Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Bagian yang Dikurangi (... − b = c)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Bagian yang Dikurangi (... − b = c)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Bagian yang Dikurangi (... − b = c)

Matematika - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Bagian yang Dikurangi (... − b = c)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Bagian yang Dikurangi (... − b = c)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada bilangan yang dikurangi belum diketahui (contoh: ... − 4 = 8).
  2. Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada bilangan yang dikurangi dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi pengurangan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya beberapa kelereng lalu memberikan 4 kelereng kepada teman dan sisanya 8, kira-kira berapa kelereng yang kamu miliki tadi?
  2. Jika kita tahu berapa yang dikurangi dan berapa sisanya, bagaimana cara menemukan bilangan awalnya?
  3. Apakah ada hubungan antara penjumlahan dan pengurangan yang bisa membantu kita mencari bilangan yang belum kita ketahui?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mempersilakan murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menuliskan dua kalimat matematika di papan tulis — '10 − 3 = ...' dan '... − 3 = 7' — lalu meminta murid mengangkat tangan: 'Siapa yang sudah tahu cara menyelesaikan yang pertama? Yang kedua?' Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan belajar cara menemukan bilangan misterius di depan tanda minus. Kita pakai cerita, benda nyata, dan logika kita sendiri.'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kalau kamu punya beberapa kelereng, memberi 4 ke teman, dan sisa 8 — berapa kelerengmu tadi?' Minta 2–3 murid menjawab secara lisan untuk membangun rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan cerita kontekstual: 'Pak Slamet punya beberapa ekor ayam di kandang. Ia menjual 35 ekor. Sisa ayam di kandang 45 ekor. Berapa ayam Pak Slamet mula-mula?' Guru menulis di papan: '... − 35 = 45'.
  • Guru mengajak murid mengamati tabel tiga kolom: 'Ayam Mula-Mula | Ayam Dijual | Sisa Ayam' dan mengisi bersama-sama secara lisan.
  • Guru mendemonstrasikan dengan kelereng/batu kerikil: letakkan 45 batu mewakili sisa, tambahkan 35 batu mewakili yang dijual, hitung total — sehingga murid melihat secara konkret bahwa 45 + 35 = 80, jadi bilangan yang dicari adalah 80.
  • Guru menjelaskan langkah berpikir secara eksplisit: 'Untuk mencari ... pada ... − b = c, kita pakai hubungan terbalik: ... = c + b. Jadi, ... = 45 + 35 = 80. Kita cek: 80 − 35 = 45. Benar!'
  • Guru menampilkan 2 contoh tambahan di papan tulis (... − 14 = 12 dan ... − 6 = 9) dan mengerjakan bersama murid dengan melibatkan tanya-jawab lisan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok 3–4 orang. Tiap kelompok menerima Lembar Kerja berisi 4 soal kalimat matematika bentuk ... − b = c (bilangan cacah sampai 100), beserta tabel tiga kolom kosong untuk membantu visualisasi.
  • Soal LK: (1) ... − 7 = 13, (2) ... − 25 = 40, (3) ... − 18 = 56, (4) Buatlah satu soal sendiri bentuk ... − b = c dan selesaikan!
  • Murid diminta menuliskan langkah penyelesaian secara runtut: tulis kalimat matematika → identifikasi yang diketahui dan yang dicari → gunakan hubungan c + b → tulis jawaban → verifikasi dengan menghitung kembali.
  • Guru berkeliling, mengamati proses kerja kelompok, dan mengajukan pertanyaan pandu: 'Kamu sudah tahu c dan b-nya? Operasi apa yang dipakai untuk mencari bilangannya?'
  • Setelah selesai, tiap kelompok mempresentasikan satu soal pilihan mereka secara lisan di depan kelas. Kelompok lain diajak merespons: 'Setuju? Ada cara lain?'
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap presentasi: meluruskan kesalahan dan mengapresiasi strategi yang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: 'Apa langkah paling penting saat mencari bilangan misterius di depan minus?'
  • Murid menuliskan secara mandiri di selembar kertas kecil: (1) satu kalimat yang menjelaskan cara mereka mencari ... pada ... − b = c, dan (2) satu hal yang masih membingungkan (jika ada).
  • Guru memilih 3–4 kertas secara acak, membacakannya tanpa menyebut nama, dan mendiskusikan jawaban bersama kelas untuk mengkonsolidasi pemahaman.
  • Guru menanyakan: 'Mengapa kita memakai penjumlahan untuk menyelesaikan soal pengurangan ini? Apa hubungannya?' — memancing murid mengartikulasikan hubungan invers antara penjumlahan dan pengurangan.

