Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 10: Titik Potong Grafik Fungsi Kuadrat dengan Sumbu-x dan Nilai Ekstrem

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Titik Potong Grafik Fungsi Kuadrat dengan Sumbu-x dan Nilai Ekstrem". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 10: Titik Potong Grafik Fungsi Kuadrat dengan Sumbu-x dan Nilai Ekstrem

Matematika - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Titik Potong Grafik Fungsi Kuadrat dengan Sumbu-x dan Nilai Ekstrem

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikTitik Potong Grafik Fungsi Kuadrat dengan Sumbu-x dan Nilai Ekstrem
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan titik potong grafik fungsi kuadrat dengan sumbu-x menggunakan diskriminan dan mengaitkannya dengan banyaknya akar real.
  2. Murid dapat menghitung nilai maksimum atau minimum fungsi kuadrat beserta koordinat titik puncaknya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika sebuah bola dilempar ke atas, bagaimana kita bisa mengetahui kapan bola tersebut menyentuh tanah kembali menggunakan fungsi kuadrat?
  2. Mengapa ada grafik parabola yang memotong sumbu-x dua kali, satu kali, atau bahkan tidak memotong sama sekali? Apa yang menentukan hal itu?
  3. Bagaimana cara menentukan ketinggian maksimum bola yang dilempar ke atas tanpa harus menggambar grafiknya secara lengkap?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memastikan kesiapan murid.
  • Guru menampilkan ilustrasi lintasan bola yang dilempar ke atas (bentuk parabola) dan bertanya: 'Kapan bola menyentuh tanah? Di mana titik tertingginya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menentukan titik potong grafik dengan sumbu-x menggunakan diskriminan dan menghitung nilai ekstrem fungsi kuadrat.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru memberikan 2 soal singkat — (1) Tentukan akar-akar dari x²−5x+6=0, (2) Tentukan sumbu simetri dari f(x)=x²−4x+3. Murid menjawab di kertas kecil selama 3 menit untuk mengecek prasyarat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa titik potong grafik f(x)=ax²+bx+c dengan sumbu-x diperoleh saat f(x)=0, sehingga terkait langsung dengan akar-akar persamaan kuadrat.
  • Guru memperkenalkan diskriminan D=b²−4ac dan menjelaskan maknanya: D>0 berarti dua titik potong (dua akar real berbeda), D=0 berarti satu titik potong (akar kembar/grafik menyinggung sumbu-x), D<0 berarti tidak ada titik potong (tidak ada akar real).
  • Guru menampilkan tiga grafik parabola (D>0, D=0, D<0) dan meminta murid mengidentifikasi masing-masing kondisi diskriminan.
  • Guru menjelaskan konsep titik puncak (vertex) sebagai titik ekstrem: koordinat titik puncak adalah (−b/2a, −D/4a) atau diperoleh dengan substitusi x=−b/2a ke f(x).
  • Guru menjelaskan bahwa jika a>0 maka fungsi memiliki nilai minimum di titik puncak, dan jika a<0 maka fungsi memiliki nilai maksimum di titik puncak.
  • Murid mencatat rumus-rumus kunci dan contoh yang diberikan guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mengerjakan Lembar Kerja yang berisi 4 soal bertingkat.
  • Soal 1: Tentukan titik potong grafik f(x)=x²−3x−10 dengan sumbu-x dan nyatakan hubungannya dengan nilai D.
  • Soal 2: Tentukan nilai k agar grafik f(x)=x²−6x+k menyinggung sumbu-x (D=0).
  • Soal 3: Tentukan koordinat titik puncak dan nilai minimum dari f(x)=2x²−8x+5, lalu sketsa grafiknya.
  • Soal 4 (kontekstual): Sebuah bola ditendang dengan lintasan h(t)=−5t²+20t+1 (h dalam meter, t dalam detik). Tentukan kapan bola menyentuh tanah dan ketinggian maksimumnya.
  • Selama diskusi kelompok, guru berkeliling memantau proses kerja, memberikan scaffolding pada kelompok yang kesulitan, dan mencatat miskonsepsi yang muncul.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja soal kontekstual (Soal 4), kelompok lain memberikan tanggapan atau koreksi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merangkum hubungan antara diskriminan, jumlah titik potong, dan jenis akar persamaan kuadrat dalam bentuk tabel ringkasan.
  • Murid menuliskan di buku catatan: satu hal baru yang dipahami hari ini dan satu hal yang masih membingungkan.
  • Guru membahas miskonsepsi umum yang ditemukan selama berkeliling (misalnya: lupa bahwa D=0 tetap memiliki satu akar real, bukan tidak ada akar).
  • Murid mengevaluasi strategi belajar mereka: 'Langkah mana yang paling membantu saya memahami materi hari ini?'

