Modul AjarBab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 10 Bab 5: Representasi, Interpretasi, dan Evaluasi Data

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 10 untuk Bab 5 "Representasi, Interpretasi, dan Evaluasi Data", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 10 Bab 5: Representasi, Interpretasi, dan Evaluasi Data

Matematika - Kelas 10

Bab 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 5 — Representasi, Interpretasi, dan Evaluasi Data

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 5 — Representasi, Interpretasi, dan Evaluasi Data
Alokasi Waktu29 JP (29 x 45 menit = 1305 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.5.1 Merepresentasikan dan menginterpretasi data dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan interkuartil
  2. TP 10.5.2 Membuat diagram box plot untuk membandingkan himpunan data
  3. TP 10.5.3 Menginterpretasi diagram box plot untuk membandingkan himpunan data
  4. TP 10.5.4 Menentukan representasi data dari box plot, histogram, dan dot plot sesuai dengan natur (karakteristik) data dan kebutuhan
  5. TP 10.5.5 Menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki hubungan antara dua variabel numerik atau kuantitatif
  6. TP 10.5.6 Menjelaskan hubungan antara dua variabel numerik atau kuantitatif berdasarkan diagram pencar
  7. TP 10.5.7 Mengevaluasi laporan statistika di media berdasarkan tampilan, statistika, dan representasi data

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa nilai rata-rata saja terkadang tidak cukup untuk menggambarkan persebaran data nilai di kelas?
  2. Bagaimana cara membagi sekumpulan data menjadi empat bagian yang sama besar untuk melihat sebaran nilainya?
  3. Jika dua kelompok siswa memiliki nilai rata-rata ujian yang sama persis yaitu 75, apakah sebaran nilainya pasti seragam?
  4. Bagaimana nilai jangkauan interkuartil dapat membantu kita mengetahui kelompok mana yang datanya lebih konsisten atau mengumpul?
  5. Bagaimana kita menyajikan ringkasan 5 angka (nilai minimum, Q1, Q2, Q3, maksimum) dari dua kumpulan data secara visual sekaligus dalam satu garis bilangan?
  6. Mengapa diagram box plot efektif digambar berdampingan pada skala yang sama ketika kita ingin membandingkan sebaran dua himpunan data?
  7. Bagaimana kita dapat mengetahui kelompok data mana yang lebih konsisten atau lebih bervariasi hanya dengan membandingkan panjang kotak (IQR) pada diagram box plot?
  8. Jika dua kelompok data memiliki nilai median yang sama tetapi rentang (whisker) yang berbeda, kesimpulan apa yang dapat kita ambil mengenai sebaran kedua himpunan data tersebut?
  9. Jika kamu memiliki data ukuran sepatu 20 siswa di kelas, diagram manakah yang paling cepat memperlihatkan setiap nilai secara individual?
  10. Kapan penyajian menggunakan box plot jauh lebih menguntungkan dibandingkan histogram saat kita mengamati persebaran data?
  11. Apakah banyaknya waktu yang dihabiskan untuk belajar selalu berbanding lurus dengan nilai ujian yang diperoleh seseorang?
  12. Bagaimana cara kita membuktikan secara visual apakah dua variabel numerik saling berhubungan melalui sebuah grafik titik koordinat?
  13. Bagaimana kita dapat mengetahui apakah dua besaran numerik saling memengaruhi hanya dengan melihat sebaran titik-titik pada diagram pencar?
  14. Apa perbedaan mendasar antara diagram pencar yang menunjukkan korelasi positif kuat dengan korelasi negatif kuat, dan bagaimana kita menjelaskannya dalam kalimat kontekstual?
  15. Mengapa sebuah grafik di media massa terkadang terlihat dramatis padahal data aslinya hanya berubah sedikit?
  16. Bagaimana cara mengenali trik visual pada sumbu grafik atau pemilihan ukuran statistika yang menyesatkan pembaca?
  17. Mengapa sebuah tabel atau matriks data di media massa terkadang justru membingungkan atau menggiring pembaca pada kesimpulan yang keliru?
  18. Bagaimana cara kita memeriksa apakah suatu representasi data berupa matriks baris-kolom sudah disajikan secara tepat dan proporsional tanpa memanipulasi informasi aslinya?
  19. Bagaimana ketelitian dalam menghitung ringkasan lima data dan menyusun box plot membantu kita membandingkan dua kelompok data secara objektif?
  20. Mengapa kita perlu kritis saat membaca grafik statistik di media sebelum mempercayai kesimpulan yang disajikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Penentuan Kuartil serta Jangkauan Kuartil dan Interkuartil pada Kumpulan Data — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.1 Merepresentasikan dan menginterpretasi data dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan interkuartil

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan perlengkapan belajar (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat berupa 2 butir soal pada papan tulis untuk menguji prasyarat pengurutan data dan penentuan median data tunggal ganjil: (1) Urutkan data berikut: 8, 3, 5, 9, 2 (acuan: 2, 3, 5, 8, 9); (2) Tentukan nilai tengah/median data tersebut (acuan: Median = 5) (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menentukan kuartil bawah (Q1), kuartil tengah (Q2/median), kuartil atas (Q3), jangkauan (range), serta jangkauan interkuartil (IQR) pada data tunggal, serta mengaitkannya dengan persebaran data (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati peragaan visual garis bilangan berisi 7 data terurut (3, 4, 6, 7, 9, 10, 12) yang disajikan guru di papan tulis untuk memahami konsep pembagian data menjadi 4 bagian sama besar melalui pemotongan Q1, Q2, dan Q3 (acuan: Q1=4, Q2=7, Q3=10) (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mengkaji rumus posisi letak kuartil data tunggal dan mendiskusikan perbedaan antara Jangkauan / Range (Nilai Maksimum - Nilai Minimum) dan Jangkauan Interkuartil / IQR (Q3 - Q1) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan aktivitas permainan kartu data berpasangan bertajuk 'Tantangan Kuartil': tiap pasangan mengambil 1 amplop berisi 9 kartu bilangan acak (12, 5, 8, 15, 20, 7, 10, 18, 14), kemudian beradu cepat mengurutkan kartu, membaginya menjadi 4 segmen dengan pembatas Q1, Q2, Q3, serta menghitung nilai jangkauan dan jangkauan interkuartil (acuan: data terurut 5, 7, 8, 10, 12, 14, 15, 18, 20; Q1 = (7+8)/2 = 7,5; Q2 = 12; Q3 = (15+18)/2 = 16,5; Jangkauan = 20 - 5 = 15; IQR = 16,5 - 7,5 = 9) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan berisi 2 kumpulan data ukuran sepatu: Kumpulan A berukuran n=11 data (36, 37, 37, 38, 38, 39, 40, 40, 41, 42, 43; acuan: Q1=37, Q2=39, Q3=41, Jangkauan=7, IQR=4) dan Kumpulan B berukuran n=10 data (35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 45; acuan: Q1=37, Q2=39,5, Q3=42, Jangkauan=10, IQR=5) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil perhitungan Lembar Latihan dan mendiskusikan makna selisih nilai IQR terhadap kerapatan 50% data di tengah distribusi (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan langkah-langkah menentukan kuartil (Q1, Q2, Q3) serta rumus jangkauan dan jangkauan interkuartil (IQR = Q3 - Q1) (5 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 1 soal singkat pada secarik kertas (acuan soal: tentukan IQR dari data terurut 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14; acuan jawaban: Q1=4, Q3=12, IQR=8), lalu guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang interpretasi sebaran data dengan IQR (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan data dengan ukuran n ganjil sederhana (n=7 atau n=9) dengan bilangan bulat, sedangkan murid yang siap pengayaan diberikan kumpulan data berjumlah genap (n=12) yang menghasilkan nilai kuartil pecahan desimal.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru dengan kartu bilangan konkret bertahap (mencari Q2 dulu, lalu membelah separuh kiri untuk Q1 dan separuh kanan untuk Q3); murid mahir bekerja mandiri menyelesaikan tantangan data tambahan.
  • Produk: Format penyelesaian lembar kerja disesuaikan: murid reguler mengisi bagan berpandu langkah demi langkah, murid mahir langsung menuliskan komputasi sistematis beserta perbandingan nilai jangkauan dan jangkauan interkuartil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat tertulis di papan tulis (2 butir): (1) Urutkan data nilai: 8, 3, 5, 9, 2 (acuan jawaban: 2, 3, 5, 8, 9); (2) Tentukan median dari data tersebut (acuan jawaban: Median = 5).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan saat murid menyusun kartu data terurut dan meletakkan pembatas kuartil pada aktivitas kelompok.
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri: Kumpulan A (11 data) dan Kumpulan B (10 data) dengan acuan kunci: Kumpulan A (Urutan: 36, 37, 37, 38, 38, 39, 40, 40, 41, 42, 43 -> Q1=37, Q2=39, Q3=41, Jangkauan = 43 - 36 = 7, IQR = 41 - 37 = 4); Kumpulan B (Urutan: 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 45 -> Q1=37, Q2=39,5, Q3=42, Jangkauan = 45 - 35 = 10, IQR = 42 - 37 = 5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 1 butir di akhir pelajaran: 'Tentukan Q1, Q3, dan jangkauan interkuartil (IQR) dari data terurut: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14.' (Acuan jawaban benar: Q1 = 4, Q3 = 12, IQR = Q3 - Q1 = 12 - 4 = 8).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pada permainan kartu data 'Tantangan Kuartil'
  • Pemeriksaan ketepatan hasil perhitungan pada Lembar Latihan mandiri (Kumpulan A dan Kumpulan B)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penentuan Kuartil (Q1, Q2, Q3)Belum mampu menentukan nilai Q1, Q2, dan Q3 secara tepat meskipun data sudah terurut.Mampu menentukan Q2 (median) dengan tepat, namun masih keliru dalam menentukan letak dan nilai Q1 serta Q3.Mampu menentukan nilai Q1, Q2, dan Q3 secara tepat pada data berjumlah ganjil dan genap secara mandiri.Mampu menentukan nilai Q1, Q2, dan Q3 secara tepat dan konsisten pada berbagai variasi ukuran data (ganjil, genap, maupun menghasilkan nilai desimal) secara mandiri.
Penentuan Jangkauan dan Jangkauan Interkuartil (IQR)Belum mampu menghitung selisih jangkauan (Maksimum - Minimum) maupun jangkauan interkuartil (Q3 - Q1).Mampu menghitung jangkauan data (Maksimum - Minimum) dengan tepat, namun keliru dalam menghitung jangkauan interkuartil (Q3 - Q1).Mampu menghitung nilai jangkauan dan jangkauan interkuartil (IQR) dengan tepat berdasarkan nilai kuartil yang diperoleh.Mampu menghitung nilai jangkauan dan jangkauan interkuartil (IQR) dengan tepat serta konsisten tanpa kesalahan perhitungan aritmetika pada seluruh kumpulan data.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi murid untuk memahami pembagian kuartil pada data ganjil maupun genap?
  • Apakah aktivitas permainan kartu data efektif membantu murid memvisualisasikan pemotongan data menjadi empat perempat bagian?
  • Bagian mana dari konsep penentuan letak kuartil yang paling banyak memicu miskonsepsi pada murid?

