MODUL AJAR Matematika — Kelas 3 (Fase B) Topik: Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 Tanpa Meminjam INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 Tanpa Meminjam |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 tanpa mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun panjang dengan benar.
- Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 tanpa mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun pendek dengan benar.
- Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan bilangan cacah sampai 100 tanpa meminjam menggunakan cara bersusun.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kamu punya 35 permen lalu memberikan 12 kepada temanmu, kira-kira berapa permen yang masih tersisa — dan bagaimana kamu bisa menghitungnya?
- Apa bedanya menghitung pengurangan di kepala dengan menuliskannya secara bersusun? Mana yang lebih mudah dan mengapa?
- Bagaimana kita tahu bahwa angka satuan boleh langsung dikurang tanpa perlu 'meminjam' dari puluhan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan dua soal sederhana di papan tulis — 47 − 23 =? dan 58 − 34 =? — dan meminta murid menuliskan jawaban di kertas selembar. Guru mengamati cara dan hasil jawaban untuk memetakan pemahaman awal murid.
- Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengingat konsep nilai tempat (puluhan dan satuan) yang sudah dipelajari sebelumnya.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu punya 35 permen lalu memberikan 12, kira-kira berapa yang tersisa? Bagaimana cara menghitungnya?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menghitung pengurangan bilangan sampai 100 tanpa meminjam menggunakan cara bersusun panjang dan pendek.
- Guru memotivasi murid bahwa pengurangan bersusun berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung sisa uang atau sisa barang.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan cerita kontekstual: 'Galih memiliki 25 permen. Alfa mengambil 12 permen. Berapa sisa permen Galih?' Guru meminta murid menyimak dan memikirkan cara menghitungnya.
- Guru mengajak murid menggunakan permen/kelereng/manik-manik: letakkan 25 benda, kemudian pisahkan 12. Murid menghitung sisanya secara konkret.
- Guru menghubungkan pengalaman konkret ke representasi abstrak: menuliskan 25 − 12 di papan tulis dan bertanya, 'Bagaimana kita menuliskan ini secara rapi supaya tidak salah hitung?'
- Guru memperkenalkan Cara Susun Panjang: menguraikan 25 = 20 + 5 dan 12 = 10 + 2, lalu mengurangi satuan dulu (5 − 2 = 3), kemudian puluhan (20 − 10 = 10), sehingga hasil = 10 + 3 = 13. Guru mendemonstrasikan langkah demi langkah di papan tulis.
- Guru memperkenalkan Cara Susun Pendek: menyusun angka puluhan sejajar puluhan dan satuan sejajar satuan, kemudian mengurangi satuan (5 − 2 = 3) lalu puluhan (2 − 1 = 1), sehingga hasil = 13. Guru menegaskan syarat 'tanpa meminjam': angka satuan yang dikurangi harus ≥ angka satuan pengurang.
- Guru mengecek pemahaman dengan pertanyaan lisan: 'Mengapa kita harus menempatkan puluhan lurus dengan puluhan dan satuan lurus dengan satuan?' Murid diminta menjawab secara bergantian.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan lembar kerja berisi 4 soal pengurangan tanpa meminjam yang dikemas dalam cerita sehari-hari (misal: sisa kelereng, sisa stiker, sisa halaman buku).
- Soal latihan kelompok: (a) 93 − 21, (b) 45 − 13, (c) 67 − 34, (d) 58 − 25. Murid diminta mengerjakan minimal 2 soal menggunakan cara bersusun panjang dan 2 soal menggunakan cara bersusun pendek.
- Setiap anggota kelompok mengerjakan satu soal, kemudian menjelaskan langkah pengerjaannya kepada teman satu kelompok. Anggota lain memberikan tanggapan atau koreksi.
- Asesmen Proses: Guru berkeliling mengamati cara kerja murid — apakah penempatan nilai tempat sudah benar, urutan langkah sesuai, dan hasil perhitungan tepat. Guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang menemukan kesulitan.
- Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan salah satu penyelesaian soal di depan kelas. Kelompok lain merespons: setuju atau ada koreksi.
