Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Membandingkan Hasil Pengukuran Panjang Benda dengan Alat Ukur Tidak Baku yang Berbeda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Membandingkan Hasil Pengukuran Panjang Benda dengan Alat Ukur Tidak Baku yang Berbeda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Membandingkan Hasil Pengukuran Panjang Benda dengan Alat Ukur Tidak Baku yang Berbeda

Matematika - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membandingkan Hasil Pengukuran Panjang Benda dengan Alat Ukur Tidak Baku yang Berbeda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembandingkan Hasil Pengukuran Panjang Benda dengan Alat Ukur Tidak Baku yang Berbeda
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengukur panjang benda yang sama menggunakan dua jenis satuan tidak baku yang berbeda dan membandingkan hasilnya
  2. Murid dapat menjelaskan mengapa hasil pengukuran benda yang sama bisa berbeda jika menggunakan alat ukur tidak baku yang berbeda

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah panjang meja kita sama jika diukur dengan jengkal tangan dan dengan penjepit kertas?
  2. Mengapa hasil pengukuran bisa berbeda padahal bendanya sama?
  3. Alat ukur apa yang membuat hasil pengukuran lebih banyak, yang besar atau yang kecil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid mengukur benda menggunakan satuan tidak baku (jengkal, sedotan, koin)
  • Guru menunjukkan dua alat ukur tidak baku yang berbeda ukuran (misal: penjepit kertas besar dan koin kecil) dan bertanya: 'Jika kita ukur buku yang sama dengan kedua benda ini, hasilnya sama atau berbeda?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mengukur benda yang sama dengan alat ukur berbeda dan menemukan mengapa hasilnya bisa berbeda

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan mengukur panjang buku dengan penjepit kertas, murid menghitung bersama hasilnya (misal: 8 penjepit kertas)
  • Guru mendemonstrasikan mengukur buku yang sama dengan koin, murid menghitung bersama hasilnya (misal: 15 koin)
  • Guru mengajak murid mengamati kedua hasil: 'Kenapa hasilnya berbeda? Buku kita kan sama'
  • Murid diajak membandingkan ukuran penjepit kertas dan koin secara langsung, menemukan bahwa koin lebih kecil dari penjepit kertas
  • Guru memandu diskusi: alat ukur yang lebih kecil akan menghasilkan angka yang lebih besar saat mengukur benda yang sama

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan, setiap pasangan mendapat 2 jenis alat ukur tidak baku (misal: sedotan dan koin, atau penjepit kertas dan penghapus)
  • Setiap pasangan memilih satu benda di kelas untuk diukur (pensil, buku, atau kotak pensil)
  • Murid mengukur panjang benda pilihan mereka dengan alat ukur pertama, mencatat hasilnya di lembar kerja
  • Murid mengukur benda yang sama dengan alat ukur kedua, mencatat hasilnya
  • Murid membandingkan kedua hasil pengukuran dan menuliskan kesimpulan: alat ukur mana yang menghasilkan angka lebih besar dan mengapa
  • Guru berkeliling memantau cara mengukur murid (memastikan alat ukur disusun rapat tanpa celah) dan memberi bantuan sesuai kebutuhan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa pasangan maju mempresentasikan hasil pengukuran mereka di depan kelas
  • Murid lain memberi tanggapan: apakah hasil temannya masuk akal
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa pola yang kalian temukan? Apakah semua kelompok menemukan hal yang sama?'
  • Murid menyimpulkan bersama: benda yang sama akan menghasilkan angka berbeda jika diukur dengan alat ukur tidak baku yang berbeda ukurannya; alat ukur lebih kecil menghasilkan angka lebih besar
  • Guru mengajak murid merefleksi: 'Apa yang kalian pelajari hari ini? Mengapa penting memahami bahwa alat ukur berbeda memberi hasil berbeda?'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjelaskan secara lisan atau menggambar: mengapa pensil yang diukur dengan koin hasilnya 10, tapi dengan penjepit kertas hasilnya 5
  • Guru mengapresiasi kerja keras murid dan menekankan kembali konsep: alat ukur berbeda = hasil berbeda
  • Guru memberitahu murid bahwa pertemuan berikutnya akan belajar cara mengukur yang lebih tepat agar hasilnya sama untuk semua orang
  • Menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diminta mengukur 3 benda berbeda dengan 2 alat ukur. Murid yang lambat cukup fokus pada 1 benda dengan 2 alat ukur dan didampingi lebih intensif
  • Proses: Murid yang butuh bantuan ekstra diberi kartu bergambar langkah-langkah mengukur. Murid yang mandiri diberi kebebasan memilih benda dan alat ukur sendiri
  • Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan kesimpulan dengan kalimat lengkap. Murid yang lambat dapat menggambar hasil pengukuran mereka atau menggunakan tabel sederhana yang sudah disiapkan guru