Murid:

  • Bagaimana caramu membedakan antara nilai kuartil (Q1, Q2, Q3) dengan jangkauan interkuartil (IQR)?
  • Apa kendala terbesar yang kamu hadapi ketika menentukan kuartil pada data yang jumlahnya genap?

Pertemuan 2 — Representasi dan Interpretasi Data Menggunakan Nilai Jangkauan Interkuartil — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.1 Merepresentasikan dan menginterpretasi data dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan interkuartil

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merepresentasikan dan menginterpretasi sebaran data menggunakan nilai jangkauan interkuartil (IQR) untuk membandingkan variabilitas dua kumpulan data (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kumpulan data terurut pada papan tulis: Kumpulan A = {10, 12, 14, 16, 18, 20} dan Kumpulan B = {5, 10, 15, 20, 25, 30}. Murid diminta menuliskan Q1, Q3, dan jangkauan interkuartil (IQR = Q3 - Q1) untuk kedua data pada secarik kertas (acuan: Kumpulan A memiliki Q1 = 12, Q3 = 18, IQR = 6; Kumpulan B memiliki Q1 = 10, Q3 = 25, IQR = 15) untuk memetakan kesiapan murid dalam menghitung IQR (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemaparan guru tentang makna statistik jangkauan interkuartil (IQR = Q3 - Q1) sebagai ukuran penyebaran data yang mencakup 50% data di bagian tengah serta ketahanannya terhadap nilai pencilan dibandingkan jangkauan total/range (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Detektif Konsistensi': membandingkan dua data hasil panen padi 7 pekan (dalam kuintal) pada lembar tayang: Petani X = {18, 19, 20, 20, 21, 22, 22} dan Petani Y = {12, 14, 20, 20, 24, 26, 26}. Pasangan yang paling cepat dan tepat menentukan IQR serta menyimpulkan kelompok mana yang sebarannya lebih homogen mendapatkan apresiasi tepuk tangan (acuan: Petani X memiliki Q1 = 19, Q3 = 22, IQR = 3; Petani Y memiliki Q1 = 14, Q3 = 26, IQR = 12; interpretasi: hasil panen Petani X jauh lebih konsisten/homogen karena IQR lebih kecil) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Representasi & Interpretasi IQR yang memuat 2 kasus perbandingan nyata (5 menit).
  • Kasus 1: Murid mengolah data usia anggota dua klub sains di sekolah: Klub Fisika = {14, 15, 15, 16, 16, 17, 17, 18} dan Klub Robotik = {12, 13, 15, 16, 16, 17, 20, 21}. Setiap kelompok menentukan Q1, Q3, jangkauan kuartil/IQR, menyajikan ringkasan nilai dalam tabel representasi, lalu menginterpretasi sebaran usia kedua kelompok (acuan: Klub Fisika memiliki median = 16, Q1 = 15, Q3 = 17, IQR = 2; Klub Robotik memiliki median = 16, Q1 = 14, Q3 = 18.5, IQR = 4.5; interpretasi: usia anggota Klub Fisika lebih seragam dan terkonsentrasi di sekitar median dibanding Klub Robotik yang lebih bervariasi) (25 menit).
  • Kasus 2: Murid mengolah data waktu tempuh (menit) dua rute angkutan umum selama 9 hari perjalanan: Rute A = {20, 22, 24, 25, 25, 26, 27, 28, 30} dan Rute B = {15, 18, 20, 22, 25, 28, 32, 36, 40}. Murid menghitung Q1, Q3, IQR kedua rute, menyajikan tabel perbandingan data, dan menginterpretasikan rute mana yang lebih dapat diandalkan ketepatan waktunya (acuan: Rute A memiliki Q1 = 23, Q3 = 27.5, IQR = 4.5; Rute B memiliki Q1 = 19, Q3 = 34, IQR = 15; interpretasi: Rute A lebih dapat diandalkan karena variabilitas waktu tempuhnya jauh lebih rendah dengan IQR 4.5 menit dibanding Rute B sebesar 15 menit) (25 menit).
  • Setiap kelompok saling menukarkan lembar kerja untuk melakukan pemeriksaan silang antarkelompok dengan mencocokkan nilai representasi kuartil dan ketepatan kalimat interpretasi sebaran data sesuai lembar panduan verifikasi guru (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas hasil lembar kerja, mengonfirmasi keselarasan perhitungan matematis dan menarik kesimpulan umum bahwa nilai IQR yang kecil menunjukkan data yang lebih mengumpul/homogen di sekitar median, sedangkan nilai IQR yang besar menunjukkan data yang lebih heterogen/tersebar (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali langkah representasi dan prinsip interpretasi sebaran data menggunakan jangkauan interkuartil (5 menit).
  • Guru memberikan lembar cek pemahaman akhir individu yang berisi 1 soal interpretasi cepat: 'Data Gaji Toko 1 memiliki IQR Rp500.000,00 dan Toko 2 memiliki IQR Rp2.500.000,00. Toko manakah yang persebaran gajinya lebih merata di 50% data tengah?' (acuan: Toko 1, karena nilai IQR-nya lebih kecil yang berarti 50% data tengah lebih mengumpul dan merata sebarannya) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya (Diagram Box Plot), dan menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu bertahap (kartu alur penentuan kuartil dan rumus IQR) untuk murid yang membutuhkan bimbingan, serta menyediakan himpunan data desimal/nilai frekuensi yang lebih padat untuk murid berkemampuan lebih cepat.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing langsung (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan membagi data menjadi kuartil, sementara kelompok cepat didorong merumuskan interpretasi komparatif secara mandiri dan mendalam.
  • Produk: Tabel representasi data dan interpretasi tekstual disajikan sesuai tingkat kerincian analisis sebaran data yang dicapai kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat menentukan Q1, Q3, dan IQR dari 2 kumpulan data terurut di papan tulis: Kumpulan A = {10, 12, 14, 16, 18, 20} dan Kumpulan B = {5, 10, 15, 20, 25, 30}. (Acuan jawaban: Kumpulan A -> Q1 = 12, Q3 = 18, IQR = 18 - 12 = 6; Kumpulan B -> Q1 = 10, Q3 = 25, IQR = 25 - 10 = 15).

Proses:

  • Formatif kinerja pada Lembar Kerja Kelompok: memeriksa ketepatan representasi tabel nilai kuartil/IQR dan ketepatan interpretasi variabilitas 2 kasus perbandingan himpunan data. Kasus 1 (Usia Klub: acuan Klub Fisika IQR = 2, Robotik IQR = 4.5; interpretasi sebaran usia Fisika lebih homogen). Kasus 2 (Waktu Tempuh Rute: acuan Rute A IQR = 4.5, Rute B IQR = 15; interpretasi Rute A lebih konsisten/terkumpul waktu tempuhnya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi: 'Data Gaji Toko 1 memiliki IQR Rp500.000,00 dan Toko 2 memiliki IQR Rp2.500.000,00. Toko manakah yang persebaran gajinya lebih merata pada 50% data tengah?' (Acuan jawaban: Toko 1, karena semakin kecil nilai IQR, persebaran 50% data tengah semakin mengumpul/merata di sekitar median, sedangkan nilai IQR besar menunjukkan persebaran yang lebih lebar/bervariasi).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal menghitung Q1, Q3, dan IQR pada 2 kumpulan data terurut.
  • Observasi unjuk kerja dan pengerjaan LKPD perbandingan sebaran data (Kasus 1 dan Kasus 2) menggunakan nilai IQR.
  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pembelajaran.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penentuan Jangkauan Kuartil dan Interkuartil (Representasi Data)Belum tepat menentukan nilai Q1, Q3, dan IQR pada himpunan data perbandingan (benar kurang dari 1 kasus).Tepat menentukan nilai Q1, Q3, dan IQR pada salah satu kasus data perbandingan (Kasus 1 atau Kasus 2 benar sesuai acuan).Tepat menentukan nilai Q1, Q3, dan IQR pada kedua kasus data perbandingan secara lengkap sesuai acuan (Kasus 1: Fisika IQR = 2, Robotik IQR = 4.5; Kasus 2: Rute A IQR = 4.5, Rute B IQR = 15).Tepat menentukan seluruh nilai Q1, Q3, dan IQR pada kedua kasus secara mandiri, runtut, dan tanpa kesalahan perhitungan maupun penempatan urutan data.
Interpretasi Sebaran Data Menggunakan Nilai IQRBelum mampu menjelaskan makna perbandingan sebaran data berdasarkan nilai IQR yang diperoleh pada kedua kasus.Menjelaskan perbandingan sebaran data berdasarkan nilai IQR dengan tepat pada salah satu kasus saja.Menjelaskan perbandingan sebaran data pada kedua kasus dengan tepat (mengaitkan nilai IQR yang lebih kecil dengan data yang lebih homogen/konsisten dan IQR yang lebih besar dengan data yang lebih bervariasi sesuai acuan).Menjelaskan perbandingan sebaran data pada kedua kasus secara mendalam dan tepat, mencakup analisis kepadatan 50% data tengah di sekitar median serta implikasi praktisnya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid telah memahami makna konseptual dari jangkauan interkuartil sebagai ukuran sebaran 50% data tengah, bukan sekadar menghafal rumus pengurangan Q3 - Q1?
  • Bagian manakah dari kegiatan perbandingan data yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid yang lambat?

Murid:

  • Bagaimana nilai jangkauan interkuartil (IQR) membantu saya membedakan dua kumpulan data yang nilai rata-ratanya sama?
  • Langkah mana dalam penentuan kuartil dan penarikan kesimpulan sebaran data yang masih terasa menantang bagi saya?

