Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 10: Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 10: Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi

Matematika - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPenyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi
Alokasi Waktu2 x 45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Pertemuan 10.5.2.1: Murid dapat menyelesaikan persamaan kuadrat menggunakan metode faktorisasi (termasuk pemanfaatan ubin aljabar) untuk menemukan akar-akar persamaan dengan tepat.
  2. Pertemuan 10.5.2.2: Murid dapat menerapkan sifat distributif dan teknik faktorisasi untuk menyederhanakan dan menyelesaikan persamaan kuadrat secara sistematis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kalian menentukan panjang sisi suatu persegi jika hanya diketahui luasnya?
  2. Adakah cara yang lebih cepat untuk mencari akar persamaan kuadrat selain mencoba-coba angka?
  3. Apa hubungan antara perkalian dua bilangan dengan susunan ubin aljabar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran serta kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan kembali konsep perkalian aljabar dan sifat distributif melalui tanya jawab singkat.
  • Guru memberikan asesmen awal berupa soal diagnostik: 'Tentukan hasil perkalian (x+2)(x+3)!' secara lisan untuk melihat pemahaman prasyarat.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan menghubungkan dengan kehidupan nyata ('Bagaimana kita mencari sisi persegi dari luas yang diketahui?').

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan LKPD dan alat peraga ubin aljabar (ubin x², x, dan 1) kepada setiap kelompok (4-5 murid).
  • Murid secara berkelompok mengeksplorasi ubin aljabar untuk merepresentasikan persamaan kuadrat sederhana seperti x² + 3x + 2 = 0, menyusun ubin menjadi persegi/persegi panjang, lalu menuliskannya dalam bentuk faktor (x+a)(x+b). (Prinsip Bermakna, Menggembirakan karena menggunakan benda konkret)
  • Guru berkeliling untuk memfasilitasi diskusi, mengajukan pertanyaan panduan, dan memastikan setiap murid memahami hubungan antara penyusunan ubin, bentuk faktor, dan akar persamaan.
  • Murid mencatat hasil eksplorasi dan menuliskan langkah-langkah pemfaktoran tanpa ubin (langkah abstrak) setelah selesai.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diberi soal-soal persamaan kuadrat dengan koefisien positif dan negatif (misal: x² - 2x - 3 = 0, 2x² + 5x - 3 = 0) untuk diselesaikan dengan faktorisasi, baik menggunakan ubin aljabar maupun langsung secara aljabar.
  • Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan soal, dengan peran berbeda: ada yang menghitung, ada yang menggambar ubin, ada yang menyajikan langkah pemfaktoran dengan tabel perkalian silang. (Prinsip Berkesadaran: murid memilih strategi yang sesuai, Bermakna karena mengaplikasikan pada berbagai kasus)
  • Setelah selesai, dua kelompok maju untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, menjelaskan bagaimana mereka menerapkan sifat distributif dan teknik faktorisasi (TP 10.5.2.2). Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan mengaitkan teknik faktorisasi dengan sifat distributif perkalian (a + b)(c + d) = ac + ad + bc + bd.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru meminta setiap murid menuliskan di kertas kecil: 'Apa yang sudah saya pahami tentang faktorisasi persamaan kuadrat?' dan 'Kesulitan apa yang masih saya alami?' (Prinsip Berkesadaran: murid merefleksi proses belajarnya sendiri)
  • Beberapa murid diminta membacakan refleksinya, sementara guru mencatat poin-poin penting untuk perbaikan di pertemuan selanjutnya.
  • Guru memberikan kuis cepat (asesmen akhir) berupa dua soal persamaan kuadrat untuk diselesaikan dalam 5 menit sebagai evaluasi pemahaman individu.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan langkah-langkah menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi: (1) bawa ke bentuk umum ax²+bx+c=0, (2) cari dua bilangan hasil kali ac dan jumlah b, (3) uraikan suku tengah dan faktorkan, (4) tentukan akar-akarnya.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerjasama murid hari ini.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya: melengkapi kuadrat sempurna, dan meminta murid membawa perlengkapan untuk eksplorasi selanjutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa bersama jika memungkinkan.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid dengan kecepatan belajar tinggi, disediakan soal tantangan: 3x² + 13x - 10 = 0. Untuk murid yang masih kesulitan, diberikan soal dengan koefisien a=1 dan akar bulat sederhana, serta pendampingan lebih intensif.
  • Proses: Murid yang kesulitan dalam abstraksi tetap diperbolehkan menggunakan ubin aljabar, sementara murid yang sudah mahir diminta langsung menulis langkah aljabar. Diskusi kelompok diatur heterogen agar terjadi tutor sebaya.
  • Produk: Murid boleh menunjukkan hasil pekerjaan dalam bentuk susunan ubin yang difoto, lembar kerja, atau presentasi lisan, sesuai kenyamanan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru memberikan soal singkat di papan tulis: 'Tentukan hasil perkalian (x+2)(x+3)!' dan menunjuk beberapa murid secara acak untuk menjawab, untuk memastikan murid mengingat sifat distributif aljabar.

