Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Meminjam

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Meminjam". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 3: Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Meminjam

Matematika - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Meminjam

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPengurangan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Meminjam
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 dengan mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun dengan benar.
  2. Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 100 dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya 30 permen lalu temanmu meminta 12, apakah kamu bisa langsung mengurangi satuannya? Apa yang akan kamu lakukan jika satuan atas lebih kecil dari satuan bawah?
  2. Pernahkah kalian kesulitan menghitung kembalian uang? Bagaimana caranya agar hasilnya tepat?
  3. Mengapa kadang kita perlu 'meminjam' dari puluhan saat mengurangi bilangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan soal 35 − 12 dan 42 − 19 di papan tulis, meminta murid menjawab secara lisan atau pada mini-whiteboard/kertas kecil untuk memetakan pemahaman awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan apersepsi: 'Kemarin kita sudah belajar pengurangan tanpa meminjam. Hari ini kita akan belajar cara mengurangi ketika satuan atas lebih kecil dari satuan bawah.' (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini secara singkat. (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu punya 30 permen dan temanmu minta 12, bagaimana cara menghitungnya dengan cara bersusun?' Biarkan murid berpendapat bebas, belum perlu dikoreksi. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh kontekstual: 'Galih punya 60 permen. Ia memberikan 35 permen kepada adiknya. Berapa sisa permen Galih?' Guru meminta murid mengamati situasi ini. (3 menit)
  • Guru membagikan permen/kerikil/kelereng kepada setiap kelompok (4-5 murid). Murid diminta memperagakan secara fisik: ambil 60 benda, lalu coba keluarkan 35. Mereka diarahkan menemukan bahwa satuan 0 tidak bisa dikurangi 5 secara langsung. (5 menit)
  • Guru menunjukkan secara bertahap cara susun panjang di papan tulis: (1) tulis 60 = 50 + 10, lalu 10 − 5 = 5 untuk satuan; (2) tulis 50 − 30 = 20 untuk puluhan; (3) gabungkan 20 + 5 = 25. Murid menyimak dan mencatat di buku masing-masing. (5 menit)
  • Guru menunjukkan cara susun pendek: ambil 1 puluhan dari kolom puluhan, tambahkan ke satuan menjadi 10, lalu kurangi. Tunjukkan perubahan angka puluhan dari 6 menjadi 5 setelah dipinjam. (4 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Mengapa angka 6 di puluhan berubah menjadi 5?' Murid diminta menjawab secara lisan. Guru meluruskan pemahaman. (3 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengerjakan latihan berpasangan (think-pair): setiap pasang mendapat 3 soal cara susun panjang (93 − 21, 26 − 17, 64 − 26) dan 3 soal cara susun pendek (33 − 28, 42 − 36, 71 − 45). Satu soal dikerjakan bersama dulu sebagai contoh terbimbing, lalu murid mengerjakan sisanya. (10 menit)
  • Setelah latihan soal operasi, murid mengerjakan 2 soal cerita kontekstual secara mandiri: (a) 'Ibu membeli 52 telur. Sebanyak 27 telur digunakan untuk membuat kue. Berapa sisa telur ibu?' (b) 'Di toko ada 84 pensil. Terjual 56 pensil. Berapa sisa pensil di toko?' (7 menit)
  • Guru berkeliling memantau pekerjaan murid, memberikan umpan balik langsung (formatif proses), dan mencatat murid yang mengalami kesulitan untuk tindak lanjut diferensiasi. (selama proses berlangsung)
  • Beberapa pasang diminta mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas menggunakan papan tulis, menjelaskan langkah demi langkah. Murid lain memberi tanggapan. (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi kelas: 'Apa yang terjadi jika kita lupa meminjam dari puluhan? Apa akibatnya terhadap jawaban?' Murid menjawab secara bergantian. (4 menit)
  • Guru menampilkan dua contoh pengerjaan (satu benar, satu keliru karena lupa meminjam). Murid diminta menemukan letak kesalahan dan memperbaikinya. (4 menit)
  • Murid menuliskan di kertas kecil (exit ticket): satu hal yang sudah dipahami hari ini dan satu hal yang masih membingungkan. Guru mengumpulkan kertas tersebut sebagai bahan tindak lanjut. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan: 'Ketika satuan atas lebih kecil dari satuan bawah, kita meminjam 1 puluhan untuk ditambahkan ke satuan, sehingga pengurangan bisa dilakukan.' (3 menit)
  • Guru memberikan soal sumatif akhir (asesmen akhir) secara individual: 3 soal operasi bersusun (dengan meminjam) dan 1 soal cerita. Murid mengerjakan dalam 5 menit. (5 menit)
  • Guru menyampaikan umpan balik umum atas proses belajar hari ini dan memberi apresiasi atas partisipasi murid. (2 menit)
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan soal pengurangan bertingkat dengan bilangan yang lebih bervariasi (mis. 91 − 47, 83 − 58) dan soal cerita dua langkah. Murid yang masih kesulitan diberikan soal dengan bantuan tabel nilai tempat bergambar atau menggunakan benda konkret (kelereng/kerikil) terlebih dahulu sebelum mengerjakan secara abstrak.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja dalam kelompok kecil bersama guru saat tahap Mengaplikasi, dengan scaffolding berupa lembar kerja bergaris nilai tempat. Murid yang cepat dapat langsung mengerjakan soal cerita multi-langkah secara mandiri.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat soal cerita pengurangan dengan meminjam milik sendiri dan menukar dengan teman untuk dijawab. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan lembar kerja standar dengan tabel nilai tempat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua soal (35 − 12 dan 42 − 19) di papan tulis pada awal pembelajaran. Murid menjawab di kertas kecil atau mini-whiteboard. Guru memetakan: murid mana yang sudah memahami konsep nilai tempat dan pengurangan tanpa meminjam, serta mana yang belum, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi.