Pertemuan 3 — Pembuatan Diagram Box Plot untuk Membandingkan Dua Himpunan Data — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.2 Membuat diagram box plot untuk membandingkan himpunan data

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat diagram box plot untuk membandingkan dua himpunan data pada satu skala garis bilangan yang sama (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid mengerjakan 2 soal singkat di selembar kertas untuk menentukan ringkasan 5 angka dari kumpulan data terurut A: {10, 12, 14, 16, 18} (acuan: Min=10, Q1=11, Q2=14, Q3=17, Max=18) dan data B: {8, 10, 15, 20, 22} (acuan: Min=8, Q1=9, Q2=15, Q3=21, Max=22) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati demonstrasi guru tentang struktur diagram box plot (box-and-whisker plot) yang dibangun dari ringkasan 5 angka: batas whisker bawah (Min), tepi kiri kotak (Q1), garis median di dalam kotak (Q2), tepi kanan kotak (Q3), dan batas whisker atas (Max) pada sebuah garis bilangan (15 menit).
  • Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Tebak & Pasang 5 Angka': setiap pasangan diberikan 1 set yang berisi 2 kartu data ringkasan numerik dan 2 gambar sketsa box plot, lalu mencocokkannya secara cepat dan tepat (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja yang memuat data konsumsi energi listrik bulanan (kWh) dua rumah tangga: Rumah Surya = {310, 315, 317, 319, 320, 320, 321, 322, 325, 328} dan Rumah Hidro = {300, 301, 302, 304, 305, 306, 307, 308, 309, 310} (10 menit).
  • Murid secara mandiri menghitung ringkasan 5 angka untuk kedua himpunan data pada lembar kerja (acuan Rumah Surya: Min=310, Q1=317, Q2=320, Q3=322, Max=328; Rumah Hidro: Min=300, Q1=302, Q2=305.5, Q3=308, Max=310) (15 menit).
  • Murid secara mandiri membuat dua diagram box plot yang digambar bersusun secara paralel di atas satu sumbu garis bilangan berskala seragam (rentang 295 sampai 335 dengan interval 5) untuk membandingkan kedua himpunan data tersebut (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling menukar hasil gambar box plot dengan teman sebangku untuk memeriksa ketepatan letak koordinat 5 angka utama dan konsistensi skala garis bilangan yang dibuat (15 menit).
  • Murid menyimpulkan langkah-langkah teknis kunci dalam pembuatan diagram box plot komparatif agar skala kedua diagram benar-benar proporsional dan dapat diperbandingkan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil konstruksi box plot murid serta meluruskan kekeliruan umum dalam penskalaan garis bilangan (5 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa bersama dan mengingatkan topik pertemuan berikutnya tentang interpretasi sebaran data dari box plot yang telah dibuat (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas berpetak yang sudah dilengkapi garis bilangan berskala; murid yang mahir membuat skala garis bilangan sendiri secara mandiri.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pada penentuan titik kuartil dan penarikan garis whisker bagi murid yang memerlukan, sementara murid yang mahir langsung memplot kedua data secara mandiri.
  • Produk: Murid yang mahir ditantang menambahkan pembuatan diagram box plot komparatif untuk kelompok data ketiga: Rumah Angin = {140, 142, 144, 145, 147, 150} pada skala bilangan tersendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik tertulis singkat menentukan ringkasan 5 angka dari 2 kumpulan data terurut: Data A {10, 12, 14, 16, 18} (acuan: Min=10, Q1=11, Q2=14, Q3=17, Max=18) dan Data B {8, 10, 15, 20, 22} (acuan: Min=8, Q1=9, Q2=15, Q3=21, Max=22).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menghitung ringkasan 5 angka data Rumah Surya dan Rumah Hidro, serta pemeriksaan ketepatan konstruksi diagram box plot komparatif pada satu skala garis bilangan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan akhir lembar tugas pembuatan box plot komparatif berdasarkan kriteria kelengkapan 5 komponen (Min, Q1, Q2, Q3, Max) untuk kedua himpunan data pada skala sumbu yang seragam (acuan: Rumah Surya: Min=310, Q1=317, Q2=320, Q3=322, Max=328; Rumah Hidro: Min=300, Q1=302, Q2=305.5, Q3=308, Max=310).

Formatif:

  • Pemeriksaan hasil kerja lembar pembuatan diagram box plot komparatif (ketepatan ringkasan 5 angka dan presisi gambar box plot paralel pada garis bilangan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penentuan Ringkasan 5 Angka untuk Pembuatan Box PlotMenentukan kurang dari 5 nilai ringkasan angka secara tepat dari total 10 nilai yang harus dihitung (acuan Rumah Surya: Min=310, Q1=317, Q2=320, Q3=322, Max=328; Rumah Hidro: Min=300, Q1=302, Q2=305.5, Q3=308, Max=310).Menentukan 5 hingga 7 nilai ringkasan angka secara tepat dari total 10 nilai yang harus dihitung sesuai acuan.Menentukan 8 hingga 9 nilai ringkasan angka secara tepat dari total 10 nilai yang harus dihitung sesuai acuan.Menentukan seluruh 10 nilai ringkasan angka secara tepat untuk kedua kelompok data sesuai acuan.
Pembuatan Konstruksi Diagram Box Plot KomparatifMembuat diagram box plot dengan skala garis bilangan tidak teratur dan posisi komponen (whisker, kotak, median) tidak sesuai dengan nilai ringkasan angka yang diperoleh.Membuat diagram box plot pada skala garis bilangan yang seragam, tetapi posisi komponen hanya tepat untuk 1 himpunan data saja dengan bantuan guru.Membuat kedua diagram box plot secara paralel pada satu skala garis bilangan yang seragam dengan posisi whisker, kotak, dan median tepat untuk kedua himpunan data secara mandiri.Membuat kedua diagram box plot secara paralel pada satu skala garis bilangan dengan sangat presisi, rapi, proporsional, serta memuat label data dan penanda kuartil yang lengkap tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mengalami kendala saat memplot posisi kuartil berdesimal (seperti Q2 = 305,5) pada garis bilangan?
  • Apakah penggunaan satu garis bilangan bersama berhasil memfasilitasi murid melihat visualisasi pembandingan kedua himpunan data?

Murid:

  • Bagian mana dari langkah menggambar box plot (menentukan titik minimum, kuartil, atau maksimum) yang paling menantang?
  • Mengapa penting menggunakan skala garis bilangan yang sama persis saat menggambar dua box plot yang akan dibandingkan?

Pertemuan 4 — Interpretasi Diagram Box Plot dalam Perbandingan Sebaran Himpunan Data — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.3 Menginterpretasi diagram box plot untuk membandingkan himpunan data

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menginterpretasi diagram box plot untuk membandingkan sebaran dua himpunan data (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan dua box plot berdampingan pada layar/papan tulis: Box Plot A (Min=10, Q1=20, Med=30, Q3=40, Max=50; IQR=20) dan Box Plot B (Min=15, Q1=28, Med=30, Q3=32, Max=45; IQR=4), lalu meminta murid menuliskan ringkasan 5 angka masing-masing data serta menentukan box plot mana yang sebaran 50% data tengahnya lebih rapat (acuan diagnostik: Box Plot B lebih rapat karena IQR B = 4 lebih kecil daripada IQR A = 20) (15 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara membaca dan membandingkan sebaran dua himpunan data melalui diagram box plot paralel: membandingkan ukuran pemusatan (median) dan ukuran penyebaran (rentang antar-kuartil/IQR serta jangkauan total/range) untuk menarik interpretasi keseragaman data (15 menit).
  • Murid berpasangan mengikuti kuis tantangan cepat 'Tebak Sebaran Box Plot' yang menggembirakan dengan menganalisis 2 pasang box plot bergambar: Pasangan 1 (Kelas X-A vs X-B) dan Pasangan 2 (Pabrik Lampu Merk X vs Y) untuk menentukan kelompok data mana yang memiliki nilai tengah lebih tinggi dan data mana yang lebih bervariasi (acuan: Pasangan 1 median X-A=75 lebih tinggi dari X-B=70, sebaran X-B lebih bervariasi karena IQR=25 > IQR X-A=10; Pasangan 2 median Y=1200 jam lebih tinggi dari X=1000 jam, umur lampu Y lebih konsisten karena IQR=150 < IQR X=300) (20 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengerjakan Lembar Analisis Komparasi Box Plot yang memuat 2 kasus komparasi sebaran data nyata: Kasus 1 membandingkan Daya Tahan Baterai Merek Alpha vs Beta (Alpha: Min=10, Q1=14, Med=18, Q3=22, Max=26, IQR=8; Beta: Min=12, Q1=15, Med=20, Q3=21, Max=24, IQR=6) dan Kasus 2 membandingkan Nilai Asesmen Matematika Kelas 10-1 vs Kelas 10-2 (10-1: Min=50, Q1=65, Med=75, Q3=85, Max=95, IQR=20; 10-2: Min=60, Q1=70, Med=75, Q3=80, Max=90, IQR=10) (30 menit).
  • Setiap murid menuliskan interpretasi komparatif tertulis secara mandiri untuk menjawab 4 aspek perbandingan pada tiap kasus: (1) perbandingan median, (2) perbandingan IQR, (3) interpretasi konsistensi/keragaman sebaran data, dan (4) kesimpulan pemilihan kelompok data berdasarkan kebutuhan (acuan Kasus 1: median Beta [20] > Alpha [18], IQR Beta [6] < Alpha [8] sehingga Beta lebih tahan lama dan lebih konsisten; acuan Kasus 2: median sama [75], namun Kelas 10-2 lebih merata/konsisten kemampuannya karena IQR 10-2 [10] < IQR 10-1 [20]) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling menukar lembar interpretasi dengan teman sebangku untuk memeriksa kesesuaian penarikan kesimpulan berdasarkan nilai median dan IQR menggunakan panduan kunci interpretasi guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip utama dalam menginterpretasi box plot komparatif: semakin pendek kotak (IQR kecil), sebaran 50% data tengah semakin homogen/konsisten; posisi garis tengah (median) menunjukkan tingkat pemusatan nilai (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas penentuan representasi data antara box plot, histogram, dan dot plot (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram box plot dengan garis bantu nilai angka yang tercetak jelas pada setiap kuartil; murid yang cepat diberikan diagram box plot komparatif yang memiliki nilai pencilan (outlier) untuk diinterpretasikan dampaknya terhadap sebaran data.
  • Proses: Scaffolding bertahap bagi kelompok yang kesulitan membaca selisih IQR, sementara kelompok mahir diminta langsung menyusun analisis komparasi multi-parameter secara mandiri.
  • Produk: Format penulisan interpretasi disediakan dalam bentuk kalimat berstruktur bagi murid yang membutuhkan bantuan, sedangkan murid mahir menuliskan narasi analisis komparatif secara bebas dan komprehensif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca dan membandingkan 2 diagram box plot paralel: Diberikan Box Plot A (Min=10, Q1=20, Med=30, Q3=40, Max=50) dan Box Plot B (Min=15, Q1=28, Med=30, Q3=32, Max=45). Murid diminta menghitung IQR A (acuan: 40 - 20 = 20) dan IQR B (acuan: 32 - 28 = 4) serta menentukan data yang sebarannya lebih rapat (acuan: Box Plot B lebih rapat karena IQR B = 4 < IQR A = 20).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja interpretasi komparasi sebaran box plot pada Kasus 1 (Baterai Alpha vs Beta) dan Kasus 2 (Nilai Kelas 10-1 vs 10-2). Acuan penilaian: (1) Ketepatan membaca median Alpha=18, Beta=20, Kelas 10-1=75, Kelas 10-2=75; (2) Ketepatan menghitung IQR Alpha=8, Beta=6, Kelas 10-1=20, Kelas 10-2=10; (3) Ketepatan interpretasi bahwa IQR lebih kecil menunjukkan data lebih konsisten/homogen (Beta lebih konsisten dibanding Alpha; Kelas 10-2 lebih homogen dibanding Kelas 10-1).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 1 soal penalaran: Ditampilkan diagram box plot Waktu Tempuh Rute A (Min=20, Q1=25, Med=35, Q3=45, Max=60; IQR=20) dan Rute B (Min=25, Q1=32, Med=35, Q3=38, Max=45; IQR=6). Murid menentukan rute mana yang lebih dapat diprediksi waktu tempuhnya dan memberikan alasan matematis berdasarkan box plot (acuan: Rute B lebih dapat diprediksi karena rentang sebaran 50% data tengah/IQR Rute B = 6 jauh lebih kecil daripada Rute A = 20, meskipun nilai median kedua rute sama yaitu 35 menit).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik membaca ringkasan 5 angka dan selisih IQR pada diagram box plot
  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Analisis Komparasi Box Plot
  • Pemeriksaan hasil interpretasi tertulis perbandingan dua himpunan data

