Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Pertama Penjumlahan (... + b = c)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Pertama Penjumlahan (... + b = c)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Pertama Penjumlahan (... + b = c)

Matematika - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Pertama Penjumlahan (... + b = c)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Pertama Penjumlahan (... + b = c)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada suku pertama belum diketahui (contoh: ... + 4 = 12).
  2. Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada suku pertama dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu punya beberapa kelereng, lalu temanmu memberimu 4 kelereng lagi, dan sekarang kamu punya 12 kelereng. Kira-kira, berapa kelereng yang kamu miliki di awal?
  2. Jika kamu tahu hasil akhir penjumlahan dan salah satu angka yang dijumlahkan, bagaimana cara kamu mencari angka yang satunya lagi?
  3. Apa hubungan antara penjumlahan dan pengurangan yang bisa membantu kita menemukan angka yang belum diketahui?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas siap belajar.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan dua soal cepat di papan tulis — (1) 7 + 5 = ... dan (2) 13 – 6 = ... — murid menjawab di buku masing-masing. Guru memperhatikan respons murid untuk memetakan kesiapan belajar.
  • Apersepsi: Guru bercerita singkat, 'Bayangkan kalian bermain kelereng bersama teman. Kamu lupa menghitung kelerengmu di awal, tapi kamu tahu temanmu memberi 4 kelereng dan sekarang kamu punya 12. Berapa kelerengmu tadi?' Guru memberikan waktu murid berpikir dan menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar cara menemukan angka yang belum diketahui di awal penjumlahan, seperti ... + 4 = 12. Kalian akan paham cara berpikirnya dan bisa menyelesaikannya sendiri.'
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menuliskan situasi di papan tulis: 'Dani punya beberapa kelereng. Rina memberi 4 kelereng. Sekarang Dani punya 12 kelereng. Berapa kelereng Dani mula-mula?' Guru mengajak murid membaca bersama.
  • Guru menunjukkan cara menuliskan situasi tersebut dalam kalimat matematika: '... + 4 = 12' dan bertanya, 'Apa artinya titik-titik di sini?'
  • Guru menggunakan batu kerikil/kelereng konkret (atau gambar di papan) untuk memodelkan situasi: 'Kita tahu hasilnya 12. Kita tahu salah satunya 4. Berapa yang tersisa di bagian pertama?' Guru menunjukkan secara fisik dengan memisahkan 4 kerikil dari 12 kerikil.
  • Guru memandu murid menemukan pola: 'Jika ... + 4 = 12, maka ... = 12 – 4. Mengapa begitu?' Guru memberi waktu murid berpikir dan mengajukan ide.
  • Guru menegaskan langkah penyelesaian secara sistematis di papan tulis: Langkah 1 — Identifikasi apa yang diketahui (nilai suku kedua dan hasil). Langkah 2 — Gunakan hubungan penjumlahan-pengurangan: nilai suku pertama = hasil – suku kedua. Langkah 3 — Hitung dan tuliskan jawabannya. Langkah 4 — Periksa kembali dengan cara menjumlahkan.
  • Guru mengerjakan satu contoh lagi bersama murid: '... + 7 = 15', mengikuti langkah yang sama, sambil mengajak murid berpartisipasi menjawab setiap langkah.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok beranggotakan 3–4 orang dan membagikan kertas HVS serta kerikil/kelereng kepada setiap kelompok.
  • Setiap kelompok membuat tabel 4 kolom (Nomor | Kelereng Anak Pertama (?) | Kelereng Anak Kedua | Jumlah Kelereng). Guru memberikan 4 situasi berbeda kepada masing-masing kelompok, misalnya: (1) ... + 3 = 10, (2) ... + 6 = 14, (3) ... + 9 = 20, (4) ... + 15 = 30.
  • Murid menggunakan kelereng/kerikil untuk memodelkan secara fisik masing-masing situasi: letakkan kelereng di kolom 'Jumlah', ambil sejumlah kelereng sesuai 'Suku Kedua', hitung sisa di kolom 'Suku Pertama'.
  • Setelah memanipulasi benda konkret, murid menuliskan bentuk kalimat matematika dan cara penyelesaiannya di kertas, mengikuti langkah-langkah yang sudah dibahas bersama.
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, mengajukan pertanyaan pancingan seperti 'Bagaimana kalian tahu caranya?' dan 'Apakah ada cara lain untuk memeriksa jawabanmu?', serta memberi umpan balik langsung.
  • Setiap kelompok mempresentasikan satu nomor penyelesaian mereka di depan kelas. Kelompok lain diajak merespons: 'Apakah langkahnya sudah sesuai? Ada yang ingin ditambahkan?'
