Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Penjumlahan Satuan dengan Satuan yang Hasilnya Kurang dari 20 — Strategi Pasangan Bilangan (Number Bond) dan Penjumlahan dengan 10

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Penjumlahan Satuan dengan Satuan yang Hasilnya Kurang dari 20 — Strategi Pasangan Bilangan (Number Bond) dan Penjumlahan dengan 10". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Penjumlahan Satuan dengan Satuan yang Hasilnya Kurang dari 20 — Strategi Pasangan Bilangan (Number Bond) dan Penjumlahan dengan 10

Matematika - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Penjumlahan Satuan dengan Satuan yang Hasilnya Kurang dari 20 — Strategi Pasangan Bilangan (Number Bond) dan Penjumlahan dengan 10

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPenjumlahan Satuan dengan Satuan yang Hasilnya Kurang dari 20 — Strategi Pasangan Bilangan (Number Bond) dan Penjumlahan dengan 10
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan penjumlahan dua bilangan satuan yang hasilnya kurang dari 20 menggunakan strategi pasangan bilangan (number bond) dengan benda konkret atau kartu bilangan.
  2. Murid dapat melakukan penjumlahan dua bilangan satuan yang hasilnya kurang dari 20 menggunakan strategi penjumlahan yang hasilnya 10 (mengelompokkan menjadi 10 terlebih dahulu).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kalian menghitung 8 + 5 dengan mudah?
  2. Apa yang terjadi jika kita memisahkan bilangan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil?
  3. Mengapa membuat 10 terlebih dahulu bisa membantu kita menghitung lebih cepat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid tentang penjumlahan bilangan sampai dengan 10 yang sudah dipelajari sebelumnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar strategi baru untuk menjumlahkan dua bilangan yang hasilnya kurang dari 20.
  • Asesmen Awal: Guru memberikan soal sederhana (misalnya 7 + 8, 6 + 9) dan meminta murid menjawab secara lisan untuk mengecek pemahaman awal tentang penjumlahan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan situasi konkret: Ada 8 pensil merah dan 5 pensil biru. Berapa jumlah seluruh pensil?
  • Guru menggunakan benda konkret (pensil, kelereng, atau blok) untuk mendemonstrasikan masalah tersebut di depan kelas.
  • Guru memperkenalkan strategi pasangan bilangan (number bond): memisahkan salah satu bilangan menjadi dua bagian untuk membuat penjumlahan lebih mudah.
  • Contoh: 8 + 5 → pisahkan 5 menjadi 2 dan 3 → 8 + 2 = 10, lalu 10 + 3 = 13.
  • Guru menggambar diagram pasangan bilangan di papan tulis dan menjelaskan cara kerjanya sambil melibatkan murid.
  • Guru memperkenalkan strategi penjumlahan dengan 10: mengelompokkan bilangan sehingga salah satu bagian menjadi 10 terlebih dahulu.
  • Contoh: 8 + 5 → pisahkan 8 menjadi 5 dan 3 → 5 + 5 = 10, lalu 10 + 3 = 13.
  • Guru memberikan contoh kedua dengan bilangan berbeda (misalnya 7 + 6) dan meminta murid mengamati prosesnya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bekerja berpasangan. Setiap pasangan mendapat kartu bilangan dan benda konkret (kelereng, blok, atau sedotan).
  • Guru memberikan 3-4 soal penjumlahan (contoh: 6 + 7, 9 + 4, 8 + 6, 7 + 5) dan meminta murid menyelesaikannya menggunakan strategi pasangan bilangan atau penjumlahan dengan 10.
  • Murid bebas memilih strategi mana yang mereka anggap lebih mudah untuk setiap soal.
  • Guru berkeliling kelas untuk mengamati cara kerja murid, memberikan bantuan pada murid yang kesulitan, dan mencatat kemajuan mereka (asesmen proses).
  • Setiap pasangan mempresentasikan satu jawaban mereka di depan kelas dan menjelaskan strategi yang digunakan.
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif pada setiap presentasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berdiskusi: Strategi mana yang kalian rasa paling mudah? Mengapa?
  • Murid berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan kedua strategi tersebut.
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: Kapan kita sebaiknya menggunakan strategi pasangan bilangan? Kapan lebih baik menggunakan strategi penjumlahan dengan 10?
  • Murid diminta menuliskan atau menggambar satu soal penjumlahan dan cara menyelesaikannya menggunakan strategi yang mereka sukai di buku latihan.
  • Guru memberikan kesempatan beberapa murid untuk berbagi hasil refleksi mereka.