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Interpretasi Nilai Pemusatan (Median) Antardata Box PlotBelum mampu membaca dan membandingkan posisi median dari kedua diagram box plot secara tepat.Mampu membaca nilai median kedua diagram box plot tetapi keliru dalam membandingkan kelompok mana yang memiliki nilai pemusatan lebih tinggi.Mampu membaca dan membandingkan nilai median kedua diagram box plot secara tepat sesuai nilai acuan.Mampu membaca, membandingkan nilai median kedua diagram box plot secara tepat, serta mengaitkannya dengan kecenderungan nilai kelompok secara mandiri.
Interpretasi Sebaran Data (IQR dan Rentang) Antardata Box PlotBelum mampu mengidentifikasi panjang kotak (IQR) untuk membandingkan sebaran dua kelompok data.Mampu menghitung nilai IQR kedua data tetapi belum tepat memaknai data mana yang lebih konsisten atau lebih bervariasi sebarannya.Mampu menghitung IQR dan menginterpretasi perbandingan sebaran data (menentukan data yang lebih konsisten/bervariasi berdasarkan nilai IQR) secara tepat.Mampu menghitung IQR, menginterpretasi perbandingan variabilitas sebaran 50% data tengah maupun rentang total, serta menarik kesimpulan komparatif secara mandiri dan komprehensif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami secara konseptual bahwa panjang kotak (IQR) pada box plot mewakili keragaman sebaran 50% data tengah?
  • Bagian mana dari interpretasi perbandingan dua box plot yang paling banyak menimbulkan miskonsepsi pada murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat membandingkan dua diagram box plot?
  • Bagaimana saya menggunakan perbandingan median dan IQR box plot untuk mengambil keputusan dalam situasi sehari-hari?

Pertemuan 5 — Penentuan Representasi Data antara Box Plot, Histogram, dan Dot Plot Berdasarkan Karakteristik Data — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.4 Menentukan representasi data dari box plot, histogram, dan dot plot sesuai dengan natur (karakteristik) data dan kebutuhan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pemilihan representasi data antara box plot, histogram, dan dot plot (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pertanyaan lisan mengenai bentuk diagram: (1) Diagram apa yang menggunakan titik bertumpuk untuk setiap data tunggal? (Acuan: Dot plot); (2) Diagram apa yang menggunakan batang rapat berdasarkan interval kelas nilai kontinu? (Acuan: Histogram). Guru mencatat kesiapan murid (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati panduan karakteristik natur data dan representasi visualnya: Dot plot ideal untuk data diskret berukuran kecil (n < 30) agar setiap titik data terlihat jelas; Histogram ideal untuk data kontinu berukuran sedang hingga besar (n >= 30) yang dikelompokkan dalam interval kelas guna melihat bentuk distribusi/frekuensi; Box plot ideal untuk membandingkan sebaran, ringkasan 5 angka (nilai minimum, Q1, Q2, Q3, maksimum), dan deteksi pencilan (outlier) terutama pada kumpulan data besar atau perbandingan kelompok (15 menit).
  • Guru memodelkan cara menimbang natur data dan kebutuhan melalui contoh kasus: data tinggi badan 200 siswa untuk melihat frekuensi sebaran per rentang 5 cm (tepat: histogram), data skor tes 15 siswa untuk melihat sebaran tiap anak (tepat: dot plot), dan data waktu lari dari 3 kelas berbeda untuk membandingkan kesetaraan sebaran dan kuartil (tepat: box plot) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bekerja secara berpasangan dalam tantangan 'Pilah Cepat Representasi': setiap pasangan menerima Lembar Kerja berisi 4 skenario data berikut untuk ditentukan representasi yang paling tepat (box plot, histogram, atau dot plot) beserta alasan karakteristik datanya: (Skenario 1) Nilai ulangan harian matematika dari 18 siswa dengan fokus melihat frekuensi kemunculan setiap skor tunggal secara persis (Acuan: Dot plot; alasan: data diskret, ukuran sampel kecil n=18, kebutuhan melihat setiap titik data individu); (Skenario 2) Pengukuran massa 150 buah jeruk dalam gram dengan rentang kontinu untuk melihat bentuk sebaran/distribusi frekuensi pada interval kelas berat (Acuan: Histogram; alasan: data kontinu, ukuran sampel besar n=150, kebutuhan melihat sebaran frekuensi kelas interval); (Skenario 3) Perbandingan persebaran gaji karyawan dari dua divisi perusahaan (masing-masing 80 orang) untuk melihat perbandingan median, jangkauan interkuartil, dan pencilan (Acuan: Box plot; alasan: kebutuhan membandingkan dua kelompok data, fokus pada ukuran kuartil/median/sebaran/pencilan); (Skenario 4) Waktu tempuh perjalanan harian 25 pekerja dalam menit untuk melihat konsentrasi data tunggal per menit (Acuan: Dot plot; alasan: data berukuran kecil n=25 dengan fokus sebaran titik nilai individual) (40 menit).
  • Pasangan murid saling bertukar lembar kerja dengan pasangan sebelah untuk mencocokkan hasil penentuan representasi data berdasarkan kunci acuan yang dipandu oleh guru di papan tulis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuliskan refleksi singkat pada buku catatan mengenai prinsip dasar dalam menentukan representasi data: faktor apa yang paling menentukan pilihan antara box plot, histogram, dan dot plot (Acuan refleksi: mempertimbangkan ukuran sampel/banyak data n, jenis data kontinu vs diskret, serta tujuan visualisasi apakah melihat titik individu, distribusi kelas interval, atau ringkasan lima angka/perbandingan kelompok) (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan atas penentuan representasi data berdasarkan natur data dan kebutuhan informasi (10 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang penggunaan diagram pencar untuk menyelidiki hubungan dua variabel numerik dan menutup kelas dengan doa serta salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu ringkasan visual perbandingan ciri natur data (dot plot: n kecil & titik individu; histogram: n besar kontinu & kelas frekuensi; box plot: perbandingan & ringkasan 5 angka) bagi murid yang membutuhkan bantuan pemahaman.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan pertanyaan penuntun terarah per skenario (apakah datanya sedikit atau banyak? apakah kontinu atau diskret?); bagi murid yang cepat selesai, diberikan 2 skenario data tambahan yang lebih kompleks (membandingkan data curah hujan harian 3 kota selama 1 tahun: tepat box plot; data frekuensi denyut nadi 500 atlet: tepat histogram) untuk ditentukan representasinya secara mandiri.
  • Produk: Format penulisan lembar kerja dapat berupa tabel pencocokan langsung atau uraian singkat alasan pemilihan representasi grafis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pengenalan visual diagram: (1) Diagram apa yang menyajikan data titik bertumpuk untuk setiap data tunggal? (Acuan jawaban: Dot plot); (2) Diagram apa yang batangnya saling berhimpit berdasarkan interval nilai kontinu? (Acuan jawaban: Histogram).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penentuan representasi pada LK 4 skenario: (1) Skenario 1 nilai 18 siswa -> Dot plot; (2) Skenario 2 massa 150 jeruk -> Histogram; (3) Skenario 3 gaji dua divisi perusahaan -> Box plot; (4) Skenario 4 waktu tempuh 25 pekerja -> Dot plot.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan pemahaman di lembar refleksi akhir: murid menentukan representasi yang paling tepat untuk satu kasus penutup: 'Data lama waktu baterai 100 gawai merek A dan 100 gawai merek B untuk membandingkan kesetaraan sebaran dan nilai kuartilnya' (Acuan jawaban benar: Box plot, karena bertujuan membandingkan dua kelompok data menggunakan ringkasan kuartil/persebaran data berukuran besar).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan saat menyelesaikan LK 'Pilah Cepat Representasi' berisi 4 skenario penentuan representasi data.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menentukan Representasi Data (Box Plot, Histogram, Dot Plot)Tepat menentukan representasi data pada maksimal 1 dari 4 skenario yang diberikan.Tepat menentukan representasi data pada 2 dari 4 skenario yang diberikan.Tepat menentukan representasi data pada 3 dari 4 skenario yang diberikan beserta alasan dasarnya.Tepat menentukan representasi data pada seluruh 4 skenario yang diberikan (Skenario 1: Dot plot; Skenario 2: Histogram; Skenario 3: Box plot; Skenario 4: Dot plot) secara mandiri dan disertai alasan natur/kebutuhan data yang tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit pada tahap aplikasi mencukupi bagi setiap pasangan untuk mendiskusikan natur dan karakteristik data?
  • Bagian skenario manakah yang paling sering membingungkan murid saat membedakan antara kebutuhan histogram dan dot plot?

Murid:

  • Kapan saya harus memilih box plot daripada histogram saat menyajikan data numerik?
  • Karakteristik data apa yang membuat saya langsung yakin memilih dot plot?