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah mengukur sesuatu di rumah? Pakai apa?'
  • Guru menunjukkan penjepit kertas dan koin, bertanya: 'Mana yang lebih panjang?' untuk mengecek pemahaman awal tentang membandingkan ukuran

Proses:

  • Observasi saat murid mengukur: apakah cara mengukur sudah benar (alat ukur rapat tanpa celah, mulai dari ujung benda)
  • Mengamati diskusi dalam pasangan: apakah murid bisa menjelaskan hasil pengukuran mereka
  • Bertanya kepada beberapa murid: 'Kenapa hasilmu beda waktu pakai koin dan sedotan?'
  • Memeriksa catatan di lembar kerja: apakah hasil pengukuran dicatat dengan lengkap

Akhir:

  • Murid diminta menjelaskan secara lisan: 'Jika kita ukur meja yang sama dengan penghapus hasilnya 12, tapi dengan buku hasilnya 3, kenapa bisa begitu?'
  • Murid mengerjakan soal sederhana di lembar kerja: gambar pensil diukur dengan 2 alat berbeda, murid diminta menjelaskan mana yang menghasilkan angka lebih besar dan alasannya
  • Guru mencatat murid yang sudah bisa menjelaskan konsep dengan tepat dan yang masih butuh penguatan

Formatif:

  • Observasi selama murid mengukur: apakah menyusun alat ukur dengan rapat dan benar
  • Mendengarkan diskusi pasangan: apakah murid bisa menjelaskan perbedaan hasil kepada temannya
  • Memeriksa lembar kerja: apakah pencatatan hasil pengukuran akurat

Sumatif:

  • Murid menjelaskan secara lisan atau tertulis mengapa hasil pengukuran benda yang sama berbeda jika menggunakan alat ukur tidak baku yang berbeda
  • Murid menunjukkan kemampuan mengukur dengan benar (alat ukur rapat, mulai dari ujung benda) dan membandingkan hasilnya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengukur dengan benar menggunakan 2 alat ukur berbedaBelum bisa menyusun alat ukur dengan rapat, masih ada celah atau tumpang tindihBisa mengukur dengan 1 alat ukur, tapi masih kurang rapi saat menggunakan alat ukur keduaBisa mengukur dengan 2 alat ukur dengan cukup rapi, kadang masih perlu diingatkan untuk merapatkanMengukur dengan 2 alat ukur dengan rapi dan mandiri, alat ukur tersusun rapat tanpa celah
Membandingkan hasil pengukuranBelum bisa menyebutkan hasil pengukuran mana yang lebih besarBisa menyebutkan hasil mana yang lebih besar tapi belum tahu alasannyaBisa membandingkan hasil dan mulai menjelaskan bahwa alat ukur berbeda membuat hasil berbedaBisa membandingkan hasil dan menjelaskan dengan jelas bahwa alat ukur lebih kecil menghasilkan angka lebih besar
Menjelaskan mengapa hasil pengukuran berbedaBelum bisa menjelaskan mengapa hasil berbedaBisa mengatakan hasil berbeda tapi penjelasannya belum tepatBisa menjelaskan bahwa perbedaan terjadi karena ukuran alat ukur berbedaBisa menjelaskan dengan lengkap dan tepat: alat ukur lebih kecil membuat hasil pengukuran lebih besar karena butuh lebih banyak untuk menutupi panjang benda
Berkomunikasi dan bekerja samaBelum mau berkomunikasi atau bekerja sama dengan pasanganMau bekerja sama tapi masih pasif, jarang berbicaraAktif berdiskusi dengan pasangan dan mau berbagi tugasAktif berkomunikasi, berbagi tugas dengan adil, dan membantu pasangan memahami konsep

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah demonstrasi awal cukup jelas bagi semua murid?
  • Apakah pemilihan alat ukur tidak baku sudah tepat dan memudahkan murid melihat perbedaan hasil?
  • Murid mana yang masih kesulitan dan memerlukan pendampingan khusus di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam cara menyampaikan konsep agar lebih mudah dipahami?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengukur?
  • Apa yang paling menarik saat mengukur dengan alat berbeda?
  • Apa yang masih membingungkan?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja dengan teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka halaman 216-217
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka Bab 7
  3. Alat ukur tidak baku: penjepit kertas, koin 500 rupiah, sedotan, penghapus, krayon
  4. Benda-benda di kelas: pensil, buku, kotak pensil, meja
  5. Lembar kerja pengukuran (tabel sederhana untuk mencatat hasil)
  6. Papan tulis dan spidol untuk demonstrasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.