Modul AjarPertemuan 9Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Hubungan Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Hubungan Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Hubungan Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20

Matematika - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Hubungan Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikHubungan Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan fakta hubungan antara operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dengan 20 menggunakan benda konkret atau kartu bilangan (contoh: jika 7 + 6 = 13 maka 13 − 6 = 7)
  2. Murid dapat menuliskan pasangan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan yang saling berkaitan untuk bilangan sampai dengan 20 dan menjelaskan hubungannya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya 7 kelereng lalu temanmu memberimu 6 kelereng lagi, berapa jumlahnya? Bagaimana jika kamu mengembalikan 6 kelereng itu?
  2. Apakah ada hubungan antara penjumlahan dan pengurangan? Bagaimana kalian bisa tahu?
  3. Bisakah kamu membuat cerita tentang penjumlahan, lalu mengubahnya menjadi cerita pengurangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru mengajak murid bernyanyi atau melakukan ice breaking ringan untuk menciptakan suasana gembira.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat penjumlahan dan pengurangan yang kita pelajari kemarin? Coba sebutkan contohnya!'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan belajar bahwa penjumlahan dan pengurangan punya hubungan yang menarik, seperti teman yang saling berpasangan.'
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Jika aku punya 8 permen lalu mendapat 5 permen lagi, berapa totalnya? Kalau aku mengembalikan 5 permen itu, apa yang terjadi?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan 7 buah benda konkret (misalnya, kelereng atau kubus) di meja.
  • Guru menambahkan 6 benda lagi sambil berkata: '7 ditambah 6 sama dengan berapa? Mari kita hitung bersama-sama.' (7 + 6 = 13)
  • Guru menulis di papan: 7 + 6 = 13.
  • Guru bertanya: 'Sekarang, bagaimana jika aku ambil kembali 6 benda ini? Berapa yang tersisa?'
  • Murid mengamati bahwa setelah 6 benda diambil, tersisa 7 benda.
  • Guru menulis di papan: 13 − 6 = 7.
  • Guru menjelaskan: 'Lihat, penjumlahan 7 + 6 = 13 punya pasangan pengurangan 13 − 6 = 7. Pengurangan adalah kebalikan dari penjumlahan.'
  • Guru mengulang dengan contoh lain: 9 + 4 = 13, maka 13 − 4 = 9.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi dalam kelompok berpasangan.
  • Setiap pasangan mendapat satu set benda konkret (15-20 benda) dan kartu bilangan.
  • Guru memberikan tugas: 'Ambil sejumlah benda, lalu tambahkan lagi. Hitung jumlahnya. Lalu, ambil kembali benda yang baru saja ditambahkan. Apa yang kalian temukan?'
  • Murid bekerja secara berpasangan untuk membuat operasi penjumlahan, lalu membuat operasi pengurangan pasangannya.
  • Murid menuliskan pasangan kalimat matematika di kertas: __ + __ = __ dan __ − __ = __.
  • Guru berkeliling untuk mengamati dan membimbing murid yang kesulitan.
  • Murid membuat minimal 3 pasangan operasi penjumlahan dan pengurangan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa pasangan murid diminta maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerja mereka.
  • Murid menjelaskan hubungan antara operasi penjumlahan dan pengurangan yang mereka buat: 'Jika 8 + 7 = 15, maka 15 − 7 = 8, karena pengurangan adalah kebalikan dari penjumlahan.'
  • Guru memberikan apresiasi dan mengajak kelas memberikan tepuk tangan.
  • Guru bertanya kepada seluruh kelas: 'Apa yang kalian pelajari hari ini? Apakah penjumlahan dan pengurangan punya hubungan?'
  • Murid merefleksikan pemahaman mereka: 'Penjumlahan dan pengurangan adalah operasi yang saling berkaitan.'
  • Guru memberikan latihan mandiri: murid mengerjakan 5 soal pasangan penjumlahan dan pengurangan di buku latihan.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menyebutkan pasangan operasi penjumlahan dan pengurangan.
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa penjumlahan dan pengurangan punya hubungan. Pengurangan adalah kebalikan dari penjumlahan.'
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi mereka.
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat bekerja dengan bilangan yang lebih besar (mendekati 20), sementara murid yang lambat dapat fokus pada bilangan di bawah 15.
  • Proses: Murid yang kesulitan dibimbing dengan benda konkret lebih lama dan diberikan contoh tambahan oleh guru. Murid yang cepat diminta membuat cerita sendiri berdasarkan operasi yang mereka buat.
  • Produk: Murid yang cepat diminta membuat 5 pasangan operasi dan menyajikannya dalam bentuk cerita bergambar. Murid yang lambat cukup membuat 3 pasangan operasi dengan bantuan gambar benda.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang penjumlahan dan pengurangan yang telah dipelajari: 'Siapa yang masih ingat bagaimana cara menjumlahkan bilangan? Bagaimana cara mengurangkan bilangan?'
  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan contoh operasi penjumlahan atau pengurangan sederhana.