Pertemuan 6 — Penggunaan Diagram Pencar untuk Menyelidiki Hubungan Dua Variabel Numerik — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.5 Menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki hubungan antara dua variabel numerik atau kuantitatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan belajar menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel numerik (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid memplot pasangan koordinat (x, y) pada bidang Kartesius melalui lembar diagnostik singkat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati tabel data numerik dua variabel antara 'Lama Belajar per Minggu (jam)' dan 'Skor Tes' serta contoh plot titik-titik koordinat pada bidang Kartesius yang disajikan guru di papan tulis (15 menit).
  • Secara interaktif berpasangan, murid memainkan tantangan mini 'Tebak Sebaran Titik': murid menghubungkan 3 kartu pasangan data numerik terurut (x, y) ke posisi titik pada bidang Kartesius di lembar aktivitas untuk memahami bahwa diagram pencar terbentuk dari kumpulan pasangan nilai numerik (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bekerja dalam kelompok berpasangan menerima Lembar Penyelidikan Data yang memuat tabel pasangan variabel numerik: 'Waktu Penggunaan Ponsel per Hari (jam)' dan 'Durasi Tidur Malam (jam)' dengan 6 pasangan data: (2, 8), (3, 7.5), (4, 7), (5, 6), (6, 5.5), (7, 4.5) (15 menit).
  • Murid secara mandiri dan cermat menentukan skala yang setara pada sumbu horizontal (x) dan sumbu vertikal (y), lalu memplot keenam pasangan koordinat data numerik tersebut ke dalam bidang Kartesius untuk menyusun diagram pencar yang rapi (10 menit).
  • Menggunakan diagram pencar yang telah digambar, murid menyelidiki sebaran titik-titik data numerik tersebut untuk menentukan apakah kedua variabel numerik menunjukkan hubungan atau keterkaitan sebaran data (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi terbimbing dengan memeriksa kembali ketelitian plotting titik-titik koordinatnya pada diagram pencar dan menyadari pentingnya skala yang tepat saat menyelidiki hubungan dua variabel numerik (15 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid merangkum prosedur penggunaan diagram pencar dalam memplot dan menyelidiki hubungan dua variabel numerik (10 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir singkat (exit ticket) dan menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya mengenai interpretasi pola tren diagram pencar, lalu menutup kelas dengan doa (15 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bidang koordinat berpetak dengan skala sumbu yang sudah tercetak untuk murid yang memerlukan scaffolding visual, dan kertas milimeter kosong untuk murid yang sudah mahir menentukan skala.
  • Proses: Memberikan bimbingan bertahap bagi pasangan yang kesulitan memetakan nilai desimal ke sumbu koordinat, serta memberikan pasangan data numerik tambahan dengan rentang nilai lebih lebar bagi murid yang selesai lebih cepat.
  • Produk: Semua murid menghasilkan diagram pencar dari pasangan variabel numerik yang diselidiki dengan ketepatan peletakan titik koordinat sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta memplot 3 titik koordinat pada bidang Kartesius berpetak: Titik A(2, 4), Titik B(5, 1), Titik C(0, 3). Acuan ketepatan: Titik A tepat pada x=2 dan y=4; Titik B tepat pada x=5 dan y=1; Titik C tepat pada sumbu-y di y=3.

Proses:

  • Penilaian lembar kerja saat murid memplot 6 pasangan titik data numerik variabel X (Waktu Penggunaan Ponsel: 2, 3, 4, 5, 6, 7) dan variabel Y (Durasi Tidur: 8; 7,5; 7; 6; 5,5; 4,5). Acuan ketepatan: Keenam titik terplot presisi pada skala koordinat Kartesius yang bersesuaian dan murid menunjukkan penyelidikan sebaran bahwa titik-titik membentuk lintasan menurun dari kiri atas ke kanan bawah.

Akhir Pertemuan:

  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir: Diberikan tabel 4 pasangan data numerik Luas Ruangan (m²) dan Waktu Pendinginan AC (menit): (10, 8), (15, 12), (20, 15), (25, 20). Murid memplot 4 titik tersebut pada diagram pencar dan menentukan apakah kedua variabel memiliki keterkaitan sebaran data. Acuan jawaban: Plot keempat titik tepat pada (10, 8), (15, 12), (20, 15), dan (25, 20); kesimpulan penyelidikan: ada hubungan sebaran titik yang menunjukkan nilai Y semakin besar seiring membesarnya nilai X.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal kemampuan plotting titik koordinat (x, y)
  • Observasi unjuk kerja saat murid memplot dan menggunakan diagram pencar pada Lembar Penyelidikan Data
  • Cek pemahaman akhir (exit ticket) penyelidikan diagram pencar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Diagram Pencar untuk Penyelidiki Hubungan Dua Variabel NumerikMurid memplot kurang dari 4 titik pasangan data numerik secara tepat pada bidang koordinat dan belum mampu menggunakan diagram pencar untuk melihat hubungan sebaran data.Murid memplot 4 hingga 5 titik pasangan data numerik secara tepat pada bidang koordinat, namun masih membutuhkan bimbingan untuk menyelidiki keterkaitan sebaran data pada diagram pencar.Murid memplot seluruh 6 titik pasangan data numerik secara tepat pada diagram pencar dan mampu menggunakannya untuk menyelidiki keterkaitan hubungan sebaran data secara mandiri.Murid memplot seluruh 6 titik pasangan data numerik dengan skala yang sangat presisi dan proporsional serta mampu menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki hubungan dua variabel numerik secara konsisten dan mandiri pada data tambahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan skala koordinat oleh murid sudah proporsional saat memplot titik-titik data numerik?
  • Apakah murid dapat secara mandiri mengenali keterkaitan sebaran data setelah seluruh titik terplot pada diagram pencar?

Murid:

  • Apa kesulitan yang saya temui ketika menentukan skala sumbu horizontal dan vertikal pada diagram pencar?
  • Bagaimana melihat titik-titik yang tersebar di diagram pencar membantu saya mengetahui apakah dua hal saling berhubungan?

Pertemuan 7 — Penjelasan Hubungan dan Pola Tren Antara Dua Variabel Numerik Berdasarkan Diagram Pencar — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.6 Menjelaskan hubungan antara dua variabel numerik atau kuantitatif berdasarkan diagram pencar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menjelaskan hubungan dan pola tren antara dua variabel numerik berdasarkan diagram pencar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mendiagnosis kesiapan murid dengan menayangkan satu diagram pencar yang titik-titiknya menyebar miring ke atas kanan, lalu meminta murid secara lisan/cepat menentukan arah tren dan maknanya (acuan jawaban: arah tren naik/positif, artinya makin besar nilai variabel x maka makin besar pula nilai variabel y) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mengamati 3 gambar diagram pencar pada slide/papan: Diagram 1 (titik-titik rapat naik dari kiri bawah ke kanan atas), Diagram 2 (titik-titik rapat turun dari kiri atas ke kanan bawah), dan Diagram 3 (titik-titik tersebar acak melingkar tanpa pola arah). Guru memandu analisis konsep pola tren (linear naik, linear turun, tidak ada tren) dan kekuatan hubungan (kuat jika sebaran titik rapat membentuk garis lurus, lemah/sedang jika agak melebar) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan diajak mengikuti kuis mini 'Tebak Tren Kilat' yang menggembirakan: guru memperlihatkan 3 kartu grafik mini lalu pasangan murid berlomba mengangkat kartu label yang sesuai (Kartu A: korelasi positif kuat; Kartu B: korelasi negatif kuat; Kartu C: tidak ada korelasi) dan menjelaskan alasannya (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan menerima Lembar Kerja yang memuat 3 studi kasus diagram pencar kontekstual beserta pertanyaan terstruktur untuk menjelaskan hubungannya: Kasus 1 (Diagram pencar hubungan antara 'Jumlah Pohon yang Ditanam' dan 'Tingkat Polusi Udara PM 2.5' dengan titik-titik rapat menurun ke kanan bawah; acuan: korelasi negatif kuat, artinya makin banyak pohon yang ditanam maka tingkat polusi udara cenderung makin rendah); Kasus 2 (Diagram pencar hubungan antara 'Durasi Belajar Mandiri per Minggu' dan 'Skor Tes Matematika' dengan titik-titik naik teratur ke kanan atas; acuan: korelasi positif kuat, artinya makin lama durasi belajar mandiri maka skor tes matematika cenderung makin tinggi); Kasus 3 (Diagram pencar hubungan antara 'Nomor Sepatu' dan 'Nilai Ujian Fisika' dengan titik-titik menyebar merata di seluruh bidang; acuan: tidak ada korelasi, artinya ukuran nomor sepatu tidak memiliki keterkaitan dengan capaian nilai ujian fisika) (40 menit).
  • Masing-masing kelompok saling menukarkan lembar analisisnya dengan kelompok lain untuk saling memeriksa penjelasan hubungan dan pola tren berdasarkan ketepatan arah korelasi (positif/negatif/tidak ada), kekuatan hubungan (rapat/lemah), serta interpretasi konteks kalimatnya sesuai acuan kunci yang telah ditetapkan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan murid menyampaikan temuan dan refleksi mengenai perbedaan mendasar saat menjelaskan korelasi positif vs korelasi negatif serta pentingnya ketepatan membaca kerapatan titik agar tidak salah menyimpulkan kekuatan hubungan dua variabel numerik (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip utama dalam menjelaskan hubungan variabel pada diagram pencar: melihat arah garis tren (naik = positif, turun = negatif), kepadatan titik (rapat = kuat, menyebar = sedang/lemah), dan menyusun kalimat keterkaitan makna antar-variabel (10 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa satu soal cek pemahaman cepat pada lembar rekap individu (Diagram pencar suhu lingkungan vs penjualan es krim), lalu menutup pertemuan dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram pencar dengan garis tren bantu (trendline) putus-putus untuk mempermudah melihat arah dan kepadatan titik; murid mahir diberikan diagram pencar tanpa garis bantu dengan variasi sebaran data sedang serta beberapa titik pencilan (outlier) untuk dianalisis pengaruhnya pada tren.
  • Proses: Scaffolding bertahap dengan panduan kalimat rumpang terstruktur bagi murid yang memerlukan dukungan; diskusi mandiri mendalam bagi kelompok yang sudah mahir dalam menginterpretasikan derajat kekuatan korelasi.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa narasi paragraf analisis tertulis terstruktur atau matriks tabel penjelas hubungan dua variabel (arah korelasi, kekuatan tren, kalimat interpretasi kontekstual).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman visual awal: Murid mengamati satu diagram pencar titik-titik bergerak naik dari koordinat (1, 50) hingga (7, 85) lalu diminta menjawab: 'Bagaimana arah sebaran titik-titik tersebut dan apa maknanya terhadap nilai kedua variabel?' (Acuan jawaban benar: Arah sebaran naik/condong ke kanan atas; maknanya adalah korelasi positif, yaitu jika variabel sumbu x meningkat, maka nilai variabel sumbu y juga cenderung meningkat).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Kerja Kelompok pada 3 Kasus: (1) Kasus Pohon vs Polusi Udara (Acuan: korelasi negatif kuat, sebaran titik rapat menurun, kesimpulan: penambahan pohon berkorelasi dengan penurunan polusi PM 2.5); (2) Kasus Durasi Belajar vs Skor Tes (Acuan: korelasi positif kuat, sebaran titik rapat menanjak, kesimpulan: pertambahan waktu belajar berkorelasi dengan kenaikan skor tes); (3) Kasus Ukuran Sepatu vs Nilai Fisika (Acuan: tidak berkorelasi/nihil, sebaran titik acak tanpa pola, kesimpulan: ukuran sepatu tidak memengaruhi nilai fisika). Skor dihitung berdasarkan ketepatan menyebutkan arah tren, kekuatan hubungan, dan penjelasan kontekstual.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir (exit ticket): Murid mengamati Diagram Pencar antara 'Suhu Rata-rata Harian (°C)' (sumbu x: 24°C hingga 34°C) dan 'Jumlah Penjualan Minuman Dingin (cup)' (sumbu y: 40 cup hingga 160 cup) dengan sebaran titik-titik membentuk pola rapat menanjak ke kanan atas. Murid menuliskan penjelasan hubungan kedua variabel tersebut. (Acuan jawaban benar: Memiliki pola tren linear positif kuat; maknanya, semakin tinggi suhu rata-rata harian, maka jumlah penjualan minuman dingin cenderung semakin meningkat/banyak).