  • Diferensiasi: Murid yang sudah cepat selesai diberi tantangan tambahan berupa soal dengan bilangan lebih besar (... + 37 = 85) atau diminta membuat soal sendiri. Murid yang masih kesulitan dibimbing guru dengan kelereng konkret, fokus pada soal dengan bilangan kecil terlebih dahulu.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan meminta mereka menutup kerja kelompok sejenak.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Dari kegiatan tadi, apa yang kalian temukan? Mengapa untuk mencari suku pertama kita menggunakan pengurangan, padahal soalnya tentang penjumlahan?'
  • Murid diajak menuliskan di buku tulis masing-masing: (1) langkah-langkah yang mereka gunakan untuk menemukan nilai yang belum diketahui, dan (2) satu hal yang mereka pahami hari ini yang sebelumnya belum mereka mengerti.
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela membacakan tulisannya. Guru memberikan apresiasi atas keberanian berbagi.
  • Guru merangkum bersama murid: 'Untuk menyelesaikan ... + b = c, kita pakai hubungan penjumlahan dan pengurangan: nilai yang belum diketahui = c – b. Lalu kita periksa kembali dengan menjumlahkan.'
  • Guru memberikan 2 soal mandiri singkat sebagai asesmen akhir (penutup inti): '... + 8 = 17' dan '... + 23 = 50'. Murid mengerjakan secara individu di buku tulis.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar cara menemukan nilai yang belum diketahui pada suku pertama penjumlahan. Caranya adalah mengurangkan hasil dengan suku kedua, lalu memverifikasi jawabannya.'
  • Guru membagikan lembar refleksi singkat (atau murid menjawab secara lisan): 'Apa yang sudah kamu pahami hari ini? Apa yang masih membingungkan?'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang sudah lancar dapat mencoba soal variasi di rumah, murid yang masih perlu latihan tambahan akan mendapat bimbingan pada sesi berikutnya.
  • Guru menyampaikan koneksi ke pertemuan berikutnya: 'Pertemuan berikutnya kita akan belajar cara mengisi nilai yang belum diketahui pada suku kedua penjumlahan. Coba pikirkan, kira-kira caranya sama atau berbeda?'
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid dan mengajak berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah siap diberikan soal dengan bilangan yang lebih besar (... + 37 = 85, ... + 48 = 93) dan konteks cerita yang lebih kompleks. Murid yang masih dalam tahap pemula menggunakan soal dengan bilangan di bawah 20 dan didampingi dengan kelereng/kerikil konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kelereng/kerikil secara penuh selama proses pengerjaan dan mendapatkan scaffolding berupa lembar langkah kerja terstruktur. Murid yang sudah mahir dapat langsung mengerjakan secara abstrak tanpa benda konkret dan diajak menjelaskan cara pikirnya kepada teman.
  • Produk: Murid dengan kemampuan lebih tinggi dapat membuat soal cerita sendiri yang mengandung bentuk ... + b = c dan menukarkan soalnya dengan teman untuk diselesaikan. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan soal yang diberikan guru dan menuliskan langkah penyelesaiannya.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, guru menuliskan dua soal diagnostik di papan tulis: (1) 7 + 5 = ... dan (2) 13 – 6 = ...
  • Murid menjawab di buku masing-masing dalam waktu 2 menit. Guru mengamati dan memetakan murid: yang sudah lancar penjumlahan dan pengurangan dasar, dan yang masih perlu penguatan.
  • Hasil diagnostik ini digunakan guru untuk menentukan pengelompokan dan tingkat scaffolding yang dibutuhkan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung saat kegiatan kelompok: guru berkeliling dan memperhatikan cara murid menggunakan kelereng/kerikil serta cara mereka berdiskusi untuk menemukan nilai suku pertama.
  • Pertanyaan lisan pancingan kepada kelompok: 'Bagaimana kalian tahu itu jawabannya?' dan 'Coba periksa kembali jawabanmu dengan cara menjumlahkan.' Guru menilai kualitas penalaran murid.
  • Penilaian presentasi kelompok: apakah murid dapat menjelaskan langkah-langkah secara urut (identifikasi yang diketahui → gunakan hubungan pengurangan → hitung → verifikasi).
  • Catatan guru terhadap murid yang kesulitan pada bagian tertentu untuk digunakan sebagai dasar diferensiasi dan tindak lanjut.