Proses:

  • Observasi selama kegiatan Memahami: apakah murid dapat mengikuti demonstrasi guru dan memahami konsep hubungan operasi?
  • Observasi selama kegiatan Mengaplikasi: apakah murid dapat membuat pasangan operasi dengan benda konkret dan menuliskannya dengan benar?
  • Tanya jawab saat murid bekerja: 'Apa yang kalian temukan? Bagaimana hubungan antara penjumlahan dan penguranganmu?'
  • Observasi presentasi murid saat Merefleksi: apakah murid dapat menjelaskan hubungan operasi dengan kalimat sendiri?

Akhir:

  • Tes lisan: guru menyebutkan operasi penjumlahan (misalnya: 8 + 7 = 15), murid diminta menyebutkan operasi pengurangan pasangannya (15 − 7 = 8).
  • Latihan tertulis: murid mengerjakan 5 soal yang meminta mereka menulis pasangan operasi penjumlahan dan pengurangan.
  • Refleksi tertulis sederhana: murid menuliskan satu kalimat tentang apa yang mereka pelajari hari ini.

Formatif:

  • Observasi saat murid bekerja berpasangan menggunakan benda konkret.
  • Tanya jawab lisan untuk menggali pemahaman murid tentang hubungan penjumlahan dan pengurangan.
  • Pemeriksaan hasil kerja tertulis pasangan operasi matematika.

Sumatif:

  • Latihan mandiri: murid mengerjakan 5 soal pasangan penjumlahan dan pengurangan di buku latihan.
  • Tes lisan di akhir pembelajaran: murid diminta menyebutkan pasangan operasi dari soal yang diberikan guru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan hubungan penjumlahan dan pengurangan dengan benda konkretMurid belum dapat menunjukkan hubungan penjumlahan dan pengurangan meskipun dengan bantuan benda konkret.Murid dapat menunjukkan hubungan penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan penuh dari guru dan benda konkret.Murid dapat menunjukkan hubungan penjumlahan dan pengurangan dengan benda konkret secara mandiri, namun belum lancar menjelaskannya.Murid dapat menunjukkan dan menjelaskan hubungan penjumlahan dan pengurangan dengan benda konkret secara mandiri dan lancar.
Menuliskan pasangan kalimat matematika penjumlahan dan penguranganMurid belum dapat menuliskan pasangan kalimat matematika dengan benar meskipun dengan bantuan.Murid dapat menuliskan pasangan kalimat matematika dengan banyak bantuan dan masih sering keliru.Murid dapat menuliskan pasangan kalimat matematika dengan benar untuk 2-3 contoh, namun masih membutuhkan sedikit bantuan.Murid dapat menuliskan pasangan kalimat matematika dengan benar untuk minimal 4 contoh secara mandiri dan akurat.
Menjelaskan hubungan antara operasi penjumlahan dan penguranganMurid belum dapat menjelaskan hubungan antara penjumlahan dan pengurangan.Murid dapat menjelaskan hubungan dengan kalimat yang masih terbata-bata dan membutuhkan banyak bantuan guru.Murid dapat menjelaskan hubungan dengan kalimat sederhana, namun belum lengkap dan jelas.Murid dapat menjelaskan hubungan dengan kalimat yang jelas dan lengkap: pengurangan adalah kebalikan dari penjumlahan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep hubungan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan benda konkret?
  • Apakah strategi pembelajaran berpasangan efektif untuk membangun pemahaman murid?
  • Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan tambahan untuk memahami konsep ini?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahap pembelajaran?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pelajaran hari ini?
  • Apakah kamu sudah paham tentang hubungan penjumlahan dan pengurangan?
  • Bagian mana yang masih sulit bagimu?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang penjumlahan dan pengurangan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka
  3. Benda konkret: kelereng, kubus satuan, kancing, atau benda kecil lainnya (minimal 20 buah per kelompok)
  4. Kartu bilangan 1-20
  5. Papan tulis dan spidol
  6. Kertas kerja untuk murid
  7. Alat tulis (pensil, penghapus)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.