Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Menulis Bilangan Cacah sampai 1.000

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Menulis Bilangan Cacah sampai 1.000". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Menulis Bilangan Cacah sampai 1.000

Matematika - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menulis Bilangan Cacah sampai 1.000

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenulis Bilangan Cacah sampai 1.000
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menuliskan lambang bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nama bilangan yang didengar atau dibaca dengan benar.
  2. Murid dapat menuliskan nama bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan lambang bilangan yang diberikan dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu berjalan sejauh lima ratus tujuh puluh dua meter, angka berapa yang akan kamu tulis untuk jarak itu?
  2. Bagaimana cara kita menuliskan sebuah bilangan yang kita dengar, supaya orang lain bisa membacanya dengan benar?
  3. Apakah ada cara mudah untuk mengubah nama bilangan seperti 'tiga ratus lima puluh empat' menjadi lambang bilangan 354?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan absensi singkat dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan 3 kartu bergambar (misalnya: sekumpulan kelereng 125 butir, jarak rumah ke sekolah 340 meter, dan jumlah buku di perpustakaan 807 buku). Guru bertanya: 'Siapa yang tahu, berapa angka yang melambangkan bilangan ini?' Guru mencatat secara informal siapa yang sudah bisa dan siapa yang belum.
  • Guru menyampaikan cerita kontekstual singkat: 'Setiap hari Minggu, Alen berjalan kaki ke taman kota. Jarak rumah Alen ke taman adalah lima ratus tujuh puluh dua meter. Bagaimana cara menuliskan jarak itu dengan angka?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan menampung jawaban awal murid tanpa langsung menilai benar atau salah.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana cara menuliskan lambang bilangan dari nama bilangan yang kita dengar, dan sebaliknya—menulis nama bilangan dari lambang yang kita lihat.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan tulisan nama bilangan di papan tulis: 'lima ratus tujuh puluh dua'. Guru memandu murid menguraikan nama bilangan tersebut secara lisan bersama-sama: ratusan = lima (5), puluhan = tujuh puluh (7), satuan = dua (2), sehingga ditulis 572.
  • Guru menjelaskan langkah sistematis menulis lambang bilangan tiga angka: (1) tentukan angka ratusan, (2) tentukan angka puluhan, (3) tentukan angka satuan, lalu susun menjadi lambang bilangan.
  • Guru memberikan satu contoh lagi: 'tiga ratus lima puluh empat' → ratusan = 3, puluhan = 5, satuan = 4, ditulis 354. Guru menuliskan proses ini langkah demi langkah di papan.
  • Guru menjelaskan kebalikannya: cara membaca lambang bilangan menjadi nama bilangan. Contoh: 821 → delapan ratus dua puluh satu. Guru menunjukkan cara 'membaca dari kiri ke kanan' sesuai nilai tempat.
  • Murid diminta menyalin dua contoh tersebut di buku tulis masing-masing sambil mencermati pola penulisannya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD). Kolom A berisi 5 nama bilangan yang harus diubah menjadi lambang (contoh: 'dua ratus empat puluh tiga' →...; 'sembilan ratus' →...; 'seratus enam belas' →...; 'enam ratus tujuh puluh' →...; 'delapan ratus sembilan puluh sembilan' →...). Kolom B berisi 5 lambang bilangan yang harus diubah menjadi nama bilangan (contoh: 168 →...; 305 →...; 740 →...; 523 →...; 999 →...).
  • Murid mengerjakan LKPD secara mandiri selama ±10 menit. Guru berkeliling memantau proses dan memberikan bimbingan ringan tanpa langsung memberi jawaban.
  • Setelah selesai, guru meminta 2–3 sukarelawan maju ke papan tulis untuk menuliskan jawaban mereka dan menjelaskan cara berpikir mereka di depan kelas.
  • Guru dan murid membahas jawaban bersama, membetulkan kesalahan umum yang ditemukan (misalnya: lupa menulis nol pada bilangan seperti 'tiga ratus tujuh' yang sering ditulis 37 bukan 307).
  • Guru menegaskan kembali pola penulisan bilangan dengan nol di posisi puluhan atau satuan sebagai perhatian khusus.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain 'Tebak Bilangan Cepat' secara klasikal: guru menyebutkan sebuah nama bilangan secara lisan, murid menuliskan lambang bilangannya di mini whiteboard / kertas lipat / buku tulis, lalu mengangkatnya secara serempak. Dilakukan 4–5 putaran.
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Apa bagian yang paling mudah tadi? Bagian mana yang membuat kalian ragu?' Murid berbagi pengalaman secara lisan.
  • Murid mengisi refleksi diri di buku tulis dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…' dan (2) 'Satu hal yang masih ingin aku tanyakan adalah…'
  • Guru mengumpulkan informasi refleksi sebagai bahan tindak lanjut.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: cara menuliskan lambang bilangan dari nama bilangan (uraikan ratusan, puluhan, satuan lalu susun) dan cara menulis nama bilangan dari lambang (baca dari kiri sesuai nilai tempat).
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan penutup: menyebutkan 2 nama bilangan dan meminta murid menulis lambangnya di buku, serta menampilkan 2 lambang bilangan dan meminta murid menulis namanya. Hasil dikumpulkan.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha seluruh murid.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya secara singkat: menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 1.000.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar: fokus pada bilangan dua angka terlebih dahulu (10–99) sebelum lanjut ke tiga angka. Sediakan kartu nilai tempat bergambar (ratusan/puluhan/satuan) sebagai alat bantu visual. Untuk murid yang sudah cepat: tantang dengan bilangan yang mengandung nol di tengah atau akhir (misalnya 'tiga ratus tujuh' = 307, 'delapan ratus' = 800).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan tabel nilai tempat (ratusan | puluhan | satuan) yang telah disiapkan guru sebagai kerangka bantu saat mengerjakan LKPD. Murid yang cepat dapat langsung mengerjakan soal tambahan berupa membuat sendiri 4 bilangan tiga angka dari 3 digit pilihan mereka (seperti aktivitas di buku siswa halaman 18).
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan hasil LKPD tertulis. Murid yang sudah berkembang pesat dapat membuat 'Kamus Bilangan Mini' — selembar kertas berisi 5 bilangan pilihan sendiri lengkap dengan lambang dan nama bilangannya, disertai kalimat kontekstual (contoh: 'Di perpustakaan ada 425 buku.').

