mistar/pita ukur (TP 1) dan mengukur berat 1 benda menggunakan timbangan jarum/digital (TP 3), lalu mencatat hasilnya pada lembar asesmen mandiri di bawah pengamatan langsung guru, sementara murid lain menyelesaikan tes tertulis atau tugas pengayaan terarah (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pengukuran individual (kriteria: teknik peletakan alat ukur dari titik nol, ketepatan membaca skala alat ukur panjang, ketepatan membaca skala timbangan berat, dan ketepatan penulisan satuan baku))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja pengukuran individual terstruktur: lembar jawaban tes tertulis konversi satuan baku (cm-m dan g-kg) serta lembar pencatatan hasil pengukuran mandiri panjang dan berat benda konkret yang dinilai guru dengan rubrik analitik
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid berisi soal penentuan kesetaraan hubungan antar-satuan baku panjang (cm ke m dan sebaliknya) serta berat (g ke kg dan sebaliknya) yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara bersamaan (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja individual bergiliran: setiap murid secara bergiliran ke meja asesmen guru (alokasi 1,5 menit per anak x 28 murid = 42 menit) mengukur panjang 1 benda menggunakan mistar/pita ukur (TP 1) dan mengukur berat 1 benda menggunakan timbangan jarum/digital (TP 3), lalu mencatat hasilnya pada lembar asesmen mandiri di bawah pengamatan langsung guru, sementara murid lain menyelesaikan tes tertulis atau tugas pengayaan terarah (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pengukuran individual (kriteria: teknik peletakan alat ukur dari titik nol, ketepatan membaca skala alat ukur panjang, ketepatan membaca skala timbangan berat, dan ketepatan penulisan satuan baku))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Teknik Peletakan Titik Nol dan Pengukuran Panjang Benda (TP 3.3.1 - Acuan: Kotak Pensil = 20 cm) | Meletakkan mistar tidak dari angka 0 dan hasil pembacaan panjang tidak tepat (bukan 20 cm). | Meletakkan mistar dari ujung mistar (bukan tepat garis angka 0) sehingga hasil pembacaan meleset dari acuan 20 cm. | Meletakkan mistar tepat dari angka 0 dan membaca panjang kotak pensil tepat 20 cm namun penulisan satuan cm tertinggal. | Meletakkan mistar tepat dari angka 0, membaca panjang kotak pensil tepat 20 cm, dan mencatat nilai beserta satuan baku cm secara tepat dan mandiri. | | Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Panjang (TP 3.3.2 - Acuan Kunci: Soal 1 = 300 cm, Soal 2 = 5 m, Soal 3 = 245 cm) | Hanya menjawab tepat 0 butir dari 3 butir soal konversi panjang. | Menjawab tepat 1 butir dari 3 butir soal konversi panjang. | Menjawab tepat 2 butir dari 3 butir soal konversi panjang. | Menjawab tepat seluruh 3 butir soal konversi panjang (Soal 1 = 300 cm, Soal 2 = 5 m, Soal 3 = 245 cm) secara tepat dan mandiri. | | Teknik dan Pembacaan Pengukuran Berat Benda (TP 3.3.3 - Acuan: Apel = 150 g) | Tidak dapat membaca jarum/angka timbangan dan hasil pencatatan berat salah sama sekali. | Mampu meletakkan benda pada wadah timbangan, namun pembacaan skala timbangan keliru (bukan 150 g). | Membaca skala timbangan tepat 150 g namun penulisan lambang satuan g tidak lengkap. | Membaca skala timbangan tepat 150 g dan mencatat nilai beserta satuan baku g secara tepat dan mandiri. | | Menentukan Hubungan Antar-Satuan Baku Berat (TP 3.3.4 - Acuan Kunci: Soal 4 = 4.000 g, Soal 5 = 7 kg, Soal 6 = 3.250 g) | Hanya menjawab tepat 0 butir dari 3 butir soal konversi berat. | Menjawab tepat 1 butir dari 3 butir soal konversi berat. | Menjawab tepat 2 butir dari 3 butir soal konversi berat. | Menjawab tepat seluruh 3 butir soal konversi berat (Soal 4 = 4.000 g, Soal 5 = 7 kg, Soal 6 = 3.250 g) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid untuk unjuk kerja individual di meja asesmen terlaksana secara efektif untuk seluruh 28 murid?
- Bagian mana dari kompetensi konversi panjang atau berat yang masih menjadi kendala terbesar bagi sebagian besar murid?
Murid:- Apakah kamu merasa yakin saat mengukur panjang dan menimbang berat benda tadi secara mandiri?
- Soal konversi satuan mana yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk diselesaikan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Penggaris/mistar plastik berukuran 30 cm dengan skala satuan sentimeter.
- Benda konkret di kelas: pensil baru, buku tulis, kotak pensil, penghapus karet.
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Bab 3 Pengukuran Panjang dan Berat).
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Aktivitas Pengukuran Panjang).
- Alat ukur konkret: Meteran pita/roll jahit/pertukangan (panjang minimal 2-3 meter).
- Objek nyata kelas: Papan tulis, meja guru, pintu kelas, dan lemari kelas.
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Detektif Meteran'.
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Meteran pita/rol panjang 1 meter dan 2 meter
- Kartu pasangan ukuran meter dan sentimeter
- Lembar Kerja Murid (LKPD) konversi panjang
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022) Bab 3
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022) Bab 3
- Meteran gulung/lipat dan penggaris kayu 100 cm
- Pita ukur kertas dan set kartu konversi cm-m
- Kartu tantangan konversi panjang gabungan meter dan sentimeter
- Lembar Latihan Mandiri
- Timbangan datar / timbangan digital dapur
- Benda-benda konkret di kelas (kotak pensil, buku tulis, tempat minum plastik kosong, penghapus papan tulis, apel)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
- Timbangan jarum/duduk berkapasitas 5 kg
- Benda konkret terukur (kantong beras 2 kg, kantong buah 1 kg, kantong buku 3 kg, botol air 4 kg)
- Lembar kerja siswa pengukuran berat benda satuan kilogram
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022, Bab 3: Pengukuran Panjang dan Berat)
- Timbangan jarum dapur kapasitas 3-5 kg dengan skala kg dan strip gram (100 g)
- Paket benda konkret untuk praktik (kantong beras 1 kg 200 g, kantong gula 1 kg 500 g, kantong buku 2 kg 100 g)
- Lembar Kerja Praktik Pengukuran Berat Gabungan
- Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD
- Buku Siswa Matematika Kelas III SD
- Benda konkret (kantong beras/gula 1 kg, timbangan digital)
- Kartu permainan konversi kilogram ke gram dan lembar kerja latihan
- Kartu permainan 'Tukar Kartu Berat' (kartu bertuliskan 2.000 g, 4.000 g, 6.000 g, 8.000 g)
- Lembar Kerja/Latihan Konversi Satuan Berat Gram ke Kilogram
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kartu tantangan konversi satuan berat gabungan.
- Lembar latihan mandiri konversi satuan berat gabungan kg dan g.
- Mistar/penggaris 30 cm
- Timbangan digital/jarum meja
- Benda konkret pengukuran (kotak pensil dan buah apel)
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 3
|