Proses:

  • Guru berkeliling mengamati murid saat mengerjakan latihan berpasangan dan mencatat di lembar observasi sederhana: apakah murid dapat mengidentifikasi kapan harus meminjam, apakah langkah-langkah bersusun dilakukan dengan urutan benar.
  • Guru memberikan pertanyaan lisan spontan saat berkeliling: 'Mengapa kamu mengubah angka ini?' untuk mengecek pemahaman konseptual.
  • Presentasi pasang di papan tulis digunakan sebagai data formatif untuk melihat kemampuan komunikasi matematis murid.

Akhir:

  • Murid mengerjakan 3 soal operasi pengurangan bersusun pendek dengan meminjam (mis. 53 − 28, 72 − 47, 61 − 34) dan 1 soal cerita secara individual dalam 5 menit terakhir.
  • Hasil pekerjaan dikoreksi dan dinilai menggunakan rubrik 4 level. Nilai akhir dihitung berdasarkan jumlah skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikali 100.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid memperagakan dengan benda konkret pada tahap Memahami.
  • Pengecekan jawaban latihan berpasangan (think-pair) selama tahap Mengaplikasi.
  • Exit ticket tertulis di akhir tahap Merefleksi: satu hal yang dipahami dan satu hal yang masih membingungkan.

Sumatif:

  • Soal tertulis individual di akhir pembelajaran: 3 soal operasi pengurangan bersusun dengan meminjam dan 1 soal cerita kontekstual.
  • Penilaian presentasi lisan saat murid menjelaskan langkah-langkah pengerjaan di depan kelas.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan prosedur pengurangan bersusun dengan meminjam (TP 3.1.10.1)Murid tidak dapat melakukan pengurangan bersusun dengan meminjam; langkah-langkah tidak dilakukan atau seluruhnya keliru.Murid mencoba melakukan pengurangan bersusun dengan meminjam tetapi sebagian besar langkah masih keliru (mis. lupa mengubah angka puluhan setelah meminjam).Murid melakukan pengurangan bersusun dengan meminjam dengan langkah yang sebagian besar benar, namun sesekali terdapat kesalahan kecil pada satu langkah.Murid melakukan pengurangan bersusun dengan meminjam secara sistematis, urutan langkah benar seluruhnya, dan hasil akhir tepat.
Penyelesaian masalah kontekstual pengurangan dengan meminjam (TP 3.1.10.2)Murid tidak dapat mengidentifikasi operasi yang diperlukan dari soal cerita dan tidak menghasilkan penyelesaian.Murid mengidentifikasi bahwa soal melibatkan pengurangan, tetapi proses perhitungan atau interpretasi hasil masih keliru.Murid menyelesaikan soal cerita dengan proses yang tepat dan hasil yang benar, namun penulisan kalimat jawaban kurang lengkap.Murid menyelesaikan soal cerita secara lengkap: mengidentifikasi yang diketahui dan ditanya, melakukan operasi dengan benar, serta menuliskan kalimat jawaban dengan tepat.
Kemampuan menjelaskan konsep meminjam secara lisan/tertulisMurid tidak dapat menjelaskan alasan mengapa harus meminjam dari puluhan.Murid dapat menyebutkan bahwa 'harus meminjam' tetapi tidak dapat menjelaskan alasan atau prosesnya dengan jelas.Murid dapat menjelaskan bahwa satuan atas lebih kecil dari satuan bawah sehingga perlu meminjam, namun penjelasan belum runtut.Murid menjelaskan dengan runtut: mengidentifikasi kondisi kapan harus meminjam, mendeskripsikan proses meminjam dari puluhan ke satuan, dan menjelaskan perubahan nilai tempat yang terjadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami konsep meminjam dari puluhan? Mana yang masih perlu perhatian lebih?
  • Apakah penggunaan benda konkret (kelereng/permen) efektif membantu murid memvisualisasikan proses meminjam?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Bagaimana kualitas interaksi saat presentasi pasang? Apakah murid dapat mengomunikasikan pemikiran mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa yang dimaksud dengan 'meminjam' dalam pengurangan? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling mudah kamu pahami? Bagian mana yang masih membingungkanmu?
  • Bisakah kamu memberikan contoh situasi sehari-hari di mana kamu perlu menggunakan pengurangan dengan meminjam?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek)
  3. Permen, kerikil, kelereng, atau manik-manik sebagai benda konkret manipulatif
  4. Papan tulis dan spidol/kapur
  5. Lembar kerja nilai tempat bergaris (puluhan–satuan) sebagai scaffolding
  6. Kertas kecil untuk exit ticket
  7. Mini-whiteboard atau kertas HVS untuk asesmen awal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.