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 kartu kontekstual bergambar (kelereng 125 butir, jarak 340 meter, buku 807 buah) dan bertanya secara lisan: 'Bilangan mana yang kamu kenali? Berapa angkanya?' Guru mencatat secara informal pada daftar kelas: murid yang sudah bisa menulis bilangan tiga angka dengan benar, yang bisa sebagian, dan yang belum bisa — untuk menyesuaikan dukungan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat pengerjaan LKPD mandiri — guru memberi tanda centang/bintang di catatan untuk murid yang perlu pendampingan lebih.
  • Tanya-jawab langsung saat murid maju presentasi: 'Mengapa kamu menulis angka 0 di posisi puluhan?' untuk mengecek pemahaman konseptual.
  • Pemantauan jawaban serempak pada permainan 'Tebak Bilangan Cepat' — guru melihat pola kesalahan umum untuk segera diklarifikasi di kelas.

Akhir:

  • Kuis penutup tertulis 4 soal (2 soal nama bilangan → lambang, 2 soal lambang → nama bilangan). Dikerjakan individu selama 5 menit dan dikumpulkan. Penilaian menggunakan rubrik 4 level yang mempertimbangkan ketepatan dan kelengkapan jawaban.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan LKPD — guru mencatat murid yang mengalami kesulitan menulis lambang bilangan dengan nol di posisi puluhan atau satuan.
  • Pengamatan saat presentasi di papan tulis — guru menilai ketepatan dan kemampuan murid menjelaskan cara berpikirnya.
  • Permainan 'Tebak Bilangan Cepat' — guru memantau kecepatan dan akurasi jawaban murid secara serempak.

Sumatif:

  • Kuis penutup tertulis: 2 soal mengubah nama bilangan ke lambang + 2 soal mengubah lambang bilangan ke nama — dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Produk LKPD yang telah dikerjakan murid dikumpulkan sebagai bukti capaian tujuan pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menuliskan lambang bilangan dari nama bilangan (TP 3.1.2.1)Murid belum dapat menuliskan lambang bilangan yang sesuai dengan nama bilangan yang diberikan, atau jawaban tidak relevan sama sekali.Murid dapat menuliskan lambang bilangan dengan benar untuk bilangan tanpa nol di posisi puluhan/satuan, tetapi masih salah untuk bilangan yang mengandung nol (misalnya 307 ditulis 37).Murid dapat menuliskan lambang bilangan dengan benar untuk sebagian besar soal, termasuk yang mengandung nol, dengan paling banyak 1 kesalahan.Murid dapat menuliskan lambang bilangan dengan tepat dan benar untuk semua soal, termasuk bilangan dengan nol di posisi puluhan atau satuan, tanpa kesalahan.
Menuliskan nama bilangan dari lambang bilangan (TP 3.1.2.2)Murid belum dapat menuliskan nama bilangan yang sesuai dengan lambang yang diberikan, atau jawaban tidak terbaca/tidak relevan.Murid dapat menuliskan nama bilangan untuk lambang bilangan sederhana (tanpa nol), tetapi masih keliru pada bilangan seperti 800 (ditulis 'delapan ratus puluh') atau 305 (ditulis 'tiga ratus lima').Murid dapat menuliskan nama bilangan dengan benar untuk sebagian besar lambang bilangan yang diberikan, termasuk yang mengandung nol, dengan paling banyak 1 kesalahan ejaan atau penulisan.Murid dapat menuliskan nama bilangan dengan tepat, lengkap, dan benar untuk semua lambang bilangan yang diberikan, termasuk bilangan dengan nol di posisi puluhan atau satuan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah memahami cara menulis lambang bilangan dari nama bilangan, khususnya bilangan yang mengandung nol di posisi puluhan atau satuan?
  • Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid yang belum berkembang dan yang sudah maju?
  • Pertanyaan pemantik mana yang paling efektif memicu keterlibatan murid? Mengapa?

Refleksi Murid:

  • Hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…
  • Satu bagian yang masih membuatku bingung atau ingin aku tanyakan adalah…
  • Aku sudah bisa menulis lambang bilangan dari nama bilangan. (Lingkari: Belum bisa / Kadang-kadang / Sudah bisa / Sangat yakin bisa)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI — Bab 1 'Bilangan Cacah sampai 1.000', halaman 13–18
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI — Topik A Skema Pembelajaran Bab 1
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) buatan guru — Kolom A (nama bilangan → lambang) dan Kolom B (lambang → nama bilangan)
  4. Kartu kontekstual bergambar (kelereng, jarak, buku) untuk asesmen awal
  5. Papan tulis dan spidol / papan tulis mini / kertas lipat untuk permainan 'Tebak Bilangan Cepat'
  6. Tabel nilai tempat bergambar (ratusan | puluhan | satuan) sebagai alat bantu diferensiasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.