Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Perkalian Bilangan Cacah sampai 100". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

Matematika - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPerkalian Bilangan Cacah sampai 100
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hasil perkalian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol dengan benar.
  2. Murid dapat menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang pada bilangan cacah sampai 100 dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika setiap teman di kelompokmu membawa 4 pensil, dan ada 5 teman dalam kelompok, kira-kira ada berapa pensil seluruhnya? Bagaimana cara cepatmu menghitungnya?
  2. Apakah kalian tahu cara yang lebih cepat selain menjumlahkan satu per satu ketika bilangan yang dijumlahkan semuanya sama?
  3. Apa yang akan terjadi jika kita punya 3 gelas dan setiap gelas berisi 6 kerikil — berapa banyak kerikil semuanya, dan bisakah kamu tunjukkan lebih dari satu cara untuk menemukan jawabannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan 2 soal penjumlahan berulang sederhana di papan tulis (contoh: 3+3+3=? dan 5+5+5+5=?) dan meminta murid menjawab di buku masing-masing. Guru berkeliling mengamati jawaban untuk mengetahui kesiapan belajar sebelum masuk ke konsep perkalian. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar cara menghitung lebih cepat menggunakan perkalian, dan kita akan pakai benda, gambar, serta lambang matematika.' (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika setiap kelompok punya 4 kelereng, dan ada 5 kelompok, berapa total kelerengnya? Bagaimana cara kalian menghitung itu?' Guru mendengarkan beberapa respons tanpa memberi jawaban benar dulu. (5 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 4–5 orang dan membagikan bahan: 20 kerikil/kelereng per kelompok, 5 gelas plastik/wadah kertas kecil, dan lembar kerja Aktivitas Eksplorasi. (3 menit)
  • Murid diminta memasukkan 4 kerikil ke dalam setiap gelas (5 gelas). Kemudian mereka menghitung total kerikil dengan cara penjumlahan berulang: 4+4+4+4+4=? dan menuliskannya di lembar kerja. (5 menit)
  • Guru membimbing murid mengamati pola: 'Karena bilangan yang dijumlahkan sama, kita bisa tulis lebih singkat: 5×4=20. Angka 5 adalah banyak gelas, angka 4 adalah isi tiap gelas.' Guru menuliskan kalimat matematika di papan tulis sambil menjelaskan makna tiap angka. (5 menit)
  • Guru menunjukkan contoh kedua menggunakan gambar di papan (4 kelompok bunga, masing-masing 5 bunga): murid diminta menuliskan penjumlahan berulangnya terlebih dahulu, lalu mengubahnya menjadi kalimat perkalian. (4 menit)
  • Guru menegaskan konsep: 'Perkalian adalah cara cepat menulis penjumlahan berulang. 5×4 artinya 4 dijumlahkan sebanyak 5 kali.' Murid mengulangi konsep ini secara lisan bersama-sama. (2 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok melakukan Aktivitas Lanjutan: mengulang kegiatan kerikil-gelas dengan variasi baru — 4 gelas berisi 7 kerikil masing-masing. Mereka menuliskan penjumlahan berulang dan kalimat perkaliannya di lembar kerja. (5 menit)
  • Murid mengerjakan soal latihan di lembar kerja secara mandiri (diferensiasi diterapkan di sini — lihat bagian diferensiasi): mengisi kalimat penjumlahan berulang dan perkalian berdasarkan gambar yang diberikan (minimal 3 soal bergambar: kelompok pensil, bunga, mobil mainan). (8 menit)
