Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase ESemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 10: Kejadian Saling Bebas dan Aturan Perkalian

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Kejadian Saling Bebas dan Aturan Perkalian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 10: Kejadian Saling Bebas dan Aturan Perkalian

Matematika - Kelas 10

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Kejadian Saling Bebas dan Aturan Perkalian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKejadian Saling Bebas dan Aturan Perkalian
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep kejadian saling bebas dan membedakannya dari kejadian saling lepas melalui eksplorasi.
  2. Murid dapat menggunakan aturan perkalian P(A ∩ B) = P(A) × P(B) untuk menentukan peluang dua kejadian saling bebas dalam konteks pemecahan masalah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar istilah 'kejadian saling bebas'? Apa bedanya dengan kejadian saling lepas yang sudah dipelajari sebelumnya?
  2. Bagaimana kita bisa menghitung peluang mendapatkan dua kejadian sekaligus, misalnya melempar dua dadu dan mendapatkan angka 6 pada dadu pertama dan angka ganjil pada dadu kedua?
  3. Jika peluang hujan hari ini adalah 30% dan besok 40%, dan kedua kejadian saling bebas, berapa peluang hujan turun pada kedua hari tersebut?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi kehadiran.
  • Guru melakukan asesmen awal melalui tanya jawab lisan tentang kejadian saling lepas, ruang sampel, dan aturan penjumlahan sebagai prasyarat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa dengan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana menentukan peluang dua kejadian yang terjadi bersamaan?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk berkolaborasi.
  • Guru membagikan LKPD berisi skenario dua kejadian, seperti: pelemparan dua dadu, pelemparan koin dan dadu, pengambilan kartu dengan pengembalian.
  • Siswa dalam kelompok mengidentifikasi apakah terjadinya kejadian pertama memengaruhi peluang kejadian kedua.
  • Melalui diskusi kelompok, siswa merumuskan konsep kejadian saling bebas dan membandingkannya dengan kejadian saling lepas yang telah dipelajari sebelumnya.
  • Setiap kelompok mempresentasikan temuan awal, guru memberikan penguatan dan klarifikasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan aturan perkalian peluang untuk dua kejadian saling bebas: P(A ∩ B) = P(A) × P(B) dan memberikan contoh kontekstual, misalnya mewarisi gen lesung pipi dari kedua orang tua.
  • Siswa dalam kelompok menyelesaikan masalah kontekstual pada LKPD, misalnya: 'Peluang seorang siswa mendapat nilai A di Matematika adalah 0,8 dan di Fisika 0,7. Jika kedua kejadian saling bebas, berapa peluang ia mendapat A di kedua mata pelajaran?'
  • Guru berkeliling membimbing diskusi, memastikan setiap anggota kelompok dapat menghitung peluang gabungan.
  • Beberapa kelompok mempresentasikan hasil penyelesaiannya, diikuti diskusi dan umpan balik antarkelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Secara individu, siswa menuliskan di kertas refleksi: perbedaan kejadian saling bebas dan saling lepas, kapan menggunakan aturan perkalian vs penjumlahan.
  • Siswa berbagi hasil refleksi dalam kelompok kecil, kemudian perwakilan menyampaikan kepada kelas.
  • Guru memberikan penguatan terhadap pemahaman yang tepat dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul.

Penutup:

  • Guru bersama siswa menyimpulkan materi tentang kejadian saling bebas dan aturan perkalian.
  • Asesmen akhir: siswa mengerjakan 2-3 soal singkat secara individu untuk mengecek pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Siswa mengisi lembar refleksi diri tentang proses belajar hari ini.
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan selanjutnya dan menutup dengan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang kesulitan, disediakan ringkasan konsep dalam bentuk grafik dan contoh sederhana. Untuk siswa yang mahir, diberikan tambahan soal yang melibatkan lebih dari dua kejadian saling bebas.
  • Proses: Siswa lambat belajar mendapat bimbingan ekstra dari guru saat diskusi kelompok. Siswa cepat dapat bertindak sebagai tutor sebaya.
  • Produk: Hasil refleksi dapat disajikan dalam bentuk tulisan, gambar, atau lisan sesuai minat siswa. LKPD memiliki variasi tingkat kesulitan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang dimaksud kejadian saling lepas? Berikan contohnya.'
  • Minta siswa menyebutkan aturan penjumlahan peluang dua kejadian saling lepas.

