Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Penyelesaian Masalah Kontekstual Kalimat Matematika Pengurangan dan Latihan Terpadu Penjumlahan–Pengurangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Penyelesaian Masalah Kontekstual Kalimat Matematika Pengurangan dan Latihan Terpadu Penjumlahan–Pengurangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Penyelesaian Masalah Kontekstual Kalimat Matematika Pengurangan dan Latihan Terpadu Penjumlahan–Pengurangan

Matematika - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Penyelesaian Masalah Kontekstual Kalimat Matematika Pengurangan dan Latihan Terpadu Penjumlahan–Pengurangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPenyelesaian Masalah Kontekstual Kalimat Matematika Pengurangan dan Latihan Terpadu Penjumlahan–Pengurangan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 untuk menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat membentuk kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 berdasarkan situasi kontekstual, kemudian menentukan nilai yang belum diketahui di dalamnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya 50 kelereng dan sudah memberikan beberapa kepada temanmu, lalu sisa kelerengmu tinggal 32 — bisakah kamu tahu berapa banyak yang sudah kamu berikan? Bagaimana caranya?
  2. Kalau ada kalimat matematika seperti '... – 15 = 28', angka berapa yang harus mengisi titik-titik itu? Bagaimana kamu mencarinya?
  3. Menurutmu, apa bedanya antara membentuk kalimat matematika sendiri dengan mengisi kalimat matematika yang sudah ada? Mana yang lebih sulit?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua kalimat matematika sederhana di papan tulis ('... + 12 = 20' dan '30 – ... = 18') dan meminta murid menuliskan jawabannya di selembar kertas kecil atau buku masing-masing. Guru mengamati respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru melakukan apersepsi singkat dengan bercerita: 'Ibu Ani memiliki 60 buah apel di keranjangnya. Sebagian sudah dijual di pasar. Sisa apelnya tinggal 35 buah. Kira-kira berapa apel yang sudah dijual?' Guru mengajak murid berpikir sejenak sebelum menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: murid akan belajar mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan, dan berlatih membentuk kalimat matematika sendiri dari cerita sehari-hari.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik kepada murid dan memberi waktu 1–2 menit untuk murid berdiskusi singkat berpasangan sebelum melanjutkan ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan masalah kontekstual pertama secara lisan dan tertulis di papan tulis: 'Pak Slamet memiliki 80 ekor ayam di kandang. Sebagian dijual ke pasar. Sisa ayam di kandang 45 ekor. Berapa ayam yang sudah dijual?' Guru meminta murid mengamati cerita tersebut dengan tenang selama satu menit sebelum mendiskusikannya (prinsip berkesadaran: murid fokus sepenuhnya pada masalah).
  • Guru membimbing murid untuk menyusun informasi dari cerita ke dalam tabel sederhana di papan tulis: 'Jumlah Mula-Mula | Yang Dijual | Sisa'. Murid diajak mengidentifikasi mana yang diketahui dan mana yang belum diketahui.
  • Guru menunjukkan cara menuliskan kalimat matematikanya: '80 – ... = 45', lalu menjelaskan dua strategi mencari nilai yang belum diketahui: (1) strategi hubungan invers — jika a – b = c maka a – c = b, sehingga 80 – 45 = 35; (2) strategi menghitung maju dari 45 menuju 80.
  • Guru menyajikan masalah kedua dengan posisi yang tidak diketahui berbeda: '... – 14 = 23'. Murid diajak mengamati perbedaannya dengan contoh pertama, lalu bersama-sama menemukan nilai yang belum diketahui menggunakan strategi yang sama.
  • Guru mengecek pemahaman dengan teknik 'tunjukkan jari': 1 jari = belum paham, 2 jari = agak paham, 3 jari = sudah paham. Guru memberi penjelasan tambahan bagi murid yang menunjukkan 1 atau 2 jari.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja (LK) yang berisi: (Bagian A) tiga soal mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan, misalnya '... – 27 = 38', '65 – ... = 29', '... – 33 = 47'; dan (Bagian B) dua situasi kontekstual bergambar yang harus diubah murid menjadi kalimat matematika sendiri, kemudian dicari nilai yang belum diketahuinya.
  • Situasi kontekstual di Bagian B LK, contoh: (1) 'Di toko buku ada beberapa pensil. Setelah 18 pensil terjual, sisa pensil di toko tinggal 36 batang. Tuliskan kalimat matematikanya dan tentukan berapa pensil yang ada semula!'; (2) 'Kamu memiliki sejumlah stiker. Kamu memberikan 24 stiker kepada adikmu dan juga membeli 15 stiker baru. Sekarang kamu punya 43 stiker. Tuliskan kalimat matematikanya dan temukan berapa stiker yang kamu miliki semula!' (situasi ini melatih TP 3.2.7.2 — melibatkan penjumlahan dan pengurangan sekaligus).
  • Selama kerja kelompok, guru berkeliling untuk mengamati, mengajukan pertanyaan pancingan ('Bagian mana yang belum diketahui? Apa yang bisa kamu lakukan dengan dua angka yang sudah diketahui?'), dan mencatat perkembangan setiap kelompok sebagai asesmen proses.
  • Setelah kelompok selesai, satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja Bagian B (membentuk dan menyelesaikan kalimat matematika) di depan kelas. Kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya atau memberi tanggapan.
  • Guru meluruskan jika ada kesalahan konsep, dan menekankan kembali bahwa kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bisa diselesaikan dengan memisahkan operasinya satu per satu.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk dan membagikan 'Kartu Refleksi' berisi tiga pertanyaan singkat yang dijawab murid secara individu di buku latihan: (1) Tuliskan satu kalimat matematika pengurangan buatanmu sendiri, lalu tunjukkan cara menyelesaikannya; (2) Apa strategi yang kamu gunakan untuk mencari nilai yang belum diketahui?; (3) Bagian mana yang masih terasa sulit bagimu?
  • Murid saling bertukar buku dengan teman sebangku untuk memeriksa kalimat matematika yang dibuat temannya — apakah kalimat matematika sudah benar dan cara penyelesaiannya sudah tepat (peer check). Ini mendorong murid berpikir kritis sekaligus berkomunikasi secara matematis.
  • Guru mengakhiri tahap ini dengan mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa yang harus kita lakukan jika nilai di depan tanda minus yang belum diketahui? Bagaimana jika nilai di belakang tanda minus yang belum diketahui?' Guru menuliskan kesimpulan di papan tulis bersama murid.

