Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Pengurang (a − ... = c)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Pengurang (a − ... = c)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Pengurang (a − ... = c)

Matematika - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Pengurang (a − ... = c)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Pengurang (a − ... = c)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pengurang belum diketahui (contoh: 12 − ... = 4).
  2. Murid dapat menemukan nilai pengurang yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi pengurangan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu punya 15 permen, lalu kamu berikan sebagian kepada temanmu, dan sekarang tersisa 6 permen. Bagaimana cara kamu tahu berapa permen yang sudah kamu berikan?
  2. Jika kita tahu angka awal dan angka akhir dalam sebuah pengurangan, apa yang bisa kita lakukan untuk menemukan angka yang hilang di tengahnya?
  3. Apakah ada lebih dari satu cara untuk menemukan angka yang belum diketahui dalam kalimat seperti 18 − ... = 5? Cara apa saja yang kalian pikirkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menuliskan dua soal di papan tulis (contoh: 10 − ... = 3 dan 20 − ... = 8) dan meminta murid menuliskan jawaban di kertas selembar tanpa berdiskusi. Guru mengamati jawaban secara cepat untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan apersepsi melalui cerita pendek: 'Pak Budi mempunyai 25 butir kelereng. Ia memberikan sebagian kelerengnya kepada adiknya. Sekarang kelereng Pak Budi tinggal 10 butir. Berapa kelereng yang diberikan kepada adiknya?' Murid diminta menduga-duga jawaban secara lisan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu untuk memicu rasa ingin tahu murid dan memberikan waktu murid berpikir sebelum menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini: menjelaskan langkah-langkah menemukan nilai pengurang yang belum diketahui, dan menemukan nilainya menggunakan sifat pengurangan.
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: mengamati contoh nyata, bekerja kelompok dengan kelereng/kerikil, lalu menyelesaikan soal secara mandiri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan masalah kontekstual di papan tulis: 'Ibu mempunyai 23 buah apel. Ibu memberikan sebagian apel kepada tetangga. Sisa apel Ibu adalah 9 buah. Berapa apel yang diberikan kepada tetangga?' Murid membaca masalah tersebut bersama-sama.
  • Guru membimbing murid mengubah cerita menjadi kalimat matematika: 23 − ... = 9. Guru menuliskan di papan dan menjelaskan setiap bagian: 23 adalah bilangan yang dikurangi (minuend), titik-titik adalah pengurang yang belum diketahui (subtrahend), dan 9 adalah hasil pengurangan (difference).
  • Guru menjelaskan sifat operasi pengurangan yang menjadi kunci: 'Jika a − b = c, maka b = a − c.' Dengan kata lain, untuk mencari pengurang yang belum diketahui, kita kurangkan hasil pengurangan dari bilangan yang dikurangi: ... = 23 − 9.
  • Guru memodelkan langkah-langkah penyelesaian secara eksplisit di papan tulis: Langkah 1 — Identifikasi apa yang diketahui (23 dan 9) dan apa yang ditanyakan (pengurang). Langkah 2 — Tulis hubungan: pengurang = bilangan yang dikurangi − hasil = 23 − 9. Langkah 3 — Hitung: 23 − 9 = 14. Langkah 4 — Periksa kembali: 23 − 14 = 9 ✓.
  • Guru melakukan tanya-jawab: 'Mengapa kita menghitung 23 − 9, bukan 9 − 23? Apa yang terjadi jika kita salah menentukan langkahnya?' Murid diberi waktu 1 menit untuk berpikir sebelum menjawab.
  • Guru mengulang pemodelan dengan satu contoh lagi yang lebih sederhana: 12 − ... = 4, mengikuti empat langkah yang sama, kali ini melibatkan beberapa murid sukarela untuk mengisi setiap langkah.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok heterogen beranggotakan 3–4 orang. Setiap kelompok mendapatkan sekumpulan kerikil/kelereng dan selembar kertas kerja kelompok.
  • Guru membagikan Lembar Kerja Kelompok berisi 4 soal kalimat matematika pengurangan dalam bentuk a − ... = c dengan bilangan cacah sampai 100 (contoh: 35 − ... = 18; 50 − ... = 27; 63 − ... = 41; 80 − ... = 35). Setiap soal disajikan juga dalam bentuk cerita singkat kontekstual.
  • Instruksi untuk kelompok: (1) Baca cerita dan tulis kalimat matematikanya. (2) Gunakan kerikil/kelereng untuk memodelkan situasi — letakkan kerikil sebanyak angka pertama, singkirkan kerikil sebanyak angka hasil, hitung yang disingkirkan. (3) Catat empat langkah penyelesaian di lembar kerja. (4) Periksa jawaban dengan cara mengecek kembali (verifikasi).
