Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Menggunakan Nilai Tempat untuk Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Menggunakan Nilai Tempat untuk Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Menggunakan Nilai Tempat untuk Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000

Matematika - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menggunakan Nilai Tempat untuk Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenggunakan Nilai Tempat untuk Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan komposisi bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan.
  2. Murid dapat melakukan dekomposisi bilangan cacah sampai 1.000 ke dalam bentuk ratusan, puluhan, dan satuan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya 2 lembar uang ratusan, 3 lembar uang puluhan, dan 5 koin satuan, kira-kira berapa total uangmu?
  2. Bagaimana cara kamu memecah bilangan 352 menjadi bagian-bagian yang lebih kecil menggunakan ratusan, puluhan, dan satuan?
  3. Mengapa penting bagi kita untuk mengetahui nilai tempat suatu angka dalam sebuah bilangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan kartu bilangan tiga angka (contoh: 437) di papan tulis dan meminta beberapa murid menyebutkan nama bilangan tersebut serta menunjuk posisi angka ratusan, puluhan, dan satuannya. Guru mencatat siapa yang sudah paham dan siapa yang masih bingung sebagai dasar diferensiasi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu punya 2 lembar uang ratusan, 3 lembar uang puluhan, dan 5 koin satuan, kira-kira berapa total uangmu?' untuk membangun rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) bilangan tiga angka menggunakan nilai tempat.
  • Guru memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan: kartu bilangan 0–9 (3 warna berbeda), tiga kaleng/wadah berlabel Ratusan, Puluhan, Satuan, dan lembar kerja murid (LKPD).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan ilustrasi bilangan 251 di papan tulis: '251 = 2 ratusan + 5 puluhan + 1 satuan = 200 + 50 + 1'. Guru membaca bersama murid dan menjelaskan bahwa angka 2 bernilai 200, angka 5 bernilai 50, dan angka 1 bernilai 1.
  • Guru memperagakan komposisi secara konkret: mengambil kartu angka '3' dari kaleng Ratusan, kartu '7' dari kaleng Puluhan, dan kartu '4' dari kaleng Satuan, lalu menyusunnya menjadi bilangan 374. Guru menanyakan: 'Berapa nilai angka 3 di sini? Berapa nilai angka 7?'
  • Guru memperagakan dekomposisi: menuliskan 374 di papan, lalu menguraikannya: '374 = 300 + 70 + 4 = 3 ratusan + 7 puluhan + 4 satuan'. Guru mengajak murid mengucapkan bersama.
  • Guru memberikan satu contoh tambahan (bilangan 506) dan melibatkan murid secara lisan: 'Angka 5 di sini menempati nilai tempat apa? Bernilai berapa?' Guru menegaskan konsep nol sebagai penanda tidak ada satuan/puluhan di posisi tersebut.
  • Guru meminta murid membuka buku siswa pada halaman terkait dan membaca contoh soal bersama-sama untuk memperkuat pemahaman.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu set kartu bilangan 0–9 (tiga warna: merah untuk ratusan, biru untuk puluhan, hijau untuk satuan) dan tiga kaleng berlabel Ratusan, Puluhan, Satuan.
  • Langkah komposisi: Setiap anggota kelompok secara bergantian mengambil satu kartu dari masing-masing kaleng secara acak, menyusun bilangan tiga angka, lalu menuliskan di LKPD: misalnya 'Kartu yang didapat: Ratusan=4, Puluhan=2, Satuan=8 → Bilangan: 428'.
  • Langkah dekomposisi: Setelah menyusun bilangan, murid menuliskan penguraiannya di LKPD: '428 = 400 + 20 + 8 = 4 ratusan + 2 puluhan + 8 satuan'.
  • Setiap kelompok melakukan minimal 4 putaran (4 bilangan berbeda). Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik lisan kepada setiap kelompok.