Formatif:

  • Kuis mini identifikasi pola dan arah tren diagram pencar (Tebak Tren Kilat)
  • Penilaian kinerja diskusi dan penyelesaian lembar kerja analisis 3 kasus diagram pencar (arah, kekuatan, dan kalimat penjelasan kontekstual)
  • Cek pemahaman individu di akhir pertemuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Arah Tren dan KorelasiBelum mampu mengidentifikasi dan menjelaskan arah pola tren (positif, negatif, atau tidak ada) pada diagram pencar yang diberikan.Mampu mengidentifikasi arah pola tren (positif/negatif) tetapi penjelasan hubungan timbal balik antarvariabel masih terbalik atau kurang tepat.Mampu menjelaskan arah korelasi (positif, negatif, tidak berkorelasi) dengan tepat sesuai arah kecenderungan titik pada diagram pencar.Mampu menjelaskan arah korelasi dengan sangat tepat, lengkap dengan analisis perubahan nilai variabel satu terhadap variabel lainnya secara runtut dan mandiri.
Penjelasan Kekuatan Hubungan Berdasarkan Kepadatan TitikBelum mampu membedakan tingkat kekuatan hubungan (kuat, sedang, lemah) dari kerapatan titik-titik pada diagram pencar.Mampu mengenali kerapatan titik tetapi penjelasan mengenai kekuatan hubungan (kuat vs lemah) masih tertukar atau keliru.Mampu menjelaskan kekuatan hubungan (kuat/sedang/lemah/tidak ada) secara tepat berdasarkan kerapatan dan kedekatan sebaran titik terhadap pola garis imajiner.Mampu menjelaskan kekuatan hubungan secara mendalam dan presisi dengan menghubungkan kepadatan sebaran titik terhadap kestabilan pola tren data.
Penjelasan Kontekstual Hubungan Dua VariabelBelum mampu menyusun kalimat penjelas kontekstual mengenai hubungan dua variabel numerik berdasarkan diagram pencar.Mampu menyusun kalimat penjelas kontekstual tetapi hanya menyebutkan nama variabel tanpa menguraikan pola hubungan peningkatan/penurunannya.Mampu menyusun kalimat penjelasan kontekstual yang tepat dan logis sesuai makna data nyata pada sumbu x dan sumbu y.Mampu menyusun kalimat penjelasan kontekstual secara komprehensif, tepat, dan mampu membedakan antara asosiasi/korelasi tren data dengan sebab-akibat kontekstual secara kritis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membaca pola arah titik-titik pada diagram pencar dan menerjemahkannya ke dalam bahasa korelasi secara tepat?
  • Bagian mana dari penjelasan kekuatan korelasi (kepadatan sebaran titik) yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid yang lambat belajar?

Murid:

  • Bagaimana caraku membedakan diagram pencar yang menunjukkan korelasi positif kuat dengan korelasi negatif kuat saat melihat sebaran titiknya?
  • Apakah aku sudah dapat membuat kalimat kesimpulan yang jelas ketika disajikan diagram pencar dari data kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 8 — Evaluasi Tampilan dan Penyajian Statistika pada Laporan Media — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.7 Mengevaluasi laporan statistika di media berdasarkan tampilan, statistika, dan representasi data

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memfasilitasi murid menyadari pentingnya sikap kritis terhadap sajian data di media daring (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengevaluasi laporan statistika di media berdasarkan aspek tampilan visual grafik dan ketepatan ringkasan statistikanya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 cuplikan kasus tampilan grafik: Kasus A (diagram batang penjualan dengan sumbu tegak terpotong mulai 80 ke 100 sehingga perbedaan kecil 2% terlihat seperti 5 kali lipat) dan Kasus B (diagram batang dengan sumbu tegak mulai dari 0 secara proporsional). Murid diminta mengidentifikasi grafik mana yang membesar-besarkan visual selisih data dan menuliskan alasannya. Acuan: Kasus A menyesatkan karena sumbu tidak mulai dari nol/truncated axis membesar-besarkan perbedaan visual (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dua contoh grafik laporan media yang ditampilkan di layar: Contoh 1 (grafik garis dengan skala sumbu vertikal melompat tidak teratur 0, 10, 50, 100) dan Contoh 2 (laporan berita daring yang memakai mean pendapatan 50 juta/bulan padahal data memiliki pencilan ekstrem, sedangkan median sebenarnya 5 juta/bulan) (15 menit).
  • Murid mencatat prinsip evaluasi tampilan dan ukuran statistika pada lembar catatan: memeriksa apakah sumbu vertikal terpotong, apakah skala proporsional, dan apakah ukuran pemusatan/penyebaran yang dipilih rentan dipengaruhi pencilan ekstrem (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi pasangan-pasangan untuk game tantangan detektif data 'Detektif Misinformasi Grafis' yang menggembirakan, di mana setiap pasangan berlomba menemukan kejanggalan pada sajian data media (10 menit).
  • Setiap pasangan menganalisis Lembar Investigasi berisi 3 potongan laporan media: Laporan 1 (Grafik batang kenaikan harga pangan dengan sumbu-y dimulai dari Rp14.000 bukan 0 sehingga kenaikan Rp500 tampak naik 300%), Laporan 2 (Diagram lingkaran persentase opini publik dengan total persentase 135%), dan Laporan 3 (Klaim berita 'Tingkat kepuasan melonjak drastis' berdasarkan grafik garis dengan rentang waktu sumbu-x yang diregangkan secara acak) (20 menit).
  • Setiap pasangan menuliskan evaluasi kritis pada format evaluasi: (1) letak kejanggalan tampilan/statistika, (2) dampak mispersepsi bagi pembaca, dan (3) rekomendasi tampilan/statistika yang objektif dan tepat. Acuan evaluasi: Laporan 1 cacat pada sumbu terpotong (truncated axis) yang memperbesar selisih secara keliru; Laporan 2 cacat pada total persentase diagram lingkaran yang melampaui 100%; Laporan 3 cacat pada skala sumbu horizontal (waktu) yang tidak konsisten sehingga menipu tren (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berpasangan saling menukar lembar evaluasi dan memeriksa kelengkapan identifikasi kejanggalan visual/statistika serta ketepatan rekomendasi perbaikan berdasarkan acuan kunci evaluasi yang dipandu guru (15 menit).
  • Perwakilan murid menyebutkan satu temuan paling krusial mengenai bagaimana manipulasi visual grafik dapat mengubah opini publik terhadap suatu fenomena faktual (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 rambu evaluasi laporan statistika media: keutuhan skala sumbu (mulai dari nol jika diagram batang), konsistensi interval data, dan kesesuaian ukuran statistika terhadap sifat sebaran data (5 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman asesmen akhir mandiri berisi 1 soal evaluasi cepat: diberikan sebuah diagram batang perbandingan tingkat kelulusan dua sekolah dengan tinggi batang tampak 3 kali lipat padahal nilainya 92% dan 96%. Murid menuliskan letak kesalahan tampilan visualnya (acuan: sumbu vertikal dipotong/tidak dimulai dari 0 sehingga perbedaan 4% tampak seperti perbedaan 300%) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa daftar cek kejanggalan (cek skala 0, cek total 100%, cek jarak interval); murid yang mahir diberikan laporan media riil tambahan dengan grafik 3 dimensi yang mendistorsi perspektif proporsi volume.
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid berkecepatan lambat didampingi guru pada analisis Laporan 1 terlebih dahulu, sedangkan murid cepat langsung menyelesaikan evaluasi ketiga laporan dan merumuskan saran perbaikan matematis secara mandiri.
  • Produk: Rekomendasi perbaikan laporan statistika dapat disajikan dalam bentuk poin koreksi teks terstruktur atau dalam sketsa visual grafik pembanding yang sudah diperbaiki skalanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman tampilan grafik: Murid membandingkan Kasus A (grafik batang dengan sumbu-y mulai dari 80) dan Kasus B (grafik batang dengan sumbu-y mulai dari 0). Murid menentukan grafik yang visualnya melebih-lebihkan selisih data beserta alasannya (acuan: Kasus A membesar-besarkan perbedaan visual karena sumbu vertikal tidak dimulai dari 0).

Proses:

  • Formatif proses melalui Lembar Investigasi: Mengevaluasi 3 laporan media. Acuan ketepatan: (1) Laporan 1: Mengidentifikasi pemotongan sumbu-y (truncated axis) yang mendistorsi perbandingan; (2) Laporan 2: Mengidentifikasi kesalahan persentase diagram lingkaran yang berjumlah 135% (harus 100%); (3) Laporan 3: Mengidentifikasi ketidakkonsistenan skala interval waktu pada sumbu horizontal.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Diberikan grafik batang tingkat kelulusan Sekolah X (92%) dan Sekolah Y (96%) di media, di mana batang Sekolah Y digambar tiga kali lebih tinggi dari Sekolah X. Murid menuliskan evaluasi tampilan grafiknya (acuan jawaban: tampilan visual menyesatkan pembaca karena sumbu tegak dipotong/tidak mulai dari 0, mengakibatkan selisih 4% tampak visual sebagai selisih 300%).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal tentang efek sumbu terpotong pada grafik batang
  • Lembar Investigasi 'Detektif Misinformasi Grafis' (evaluasi 3 laporan media berdasarkan tampilan visual dan statistika)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Tampilan Visual dan Skala GrafikBelum mampu menemukan kejanggalan pada tampilan visual atau skala sumbu grafik pada laporan media.Mampu menemukan 1 kejanggalan tampilan visual grafik (misal sumbu terpotong) namun belum mampu menjelaskan dampak distorsi visualnya secara logis.Mampu menemukan dan mengevaluasi 2 sampai 3 kejanggalan tampilan visual serta skala grafik (sumbu terpotong, skala waktu tidak konsisten, diagram lingkaran tidak 100%) dengan penjelasan distorsi visual yang tepat.Mampu mengevaluasi seluruh kejanggalan tampilan visual dan skala grafik secara tepat serta memberikan usulan perbaikan skala tampilan yang objektif dan proporsional secara mandiri.
Evaluasi Ketepatan Penyajian Ukuran StatistikaBelum mampu mengidentifikasi kesalahan atau ketidaktepatan ukuran statistika/data numerik yang disajikan dalam teks laporan media.Mampu mengidentifikasi kesalahan numerik sederhana (seperti total persentase melebihi 100%) namun belum mampu mengevaluasi kesesuaian pemilihan ukuran statistika.Mampu mengevaluasi ketepatan penyajian ukuran statistika (misal bias penggunaan mean saat ada pencilan ekstrem dan kesalahan total persentase) sesuai acuan konteks data.Mampu mengevaluasi ketepatan penyajian ukuran statistika secara kritis dan mendalam serta merekomendasikan ukuran statistika alternatif yang lebih representatif untuk data tersebut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh laporan media yang disajikan cukup kontekstual dan menumbuhkan daya nalar kritis murid terhadap misinformasi data?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berkelompok 'Detektif Misinformasi Grafis', apakah seluruh murid aktif memeriksa skala dan data?