  • Guru berkeliling dan melakukan asesmen proses: mengamati cara murid mengerjakan, memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang mengalami kesulitan, dan mencatat murid yang sudah paham maupun yang masih perlu bimbingan. (selama 8 menit pengerjaan)
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas. Murid lain memberikan tanggapan: 'Apakah jawabannya sama? Ada yang punya cara berbeda?' (5 menit)
  • Guru memperlihatkan konsep komutatif secara konkret: '5×6 dan 6×5 sama-sama menghasilkan 30. Mengapa bisa begitu?' Murid diminta menyusun ulang kerikil mereka untuk membuktikannya. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menjawab 2 pertanyaan refleksi tertulis di lembar kerja: (1) 'Jelaskan dengan kata-katamu sendiri: apa itu perkalian?' dan (2) 'Tuliskan satu contoh perkalian dari kehidupan sehari-harimu dan ubah menjadi kalimat matematika.' (5 menit)
  • Guru memandu diskusi singkat kelas: beberapa murid berbagi contoh kehidupan nyata yang mereka tulis. Guru menghubungkan contoh-contoh tersebut kembali ke konsep penjumlahan berulang dan simbol perkalian. (3 menit)
  • Murid mengisi kartu 'Apa yang sudah kupahami hari ini' dengan satu kalimat perkalian pilihan mereka sendiri beserta gambar sederhana yang merepresentasikannya — ini sekaligus menjadi asesmen akhir proses pemahaman konsep. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Perkalian adalah penjumlahan berulang. Kita bisa menghitung perkalian menggunakan benda, gambar, dan lambang matematika.' (3 menit)
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan 3 soal singkat tertulis secara individu (tanpa alat bantu): (1) Gambar 3 kelompok apel, tiap kelompok 4 buah → tulis penjumlahan berulang dan kalimat perkalian; (2) 6×3=?; (3) 4+4+4+4+4=? ditulis sebagai kalimat perkalian. (5 menit)
  • Guru memberikan umpan balik umum dan menyampaikan semangat: 'Kalian sudah belajar cara cepat menghitung dengan perkalian hari ini. Latihan terus ya di rumah!'
  • Murid mengisi refleksi diri singkat (bisa berbentuk emotikon: 😊 paham, 😐 masih bingung, 😕 butuh bantuan) di sudut lembar kerja. (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah siap diberikan soal gambar dengan bilangan yang lebih besar (mis. 7×8, 9×6) dan diminta membuat soal cerita sendiri. Murid yang masih dalam tahap berkembang cukup mengerjakan soal dengan bilangan kecil (1–5) menggunakan benda konkret yang tetap tersedia di meja.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat terus menggunakan kerikil/kelereng sebagai alat bantu selama sesi latihan mandiri. Guru atau teman sebaya (peer tutor dari kelompok yang sudah paham) mendampingi mereka secara personal. Murid yang cepat dapat langsung mengerjakan soal tanpa alat bantu konkret.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman mereka: (a) menyelesaikan lembar kerja soal bergambar, (b) membuat ilustrasi/gambar sendiri yang merepresentasikan kalimat perkalian pilihan mereka, atau (c) membuat soal cerita pendek beserta jawabannya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menuliskan 2 soal penjumlahan berulang di papan tulis (contoh: 3+3+3=? dan 5+5+5+5=?) sebelum pembelajaran dimulai.
  • Murid menjawab secara tertulis di buku masing-masing selama 3 menit.
  • Guru berkeliling mengamati hasil jawaban untuk memetakan: murid yang sudah lancar penjumlahan berulang (siap menerima konsep perkalian), dan murid yang masih kesulitan (memerlukan pendampingan ekstra pada tahap Memahami).

