Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengenal Satuan Tidak Baku dan Cara Mengukur Panjang Benda dengan Benar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Mengenal Satuan Tidak Baku dan Cara Mengukur Panjang Benda dengan Benar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengenal Satuan Tidak Baku dan Cara Mengukur Panjang Benda dengan Benar

Matematika - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Satuan Tidak Baku dan Cara Mengukur Panjang Benda dengan Benar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Satuan Tidak Baku dan Cara Mengukur Panjang Benda dengan Benar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan berbagai benda yang dapat digunakan sebagai alat ukur tidak baku, seperti jengkal tangan, telapak kaki, sedotan, koin, dan penjepit kertas
  2. Murid dapat mempraktikkan cara mengukur panjang benda dengan benar menggunakan satuan tidak baku, yaitu dimulai dari ujung benda, alat ukur rapat, tidak bertumpuk, dan tidak miring

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Anak-anak, kalau kita ingin tahu panjang meja, tapi tidak punya penggaris, apa yang bisa kita pakai?
  2. Pernahkah kalian mengukur sesuatu dengan tangan kalian sendiri?
  3. Menurut kalian, apakah semua orang mendapat hasil yang sama kalau mengukur dengan jengkal tangan? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan ramah dan memastikan semua murid siap belajar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah mengukur sesuatu di rumah? Pakai apa?'
  • Guru menyampaikan topik hari ini: mengenal berbagai benda yang bisa dipakai untuk mengukur dan cara mengukur yang benar
  • Guru menunjukkan berbagai benda konkret: jengkal tangan, koin, sedotan, penjepit kertas, telapak kaki, dan menanyakan apakah benda-benda ini bisa dipakai untuk mengukur

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan berbagai benda yang bisa dijadikan alat ukur tidak baku: jengkal tangan, telapak kaki, sedotan, koin, penjepit kertas, stik es krim, pensil
  • Guru mengajak murid mengamati perbedaan ukuran setiap benda dan mendiskusikan mengapa hasilnya bisa berbeda jika menggunakan alat ukur yang berbeda
  • Guru menunjukkan dua cara mengukur: cara yang salah (alat ukur tidak rapat, bertumpuk, atau miring) dan cara yang benar (dimulai dari ujung, rapat, tidak bertumpuk, tidak miring)
  • Murid mengamati demonstrasi guru mengukur panjang pensil dengan koin, memperhatikan cara meletakkan koin secara rapat dan tidak bertumpuk
  • Guru memberikan penguatan: mengukur yang benar harus mulai dari ujung benda, alat ukur rapat, tidak bertumpuk, dan tidak miring

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta satu murid maju untuk mempraktikkan cara mengukur panjang meja dengan jengkal tangan, murid lain mengamati apakah caranya sudah benar
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang), setiap kelompok mendapat benda yang akan diukur (misalnya: buku, kotak pensil, papan tulis kecil)
  • Setiap kelompok memilih alat ukur tidak baku (jengkal, koin, penjepit kertas, atau sedotan) dan mengukur panjang benda mereka
  • Murid mengisi tabel pengukuran: menulis nama benda, alat ukur yang dipakai, tebakan panjang, dan hasil pengukuran sebenarnya
  • Guru berkeliling mengamati cara murid mengukur, memberikan bimbingan jika ada yang belum tepat, dan memberikan pujian untuk murid yang sudah mengukur dengan benar
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran mereka dan menjelaskan cara mengukur yang mereka lakukan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan gambar cara mengukur yang salah (dari buku siswa: koin tidak rapat dan bertumpuk), murid diminta menjelaskan apa yang salah dan memberikan saran perbaikan
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Mengapa hasil pengukuran bisa berbeda kalau menggunakan alat ukur yang berbeda?'
  • Guru mengajak murid merefleksikan: 'Apa yang kalian rasakan saat mengukur? Apakah mudah atau sulit? Apa yang membuat kalian kesulitan?'
  • Murid menyebutkan kembali 4 cara mengukur yang benar: mulai dari ujung, alat ukur rapat, tidak bertumpuk, tidak miring
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi dan usaha mereka

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid mempraktikkan cara mengukur yang benar di depan kelas
  • Guru bersama murid menyimpulkan: hari ini kita belajar berbagai benda yang bisa dipakai sebagai alat ukur tidak baku dan cara mengukur yang benar
  • Guru memberikan tantangan ringan: di rumah, coba ukur panjang tempat tidur kalian dengan jengkal atau telapak kaki, lalu ceritakan besok
  • Guru menutup pembelajaran dengan memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus belajar

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat: tantangan tambahan mengukur benda yang lebih panjang atau menggunakan 2 alat ukur berbeda untuk membandingkan hasilnya. Untuk murid yang lambat: fokus pada 1-2 alat ukur saja (misalnya hanya jengkal dan koin) dan benda yang lebih pendek
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja mandiri atau membantu teman. Murid yang lambat mendapat bimbingan lebih intensif dari guru, diberikan contoh tambahan, dan diajak mengukur bersama-sama sebelum mencoba sendiri
  • Produk: Murid yang cepat mengisi tabel dengan 5-6 benda dan membuat laporan sederhana tentang perbedaan hasil pengukuran. Murid yang lambat mengisi tabel dengan 2-3 benda dan cukup menceritakan hasil pengukuran secara lisan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid: 'Pernahkah kalian mengukur sesuatu? Pakai apa?'
  • Guru menunjukkan benda (jengkal, koin, sedotan) dan menanyakan: 'Apakah benda-benda ini bisa dipakai untuk mengukur? Mengapa?'