  • Satu perwakilan kelompok mempresentasikan satu hasil kerja mereka di depan kelas: menyebutkan bilangan yang disusun dan cara mengurainya. Kelompok lain merespons dengan mengacungkan tangan jika setuju atau mengangkat papan 'tanda tanya' jika ada yang ingin ditanyakan.
  • Guru memberikan tantangan tambahan untuk kelompok yang selesai lebih cepat: 'Coba susun bilangan terbesar dan terkecil yang bisa kalian buat dari tiga kartu angka ini!'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan mengerjakan 3 soal mandiri di LKPD bagian refleksi (soal komposisi: diberikan ratusan+puluhan+satuan, tentukan bilangannya; soal dekomposisi: diberikan bilangan tiga angka, uraikan ke ratusan+puluhan+satuan).
  • Setelah selesai, murid menukarkan LKPD dengan teman sebangku dan saling memeriksa jawaban menggunakan kunci koreksi sederhana yang ditampilkan guru di papan tulis.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Nomor berapa yang paling mudah? Nomor berapa yang paling sulit? Mengapa?' Beberapa murid diminta berbagi pendapat.
  • Murid mengisi kolom refleksi diri di bagian bawah LKPD dengan menandai ikon (😊 paham sekali / 😐 masih bingung sedikit / 😕 perlu bantuan lagi) dan menuliskan satu kalimat: 'Hari ini saya belajar bahwa...'
  • Guru merangkum poin utama: komposisi adalah menjumlahkan ratusan + puluhan + satuan menjadi satu bilangan utuh, sedangkan dekomposisi adalah mengurai bilangan menjadi ratusan + puluhan + satuan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Komposisi = menyusun ratusan, puluhan, satuan menjadi bilangan; Dekomposisi = mengurai bilangan menjadi ratusan, puluhan, satuan.'
  • Guru melakukan asesmen akhir (sumatif singkat): murid secara individual menuliskan jawaban dua soal exit ticket di selembar kertas kecil — (1) Susun bilangan dari 5 ratusan, 3 puluhan, 7 satuan; (2) Urai bilangan 629 ke dalam ratusan, puluhan, satuan. Kertas dikumpulkan sebelum keluar kelas.
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya secara singkat agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan (teridentifikasi dari asesmen awal) menggunakan kartu bilangan dengan bantuan gambar blok satuan/puluhan/ratusan (visual konkret). Murid yang sudah mahir diberikan soal pengayaan dengan bilangan yang mengandung angka nol di tengah (misalnya 305 atau 070) untuk menantang pemahaman lebih dalam.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra didampingi guru atau teman sebaya (tutor sebaya) saat aktivitas kartu bilangan. Murid cepat diberi peran sebagai 'fasilitator kelompok' yang membantu anggota lain sambil mempersiapkan soal tantangan tambahan.
  • Produk: Murid yang sudah sangat paham dapat menunjukkan hasil kerja dalam bentuk tabel nilai tempat yang mereka buat sendiri (kreasi bebas), sementara murid yang masih berkembang cukup mengisi LKPD terstruktur yang sudah disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan bilangan tiga angka (misalnya 437) di papan dan meminta murid secara lisan menyebutkan nama bilangan tersebut serta menunjukkan posisi ratusan, puluhan, dan satuan.
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan: siapa yang sudah paham nilai tempat, siapa yang baru mengenal, dan siapa yang belum familiar — sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi terstruktur saat aktivitas kelompok kartu bilangan: guru menggunakan daftar centang sederhana (checklist) untuk mencatat apakah setiap murid dapat (a) menyusun bilangan dari tiga kartu angka dengan benar, dan (b) menguraikan bilangan ke bentuk ratusan+puluhan+satuan.
  • Tanya jawab saat presentasi kelompok: guru mengajukan pertanyaan lanjutan ('Bagaimana jika angka satuannya 0, apakah cara penguraiannya berbeda?') untuk mengukur kedalaman pemahaman.
  • Pemeriksaan LKPD pada tahap Merefleksi: guru memantau hasil peer checking dan memberikan umpan balik langsung kepada murid yang jawabannya masih keliru.