Penutup:

  • Guru memberikan soal asesmen akhir individual (3 soal): ... − 9 = 21, ... − 33 = 47, ... − 16 = 54. Murid mengerjakan di kertas masing-masing selama ± 5 menit.
  • Guru mengumpulkan kertas asesmen untuk diperiksa setelah kelas.
  • Guru memandu refleksi singkat: 'Siapa yang tadi masih bingung sekarang sudah paham? Angkat tangan. Apa trik yang paling membantu kalian?'
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: 'Untuk mencari bilangan awal yang belum diketahui pada ... − b = c, kita gunakan hubungan ... = c + b. Kita manfaatkan sifat terbalik penjumlahan dan pengurangan.'
  • Guru menutup kelas dengan apresiasi atas kerja keras murid dan memberi tahu topik pertemuan berikutnya.
  • Berdoa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra diberikan soal dengan bilangan lebih kecil (sampai 20) dan diperbolehkan menggunakan kelereng/batu kerikil sebagai alat bantu hitung konkret. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan soal cerita kontekstual dua langkah dan diminta membuat minimal 2 soal sendiri dengan bilangan yang lebih besar.
  • Proses: Murid yang kesulitan bekerja berpasangan dengan bimbingan guru atau teman sebaya. Murid yang sudah mahir dapat langsung mengerjakan soal tanpa tabel bantu dan didorong mencoba cara penyelesaian alternatif.
  • Produk: Murid yang masih berkembang cukup menuliskan jawaban akhir beserta satu langkah verifikasi. Murid yang sudah berkembang sangat baik diminta menuliskan penjelasan langkah lengkap dan membuat soal cerita sendiri berbentuk ... − b = c untuk dikerjakan teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menuliskan '10 − 3 = ...' dan '... − 3 = 7' di papan tulis, lalu meminta murid mengangkat tangan untuk tiap soal yang mereka merasa bisa selesaikan. Guru mencatat secara cepat berapa murid yang sudah familiar dengan bentuk ... − b = c untuk memetakan titik awal kelas sebelum masuk ke inti pembelajaran.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat kerja kelompok: guru mencatat nama murid yang tampak kesulitan menentukan operasi yang digunakan dan memberikan pertanyaan pandu segera.
  • Tanya-jawab lisan saat presentasi kelompok: guru menilai apakah murid dapat menjelaskan alasan menggunakan c + b, bukan hanya menghitung jawaban.
  • Kertas refleksi individu di akhir tahap Merefleksi: guru membaca cepat untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang masih tersisa.

Akhir:

  • Soal individual 3 butir (... − 9 = 21, ... − 33 = 47, ... − 16 = 54): murid menulis langkah penyelesaian lengkap (identifikasi yang diketahui → gunakan c + b → jawaban → verifikasi). Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan LK kelompok: cek apakah murid mampu mengidentifikasi yang diketahui (b dan c) dan menentukan operasi yang tepat (c + b).
  • Tanya-jawab lisan selama demonstrasi dan presentasi kelompok untuk menilai pemahaman proses berpikir.
  • Kertas refleksi individual: murid menulis satu kalimat penjelasan cara mencari bilangan misterius dan satu pertanyaan yang masih membingungkan.

Sumatif:

  • Soal asesmen akhir individual (3 soal bentuk ... − b = c): murid menyelesaikan secara mandiri dan menuliskan langkah penyelesaian beserta verifikasi.
  • Penilaian kelengkapan dan ketepatan langkah penyelesaian pada Lembar Kerja kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika ... − b = c [TP 3.2.5.1]Murid tidak dapat menjelaskan langkah penyelesaian; tidak mengidentifikasi yang diketahui maupun operasi yang digunakan.Murid dapat menyebutkan yang diketahui (b dan c) tetapi belum dapat menjelaskan langkah penyelesaian secara runtut; perlu banyak bimbingan.Murid dapat menjelaskan sebagian besar langkah (identifikasi → operasi c + b → jawaban) dengan sedikit bantuan, tetapi belum konsisten melakukan verifikasi.Murid dapat menjelaskan seluruh langkah penyelesaian secara runtut dan mandiri (identifikasi yang diketahui → gunakan c + b → tulis jawaban → verifikasi dengan menghitung kembali), dengan bahasa yang jelas.
Menemukan nilai yang belum diketahui pada ... − b = c [TP 3.2.5.2]Murid tidak dapat menemukan nilai yang belum diketahui meskipun dengan bantuan alat konkret.Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui hanya dengan bantuan alat konkret (kelereng/batu kerikil) atau bimbingan langsung guru; belum bisa pada soal abstrak.Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada sebagian besar soal secara mandiri menggunakan hubungan c + b, dengan satu atau dua kesalahan hitung.Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada semua soal secara mandiri, akurat, dan melakukan verifikasi; mampu membuat soal sendiri berbentuk ... − b = c.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret (kelereng/batu kerikil) dan tabel tiga kolom efektif membantu murid memvisualisasikan hubungan antar bilangan dalam kalimat ... − b = c?
  • Berapa murid yang masih kesulitan di akhir pembelajaran? Apa pola kesalahan yang paling sering muncul — apakah pada identifikasi yang diketahui, pemilihan operasi, atau perhitungan?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua tahap? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau dipersingkat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda secara efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa langkah pertama yang kamu lakukan ketika melihat soal bentuk ... − b = c?
  • Apakah kamu sudah bisa mencari bilangan misterius di depan minus secara mandiri tanpa bantuan benda konkret?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit bagimu hari ini? Apa yang ingin kamu tanyakan lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III — Susanto, dkk. (Kemendikbudristek, 2022), ISBN 978-602-427-936-3, Bab 2 halaman 94–103.
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022), Bab 2 halaman 90–94.
  3. Batu kerikil atau kelereng sebagai alat bantu hitung konkret (± 100 butir per kelompok).
  4. Kertas HVS untuk Lembar Kerja kelompok dan kertas refleksi individu.
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru.
  6. Alat tulis murid (pensil, penghapus).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.