Penutup:

  • Guru membagikan 'Tiket Keluar' berupa satu soal asesmen akhir: 'Di kebun terdapat beberapa pohon mangga. Setelah 17 pohon ditebang, sisa pohon di kebun tinggal 38 pohon. Tuliskan kalimat matematikanya dan tentukan berapa pohon mangga yang ada semula!' Murid mengerjakan secara mandiri di selembar kertas dan mengumpulkannya.
  • Guru mengajak murid berefleksi diri dengan cara mengacungkan tangan: 'Siapa yang sudah bisa membuat kalimat matematika pengurangan sendiri dari cerita sehari-hari?' dan 'Siapa yang masih perlu berlatih lagi?'
  • Guru memberi apresiasi atas usaha seluruh murid hari ini dan menyampaikan pesan semangat singkat.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat LK dengan situasi kontekstual bergambar lebih konkret dan angka yang lebih kecil (bilangan cacah di bawah 50), serta tabel bantu yang sudah tersedia kolom 'Diketahui' dan 'Ditanya'. Murid yang sudah mahir mendapat soal tantangan ekstra di mana posisi nilai yang belum diketahui berada di hasil pengurangan (a – b = ...) dan soal cerita yang melibatkan dua operasi sekaligus (penjumlahan dan pengurangan) dengan angka mendekati 100.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan batu kerikil atau kelereng sebagai alat bantu konkret untuk merepresentasikan pengurangan sebelum menulis kalimat matematikanya. Murid yang sudah mahir didorong untuk menemukan lebih dari satu cara menyelesaikan kalimat matematika yang sama dan menjelaskan alasannya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menyelesaikan Bagian A LK (mengisi nilai yang belum diketahui pada kalimat matematika yang sudah tersedia). Murid yang sudah mahir diharapkan menyelesaikan seluruh LK termasuk Bagian B dan soal tantangan, serta membuat minimal satu soal cerita baru buatan sendiri berikut kalimat matematikanya untuk ditukar dengan teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua kalimat matematika di papan tulis ('... + 12 = 20' dan '30 – ... = 18') sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Murid menjawab secara tertulis di buku masing-masing dalam waktu 2 menit.
  • Guru mengamati dan memetakan: murid yang sudah bisa menjawab keduanya, yang hanya bisa menjawab satu, dan yang belum bisa menjawab. Hasil pemetaan ini digunakan untuk menyesuaikan tingkat dukungan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat kerja kelompok menggunakan LK: guru mencatat apakah murid dapat mengidentifikasi informasi yang diketahui dan yang belum diketahui dari situasi kontekstual.
  • Pertanyaan pancingan lisan dari guru selama berkeliling: 'Kalimat matematika apa yang kamu tulis? Mengapa kamu memilih operasi itu?'
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan proses membentuk dan menyelesaikan kalimat matematika dari situasi kontekstual.
  • Kartu Refleksi individu di tahap Merefleksi: guru membaca jawaban murid untuk mengetahui strategi yang digunakan dan bagian yang masih menjadi kesulitan.