- Guru memberikan latihan mandiri 3 soal di lembar individu (diferensiasi): murid yang sudah cepat mendapat soal tantangan, murid yang membutuhkan dukungan mengerjakan soal dengan bantuan tabel nilai tempat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid berhenti mengerjakan dan duduk tenang sejenak. Guru mengajak murid mengingat kembali: 'Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat mengerjakan pengurangan bersusun?'
- Murid mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan tertulis): (1) Apa yang sudah kamu pahami hari ini? (2) Bagian mana yang masih membingungkan? (3) Strategi apa yang paling membantu kamu menghitung dengan benar?
- Guru mengajak diskusi kelas singkat: beberapa murid berbagi jawaban refleksi mereka. Guru merangkum temuan dan menegaskan kembali poin kunci: penempatan nilai tempat yang benar adalah kunci pengurangan bersusun.
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan situasi nyata: 'Di mana lagi kalian bisa menggunakan cara ini di rumah atau di kehidupan sehari-hari?'
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pengurangan bilangan cacah sampai 100 tanpa meminjam dapat dikerjakan dengan cara bersusun panjang (menguraikan nilai tempat) maupun cara bersusun pendek (langsung kolom per kolom).
- Asesmen Akhir (Sumatif): Murid mengerjakan 3 soal secara mandiri dan tertulis di lembar penilaian: (1) 76 − 43 =... (cara susun pendek), (2) 89 − 56 =... (cara susun panjang), (3) 'Ibu membeli 64 telur. Sebanyak 32 telur sudah dimasak. Berapa sisa telur Ibu?' Guru mengumpulkan hasil untuk dinilai.
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses dan hasil belajar hari ini.
- Guru menyampaikan informasi materi berikutnya: pengurangan bilangan cacah sampai 100 dengan meminjam.
- Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan diberikan soal dengan bilangan satuan yang lebih mudah dibedakan (misal: 59 − 23) dan disertai tabel nilai tempat tercetak untuk membantu penempatan angka. Murid yang sudah mahir diberikan soal dengan konteks cerita lebih kompleks dan diminta membuat sendiri satu soal pengurangan beserta penyelesaiannya.
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan dapat menggunakan benda konkret (kelereng/manik-manik) sepanjang proses latihan kelompok. Murid yang cepat memahami diminta menjadi 'teman tutor' untuk menjelaskan langkah kepada teman sekelompok yang belum paham.
- Produk: Sebagian besar murid menyelesaikan soal tertulis di lembar kerja. Murid yang sudah sangat berkembang dapat mendemonstrasikan cara bersusun di papan tulis dan menjelaskan alasannya kepada kelas.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 2 soal pengurangan sederhana (47 − 23 dan 58 − 34) di papan tulis pada awal pembelajaran.
- Murid menuliskan jawaban dan cara pengerjaannya di selembar kertas dalam waktu 3 menit.
- Guru mengamati hasil untuk memetakan: (a) murid yang sudah memahami konsep pengurangan, (b) murid yang masih kesulitan dengan nilai tempat, dan (c) murid yang belum mengenal cara bersusun. Pemetaan ini digunakan untuk menentukan pengelompokan dan tingkat dukungan selama pembelajaran.
Proses:- Observasi terstruktur saat kerja kelompok: guru menggunakan daftar cek dengan kriteria — (1) penempatan nilai tempat benar, (2) urutan langkah bersusun benar, (3) operasi pengurangan satuan benar, (4) operasi pengurangan puluhan benar.
- Presentasi kelompok: guru dan murid lain memberikan umpan balik langsung terhadap penyelesaian yang dipresentasikan.
- Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan tertulis) di tahap Merefleksi sebagai bukti penilaian diri terhadap proses belajar sendiri.
Akhir:- Tes tertulis individu 3 soal: (1) 76 − 43 menggunakan cara susun pendek, (2) 89 − 56 menggunakan cara susun panjang, (3) soal cerita 'Ibu membeli 64 telur, 32 sudah dimasak, berapa sisa telur Ibu?' — murid bebas memilih cara bersusun.
- Hasil dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan penempatan nilai tempat, urutan langkah, dan kebenaran hasil akhir.
- Guru merekap nilai dan menggunakannya sebagai dasar tindak lanjut: remedial bagi murid yang belum mencapai kriteria, dan pengayaan bagi murid yang sudah melampaui kriteria.