Proses:

  • Observasi langsung saat aktivitas kerikil-gelas: apakah murid dapat menyusun benda, menghitung dengan penjumlahan berulang, dan menuliskan kalimat perkalian yang sesuai.
  • Pengecekan lembar kerja saat murid mengerjakan soal latihan mandiri: guru memberikan umpan balik segera (on-the-spot feedback) kepada murid yang membuat kesalahan konsep.
  • Tanya jawab lisan selama presentasi kelompok: guru mengajukan pertanyaan probing seperti 'Mengapa kamu menulis 4×3 dan bukan 3×4? Apakah hasilnya berbeda? Coba buktikan.'

Akhir:

  • Murid mengerjakan 3 soal tertulis individu secara mandiri (tanpa alat bantu konkret) selama 5 menit di akhir pertemuan.
  • Soal 1: Diberikan gambar 3 kelompok apel, tiap kelompok berisi 4 buah — murid menuliskan penjumlahan berulang dan kalimat perkalian yang sesuai.
  • Soal 2: Hitunglah hasil dari 6×3.
  • Soal 3: Ubahlah 4+4+4+4+4 menjadi kalimat perkalian dan tentukan hasilnya.
  • Hasil dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk dua aspek: pemahaman konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang, dan ketepatan menentukan hasil perkalian.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid memanipulasi benda konkret (kerikil-gelas) — guru mencatat apakah murid dapat menghubungkan susunan benda dengan penjumlahan berulang dan kalimat perkalian.
  • Lembar kerja aktivitas kelompok: guru memeriksa ketepatan penulisan penjumlahan berulang dan konversinya menjadi kalimat perkalian.
  • Presentasi kelompok: guru dan murid lain memberikan umpan balik lisan terhadap jawaban yang dipresentasikan.
  • Kartu refleksi individu 'Apa yang sudah kupahami hari ini': guru membaca kartu untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Sumatif:

  • Soal tertulis individu 3 butir di akhir pertemuan: (1) mengubah gambar menjadi penjumlahan berulang dan kalimat perkalian, (2) menghitung hasil perkalian sederhana, (3) mengubah penjumlahan berulang menjadi kalimat perkalian — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Perkalian sebagai Penjumlahan BerulangMurid belum dapat menghubungkan penjumlahan berulang dengan kalimat perkalian, bahkan dengan bantuan benda konkret sekalipun.Murid dapat menghubungkan penjumlahan berulang dengan kalimat perkalian hanya jika dibantu benda konkret atau gambar, dan masih sering membuat kesalahan dalam menentukan faktor-faktor perkalian.Murid dapat menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang menggunakan gambar dan simbol dengan benar pada sebagian besar soal, meskipun sesekali masih memerlukan bantuan.Murid dapat menjelaskan dengan lancar dan mandiri konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang menggunakan benda, gambar, maupun simbol, serta dapat memberikan contoh dari kehidupan sehari-hari secara tepat.
Ketepatan Menentukan Hasil Perkalian Dua Bilangan Cacah sampai 100Murid belum dapat menentukan hasil perkalian dua bilangan cacah, bahkan dengan alat bantu benda konkret.Murid dapat menentukan hasil perkalian hanya pada bilangan kecil (faktor ≤ 3) dengan bantuan benda konkret atau gambar, dan hasilnya masih sering keliru.Murid dapat menentukan hasil perkalian dua bilangan cacah pada sebagian besar soal dengan benar menggunakan gambar dan simbol, dengan sedikit kesalahan hitung.Murid dapat menentukan hasil perkalian dua bilangan cacah sampai 100 secara akurat menggunakan benda konkret, gambar, maupun simbol secara mandiri dan konsisten tanpa kesalahan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami hubungan antara penjumlahan berulang dan kalimat perkalian setelah kegiatan eksplorasi benda konkret hari ini?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan perlu pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan efektif?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi aktif dari murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dari strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perkalian? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Di mana dalam kehidupan sehari-harimu kamu bisa menggunakan perkalian? Berikan satu contoh.
  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah dan bagian mana yang masih terasa sulit? Apa yang akan kamu lakukan untuk memahaminya lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Matematika untuk SD/MI Kelas III (Buku Siswa), Bab 1: Bilangan Cacah sampai 1.000, Subbab F: Perkalian Bilangan Cacah sampai 100 (hal. 59–63)
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas III, Bab 1 Subbab F (hal. 52 dst.)
  3. Benda konkret: kerikil/kelereng/permen (±20 butir per kelompok)
  4. Wadah/gelas plastik kecil atau wadah kertas/kardus (5 buah per kelompok)
  5. Lembar kerja murid (LKPD) Aktivitas Perkalian — dibuat guru berisi soal bergambar dan kolom isian penjumlahan berulang serta kalimat perkalian
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan contoh gambar dan kalimat matematika
  7. Kartu refleksi individu 'Apa yang sudah kupahami hari ini'

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.