Modul AjarPertemuan 12Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Pembagian Bilangan Cacah sampai 100". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

Matematika - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPembagian Bilangan Cacah sampai 100
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hasil pembagian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol dengan benar.
  2. Murid dapat menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang atau kebalikan perkalian pada bilangan cacah sampai 100 dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya 12 permen dan ingin membaginya sama rata kepada 3 teman, kira-kira setiap teman dapat berapa permen?
  2. Apakah mengurangi sesuatu berkali-kali sampai habis sama dengan membagi? Coba jelaskan dengan contoh!
  3. Jika kamu tahu bahwa 4 × 3 = 12, apakah kamu bisa langsung tahu berapa hasil 12 ÷ 3? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi kehadiran dan menanyakan kabar murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar cara membagi bilangan menggunakan benda, gambar, dan simbol matematika.'
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan 2 soal cepat di papan tulis — (1) '8 – 2 – 2 – 2 – 2 =?' dan (2) '3 × 4 =?' — murid menjawab di buku catatan. Guru mengamati jawaban untuk mengidentifikasi kesiapan belajar.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Kalau kamu punya 12 permen dan ingin dibagi rata kepada 3 teman, setiap teman dapat berapa?' untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru menghubungkan materi dengan pengalaman nyata: konsep berbagi dalam kehidupan sehari-hari adalah dasar dari operasi pembagian.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok beranggotakan 4 orang. Murid yang memiliki kemampuan matematika lebih tinggi ditunjuk sebagai ketua kelompok.
  • Setiap kelompok mendapatkan 1 wadah berisi 15 manik-manik (atau benda konkret pengganti seperti kancing/biji-bijian) dan 4 wadah kecil kosong untuk masing-masing anggota.
  • Ketua kelompok membagikan manik-manik satu per satu secara bergiliran ke setiap anggota hingga wadah ketua habis. Proses ini diulang sampai semua manik-manik terbagi habis.
  • Murid mencatat jumlah manik-manik yang diterima masing-masing anggota di lembar kerja.
  • Guru membimbing murid menyadari bahwa kegiatan membagikan satu per satu secara berulang adalah pengurangan berulang: 15 – 3 – 3 – 3 – 3 – 3 = 0, yang berarti 15 ÷ 3 = 5.
  • Guru menuliskan proses pengurangan berulang di papan tulis langkah demi langkah, kemudian menunjukkan bentuk simbol pembagiannya: 15 ÷ 3 = 5.
  • Guru menjelaskan hubungan antara pembagian dan perkalian: 'Bilangan hasil bagi × bilangan pembagi = bilangan yang dibagi. Jadi 5 × 3 = 15, berarti 15 ÷ 3 = 5.'
  • Guru menggunakan gambar ilustrasi di papan tulis (lingkaran-lingkaran mewakili manik-manik yang dikelompokkan) untuk memperkuat pemahaman visual.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi 3 bagian: (A) tulis pembagian sebagai pengurangan berulang, (B) hitung hasil pembagian menggunakan gambar, (C) tulis kalimat pembagian dalam simbol matematika.
  • Bagian A (pengurangan berulang): murid menyelesaikan soal seperti 16 ÷ 4, 20 ÷ 5, dan 18 ÷ 3 dengan menuliskan langkah pengurangan berulangnya.
  • Bagian B (gambar): murid menggambar lingkaran-lingkaran yang dikelompokkan untuk mewakili soal seperti 12 ÷ 4 dan 25 ÷ 5.
  • Bagian C (simbol): murid menuliskan kalimat matematika pembagian dan menghubungkannya dengan kalimat perkalian yang bersesuaian (contoh: 12 ÷ 4 = 3, karena 3 × 4 = 12).
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik langsung (asesmen proses). Guru mencatat murid yang masih kesulitan untuk diberikan bimbingan tambahan.
  • Perwakilan 2 kelompok mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru mengklarifikasi konsep yang masih keliru dan menegaskan kembali hubungan pembagian sebagai kebalikan perkalian.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berpasangan (think-pair-share): masing-masing menjawab pertanyaan refleksi — 'Cara mana yang paling mudah kamu gunakan untuk membagi bilangan: benda konkret, gambar, atau simbol? Mengapa?'
  • Beberapa pasangan berbagi jawaban mereka kepada kelas. Guru merangkum variasi cara berpikir yang muncul.
  • Murid mengisi 'tiket keluar' (exit ticket) secara mandiri di selembar kertas kecil: jawab satu soal pembagian (contoh: 24 ÷ 6 = ___) dan tuliskan cara penyelesaiannya (boleh pengurangan berulang atau hubungan perkalian).
  • Guru meminta murid menilai pemahaman diri sendiri dengan menunjukkan jempol: jempol ke atas (sudah paham), jempol mendatar (masih ragu), jempol ke bawah (belum paham).
  • Guru mencatat murid yang menunjukkan jempol mendatar dan ke bawah untuk mendapat perhatian lebih di sesi berikutnya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama-sama: 'Hari ini kita belajar bahwa pembagian adalah pengurangan berulang sampai habis, dan pembagian adalah kebalikan dari perkalian.'
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok dan individu yang aktif berpartisipasi.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengumpulkan tiket keluar (exit ticket) sebagai bahan asesmen akhir dan acuan tindak lanjut.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum siap menggunakan bilangan lebih kecil (hasil pembagian ≤ 5, contoh: 10 ÷ 2, 12 ÷ 3) dan tetap menggunakan benda konkret. Murid yang sudah siap menggunakan bilangan lebih besar (hasil pembagian 6–10, contoh: 45 ÷ 5, 72 ÷ 8) dan langsung bekerja dengan simbol.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mahir dan mendapat kartu petunjuk langkah-langkah pengurangan berulang. Murid yang sudah mahir mendapat tantangan tambahan: membuat soal pembagian sendiri dan menukar soal dengan kelompok lain untuk diselesaikan.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman melalui cara yang sesuai kemampuannya: bisa dengan menggambar, menulis langkah pengurangan berulang, atau langsung menuliskan kalimat pembagian dan perkalian yang bersesuaian.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2 soal cepat di papan tulis: (1) '8 – 2 – 2 – 2 – 2 = ?' untuk mengecek pemahaman pengurangan berulang, dan (2) '3 × 4 = ?' untuk mengecek pemahaman perkalian sebagai bekal memahami pembagian.
  • Murid menjawab di buku catatan dalam waktu 2–3 menit. Guru memindai jawaban untuk mengidentifikasi kesiapan belajar dan mengelompokkan murid sesuai kebutuhan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi langsung saat aktivitas membagi manik-manik: guru mengecek apakah murid dapat menghubungkan kegiatan fisik dengan konsep pengurangan berulang.
  • Pengecekan LKPD saat guru berkeliling: guru memberikan umpan balik lisan segera pada jawaban yang keliru.
  • Penilaian presentasi kelompok: guru menilai kejelasan penjelasan dan ketepatan jawaban yang dipresentasikan.