Murid:

  • Bagian mana dari tampilan grafik media yang paling sering mengecoh saya saat membaca berita sebelum pelajaran ini?
  • Langkah apa yang akan saya lakukan ketika melihat grafik sensasional di media sosial agar tidak mudah tertipu oleh visualisasi data?

Pertemuan 9 — Evaluasi Ketepatan Representasi Data Termasuk Penyajian Matriks pada Laporan Media — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.7 Mengevaluasi laporan statistika di media berdasarkan tampilan, statistika, dan representasi data

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran terkait evaluasi representasi data termasuk penyajian matriks pada laporan media (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memeriksa cuplikan tabel data media berukuran 2x2 yang memuat angka total kasus dan persentase tidak sinkron, lalu mengidentifikasi letak kekeliruannya secara mandiri (acuan: ketidaksesuaian jumlah baris/kolom dan persentase yang melebihi 100%) (10 menit).
  • Guru menyampaikan apersepsi mengenai pentingnya sikap kritis terhadap penyajian matriks tabel data statistik yang beredar di artikel berita daring dan media sosial (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan telaah kritis terhadap 2 contoh laporan media yang menggunakan penyajian matriks data (tabel baris x kolom) dengan kesalahan representasi: Contoh A (label baris dan kolom tertukar sehingga mengubah makna variabel) dan Contoh B (matriks frekuensi yang tidak mencantumkan total/basis persentase sehingga memicu salah tafsir proporsi) (20 menit).
  • Murid mengidentifikasi 3 kriteria evaluasi ketepatan representasi data matriks media: (1) kejelasan label baris dan kolom, (2) konsistensi agregasi nilai/satuan pada elemen matriks, dan (3) keselarasan narasi berita dengan data matriks (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid mengikuti tantangan 'Detektif Matriks Media' (permainan telaah cepat dan menyenangkan) untuk mengevaluasi 3 lembar kasus laporan media tiruan berikut: Kasus 1: Matriks 3x3 perbandingan penjualan merek gawai yang persentase total kolomnya 125%; Kasus 2: Matriks 2x4 kepuasan publik di mana baris kategori 'Sangat Puas' dan 'Tidak Puas' digabungkan tanpa penjelasan; Kasus 3: Matriks tabel tren infeksi per wilayah tanpa penyebutan skala populasi sehingga urutan risiko bias (acuan: Kasus 1 salah pada perhitungan total elemen kolom; Kasus 2 salah pada penggabungan kategori ordinal yang menyamarkan polaritas; Kasus 3 bias representasi karena tidak menyajikan rasio per kapita) (30 menit).
  • Setiap pasangan menuliskan catatan evaluasi kritis pada LKPD yang memuat identifikasi kesalahan representasi matriks dan rekomendasi perbaikan representasi data yang objektif untuk ketiga kasus tersebut (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling menukar hasil lembar kerja evaluasi dengan pasangan lain untuk memeriksa kesesuaian temuan kesalahan representasi matriks data berdasarkan rubrik panduan telaah (10 menit).
  • Murid menyimpulkan faktor-faktor kritis yang harus selalu dicermati saat membaca matriks data laporan berita di media massa agar terhindar dari disinformasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil evaluasi representasi matriks data laporan media dan memberikan umpan balik umum atas temuan murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan merefleksikan pentingnya literasi data statistik dalam kehidupan bermasyarakat dan berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kasus dengan penanda visual (highlight warna pada elemen matriks) bagi murid yang membutuhkan scaffolding, dan matriks multi-variabel tanpa penanda bagi murid yang berpencapaian tinggi.
  • Proses: Memberikan panduan pertanyaan terstruktur tahap-demi-tahap bagi pasangan yang memerlukan bimbingan tambahan dalam memeriksa elemen matriks data media.
  • Produk: Murid berkemampuan cepat diminta merumuskan revisi visual matriks data yang baku secara lengkap, sedangkan murid lainnya cukup menunjukkan letak kesalahan dan alasan evaluasinya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Soal diagnostik tertulis singkat: Murid memeriksa tabel matriks 2x2 data kasus kesembuhan pasien di media: Baris 1: Wilayah A (Sembuh: 80, Belum: 20; Total: 100), Baris 2: Wilayah B (Sembuh: 150, Belum: 50; Total: 250). Judul media tertulis: 'Wilayah B Dua Kali Lebih Rentan Dibanding Wilayah A'. Murid diminta menentukan apakah representasi dan judul tersebut tepat atau keliru. (Acuan: Representasi keliru/bias karena persentase kesembuhan Wilayah A = 80%, Wilayah B = 75%, sehingga judul melebih-lebihkan kerentanan Wilayah B tanpa memperhatikan rasio total sampel).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan LKPD 3 Kasus Laporan Media: Memeriksa ketepatan murid mengevaluasi 3 aspek kesalahan representasi data matriks (Acuan: Kasus 1: letak kesalahan pada jumlah persentase kolom 125%; Kasus 2: kesalahan penggabungan baris kategori yang bertolak belakang; Kasus 3: bias interpretasi akibat ketiadaan rasio per kapita).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (exit ticket): Diberikan 1 cuplikan matriks 2x3 penyajian media yang elemen datanya tidak memiliki label satuan nilai (angka 50, 70, 90 tanpa keterangan apakah persen, jumlah jiwa, atau indeks). Murid menuliskan evaluasi kritisnya dalam 2 kalimat. (Kriteria penerimaan: Jawaban murid wajib secara eksplisit mengidentifikasi ketiadaan label/satuan nilai matriks sebagai representasi yang tidak valid karena menyebabkan multi-tafsir bagi pembaca).

Formatif:

  • Penilaian kinerja telaah evaluasi laporan media berbasis representasi matriks pada LKPD 'Detektif Matriks Media' menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Evaluasi Representasi Data Matriks pada Laporan MediaBelum mampu mengidentifikasi kesalahan representasi matriks pada ketiga kasus laporan media.Mampu mengidentifikasi kesalahan representasi data matriks secara tepat pada 1 dari 3 kasus media (Kasus 1, Kasus 2, atau Kasus 3).Mampu mengidentifikasi kesalahan representasi data matriks secara tepat pada 2 dari 3 kasus media sesuai acuan evaluasi.Mampu mengidentifikasi seluruh kesalahan representasi data matriks secara tepat dan lengkap pada ketiga kasus media (Kasus 1: kelebihan total persentase kolom, Kasus 2: distorsi agregasi baris ordinal, Kasus 3: bias ketiadaan rasio data populasi) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit untuk aktivitas analisis 3 kasus representasi matriks media sudah mencukupi bagi seluruh pasangan murid?
  • Bagaimana respons murid terhadap tantangan menganalisis data media nyata dan apakah bimbingan guru sudah tepat sasaran bagi kelompok yang lambat?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini saat memeriksa tabel matriks data yang disajikan di media berita?
  • Bagian mana dari evaluasi representasi matriks data yang menurut saya paling menantang untuk ditemukan kesalahannya?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.5.1 Merepresentasikan dan menginterpretasi data dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan interkuartil
  • TP 10.5.2 Membuat diagram box plot untuk membandingkan himpunan data
  • TP 10.5.3 Menginterpretasi diagram box plot untuk membandingkan himpunan data
  • TP 10.5.4 Menentukan representasi data dari box plot, histogram, dan dot plot sesuai dengan natur (karakteristik) data dan kebutuhan
  • TP 10.5.5 Menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki hubungan antara dua variabel numerik atau kuantitatif
  • TP 10.5.6 Menjelaskan hubungan antara dua variabel numerik atau kuantitatif berdasarkan diagram pencar
  • TP 10.5.7 Mengevaluasi laporan statistika di media berdasarkan tampilan, statistika, dan representasi data

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta memimpin doa bersama demi ketenangan dan kelancaran ujian (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan sesi asesmen sumatif bab, aturan pengerjaan mandiri, tata tertib rotasi tes lisan bergiliran, serta membagikan naskah Tugas 1 dan Tugas 3 kepada setiap murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati instruksi kerja pada naskah asesmen sumatif: Tugas 1 (perhitungan kuartil, IQR, konstruksi box plot), Tugas 2 (skenario lisan pemilihan representasi data), dan Tugas 3 (analisis diagram pencar dan evaluasi laporan media) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara tertulis dan mandiri: Menghitung Q1, Q2, Q3, Jangkauan (Range), dan Jangkauan Interkuartil (IQR) dari Data A (Waktu Layanan Loket 1: 12, 14, 15, 16, 18, 20, 22, 25; acuan: Min=12, Q1=14.5, Q2=17, Q3=21, Maks=25, Jangkauan=13, IQR=6.5) dan Data B (Loket 2: 10, 11, 13, 14, 15, 17, 19, 28; acuan: Min=10, Q1=12, Q2=14.5, Q3=18, Maks=28, Jangkauan=18, IQR=6); menggambar box plot ganda kedua data pada skala garis bilangan 10–30 yang sama secara presisi; serta menuliskan uraian perbandingan (acuan: Loket 2 memiliki median lebih cepat yaitu 14.5 menit dibanding Loket 1 yaitu 17 menit, namun Loket 2 memiliki pencilan atas bernilai 28 dan rentang data lebih lebar) (40 menit).
  • Secara simultan selama pengerjaan tertulis, guru memanggil murid bergiliran ke meja guru untuk menjalani Tugas 2 (tes lisan argumentasi pemilihan representasi data @ 1,5 menit per murid): Guru menyajikan 3 skenario kartu: Skenario 1 (data tinggi badan 120 murid dengan sebaran frekuensi kelas interval -> acuan tepat: histogram karena data kontinu berkelompok), Skenario 2 (perbandingan 5 ukuran ringkasan data nilai ujian 2 kelas paralel -> acuan tepat: box plot karena efektif membandingkan median, kuartil, dan sebaran), Skenario 3 (data diskret jumlah saudara kandung dari 15 siswa -> acuan tepat: dot plot karena data cacah diskret berukuran kecil); murid wajib memilih dan memberikan alasan matematis yang tepat sesuai karakteristik data (45 menit).
  • Murid mengerjakan Tugas 3 secara tertulis dan mandiri: Bagian A - Menyelidiki diagram pencar hubungan antara jam belajar mandiri (X) dan skor ujian (Y) dari 8 titik koordinat: (1, 55), (2, 60), (3, 68), (4, 75), (5, 78), (6, 85), (7, 90), (8, 92), menentukan pola tren (acuan: tren linear positif kuat), serta menjelaskan maknanya (acuan: semakin lama jam belajar mandiri, semakin tinggi skor ujian yang diperoleh); Bagian B - Mengevaluasi laporan media berupa grafik batang yang menampilkan kenaikan penjualan produk dari tahun 2023 ke 2024 namun sumbu vertikal dipotong mulai dari angka 100 bukan 0 sehingga menimbulkan efek manipulatif distorsi visual (acuan: kesalahan terletak pada sumbu vertikal yang terpotong/truncated axis yang melebih-lebihkan perbedaan visual penjualan padahal selisih numerik relatif kecil) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan identitas, ketepatan angka, keterbacaan grafik box plot, serta ketajaman evaluasi kritis pada lembar jawaban sebelum dikumpulkan (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh berkas lembar kerja asesmen sumatif dari seluruh murid (1 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman belajar sepanjang Bab 5 serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Naskah soal disajikan dengan petunjuk yang lugas dan format diagram yang kontras serta jelas untuk memastikan keterbacaan yang adil bagi seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses diberikan berupa pembacaan ulang kartu skenario lisan secara perlahan bagi murid yang memerlukan penyesuaian auditori, tanpa mengubah materi maupun kriteria asesmen.
  • Produk: Seluruh murid menghasilkan bukti asesmen yang sama sesuai ACUAN SUMATIF ATP: lembar kerja tertulis terpadu dan rekaman lembar observasi lisan individual.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat ukur statistik mandiri (penggaris, pensil, penghapus) dan pemahaman petunjuk teknis pengerjaan asesmen sumatif 3 bagian sebelum pengerjaan dimulai.