Penutup:

  • Asesmen akhir: Murid mengerjakan 2 soal exit ticket secara individu — (1) Tentukan banyaknya titik potong grafik f(x)=x²+4x+5 dengan sumbu-x tanpa menghitung akarnya, (2) Tentukan nilai maksimum f(x)=−x²+6x−4 dan koordinat titik puncaknya.
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas jawaban beberapa murid.
  • Guru menyampaikan keterkaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya (menggambar grafik fungsi kuadrat lengkap).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah menguasai prasyarat diberikan soal tantangan: menentukan rentang nilai parameter agar grafik tidak memotong sumbu-x. Murid yang belum menguasai diberikan panduan langkah demi langkah dengan angka sederhana.
  • Proses: Kelompok heterogen: murid yang cepat memahami berperan sebagai tutor sebaya untuk membantu teman yang membutuhkan waktu lebih. Guru menyediakan kartu petunjuk (hint cards) bagi kelompok yang mengalami kebuntuan.
  • Produk: Murid cepat diminta menyelesaikan soal tambahan yang memerlukan analisis parameter. Murid yang membutuhkan waktu lebih cukup menyelesaikan 3 dari 4 soal pada Lembar Kerja dengan akurasi yang baik.

ASESMEN

Awal:

  • Soal diagnostik 1: Tentukan akar-akar dari x²−5x+6=0 menggunakan faktorisasi.
  • Soal diagnostik 2: Tentukan sumbu simetri dari f(x)=x²−4x+3.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok (apakah murid berkontribusi ide dan bertanya).
  • Pengecekan langkah kerja pada Lembar Kerja: apakah murid menghitung diskriminan dengan benar dan menginterpretasikan hasilnya.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: apakah murid dapat menjelaskan mengapa D menentukan banyaknya titik potong.

Akhir:

  • Exit ticket soal 1: Tentukan banyaknya titik potong grafik f(x)=x²+4x+5 dengan sumbu-x. Jelaskan alasanmu menggunakan diskriminan.
  • Exit ticket soal 2: Tentukan nilai maksimum dari f(x)=−x²+6x−4 dan tuliskan koordinat titik puncaknya.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan checklist keterlibatan dan pemahaman konsep.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman diskriminan.
  • Pemantauan proses pengerjaan Lembar Kerja: kebenaran langkah dan penalaran.

Sumatif:

  • Exit ticket individual: 2 soal uraian singkat (titik potong dan nilai ekstrem).
  • Penilaian Lembar Kerja kelompok berdasarkan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan titik potong dengan sumbu-x menggunakan diskriminanTidak dapat menghitung diskriminan atau salah menentukan rumus D=b²−4ac.Dapat menghitung diskriminan dengan benar tetapi belum mampu menginterpretasikan hubungan D dengan banyaknya titik potong.Dapat menghitung diskriminan dan menginterpretasikan hasilnya (D>0, D=0, D<0) untuk menentukan banyaknya titik potong dengan benar.Dapat menghitung diskriminan, menginterpretasikan hasilnya, dan menentukan koordinat titik potong secara tepat serta menjelaskan maknanya dalam konteks soal.
Menghitung nilai ekstrem dan koordinat titik puncakTidak dapat menentukan koordinat titik puncak; salah menggunakan rumus atau tidak mengetahui rumusnya.Dapat menentukan absis titik puncak (x=−b/2a) tetapi salah dalam menghitung ordinatnya atau tidak dapat menentukan apakah nilai tersebut maksimum atau minimum.Dapat menentukan koordinat titik puncak dengan benar dan mengidentifikasi apakah fungsi memiliki nilai maksimum atau minimum berdasarkan tanda a.Dapat menentukan koordinat titik puncak, mengidentifikasi jenis ekstrem, dan menerapkannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual dengan penjelasan yang logis dan lengkap.
Penalaran dan komunikasi matematisTidak menuliskan langkah penyelesaian; jawaban tanpa proses atau penjelasan.Menuliskan sebagian langkah penyelesaian tetapi alur penalaran belum runtut atau ada langkah yang terlewat.Menuliskan langkah penyelesaian secara runtut dengan notasi yang benar dan penjelasan yang cukup jelas.Menuliskan langkah penyelesaian secara sistematis, menggunakan notasi dan representasi yang tepat, serta mampu mengkomunikasikan hasil dan interpretasinya secara jelas kepada orang lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah sebagian besar murid dapat menghubungkan nilai diskriminan dengan banyaknya titik potong grafik pada akhir pembelajaran?
  • Apakah strategi kerja kelompok efektif dalam membantu murid yang kesulitan memahami konsep titik puncak?
  • Miskonsepsi apa yang paling sering muncul dan bagaimana saya dapat mengatasinya pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang grafik fungsi kuadrat?
  • Bagian mana yang masih membingungkan saya: menghitung diskriminan, menentukan titik puncak, atau keduanya?
  • Strategi belajar apa yang paling membantu saya hari ini (mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi dengan teman, atau mengerjakan soal sendiri)?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk memperdalam pemahaman saya sebelum pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 5: Persamaan dan Fungsi Kuadrat.
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 5.
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang disiapkan guru berisi 4 soal bertingkat.
  4. Alat tulis, papan tulis, dan spidol.
  5. Kalkulator sederhana (opsional untuk verifikasi hitungan).
  6. Media visual: slide presentasi atau poster berisi grafik parabola dengan berbagai kondisi diskriminan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.