Proses:

  • Lembar pengamatan aktivitas eksplorasi: guru mencatat keterlibatan murid dalam menyusun ubin aljabar, kemampuan menjelaskan hubungan susunan dengan bentuk faktor, dan kerjasama tim. Format penilaian: ceklis kriteria (mencoba, bertanya, membantu teman).

Akhir:

  • Kuis individu: (1) Selesaikan x² + 7x + 12 = 0 dengan faktorisasi. (2) Selesaikan 2x² + 3x - 2 = 0 dengan faktorisasi. Jawaban dikumpulkan dan dinilai dengan rubrik penilaian.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan untuk mengecek pengetahuan prasyarat (diagnostik awal).
  • Observasi proses eksplorasi ubin aljabar (partisipasi, kerjasama) menggunakan lembar pengamatan.
  • Masukan guru saat diskusi kelompok (intervensi langsung).

Sumatif:

  • Kuis akhir tertulis dua soal pemfaktoran yang dikerjakan secara individu (asesmen akhir).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi (TP 10.5.2.1)Belum mampu merepresentasikan persamaan dalam bentuk ubin aljabar atau menuliskan langkah pemfaktoran; memerlukan bimbingan penuh.Dapat menyusun ubin aljabar dengan benar untuk koefisien positif sederhana, tetapi kesulitan saat ada koefisien negatif atau a>1.Mampu menyelesaikan persamaan kuadrat dengan a=1 (termasuk konstanta negatif) menggunakan ubin aljabar maupun secara aljabar dengan langkah yang tepat.Mampu menyelesaikan berbagai bentuk persamaan kuadrat (a=1 dan a>1, konstanta positif/negatif) secara aljabar dengan cepat dan tepat, serta mampu menjelaskan hubungan antara ubin aljabar dan prosedur aljabar.
Menerapkan sifat distributif dan teknik faktorisasi (TP 10.5.2.2)Belum dapat menguraikan perkalian dua binomial kembali (kesulitan dengan tanda dan suku).Dapat memfaktorkan bentuk x²+bx+c dengan benar, namun belum lancar menggunakan sifat distributif untuk persamaan dengan a>1.Menerapkan metode uraian suku tengah berdasarkan sifat distributif untuk persamaan a>1 dan dapat memeriksa kembali hasil pemfaktoran dengan mengalikan kembali.Memilih strategi pemfaktoran terbaik (menggunakan tabel perkalian silang, mencari faktor ac, atau langsung) dan mampu menjelaskan secara lisan maupun tulisan langkah-langkah sistematisnya dengan bahasa matematika yang baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dalam kegiatan eksplorasi ubin aljabar?
  • Apakah penjelasan saya tentang hubungan ubin aljabar dengan pemfaktoran aljabar cukup jelas?
  • Bagaimana saya dapat memperbaiki pendampingan bagi murid yang masih kesulitan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah sesuai?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah kamu pahami tentang cara menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi hari ini?
  • Bagian mana yang masih membuatmu bingung? (tulis atau ceritakan)
  • Bagaimana perasaanmu ketika belajar dengan ubin aljabar tadi? Menyenangkan atau membosankan? Kenapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi, halaman 136-141
  2. Buku Guru Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi, halaman 150-159
  3. Ubin aljabar (ubin x², x, 1 dan -x², -x, -1) dari kertas warna atau plastik
  4. Papan tulis dan spidol
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD)
  6. Slide presentasi jika tersedia proyektor

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.