Akhir:

  • Tiket Keluar mandiri: murid mengerjakan satu soal cerita kontekstual — 'Di kebun terdapat beberapa pohon mangga. Setelah 17 pohon ditebang, sisa pohon di kebun tinggal 38 pohon. Tuliskan kalimat matematikanya dan tentukan berapa pohon mangga yang ada semula!'
  • Guru menilai hasil Tiket Keluar menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan kalimat matematika yang dibentuk dan ketepatan nilai yang ditemukan.
  • Hasil Tiket Keluar digunakan guru untuk menentukan tindak lanjut: murid yang belum berkembang mendapat pendampingan, murid yang sudah sangat berkembang mendapat pengayaan.

Formatif:

  • Teknik tunjukkan jari (1–3 jari) setelah penjelasan konsep di tahap Memahami untuk memetakan pemahaman awal murid secara cepat.
  • Observasi guru saat murid bekerja dalam kelompok: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi nilai yang belum diketahui dan membentuk kalimat matematika dari situasi kontekstual.
  • Peer check di tahap Merefleksi: murid memeriksa kalimat matematika dan penyelesaian milik teman sebangku, melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis.

Sumatif:

  • Tiket Keluar di akhir pembelajaran: satu soal cerita kontekstual yang menuntut murid menuliskan kalimat matematika pengurangan dan menentukan nilai yang belum diketahui secara mandiri. Hasil dikumpulkan dan digunakan guru untuk menilai ketercapaian TP 3.2.7.1.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan (TP 3.2.7.1)Murid belum dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan, meskipun sudah mendapat bantuan.Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan sederhana (posisi nilai tidak diketahui di belakang tanda minus) dengan bantuan guru atau alat bantu konkret.Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan (posisi nilai tidak diketahui di depan maupun di belakang tanda minus) secara mandiri dan hasilnya benar.Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam berbagai bentuk kalimat matematika pengurangan secara mandiri, hasilnya benar, dan murid mampu menjelaskan strategi yang digunakannya dengan bahasa sendiri.
Membentuk kalimat matematika dari situasi kontekstual yang melibatkan penjumlahan dan/atau pengurangan (TP 3.2.7.2)Murid belum dapat mengubah situasi kontekstual menjadi kalimat matematika, meskipun sudah mendapat bantuan.Murid dapat membentuk kalimat matematika dari situasi kontekstual sederhana (satu operasi) dengan bantuan tabel atau panduan dari guru.Murid dapat membentuk kalimat matematika dari situasi kontekstual yang melibatkan satu atau dua operasi secara mandiri, meskipun kadang perlu sedikit perbaikan.Murid dapat membentuk kalimat matematika dari situasi kontekstual yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan sekaligus secara mandiri dan benar, serta mampu membuat situasi kontekstual baru buatan sendiri.
Kemampuan menjelaskan dan mengomunikasikan proses penyelesaianMurid belum dapat menjelaskan langkah penyelesaian yang dilakukannya, bahkan dengan pertanyaan panduan.Murid dapat menjelaskan sebagian langkah penyelesaian dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara runtut menggunakan bahasa sehari-hari.Murid dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara runtut dan tepat, menggunakan istilah matematika yang sesuai, dan mampu menanggapi pertanyaan dari teman dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat mencapai TP 3.2.7.1 dan 3.2.7.2 pada akhir pertemuan ini? Murid mana yang masih perlu tindak lanjut?
  • Apakah situasi kontekstual yang digunakan cukup dekat dengan pengalaman sehari-hari murid sehingga mereka dapat memahami masalah dengan mudah?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan lebih maupun murid yang sudah mahir?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar tentang apa? Coba tuliskan dengan kata-katamu sendiri!
  • Bagian mana yang paling mudah bagimu? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Jika kamu punya kalimat matematika '... – 25 = 40', bagaimana caramu menemukan angka yang belum diketahui itu?
  • Apakah kamu sudah bisa membuat kalimat matematika sendiri dari cerita sehari-hari? Berikan satu contoh!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Susanto, dkk. — Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-427-936-3)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
  3. Lembar Kerja (LK) yang disiapkan guru berisi soal mengisi kalimat matematika pengurangan dan soal membentuk kalimat matematika dari situasi kontekstual
  4. Kartu Refleksi individu (disiapkan guru)
  5. Tiket Keluar berupa selembar kertas soal (disiapkan guru)
  6. Batu kerikil atau kelereng sebagai alat bantu konkret untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih
  7. Papan tulis dan alat tulis
  8. Kertas HVS

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.