Akhir:

  • Tiket keluar (exit ticket): murid secara mandiri menyelesaikan soal '24 ÷ 6 = ___' dan menuliskan cara penyelesaiannya. Guru menggunakan hasil ini untuk menentukan apakah murid sudah mencapai TP 3.1.12.1 dan 3.1.12.2.
  • Kriteria ketuntasan: murid dianggap mencapai tujuan pembelajaran jika menjawab benar dan dapat menunjukkan cara penyelesaian (pengurangan berulang atau hubungan perkalian) dengan tepat.

Formatif:

  • Observasi aktivitas kelompok saat membagi manik-manik: guru mengamati apakah murid memahami proses pengurangan berulang.
  • Pengamatan saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan proses pembagian dengan bahasa sendiri.
  • Umpan balik langsung saat guru berkeliling mengecek LKPD yang sedang dikerjakan.
  • Penilaian diri dengan gestur jempol di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Tiket keluar (exit ticket): murid menyelesaikan satu soal pembagian dan menuliskan cara penyelesaiannya (pengurangan berulang atau hubungan perkalian) secara mandiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan hasil pembagian menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol (TP 3.1.12.1)Murid belum dapat menentukan hasil pembagian meskipun dengan bantuan benda konkret.Murid dapat menentukan hasil pembagian hanya dengan bantuan benda konkret, belum dapat menggunakan gambar atau simbol secara mandiri.Murid dapat menentukan hasil pembagian menggunakan benda konkret dan gambar, serta mulai dapat menggunakan simbol dengan sedikit bantuan.Murid dapat menentukan hasil pembagian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol secara mandiri dan benar.
Menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang (TP 3.1.12.2 — bagian pengurangan berulang)Murid belum dapat menuliskan atau menjelaskan pembagian sebagai pengurangan berulang.Murid dapat menuliskan pengurangan berulang untuk soal sederhana (bilangan kecil) namun belum konsisten.Murid dapat menuliskan dan menjelaskan pengurangan berulang untuk sebagian besar soal dengan benar.Murid dapat menuliskan dan menjelaskan dengan lancar pembagian sebagai pengurangan berulang untuk berbagai soal bilangan cacah sampai 100.
Menjelaskan konsep pembagian sebagai kebalikan perkalian (TP 3.1.12.2 — bagian kebalikan perkalian)Murid belum dapat menghubungkan operasi pembagian dengan perkalian.Murid dapat menunjukkan hubungan perkalian-pembagian pada contoh yang sudah diberikan guru, belum bisa mengaplikasikan secara mandiri.Murid dapat menjelaskan hubungan pembagian dan perkalian serta menuliskan pasangan kalimat matematikanya untuk sebagian besar soal.Murid dapat menjelaskan dengan tepat bahwa pembagian adalah kebalikan perkalian, menuliskan pasangan kalimat matematika (a ÷ b = c dan c × b = a) secara mandiri dan benar untuk berbagai soal.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam KelompokMurid belum terlibat aktif dalam diskusi kelompok.Murid sesekali berpartisipasi dalam kegiatan kelompok namun masih pasif.Murid aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelompok dan dapat menyampaikan ide dengan cukup jelas.Murid aktif berkolaborasi, mengajukan pertanyaan, menjelaskan ide kepada teman, dan membantu anggota kelompok yang belum paham.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan membagi manik-manik? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah pada aktivitas konkret ini?
  • Apakah alokasi waktu 2×35 menit cukup untuk menyelesaikan ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan tambahan berdasarkan hasil exit ticket, dan apa tindak lanjut yang akan saya lakukan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid sejak awal pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Cara apa yang paling mudah kamu gunakan untuk membagi bilangan: menggunakan benda, gambar, atau simbol matematika? Mengapa?
  • Apa hubungan antara pembagian dan perkalian yang kamu pelajari hari ini? Bisakah kamu berikan satu contoh?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang menurutmu paling sulit? Apa yang akan kamu lakukan untuk memahaminya lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas III (Bab 1, Topik G: Pembagian Bilangan Cacah sampai 100, hlm. 66–71)
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III (Bab 1, hlm. 56–58)
  3. Manik-manik atau benda konkret pengganti (kancing, biji-bijian, atau potongan kertas) — 15 buah per kelompok
  4. Wadah/mangkuk kecil dari karton atau kertas — 4–5 buah per kelompok
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi soal bagian A (pengurangan berulang), B (gambar), dan C (simbol)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru
  7. Kertas kecil untuk tiket keluar (exit ticket)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.