Formatif:- Observasi guru saat murid menggunakan benda konkret pada tahap Memahami — guru mencatat apakah murid dapat menghubungkan manipulasi benda dengan operasi pengurangan.
- Pengamatan langsung selama kerja kelompok pada tahap Mengaplikasi — guru menggunakan daftar cek untuk mencatat ketepatan penempatan nilai tempat dan langkah pengerjaan.
- Tanya jawab lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman secara berkala.
- Lembar refleksi singkat murid di akhir tahap Merefleksi sebagai asesmen diri (assessment as learning).
Sumatif:- Tes tertulis 3 soal individu di akhir pertemuan mencakup: satu soal cara susun pendek, satu soal cara susun panjang, dan satu soal cerita kontekstual — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penempatan Nilai Tempat (puluhan dan satuan) | Murid tidak menyusun bilangan secara bersusun atau penempatan puluhan-satuan tidak tepat sama sekali. | Murid menyusun bilangan secara bersusun tetapi penempatan puluhan atau satuan masih ada yang tidak lurus/tidak tepat. | Murid menyusun bilangan dengan penempatan nilai tempat yang tepat pada sebagian besar soal. | Murid secara konsisten menyusun bilangan dengan penempatan nilai tempat yang tepat dan rapi pada semua soal. | | Ketepatan Langkah Pengurangan Bersusun | Murid tidak mengikuti urutan langkah pengurangan bersusun (satuan dulu, baru puluhan) atau tidak dapat menunjukkan langkah pengerjaan. | Murid menunjukkan urutan langkah pengurangan bersusun tetapi masih melakukan kekeliruan pada salah satu langkah (satuan atau puluhan). | Murid mengikuti urutan langkah yang benar pada sebagian besar soal dengan sedikit kekeliruan. | Murid mengikuti urutan langkah yang benar secara konsisten pada semua soal dan dapat menjelaskan alasan setiap langkahnya. | | Kebenaran Hasil Akhir Pengurangan | Hasil pengurangan tidak benar pada semua soal. | Hasil pengurangan benar pada 1 dari 3 soal. | Hasil pengurangan benar pada 2 dari 3 soal. | Hasil pengurangan benar pada semua soal (3 dari 3), termasuk soal cerita kontekstual. | | Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Kontekstual | Murid tidak dapat mengidentifikasi operasi pengurangan dari soal cerita atau tidak menuliskan penyelesaian. | Murid dapat mengidentifikasi operasi pengurangan dari soal cerita tetapi penyelesaian tidak lengkap atau hasil akhir tidak tepat. | Murid dapat menyelesaikan soal cerita dengan cara bersusun dan hasil akhir benar, meskipun penjelasan kurang lengkap. | Murid dapat menyelesaikan soal cerita dengan cara bersusun, hasil benar, dan mampu menuliskan kalimat jawaban yang lengkap dan jelas. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami perbedaan antara cara bersusun panjang dan cara bersusun pendek? Bagian mana yang perlu dijelaskan ulang?
- Apakah penggunaan benda konkret (permen/kelereng) efektif membantu murid memahami konsep pengurangan tanpa meminjam?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Murid mana yang belum mencapai tujuan pembelajaran dan membutuhkan pendekatan berbeda pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang sudah kamu pahami tentang cara menghitung pengurangan bersusun hari ini?
- Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan? Apa yang ingin kamu coba lagi?
- Strategi apa yang paling membantu kamu — menggunakan benda konkret, cara susun panjang, atau cara susun pendek?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI (Kurikulum Merdeka) — Bab 1 Bagian E: Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100
- Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI (Kurikulum Merdeka) — Bab 1 Bagian E
- Benda konkret: permen, kelereng, manik-manik, atau kerikil untuk manipulasi konsep pengurangan
- Lembar kerja kelompok berisi soal pengurangan bersusun dalam konteks cerita sehari-hari
- Lembar penilaian individu (tes tertulis akhir pertemuan)
- Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan tertulis)
- Papan tulis dan alat tulis untuk demonstrasi langkah bersusun
- Tabel nilai tempat (puluhan-satuan) tercetak sebagai alat bantu bagi murid yang membutuhkan dukungan
|