  • Guru berkeliling mengamati proses kerja kelompok, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang kesulitan ('Coba hitung dulu, ada berapa kerikil yang tersisa? Berapa kerikil yang sudah dipindahkan?'), dan mencatat kelompok yang sudah paham untuk dijadikan narasumber.
  • Setelah selesai, dua kelompok dipilih secara acak untuk mempresentasikan penyelesaian satu soal masing-masing di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah yang mereka lakukan.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat.
  • Guru memberikan soal tantangan tambahan untuk kelompok yang sudah selesai lebih cepat: 'Buat sendiri soal cerita dengan kalimat matematika a − ... = c, lalu tukar dengan kelompok sebelah untuk diselesaikan.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru membagikan lembar soal mandiri berisi 3 soal kalimat matematika pengurangan bentuk a − ... = c (mudah, sedang, menantang) untuk dikerjakan secara individual tanpa bantuan teman.
  • Setelah murid selesai mengerjakan, guru menampilkan jawaban di papan tulis dan meminta murid memeriksa hasil pekerjaan mereka sendiri. Murid memberi tanda centang untuk yang benar dan tanda silang untuk yang perlu diperbaiki.
  • Guru memimpin refleksi metakognitif dengan mengajukan pertanyaan: 'Langkah mana yang paling mudah bagimu? Langkah mana yang masih membingungkan? Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika mengerjakan soal seperti ini lagi?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi singkat (2–3 kalimat) di buku catatan mereka atau pada kartu refleksi kecil yang dibagikan guru.
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi untuk digunakan sebagai bahan asesmen proses dan perencanaan pembelajaran berikutnya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Hari ini kita belajar bahwa untuk menemukan pengurang yang belum diketahui pada kalimat a − ... = c, kita gunakan hubungan: pengurang = a − c, lalu kita verifikasi dengan menghitung ulang.'
  • Guru memberikan soal penutup sumatif ringkas secara lisan atau tertulis: 2 soal kalimat matematika bentuk a − ... = c (dikerjakan individual selama 3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses kerja kelompok dan partisipasi murid hari ini, menekankan poin positif yang diamati.
  • Guru menginformasikan topik pembelajaran berikutnya dan meminta murid mengulang materi hari ini di rumah dengan membuat satu soal cerita sendiri.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan ucapan semangat.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan diberikan soal dengan bilangan yang lebih kecil (sampai 20) dan disertai gambar visual/ilustrasi benda konkret. Murid yang sudah sangat memahami diberikan soal dengan bilangan yang lebih besar (60–100) dan soal cerita berlapis yang membutuhkan dua langkah penyelesaian.
  • Proses: Murid yang kesulitan diperbolehkan menggunakan alat bantu kerikil/kelereng sepanjang kegiatan inti, termasuk saat mengerjakan soal mandiri. Murid yang cepat didorong untuk menyelesaikan soal tanpa alat bantu fisik dan diminta membuat soal sendiri untuk ditantangkan kepada teman.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan langkah penyelesaian dalam format tabel yang sudah disediakan (isian). Murid yang sudah mahir dapat memilih untuk menyelesaikan soal dengan dua cara berbeda (menggunakan alat bantu konkret dan penghitungan langsung) dan menjelaskan mana yang lebih efisien.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menuliskan dua soal diagnostik di papan (contoh: 10 − ... = 3 dan 20 − ... = 8) dan meminta murid menjawab secara individual di kertas selembar selama 2 menit. Hasil digunakan guru untuk memetakan tiga kelompok awal: sudah memahami, hampir memahami, dan belum memahami — sebagai dasar penentuan dukungan diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi terstruktur saat kerja kelompok: guru menggunakan lembar pengamatan singkat untuk mencatat apakah tiap kelompok mampu (a) mengubah cerita menjadi kalimat matematika, (b) menggunakan alat bantu kerikil dengan benar, dan (c) menuliskan empat langkah penyelesaian secara runtut.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan langkah-langkah penyelesaian secara lisan di depan kelas (TP 3.2.6.1).
  • Soal mandiri 3 butir di tahap Merefleksi: dikoreksi murid sendiri dengan panduan guru, digunakan sebagai data proses bukan nilai formal.