Akhir:

  • Exit ticket individual dua soal tertulis: Soal 1 — 'Susunlah bilangan dari 5 ratusan, 3 puluhan, dan 7 satuan!' (mengukur TP 3.1.4.1); Soal 2 — 'Uraikan bilangan 629 ke dalam ratusan, puluhan, dan satuan!' (mengukur TP 3.1.4.2).
  • Guru mengoreksi exit ticket setelah kelas untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran dan merencanakan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid melakukan aktivitas kartu bilangan kelompok: apakah murid dapat menyusun dan mengurai bilangan dengan benar.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami dan Mengaplikasi untuk mengecek pemahaman konsep nilai tempat.
  • Pemeriksaan LKPD antar-teman (peer checking) pada tahap Merefleksi.
  • Ikon refleksi diri (emoji) dan kalimat 'Hari ini saya belajar bahwa...' sebagai umpan balik afektif.

Sumatif:

  • Exit ticket dua soal: (1) komposisi — menyusun bilangan dari ratusan+puluhan+satuan yang diberikan; (2) dekomposisi — mengurai bilangan tiga angka yang diberikan. Dikumpulkan di akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komposisi Bilangan (TP 3.1.4.1): Menyusun bilangan cacah sampai 1.000 dari ratusan, puluhan, dan satuanMurid belum dapat menyusun bilangan dari komponen ratusan, puluhan, dan satuan, atau hasil susunan tidak sesuai dengan kartu angka yang diperoleh.Murid dapat menyusun bilangan tiga angka dari komponen ratusan, puluhan, dan satuan dengan bantuan guru atau teman, namun masih terdapat kekeliruan pada posisi angka.Murid dapat menyusun bilangan tiga angka dari komponen ratusan, puluhan, dan satuan secara mandiri dengan benar pada sebagian besar soal (minimal 3 dari 4 bilangan).Murid dapat menyusun bilangan tiga angka dari komponen ratusan, puluhan, dan satuan secara mandiri, benar, dan konsisten untuk semua soal, termasuk bilangan yang mengandung angka nol.
Dekomposisi Bilangan (TP 3.1.4.2): Mengurai bilangan cacah sampai 1.000 ke dalam ratusan, puluhan, dan satuanMurid belum dapat mengurai bilangan tiga angka menjadi komponen ratusan, puluhan, dan satuan, atau penguraian tidak menunjukkan pemahaman nilai tempat.Murid dapat mengurai bilangan tiga angka menjadi ratusan, puluhan, dan satuan dengan bantuan guru atau scaffold visual (tabel nilai tempat), namun nilai yang ditulis masih ada yang keliru.Murid dapat mengurai bilangan tiga angka menjadi ratusan, puluhan, dan satuan secara mandiri dan benar pada sebagian besar soal, dan mampu menuliskannya dalam bentuk penjumlahan (misalnya 374 = 300 + 70 + 4).Murid dapat mengurai bilangan tiga angka secara mandiri, benar, dan lancar untuk semua soal termasuk bilangan dengan nol di posisi tertentu, serta mampu menjelaskan alasannya kepada teman.
Kolaborasi dan Partisipasi dalam Kegiatan KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kegiatan kelompok; tidak berkontribusi saat pengambilan kartu, pencatatan, atau diskusi.Murid terlibat dalam sebagian kegiatan kelompok dengan dorongan guru, namun peran aktifnya masih terbatas.Murid berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok, berkontribusi dalam pengambilan kartu, penulisan hasil, dan berdiskusi dengan teman kelompok.Murid berpartisipasi penuh, berinisiatif membantu teman yang kesulitan, dan mampu menjelaskan hasil kerja kelompok saat presentasi dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami perbedaan antara komposisi dan dekomposisi bilangan setelah kegiatan ini?
  • Apakah aktivitas kartu bilangan dengan kaleng efektif membantu murid memahami nilai tempat secara konkret?
  • Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut berdasarkan hasil exit ticket?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau kebutuhan belajar murid yang beragam di kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang bilangan tiga angka?
  • Kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini — menyusun bilangan atau mengurai bilangan? Mengapa?
  • Apakah masih ada yang membingungkanmu tentang nilai tempat? Bagian mana yang ingin kamu pelajari lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek) — Bab 1: Bilangan Cacah sampai 1.000
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek) — Bab 1
  3. Kartu bilangan angka 0–9 buatan sendiri dari kertas karton (tiga warna: merah, biru, hijau untuk ratusan, puluhan, satuan)
  4. Tiga kaleng atau wadah plastik berlabel 'Ratusan', 'Puluhan', 'Satuan'
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) komposisi dan dekomposisi bilangan (dirancang guru)
  6. Papan tulis dan spidol warna untuk demonstrasi guru
  7. Lembar exit ticket (dua soal tertulis per murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.