Proses:

  • Lembar pengamatan diskusi kelompok: keterlibatan, kemampuan menjelaskan, kerjasama.
  • Analisis hasil LKPD: ketepatan mengidentifikasi kejadian saling bebas dan menerapkan rumus.
  • Refleksi individu: kemampuan membedakan dan menyimpulkan.

Akhir:

  • Soal 1: Tentukan apakah pasangan kejadian berikut saling bebas atau tidak: (a) melempar dua koin, kejadian muncul gambar pada koin pertama dan angka pada koin kedua; (b) mengambil dua bola tanpa pengembalian dari kantong berisi 5 merah, 3 biru, kejadian pertama terambil merah dan kedua biru.
  • Soal 2: Peluang sebuah mesin A rusak adalah 0,1 dan mesin B rusak 0,2. Jika kerusakan keduanya saling bebas, hitung peluang kedua mesin rusak bersamaan.
  • Soal 3: Sebuah keluarga memiliki dua anak. Jika peluang anak laki-laki 0,5 dan saling bebas, berapa peluang kedua anak laki-laki? (Sebagai soal tambahan bagi siswa cepat).

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan kerjasama dalam diskusi kelompok
  • Penilaian kinerja saat presentasi dan tanya jawab
  • Pengecekan LKPD dan catatan refleksi siswa

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat di akhir pertemuan yang mencakup indikator menjelaskan konsep dan menerapkan aturan perkalian

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep kejadian saling bebas dan membedakannya dengan saling lepasTidak dapat menyebutkan definisi atau contoh, serta tidak mampu membedakan dengan kejadian saling lepas.Dapat menyebutkan definisi sederhana tetapi masih keliru dalam membedakan kedua jenis kejadian.Dapat menjelaskan dengan benar, memberikan satu contoh, dan mampu menunjukkan perbedaan mendasar secara lisan.Dapat menjelaskan dengan jelas, memberikan beberapa contoh kontekstual, serta menghubungkan dengan konsep peluang sebelumnya tanpa bantuan.
Menggunakan aturan perkalian P(A ∩ B) = P(A) × P(B) dalam pemecahan masalahTidak dapat menuliskan rumus atau salah menghitung peluang gabungan meskipun dengan bimbingan.Dapat menuliskan rumus dengan benar tetapi masih keliru dalam mengidentifikasi peluang masing-masing kejadian.Dapat menerapkan rumus dengan tepat pada masalah sederhana yang diberikan, hasil perhitungan benar.Mampu menerapkan pada masalah yang lebih kompleks (lebih dari dua kejadian atau konteks nyata) serta menjelaskan langkah penyelesaiannya secara runut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa dapat membedakan kejadian saling bebas dan saling lepas dengan jelas?
  • Bagaimana partisipasi siswa dalam diskusi kelompok? Apakah semua anggota aktif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah cukup?
  • Apa kendala yang muncul dan bagaimana solusi perbaikannya untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah saya pahami tentang kejadian saling bebas hari ini?
  • Apa perbedaan utama antara kejadian saling bebas dan saling lepas?
  • Bagian mana dari materi ini yang masih membuat saya bingung?
  • Kapan saya bisa menggunakan aturan perkalian peluang dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi, halaman 258-260 (Eksplorasi 7.3 dan penjelasan aturan perkalian).
  2. Buku Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi, halaman 269-270.
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang disusun guru berisi skenario kejadian saling bebas dan soal pemecahan masalah.
  4. Alat peraga: dadu, koin, kartu remi/bridge, dan kalkulator.
  5. Video pembelajaran singkat tentang peluang kejadian saling bebas (opsional, disediakan tautan jika memungkinkan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.