Akhir:

  • Soal individual tertulis 2 butir di kegiatan penutup: masing-masing satu soal kontekstual berbentuk cerita yang mengharuskan murid menuliskan kalimat matematika dan menyelesaikan 4 langkah penyelesaian untuk menemukan nilai pengurang yang belum diketahui (bilangan cacah sampai 100). Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi proses kerja kelompok: guru mengamati apakah murid mengikuti empat langkah penyelesaian secara berurutan dan benar saat aktivitas kelompok.
  • Tanya-jawab lisan selama tahap Memahami untuk memeriksa pemahaman konsep sifat operasi pengurangan.
  • Kartu refleksi mandiri yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi untuk melihat kesadaran murid terhadap pemahaman dan kesulitan mereka.

Sumatif:

  • Soal penutup individual: 2 soal kalimat matematika pengurangan bentuk a − ... = c yang dikerjakan di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian TP 3.2.6.1 dan TP 3.2.6.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan saat nilai pengurang belum diketahui (TP 3.2.6.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau menuliskan langkah-langkah penyelesaian, atau langkah yang dituliskan tidak relevan dengan soal.Murid dapat menyebutkan 1–2 langkah dengan benar tetapi belum runtut atau masih membutuhkan bantuan penuh dari guru untuk melengkapi.Murid dapat menuliskan 3–4 langkah penyelesaian secara runtut dengan sedikit kesalahan minor (misalnya lupa langkah verifikasi), dengan bantuan minimal.Murid dapat menjelaskan semua 4 langkah penyelesaian secara runtut, lengkap, dan benar secara mandiri, serta mampu menjelaskan alasan di balik setiap langkah.
Menemukan nilai pengurang yang belum diketahui menggunakan sifat operasi pengurangan (TP 3.2.6.2)Murid tidak dapat menemukan nilai pengurang yang benar, atau jawaban tidak menunjukkan penggunaan sifat operasi pengurangan sama sekali.Murid dapat menemukan nilai pengurang yang benar pada soal dengan bilangan kecil (sampai 20) tetapi belum konsisten atau masih memerlukan alat bantu konkret secara penuh.Murid dapat menemukan nilai pengurang yang benar pada sebagian besar soal (bilangan sampai 100) menggunakan sifat operasi pengurangan, dengan sesekali menggunakan alat bantu.Murid dapat menemukan nilai pengurang yang benar pada semua soal (bilangan sampai 100) secara mandiri, melakukan verifikasi jawaban, dan dapat menjelaskan sifat operasi yang digunakan.
Kolaborasi dan komunikasi dalam kerja kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam penyelesaian tugas.Murid terlibat sesekali dalam diskusi kelompok tetapi kontribusi masih terbatas; lebih banyak mengikuti tanpa mengajukan ide atau pertanyaan.Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam menyelesaikan minimal satu soal kelompok.Murid aktif berdiskusi, berkontribusi ide pada semua soal, membantu teman yang kesulitan, dan mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pemodelan empat langkah penyelesaian yang saya lakukan sudah cukup jelas dan dapat dipahami oleh seluruh murid, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional, dan di mana murid paling banyak membutuhkan waktu tambahan?
  • Berdasarkan hasil asesmen awal dan kartu refleksi murid, siapa saja yang belum mencapai tujuan pembelajaran dan intervensi seperti apa yang perlu saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah penggunaan alat bantu konkret (kerikil/kelereng) efektif membantu murid memahami konsep pengurang yang belum diketahui? Adakah media lain yang lebih efektif?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar bahwa untuk menemukan angka yang hilang dalam pengurangan seperti 23 − ... = 9, aku bisa melakukan... (lanjutkan jawabanmu).
  • Bagian yang paling mudah bagiku hari ini adalah..., dan bagian yang masih membingungkan adalah...
  • Jika temanku bertanya bagaimana cara mencari pengurang yang belum diketahui, aku akan menjelaskan bahwa...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Susanto, dkk., Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-427-936-3)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
  3. Kerikil atau kelereng sebagai alat bantu manipulatif konkret (±30–40 butir per kelompok)
  4. Kertas HVS untuk lembar kerja kelompok dan kartu refleksi
  5. Alat tulis (pensil, pulpen, penghapus)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk pemodelan guru
  7. Lembar kerja kelompok yang disiapkan guru berisi soal kontekstual bentuk a − ... = c
  8. Lembar soal mandiri (3 butir) dan soal penutup sumatif (2 butir) yang disiapkan guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.