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran hari ini: Kita belajar dua strategi untuk menjumlahkan bilangan yang hasilnya kurang dari 20, yaitu pasangan bilangan dan penjumlahan dengan 10.
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan 2 soal tertulis (contoh: 9 + 5 dan 7 + 8) yang harus diselesaikan murid secara mandiri menggunakan strategi pilihan mereka.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu tentang penjumlahan atau melakukan tepuk tangan bersama sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru memberikan tugas rumah sederhana: Buatlah 3 soal penjumlahan sendiri dan selesaikan dengan salah satu strategi yang sudah dipelajari.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan soal penjumlahan dengan bilangan lebih besar (misalnya 12 + 9). Untuk murid yang masih kesulitan, guru fokuskan pada penjumlahan dengan bilangan satuan lebih kecil (misalnya 6 + 5, 7 + 4).
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung bekerja mandiri dan diminta membuat soal sendiri untuk teman. Murid yang lambat mendapat pendampingan lebih intensif dari guru dan tetap menggunakan benda konkret lebih lama.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat komik atau cerita bergambar tentang penjumlahan menggunakan strategi yang dipelajari. Murid lain cukup menyelesaikan soal latihan standar di buku.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang penjumlahan bilangan sampai 10 yang sudah dipelajari sebelumnya.
  • Memberikan soal sederhana (7 + 8, 6 + 9) untuk mengecek kemampuan awal murid dalam penjumlahan yang hasilnya lebih dari 10.

Proses:

  • Observasi saat murid bekerja berpasangan: apakah mereka bisa menggunakan benda konkret dengan benar, apakah mereka memahami konsep memisahkan bilangan.
  • Mengamati presentasi murid dan mendengarkan penjelasan mereka tentang strategi yang digunakan.
  • Mencatat murid yang masih kesulitan dan yang sudah lancar untuk diferensiasi lebih lanjut.

Akhir:

  • Tes tertulis mandiri: 2 soal penjumlahan (contoh: 9 + 5 dan 7 + 8) yang harus diselesaikan murid menggunakan strategi pasangan bilangan atau penjumlahan dengan 10.
  • Penilaian hasil refleksi tertulis/gambar murid di buku latihan.
  • Review tugas rumah pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi saat murid bekerja berpasangan menggunakan benda konkret dan kartu bilangan.
  • Tanya jawab selama presentasi untuk mengecek pemahaman strategi yang digunakan.
  • Pengamatan partisipasi murid dalam diskusi refleksi.

Sumatif:

  • Tes tertulis: 2 soal penjumlahan yang diselesaikan secara mandiri di akhir pembelajaran.
  • Penilaian hasil tugas rumah: kualitas soal yang dibuat murid dan ketepatan penyelesaian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Strategi Pasangan BilanganMurid belum bisa memisahkan bilangan menjadi bagian-bagian dan masih menghitung satu per satu.Murid dapat memisahkan bilangan dengan bantuan benda konkret tetapi masih kesulitan menjelaskan prosesnya.Murid dapat menggunakan strategi pasangan bilangan dengan benar menggunakan benda konkret atau gambar.Murid dapat menggunakan strategi pasangan bilangan tanpa bantuan benda konkret dan mampu menjelaskan alasannya.
Penggunaan Strategi Penjumlahan dengan 10Murid belum memahami konsep membuat 10 terlebih dahulu dan tidak bisa mengelompokkan bilangan.Murid dapat membuat 10 dengan bantuan guru tetapi belum bisa melakukannya secara mandiri.Murid dapat menggunakan strategi penjumlahan dengan 10 secara mandiri dengan bantuan benda konkret.Murid dapat menggunakan strategi penjumlahan dengan 10 secara mandiri tanpa bantuan benda konkret dan dapat menjelaskan kapan strategi ini paling efektif.
Ketepatan Hasil PenjumlahanMurid sering melakukan kesalahan dalam menghitung hasil penjumlahan.Murid dapat menyelesaikan beberapa soal dengan benar tetapi masih ada kesalahan.Murid dapat menyelesaikan sebagian besar soal dengan benar (3-4 dari 5 soal).Murid dapat menyelesaikan semua soal dengan benar dan konsisten.
Kemampuan Memilih Strategi yang TepatMurid tidak dapat memilih strategi yang sesuai dan hanya menebak-nebak.Murid dapat mencoba menggunakan strategi tetapi belum memahami kapan strategi tersebut efektif.Murid dapat memilih strategi yang sesuai untuk sebagian besar soal dengan alasan sederhana.Murid dapat memilih strategi yang paling efisien untuk setiap soal dan menjelaskan alasannya dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan manipulasi benda konkret?
  • Strategi mana yang lebih mudah dipahami oleh mayoritas murid? Mengapa?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam menjelaskan konsep pasangan bilangan dan penjumlahan dengan 10?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah tepat?

Refleksi Murid:

  • Strategi mana yang menurutmu paling mudah? Mengapa?
  • Apa yang masih membuatmu bingung hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar cara baru menjumlahkan bilangan?
  • Apakah kamu bisa mengajari temanmu menggunakan strategi ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek
  3. Kartu bilangan 0-20
  4. Benda konkret: kelereng, blok, sedotan, pensil, atau benda lain yang mudah dihitung
  5. Papan tulis dan spidol berwarna
  6. Bingkai 10 (ten frame) jika tersedia
  7. Lembar kerja penjumlahan
  8. Alat peraga number bond (diagram pasangan bilangan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.