Proses:

  • Observasi guru terhadap kemandirian, kepatuhan integritas akademik, dan pengelolaan waktu murid selama menyelesaikan bagian-bagian asesmen sumatif.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis dan asesmen kinerja terpadu: berkas lembar kerja representasi dan analisis data statistik serta rekaman respon lisan/tertulis interpretasi representasi data
  • tes tertulis serentak: lembar penyelesaian perhitungan jangkauan kuartil/interkuartil, konstruksi diagram box plot pembanding dua himpunan data, dan uraian tertulis perbandingan karakteristik kedua himpunan data (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian konstruksi grafik)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan argumentasi kecocokan pemilihan representasi data (box plot, histogram, atau dot plot) terhadap skenario karakteristik data yang diuji 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain mengerjakan analisis diagram (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: daftar cek kelayakan argumentasi dan rubrik analitik lisan)
  • kajian kasus dan unjuk kerja tertulis serentak: lembar kerja analisis hubungan dua variabel pada diagram pencar, simpulan tren korelasi variabel, serta telaah kritis evaluasi ketepatan penyajian data statistik pada artikel media yang disediakan (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian telaah kritis dan analisis diagram pencar)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis dan asesmen kinerja terpadu: berkas lembar kerja representasi dan analisis data statistik serta rekaman respon lisan/tertulis interpretasi representasi data
  • tes tertulis serentak: lembar penyelesaian perhitungan jangkauan kuartil/interkuartil, konstruksi diagram box plot pembanding dua himpunan data, dan uraian tertulis perbandingan karakteristik kedua himpunan data (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian konstruksi grafik)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan argumentasi kecocokan pemilihan representasi data (box plot, histogram, atau dot plot) terhadap skenario karakteristik data yang diuji 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain mengerjakan analisis diagram (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: daftar cek kelayakan argumentasi dan rubrik analitik lisan)
  • kajian kasus dan unjuk kerja tertulis serentak: lembar kerja analisis hubungan dua variabel pada diagram pencar, simpulan tren korelasi variabel, serta telaah kritis evaluasi ketepatan penyajian data statistik pada artikel media yang disediakan (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian telaah kritis dan analisis diagram pencar)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penentuan Kuartil, IQR, dan Konstruksi Box Plot (TP 10.5.1, TP 10.5.2)Keliru dalam menghitung nilai kuartil (Q1, Q2, Q3) dan IQR pada kedua data, serta konstruksi box plot tidak sesuai skala garis bilangan (acuan Data A: Q1=14.5, Q2=17, Q3=21, IQR=6.5; Data B: Q1=12, Q2=14.5, Q3=18, IQR=6).Menghitung dengan tepat kuartil dan IQR pada satu himpunan data saja, atau konstruksi box plot telah memuat 5 ukuran ringkasan namun penempatan posisi pada garis bilangan belum akurat.Menghitung seluruh nilai kuartil dan IQR pada Data A dan Data B dengan tepat sesuai kunci acuan, serta mengonstruksi diagram box plot ganda secara tepat menggunakan skala sumbu yang konsisten.Menghitung seluruh kuartil dan IQR kedua data secara tepat dan presisi tanpa kekeliruan perhitungan, serta mengonstruksi box plot ganda dengan skala garis bilangan yang sangat akurat, rapi, dan proporsional.
Interpretasi Perbandingan Sebaran Data Box Plot (TP 10.5.3)Tidak mampu atau keliru membandingkan karakteristik kedua kelompok data berdasarkan grafik box plot yang dibuat.Membandingkan kedua data hanya berdasarkan salah satu ukuran saja (misal hanya membandingkan median atau nilai maksimum) tanpa menyinggung sebaran.Membandingkan kedua himpunan data secara tepat berdasarkan posisi median (Loket 1 = 17 vs Loket 2 = 14.5) dan sebaran/interkuartil serta mengidentifikasi keberadaan pencilan pada Loket 2 sesuai acuan.Membandingkan kedua data secara komprehensif, mencakup analisis median, simetri/kemencengan, variabilitas interkuartil, dan dampak nilai pencilan terhadap operasional kedua loket secara runtut dan mendalam.
Argumentasi Pemilihan Representasi Data Lisan (TP 10.5.4)Keliru menentukan representasi grafik pada ketiga skenario data yang diujikan (acuan Skenario 1 = histogram, Skenario 2 = box plot, Skenario 3 = dot plot) dan tidak mampu memberikan alasan matematis.Menentukan jenis grafik dengan tepat hanya pada 1 skenario data disertai alasan karakteristik data yang sesuai.Menentukan jenis grafik dengan tepat pada minimal 2 dari 3 skenario kartu disertai argumentasi yang sesuai dengan sifat data kontinu/berkelompok, pembandingan sebaran, atau diskret kecil.Menentukan jenis grafik dengan tepat pada seluruh (3) skenario data secara mandiri dan fasih memberikan alasan matematis logis terkait kecocokan sifat data dan kebutuhan penyajiannya.
Penyelidikan dan Penjelasan Hubungan Diagram Pencar (TP 10.5.5, TP 10.5.6)Keliru dalam mengidentifikasi pola sebaran titik koordinat dan salah menyimpulkan arah hubungan kedua variabel numerik.Mampu mengidentifikasi arah tren (positif) tetapi belum mampu menjelaskan hubungan fungsional antara variabel jam belajar mandiri dan skor ujian secara logis.Mampu menentukan arah tren korelasi secara tepat (tren linear positif) dan menjelaskan maknanya bahwa penambahan jam belajar berkaitan dengan peningkatan skor ujian sesuai data 8 koordinat.Menentukan tren korelasi positif kuat secara sangat tepat, menjelaskan hubungan timbal balik variabel dengan bahasa lugas, serta mampu menafsirkan kecenderungan data secara matematis.
Evaluasi Kritis Laporan Statistika di Media (TP 10.5.7)Tidak mampu menemukan kelemahan atau bias visual pada grafik laporan media yang disajikan dalam kasus.Menyebutkan bahwa grafik media tersebut kurang tepat atau membingungkan, namun tidak mampu menunjukkan elemen tampilan mana yang menimbulkan distorsi.Mengidentifikasi secara tepat kelemahan penyajian grafik pada media, yaitu pemotongan sumbu vertikal (truncated graph / tidak dimulai dari 0) yang mendistorsi persepsi perbedaan data numerik.Mengevaluasi laporan media secara tajam dengan mengidentifikasi pemotongan sumbu vertikal, menjelaskan efek psikologis distorsi visual terhadap pembaca awam, serta memberikan rekomendasi perbaikan tampilan grafik yang objektif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk Tugas 1, 45 menit untuk rotasi tes lisan Tugas 2, dan 45 menit untuk Tugas 3 terlaksana secara efektif dan tertib di kelas?
  • Bagian kompetensi mana dari Bab 5 yang capaian muridnya paling tinggi dan bagian mana yang masih memerlukan tindak lanjut remediasi?

Murid:

  • Tugas asesmen mana (perhitungan box plot, argumentasi lisan pemilihan grafik, atau analisis diagram pencar & media) yang paling saya kuasai?
  • Bagaimana keterampilan mengevaluasi data statistik yang telah saya pelajari di bab ini membantu saya lebih kritis saat melihat infografis di media sosial?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  2. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  3. Set kartu bilangan bertuliskan angka data untuk permainan 'Tantangan Kuartil'.
  4. Lembar Latihan Siswa mengenai Kuartil dan Jangkauan Interkuartil.
  5. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek.
  6. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek.
  7. Lembar Kerja Murid (LKPD) Representasi dan Interpretasi Jangkauan Interkuartil.
  8. Kalkulator/alat hitung dasar (opsional untuk verifikasi).
  9. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  10. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  11. Kertas berpetak/milimeter blok, penggaris, dan lembar aktivitas murid
  12. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
  13. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 6 Representasi dan Interpretasi Data, Kemendikbudristek, 2023
  14. Lembar Aktivitas Analisis Komparasi Diagram Box Plot
  15. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 6: Representasi dan Interpretasi Data, Kemendikbudristek, 2023.
  16. Lembar Kerja Murid 'Pilah Cepat Representasi Data'.
  17. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab Representasi dan Interpretasi Data.
  18. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  19. Lembar kerja berpetak / kertas milimeter blok dan penggaris.
  20. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023, Bab 6 (Representasi dan Interpretasi Data) halaman 233-236
  21. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023, Bab 6 halaman 215-217
  22. Slide tayangan diagram pencar dan lembar kerja murid (LKPD) analisis korelasi dua variabel numerik
  23. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek.
  24. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek.
  25. Kliping/tangkapan layar laporan infografis dan grafik berita daring aktual.
  26. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
  27. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023, Bab 6 'Representasi dan Interpretasi Data'
  28. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Detektif Matriks Media' (3 cuplikan kasus penyajian data matriks)
  29. Proyektor/papan tulis untuk penayangan contoh representasi data media
  30. Buku Siswa Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Dicky Susanto, dkk., Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  31. Lembar Asesmen Sumatif Bab 5: Lembar Kerja Tertulis Terpadu (Tugas 1 & Tugas 3) dan Kartu Skenario Soal Lisan Guru (Tugas 2).
  32. Alat tulis, penggaris berskala milimeter, dan lembar kertas grafik/milimeter blok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.