Proses:

  • Observasi saat murid mempraktikkan mengukur dalam kelompok: apakah murid mulai dari ujung benda, alat ukur rapat, tidak bertumpuk, tidak miring
  • Tanya jawab selama kegiatan: 'Mengapa kamu memilih alat ukur ini? Bagaimana cara kamu mengukurnya?'
  • Pemeriksaan tabel pengukuran: apakah murid bisa mengestimasi dan mencatat hasil pengukuran dengan tepat
  • Mendengarkan presentasi kelompok: apakah murid bisa menjelaskan cara mengukur yang mereka lakukan

Akhir:

  • Praktik individu: 2-3 murid diminta maju mengukur panjang benda dengan benar menggunakan alat ukur pilihan mereka, guru menilai ketepatan 4 cara mengukur
  • Soal refleksi: menunjukkan gambar cara mengukur yang salah (koin tidak rapat/bertumpuk), murid menjelaskan kesalahan dan memberikan saran
  • Mengisi lembar kerja sederhana: menghitung panjang pensil dan sendok berdasarkan gambar penjepit kertas

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: guru mengamati cara murid meletakkan alat ukur, apakah sudah rapat, tidak bertumpuk, dan tidak miring
  • Tanya jawab saat diskusi: guru menilai pemahaman murid tentang berbagai alat ukur tidak baku dan alasan hasil pengukuran bisa berbeda
  • Pemeriksaan tabel pengukuran: apakah murid sudah mengisi dengan lengkap dan hasil pengukurannya masuk akal

Sumatif:

  • Praktik mengukur: murid diminta mengukur panjang 1 benda dengan benar menggunakan alat ukur pilihan mereka, guru menilai ketepatan cara mengukur
  • Soal tertulis sederhana: menunjukkan gambar cara mengukur yang salah, murid menjelaskan apa yang salah dan cara memperbaikinya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan alat ukur tidak bakuMurid belum bisa menyebutkan alat ukur tidak baku atau menyebutkan benda yang bukan alat ukurMurid dapat menyebutkan 1-2 alat ukur tidak baku dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 3-4 alat ukur tidak baku dengan tepatMurid dapat menyebutkan 5 atau lebih alat ukur tidak baku dan menjelaskan mengapa benda tersebut bisa dipakai untuk mengukur
Mempraktikkan cara mengukur yang benarMurid belum bisa mengukur dengan benar, alat ukur tidak rapat, bertumpuk, atau miringMurid dapat mengukur dengan 1-2 cara yang benar (misalnya mulai dari ujung dan rapat, tapi masih miring)Murid dapat mengukur dengan 3 cara yang benar (mulai dari ujung, rapat, tidak bertumpuk, tetapi kadang masih miring)Murid dapat mengukur dengan 4 cara yang benar secara konsisten: mulai dari ujung, alat ukur rapat, tidak bertumpuk, dan tidak miring
Menjelaskan kesalahan cara mengukurMurid belum bisa mengidentifikasi kesalahan dalam cara mengukurMurid dapat mengidentifikasi 1 kesalahan dengan bantuan guruMurid dapat mengidentifikasi 2 kesalahan dan memberikan saran perbaikan sederhanaMurid dapat mengidentifikasi semua kesalahan dan menjelaskan dengan jelas cara memperbaikinya menggunakan 4 aturan mengukur yang benar

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah memahami cara mengukur yang benar? Murid mana yang masih perlu bimbingan tambahan?
  • Apakah kegiatan kelompok berjalan efektif? Apakah semua murid terlibat aktif?
  • Alat ukur apa yang paling mudah dipahami murid? Alat ukur mana yang membuat murid kesulitan?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid cepat dan lambat?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran pengukuran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengukur?
  • Alat ukur apa yang paling kamu suka? Mengapa?
  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah? Bagian mana yang sulit?
  • Apakah kamu sudah bisa mengukur dengan cara yang benar? Apa yang masih kamu bingungkan?
  • Apa yang ingin kamu ukur di rumah nanti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Bab 7 halaman 208-217
  2. Buku Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Bab 7 halaman 171
  3. Benda konkret sebagai alat ukur tidak baku: jengkal tangan, telapak kaki, koin Rp500, sedotan, penjepit kertas, stik es krim, pensil warna
  4. Benda yang akan diukur: meja, buku, kotak pensil, papan tulis kecil, pensil
  5. Tabel pengukuran (lembar kerja untuk murid)
  6. Gambar cara mengukur yang salah dan benar (untuk demonstrasi dan asesmen)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.