Akhir:

  • Dua soal mandiri individual: '... + 8 = 17' dan '... + 23 = 50'. Murid mengerjakan di buku tulis, menuliskan langkah penyelesaian secara lengkap (bukan hanya jawaban akhir).
  • Lembar atau lisan refleksi murid: 'Tuliskan langkah-langkah yang kamu gunakan untuk menemukan nilai yang belum diketahui pada suku pertama penjumlahan.' Dinilai berdasarkan kelengkapan, urutan, dan kebenaran langkah.
  • Guru menilai hasil kerja murid menggunakan rubrik 4 level untuk menentukan ketuntasan dan rencana tindak lanjut.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: memperhatikan apakah murid dapat menggunakan kelereng/kerikil untuk memodelkan situasi penjumlahan dengan suku pertama yang belum diketahui.
  • Tanya-jawab lisan selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan langsung kepada murid untuk mengecek pemahaman tentang hubungan penjumlahan-pengurangan.
  • Presentasi kelompok: guru menilai apakah murid mampu menjelaskan langkah penyelesaian dengan urut dan benar di depan kelas.
  • Catatan anekdotal: guru mencatat murid yang tampak kesulitan atau menunjukkan pemahaman mendalam selama kegiatan inti untuk tindak lanjut.

Sumatif:

  • Soal mandiri 2 butir di akhir kegiatan inti (tahap Merefleksi): murid mengerjakan '... + 8 = 17' dan '... + 23 = 50' secara individu di buku tulis.
  • Penilaian tulisan refleksi murid: murid menuliskan langkah-langkah penyelesaian dan satu konsep yang dipahami hari ini, dinilai berdasarkan kelengkapan dan kebenaran langkah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika ... + b = c [TP 3.2.2.1]Murid belum dapat menyebutkan langkah apapun untuk menyelesaikan kalimat matematika dengan suku pertama yang belum diketahui, atau langkah yang disebutkan tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1–2 langkah penyelesaian, namun belum urut atau masih memerlukan banyak bantuan dari guru untuk menyelesaikan prosesnya.Murid dapat menjelaskan sebagian besar langkah penyelesaian (identifikasi yang diketahui, gunakan pengurangan, hitung) dengan urut dan benar, dengan sedikit bantuan atau pengingat.Murid dapat menjelaskan seluruh langkah penyelesaian secara urut, lengkap, dan benar (identifikasi yang diketahui → terapkan hubungan pengurangan → hitung → verifikasi) secara mandiri dan mampu menjelaskan alasannya kepada teman.
Menemukan nilai yang belum diketahui pada suku pertama menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan [TP 3.2.2.2]Murid belum dapat menemukan nilai yang benar untuk suku pertama yang belum diketahui, meskipun dengan bantuan benda konkret.Murid dapat menemukan nilai yang benar pada soal sederhana (bilangan cacah sampai 20) dengan bantuan benda konkret (kelereng/kerikil) atau bimbingan langsung guru.Murid dapat menemukan nilai yang benar pada sebagian besar soal (bilangan cacah sampai 100) dengan menggunakan hubungan penjumlahan-pengurangan, kadang masih perlu sedikit dorongan.Murid dapat menemukan nilai yang benar pada semua soal (bilangan cacah sampai 100) secara mandiri, menggunakan hubungan penjumlahan-pengurangan dengan tepat, dan mampu memverifikasi jawabannya secara mandiri.
Komunikasi dan Penjelasan MatematisMurid tidak dapat mengomunikasikan cara penyelesaian, baik secara lisan maupun tulisan.Murid dapat mengomunikasikan sebagian cara penyelesaian secara lisan atau tulisan, namun kurang jelas dan perlu banyak pertanyaan lanjutan dari guru.Murid dapat mengomunikasikan cara penyelesaian secara lisan dan tulisan dengan cukup jelas, meskipun ada bagian yang kurang lengkap.Murid dapat mengomunikasikan seluruh proses penyelesaian secara runtut, jelas, dan lengkap, baik secara lisan saat presentasi maupun secara tulisan, serta mampu menjawab pertanyaan teman tentang cara berpikirnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Murid mana yang masih perlu penguatan dan tindak lanjut apa yang akan saya berikan?
  • Apakah penggunaan kelereng/kerikil sebagai media konkret membantu murid memahami konsep suku pertama yang belum diketahui? Perlu penyesuaian apa pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah efektif untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Tahap mana yang perlu lebih banyak waktu?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kecepatan belajar berbeda? Apa yang perlu saya perbaiki?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini? Coba tuliskan dengan kata-katamu sendiri cara menemukan angka yang belum diketahui pada ... + b = c.
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang menurutmu paling mudah? Bagian mana yang masih sulit bagimu?
  • Bagaimana perasaanmu saat berhasil menemukan nilai yang belum diketahui? Apa yang membantumu berhasil?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Bab 2: Kalimat Matematika, hal. 97–100)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Bab 2: Kalimat Matematika, hal. 79–80)
  3. Batu kerikil atau kelereng (sebagai media manipulatif konkret, ±30–40 butir per kelompok)
  4. Kertas HVS (untuk membuat tabel kerja kelompok)
  5. Alat tulis (pensil, penghapus, spidol untuk presentasi)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk pemodelan oleh guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.